Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Risiko Kejadian Laringomalasia pada Anak dengan Stridor Inspirasi yang Dilakukan Fiberoptic Laryngoscopy di Rumah Sakit M. Djamil Padang Mukhti, Karina Astarini; Yani, Finny Fitry; Lestari, Rahmi; Mariko, Rinang; Jurnalis, Yusri Dianne; Ihsan, Indra; Novialdi, Novialdi
Sari Pediatri Vol 27, No 6 (2026)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp27.6.2026.393-400

Abstract

Latar belakang. Laringomalasia merupakan penyebab tersering stridor inspirasi pada bayi dan anak, dan sering dikaitkan dengan usia muda, jenis kelamin laki-laki, prematuritas, berat badan lahir rendah, malnutrisi, serta komorbiditas neurologis maupun kongenital. Data lokal diperlukan untuk memahami faktor risiko yang berperan pada populasi setempat.Tujuan. Mengetahui faktor risiko kejadian laringomalasia pada anak yang menjalani fiberoptic laryngoscopy (FOL) di RSUP Dr. M. Djamil, Padang.Metode. Studi retrospektif kasus–kontrol pada anak usia 1 bulan–5 tahun periode 2019–2023. Sebanyak 36 kasus laringomalasia dibandingkan dengan 72 kontrol. Data diperoleh dari rekam medis meliputi usia, jenis kelamin, berat badan lahir, usia gestasi, status gizi, dan komorbiditas. Analisis menggunakan uji chi-square/Fisher dan odds ratio (OR) 95%.Hasil. Seratus delapan anak yang dilakukan FOL, 36 (33,3%) memenuhi kriteria laringomalasia. Mayoritas berusia <2 tahun, laki-laki, lahir cukup bulan, dan memiliki berat lahir normal, dan gizi baik. Komorbiditas ditemukan pada 94,4% kasus. Tidak terdapat hubungan bermakna antara variabel yang diteliti dengan kejadian laringomalasia (p>0,05), meskipun terdapat kecenderungan peningkatan risiko pada usia <2 tahun (OR 2,42), jenis kelamin laki-laki (OR 1,26), dan usia gestasi < 37 minggu (OR 2,20).Kesimpulan. Tidak ditemukan hubungan signifikan dalam penelitian ini. Usia < 2 tahun, laki-laki, dan usia gestasi < 37 minggu berpotensi menjadi faktor risiko. Studi multisenter dengan sampel yang lebih besar diperlukan untuk memvalidasi temuan ini.
Faktor Sosial Demografi dan Faktor Lingkungan dengan Pneumonia pada Anak Bawah Lima Tahun: Sebuah Studi Observasional di Kota Batam Didi Yunaspi; Dachriyanus Hamidi; Finny Fitry Yani; Alfan Miko
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55330

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut, khususnya pneumonia, merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di bawah usia lima tahun di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pneumonia pada anak balita di Batam, Indonesia. Desain penelitian yaitu cross-sectional pada anak usia 0-59 bulan. Sampel diambil dengan simple random sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara terpimpin menggunakan kuesioner meliputi faktor social demografi (tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, usia, jenis kelamin) dan faktor lingkungan (ventilasi rumah, perokok keluarga, kepadatan rumah, tempat memasak dan bahan utama lantai). Penelitian dianalisis menggunakan binary logistic regression untuk mengidentifikasi faktor risiko signifikan yang berhubungan dengan pneumonia. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendidikan ibu (p=0.034) sosial ekonomi (p=0.012), usia anak (p=0.002), jenis kelamin (p=0.024), ventilasi rumah (p=0.004), perokok keluarga (p=0.008), kepadatan rumah (p=0.039) dan bahan utama lantai (p=0,006) dengan pneumonia (nilai p< 0,05). Factor risiko dominan pneumonia adalah bahan utama lantai (adjusted odds ratio (aOR): 10,8; IK 95%: 2.291-51.684; p=0.003), usia anak (AOR: 3,81; IK: 0.455-10.017; p=0.006). dan sosial ekonomi (AOR: 3.348; IK: 1.277-8.775; p=0.014). Bahan utama lantai, usia anak dan social demografi merupakan faktor risiko signifikan penyebab pneumonia pada anak balita. Peningkatan kesadaran pengasuh/ibu tentang faktor-faktor yang diprediksi diperlukan untuk mengurangi insiden pneumonia pada anak dan meningkatkan kualitas kesehatan anak.
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemberian Mpasi Tinggi Protein Dan Asam Lemak Esensial Berbasis Pangan Lokal Oleh Ibu di Batam Anisya Selvia; Fauzan Azima; Masrul Masrul; Finny Fitry Yani
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56624

