Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Penurunan Suhu (dengan dan Tanpa Pemanasan Ulang) Terhadap Parameter Marshall Campuran Aspal Beton Arifin, Muhammad Zainul; Wicaksono, Achmad; Pawestri, Ken
Rekayasa Sipil Vol 2, No 2 (2008)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.765 KB)

Abstract

Tahapan dari pelaksanaan konstruksi jalan meliputi tahap produksi campuran, tahap persiapan lapangan, tahap pengangkutan campuran, tahap penghamparan dan tahap pemadatan di lapangan. Dalam proses pengangkutan campuran kemungkinan terjadi perubahan cuaca sehingga menyebabkan suhu campuran beraspal menurun. Kondisi ini menyebabkan campuran beraspal tersebut tidak dapat dihamparkan pada lokasi pembangunan jalan karenan suhu campuran berada dibawah suhu penghamparan dan pemadatan yang standar. Tetapi kenyatan yang banyak terjadi di lapangan adalah penghamparan dan pemadatan tetap dilakukan walaupun suhu campuran beraspal telah menurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penurunan suhu (dengan dan tanpa pemanasan ulang) terhadap karakterisitik campuran meliputi nilai VIM, VMA, Stabilitas, Flow dan Marshall Quotient pada campuran LASTON.Nilai suhu optimum untuk campuran tanpa pemanasan ulang adalah 104,81ºC untuk campuran dengan pemanasan ulang 75ºC. Campuran tanpa pemanasan ulang memiliki nilai VIM sebesar 11,794%, VMA sebesar 23,224%, Stabilitas sebesar 633,111 kg, flow sebesar 2,968 mm dan MQ sebesar 232,934 kg/mm. Sedangkan campuran dengan pemanasan ulang memiliki nilai VIM sebesar 7,334%, VMA sebesar 19,985%, Stabilitas sebesar 1317,713 kg, flow sebesar 2.201 mm dan MQ sebesar 583,643 kg/mm. Campuran tanpa pemanasan ulang tidak memiliki stabilitas optimum sedangkan campuran dengan pemanasan ulang memiliki stabilitas optimum pada suhu 80,139ºC dengan nilai stabilitas 1329,423 kg. Berdasarakan penelitian ini terlihat bahwa campuran yang dipanaskan ulang mempunyai nilai stabilitas yang lebih besar daripada campuran yang tidak dipanaskan ulang. 
Strategi Pengembangan Transportasi Antar Wilayah di Propinsi Papua Barat Oktaviana, Maria Goretti; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transportasi antar wilayah dan Indeks AksesibilitasWilayah yang akan digunakan untuk menyusun strategi pengembangan transportasi antar wilayah di PropinsiPapua Barat. Metode yang digunakan adalah Analisa Deskriptif, IRAP dan Analisis SWOT, IFAS-EFAS.Hasil penelitian memperlihatkan karakteristik transportasi antar wilayah di Papua Barat untuk : karakteristikperjalanan, maksud perjalanan 45% karena pekerjaan; waktu perjalanan rata-rata transportasi udara 55menit-1,5 jam, transportasi laut 6,5-19,5 jam, transportasi darat 3,5-9,5 jam; jarak perjalanan antar wilayahterpendek 24 km-terjauh 616 km. Untuk karakteristik pelaku perjalanan, pemilihan moda, transportasi udarabanyak dipilih untuk perjalanan pekerjaan, transportasi laut perjalanan perdagangan, transportasi daratperjalanan sosial; alasan pemilihan moda transportasi udara karena cepat, transportasi laut dan darat karenabertarif murah. Sedangkan untuk karakteristik fasilitas transportasi, waktu tunggu transportasi udara 30menit-1 jam, transportasi laut 3-5 jam, transportasi darat 1-2 jam; waktu untuk akses ke moda transportasiutama lain 10-24 jam. Indeks Aksesibilitas wilayah, terdapat kesenjangan aksesibilitas antar wilayah diPapua Barat yang cukup besar karena adanya perbedaan nilai IA yang relatif tinggi, semakin tinggi nilai IA(Indeks Aksesibilitas) menunjukkan semakin buruknya aksesibilitas suatu wilayah. Nilai IA tertinggi terdapatpada Kabupaten Raja Ampat, nilai IA terendah terdapat pada Kota Sorong; indeks aksesibilitas sektortertinggi adalah sektor Mobilitas/Transportasi yang berperan penting dalam peningkatan aksesibilitaswilayah, sedangkan nilai IA terendah adalah sektor Kesehatan dikarenakan kurangnya tingkat kesadaranmasyarakat akan kesehatan; Indeks Aksesibilitas sub sektor tertinggi adalah transportasi umum-moda udara.Sementara dari hasil analisis SWOT, IFAS-EFAS prioritas strategi pengembangan yang direkomendasikanantara lain adalah Perencanaan transportasi antar wilayah secara terpadu, terintegrasi yang disesuaikandengan karakteristik wilayah. 
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG BATUBARA SEBAGAI BAHAN PENGISI TERHADAP MODULUS RESILIEN BETON ASPAL LAPIS AUS Arifin, M. Zainul; Sadillah, M.; Wicaksono, Achmad
Jurnal HPJI Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v4i1.2849.%p

