p-Index From 2021 - 2026
1.556
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Sifat Fisiologis Kultivar Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) dan Ketergantungannya Terhadap Mikoriza Ellia Habib Misbahulzanah, Sriyanto Waluyo dan Jaka Widada
Vegetalika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.478 KB) | DOI: 10.22146/veg.4014

Abstract

INTISARIPenelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mulai bulan Januari sampai Mei 2013 dengan tujuan untuk mengetahui tingkat ketergantungan kultivar kedelai (Glycine max (L.) Merr.) yang diinokulasi jamur mikoriza arbuskular (JMA) dan sifat fisiologis kultivar kedelai yang diinokulasi jamur mikoriza arbuskular (JMA). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 18x2 masing-masing 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam α = 5%. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah daun, indeks luas daun (ILD), kandungan klorofil daun, laju fotosintesis dan tingkat ketergantungan kultivar kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat tiga kategori tingkat ketergantungan mikoriza yaitu kategori tinggi (Kultivar Kaba, Wilis dan Baluran), kategori sedang (Kultivar Grobogan, Anjasmoro, Argomulyo, Petek, Garut, Malabar dan Seulawah) dan kategori rendah (Kultivar Burangrang, Sibayak, Tanggamus, Panderman, Ijen, Galunggung, Gepak Kuning dan Sinabung). Inokulasi mikoriza dapat meningkatkan jumlah daun, indeks luas daun (ILD), kadar klorofil dan laju fotosintesis tanaman kedelai.Kata kunci : kedelai, sifat fisiologis, ketergantungan, mikoriza
Pengaruh Pemberian Jamur Mikoriza Arbuskular, Jenis Pupuk Fosfat dan Takaran Kompos Terhadap Pertumbuhan Bibit Tebu (Saccharum officinarum L.) pada Media Pasir Pantai Helena Leovini, Dody Kastono, dan Jaka Widada
Vegetalika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.098 KB) | DOI: 10.22146/veg.4019

Abstract

INTISARI Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamur mikoriza arbuskular (JMA), jenis pupuk fosfat, dan takaran kompos yang tepat terhadap pertumbuhan bibit tebu (Saccharum officinarum L.) pada media pasir pantai. Penelitian ini dilaksanakan di kebun Banguntapan milik Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta mulai bulan November 2012 sampai Maret 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) tiga faktor dengan 3 blok. Faktor pertama adalah perlakuan JMA yang terdiri dari 2 aras, yaitu kontrol tanpa pemberian JMA (M0) dan dengan pemberian JMA (M1). Faktor kedua adalah takaran kompos yang terdiri dari 2 aras, yaitu 10 ton/ha kompos (K1) dan 20 ton/ha kompos (K2). Faktor ketiga adalah jenis pupuk fosfat yang terdiri dari 2 aras, yaitu pupuk SP-36 300 kg/ha (P1) dan batuan fosfat yang setara dengan 300 kg/ha SP-36 (P2). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian dengan α = 5 %. Apabila perlakuan menunjukkan perbedaan yang nyata, dilanjutkan dengan uji jarak Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan α = 5 %.Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan pemberian JMA, pupuk SP-36, dan takaran kompos 20 ton/ha merupakan kombinasi terbaik dalam menghasilkan berat segar tajuk, berat kering tajuk, dan berat kering total tanaman tebu pada umur 80 hst. Tidak terdapat interaksi antar perlakuan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, jumlah ruas batang, panjang ruas batang, jumlah anakan, luas daun, volume akar, berat segar akar, berat segar total, dan berat kering akar. Perlakuan pemberian JMA memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan tanpa JMA pada komponen pertumbuhan tanaman tebu secara umum. Perlakuan takaran kompos 20 ton/ha memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan perlakuan takaran kompos 10 ton/ha pada komponen pertumbuhan tanaman tebu secara umum.Kata kunci: JMA, tebu, pupuk fosfat, kompos, media pasir pantai.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Anorganik dan Vinase Diperkaya Mikrobia terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Dyah Weny Respatie; Muhammad Saifur Rohman; Donny Widianto; Jaka Widada
Vegetalika Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.60497

