Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN GEOMETRIK JALAN RAYA PADA BUNDARAN ARTERI BARU PORONG SIDOARJO Fauzan, Erga Rahmada; Thoriq, Yuzqi Alfan; Arifi, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (970.766 KB)

Abstract

Bundaran merupakan salah satu bentuksimpang dengan pulau lalu lintas dimana gerakan penyilangan di ganti dengan jalinan serta untuk membelokkan kendaraan dari suatu lintasan yang lurus sehingga akan memperlambat kecepatan nya . Sehingga dengan adanya bundaran pada simpang Arteri Baru Porong akan menimbulkan dampak yang akan mengganggu pergerakan kendaraan yang melewati daerah tersebut.Tujuan dalam studi ini adalah adalah untuk mengevaluasi kondisi eksisting geometrik pada Bundaran Arteri Baru Porong dan merancang ulang geometrik Bundaran Arteri Baru Porong agar berfungsi secara optimal. Metode survei di lakukan dengan pengukuran topografi pada lokasi studi dengan alat teodolith. Perencanaan ulang desain Bundaran Arteri Baru Porong agar dapat berfungsi secara optimal dengan beberapa metode lengkung Spiral-Spiral, lengkung Spiral-Cirlce-Spiral , dengan kecepatan rencana 60 km/jam sesuai dengan kecepatan pada jenis jalan arteri serta kecepatan 40 km/jam dengan mempertimbangkan kondisi eksisting. Hasil yang di dapatkan adalah R=50, kecepatan rencana/ Vr = 40 km/jam sesuai dengan Tata cara Perencanaan Geometrik Antar Kota 1997 jenis tikungan yang di gunakan adalah lengkung Spiral – Spiral dengan Ls = 44,75m dengan mempertimbangkan kondisi eksisting. Sehingga pada eksisting di lakukan pelebaran sebesar 2,23m sesuai dengan perhitungan , serta di lakukan penyeseuaian elevasi di karenakan adanya underpass menjadi 4,6m agar di dapatkan hasil yang lebih optimal daripada kondisi eksisting . Selain itu di perlukan penambahan rambu lalu lintas batas kecepatan pada kawasan tersebut . Diharapkan dengan adanya kajian ini kawasan bundaran atau tikungan tersebut dapat berfungsi lebih optimal daripada sekarang.   Kata kunci : Geometrik Jalan , Bundaran , Tikungan, Spiral – Spiral , Spiral – Circle – Spiral.
KAJIAN POTENSI PENGEMBANGAN BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI MALANG JAWA TIMUR (Study on Potential Development of International Airport in Malang East Java) Ubaidillah, Khafid; Nurahman, Garin; Arifin, m. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.821 KB)

