Claim Missing Document
Check
Articles

PRAKTIK ADAT PERNIKAHAN SALEP TARJHE MASYARAKAT MADURA DI KELURAHAN BATU LAYANG KECAMATAN PONTIANAK UTARA KOTA PONTIANAK PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Amal, Amal; Marluwi, Marluwi; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 5 No. 1 (2025): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/alusroh.v5i1.1755

Abstract

This study aims to uncover and clarify the actual practice of the customary marriage known as salep tarjhe, including the underlying philosophy and reasons for its prohibition, as well as its perspective from Islamic law within the Madurese community of Batu Layang. The research employs two main analytical frameworks: symbolic interactionist theory and Islamic law concerning marital issues. Using a sociological approach, this field research is supported by a literature review, with the author collecting primary data directly through interviews and documentation. The informants for this study include the couples involved, their parents, religious leaders, traditional elders, and the local community. The findings indicate that religious and community leaders in Batu Layang widely permit salep tarjhe marriages, asserting that they do not contradict Islamic sharia. The prohibition is found to stem from myths passed down through generations, such as beliefs that the marriage could lead to financial hardship, divorce, or infertility. This myth is classified as ‘urf fasid (corrupt custom) because it is inconsistent with Islamic principles. Conversely, some members of the general public still forbid this practice due to their belief in these myths. From an Islamic legal standpoint, the salep tarjhe marriage is deemed permissible (mubah) as there is no specific prohibition mentioned in the Quran, Hadith, or the views of codified fiqh scholars.
Analisis Analisis Neraca Air di Pulau Jawa-Bali sebagai Upaya Antisipasi Krisis Air: Water Balance Analysis at Java-Bali Island for Anticipating Water Crisis Chairunnisa, Nurul; Arif, Chusnul; Perdinan; Wibowo, Arif
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 6 No. 2: Agustus 2021
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.6.2.61-80

Abstract

Water is one of the basic necessities used by living things on this earth. Along with the population growth with climate change, there are several cases of water crisis in Java and Bali, especially in the dry season. The purpose of this research is to project water demand and availability based on climate change scenarios, develop an analysis model for the impact of climate change on the water sector based on the water balance, and calculate environmental economic losses resulting from water deficit losses. The type of scenario used in climate analysis is RCP (Representative Carbon Pathway) 4.5 with two types of models. Provinces experiencing very critical water conditions in the 2021-2050 period using the CSIRO model are DKI Jakarta, East Java and Bali, with water criticality indexes of 296.25%, 113.88% and 123.64%, with a water deficit loss of IDR 1.2 billion, IDR 7.93 billion and IDR 0.87 billion. Whereas with the MIROC model, the areas that have very critical water conditions are DKI Jakarta Province with a water criticality index of 220.36%, with a water deficit loss of IDR 0.42 billion.
Putusan PTUN No.193/G/LH/2015/PTUN-Jkt, Atas Pembatalan SK Gubernur DKI Jakarta No. 2238 Tahun 2014 Tentang Pemberian Izin Reklamasi Pulau G Kepada PT. Muara Wisesa Samudra Raianny, Ayu; wibowo, Arif
Jurnal Ilmu Hukum Reusam Vol 12 No 2 (2024): REUSAM: Jurnal Ilmu Hukum - November 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The reclamation of Island G in Jakarta Bay has sparked various controversies that eventually led to a lawsuit filed by Mr. Nelayan Muara Angke and several environmental groups against the Governor of DKI Jakarta and PT Muara Wisesa Samudra as the developer. Based on various considerations, the Jakarta Administrative Court (PTUN) decided to annul the Decree of the Governor of DKI Jakarta Number 2238 dated December 23, 2014, concerning the Implementation Permit for the Reclamation of Island G. One of the judges argued that the Governor of DKI Jakarta had the right to issue the reclamation permit for Island G, even though the authority to grant such permits formally belongs to the central government, as stipulated in Presidential Decree Number 52 of 1995 concerning the Reclamation of the Northern Coast of Jakarta, which has already expired. The revocation of the decree also created new legal consequences, particularly regarding the nullification of sale and purchase transactions that occurred prior to the revocation of the decree.
Keragaman genetik populasi giant snakehead (Channa micropeltes) menggunakan penanda Random Amplified Polymorphic DNA di perairan Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah Kamal, M Mukhlis; Butet, Nurlisa A.; Wibowo, Arif; Eva Muhajirah
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.11.1.141-151