Abstract

Abstract In this study, the use of fly ash of coal as a filler material of wearing course asphalt concrete. The use of coal fly ash is intended to increase the modulus of asphalt concrete resilient. In this study the resilient modulus was measured using the UMATTA device. The results show that the coal fly ash filler can withstand the effect of temperature in the field, by making the pavement become more rigid, so that the pavement becomes more resistant to deformation. Keywords: fly ash, filler, resilient modulus, wearing course  Abstrak Pada penelitian ini dikaji penggunaan abu terbang batubara sebagai bahan pengisi beton aspal lapis aus. Penggunaan abu terbang batubara tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan modulus resilien beton aspal. Pada studi ini modulus resilien diukur dengan menggunakan alat UMATTA. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bahan pengisi abu terbang batubara dapat menahan pengaruh temperatur di lapangan, dengan membuat perkerasan menjadi lebih kaku, sehingga perkerasan menjadi lebih tahan terhadap deformasi. Kata-kata kunci: abu terbang, bahan pengisi, modulus resilien, lapisan aus
ROAD RECONSTRUCTION WORK ZONE MANAGEMENT TOWARD A GREEN CONSTRUCTION CONCEPT Sudarsana, Dewa Ketut; Wicaksono, Achmad; Sulistio, Harnen; Djakfar, Ludfi
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i1.1430.%p

Abstract

Abstract During road reconstruction period, a negative impact was imposed on road users and the surrounding environment. These impacts are the result of the work zone which is used as working space and road reconstruction. This work zone is potential to influence the drivers stress and to decrease road traffic performance such as travel delays, congestions and road accidents. Guidelines for green (environmentally friendly) infrastructure defined in New Road Construction Concept (NR2C) in European infrastructure vision 2040 concept, can be used to mitigate this negative impact. Twenty projects of Balai V National Roads Improvement in East Java, and Balai VIII in Bali for fiscal year 2013 is used as a case study. Descriptive method used for the discussion of case studies. Management traffic safety in work zones assessed the suitability of the setting up of signs, markings and guardrail. Shift arrangements work during the day (peak hours) or night (off peak hour), is used as an indicator of the negative impact of road users and the environment. The analysis showed that the work zone management in the implementation of national road reconstruction projects toward green (environmentally friendly) construction concept. It is shown from the implementation of safety attributes average 68%, and the implementation of the reconstruction in the off peak hours by 55% of the projects. Keywords: road reconstruction, work zone, negative impact, green construction  Abstrak Pada saat pelaksanaan rekonstruksi jalan, dampak negatif akan  terjadi pada pengguna jalan dan lingkungan sekitarnya. Dampak ini akibat zona pekerjaan yang digunakan untuk pekerjaan rekonstruksi. Zona pekerjaan ini berpotensi membuat pengemudi strees dan menurunnya kinerja lalulintas seperti tundaan perjalanan, kemacetan dan kecelakaan lalulintas. Pedoman untuk infrastruktur hijau (ramah lingkungan) menetapkan konsep konstruksi jalan baru (NR2C) dalam Visi Infrastruktur Eropa 2040. Konsep ini dapat memitigasi dampak negatif ini. Dua puluh proyek pada Balai V Jalan Nasional di Jawa Timur dan Bali VIII di Bali pada tahun fiscal 2013 digunakan untuk kasus studi. Metode deskriptif digunakan untuk  dalam diskusi kasus studi. Manajemen keselamatan lalulintas di lokasi kerja dinilai terhadap keberlanjutan penempatan rambu, marka dan pagar pelindung. Pengaturan  perubahan kerja pada siang hari (jam sibuk) atau malam hari (jam tidak sibuk) digunakan untuk indikator dampak negative pada pengguna jalan dan lingkungan. Dari analisis menunjukan manajemen zona kerja pada implementasi proyek-proyek rekonstruksi jalan nasional menuju konsep konstruksi hijau (ramah lingkungan). Terlihat dalam implementasi atribut keselamatan rata-rata 68% dan implementasi pada jam tidak sibuk hanya 55%. Kata-kata kunci: konstruksi jalan, zona kerja, dampak negatif, konstruksi hijau.
MODEL TARIKAN PERGERAKAN DAN POLA SEBARAN PERGERAKAN PADA KAWASAN INDUSTRI AGROBISNIS JABUNG Widianingrum, Wiahni; Isa, Ilusi; Wicaksono, Achmad; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (696.646 KB)

