Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN AGROFORESTRI DI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN, BANDARLAMPUNG Rahmat Safei; Rahmat Safei; Yeni Susanti; Christine Wulandari; Slamet Budi Yuwono; Hari Kaskoyo
Jurnal Hutan Tropis Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 9 NOMER 2 EDISI JULI 2021
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v9i2.11299

Abstract

Wan Abdul Rachman Forest Park (Tahura WAR) is one of a forest area located on Register 19 Lampung. Based on literature and research results in Tahura WAR, there had not been many reports of people perceptions for the agroforestry management, so it is necessary to conduct research to determine people involvement in forest management with agroforestry cropping patterns. The research was conducted from February to March 2020 in Sumber Agung Village, Bandar Lampung City. Sampling using purposive with a total 36 respondents and data collection using observation techniques, interviews with questionnaires, literature study and documentation. Data were analyzed using a qualitative descriptive method with a 1-3-5 scaling (Likert Scale Modification). The variables used are the social characteristics and people perceptions for the agroforestry management as seen from the indicators including community knowledge about forest management, forest protection, wildlife livelihoods, collection of forest products and agroforestry economy. Based on the results of the study, the social characteristics consist of low education level (SD-SMP) was 86,11%, the age dominated by the medium category (30-45 years was 61,11%, and the number of dependents in the medium category (3-4 people) was 66,67%. People perception for the agroforestry management was affected by ecological and economic aspects. Based on the ecological aspect, the overall perception of the community was classified as moderate. In detail, the perception analysis of ecological aspects were as follows: 78.81% in understanding the utilization of the forest area, 100% in understanding land processing, 60% understanding land clearing, 85.94% understanding reforestation measures, 77.21% not understanding insect pest control and 91.07% understanding disease management. Meanwhile, the people perception of grazing livestock, clearing forest land, actions when encountering animals and controlling wildlife was 100% understanding. Based on the economic aspect, People perception for the agroforestry management was classified as low because 100% not understanding the benefits of non-timber forest products (NTFPs) in the agroforestry system, 70% understanding the types of plants that have economic value, and 85% not understanding the value the importance of agroforestry in Tahura WAR on community income.
Pelatihan Penguatan Kapasitas Sumberdaya Manusia Dalam Menanggulangi Dampak Sosial Ekonomi Petani Perhutanan Sosial Akibat Pandemi Covid-19 di KPH Pesawaran, Lampung Christine Wulandari; Samsul Bakri; Rahmat Safe'i; Rudi Hilmanto; Jacky Michael Pah; Putra Pangestu
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2022): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.294 KB) | DOI: 10.23960/rdj.v1i2.6241

Abstract

Pengelolaan hutan tingkat tapak merupakan peran kunci pemerintah dalam mengatasi gangguan dan kendala yang mengancam keberadaan atau kelestarian hutan. Kendala tersebut terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pembentukan organisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang kuat. Secara spesifik dalam rentang waktu 3 tahun ini penting untuk juga menyikapi dampak negatif pandemi COVID-19 terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan SDM dalam pengelolaan hutan dan memperkuat sistem kelembagaan petani pengelola hutan. Metode penyuluhan yang digunakan adalah diskusi interaktif yang dipimpin oleh tim dosen dari Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penilaian hasil pre-test dan post-test didasarkan pada hasil yang dihitung dengan menggunakan metode scoring untuk menilai keberhasilan pembinaan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom. Hasil post test menunjukkan bahwa hasil pengabdian kepada masyarakat (PKM) berhasil memberikan pengetahuan dan wawasan tentang optimalisasi dan penguatan sistem kelembagaan termasuk kapasitas SDM KPH yang diharapkan mampu menanggulangi dampak negatif situasi sosial dan ekonomi petani hutan sosial dalam pengelolaan KPH akibat pandemi COVID-19. Hal ini penting karena pandemi COVID-19 sangat berdampak pada aspek sosial ekonomi di berbagai aktivitas petani sekitar hutan. Kegiatan PKM memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan staf KPH Pesawaran dalam mengatasi dampak sosial ekonomi petani perhutanan sosial akibat pandemi Covid-19.Pengelolaan hutan tingkat tapak merupakan peran kunci pemerintah dalam mengatasi gangguan dan kendala yang mengancam keberadaan atau kelestarian hutan. Kendala tersebut terutama dalam penguatan sumber daya manusia (SDM) dan pembentukan organisasi Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) yang kuat. Secara spesifik dalam rentang waktu 3 tahun ini penting untuk juga menyikapi dampak negatif pandemi COVID-19 terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengoptimalkan sistem pengelolaan SDM dalam pengelolaan hutan dan memperkuat sistem kelembagaan petani pengelola hutan. Metode penyuluhan yang digunakan adalah diskusi interaktif yang dipimpin oleh tim dosen dari Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Penilaian hasil pre-test dan post-test didasarkan pada hasil yang dihitung dengan menggunakan metode scoring untuk menilai keberhasilan pembinaan. Pelaksanaan pengabdian masyarakat secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom. Hasil post test menunjukkan bahwa hasil pengabdian kepada masyarakat (PKM) berhasil memberikan pengetahuan dan wawasan tentang optimalisasi dan penguatan sistem kelembagaan termasuk kapasitas SDM KPH yang diharapkan mampu menanggulangi dampak negatif situasi sosial dan ekonomi petani hutan sosial dalam pengelolaan KPH akibat pandemi COVID-19. Hal ini penting karena pandemi COVID-19 sangat berdampak pada aspek sosial ekonomi di berbagai aktivitas petani sekitar hutan. Kegiatan PKM memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan staf KPH Pesawaran dalam mengatasi dampak sosial ekonomi petani perhutanan sosial akibat pandemi Covid-19.
KERAGAMAN SPESIES TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT BERDASARKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA PENYANGGA EKOSISTEM GAMBUT TAHURA OKH PROVINSI JAMBI Dera Anggraini; Dian Iswandaru; Christine Wulandari; Novriyanti Novriyanti
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i3.14963