Abstract

Jurnal ini mempunyai tiga tujuan yaitumengetahui karakteristik sosial-ekonomi serta karakteristik perjalanan penumpang internasional yang berasal dari Malang dan sekitarnya, mengetahui model pemilihan bandar udara, dan mengetahui potensi perpindahan penumpang dari Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya ke bandar udara internasional di Malang. Metode yang digunakan adalah metode Stated Preferencedengan atribut selisih harga tiket, frekuensi perjalanan dan gabungan.Dari survei yang dilakukan kepada penumpang yang melakukan perjalanan ke luar negeri didapat total responden sebanyak 242 diantaranya 206 responden dari survei langsung dan 36 responden melalui survei Google Forms.Berdasarkan hasil kajian didapatkarakteristik penumpang internasional yaitu laki-laki (65%), berusia 21-30 tahun (44%), berprofesi sebagai pelajar/ mahasiswa dan pekerja swasta (31%), pendidikan terakhir sarjana (36%), rata-rata seluruh pendapatan dalam sebulan ≥ Rp. 2.000.000,00 – Rp. 4.000.000,00 (23%). Para responden yang melakukan perjalanan paling banyak menuju ke Negara Malaysia (37%) dengan maksud perjalanan non bisnis yaitu rekreasi, atau mengunjungi keluarga dan teman (46%), frekuensi perjalanan dalam sebulan < 1 kali (88%), jenis biaya perjalanan adalah biaya sendiri (77%). Dari pengolahan stated preference didapat model pemilihan bandar udara untuk selisih harga tiket (∆X1) = (UBM-UBJ) = 2,557 - 0,00000705 (∆X1), selisih frekuensi keberangkatan (∆X2) = (UBM-UBJ) = 1,247 + 0,129 (∆X2) dan atribut gabungan (∆X1) dan (∆X2) = (UBM-UBJ) = - 4,152 + 0,00000503 (∆X1) - 0,332 (∆X2). Jumlah potensi penumpang yang pergi ke luar negerisebesar 184 penumpanguntuk selisih harga tiket Rp. 200.000 lebih mahal di Malang,188 penumpang untuk frekuensi keberangkatan sama dengan Bandar Udara Internasional Juanda sebanyak 21 kali dalam sehari dan 151 penumpang untuk atribut gabungan. Kata kunci: potensi penumpang, bandar udara internasional, pesawat terbang, Malang, Pulau Jawa, Stated Preference.
KAJIAN PERSEPSI SISWA SMA-SMK NEGERI TENTANG KINERJA KESELAMATAN BUS SEKOLAH KOTA MALANG Nugraha, Maulana Rizky; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.75 KB)

Abstract

Kota Malang adalahkotapendidikan. Kota Malang Sebagaikotapendidikanmempunyaimasalahmendasaryaitukurangnyasaranatransportasi bagipelajar.Hal iniadamembuatpelajarberalihmenggunakankendaraanpribadi.PadahalPelajar Tingkat SMA dianggapbelummampuuntukmengendaraikendaraan.Padaawal 2015, Pemerintah Kota Malang berusahamenyediakanfasilitastransportasi yang layakbagipelajar, denganpengadaan bus sekolah.Namun, belum mampumenarikperhatianpelajaruntukberalih. TerdapatduaAnalisispadakajianini, analisispertamauntukmengetahuipersepsi siswa SMA setingkat dan stakeholder sekolah terhadap kinerja keselamatan dengan beroperasinya bus sekolah di Kota Malang dengan Metode Studi Persepsi.Analisiskeduauntukmengetahuimodel pemilihan moda oleh siswa antara sepeda motor dan bus sekolah di Kota MalangmenggunakanmetodeStated Preference (SP). Hasil Studi persepsi pada siswa lebih dari 70% siswa sudah mengerti akan tingginya risiko kecelakaan mengemudi tanpa kepemilikan SIM, namun lebih 40% siswa tidak setuju apabila dilarang mengendarai kendaraan ke sekolah tanpa kepemilikan SIM. persepsi siswa tentang kinerja keselamatan bus sekolah di Kota Malang yaitu lebihdari 80% siswasetujubahwa bus sekolahadalahsolusiuntukmengurangiangkakecelakaanlalulintaspadasiswa. Namun, kurangdari 20% siswa yang setujudenganperaturan yang mewajibkansiswauntukmenggunakan bus sekolah.Persepsi stakeholder sekolah terhadap keselamatan lalu lintas sangat baik. Hanya sedikit stakeholder sekolah yang tidak setuju akan adanya keterkaitan kepemilikan SIM dengan kesiapan pengemudi mengendarai kendaraan. Sedangkan, model pemilihan moda oleh siswa antara sepeda motor dan bus sekolah, yaitu (US–UB)=2,012 + 0,482 (DX1) pada atribut frekuensi perjalanan,  (US–UB)=0,261 – 0,007 (DX2) pada atribut jarak pemberhentian bus sekolah dari tempat tinggal, (US–UB)=1,267 – 0,046 (DX3) pada atribut waktu tempuh perjalanan. Kata Kunci : Angkutan, Kinerja Keselamatan, Metode Studi Persepsi, Metode Stated Preference.
KAJIAN KINERJA STASIUN KERETA API STUDI KASUS STASIUN KEDIRI DAN STASIUN MOJOKERTO Kirana, Rimas Kiki; Odavita, Venishea Dea; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.402 KB)