Abstract

Industri agrobisnis yang beradadi Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Jabung harus didukung oleh adanya model  tarikan pergerakan dan pola sebaran pergerakan yang akan berguna bagi pemerintah setempat untuk lebih mengembangkan kawasan industri agrobisnisdi Kecamatan Jabung. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk tarikan pergerakan adalah Metode Analisis Regresi sedangkan untuk pola sebaran pergerakan adalah Metode Matriks Asal-Tujuan (MAT). Hasil analisis regresi menunjukan bahwa hubungan antara variabel terikat Y dengan variabel bebas X3 dan X5 pegawai memiliki hubungan yang sangat berpengaruh karena memiliki nilai R rendah yaitu 0,1311 dengan bentuk model Y= -49,9719 + 0,0010 X2 + 8,3935 X4 + 4,8555 X5dan hubungan antara variabel terikat Y dengan variabel bebas X2, X4, dan X5 pengunjung memiliki hubungan yang sangat berpengaruh karena memiliki nilai R tinggi yaitu 0,7157 dengan bentuk model Y= -10,4548 + 13,4527 X4 + 1,6248 X5. Sedangkan untuk pola sebaran pergerakan pegawai paling dominan yaitu internal Desa Slamparejo sebanyak 23,11%  dan pola pergerakan untuk pengunjung yang paling dominan yaitu internal di Desa Jabung sebanyak 26,49%. Kata Kunci: model tarikan pergerakan, pola sebaran pergerakan, metode analisis regresi, Matriks Asal-Tujuan (MAT), pegawai, pengunjung, kawasan industri igrobisnis.
KAJIAN KINERJA TERMINAL TALANGAGUNG DI KEPANJEN KABUPATEN MALANG Septian, Dody Tri; Chamora, David; Arifin, m. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.497 KB)