Abstract

Pola pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) oleh ibu di Indonesia khususnya di Kota Batam belum optimal dalam memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak. Persentase Growth Faltering yang dapat berujung stunting pada anak balita di Provinsi Kepulauan Riau Pada Tahun 2022 adalah 18,9% dimana 15,2% terjadi di Kota Batam. MPASI yang diberikan ibu pada anaknya lebih fokus pada pemberian makanan tinggi karbohidrat dan sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ibu dalam pemberian MPASI Tinggi Protein dan Asam Lemak Esensial berbasis pangan lokal. Penelitian ini dilakukan selama satu bulan dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan partisipan berjumlah 9 orang yang terdiri dari 6 orang informan utama yaitu 1 orang kader dan 5 orang ibu yang memiliki anak usia 6-24 bulan, 1 orang bidan koordinator, 1 orang tenaga pelaksana gizi, dan 1 orang informan pendukung yaitu kepala puskesmas. Temuan menunjukkan bahwa program pemerintah yang dilaksanakan oleh puskesmas terkait pencegahan atau penanganan growthfaltering telah dilaksanakan namun terhambat oleh keinginan masyarakat yang ingin di fasilitasi sepenuhnya serta kurangnya pengetahuan ibu tentang pemberian MPASI tinggi protein dan Asam Lemak Esensial berbasis pangan lokal.
EVALUASI PENEGAKAN DIAGNOSIS TUBERKULOSIS ANAK BERDASARKAN PETUNJUK TEKNIS TUBERKULOSIS ANAK 2016 DI RSU BMC PADANG Resti Ayu Safitri; Finny Fitry Yani; Al Hafiz; Rinang Mariko; Rima Semiarty; Elmatris Elmatris
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i6.2639

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) is a contagious infectious disease that is still the main cause of health problems and one of the main causes of death in children in the world. The main problem in diagnosing TB in children is that it has not been properly socialized, understood, and implemented by most general practitioners and pediatric specialists, according to the 2016 Technical Guidelines for the Management and Management of Childhood Tuberculosis. Objective: The diagnosis of TB is mostly based on clinical considerations without making efforts to search for bacteriological confirmation, so evaluation is needed towards the implementation of the diagnosis of TB in children based on the 2016 Technical Guidelines for the Management and Management of Childhood Tuberculosis algorithm at RSU BMC Padang. Methods: This type of research is a descriptive study with a cross-sectional retrospective study design using medical record data from pediatric TB patients recorded at the children's clinic at RSU BMC Padang in 2022. The research was conducted at RSU BMC Padang for six months. The sampling technique used was total sampling with a sample size of 137 data. Results: Most patients had symptoms of chronic cough (76.6%), more than half had fever for ≥ 2 weeks (62.8%), weight loss (67.2%), and general malaise (90.5%). Only a small portion (8%) of pediatric TB patients underwent TCM examination, and the majority (89.8%) underwent chest x-rays, and generally (97.1%) underwent tuberculin. All patients were diagnosed with clinical pediatric TB. Conclusion: From the research that has been carried out, it can be concluded that almost all children's TB is diagnosed positively, without implementing the complete diagnosis algorithm in the 2016 Technical Guidelines for the Management and Management of Childhood Tuberculosis. Completeness of supporting examinations, especially TCM, must be paid attention to by the clinician so that all algorithms are fulfilled.
Calcium and Vitamin D Serum Level of Stunting and Severe Stunting Children Aged 12-23 Months in the Pauh Health Center, Padang City Nice Rachmawati Masnadi; Delmi Sulastri; Finny Fitry Yani; Firdawati Firdawati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 12 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i12.52498

Abstract

Stunting remains a significant public health challenge, particularly in developing countries. Vitamin D and calcium play crucial roles in linear growth and bone mineralization during early childhood. This study aimed to analyze the levels of serum vitamin D and calcium in stunted and severely stunted children aged 12–23 months in the working area of Pauh Health Center, Padang City, West Sumatra. This cross-sectional analytical study was conducted from February to May 2025, involving 43 children aged 12–23 months (33 stunted and 10 severely stunted). Data were analyzed using the chi-square test and independent-samples t-test. Most children exhibited hypovitaminosis D (62.7%), with 9.3% deficiency and 53.4% insufficiency. Serum calcium levels were predominantly normal (85.1%). No significant differences were found in vitamin D levels (p > 0.05) or calcium levels (p > 0.05) between stunted and severely stunted children. The mean vitamin D level was 12.14 ± 1.97 ng/mL in stunted children and 12.16 ± 1.63 ng/mL in severely stunted children. The mean serum calcium levels were 9.14 ± 1.97 mg/dL in stunted children and 9.16 ± 1.63 mg/dL in severely stunted children, respectively. Despite the high prevalence of vitamin D insufficiency, there were no significant differences in serum vitamin D and calcium levels between stunted and severely stunted children aged 12–23 months. The body's homeostatic mechanisms maintain normal serum calcium levels despite low vitamin D status, potentially at the expense of bone density. Further research is needed to identify other contributing factors to stunting severity.
Perspectives on Neonatal Visits Coverage in Serdang Bedagai Regency Indonesia: A Qualitative Novita Br Ginting Munthe; Rizanda Machmud; Rima Semiarty; Joserizal Serudji; Adang Bachtiar; Finny Fitry Yani; Denas Symond; Nelwati Nelwati
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 1 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i1.4092

