Claim Missing Document
Check
Articles

EFEKTIVITAS MEDIATOR DALAM PENYELESAIAN PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PONTIANAK KELAS 1-A TAHUN 2018 Ani, Dea Fitri; Hasan, Muhammad; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 1 No. 1 (2021): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v1i1.191

Abstract

Abstrak Dea Fitri Ani (11624004) Efektivitas Mediator Dalam Penyelesaian Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A: Fakultas Syariah Prodi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhshiyyah) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Untuk mengetahui tujuan mediasi di Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A; 2) Untuk mengetahui tahap proses mediasi dalam pelaksanaan mediasi oleh mediator di Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A; 3) Untuk mengetahui tingkat keberhasilan mediasi di Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif bersifat kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer berupa hasil wawancara dengan Hakim Mediator di Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A dan data sekunder yang terdiri dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016, jurnal-jurnal, dan buku-buku yang berhubungan dengan objek penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik wawancara dan dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data, peneliti melakukan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Kemudian memeriksa keabsahan data dengan melakukan pengamatan yang terus-menerus. Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan mediasi oleh Hakim mediator di Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A telah sesuai dengan PERMA Nomor 1 Tahun 2016. Dampak mediasi yang dilakukan terhadap kasus perceraian di Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A belum maksimal dilihat dari segi hasilnya, hal tersebut diperkuat dengan adanya data yang diperoleh yang menunjukan bahwa dari 306 perkara yang di mediasi, hanya 11 perkara mediasi yang berhasil seluruhnya. Kata Kunci: Mediasi, Mediator, Perceraian, Perma Nomor 1 Tahun 2016
PENERAPAN KAFAAH DALAM PERKAWINAN DI KALANGAN SYARIF DAN SYARIFAH PERSPEKTIF HUKUM ISLAM: (Studi Kasus di Kampung Arab Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur) Hasbi, Husin; Sukardi, Sukardi; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 1 No. 1 (2021): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v1i1.205

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Konsep Kafaah dalam perkawinan di kalangan Syarif dan Syarifah di Kampung Arab Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur; 2) Implementasi Konsep Kafaah dalam Perkawinan di Kalangan Syarif dan Syarifah di Kampung Arab Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur; 3) Analisis Hukum Islam terhadap Konsep Kafaah di Kalangan Syarif dan Syarifah di Kampung Arab Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak Timur. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sumber sekunder, yaitu: 1) Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah informan suami istri yang merupakan perkawinan campur antar keturunan yaitu Syarif-non Syarifah dan Syarifah-non; 2) Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari beberapa buku dan sumber-sumber lainnya yang berkaitan dengan objek penelitian. Teknik pengumpulan data yang peneliti tempuh berupa wawancara. Untuk menganalisis data peneliti menggunakan, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, maka peneliti simpulkan bahwa: 1) Konsep kafaah dalam perkawinan di kalangan Syarif dan Syarifah meliputi dua kriteria yang harus diperhatikan yaitu diharuskan berasal dari kalangan ketururnan yang sama walaupun tidak dituntut harus dengan marga yang sama, selanjutnya diharuskan beraagama yang sama yakni dalam hal akhlak dan ibadah. 2) Implementasi konsep kafaah dalam perkawinan di kalangan Syarif dan Syarifah bersikeras berpegang teguh pada nasab untuk menjaga dan melestarikan dzurriiyat (garis keturunan) Rasulullah SAW. 3) Hukum Islam pada masalah kafaah ditemukan perselisihan pandangan pada mayoritas ulama mazhab. Tetapi pada konsep kafaah menurut kalangan Syarif dan Syarifah pada tinjauan hukum Islam terhadap konsep keserasian dengan hukum Islam dikarenakan adanya kafaah dijadikannya pertimbangan dalam membentuk bahtera rumah tangga dengan memandang unsur tersebut. Keadaan ini dijadikannya dasar dalam setiap sistem hukum yang tidak akan mengabaikan konteks sosial. Hanya saja kalangan Syarif dan Syarifah menjadikan unsur nasab berbanding lurus dengan unsur agama sehingga antara unsur agama dan unsur nasab yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB CERAI GUGAT USIA 16-25 TAHUN DALAM KOSTRUKSI HUKUM HAKIM DI PENGADILAN AGAMA PONTIANAK KELAS 1-A TAHUN 2018 Apriani, Dini; Haliah, Dahlia; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 1 No. 1 (2021): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v1i1.211