Abstract

Terminal Talangagung terletak di Kepanjen, Kabupaten Malang, terminal ini berfungsi untuk  menunjang tranportasi umum di wilayah-wilayah kabupaten, tetapi sarana dan prasarana yang ada di terminal talangagung masih kurang memadai untuk para penggunanya, dari mulai kondisi fisik terminal, petugas, sampai trayek di terminal tersebut masih kurang diperhatikan kenyamanan dan kelayakannya. Dengan permasalahan tersebut peneliti ingin mengetahui, kinerja operasional terminal Talangagung Kabupaten Malang, kinerja pelayanan Terminal Talangagung, serta strategi pengembangan Terminal Talangagung. Dalam kajian ini peneliti menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor kinerja penting apa yang harus ditunjukkan oleh UPTD Terminal Talangagung dalam memenuhi kepuasan para pengguna jasa mereka (Penumpang angkutan umum) dengan menggunakan sampel sebanyak 330 responden. Dari analisis tersebut dilakukan analisis pengembangan menggunakan analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan threats), IFAS (internal factor analysis summary) – EFAS (external factor analysis summary) variabel untuk SWOT diambil dari analisis kinerja, metode IPA, dan hasil kuisioner dengan responden sebanyak 100 orang, dan juga digunakan analisis dengan metode Headway untuk mengetahui waktu antara kedatangan atau keberangkatan dari kendaraan pertama dan kedatangan atau keberangkatan dari kendaraan berikutnya yang diukur pada titik tertentu. Survei headway di lakukan pada pintu kedatangan dan pintu keberangkatan angkutan di dalam terminal Talangagung. Dari anilisis Headway secara umum dapat disimpulkan  bahwa headway rata-rata yang terjadi banyak dijumpai headway yang dibawah dan diatas standar headway ideal SK Dirijen Perhubungan Darat No 687 Tahun 2002 yaitu, 5-10 menit. Dari hasil kinerja pelayanan Terminal Talangagung, yang di lihat dari hasil analisis IPA (Importance Performance Analysis), didapatkan rata-rata tingkat kesesuaian sebesar 66,09%. Hasil dari analisis metode strategi pengembangan dengan menngunakan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) dan IFAS (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary), pengembangan pada Terminal Talangagung didapatkan hasil masuk dalam kuadran III (Survival) berada di ruang F (Guirelle Strategy), strategi yang dilakukan adalah memperbaiki tata letak dan lokasi Terminal Talangagung, peningkatan kualitas petugas, pembenahan atau menambah pengadaan fasilitas pelayanan penumpang, meningkatkan kredibilitas melalui pemenuhan kebutuhan penumpang, dan petugas bertindak tegas membubarkan terminal bayangan. Kata kunci: Terminal Talangagung Kepanjen, Kinerja Terminal, IPA, SWOT, IFAS, EFAS
KAJIAN LOKASI HALTE DAN JAM OPERASI ANGKUTAN KOTA MALANG BERDASARKAN SPM 2015 (STUDI KASUS : TRAYEK LDH, AH, DAN ADL) Andriani, Gina Nabila; Ardiansyah, Laksmita Olyvia; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.849 KB)

Abstract

Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum menyebabkan berbagai masalah salah satunya kemacetan. Hal tersebut disebabkan oleh kinerja pelayanan angkutan umum yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja pelayanan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM)  2015 dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) serta kinerja operasi angkutan kota di Kota Malang dan solusinya mengenai kinerja pelayanan dari angkutan kota terkait penempatan halte dan jam operasi di Kota Malang.Pada kajian ini didapatkan jumlah sampel sebesar 68 responden untuk setiap trayek dengan tingkat keandalan 90% (galat 10%). Terdapat 2 metode survei yang digunakan, yaitu metode survei statis dan survei dinamis. Metode yang digunakan yaitu Importance Performance Analysis (IPA), Kinerja Operasi, dan Multikriteria.Dari hasil analisis IPA diperoleh 13 atribut yang dianggap penting namun kinerjanya masih kurang sehingga menjadi prioritas utama yang mempengaruhi kepuasaan responden. Tiga atribut diantaranya  kapasitas daya angkut yang berlebihan,  ketepatan waktu perjalanan, ketersediaan halte. Untuk analisis kinerja operasional didapatkan dari faktor muat ketiga trayek masih berada dibawah standar 70% sehingga perlu adanya peningkatan kinerja. Untuk waktu antara berkisar 2-5 menit pada waktu puncak, waktu tidak puncak belum mencapai standar  yaitu 5-10 menit.  Sedangkan  kinerja pelayanan mengenai penempatan titik lokasi halte diperoleh 72 titik dengan 10 titik lokasi yang telah memiliki halte, untuk itu diperlukan peraturan dan meningkatkan  prasarana halte. Sedangkan hasil analisis jam operasi didapatkan jumlah armada yang beroperasi tidak sesuai dengan SK Dirjen sehingga perlu adanya penyesuaian jumlah armada. Kata Kunci : Angkutan, Halte, Jam Operasi, Kinerja Operasi, Metode Importance Performance Analysis.
KAJIAN JUMLAH ARMADA ANGKUTAN KOTA MALANG BERDASARKAN SPM 2015 ( STUDI KASUS: TRAYEK AH, LDH, ADL ) Widyatami, Filki Suri; Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.271 KB)