Abstract

Penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang akan berdampak buruk bagi lahan pertanian, oleh karena itu diperlukan eksplorasi pupuk alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi pupuk NPK dan vinase diperkaya mikrobia yang memberikan pertumbuhan dan hasil jagung optimal serta mengetahui efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung. Penelitian dilaksanakan pada Februari - Juni 2020. Perlakuan disusun dalam rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktor tunggal dengan tiga blok sebagai ulangan. Faktor yang diuji berupa kombinasi pupuk NPK standar (NPK majemuk + urea) dan vinase diperkaya mikrobia yang terdiri atas enam aras yaitu tanpa pupuk (P0), NPK standar yang terdiri dari 300 kg/ha NPK + 250 kg/ha urea (P1), vinase diperkaya mikrobia sesuai dosis anjuran 15000 L.ha-1 (P2), ¾ NPK standar + 15000 L.ha-1 vinase diperkaya mikrobia (P3), ½ NPK standar  + 15000 L.ha-1 (P4) dan ¼ NPK standar  + 15000 L.ha-1 vinase diperkaya mikrobia (P5). Data pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf  α = 5%  apabila terdapat beda nyata dilanjutkan dengan uji DMRT pada taraf  α = 5%. Kombinasi  3/4 NPK standar  + 15000 L.ha-1 (P3) memberikan pertumbuhan dan hasil jagung optimal yang sama baiknya dengan NPK standar (P1). Vinase diperkaya mikrobia sebanyak 15000 L.ha-1 yang dikombinasikan dengan ¾ NPK standar (P3) efektif meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung dengan nilai RAE >100%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa vinase diperkaya mikrobia mampu mensubstitusi penggunaan pupuk kimia sebesar 25 % pada pertanaman jagung.
Response of upland rice (Oryza sativa L.) cultivars to different shade levels in sandy soil Irwan Suluk Padang; Tohari Tohari; Jaka Widada
Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5, No 3 (2020): December
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Gadjah Mada jointly with PISPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ipas.30643

Abstract

The study aimed to determine the response of upland rice under different shade levels. The experiment was conducted in Srigading village, Sanden District, Bantul Regency, Yogyakarta from July 2016 to March 2017. The experimental design applied was the split-plot design with three replications. The main plot was the shade level consists of three levels i.e. 0%, 25% and 50%. The sub plot was the upland rice cultivar consists of three levels i.e.  ‘Inpago 8’, ‘Situ Patenggang’, and ‘Batutegi’. The results showed that some variables observed changes due to shade that are make increased the plant height and leaf area. The maximum number of tillers and the number of productive tillers in the 50% shade treatment decreased, as well as the total plant dry weight and the productivity. Other observation such as root/shoot ratio, panicle length, percentage of filled grain per panicle, number of filled grains per panicle and 1000-grains weight upland rice showed no significant difference.
THE POTENCY OF CHITOSAN AS AN ELICITOR ON ANTIBACTERIAL ACTIVITY OF Streptomyces sp. GMR-22 AGAINST HISTAMINE-PRODUCING BACTERIA Mohamad Aji Ikhrami; Jaka Widada; Indun Dewi Puspita; Masagus Muhammad Prima Putra
International Journal of Biosciences and Biotechnology Vol 9 No 1 (2021): INTERNATIONAL JOURNAL OF BIOSCIENCES AND BIOTECHNOLOGY
Publisher : Central Laboratory for Genetic Resource and Molecular Biology, Faculty of Agriculture, Udayana University in cooperation with Asia-Oceania Bioscience and Biotechnology Consortium (AOBBC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/IJBB.2021.v09.i01.p01