Abstract

The purpose of neonatal visits is to re-examine newborns, review counseling and anticipation guidelines with parents, identify symptoms of illness, and educate and support parents. The purpose of neonatal visits is to improve neonatal access to basic health services and to find out as early as possible if there are abnormalities in the baby or if there are problems. One important indicator to describe the level of public health is the infant mortality rate. Objective to find out more about the perspectives on neonatal visit coverage in Serdang Bedagai District, Indonesia. The study was a qualitative with phenomenology approach. Twenty-five informants were applied in this study using purposive sampling. Data were collected using in-depth interviews. Data were analyzed using content analysis by the collaizi method. The study emerged nine themes, namely: 1) knowledge about neonatal visits; 2) neonatal visit quantity standards; 3) neonatal visit quality standards; 4) health care workers providing neonatal visiting services; 5) purpose of neonatal visits; 6) relationship between education and neonatal visit compliance; 7) relationship between husband/family support and neonatal visit compliance; 8) reasons for non-compliance with neonatal visits; and 9) culture in support of public health. These results can be input for policymakers to increase the coverage of neonatal visits in Serdang Bedagai Regency, Indonesia.
Co-Authors Abi Andayu Adang Bachtiar Adang Bachtiar Adefri Wahyudi Afdal Afdal Afdal Afdal, Afdal Ahmad Junaidi Ahmad Kurniawan Akbar Aidil Rahman Novesar Al Hafiz Alfi Maido Alius Alkamdani, Riki Amelin, Fitrisia Amir, Arni Amirah Zatil Izzah Andani Eka Putra Anisya Selvia Ariescha, Putri Ayu Yessy Arni Amir Arwin AP Akib Asrawati Asrawati Aumas Pabuti Aumas Pabuti Bachti Alisjahbana Bambang Supriyatno Beni Indra, Beni Br Ginting Munthe, Novita Chicy WIdya Morfi Chika Aulia Husna Dachriyanus Darfioes Basir Darfioes Basir Darfioes Basir Darfioes Basir Darfioes Basir Darfious Basir Darmawan B. Setyanto Dasman, Hardisman Delmi Sulastri Denas Symond Desmawati Desmawati Desmawati Destri Linjani Devi Gusmaiyanto Dhyna Lidya Lestari Diana Nur Asrini Didi Yunaspi Didik Hariyanto Didik Hariyanto Dini Anggini Diska Yulia Trisiana Diska Yulia Trisiana Dita Maharani Dwiana Ocviyanti Dwihardiani, Bintari Dya Mulya Lestari Edison Edison Efrida Efrida Eka Agustia Rini Elmatris Sy Elsesmita Elsesmita Emeraldy Chatra Erkadius Erkadius Erli Meichory Viorika Eryati Darwin Fachry Abda El Rahman Fauzan Azima Fauzar Fauzar Felisia . Firdawati Firdawati Firman Arbi Gustina Lubis Gustina Lubis Hafifatul A Rahmy Hafni Bachtiar Hanifa Hanif Hardisman Dasman Harun Harnavi Helmizar Hervita Yeni Hirowati Ali, Hirowati Humaira, Hamdini Husna Yetti Ied Imilda Ihsan, Indra Ikhsan Marzony Ilmiawati Ilmiawati, Ilmiawati Imil Irsal Imran Indra Ihsan Indrapriyatna, Ahmad Syafruddin Indri Permata Rani Irhamna Yusra Irvan Medison Irvan Medison Irvan Medison Iskandar Fitri, Iskandar Joserizal Serudji Koesoemadinata, Raspati C. Lestari, Rahmi Lita Farlina Liza Fitria Liza Fitria, Liza Lydia Aswati, Lydia Machdawaty Masri Masri Maharani Permata Sari Marhefdison Marhefdison Masrul Djalal Miko, Alfan Muhammad Hendri Mukhti, Karina Astarini Nastiti Kaswandani Nelwati Nelwati Nelwati, Nelwati Nia Kurniati Nice Rachmawati Nice Rachmawati Masnadi Nina Dwi Putri Nisa Haska Maulina Novi Violona Edwar Novialdi . Novita Br Ginting Munthe Novita Br Ginting Munthe Nur Afrainin Syah Nur Indrawaty Lipoeto Nurul Noviarisa Osharinanda Monita Rahmi Lestari Rahmi, Yannisa Mutiara Rapida Saragih Ratno Widoyo, Ratno Resti Ayu Safitri Retno Devita Revi Riliani Ricco Azali Rima Semiarty Rina Triasih Rinang Mariko Rinang Mariko Rinang Mariko, Rinang Rizanda Machmoed Rizanda Machmoed Rizanda Machmud Rizanda Machmud Rizki Meizikri Roza Erisma Roza Kurniati Russilawati, Russilawati Sahputra, Roni Eka Shinta Ayudhia Stephen M. Graham, Stephen M. Susmiati Susmiati Syahredi SA Trisasi Lestari, Trisasi Triyanto Triyanto Utari Gustiany G Viorika, Erli Meichory Youri, Riana Yuhandri Yuhandri, Yuhandri Yuniar Lestari Yuniar Lestari Yusrawati Yusrawati Yusri Dianne Jurnalis Yusri Dianne Jurnalis Zeffira, Laura Zelly Dia Rofinda