Abstract

Angkutan kota di Malang sudah ada sejak tahun 1980an. Angkutan kota saat itu sebagai andalan masyarakat kota Malang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi semanjak mudahnya membeli kendaraan pribadi dan murahnya harga kendaraan pribadi yang ada di pasaran membuat angkutan kota Malang jarang peminat. Masyarakat Kota Malang lebih memilih naik kendaraan pribadi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal tersebut menyebabkan jumlah armada angkutan kota Malang saat ini tidak efisien.Perlu dilakukan kajian mengenai jumlah armada yang ideal.Terdapat dua analisis pada kajian ini, analisis pertama untuk mengetahui tingkat pelayanan angkutan umum Kota Malang berdasarkan SPM 2015 menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Analisis kedua untuk mengetahui jumlah armada optimum menggunakan dua metode yaitu Load Factor dan Break Even Point. Untuk analisis pelayanan didapatkan jumlah responden sebanyak 68 reponden untuk tiap trayek, dan penyebaran kuisioner dilakukan di dalam angkutan dan diluar angkutan. Hasil kajian menunjukkan kinerja pelayanan angkutan kota Malang trayek AH, LDH, dan ADL berdasarkan SPM tahun 2015 di dapatkan ada beberapa aspek yang berada di prioritas utama dan kinerja pelayanan angkutan umum yang rendah yaitu Sopir mengangkut penumpang tidak melebihi kapasitas, larangan merokok bagi penumpang dan sopir dalam kendaraan, Adanya prioritas untuk penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, dan wanita hamil, dan Adanya informasi tentang trayek yang dilalui. Pada analisis jumlah armada didapatkan jumlah armada dengan metode Load Factor sebesar 132 armada untuk trayek AH, 85 armada untuk trayek LDH dan 75 armada untuk trayek ADL. Sedangkan jumlah armada dengan metode Break Even Point sebesar 237 armada untuk trayek AH, 130 armada untuk trayek LDH, dan 105 armada untuk trayek ADL. Yang lebih efisien dari penentuan jumlah armada diantara metode Load Factor dan Break Even Point adalah dengan Load Factor. Untuk optimasi jumlah armada angkutan umum Kota Malang dapat menggunakan cara membagi kerja jumlah armada dengan beberapa shift kerja. Kata Kunci : Angkutan, Jumlah Armada, Kinerja Operasi, Metode Break Even Point, Metode Importance Performance Analysis
KAJIAN TINGKAT PELAYANAN DAN EFEKTIFITAS FASILITAS PENYEBERANGAN JALAN PADA RUAS JALAN SEPUTARAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Cahyani, Dina Ayu; Rahmawan, Rizhal Adi; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.05 KB)