Abstract

Streptomyces is a Gram-positive bacteria that produces the largest secondary metabolite compounds. The results of whole-genome sequence analysis showed that Streptomyces can carry more than 30 Biosynthetic Gene Clusters (BGC) encoding secondary metabolites that have the potential to be explored in the exploration for new bioactive compounds. However, not all BGC can be expressed in the laboratory scale and requires a specific activation method. This study aims to explore the potential of chitosan as an elicitor compound to activate and or increase the antibacterial activity of Streptomyces sp. GMR-22 was tested against histamine-producing bacteria (HPB) Morganella morganii TK7 and Citrobacter freundii CK1. Chitosan was added to the fermentation medium with the final concentration of 250, 500, and 750 µg/ml while without the addition of chitosan used as control. Fermentation was carried out for 10 days at room temperature, with constant agitation 200 rpm. The supernatant was separated by centrifugation at 3500 rpm for 15 minutes, then fractionation with ethyl acetate, concentrated by vacuum rotary evaporator, and freeze-dried. The test for antibacterial activity was carried out by the microdilution method with an extract concentration of 100 mg/ml. The test results of the microdilution method showed that the addition of chitosan successfully increases the antibacterial activity with the highest activity shown by the water fraction of 250 µg/ml addition of chitosan which effective in inhibiting the growth of Morganella morganii TK7 and Citrobacter freundii CK1 by 97,29% and 97,92% respectively.
Potential secondary metabolite analysis of soil Streptomyces sp. GMR22 and antibacterial assay on Porphyromonas gingivalis ATCC 33277 Hera Nirwati; Ema Damayanti; Eti Nurwening Sholikhah; . Mustofa; Jaka Widada
Journal of the Medical Sciences (Berkala Ilmu Kedokteran) Vol 54, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19106/JMedSci005402202202

Abstract

Infectious diseases caused by oral pathogenic bacteria are currently a serious problem due to the increasing incidence of antimicrobial resistance. Streptomyces sp. GMR22, a soil actinobacterium which has large-genome size. In previous studies, it was known to have antifungal, and antibiofilm activity on Candida albicans. However, its antibacterial activity on oral pathogenic bacterium, Porphyromonas gingivalis is not clear. This study aimed to identify potential active compound based on genome mining analysis and to evaluate the antibacterial activity of GMR22 extract on P. gingivalis ATCC 33277. Potential active compounds and biosynthesis gene clusters were analysis using antiSMASH version 5. Antibacterial activity assay was carried out by the microdilution method on P. gingivalis ATCC 33277. Based on genome mining analysis polyketide synthase (PKS), the Streptomyces sp. GMR22 is the abundant BGCs (35%) and has large-predicted compounds which have antibiotic-antibacterial activity (22.9%). On antibacterial assay, chloroform extract of GMR22 at 7.8 – 62.5 µg/mL has high antibacterial activity on P. gingivalis compared to other extracts. Soil Streptomyces sp. GMR22 bacterium has biotechnological potential to produce active compounds for antibacterial.
ISOLASI DAN SELEKSI PSEUDOMONAD FLUORESCENS PADA RISOSFER PENYAMBUNGAN TOMAT Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti; Triwidodo Arwiyanto; Didik Indradewa; Jaka Widada
Berkala Ilmiah Pertanian Vol 1 No 1 (2013): AGUSTUS
Publisher : Jember University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.592 KB)