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Apa yang menjadi faktor sosial istri usia 16-25 tahun mengajukan cerai gugat, 2) Bagaimana konstruksi hukum hakim terhadap faktor-faktor penyebab usia 16-25 tahun mengajukan cerai gugat di Pengadilan Agama Pontianak tahun 2018. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian yuridis normatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari sumber primer dan sekunder, yaitu: 1) Sumber utama adalah data laporan tahunan dan putusan resmi dari pengadilan Agama Pontianak yang terkait dengan penelitian. 2) Sumber data sekunder merupakan buku-buku, artikel, skripsi, literatur, jurnal dan lain sebagainya yang terkait dengan penelitian. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data-data adalah dokumentasi. Sedangkan, teknik analisis data peneliti menggunakan teknik reduksi data, paparan data dan penarikan simpulan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, peneliti menyimpulkan yaitu: 1) Faktor-faktor sosial cerai gugat usia 16-25 tahun yang ada di Pengadilan Agama Pontianak kelas 1-A tahun 2018 antara lain: faktor ekonomi, meninggalkan salah satu pihak, kekerasan dalam rumah tangga, perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus dan poligami. 2) Konstruksi hukum hakim Pengadian Agama Pontianak terhadap faktor cerai gugat usia 16-25 tahun yaitu memutus perkara dengan aturan normatif sebagaimana yang ada dalam Undang-undang Nomor 1 tahun 1974 dan kompilasi Hukum Islam pasal 116.Kata kunci: cerai gugat, konstruksi hukum hakim.
PERANAN KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PONTIANAK TIMUR DALAM PENYELENGGARAAN ITSBAT NIKAH TERPADU TAHUN 2019 Shafarina, Ainun; Sulaiman, Rusdi; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 1 No. 2 (2021): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v1i2.437

Abstract

Perkawinan yang tidak dicatatkan dapat diajukannya permohonan Itsbat Nikah ke Pengadilan Agama yang berwenang, setelah permohonan itu diterima maka akan diterbitkan buku kutipan akta nikah Kantor Urusan Agama Kecamatan setempat sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (1), (2), (3), dan (4) KHI terkait Itsbat Nikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) Latar Belakang Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur berperan dalam Penyelenggaraan Itsbat Nikah secara Terpadu Tahun 2019; 2) Peranan Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur Dalam Penyelenggaraan Itsbat Nikah Terpadu Tahun 2019; 3) Kendala yang dihadapi Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur dalam Perannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Hukum Empiris (sosiologi), dan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Sumber data primer yang peneliti gunakan bersumber dari wawancara dengan kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur dan sumber sekunder peneliti bersumber dari data Pengadilan Agama Pontianak Kelas 1-A dan Dinas Kependudukan dan Pecatatan Sipil. Lokasi penelitiannya dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur Raya 2. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan document review dan wawancara. Untuk memperoleh keabsahan data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber yaitu Pengadilan Agama Pontianak kelas 1-A dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil. Teknik analisis yang digunakan yaitu reduksi data, paparan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)Yang menjadi latar belakang Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur berperan dalam kegiatan ini adalah karena masih ada beberapa pasangan sudah menikah secara agama namun tidak mencatatkannya, dan kegiatan ini belum pernah dilaksanakan sebelumnya oleh Pemerintah Kota Pontianak yang bersifat terpadu. 2) Peranan Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur sangat besar mulai dari tahap awal hingga akhir acara diselenggarakan. Terutama perannya dalam hal administrasi seperti menginput data, verifikasi awal, menjadi panitia kegiatan, memberikan sosialisasi kepada peserta, hingga buku nikah mereka diterbitkan. 3) Kendala yang dihadapi oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak dari beberapa aspek seperti kurangnya pemahaman peserta mengenai wali nikah, kurangnya persyaratan dari para peserta, dan lain sebagainnya. Kata kunci: Itsbat Nikah Terpadu, Kantor Urusan Agama, Pontianak Timur
STRATEGI DAN MEKANISME PEMBINAAN PRANIKAH OLEH KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PONTIANAK BARAT DI MASA PANDEMI COVID-19 Atikah, Siti; Marluwi, Marluwi; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 2 No. 1 (2022): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v2i1.545