Abstract

Ruas jalan di seputaran Universitas Brawijaya Malang merupakan pusat pendidikan, kampus, perkantoran dan bisnis yang di mana banyak penyeberang jalan yang melintas serta volume lalu lintas kendaraan yang tinggi menimbulkan konflik antara keduanya. Kurangnya penyeberang jalan yang memanfaatkan fasilitas penyeberangan yang disediakan tentunya mempertanyakan mengenai efektifitas fasilitas penyeberang tersebut. Untuk itu, penelitian ini akan mengakaji mengenai tingkat pelayanan dan efektifitas serta pemilihan tipe fasilitas penyeberangan jalan pada Jl. MT Haryono, Jl. Gajayana dan Jl. Veteran. Metode pengambilan data menggunakan hasil rekaman kamera dan pengukuran secara langsung di lapangan yang dianalisis secara statistik. Hasil tingkat pelayanan berdasarkan waktu tundaan penyeberang jalan rata-rata diperoleh nilai LOS C (10-15 detik). Waktu kecepatan menyeberang jalan laki-laki sebesar 74,79 m/menit, wanita sebesar 67,46 m/menit dan gabungan/campuran sebesar 70,94 m/menit. Kecepatan titik kendaraan pada lokasi fasilitas penyeberangan yakni sebesar 30,71 km/jam serta sebesar 32,42 km/jam pada lokasi tanpa dilengkapi fasilitas penyeberangan. Untuk tinjauan pelanggaran, tingkat pelanggaran secara berurutan mulai dari prosentase terendah hingga yang paling tinggi yakni titik pada PKH, SMP 4, SMPN 13 dan Swalayan Persada. Penentuan rekomendasi fasilitas penyeberangan berdasarkan PV2 didapatkan berupa pelican crossing dengan pelindung. Kata kunci: fasilitas penyeberangan, penyeberang jalan, tingkat pelayanan, pemilihan fasilitas penyeberangan
KAJIAN PEMILIHAN MODA ANTARA TRAVEL RESMI DAN TIDAK RESMI RUTE BALIKPAPAN - BONTANG Zeyan, Bima Fitra Prasetya; Maria Warokka, Janette Anastacia; Wicaksono, Achmad; Arifin, M. Zainul
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1549.976 KB)