Abstract

[ENGLISH] Fluorescen pseudomonad had been isolated from the rhizosphere of grafting tomato with resisten rootstock (H 7996 and EG 203 from Asian Vegetable Research Development Center). Tomato varieties Permata and Fortuna were used as scion in grafting. Fluorescen pseudomonad was isolated on King’S B medium and used phosphate buffer 0,1 M + 0,1 % pepton. About 230 isolates of P. fluorescens were isolated from tomato rhizosphere at 14 HST and about 454 isolates at 28 HST. All isolates were tested for their capability to suppress the growth Ralstonia solanacearum in vitro. All isolates inhibited the growth of R. solanacearum with an inhibition zone of 1 mm to 7 mm or more. The mechanism growth of inhibition was bacteriostatic. About Ten isolates of P. fluorescens which had large inhibition zone, were not inhibit each other and inhibition against R. solanacearum due to nutrient competition. Keywords : tomato; grafting; Fluorescens pseudomonad [INDONESIAN] Pseudomonad fluorescens diisolasi dari risosfer tomat hasil penyambungan dengan batang bawah tahan yaitu tomat H 7996 dan terung EG 203 dari Asian vegetebles Research Development Center (Taiwan). Sebagai batang atas digunakan varietas Permata dan Fortuna. Isolasi dilakukan pada media King’s B dan menggunakan buffer phospat 0,1 M + pepton 0,1 %. Sejumlah 230 isolat P. fluorescens berhasil diisolasi dari risosfer pada 14 HST dan 454 isolat pada 28 HST. Semua isolat diuji kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan Ralstonia solanacearum secara in vitro. Semua isolat P. fluorescens mampu menghambat R. solanacearum dengan zona hambatan antara 1 mm sampai dengan lebih dari 7 mm. Semua isolat mempunyai mekanisme penghambatan bakteriostatik. Sebanyak sepuluh isolat P. fluorescens yang mempunyai daya hambat besar, tidak saling menghambat satu dengan yang lain dan penghambatan terhadap R solanacearum yang terjadi karena adanya kompetisi nutrisi. Kata kunci: Tomat; Penyambungan; Pseudomonad fluorescens  How to citate: Nurcahyanti SD, T Arwiyanto, D Indradewa, J Widada. 2013. Isolasi dan seleksi pseudomonad fluorescens pada risosfer penyambungan tomat. Berkala Ilmiah Pertanian 1(1): 15-18
Profil Protein Klebsiella sp. dalam Kondisi Cekaman Osmotik dan Keasaman Ali Ikhwan; Triwibowo Yuwono; Jaka Widada
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 16, No 2 (2011): June 2011
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v16i2.94

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui profil protein yang dibuat oleh Klebsiella sp. yang tumbuh dalam kondisi cekaman osmotik dan keasaman. Cekaman osmotik dilakukan menggunakan NaCl, sedangkan cekaman keasaman menggunakan aluminium sulfat. Klebsiella sp. ditumbuhkan dalam medium minimal yang ditambah dengan NaCl, atau aluminium sulfat, untuk menimbulkan efek cekaman tunggal, atau menggunakan kedua senyawa tersebut untuk menghasilkan efek cekaman ganda. Protein total yang diekstrak dari sel kemudian dielektroforesis pada SDS-PAGE 12%. Hasil analisis menunjukkan beberapa protein intraselular, protein membran, atau protein ekstraselular yang dibuat dalam kondisi cekaman spesifik. Dalam kondisi cekaman osmotik, dibuat protein intraselular berukuran 42,7 kDa, dan protein membran berukuran 53,3 kDa. Pada cekaman asam dihasilkan protein intraselular berukuran 54,7 kDa, 25,3 kDa, 14,2 kDa, dan satu protein membran berukuran 43,9 kDa, serta protein ekstraselular berukuran 17–29 kDa. Dalam kondisi cekaman ganda, terdeteksi satu protein intraselular spesifik berukuran 26,7 kDa dan satu protein membran berukuran 61,1 kDa. Dalam cekaman osmotik, diketahui terdapat korelasi positif, sedangkan dalam cekaman ganda terdapat korelasi negatif terhadap macam protein. Dalam cekaman keasaman, tidak diperoleh pola korelasi yang spesifik.
Sebaran Penyakit Hawar Daun Bakteri di Beberapa Sentra Produksi Bawang Merah di Indonesia Asrul Asrul; Triwidodo Arwiyanto; Bambang Hadisutrisno; Jaka Widada
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 18, No 1 (2013): February 2013
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v18i1.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui daerah sebaran penyakit hawar daun bakteri di beberapa sentra pertanaman bawang merah di Indonesia dan kultivar bawang merah yang dapat diinfeksi, serta mengidentifikasi patogen penyebabnya. Penentuan lokasi pengamatan dan pengambilan sampel dilakukan secara stratified purpossive random sampling. Survei dilakukan dengan cara wawancara dan pengamatan di lapangan (observasi) terhadap kultivar bawang dan gejala penyakit yang terinfeksi oleh bakteri patogen. Sampel diidentifikasi melalui pengamatan morfologi koloni, uji postulat Koch, uji reaksi hipersensitif dan pengujian sifat-sifat biokimia dan fisiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit hawar daun bakteri telah tersebar secara merata di seluruh daerah pertanaman bawang merah di Indonesia, yang meliputi Kabupaten Cirebon, Tegal, Nganjuk, Bantul, dan Sigi, dengan tingkat serangan mencapai 62,5–100%. Penyakit ini menginfeksi bawang merah kultivar Bima curut, Bauji, Biru-sawah, dan Palasa. Gejala hawar daun bakteri yang dijumpai berupa water soaking, terjadi lekukan daun, pengerutan daun,  klorosis, nekrosis, mati pucuk, pertumbuhan kerdil, dan kematian. Isolat bakteri yang ditemukan mempunyai bentuk koloni bulat, cembung, berlendir, dan berwarna kuning. Ciri morfologi koloni, gejala dan karakteristik isolat bakteri mirip dengan sifat-sifat bakteri Xanthomonas axonopodis pv. allii penyebab penyakit hawar daun pada bawang bombay.Kata kunci: Sebaran, bawang merah hawar daun bakteri, Xanthomonas axonopodis pv. allii
Soil Fertility Status of Organic Paddy Experiment Mujiyo Mujiyo; Bambang Hendro Sunarminto; Eko Hanudin; Jaka Widada
Sains Tanah - Jurnal Ilmu Tanah dan Agroklimatologi Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15608/stjssa.v12i2.472