Abstract

Giant snakehead yang juga dikenal dengan sebutan Toman merupakan ikan dengan cita rasa dan bernilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik populasi C. micropeltes di Taman Nasional Sebangau (TNS), Kalimantan Tengah menggunakan analisis molekuler dengan pendanda genetic Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). Primer yang digunakan pada penelitian ini yaitu OPE-07, OPD-03 dan OPG-10. Hasil menunjukkan bahwa persentase polimorfisme di perairan TNS tergolong rendah (43,1818%) dan heterozigositas juga tidak jauh berbeda yaitu 0,2323 dan 0,2067. Berdasarkan pada uji berpasangan Fst, populasi C. micropeltes di perairan TNS tidak berbeda nyata (P>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa C. micropeltes di perairan SNP populasi sungai Sebangau maupun Katingan tidak terdapat perbedaan keragaman genetik. Secara genetik, C. micropeltes di perairan SNP memiliki keanekaragaman relatif rendah dan kemampuan adaptasi rendah.
Surrogate Informed Concent Sebagai Element Preventif Sengketa Medis Pada Pembedahan Elektif Wibowo, Arif; Nasser, M.; Husain, Bahtiar; Bungin, Sator Sapan
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i1.3740

Abstract

yang membentuk hubungan terapeutik dan hubungan hukum. Kepercayaan dan harapan pasien, dapat menimbulkan kekecewaan ketika hasil pelayanan medis tidak sesuai harapan, yang kemudian menimbulkan konflik atau sengketa medik. Dokter Orthopaedi merupakan ahli bedah yang berpotensi lebih tinggi untuk menghadapi resiko tindakan medis daripada spesialisasi lain. Pembedahan orthopaedi merupakan tindakan yang sangat berpotensi terjadi resiko medis. Persetujuan tindakan medis merupakan suatu persetujuan yang harus diberikan oleh pasien dan keluarganya setelah mendapatkan penjelasan yang lengkap tentang rencana tindakan medis. Seringkali Dokter Orthopaedi memerlukan persetujuan tindakan pada saat pembedahan elektif berlangsung, untuk memberikan persetujuan tindakan yang tidak termasuk dalam penjelasan awal. Penelitian ini untuk menganalisis pentingnya surrogate informed consent selama pembedahan elektif berlangsung dengan tujuan menghindari timbulnya sengketa medis. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui pendekatan yuridis normative. Surrogate informed consent dalam hal seorang Dokter Orthopaedi memerlukan persetujuan tindakan pada saat pembedahan elektif berlangsung, merupakan prosedur yang bisa dibenarkan secara hukum.
PETA SEJARAH ARAH KEBIJAKAN IAIN PONTIANAK: STUDI KASUS PERUMUSAN VISI-MISI DAN LAMBANG IAIN PONTIANAK Sukardi, Sukardi; Wibowo, Arif
PALAR (Pakuan Law review) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10, Nomor 4 Oktober-Desember 2024
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/palar.v10i4.11190

Abstract

Abstrak Sebagai lembaga pendidikan pada jenjang perguruan tinggi agama Islam Negeri di Kalimantan Barat maka IAIN Pontianak perlu menunjukkan identitas sebagai pelestari khasanah keilmuan Islam serta kebudayaan borneo, disini peneliti membahas arah kebijakan IAIN Pontianak dalam mewujudkan melalui peta kebiajakan sebagai lembaga Pendidikan perguruan tinggi dalam rumusan Visi, Misi dan Lambang, dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris arah kebijakan dalam sejarah dengan tujuan membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, serta mensintesiskan bukti, hasil penelitian ini menyuguhkan data historis sejarah arah kebijakan penyusunan Visi, Misi, Sejarah perumusan Lambang IAIN Pontianak dan penetapan beschikking tertuang melalui Keputusan. Kata Kunci: Kebijakan. Lembaga Pendidikan, Khasanah keilmuan, Sejarah, Visi, Misi, Lambang Abstract As an educational institution at the state Islamic religious college level in West Kalimantan, IAIN Pontianak needs to show its identity as a preserver of Islamic scientific knowledge and Borneo culture. Here the researcher discusses the policy direction of IAIN Pontianak in realizing through a policy map as a tertiary education institution in the formulation of Vision, Mission and Symbols, in this research using empirical juridical research methods on policy directions in history with the aim of making a systematic and objective reconstruction of the past, by collecting, evaluating, verifying and synthesizing evidence, the results of this research present historical data on the history of the policy direction of developing the Vision, The mission, history of the formulation of the IAIN Pontianak emblem and the determination of the beschikking are stated in the Decree. Keywords: policy, Educational Institutions, Scientific treasures, History, Vision, Mission, Symbol
OPTIMALISASI PERAN PERGURUAN TINGGI DALAM PEMBERDAYAAN UMKM MELALUI KERJASAMA JOINT VENTURE PROFIT SHARING Wibowo, Arif
Nominal: Barometer Riset Akuntansi dan Manajemen Vol. 2 No. 2 (2013): Nominal September 2013
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.104 KB) | DOI: 10.21831/nominal.v2i2.1669

