Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Faktor determinan risiko kardiometabolik pada remaja usia 15-18 tahun Wiboworini, Budiyanti; Shabrina, Amalina; Dewi, Yulia Lanti Retno; Sari, Amelya Augusthina Ayu; Handayani, Sutartinah Sri; Damayanti, Kusmadewi Eka; Azzahrah, Aisyah; Tjung, Vivienne
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 21, No 1 (2024): Juli
Publisher : Minat S2 Gizi dan Kesehatan, Prodi S2 IKM, FK-KMK UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.90010

Abstract

Determinant factors of cardiometabolic risk in adolescents aged 15-18 yearsBackground: Cardiometabolic diseases are increasing worldwide, and the risk of developing them starts as early as adolescence. In the long term, they may lead to comorbidities. Evidence suggests the risk factors of cardiometabolic diseases among adolescents are obesity, excessive food intake, socioeconomic status, breakfast habits, and physical activity, among others. Objective: This study aimed to determine the determinants of cardiometabolic risk in adolescents aged 15-18. Methods: This was a cross-sectional study in Al-Abidin High School Surakarta with 146 study subjects. Cardiometabolic risks were classified using Cardiometabolic Disease Staging (CMDS), waist circumference was measured with Medline, physical activity was measured using a Physical Activity Questionnaire for Adolescents (PAQA), and blood pressure was measured with a sphygmomanometer. Socioeconomic, transportation, and breakfast habits were obtained from the general questionnaire. Chi-square, ANOVA, and logistic regression were then performed using SPSS 23. Results: Gender was significantly associated with cardiometabolic risk (p=0.001). A total of 41.3% of boys were at risk of cardiometabolic (OR=3.964). Socioeconomic, breakfast habits, transportation, and physical activity were not associated with cardiometabolic risk (p>0.05).Conclusion: Boys 15 – 18 years were at a higher risk of cardiometabolic, by 3.694 times greater than girls. Socioeconomic status, breakfast habits, transportation, and physical activity were not correlated with cardiometabolic risk among adolescents.
The Effect of Edamame Jelly on Lowering Blood Pressure in Primary Hypertension Patients Valensia, Yualeny; Wiboworini, Budiyanti; Hikmayani, Nur Hafidha
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 22 No 2 (2024): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Poltekkes Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol22.Iss2.1538

Abstract

Hypertension is the cause of death in Indonesia, with 23.8% of the 1.7 million population. Management of primary hypertension is non-pharmacological therapy carried out by modifying lifestyle, namely increasing consumption of nuts that contain bioactive components that are beneficial for sufferers of primary hypertension, such as edamame (Glycine max (L.) Merrill). This study aims to determine how giving edamame jelly reduces blood pressure in primary hypertension patients. This research was quasi-experimental and used a pre-post-test control group design. The study population consisted of outpatients at the Sumbersari Jember Community Health Center who met the inclusion and exclusion criteria, totaling 42 subjects. Subjects were randomly divided into treatment and control groups. The intervention group was given amlodipine 5 mg/day and edamame jelly 150 grams/day. The control group was only assigned 5 mg of amlodipine. Statistical tests use the Paired t-test, Wilcoxon signed-rank test, and Mann-Whitney U-tests. The test results showed a significant difference in systolic and diastolic blood pressure between the control and treatment groups with a p-value <0.001. The median systolic blood pressure of the control group was 147.5 mmHg, and that of the treatment group was 130 mmHg. The median diastolic blood pressure in the control group was 90 mmHg, and the treatment group's was 80 mmHg. The reduction in systolic blood pressure in the treatment group was 17.5 mmHg greater than in the control group. The decrease in diastolic blood pressure in the treatment group was 10 mmHg greater than in the control group. Giving 150 grams of edamame jelly/day for 30 days effectively reduces blood pressure in sufferers of primary hypertension.               
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Sinaga, Ruth Dearani; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Wiboworini, Budiyanti; Wahidah, Nurul Jannatul; Sari, Atriany Nilam
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.8931

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Kejadian stunting terbesar di Kota Surakarta terdapat di wilayah Puskesmas Sangkrah yaitu 17,4% dan jumlah anak dengan stunting terbanyak terdapat di Kelurahan Semanggi yaitu 39,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-fakor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Kelurahan Semanggi Kota Surakarta. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Didapatkan sebanyak 82 ibu yang mempunyai anak usia 12-59 bulan dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan memakai lembar kuesioner, kemudian dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,8% dan tidak stunting sebesar 73,2%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif (p<0,05). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat imunisasi, dan riwayat infeksi (p>0,05). Simpulan penelitian ini faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif.
ANALYSIS OF SECONDARY METABOLITE LEVELS AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF THE COMBINED EXTRACT OF RAJA BANANA PEEL AND PONTIANAK SWEET ORANGE PEEL Hasibuan, Wahyu Aulia; Wiboworini, Budiyanti; Susilawati, Tri Nugraha
Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Vol. 35 No. 2 (2025): MEDIA PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEHATAN
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/jmp2k.v35i2.2684