Abstract

Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui kinerja stasiun pada aspek pelayanan dan fasilitas sesuai dengan SPM no. 9 tahun 2011 dan Pedoman Standarisasi Stasiun Kereta Api tahun 2012 serta membuat rekomendasi bagi kedua stasiun untuk mengoptimalkan pelayanan dan fasilitas yang dimiliki. Metode yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) dan SWOT. Pada kajian ini didapatkan 100 responden untuk masing-masing metode. Ketidaksesuaian kedua stasiun terhadap SPM terdapat pada pelayanan loket, aksesibilitas penyandang cacat dan ketersediaan area parkir. Sedangkan menurut Standarisasi Stasiun Kereta Api, yang belum sesuai pada kedua stasiun adalah pelayanan keamanan dan area parkir. Hasil IPA untuk Stasiun Kediri diperlukan 13 atribut yang perlu diperbaiki diantaranya standar operasional bahaya dan jumlah tempat duduk. Pada Stasiun Mojokert diperoleh 12 atribut antara lain aksesibilitas difable dan ketersediaan obat di kotak P3K. Grafik IFAS EFAS pada kedua stasiun menunjukkan bahwa diperlukan adanya dukungan terhadap strategi agresif. Pihak stasiun dapat meningkatkan kualitas SDM dan memberikan informasi mengenai sistem pembelian tiket secara online. Kata Kunci : Importance Performance Analysis, SWOT, Stasiun, SPM, IFAS EFAS
KAJIAN KINERJA PELAYANAN MODA TRANSPORTASI ONLINE RODA DUA WILAYAH LAYANAN SURABAYA - SIDOARJO Wardani, Alan Wahyudi; Bramiana, Dwa Aulia; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2054.94 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan perkembangan perekonomian di wilayah Surabaya-Sidoarjo cukup tinggi sehingga aktivitas dan pergerakan warga semakin meningkat. Dari situ masyarakat seringkali menggunakan salah satu moda transportasi umum roda dua berupa ojek konvensional dan ojek online (go-jek) sebagai angkutan jarak dekat maupun menengah untuk melakukan perjalanan. namun ojek konvensional seringkali susah didapati di daerah daerah yang jauh dari tempat seperti terminal bus, stasiun kereta api, bahkan tempat tempat wisata dan sebagainya, penawaran biaya tarif yang berteleh-teleh, mengalami penurunan penumpang setengah dari jumlah penumpang sebelum adanya go-jek.Walaupun demikian kinerja go-jek salah satunya dalam bentuk pelayanan pengemudi belum optimal dari segi cara mengemudi dan dalam kesopanan. Objekyangditelitiadalahpenumpanggo-jek dan pernah menggunakan ojek konvensioanldenganjumlahsampelsebanyak220respondenyangdiperolehmenggunakanrumusSlovin,danpengumpulandatadilakukandenganpenyebarankuisionerkarakteristiksosialekonomidanperjalanansertakuisionerImportant Performance Analysisdengan atribut yaitu nama dan warna angkutan, identitas pengemudi dan nomor handphone, mengangkut penumpang tidak melebihi kapasitas, cara mengemudi, ketersediaan helm, layanan asuransi, waktu tunggu, layanan jas hujan, tarif, fasilitas pemesanan angkutan, fasilitas pengaduan penumpang, waktu tempu.k Untuk StatedPreferenceyangmemilikiatribut biayaperjalanan,waktu mendapatkan angkutandariangkutan go-jek dan ojek konvensional. Hasilstudidapatdiketahuikarakteristiksosialekonomidanperjalanandaripenumpanggo-jek pada Tabel 4.17 . Untuk metode Important Performance Analysisdiketahui nilai rata-rata tingkat kepuasan sebesar 3,613 dan dari Tabel 4.24nilai rata-rata tingkat kepentingan sebesar 4.241. Sebanyak 3 indikator atau dengan persentase 25% masuk pada kuadran I. Sebanyak 5 indikator atau dengan persentase 41.67% masuk pada kuadran II. Sebanyak 3 indikator atau dengan persentase 25% masuk pada kuadran III. Sebanyak 1 indikator atau dengan persentase 8.3% masuk pada kuadran IV. Hasil pemodelan pemilihan moda angkutan go-jek dan ojek konevesionaldengan metodeStated Preferencesebagai berikut : Selisihbiayaperjalanan(????????1) (????OL−????OK)= 0.813- 0.00004606 (????????1) 2. Selisihwaktumendapatkan angkutan(????????2) (????OL−????OK)= 0,149 - 0.322 (????????2) KataKunci:angkutango-jek, ojek konvensional, Important Performance Analysis,StatedPreference.
KAJIAN KINERJA PELAYANAN SISI DARAT BANDAR UDARA NOTOHADINEGORO KABUPATEN JEMBER DAN POTENSI PENUMPANG PESAWAT TERBANG RUTE JEMBER – DENPASAR Bangsa, Bintang Kusuma; Rahmadhan, Muhammmad Nanda; Arifin, M. Z; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1261.508 KB)