Abstract

The purpose of the study was to find out the strategies given to prospective brides regarding BP4 premarital guidance during the covid-19 pandemic and to find out the mechanism given to prospective brides by KUA officers during the covid-19 pandemic.This research includes field research that uses an empirical normative approach that is descriptive qualitative. The research subjects are the supervisors in the KUA environment, namely the Penghulu as well as extension workers at the KUA, West Pontianak District. Then the data sources which is researchers used for this study were primary data sources, namely direct data from the subject and secondary data sources, namely data from books, journals, and other data. The techniques used by researchers in this study are interviews, documentation and observation. In the data analysis technique for this research, namely reducing presenting, and finally drawing conclusions. Furthermore, from data sources to research techniques, the researchers then checked the validity of the data in order to prevent fraud or lies. Based on the results of the research obtained by the researchers, it can be concluded that the delivery of premarital coaching during the covid-19 pandemic by BP4 KUA West Pontianak District has been running optimally and smoothly. 1). The strategy for pre-marital coaching during the covid-19 pandemic by BP4 KUA West Pontianak District was carried out using only two strategies, namely the delivery strategy before the marriage contract and the delivery strategy when the bride and groom came to the KUA to provide marriage documents. We use this submission to provide pre-marital coaching with the lecture method and interview method. 2). Regarding the mechanism provided for prospective brides and the public, namely online or offline. But most brides choose to go offline rather than online while maintaining health protocols as well, the material provided by the bride and groom at the time of pre-wedding marriage is a) becoming a sakinah mawaddah warahmah family that is expected by the bride and groom, b) meeting the family's needs physically and mentally. , c) maintain reproductive health, d) prepare a quality generation, and e) resolve conflicts in the household.
MEDIASI HAKIM KASUS PERCERAIAN DENGAN ALASAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI PENGADILAN AGAMA MEMPAWAH KELAS 1B Syafawi, Ahmad; Marluwi, Marluwi; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 2 No. 1 (2022): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v2i1.636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fakto-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat serta proses mediasi dalam kasus perceraian dengan alasan Kekerasan dalam Rumag Tangga (KDRT) di Pengadilan Agama Mempawah Kelas 1b. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research)”. “Sumber data penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan data sekunder. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data primer adalah melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan data sekunder yang diperoleh melalui literatur kepustakaan yaitu al-quran, hadist-hadist yang relavan, undang-undang tentang mediasi, buku-buku serta hasil penelitian yang berwujud laporan. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa: 1) Mediasi dalam kasus perceraian di Pengadilan Agama Mempawah Kelas 1B sudah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku yaitu Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2016 dan mediasi berlangsung selama tiga puluh hari sejak adanya perintah melakukan mediasi dan bisa lebih apabila ada permintaan dari kedua belah pihak yang masih ada niat baik unruk berdamai. 2) Faktor-faktor yang menjadi pendukung dan penghambat jalannya proses mediasi.
ASPEK YURIDIS PENYEBAB GUGATAN PERCERAIAN YANG DITOLAK DI PENGADILAN AGAMA KETAPANG KELAS II (Studi Kasus Tahun 2020) Pratiwi, Binti Lailatul; Haliyah, Dahlia; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 2 No. 2 (2022): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v2i2.687

