Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA

Critical Thingking and Decision Making Skills Based Learning Methods at The Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran Sari, Citra Windani Mambang; Fitri, Siti Yuyun Rahayu; Widianti, Efri
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No.2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i2.9415

Abstract

ABSTRAK Metode pembelajaran yang diberikan sangat berpengaruh dalam kemampuan berpikir kritis dan keterampilan mahasiswa perawat dalam mengambil keputusan. Kemampuan berfikir kritis dan keterampilan mengambil keputusan ini merupakan dua hal yang dapat dijadikan dasar untuk melihat kompetensi lulusan perawat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kemampuan berpikir kritis dan keterampilan mengambil keputusan pada mahasiswa Fakultas Keperawatan. Metode penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 151 mahasiswa. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian adalah Lebih dari setengah responden (66,2 %) memiliki kemampuan berpikir kritis diatas rata-rata kelompok (M=186,19, SD=33,92). Lebih dari setengah responden memiliki keterampilan mengambil keputusan di atas rata-rata kelompok (M=94.92, SD=9.52). Sebagian kecil responden dengan IPK 3.01-3.25 memiliki kemampuan berpikir kritis dan keterampilan mengambil keputusan diatas rata-rata kelompok. Sebagian kecil responden latar belakang jurusan IPA memiliki kemampuan berpikir kritis dan keterampilan mengambil keputusan diatas rata-rata kelompok. Kemampuan berpikir kritis dan keterampilan mengambil keputusan sebaiknya dimasukkan ke dalam kurikulum akademik sehingga terwujud perawat profesional.  ABSTRACT Methods of learning in nursing students affect the ability of critical thinking skills and student nurses in making decisions. The ability of critical thinking and decision making skills are the two things that can be used as a basis to see competence of nurse graduates. The aim of this study is to identify the critical thinking skills and decision making skills in student Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran. The research method is quantitative descriptive with a sample of 151 students. Data analysis using frequency distribution. Results of the study were more than half of the respondents (66.2%) have the ability to think critically above the group average (M = 186.19, SD = 33.92). More than half of respondents have a decision-making skills in the above average group (M = 94.92, SD = 9.52). A small portion of respondents with a GPA of 3.01 to 3.25 to have critical thinking skills and decision making skills above the group average. A small portion of respondent background science majors have the critical thinking skills and decision making skills above the group average. The ability of critical thinking and decision making skills should be incorporated into the academic curriculum as soft skills to realize a professional nurse. 
GAMBARAN TINGKAT SELF-EFFICACY IBU POST SEKSIO SESAREA SAAT MENYUSUI DI RSKIA KOTA BANDUNG Komalasari, Masriyah; Solehati, Tetti; Widianti, Efri
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 2, No 2 (2016): Vol 2, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v2i2.4744