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk melakukan analisis  atas kemungkinan terjalinnya kerjasama yang  saling menguntungkan antara sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) dengan Perguruan Tinggi.   Sebuah bentuk kerjasama  dengan skema Joint Venture Profit Sharing (JVPS) merupakan sebuah alternatif desain yang akan dianalisis dalam tulisan ini. UMKM hingga saat ini menghadapi berbagai permasalahan klasik, seperti permodalan, pemasaran, produksi dan teknologi, pengelolaan Sumber Daya Manusia, dan permasalahan akses informasi dan jaringan.  Sementara itu, Perguruan Tinggi (PT) di satu sisi adalah tempat bertemunya para ahli dari berbagai bidang dan tempat dikembangannya bermacam ilmu  dan teknologi yang sebenarnya sangat dibutuhkan oleh UMKM.  JVPS yang merupakan bentuk penyertaan modal dengan hak keterlibatan dalam pengelolaan usaha adalah bentuk kerjasama yang sangat dibutuhkan oleh UMKM sekaligus bisa dipenuhi leh PT. Diperlukan sebuah Unit Pengelola Kerjasama JVPS di Perguruan Tinggi yang bertugas mengelola penarikan dana-dana PT untuk tujuan pemberdayaan UMKM.  Dana yang terkumpul untuk kemudian dialokasikan kepada UMKM yang potensial, dengan sebuah perjanjian kerjasama yang mengatur hak dan kewajiban masing-masing pihak.  Perjanjian ini menjadi syarat mutlak sebelum kerjasama dilakukan, untuk menjamin bahwa hak semua pihak yang terlibat akan terlindungi dengan baik. Kata Kunci:  UMKM, Joint Venture Profit Sharing
The Utilisation of Synchronous and Asynchronous Online Learning Media in Distance Learning in Madrasah Aliyah Hakim, Arif Rahman; Wibowo, Arif
Cendekia: Kependidikan dan Kemasyarakatan Vol 21 No 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/cendekia.v21i1.5760

Abstract

The use of online learning media, both synchronous and asynchronous, has become part of an interesting phenomenon and deserves attention in today's era of technological development. This study aims to analyse the use of online media in distance learning in Madrasah Aliyah in terms of media utilisation, namely, the aspect of determining media and the aspect of media implementation. This research used descriptive qualitative methods in Madrasah Aliyah Negeri in Ponorogo. Data collection techniques consist of interviews, observation and documentation. The data is analysed using the Miles Huberman model of data reduction, display, and verification. The results of this study are as follows. First, the determination of synchronous and asynchronous online media in the implementation of distance learning in Madrasah Aliyah is carried out through three main points sequentially, namely setting criteria, determining alternative media, and performance in the classroom.  Second, the implementation of synchronous and asynchronous online media in the implementation of distance learning in Madrasah Aliyah is carried out in two forms, individually and in combination. Synchronous online media is implemented in virtual face-to-face activities and material deepening. In contrast, asynchronous online media is implemented in practical exercises and assignments. As for presentations, discussions and exams of synchronous and asynchronous online media are implemented combatively.
Penerapan Sistem E-Court Di Pengadilan Tata Usaha Negara Pontianak Terhadap Asas Cepat, Biaya Ringan, Dan Sederhana: The Implementation of the E-Court System in the Administrative Court of Pontianak on the Principles of Speed, Low Cost, and Simplicity Muhammad Ihsanul Arif; Wibowo, Arif
APHTN-HAN Vol 3 No 1 (2024): JAPHTN-HAN, January 2024
Publisher : Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55292/japhtnhan.v3i1.131

Abstract

Sistem peradilan di Indonesia diselenggarakan berdasarkan asas sederhana, cepat, dan biaya ringan. Namun, dalam praktiknya, masyarakat masih mengalami kesulitan dalam proses pengadilan yang rumit dan memakan waktu lama. Untuk mengatasi hal ini, Mahkamah Agung menerbitkan PERMA Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik (E-Court). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, serta sumber primer dari website resmi. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa berdasarkan PERMA Nomor 1 Tahun 2019, penyelenggaraan E-Court di Pengadilan Tata Usaha Negara (TUN) bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi perkara dan persidangan. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat kendala dan hambatan yang menghambat tercapainya asas sederhana, cepat, dan biaya ringan. Kendala tersebut meliputi kurangnya sarana dan prasarana, ketidakstabilan internet, ketersediaan e-payment yang tidak merata di semua bank, serta overload pada akses link E-Court.
THE TREND OF DIGITALIZATION IN RELIGIOUS COURTS: SOLUTIONS TO IMPROVE ACCESS TO JUSTICE FOR WOMEN IN DIVORCE CASES Ulfah, Nasywaa; Henni, Henni; Kardi, Sukardi; Wibowo, Arif
Khatulistiwa Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : The Pontianak State Institute of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/khatulistiwa.v15i2.3914