Abstract

This research was conducted to find out: 1) The reasons for the rejected divorce suit at the Ketapang Religious Court; 2) The basic juridical aspect of the judge's consideration in refusing a divorce suit. This research uses jurudical normative with a statute approach and case approach. The data source uses primary data sources in the form of divorce case decisions that were rejected at the Ketapang Religious Court totaling 8 decisions, the Civil Code, Het Herzine Indonesia Reglemen (HIR), Rechtreglement Voor de Buitengwesten (RBG).While secondary data in the form of books, articles, journals and documents related to research. Data collection in this study is by documentation. The data were then analyzed using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: 1) the reason for the rejected divorce suit is because the plaintiff or applicant cannot prove the truth of the argument of his lawsuit, namely the plaintiff or applicant does not present a witness in the trial. As for the witnesses who submitted evidence did not meet the minimum limit and did not know the events that occurred. 2) The panel of judges in deciding the rejected divorce suit in accordance with the applicable laws, namely Law Number 23 of 2006 concerning Population Administration articles 1 paragraphs 7 and 8, Government Regulation No. 9/1975 article 22 paragraph 2 jo. Article 76 paragraph (1) of Law Number 7 of 1989,Rechtreglement Voor de Buitengwesten (RBG)articles 171, 172, 283, 308 and 309, Het Herzine Indonesich Reglemen (HIR) articles 170 and 171, the Civil Code Articles 1905, 1909 and 1911.
PELAKSANAAN PENGUKURAN ARAH KIBLAT OLEH KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI KALIMANTAN BARAT TAHUN 2016-2020 DI KOTA PONTIANAK Putri, Hesty Kesuma; Hasan, Muhammad; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 2 No. 2 (2022): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v2i2.703

Abstract

The purpose of this study is to determine the service procedures, methods and results of the accuracy of the Qibla direction implementation by the Regional Office of the Ministry of Religion of West Kalimantan Province in 2016-2020 in Pontianak City. This study uses a qualitative descriptive research method. Data analysis techniques are carried out in stages starting from data reduction, data presentation, conclusions and verification. Furthermore, all data were checked for validity using data triangulation and member check techniques. The results of this study indicate: 1) The service procedure for measuring the Qibla direction is stated in the SOP for the Qibla Direction Measurement Service. The SOP is included in the type of administrative SOP and the core information has met the 4W+1H criteria; 2) The implementation of the Qibla direction measurement is entirely using the theodolite method; and 3) The results of the accuracy of sixty-one mosques that have been measured and certified by the Regional Office of the Ministry of Religion of West Kalimantan Province are 88.52% very accurate, 9.84% accurate, 1.64% inaccurate. This research is feasible because the previous researchers mainly examined the accuracy of the Qibla direction at one or more mosques in a certain location, while the researchers in this study focused on the process and results of the implementation of the Qibla direction measurement by the Regional Office of the Ministry of Religion of West Kalimantan Province in 2016-2020 in Pontianak City.
WEWENANG NADZIR PERORANGAN DAN YAYASAN UNTUK MENGELOLA TANAH WAKAF DITINJAU MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004 TENTANG WAKAF DAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 42 TAHUN 2006 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 41 TAHUN 2004: (Studi Kasus Masjid Ar-Raudhah Kelurahan Bangka Belitung Laut Kecamatan Pontianak Tenggara) Nurfitriah, Nurfitriah; Marluwi, Marluwi; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 2 No. 2 (2022): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v2i2.705