Abstract

ABSTRAK Rendahnya cakupan pemberian ASI ekslusif di Indonesia disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis ibu. Faktor fisik yang dapat menghambat ibu untuk menyusui dapat disebabkan oleh metode persalinan salah satunya seksio sesarea. Sedangkan faktor psikologis yang berpengaruh terhadap menyusui adalah self-efficacy ibu. Self-efficacy dalam menyusui dapat berpengaruh pada komitmen dalam menyusui, daya tahan ibu dalam mengatasi hambatan yang muncul saat menyusu dan fokus ibu pada aspek positif atau negatif dalam menyusui. Dengan diketahuinya self-effiacy ibu, petugas kesehatan dapat memberikan intervensi berupa motivasi dan pendidikan kesehatan dengan segera agar ibu tetap berkomitmen untuk menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self efficacy ibu dalam menyusui pada ibu post seksio sesarea di ruang nifas RSKIA Kota Bandung. Rancangan penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Penelitian melibatkan 77 responden. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang dibuat oleh peneliti dengan mengacu pada teori self-efficacy dalam menyusui Bandura (1997) dan Dennis (2003) serta teori menyusui Murray McKinney (2014). Analisa data menggunakan mean.. Berdasarkan dimensi teknik lebih dari setengah responden memiliki tingkat self-efficacy rendah (54.5%) dan pada dimensi kepercayaan intrapersonal juga didapatkan lebih dari setengah responden memiliki tingkat self-efficacy rendah (53.2%). Kondisi tersebut menggambarkan bahwa masih rendahnya keyakinan ibu akan pemahamannya dalam menyusui dan rendahnya keyakinan ibu untuk melaksanakan tugas menyusui sebagaimana melaksanakan tugas lainnya. Sedangkan berdasarkan dimensi dukungan, lebih dari setengah responden memiliki tingkat self efficacy tinggi (50.6%). Kondisi tersebut menggambarkan bahwa dukungan untuk menyusui yang ibu dapatkan dirasa telah optimal. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan rendahnya tingkat self-efficacy ibu dalam menyusui. Kondisi tersebut menggambarkan bahwa masih rendahnya komitmen dalam menyusui, rendahnya daya tahan ibu dalam mengatasi hambatan yang muncul saat menyusu dan fokus ibu pada aspek negatif dalam menyusui. Oleh karena itu, petugas kesehatan sebaiknya memberikan psikoedukasi mengenai menyusui pada satu persatu ibu secara lebih optimal. Kata kunci: Menyusui, Seksio sesarea, Self-efficacy.  ABSTRACT The low rate of exclusive breastfeeding in Indonesia are caused by mother's physical and psychological factors. Physical factors that may inhibit mothers to breastfeed can be caused by the delivery  methods. One of them was cesarean section method. Psychological factors that influenced breastfeeding mother was self-efficacy. Breastfeeding self-efficacy would determine the success of breastfeeding. This studied aims to described the level of breastfeeding self-efficacy on post caesarean section mothers in RSKIA Bandung. The design of this studied used descriptive quantitative. Sampling technique of this studied used purposive sampling. The studied involved 77 respondents. The instrument used was an instrument made by researchers with Cronbach alpha value is 0.97 and a validity value in the range of 0.516-0.911. Data was analyzed used mean. The results showed that more than half of respondents (51.9%) had a low level of self-efficacy, while less than half of respondents (48.1%) had higher levels of self-efficacy. Based on techniques dimensions, more than half of respondents had a low level of self-efficacy (54.5%). Based on intrapersonal trust dimensions, more than half of respondents had a low level of self-efficacy (53.2%). While based on the support dimensions, more than half of respondents had a high level of self-efficacy (50.6%). The conclusions of this studied showed that low breastfeeding self-efficacy level can lead to breastfeed failure. Therefore, health professionals should provide psycho-education about breastfeeding at one by one mother optimally. Keywords: breastfeeding, caesarean section, self-efficacy
Gambaran Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kecemasan Pasien Kanker Payudara dalam Menjalani Kemoterapi Pratiwi, Siti Rahmiati; Widianti, Efri; Solehati, Tetti
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No.2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i2.9422