Abstract

Kabupaten Jember selain dikenal sebagai kota pendidikan dan kota wisata juga dikenal sebagai kota karnaval, dimana pada setiap tahunnya di kabupaten tersebut diadakan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah terkenal ditingkat dunia. Atas dasar tersebut, pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan pengembangan dan peningkatan fasilitas pada Bandar Udara Notohadinegoro serta pembukaan rute penerbangan baru yaitu Jember-Denpasar. Tujuan kajian ini (1)mengetahui karakteristik penumpang pesawat terbang rute Jember-Surabaya, (2) mengetahui tingkat kinerja pelayanan sisi darat Bandar Udara Notohadinegoro dan memberikan upaya perbaikan atau peningkatan pada atribut fasilitas yang dinilai kurang, (3) mengetahui karakteristik penumpang bus dan travel rute Jember-Denpasar, (4) mengetahui model pemilihan moda pesawat terbang rute Jember-Denpasar berdasarkan persepsi penumpang bus dan travel rute Jember-Denpasar, (5) mengetahui potensi jumlah penumpang pesawat terbang rute Jember-Denpasar. Metode analisis yang digunakan adalah Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui tingkat kinerja pelayanan pada sisi darat Bandara dan Metode Stated Preference untuk memperoleh potensi penumpang pesawat terbang Jember-Denpasar. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pembagian kuesioner sedangkan data sekunder diperoleh melalui literatur, jurnal, dan internet. Jumlah responden yang digunakan dalam kajian sebanyak 215 responden penumpang pesawat terbang Jember-Surabaya,  316 responden bus dan 215 responden travel. Dari hasil analisis IPA diperoleh tiga atribut pada kuadran I (Prioritas Utama) yaitu tersedianya fasilitas layanan kesehatan, toilet dan fasilitas penyandang cacat. Dari hasil analisis Stated Preference dengan menggunakan tiga atribut variasi, diperoleh model utilitas dan potensi penumpang. Atribut selisih biaya perjalanan (ΔX1)pada bus UPT-UAB = 0,570-0,000003080(ΔX1), pada travel UPT-UAT = 1,467-0,000004865(ΔX1). Atribut selisih lama waktu perjalanan (ΔX2)pada bus UPT-UAB= -3,654+0,009(ΔX2), pada travel UPT-UAT=-2,563+0,006(ΔX2). Atribut selisih frekuensi keberangkatan (ΔX3) untuk bus UPT-UAB = 0,857-0,266 (ΔX3) dan travel UPT-UAT = 0,942+0,048 (ΔX3). Dari atribut Selisih biaya perjalanan (ΔX1) potensi penumpang yang berpindah dari angkutan bus ke pesawat terbang diatas 90 orang tiap hari bila selisih biaya perjalanan dibawah harga Rp 185.065,00, sedangkan  potensi penumpang yang berpindah dari angkutan travel ke pesawat terbang diatas 24 orang bila selisih biaya perjalanan dibawah Rp 301.542,00. Dari atribut selisih lama waktu perjalanan (ΔX2) potensi penumpang yang berpindah dari angkutan bus ke pesawat terbang tertinggi tiap hari sebesar 141 penumpang dan potensi yang berpindah dari angkutan travel ke pesawat terbang sebesar 39 penumpang. Dari atribut selisih frekuensi keberangkatan (ΔX3) potensi penumpang yang berpindah dari angkutan bus ke pesawat terbang tertinggi tiap hari pada bus sebanyak 126 penumpang dan potensi penumpang yang berpindah dari angkutan travel ke pesawat terbang sebanyak 40 penumpang. Kata Kunci: Tingkat Kinerja Pelayanan, Potensi Penumpang Pesawat Terbang, Importance Performance Analysis (IPA), Stated Preference (SP), Angkutan Bus dan Angkutan Travel
PENETAPAN TARIF JALAN TOL BERDASARKAN PENDEKATAN ATP DAN WTP (Studi Kasus: Rencana Jalan Tol Solo – Karanganyar) Muhammad, Nabil; Wibowo, Rizki Arif; Wicaksono, Achmad; Kusumaningrum, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (734.154 KB)