Abstract

???? ?????? ???? ????? ??????? ?? ?????: 1) ???? ?????? ?????? ?? ????? ??? ????? ??????? ????? ???? ?????? ?? ???? ?????? ???????? ???? ? ???? ??? ?????? ????????? ????? ??????? ??? 41 ???? 2004 ???????? ???????? ??? 42 ???? 2006 ? 2) ???? ????? ??? ?????? ???? ?? ????? ????? ????? ??????? ????? ???? ?????? ?? ???? ?????? ???????? ???? ? ???? ??? ?????? ????????? ????? ??????? ??? 41 ???? 2004 ???????? ???????? ??? 42 ???? 2006 ? 3) ????? ???? ??? ???? ?????? ?????? ??? ?????? ???? ????????? ?? ????? ??? ?????. ?????? ??? ??????? ????? ????? ?????? ?????? ???? ?????? ?????? ????? ??????. ????? ???????? ??????? ???? ????? ?? ???? ?????? ??????? ? ????? ???? ??????? ? ????? ???? ?????? ??????? ????? ??? ????????? ? ???????? ?? ??? ??????? ??? 41 ???? 2004 ???????? ???????? ??? 42 ???? 2006 ? ?? ????? ???????? ???????? ????????? ?? ????? ???????? ?????????. ???? ?????? ??? ???????? ?? ??? ????? ?? ???????? ?????????? ????????. ?????? ????? ???????? ???????? ???? ?????? ?????? ???????? ?????? ??????? ???? / ?????????. ????? ??? ???????: 1) ???? ????? ???? ????? ?? ????? ????? ????? ????? ??? ??????? ??? 41 ???? 2004 ?????? 13 ?????? ??????? ??? 42 ???? 2006 ?????? 9 ?????? 4. 2) ????? ??? ??????? ??? 41 ???? 2004 ?????? ??????? ??? 42 ???? 2006 ? ??? ????? ??? ?????? ???? ??? ??? ???? ??? ??? ?????. ???? ?? ????? ??? ????? ??? ?????? ??????? ??? ???? ????? ???? ??? ?? ????? ?? ??? ?????. 3) ????? ?????? ????? ????? ??????? ???? ??? ??????? ?????????? ??????? ???? ???? ? ???? ??????? ?? ?????? ????? ????? ?????????? ??????. ?? ???? ??????? ? ??????? ???? ???? ?????? ?????? ??? ?????? ???????? ?? ?????. ???? ?? ????? ??? ????? ??? ?????? ??????? ??? ???? ????? ???? ??? ?? ????? ?? ??? ?????. 3) ????? ?????? ????? ????? ??????? ???? ??? ??????? ?????????? ??????? ???? ???? ? ???? ??????? ?? ?????? ????? ????? ?????????? ??????. ?? ???? ??????? ? ??????? ???? ???? ?????? ?????? ??? ?????? ???????? ?? ?????. ???? ?? ????? ??? ????? ??? ?????? ??????? ??? ???? ????? ???? ??? ?? ????? ?? ??? ?????. 3) ????? ?????? ????? ????? ??????? ???? ??? ??????? ?????????? ??????? ???? ???? ? ???? ??????? ?? ?????? ????? ????? ?????????? ??????. ?? ???? ??????? ? ??????? ???? ???? ?????? ?????? ??? ?????? ???????? ?? ?????.
MAHAR DAN UANG ASAP PERNIKAHAN ETNIS MADURA (Studi Kasus Siantan Tengah Kecamatan Pontianak Utara) Bunasan, Bunasan; Haliyah, Dahlia; Wibowo, Arif
Al-Usroh Vol. 2 No. 2 (2022): Al-Usroh: Jurnal Hukum Islam dan Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-usroh.v2i2.718