Abstract

The study aims to determine fertility status of the soil after organic paddy experiments using kinds and doses of organic fertilizers. Experiment was conducted at greenhouse laboratory in Faculty of Agriculture Sebelas Maret University Surakarta. Experimental design used completely randomized design with 9 kinds of treatment was replicated 3 times. Experiments were the use of cow manure, Azolla fertilizer, Azolla inoculum and its combinations that are based on fulfilling nutrient requirements of 120 kg N ha-1.Result shows that the use of cow manure, Azolla fertilizers and Azolla inoculum had no effect on changes of soil fertility status. Soil fertility status was not significantly correlated with cow manure (0,16ns), Azolla fertilizer (0,26ns) and Azolla inoculum (0,16ns). Average of final soil fertility status included fertile category, which was similar as the initial soil fertility status. Average of final soil properties of treatment but nevertheless was relatively higher than in no treatment, indicating the use of cow manure, Azolla fertilizer, Azolla inoculum and its combinations had greater impact to soil properties. Cow manure despite increased available K2O and dry grain, but it did not significantly increase the soil fertility status from fertile to very fertile. This was presumably due to the relatively short experiment period, only one planting season had not given significant effect to soil properties. Implication of this study is the use of cow manure, Azolla fertilizer, Azolla inoculum and its combinations although did not increase the soil fertility status but could maintain soil fertility status as the initial conditions before planting.
Co-Authors , Tamad . Tohari A. Alimuddin Achmad Dinoto Adi Laksono Ahmad Romdhon Akira Hosoyama Akira Hosoyama Ali Ikhwan Alim Isnansetyo Amekan, Yumechris Angga Prasetya Anna Safarrida Anna Safarrida, Anna Annisa Yusuf, Wahida Ariani Hatmanti Arif Muliawan Arifah Khusnuryani Arifah Khusnuryani Ariyanti, Nur Fitriana Asrul Asrul Asrul Asrul Atsushi Yamazoe Atsushi Yamazoe Aziz Purwantoro Azwar Maas Bambang Hadisutrisno Bambang HADISUTRISNO Bambang Hadisutrisno Bambang Hadisutrisno Bambang Hariwiyanto Bambang Hariwiyanto Bambang Hendro Sunarminto Bambang Hendro sunarminto Bostang Radjagukguk Camelia Herdini Christanti Sumardiyono Denny Irawati DEWI SESWITA ZILDA Dewi Seswita Zilda Dhani Suryawan Dhani Suryawan, Dhani Diani Mentari Diannastiti, Fani Aulia Didik Indradewa Didik Indradewa Didik Indradewa Dinar Mindrati Fardhani Dionysius Andang Arif Wibawa Dionysius Andang Arif Wibawa, Dionysius Andang Dody Kastono Dolly Iriani Damarjaya Dolly Iriani Damarjaya, Dolly Iriani Donny Widianto Donny Widianto Donny Widianto Donny