Abstract

Transportasi merupakan suatu sarana yang sangat penting dalam membantu roda perekonomian, suatu daerah tidak dapat berdiri sendiri secara total dalam memenuhi kebutuhan daerahnya sendiri, sehingga daerah tersebut membutuhkan daerah lain sebagai pendukung dimana salah satu prasarana penghubungnya berupa jalan tol. Jalan tol Solo-Karanganyar adalah salah satu bagian Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.Oleh sebab itu, perlu adanya analisa tarif untuk penentuan tarif tol yang sesuai karena Jalan Tol Solo-Karanganyar belum beroperasi dan belum memiliki tarif tol pada kendaraan golongan I. Objek yang diteliti adalah 97 responden calon pengguna Jalan Tol Solo-Karanganyar dengan menggunakan tingkat kepercayaan sebesar 5%.Karena survei dilakukan dari arah Solo-Karanganyar dan sebaliknya maka jumlah sampel menjadi 194 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner yang meliputi karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan ATP dan WTP. Hasil studi dapat diketahui dari survei karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan dari calon pengguna Jalan Tol Solo-Karanganyar yang dilakukan dengan penyebaran kuisioner terkait karakteristik sosial ekonomi dan perjalanan calon pengguna jalan tol. Nilai Ability to Pay (ATP) rata-rata responden sebesar Rp 26.353,26/riit dimana nilai tersebut lebih tinggi dari tarif acuan yang digunakan yaitu sebesar Rp 11.000,00. Sedangkan nilai Willingness to Pay (WTP) rata-rata responden sebesar Rp 10.650,93 dimana nilai tersebut lebih rendah daripada tarif acuan yang digunakan yaitu sebesar Rp 11.000,00. Nilai ATP responden > nilai WTP yang menunjukkan bahwa kemampuan membayar responden lebih besar dari kemauan membayar karena pengguna mempunyai penghasilan yang relatif tinggi tetapi utilitas terhadap jasa tersebut relatif rendah. Sedangkan penentuan tarif dasar didasarkan pada rata-rata nilai ATP dan WTP. Berdasarkan perhitungan, maka didapatkan harga tarif tol yaitu sebesar Rp 18.502,09. Kata Kunci: Jalan Tol, ATP, WTP, tarif, Solo – Karanganyar.
ANALISIS POTENSI PENGGUNA TOL GEMPOL-MOJOKERTO Suharto, Lechyana Zahra; Jannah, Novia Miftakhul; Djakfar, Ludfi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.011 KB)