Abstract

ABSTRAK Kanker payudara merupakan penyebab kematian nomor satu dari seluruh jenis kanker yang terjadi pada wanita. Salah satu penanganan kanker payudara adalah dengan menjalani kemoterapi dimana pasien akan mengalami masalah psikologis yaitu kecemasan. Kecemasan yang terjadi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ancaman integritas fisik dan ancaman sistem diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu accidental sampling, dengan jumlah responden sebanyak 97 orang. Instrumen yang digunakan adalah STAI (State Trait Anxiety Inventory) dan instrumen faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan dikembangkan dari teori Stuart dan Laraia. Analisis data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian dari responden mengalami state anxiety sedang (59,8%), dan sebagian responden mengalami trait anxiety sedang (54,6%). Berdasarkan faktor yang mempengaruhi kecemasan, faktor ancaman sistem diri merupakan faktor yang mendominasi kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi. Ancaman sistem diri yang mendominasi ini dapat memengaruhi  peran dari pasien, sehingga perlu adanya upaya untuk menurunkan kecemasan dengan memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi. Saran bagi perawat dan institusi terkait diharapkan untuk mengkaji lebih lanjut aspek psikososial dan menentukan intervensi selanjutnya untuk mengurangi kecemasan seperti mengajarkan teknik relaksasi, memberi dukungan dan motivasi, serta mendorong pasien untuk melakukan aktivitas fisik.   ABSTRACT Breast cancer is the leading cause of death from all types of cancer that occur in women. On of the treatment of breast cancer is chemotherapy which the patient will experience a psychological problem, such as anxiety. Anxiety can be affected by several factors, there is threat to physical integrity and threat to self-system of patients. The purpose of this research is to determine factors that affect anxiety of breast cancer patients who underwent chemotherapy in RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. This research used the descriptive quantitative method with 97 participants as a sampling using accidental sampling. STAI (State Trait Anxiety Inventory) and modifying theory of Stuart Laraia were used to measure factors that affect anxiety. For analyzing the data, it used percentage abbreviation. The results of this research showed that several of participants experienced moderate state anxiety (59,8%), and several participants experienced moderate trait anxiety (54,6%). Based on factors that affect anxiety, the factor of the threat to self-system was the factor which dominates anxiety patients with breast cancer who underwent chemotherapy. This domination of self-system threat can affect the role of patients. Therefore it needs some efforts for decreasing anxiety with giving an attention to several factors which affect anxiety. The nurse and institution are expected to assess further aspects of psychosocial and determine next intervention reduce anxiety, such as teaching relaxation techniques, provide support and motivation, and encourage the patient to perform physical activity. 
APLIKASI TERAPI SPESIALIS KEPERAWATAN JIWA PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN HARGA DIRI RENDAH KRONIS DI RSMM JAWA BARAT Widianti, Efri; Keliat, Budi Anna; Wardhani, Ice Yulia
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 1 (2017): Vol 3, No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i1.7489

Abstract

ABSTRAKHarga diri rendah kronis merupakan salah satu diagnosis keperawatan yang sering ditemukan di rumah sakit jiwa. Prosentase pasien harga diri rendah kronis di ruang Arimbi periode Februari–April 2012 mencapai 90.4% dari jumlah total pasien. Jumlah pasien dengan diagnosis utama harga diri rendah kronis yang dikelola penulis sebanyak 22 orang. Tujuan penulisan karya ilmiah akhir ini adalah menguraikan aplikasi terapi spesialis keperawatan jiwa terhadap pasien harga diri rendah kronis. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi serial kasus dengan kombinasi tujuh paket terapi. Hasil aplikasi terapi spesialis keperawatan jiwa ini menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala, peningkatan kemampuan pasien, serta peningkatan kemampuan keluarga dalam merawat pasien harga diri rendah kronis. Kombinasi terapi individu (terapi kognitif perilaku dan logoterapi), terapi kelompok (terapi suportif kelompok) dan terapi keluarga (psikoedukasi keluarga) mampu menurunkan gejala, meningkatkan kemampuan pasien dan meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat pasien harga diri rendah kronis. Rekomendasi : kombinasi terapi individu, terapi kelompok dan terapi keluarga sangat tepat diberikan pada pasien gangguan jiwa khususnya pasien harga diri rendah kronis dan diperlukan penelitian lebih lanjut.ABSTRACTChronic low self-esteem is one of the nursing diagnosis that is often found in psychiatric hospitals. Percentages of patients with chronic low self-esteem in the period Februari-April 2012 at Arimbi receached 90.4%. The number of patients with a primary diagnosis of chronic low self-esteem that was managed by writer as many as 22 people. The purpose of this final report is to describe the application of nursing specialist therapies on chronic low self-esteem patients. Methods which used was serial case study with combination of seven therapies packages. The results showed a decrease in the signs and symptoms, improvement of patient's ability and the ability of families in caring for patients of chronic low self-esteem. Effectiveness of therapy showed that the combination of individual therapy (cognitive behavioral therapy and logotherapy), group therapy (supportive group therapy) and family therapy (family psychoeducation) effectively reduce symptoms of chronic low self-esteem, improve the patient's ability and the ability of families in caring for patients of chronic low self-esteem. Recommendation: The combination of individual, group and family therapies is appropriate for the mental disorders patients, especially patients with chronic low self-esteem and this needs further research
Spiritual Well-Being Of Post-Stroke Patients In Neurological Polyclinic of Al Ihsan Regional Public Hospital, West Java Province Mulyani, Tita; Widianti, Efri; Mirwanti, Ristina
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 4, No 1 (2018): Vol 4, No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v4i1.12341