Abstract

Ekstrak kulit pisang raja dan ekstrak kulit jeruk manis Pontianak mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan antosianin, yang berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif dengan aktivitas antioksidan. Kombinasi ekstrak kedua bahan ini belum pernah dianalisis sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar total flavonoid, antosianin, aktivitas antioksidan, fenol dan tanin pada ekstrak kombinasi kulit pisang raja dan kulit jeruk manis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen, yang dilakukan di Laboratorium Setia Budi pada bulan Juli tahun 2024, dengan menggunakan pelarut etanol 80 % dengan perbandingan 1:10 melalui remaserasi sebanyak lima kali untuk meningkatkan rendemen dan kualitas senyawa yang dihasilkan. Formulasi ekstrak yang digunakan terdiri dari F1 (15:85%), F2 (25:75%), F3 (50:50%), F4 (75:25%). Kadar flavonoid dan tanin dianalisis dengan spektrofotometri, antosianin dengan metode pH diferensial, serta aktivitas antioksidan dan fenol dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula F1 memiliki kadar flavonoid tertinggi (59,53 mgQE/g), F4 menunjukkan aktivitas antioksidan terbaik (91,47% inhibisi), dan F1 mengandung antosianin (361,45 ppm), fenol (1,80%), dan tanin (0,84%) tertinggi. Penambahan kulit jeruk manis meningkatkan kadar antosianin, fenol, dan tanin dalam ekstrak, sedangkan penambahan ekstrak kulit pisang raja meningkatkan aktivitas antioksidan. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi senyawa fitokimia lainnya dan potensi kesehatan dari kombinasi ekstrak ini.
Co-Authors AA Subiyanto, AA Adi Prayitno Agustina Indri Hapsari Ali Djamhuri Ari Natalia Probandari Ari Probandari Arum, Wuryan Dewi Miftahtyas Ayu Kusuma Dewi Ayusari, Amelya Aughustina Ayusari, Amelya Augusthina Azzahrah, Aisyah Bambang Purwanto Banun Rohimah, Banun Billah, Muhammad Muayyad Brian Wasita Budiastuti, Veronika Ika Dhoni Akbar Ghozali Didik Gunawan Tamtomo Diffah Hanim Dono Indarto Dwi Rahayu ernawati, ammik Ernawati, Erni Firnanda, Sani Widya Handayani, Sutartinah Sri Hanifah, Rosalinda Abir Hasibuan, Wahyu Aulia Jokomarsono, Elisabet Puspita Kezia Elian Devina khusnul khotimah Kuntari Astriana, Kuntari Kusmadewi Eka Damayanti kusnandar kusnandar Kusumawati, Ratna Kusumawati, Ratna Lilik Retna Kartikasari Lourena, Crysty Mahyaningtyas, Fransisca Pradnya Majestika Septikasari, Majestika Mariestu, Farah Kurnia Maulidya, Rizki Muhammad Akhyar Nilasari, Aprilina Citra Ayu Nur Hafidha Hikmayani Nurgajayanti, Cendi Paramasari Dirgahayu Pasaribu, Sudana Fatahillah Putri, Mahendri Deayu Putri, Yulia Rahmawati Wibowo Retnowati, Sri Sanjaya, Evan Japutra SANTOSO SANTOSO Sapja Anantanyu, Sapja Sari, Amelya Augusthina Ayu Sari, Atriany Nilam Shabrina, Amalina Shanti Listyawati Sinaga, Ruth Dearani Sogen, Maria Dolorosa P. Sri Mulyani Sugiarto S Sugiarto, S Sukamto, Ika Sumiyarsi Suminah Suminah, Suminah Supriyadi Heri Respati, Supriyadi Heri Tjung, Vivienne Tri Nugraha Susilawati Tri Rejeki Andayani Valensia, Yualeny Wahidah, Nurul Jannatul widardo, Widardo Widyaningsih, Vitri Wrisnijati, Dita Wrisnijati, Dita Wulandari, Anggraini yulia lanti retno dewi Yuniarti, Windy