Abstract

The digitization of religious courts in Indonesia is a strategic solution to improve access to justice for women in divorce cases. This study aims to analyze digitization trends through the implementation of applications such as e-Court, which has successfully accelerated the case resolution process from an average of 6 months to 3 months, as well as empowering women by reducing bureaucratic barriers and dependence on intermediaries. However, the implementation of digitization still faces significant challenges, including disparities in information technology infrastructure, digital literacy gaps, and gender bias that has the potential to reinforce inequality in the judicial system. Using a qualitative research method based on a literature review, this study integrates socio-legal and maqasid syariah perspectives to evaluate the impact of digitization on women's access to justice. The results show that digital transformation has the potential to democratize access to justice if it is supported by inclusive application design, gender-responsive training for court officials, and legal education programs for the community. These findings emphasize the need to revise regulations related to e-Courts to ensure that the principles of substantive justice ('adl) and public interest (maslahah) can be achieved universally. (Supreme Court of Indonesia, 2024) 
Co-Authors Ahmad MAULANA Ahmad, Yan Syahrial Aliati Iswantari Alifa, Syadza Amal, Amal Anggarini, Wahyu Sandra Ani Widiastuti, Ani Ani, Dea Fitri Ansori, Ma'mun Anto Rimbawanto ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arif Rahman Hakim Arlyna Budi Pustika Ayu Lestiyani Ayu Octavia Tanjung Putri Bambang Hadisutrisno Bosman, Ofan Budi Setyawan Budiastuti Kurniasih Bunasan, Bunasan Bungin, Sator Sapan Cahyanti, Wahyulia Chairunnisa, Nurul Chomayaroh, Devinda Mardhalita Christanti Sumardiyono Christiandi, Jeannette Anastasia Chusnul Arif Dahlia Haliyah Danar Wicaksono, Danar Daryono, Rihab Wit Deni Irawan, Deni Deni Radona, Deni Desy Puspitasari Dini Apriani, Dini Endang Sulistyaningsih Eva Muhajirah Fadhil, Moh. Fera Permata Putri, Fera Permata Fitrianty, Rifda Haliah, Haliah Harper, Stephen Hasbi, Husin Husain, Bahtiar Ilma, Hurin Nabila Aghnia Irin Iriana Kusmini, Irin Iriana Iriyani, Siska Istiana Prihatini Johanna Taribuka, Johanna Jojo Subagja Julianto, Rendi Kardi, Sukardi Karmila, Miratun Khusnul Khotimah Kristanto, Anang Hari Kurniawan Kurniawan Lestari, Ika Ayuni Lestari, Zeni Tri Lestiyani, Ayu Leying, Ananda Ghifari Lusiana, Vinna M Mukhlis Kamal, M Mukhlis Marluwi, Marluwi Mohammad Mukhlis Kamal Muhammad Afandi Muhammad Hasan Muhammad Ihsanul Arif Nanda Dwi Hafri Nasser, M. Nindy Sevirasari Ningsih, Suci Fitria Noorwidayati, Rr. Endah Nurfitriah Nurhidayati, Syssy Nurlisa Alias Butet Oktavia, Nia Otong Zenal Arifin P. Perdinan Prakoso, Vitas Atmadi Prapto Yudono Pratama, Rizky Pratiwi, Annisa Hasta Pratiwi, Binti Lailatul Pujade-Renaud, Valérie Putri, Hesty Kesuma Putri, Novi Hervianti Rachmad Saputra Raianny, Ayu Riza, Nurasiah Rudhy Gustiano Rusdi Sulaiman Sandra Anggarini, Wahyu Santika, Islaminati Anna Sastika, Asi Shafarina, Ainun Simon, Okta Siti Atikah SITI MUSLIMAH WIDYASTUTI Siti Subandiyah Sri Rahayu SRI RAHAYU STEFANY DARSAN, STEFANY Suhardiman Suhardiman Sukardi Sukardi Sumiyati Tuhuteru Sundari, Dini Sundjoto, Sundjoto Suryani, Tina Zulfa Suryanti Suryanti, Suryanti Syafawi, Ahmad Syafitri, Luthfiana Mifta Syamsiar, Syamsiar Taufik Budhi Pramono Taufiq Hidayat Tri Joko Tri Joko Triwidodo Arwiyanto Tsaqila, Hasna Ulfah, Nasywaa Ulya, Nanda Himmatul wagiyem, wagiyem Wahyu Choerul Cahyadi Werdiningtyas, Cyrilla Kinanti Widiyawati, Ari Yoga Yuniadi