Abstract

Rute eksisting yang menghubungkan daerah Japanan,Gempol dengan Mojokerto merupakan bagian dari kawasan GERBANGKERTOSUSILA adalah daerah strategis karena berada pada jalur regional dan jalur utama perekonomian Surabaya-Malang dan menjadi salah satu rute penghubung antara kawasan barat dengan kawasan timur Indonesia. Namun, akibat tingginya angka tingkat pelayanan/nilai VCR (Volume Capacity Ratio) jalan eksiting (dengan rata-rata  0,8) sehingga perlu adanya jalan tol untuk menghubungkan akses pada kawasan industri tersebut. Maka diperlukan kajian terhadap potensi pengguna tol termasuk prediksi pengguna tol di masa mendatang serta penentuan tarif ideal tol Gempol-Mojokerto. Analisis potensi pengguna tol dilakukan dengan metode stated preference dan penentuan tarif tol dilakukan dengan metode stated preference dan Ability To Pay (ATP)/Willingness To Pay (WTP). Potensi pengguna tol terbesar yang akan beralih ke tol Gempol – Mojokerto untuk kendaraan golongan I pada tarif tol Rp 600,00/km dengan persentase pengguna tol tertinggi sebesar 78,6%; golongan II pada tarif tol Rp 900,00/km dengan persentase 66,9%; golongan III pada tarif tol Rp 1.200,00/km dengan persentase 64%; serta untuk rata-rata persentase untuk semua golongan kendaraan yaitu sebesar 69,8% terhadap volume kendaraan total jalan eksisting. Untuk prediksi potensi pengguna tol masa mendatang dilakukan untuk tahun 2020, 2025, dan 2030 dimana potensi pengguna terbesar yang beralih ke tol Gempol – Mojokerto adalah pada tarif tol terendah pada setiap golongan secara berurutan untuk kendaraan golongan I sebesar 43.917, 58.246, dan 77.250 kendaraan/hari; golongan II sebesar 14.004, 18.573, dan 24.633 kendaraan/hari; dan golongan III sebesar 9.348, 12.398, dan 16.443 kendaraan/hari.Sedangkan penentuan tarif ideal ditetapkan tarif hasil analisis stated preference yaitu untuk kendaraan Golongan I-V yaitu sebesar Rp 1.000,00/km, Rp 1.500,00/km, Rp 2.000,00/km, Rp 2.500,00/km, dan Rp 3.000,00/km. Kata kunci: Potensi Pengguna Tol, Stated Preference (SP), Ability to Pay (ATP)/Willingness to Pay (WTP), Volume Capacity Ratio (VCR), dan Tarif Tol
KAJIAN PEMILIHAN TRASE DAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN LINGKAR TIMUR KABUPATEN BANYUWANGI Rahma Dewi, Mustika Iluni; Iswandari, Retno; Bowoputro, Hendi; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.508 KB)