Abstract

ABSTRAK Stroke fase rehabilitasi dapat mengakibatkan perubahan fisik dan psikologis sehingga mempengaruhi kualitas hidup pasien yang kemudian menyebabkan masalah psikosial berupa cemas dan depresi. Cemas dan depresi ini memiliki korelasi terhadap kesejahteraan spiritual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tingkat kesejahteraan spiritual  pada pasien pasca stroke di poliklinik RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan instrumen SIWB. Penarikan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria insklusi pasien stroke fase rehabilitasi yang mempunyai nilai Mini Mental State Examination (MMSE) normal 24-30, dan didapatkan 105 responden. Data disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kesejahteraan spiritual tinggi sebanyak 57 responden (54,3%) dan tingkat kesejahteraan spiritual rendah sebanyak 48 responden (45,7%). Karakteristik responden paling banyak pada rentang usia lansia akhir yaitu berjumlah 41 responden (39,0%), dengan lama stroke 12 bulan 58 responden (55,2%), memiliki penyakit penyerta 82 responden (78,1%), dan mengalami serangan stroke 1x sebanyak 54 responden (51,4%). Pada penelitian ini, antara tingkat kesejahteraan spiritual tinggi dan rendah tidak jauh berbeda persentasenya. Sehingga  masih diperlukan upaya untuk meningkatakan kesejahteraan spiritual melalui perbaikan sarana dan prasaran ibadah ,mengoptimalkan spiritual care, mengadakan seminar-seminar dan pelatihan spiritual care, melakukan berdo’a bersama sebelum pemeriksaan dimulai, menciptakan lingkungan yang nyaman, aman, dan damai, serta mengadakan peer group khusus pasien stroke. ABSRTACTStroke rehabilitation phase can lead to physical and psychological changes. It has an impact on the quality of life of patients that later caused psychosocial problems such as anxiety and depression. These anxiety and depression have a correlation to the spiritual well-being. The purpose of this study was to identify the level of spiritual well-being in post-stroke patients in polyclinic RSUD Al Ihsan West Java Province. This research was a quantitative descriptive research using SIWB instruments. It used a purposive sampling method with the inclusion criteria of rehabilitation phase stroke patients who had 24-30 as the normal score of Million Minimum State Examination (MMSE) and obtained 105 respondents. The data presented in the form of the frequency distribution. The results of this study indicated that the respondent’s amount who reached the high level of spiritual well-being was 57 respondents (54.3%) and low level of spiritual well-being was 48 respondents (45.7%). The most respondents’ characteristic were respondents with age range of elderly as of 41 respondents (39.0%), with stroke length more than 12 months as of 58 respondents (55.2%), had comorbid disease as of 82 respondents (78.1%), and suffered once stroke attack as of 54 respondents (51.4%). The research revealed that the percentage level of spiritual well-being between high and low was nearly similar. As the consequences, it is necessary to increase the spiritual well-being through the improvement of religious facilities and infrastructure, optimizing spiritual care, conducting seminars and spiritual care training, praying together before the medical check-up or treatment, creating a comfortable, safe and peaceful environment, and establish the peer group for stroke patients. 
Student`s Caring Ability at Nursing Faculty of Padjadjaran University Kurnia, Ihsan; Sriati, Aat; Widianti, Efri
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 5, No 2 (2019): Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v5i2.17741