Widianto Dyah Weny Respatie Edy Meiyanto Eka Tarwaca Susila Putra Eko Hanudin Eko Hanudin EKO IRIANTO Ema Damayanti Ema Damayanti Endang Semiarti Endang Sutriswati Rahayu ENI HARMAYANI Eni Harmayani Erni Martani Erni Martani Eti Nurwening Sholikhah Fatturahman Ridwan, Nur Febriansah , Rifki Galang Indra Jaya Ganis Lukmandaru GINTUNG PATANTIS Gintung Patantis Gintung Patantis Hadi, Ismanurrahman Hari Eko Irianto Hartono Hartono H, Hartono Hera Nirwati Hideaki Nojiri Hideaki Nojiri Indun Dewi Puspita IRFAN D. PRIJAMBADA Irfan Dwidya Prijambada Irwan Suluk Padang Jauhari Syamsiyah Joko Sulistyo Kana Ninomiya Keishi Senoo Keishi Senoo, Keishi Khoirun Nisa Lucia Dhiantika Witasari Lucia Dhiantika Witasari, Lucia Dhiantika M. Mustofa Maria Gratias Mariyatun Mariyatun, Mariyatun Masagus Muhammad Prima Putra Masaya Nishiyama Masaya Nishiyama, Masaya Ma’as, Azwar Melki Melki Mirtani Naima Mohamad Aji Ikhrami Muhammad Dylan Lawrie Muhammad Nur Cahyanto Muhammad Saifur Rohman Mujiyo Mujiyo Mukhlissul Faatih Mukhlissul Faatih1, Mukhlissul Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyadi Mulyono Mulyono Murwantoko . Mustofa M, Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa Mustofa N. Ngadiman Naima, Mirtani Nastiti Wijayanti Nastiti Wijayanti Nastiti Wijayanti Ngadiman Ngadiman . Ngadiman ., Ngadiman Ngadiman N, Ngadiman Noviyanto, Amir Nunuk Supriyatno Nur Edy Nur Prihatiningsih Nurfiani, Sri Ocky Karna Radjasa Oedjijono Oedjijono, Oedjijono Pintaka Kusumaningtyas Prijambada, Irfan Dwidja PUSPITA LISDIYANTI Putra, Sukmana Siswandana Putu Sudira R. Riyanti Rahayu, Endang Sutriswati Reni Nurjasmi Reni Nurjasmi, Reni Riska Wulansari Ristiarini, Susana Riyanti Riyanti Rusdi Evizal Saipul Abbas Sarto SATRIYAS ILYAS Shigeto Otsuka Shigeto Otsuka, Shigeto Shinta Hartanto Shogo Matsumoto Sigit Sunarta, Sigit Siti Kabirun Siti Kabirun SITI KABIRUN Siti Subandiyah Sofia Mubarika Haryana Sri Hastuti Sri Nopitasari Sri Nuryani Hidayah Utami Sri Nuryani Hidayah Utami Sri Nuryani Hidayah Utami Sri Suryanti Sri Suryanti Sri Wedhastri Stalis Norma Ethica Subagus Wahyuono Sudadi Sudadi Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Suryanti Suryanti Suryanti Suryanti Susila Herlambang Tohari Tohari TOHARI TOHARI Tomy Listyanto Tomy Listyanto Tri Harjaka Tri Joko Raharjo Tri Rini Nuringtyas Tri Wibawa Tri Wibawa Triwibowo Yuwono Triwidodo Arwiyanto Wangi, Dyah Sekar A P WIDYA ASMARA Widya Asmara Wulansari, Riska Yani Lestari Nuraini Yani Lestari Nuraini, Yani Lestari Yasushi Yoshioka Yenny Sariasih Yose Rizal Yuli Setiawati Yuliana Prahastiwi Yuliana Yuliana Prahastiwi, Yuliana YUSRO NURI FAWZYA Yusro Nuri Fawzya Yusro Nuri Fawzya Yuuki Asano Yuyun Farida Yuyun Farida, Yuyun Zilda, Dewi Zeswita