Abstract

Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Banyuwangi teruslah meningkat di tiap tahunnya, hal ini mempengaruhi meningkatnya keinginan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi untuk terus melakukan mobilitas, oleh karena itu peningkatan mobilitas juga harus diiringi dengan peningkatan fasilitas yang disediakan seperti perencanaan Jalan Lingkar timur Kabupaten Banyuwangi. Dalam penelitian ini pemilihan trase dilakukan dengan menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) dengan metode diversi dan bangkitan sebagai peramalan volume yang terjadi pada jalan baru.Perencanaan perkerasan pada Jalan Lingkar Timur Kabupaten Banyuwangi dilakukan dengan menggunakan Perkerasan Lentur dengan pedoman manual desain perkerasan jalan Nomor 02/M/BM/2013. Hasil analisis menunjukan bahwa Alternatif 1 adalah trase terbaik yang dapat digunakan sebagai Trase terpilih Jalan Lingkar Timur Kabupaten Banyuwangi dengan nilai skor 1,459.Desa/kecamatan yang dilewati trase alternatif 1 adalah Kampung Melayu  -  Kepatihan  -  Karangrejo  -  Tukangkayu  -  Sobo  -  Pakis  - Pondongnongko –Sukojati – Karangbendo - Kaotan. Volume terdiversi pada tahun 2025 di perkirakan sebesar 981 Smp/Jam maka lebar jalan yang digunakan untuk jalan Lingkar Timur Kabupaten banyuwangi adalah 7 meter dengan tipe 2/2 UD. Serta hasil analisis perkerasan lentur yang diperoleh tebal lapisan perkerasan  15 cm, lapisan pondasi atas 20 cm dan lapisan pondasi bawah 20 cm. Kata Kunci : Pemilihan Trase, Perencanaan perkerasan lentur, AHP (Analitycal Hierarchy Process)., Kabupaten Banyuwangi.
MODEL PREDIKSI KECELAKAAN YANG MELIBATKAN PENGGUNA SEPEDA DI KOTA MALANG DAN KOTA BLITAR Lazuardi, Khalid; Napitupulu, Melyona Febriani; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.054 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi yang tinggi di zaman modernisasi ini menuntut adanya perkembangan transportasi yang mumpuni. Namun ketidaksempurnaan hubungan dengan pertumbuhan penduduk menyebabkan timbulnya masalah yakni kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu keadaan yang melibatkan segala jenis kendaraan termasuk sepeda. Penelitian ini membahas tentang karakteristik pengguna sepeda; karakteristik jalan berupa fungsi jalan,,lebar jalan,jumlah lajur,lebar bahu jalan; serta karakteristik kecelakaan berupa  jumlah dan kondisi korban, lokasi kejadian, dan jenis kecelakaan.Metode analisis yang digunakan pada  penelitian ini adalah analisis deskriptif frekuensi dan Generalized Linier Model. Data diperoleh menggunakan survei volume lalu lintas,survei kecepatan, pengukuran geometrik dan dari badan-badan pemerintah terkait. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa di Kota Malang dan Kota Blitar pengguna sepeda yang sering terlibat kecelakaan berjenis kelamin laki-laki dan berusia diatas 55 tahun. Untuk karakteristik geometrik di Kota Malang adalah lebar lajur 2-4.7 meter, jumlah lajur 2-4 buah, lebar bahu 0-2.5 meter, kecepatan 41.5-55.8 km.jam dan Arus lalu lintas 611-5578 smp/jam. Sedangkan karakteristik Kota Blitar adalah  lebar lajur 2-4,7 meter, jumlah lajur 2 buah, lebar bahu antara 0,5-2,3 meter, kecepatan 43,12-54,3 km/jam dan arus lalu lintas 65-1245 smp/jam. Model prediksi kecelakaan di Kota Malang yang dihasilkan kurang akurat, berikut merupakan modelnya BA=1.61x10-1 FLOW0.279 EXP(-0.312 SW). Model prediksi kecelakaan di Kota Blitar yang dihasilkan kurang akurat, berikut model tersebut ditampilkan BA=3.68x10-1 FLOW0.21 . Kata Kunci : model prediksi, kecelakaan sepeda, Generalized Linier Model, Kota Malang, Kota Blitar.