Abstract

 ABSTRAK Caring merupakan inti dari nilai-nilai keperawatan. Caring bagi mahasiswa keperawatan merupakan hal yang penting untuk dipelajari dan dipraktikkan. Sejauh ini, penelitian tentang perkembangan kemampuan caring mahasiswa keperawatan masih kurang. Mahasiswa datang dari lingkungan keluarga, sosial, budaya, etnik dan latar belakang ekonomi yang berbeda. Sehingga perkembangan kemampuan caring mahasiswa perlu diperhatikan oleh institusi pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kemampuan caring mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian deskriptif kuantitatif ini menggunakan metode proportional stratified sampling. Total sampel terpilih sebanyak 240 mahasiswa. Instrumen yang digunakan adalah Caring Ability Inventory dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian di dapatkan bahwa setengah dari mahasiswa memiliki kemampuan caring pada kategori rendah (50%), kurang dari setengah mahasiswa pada kategori sedang (42,5%) dan sebagian kecil mahasiswa pada kategori tinggi (7,5%). Dapat disimpulkan bahwa kemampuan caring mahasiswa sebagian besar adalah kategori rendah dan sedang. Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran perlu meningkatkan perhatian terhadap perkembangan kemampuan caring mahasiswa. ABSTRACTCaring is the core of nursing values. Caring for nursing students is an important element to learn and practice. There was limited research on the development of caring ability of nursing students. Students came from different familial, social, cultural, ethnic and economic backgrounds. The development of students caring ability needs to be considered by educational institutions. The aim of this research was to describe nursing students’ caring ability at Faculty of Nursing, Padjadjaran University. This quantitative descriptive study used proportional stratified sampling method. In total240 students were selected as samples. Data were collected using an Indonesia version of Caring Ability Inventory and analyzed using descriptive statistics. The results showed that half of the students had low caring ability (50%), less than half students were in moderate category (42.5%) and a small percentage of students were in high category (7.5%). In conclusion, nursing students caring ability mostly were in low and moderate category. Faculty of Nursing, Padjadjaran University needs to improve attention to the development of students’ caring ability. 
Nomophobia in Nursing Students at Padjadjaran University Haryati, Evi Annisa; Widianti, Efri; Hidayati, Nur Oktavia
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 6, No 2 (2020): VOL 6, NO 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v6i2.26292

Abstract

ABSTRACT  During the industrial revolution of 4.0, everything becomes easily accessible. One of its developments is information and communication technology. The high use of a smartphone as communication tools can cause dependency which is characterized by repeatedly checking smartphones which can cause addiction so that it can cause fear or phobia, commonly known as Nomophobia. The aim of this study was to determine the overview of nomophobia in Nursing students at Padjadjaran University. This research used a quantitative descriptive method with cross-sectional approach. Samples were taken using a total sampling technique from the population of an active student of the Bachelor program in the year of 2016, 2017, 2018 and 2019 Faculty of Nursing, Padjadjaran University. Data were collected using the Nomophobia Questionnaire (NMP-Q) and analyzed using descriptive frequency distribution. The results of this study showed that the majority of respondents 559 (63.5%) showed moderate nomophobia, as many as 243 respondents (27.6%) showed severe nomophobia and 79 respondents (9%) showed mild nomophobia. The conclusion of this study is that majority of respondents belong to the category of moderate nomophobia. Therefore, it is recommended for the following institution to be able to develop policies that regulate the use of smartphones in the context of clinical education and practice.ABSTRAKPada era revolusi industri 4.0 segala sesuatunya semakin mudah diakses. Salah satu perkembangannya adalah teknologi informasi dan komunikasi. Tingginya penggunaan alat komunikasi smartphone dapat menimbulkan ketergantungan yang ditandai dengan selalu memeriksa smartphone yang dapat menimbulkan suatu kecanduan sehingga dapat menimbulkan ketakutan atau fobia yang lebih dikenal dengan sebutan Nomophobia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran nomophobia pada mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode  deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dari populasi mahasiswa aktif program Sarjana angkatan 2016,2017,2018 dan 2019 Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen Nomophobia Questionnaire (NMP-Q dan dianalisis secara deskriptif  distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar  responden 559 (63,5%) menunjukkan nomophobia sedang, sebanyak 243 responden (27,6%) menunjukkan nomophobia berat dan sebanyak 79 responden (9%) menunjukkan nomophobia ringan. Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden tergolong kedalam kategori nomophobia sedang. Oleh karena itu, disarankan bagi pihak instansi untuk dapat mengembangkan kebijakan yang mengatur penggunaan smartphone dalam konteks pendidikan dan praktikum klinis.
Factors Related to Psychological Help-Seeking Behavior among First-Year College Student Astuti, Cici Siti Widya; Pramukti, Iqbal; Widianti, Efri
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 7, No 2 (2021): Volume 7, Nomor 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v7i2.40102