Abstract

Beberapa tahun belakangan, peningkatan jasa angkutan darat akan moda travel semakin meningkat. Hal ini memicu peluang pekerjaan bagi warga sekitar untuk ikut berperan bersaing dengan mendirikan usaha sendiri yaitu travel tidak resmi yang didirikan dengan tidak mempunyai izin usaha. Metode Importance Performance Analysis menggunakan atribut kenyamanan, keteraturan, keamanan dan lain-lain sedangkan metode Stated Preference dengan atribut selisih harga tiket, selisih waktu tunggudan selisih frekuensi keberangkatan antara travel resmi dan travel tidak resmi terhadap 288 responden yang melakukan perjalanan rute Balikpapan – Bontang. Dari hasil analisis metode Importance Performance Analysis digunakan untuk mengetahui atribut pelayanan yang memerlukan peningkatan kinerja pelayanan dimana untuk travel resmi memiliki 13 variabel yang dinilai cukup penting namun masih kurang dalam pelayanannya. Dan untuk travel tidak resmi memiliki 20 variabel yang dinilai penting dan memuaskan bagi para pengguna jasa travel tidak resmi tersebut sedangkan hasil analisis metode Stated Preference  diperoleh model pemilihan moda berdasarkan harga tiket adalah (UTr – UTg) = -0,174812917+0,00005127 ∆X1, berdasarkan waktu tunggu diperoleh (UTr – UTg) = 0,019357083 - 0,712974861∆X2, berdasarkan frekuensi keberangkatan (UTr – UTg) = 0,019357083 + 0,712974861∆X3. Potensi penumpang yang berpindah dari travel tidak resmi ke travel resmi berdasarkan atribut harga tiket 52%, atribut waktu tunggu 68% dan atribut frekuensi keberangkatan 65%.   Kata kunci: travel resmi, travel tidak resmi , pemilihan moda, importance performance analysis, stated preference.
Co-Authors Abdillah, Hilmy Abid Abdul Samad Achmad Zaki Adeliyah, Novita Dwi Aditya N. Pratikto, 'Abdulloh ‘Azzam, Afiyat, Ahmad Afif Agung Wijaya, Marga Rista Agus Prasetyo Agus Suharyanto Agus Taufik Mulyono Ahmad syahirul Alim Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar Alifian, Dimas Cuzaka Andi Kumalawati Andriani, Gina Nabila Anggoro, Dikka Anggraini, Alfira Dwi Anindya Tasha M.P, Anindya Tasha Anwar, M Ruslin Ardiansyah, Laksmita Olyvia Ari Wibowo Arifi, M. Zainul Arifin, M. Z Atik Wahyuni Bangsa, Bintang Kusuma Bietrix Rosalina, Bietrix Boyas, Jeziano Rizkita Bramiana, Dwa Aulia Burhamtoro Burhamtoro, Burhamtoro Cahyani, Dina Ayu Chairil Anwar Chamora, David Cibro, Lolo Karina Dadang Supriyatno Daniel Julio, Aditya Bhaswara Darmawan, Ilham Denny Iswanto Devi Maya Sofa Dewa Ketut Sudarsana Dian Fahriani Eddi Basuki Kurniawan Eko Priyo Jatmiko, Yonky Prasetyo Fatia Mufieda Hayati Fauzan, Erga Rahmada Fauzul Rizal Sutikno Firdaus, Dewi Anisa Firmansyah, Nur Aldi Fitriana, Riezca Nur Gagoek Soenar Prawito Gholiqul Amrodh Alawy Hariyanto, Widia Eka Harnen Sulistio Harnen Sulistyo, Harnen Helen Paulin Eka Dharma Hendi Bowoputro Heny Wijayanti, Heny Hidayah, Siti Ghoniatul Hilmawan, Tanta Irfandi, Ian Isman Isa, Ilusi Iswandari, Retno Ita Suhermin Ingsih Jannah, Novia Miftakhul Jatmiko Budi Antoro, Jatmiko Budi Julaikah Kamila, Edita Rachma Ken Pawestri Kirana, Rimas Kiki Krismanto, Indra Lailiyah, Lathifa Nur Laksono Trisnantoro Lasmini Ambarwati Lazuardi, Khalid Liliy A.C.S. Demotokay, Dinda Fitri Agustin , Listy, Afina Sufiana Ludfi Djakfar M Rizqi Novianto, Rezki Setiawan , M Sa’dillah M Zainul Arifin M. Aang Ibnu Thoha M. Bisri M. Ruslin Anwar M. Zainul Arifin M.Arief Munandar, Aulia Rizki Fauzi M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Machsus Machsus Margono, Eko Maria Goretti Oktaviana Maria Warokka, Janette Anastacia Maulana Rizky Akbar, Moch. Ilham Dwiyulianto May Maulidia, Putri Mirza, Muhammad Raffi Mohammad Setyo Wardono Muhammad Fauzan Fakhrurrozi, Juan Bill Parhugi Sagala Muhammad Zainul Arifin Muhammad, Nabil Nafis, M. Azie Azizman Nafi’, Moh. Arrijal ‘Ilman Napitupulu, Melyona Febriani Nugraha, Maulana Rizky Nur Faidah, Rizka Nurahman, Garin Nurdiansyah, Irfan Odavita, Venishea Dea Oktavianti, Rizma Panji Pasa Pratama Permana, Maulana Zakki Permana, Satria Prabowo, Bimantoro Beny Praciana, Yuvi Arinta Pratama, Ganeswara Nova Pratama, Rizky Pratomo Yoga Baskoro Putra, Bambang Perwira Qolbi Nofa, Kusuma Rahayu K Rahayu Kusumaningrum Rahma Dewi, Mustika Iluni Rahmadhan, Muhammmad Nanda Rahmawan, Rizhal Adi Ridlo, Miftahur Rizqian, Mufidz Akbar Roesdyningtyas, Ayu Rudy CC Napitupulu Ruslin Anwar Rusman Prihatanto, Rusman S, Reinhard Fernando Saharani, Aliefia Enggal Saputra, Dicky Andrianto Satrio, Gilang Septian, Dody Tri Sobri Abusini Soemarno Soemarno Sonya Sulistyono Suharto, Lechyana Zahra Sulung Ditasari, Putri Sumarwanti, Aprilia SUSANTO, FARID Thoriq, Yuzqi Alfan Ubaidillah, Khafid Vita Dwi Rahmawati Wahid Wahyudi Wardani, Alan Wahyudi Wardani, Anifah Tiara Kusuma Wardani, Firdausyi Ayudya Wibowo, Rizki Arif Widhi, Ganang Nugroho Widianingrum, Wiahni Widyatami, Filki Suri Yaris Bohoh Yuniar, Gefrin K.R Zainul Arifin, M. Zeyan, Bima Fitra Prasetya Zubaidah, Tantri Risda Zubizaretta, Zaid Dzulkarnain