Abstract

The purpose of this study was to find out: 1) To find out the procedures for determining the dowry and smoke money of Madurese ethnicity in Siantan Tengah, North Pontianak District. 2) To find out the law of dowry and smoked money according to Islamic law. This research uses descriptive qualitative methods. The source of data in this study is primary data where researchers take information from informants such as people who are experienced (experienced) and are in that situation. Techniques used to collect interview data, document study. In technical data analysis, the researcher uses data reduction, presentation, and drawing conclusions. Then check the validity of the data, re-check. Based on the analysis conducted by the researcher: 1) The procedure for determining the dowry, the smoked money of the Madurese Central Siantan ethnic, North Pontianak District with several stages, including a meeting of the two parties to negotiate (deliberation) after that, to reach a consensus. 2) Dowry in Islamic law is obligatory in giving but may not say because dowry is not included in the pillars of marriage. 3) Smoked money in Islamic law Al-urf where Urf is divided into two parts, Urf sahih (good), Urf fasid (bad), from this smoke money is included in Urf sahih (good).
Co-Authors Achsani, Valida Agung Utama Ahmad MAULANA Ahmad, Yan Syahrial Aliati Iswantari Alifa, Syadza Amal, Amal Anggarini, Wahyu Sandra Ani Widiastuti, Ani Ani, Dea Fitri Anita Mustikasari Anto Rimbawanto Apriyanti, Dewi ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arif Rahman Hakim Arlyna Budi Pustika Atmadi Prakoso, Vitas Ayu Lestiyani Ayu Octavia Tanjung Putri Bambang Hadisutrisno Boby Muslimin, Boby Bosman, Ofan Budiastuti Kurniasih Bunasan, Bunasan Bungin, Sator Sapan Cahyanti, Wahyulia Chairunnisa, Nurul Chomayaroh, Devinda Mardhalita Christanti Sumardiyono Christiandi, Jeannette Anastasia Chusnul Arif Dahlia Haliyah Danar Wicaksono, Danar Daryono, Rihab Wit Deni Irawan, Deni Deni Radona, Deni Desy Puspitasari Dini Apriani, Dini Endang Sulistyaningsih Eva Muhajirah Fadhil, Moh. Fahmi, Moch. Riza Fera Permata Putri, Fera Permata Ginanjar, Rendy Haliah, Haliah Harper, Stephen Hasbi, Husin Hasmidar, Fajar Saputra Husain, Bahtiar Ilma, Hurin Nabila Aghnia Irin Iriana Kusmini, Irin Iriana Iriyani, Siska Istiana Prihatini Johanna Taribuka, Johanna Jojo Subagja Julianto, Rendi Kardi, Sukardi Karmila, Miratun Khusnul Khotimah Kristanto, Anang Hari Kurniawan Kurniawan Lestari, Ika Ayuni Lestari, Zeni Tri Lestiyani, Ayu Leying, Ananda Ghifari Lusiana, Vinna M Mukhlis Kamal, M Mukhlis Ma'u, Dahlia Halia Marluwi, Marluwi Maulana, Cecep Mirna Dwirastina, Mirna Mohammad Mukhlis Kamal Muhammad Afandi Muhammad Habibullah Muhammad Hasan Muhammad Ihsanul Arif Nanda Dwi Hafri Nasser, M. Nindy Sevirasari Ningsih, Suci Fitria Noorwidayati, Rr. Endah Nurfitriah Nurhidayati, Syssy Nurlisa Alias Butet Oktavia, Nia Otong Zenal Arifin P. Perdinan Prakoso, Vitas Atmadi Prapto Yudono Pratama, Rizky Pratiwi, Annisa Hasta Pratiwi, Binti Lailatul Putri, Hesty Kesuma Putri, Novi Hervianti Rachmi Indahsari, Siti Raianny, Ayu Rizki Aprilia, Tria Rudhy Gustiano Rusdi Sulaiman Sandra Anggarini, Wahyu Santika, Islaminati Anna Saputra, Rachmad Sastika, Asi Shafarina, Ainun Siti Atikah SITI MUSLIMAH WIDYASTUTI Siti Subandiyah Sri Rahayu STEFANY DARSAN, STEFANY Suhardiman Suhardiman Sukardi Sukardi Sumiyati Tuhuteru Sundari, Dini Suryani, Tina Zulfa Suryanti Suryanti, Suryanti Susirawati Susirawati Syafawi, Ahmad Syafitri, Luthfiana Mifta Syahbudi, Syahbudi Syamsiar, Syamsiar Tama Andri Agus, Raja Taufik Budhi Pramono Taufiq Hidayat Tony Wijaya Tri Joko Tri Joko Triwibowo, Yulianto Triwidodo Arwiyanto Tsaqila, Hasna Ulfah, Nasywaa Ulya, Nanda Himmatul wagiyem, wagiyem Wardana Wardana Werdiningtyas, Cyrilla Kinanti Widiyawati, Ari Yoga Yuniadi Zamroni, Mochammad