Abstract

AbstractIntroduction. Psychological Help-Seeking Behavior is an action taken in seeking psychological help from others to solve the problem at hand. Objectives. This study aims to determine factors related to psychological help-seeking behavior among first-year college students. Methods. This study is a descriptive-correlation study with an approach cross-sectional, the sample was taken using proportionate stratified random sampling, with a total of 144 participants based on the G-Power calculation. The instruments used are General Help-Seeking Questionnaire (GHSQ) and Actual Help Seeking Questionnaire (AHSQ), data analysis using univariate and bivariate (chi-square). Results. In this research, there is a relationship between age factor and gender factor with psychological help-seeking behavior with a p-value ( 0.05). Discussions. Most of the first-year students perform psychological help-seeking behavior in the future and currently, while other factors in this research did not have a significant relationship both in the future, past and present, this can happen due to unbalanced number of sample proportions.AbstrakPendahuluan. Perilaku Mencari Bantuan psikologis merupakan suatu tindakan yang dilakukan dalam mencari bantuan psikologis kepada orang lain dengan tujuan untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku mencari bantuan psikologis pada mahasiswa tingkat pertama. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-korelasi dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling, dengan jumlah partisipan sebanyak 144 berdasarkan perhitungan G-Power. Instrumen yang digunakan adalah General Help Seeking Questionnaire (GHSQ) dan Actual Help Seeking Questionnaire (AHSQ), analisa data menggunakan univariat dan bivariat (chi-square). Hasil. Dalam penelitian ini terdapat hubungan antara faktor usia dan jenis kelamin dengan perilaku mencari bantuan psikologis dengan nilai p value ( 0.05). Diskusi. Sebagian besar mahasiswa tingkat pertama melakukan perilaku mencari bantuan psikologis dimasa depan dan saat ini, sedangkan faktor-faktor lain pada penelitian ini tidak ada hubungan yang signifikan baik diwaktu masa depan, masa lalu dan masa saat ini,  hal ini dapat terjadi karena berdasarkan data demografi jumlah proporsi sampel tidak seimbang.  
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Aan Nuraeni Aat Sriati Aat Sriati Aat Sriati Afif Amir Amrullah Afriliani, Anne Cintya Afriyanti Afriyanti Afriyanti Afriyanti Agung Waluyo Agustina, Habsyah Safaridah Ahdiany, Gina Nur Ahmad Yamin Ai Mardhiyah AI MARDHIYAH, AI Alawiyah, Siti Haiva Alpiani, Delta Amalina Fildzah Fujilestari Amelia, Gina Sri Anita Setyawati Anjani Mumtazhas Anne Cintya Afriliani Annisa Susanti Karmansyah Aprilia Aulia Ardianti Aprilia, Nike Arisandi, Toni Aryani, Yulyani Asri Asti Utami Asti Utami Astuti, Cici Siti Widya Asy Syafa Mahfuzhah