Co-Authors Abdillah, Hilmy Abid Abdul Samad Achmad Zaki Adeliyah, Novita Dwi Aditya N. Pratikto, 'Abdulloh ‘Azzam, Afiyat, Ahmad Afif Agung Wijaya, Marga Rista Agus Prasetyo Agus Suharyanto Agus Taufik Mulyono Ahmad syahirul Alim Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar Alifian, Dimas Cuzaka Andi Kumalawati Andriani, Gina Nabila Anggoro, Dikka Anggraini, Alfira Dwi Anindya Tasha M.P, Anindya Tasha Anwar, M Ruslin Ardiansyah, Laksmita Olyvia Ari Wibowo Arifi, M. Zainul Arifin, M. Z Atik Wahyuni Bangsa, Bintang Kusuma Bietrix Rosalina, Bietrix Boyas, Jeziano Rizkita Bramiana, Dwa Aulia Burhamtoro Burhamtoro, Burhamtoro Cahyani, Dina Ayu Chairil Anwar Chamora, David Cibro, Lolo Karina Dadang Supriyatno Daniel Julio, Aditya Bhaswara Darmawan, Ilham Denny Iswanto Devi Maya Sofa Dewa Ketut Sudarsana Dian Fahriani Eddi Basuki Kurniawan Eko Priyo Jatmiko, Yonky Prasetyo Fatia Mufieda Hayati Fauzan, Erga Rahmada Fauzul Rizal Sutikno Firdaus, Dewi Anisa Firmansyah, Nur Aldi Fitriana, Riezca Nur Gagoek Soenar Prawito Gholiqul Amrodh Alawy Hariyanto, Widia Eka Harnen Sulistio Harnen Sulistyo, Harnen Helen Paulin Eka Dharma Hendi Bowoputro Heny Wijayanti, Heny Hidayah, Siti Ghoniatul Hilmawan, Tanta Irfandi, Ian Isman Isa, Ilusi Iswandari, Retno Ita Suhermin Ingsih Jannah, Novia Miftakhul Jatmiko Budi Antoro, Jatmiko Budi Julaikah Kamila, Edita Rachma Ken Pawestri Kirana, Rimas Kiki Krismanto, Indra Lailiyah, Lathifa Nur Laksono Trisnantoro Lasmini Ambarwati Lazuardi, Khalid Liliy A.C.S. Demotokay, Dinda Fitri Agustin , Listy, Afina Sufiana Ludfi Djakfar M Rizqi Novianto, Rezki Setiawan , M Sa’dillah M Zainul Arifin M. Aang Ibnu Thoha M. Bisri M. Ruslin Anwar M. Zainul Arifin M.Arief Munandar, Aulia Rizki Fauzi M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Machsus Machsus Margono, Eko Maria Goretti Oktaviana Maria Warokka, Janette Anastacia Maulana Rizky Akbar, Moch. Ilham Dwiyulianto May Maulidia, Putri Mirza, Muhammad Raffi Mohammad Setyo Wardono Muhammad Fauzan Fakhrurrozi, Juan Bill Parhugi Sagala Muhammad Zainul Arifin Muhammad, Nabil Nafis, M. Azie Azizman Nafi’, Moh. Arrijal ‘Ilman Napitupulu, Melyona Febriani Nugraha, Maulana Rizky Nur Faidah, Rizka Nurahman, Garin Nurdiansyah, Irfan Odavita, Venishea Dea Oktavianti, Rizma Panji Pasa Pratama Permana, Maulana Zakki Permana, Satria Prabowo, Bimantoro Beny Praciana, Yuvi Arinta Pratama, Ganeswara Nova Pratama, Rizky Pratomo Yoga Baskoro Putra, Bambang Perwira Qolbi Nofa, Kusuma Rahayu K Rahayu Kusumaningrum Rahma Dewi, Mustika Iluni Rahmadhan, Muhammmad Nanda Rahmawan, Rizhal Adi Ridlo, Miftahur Rizqian, Mufidz Akbar Roesdyningtyas, Ayu Rudy CC Napitupulu Ruslin Anwar Rusman Prihatanto, Rusman S, Reinhard Fernando Saharani, Aliefia Enggal Saputra, Dicky Andrianto Satrio, Gilang Septian, Dody Tri Sobri Abusini Soemarno Soemarno Sonya Sulistyono Suharto, Lechyana Zahra Sulung Ditasari, Putri Sumarwanti, Aprilia SUSANTO, FARID Thoriq, Yuzqi Alfan Ubaidillah, Khafid Vita Dwi Rahmawati Wahid Wahyudi Wardani, Alan Wahyudi Wardani, Anifah Tiara Kusuma Wardani, Firdausyi Ayudya Wibowo, Rizki Arif Widhi, Ganang Nugroho Widianingrum, Wiahni Widyatami, Filki Suri Yaris Bohoh Yuniar, Gefrin K.R Zainul Arifin, M. Zeyan, Bima Fitra Prasetya Zubaidah, Tantri Risda Zubizaretta, Zaid Dzulkarnain