Aulia Nurhanifa Aulia Sugianti Aziza, Aurelia Karla Budi Anna Keliat Cahyani, Eka Maulidya Chaimira, Sausandha Yasma Chandra Kirana K Desi Purwanti Desi Purwanti Desy Indra Yani Dwi Handayani Elfani, Karisha Citra Elsa Nur Laela Sari Emma Aprilia Hastuti Ermiati E Etika Emaliyawati Fanny Adistie Fatima, Azrania Firda Intan Nursyifa Fitiani, Nurlaila Fitri Aprianti Fredinan Yulianda Gita Septyana Glory Grifith. B Saragih Habsyah Safaridah Agustina Habsyah Saparidah Agustina Hadi Suprapto Arifin Hanifah Hasanah Hardiyati Hardiyati Hartiningsih, Siti Sugih Haryati, Evi Annisa Hastuti, Emma Aprilia Helwiyah Ropi Helwiyah Ropi Hendrawati H Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hendrawati Hikmat, Rohman Iceu Amira D.A Idhfi marpatmawati Ilia Alkatiri Imas Rafiah Imas Rafiyah Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Irfan I Irman Somantri Iskandarsyah, Aulia Islamiati, Restu Iwan Dasta Iyus Yosep J, Ridillah Vani Karwati Karwati Khoirunnisa, K Komalasari, Masriyah Kosim Kosim Kurnia, Ihsan Kurniawan, K Kusumah, Indra Ladia Nursyamsiah Ladia Nursyamsiah Laili Rahyuwati Lia Ramadanti Lia Ustami Lia Yuliana Rachman Mamat Lukman Maria Komariah Marshanda Syaharani Putri Mega Septania, Salma Meila Sabridatia Putri Muhamad, Sahrul Nur Muhammad Iqbal Martani Muhammad Mulyadi Mulyani, Tita Mustikasari - Nabilah Nabilah Nazriah, Ai Indah Nenden Nur Asriyani Maryam Neni Rochmayati Satuhu Neti Juniarti Ni Putu Santhi Dewi Saraswati Ni Putu Santhi Dewi Saraswati Ni Putu Suryani Nimas Safitri Ati Nina Sumarni Nisa Meina Nirmala Nita Fitria Norma Norma Nova Mardiana Nova Mardiana, Nova Novi Yulianti Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Nurhalimah Tri Handayani Nurislami, Alfina Nursiswati Pratiwi, Siti Rahmiati Prawitasari, Nita Priambodo, Ayu Prawesti Prihartono, Maulidya Ninda Puput Nur Azizah Putri Yani Lubis Raini Diah Susanti Rani Arinda Retno Wahyuningsih Rida Rosi Nur Asifa Rida Rosi Nur Asifa Ristina Mirwanti, Ristina Rizki Muliani Rohman Hikmat Roni Apriyana Ruby Anggara Pratama Salma Hanifah Salsabila, Yosalia Mahirah Salwa Az-zahra Nurazizah Hendiana Sari, Citra Windani Mambang Sellyan Septiani Berly Septianah, Tri Indah Septriyani, Diah Sheizi Prista Sari Shelly Iskandar Shinta Galih Shofura Kamil Pasya Siagian, Indah Mentari Siti Yuyun Rahayu Fitri Sitorus, Sarah Angelique Mutiaraku Solly Aryza SRI RAHAYU Suhendar, Iwan Sukma Senjaya Supiatun Supiatun Suryani S Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Suryani Syafira Dewi Taty Hernawati Taty Hernawati Taty Hernawati Taty Hernawati, Taty Taty Hernawaty Tetti Solehati Theresia Eriyani Titin Sutini Tresnala, Rahmah Ujang Khaerullah Ujang Vadissa Nandia Putri Vanessa Zian Mentari Vica Cahya Ningrum Vina Nurdianasari Violla Anggiani Wardhani, Ice Yulia Yanitawati Yanitawati, Yanitawati Yelsi Wanti Yori Yolanda Yuliani, Silvia Yusshy Kurnia Herliani