Abstract

Berbagai spesies tumbuhan sebenarnya telah dimanfaatkan oleh berbagai tipologi masyarakat di dunia karena diyakini dapat memelihara kesehatan dan meringankan bahkan mengobati berbagai masalah tubuh. Akan tetapi pengetahuan mengenai hal ini pada masyarakat yang tinggal di sekitar ekosistem gambut belum terdokumentasikan secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengulas keragaman spesies tumbuhan berkhasiat obat atau pemelihara kesehatan masyarakat sekitar gambut Tahura Orang Kayo Hitam (OKH). Salah satu desa di Tahura OKH Provinsi Jambi dipilih untuk diteliti dengan pemilihan responden secara purposive.  Data mengenai berbagai spesies tumbuhan berkhasiat obat atau pemelihara kesehatan, khasiat tiap spesies tumbuhan, bagian tubuh spesies tumbuhan yang sering digunakan, teknik pemanfaatan, dan intensitas penggunaannya digali melalui wawancara terbuka dengan panduan kuisioner. Temuan penelitian menunjukkan sebanyak 31 spesies tumbuhan digunakan masyarakat untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan. Masalah kesehatan yang paling banyak diobati menggunakan tumbuhan diantaranya ialah tekanan darah tinggi (hipertensi), nyeri kaku pada sendi, radang sendi, dan demam. Spesies yang paling banyak disebut bermanfaat berdasarkan pengetahuan masyarakat ialah kunyit (Curcuma longa). Selain itu ada pula sirsak (Annona muricata), duku (Lansium domesticum), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), dan jahe merah (Zingiber officinale).
KARAKTERISTIK PENGUNJUNG PADA WISATA ALAM AIR TERJUN BATU PUTU KOTA BANDAR LAMPUNG Refki Eka Putra; Slamet Budi Yuwono; Susni Herwanti; Christine Wulandari
Jurnal Belantara Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v6i1.765

Abstract

Visitor characteristics are essential in tourism development because they serve as the basis for decision making of the tour management. The purpose of this research is to identify the visitors characteristics on Natural Tourism of Batu Putu. The data were collected through interview method, online questionnaire,  and literature study. Then, the data obtained were analyzed descriptive qualitative. The results showed that the visitors characteristics were dominated by the age of 17-25 years with the male gender whose job as an entrepreneur / self-employed and senior high school graduates. The majority of visitors who come have an income of less than Rp. 1000,000. The distance to travel at the location is 5-20 km within less than 1 hour travel. The road is accessible, but the visitors’ frequency is once visitation.
SPESIES TUMBUHAN INVASIF DI AREA REHABILITASI EKOSISTEM GAMBUT TAHURA ORANG KAYO HITAM PROVINSI JAMBI Yuni Anjelita Br Sipayung; Novriyanti Novriyanti; Christine Wulandari; Dian Iswandaru
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN TROPIS VOLUME 11 NOMER 1 EDISI MARET 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i1.15990

Abstract

Ekosistem gambut yang kaya akan bahan organik sangat rapuh dan rentan terjadi kebakaran. Karakteristik ekosistem gambut yang unik memerlukan regenerasi dan permudaan alam yang dapat membantu memperbaiki pemulihan ekosistem gambut, terutama dari spesies yang berdampak negatif, misal spesies invasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberadaan spesies tumbuhan invasif di ekosistem gambut Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam (Tahura OKH) Provinsi Jambi. Penelitian dilakukan pada September 2021 di areal rehabilitasi PT PLN di dalam kawasan Tahura OKH seluas 195 Ha. Intensitas sampling yang digunakan yaitu 1 % dengan total 48 plot. Berdasarkan hasil analisis vegetasi, dari ke-14 spesies tumbuhan yang tercatat ada spesies yang tergolong invasif, yaitu alang-alang (Imperata cylindrica), senggani (Melastoma candidum), rumput Israel (Asystasia gangetica), bandotan (Ageratum conyzoides), dan rumput teki (Cyperus rotundus). Sisanya berpotensi menjadi invasif ditinjau dari frekuensi temuan dan dominansinya di dalam kawasan Tahura OKH.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Tentang Alternatif Pemasaran Damar Mata Kucing (Shorea javanica): Studi Kasus Desa Pahmungan dan Pajar Bulan, Lampung Barat Christine Wulandari; Zeda Erdian; Lutfi Nur Latifah; Nur Ahmad Fadli; Vinanda Arum Tri Kurniawan; Aryanti Rizki Adinda; Lusiana Tursina Silaban; Bagus Saputra; Rahmawaty Rahmawaty; Destia Novasari; Dewi Rafika Sari
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 2, No 1 (2023): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v2i1.7001

Abstract

Damar mata kucing (Shorea javanica) merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang telah banyak dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar Desa Pahmungan dan Desa Pajar Bulan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Penurunan minat masyarakat dalam mengelola repong damar salah satunya disebabkan oleh turunnya harga resin damar. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan pada tangga 21 – 23 Oktober 2022 ini   adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang alternatif pemasaran damar agar mereka tetap memperoleh harga jual yang sesuai. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan Focus Group Discussion (FGD). Peserta PKM sebanyak 11 orang adalah perwakilan tokoh masyarakat dari 2 desa Pahmungan dan Pajar Bulan. Hasil PKM menunjukkan bahwa pemasaran damar yang selama ini dilakukan oleh masyarakat  masih secara konvensional. Di lokasi diketahui adanya satu saluran pemasaran damar yaitu dari petani – pengepul tingkat desa – PT Indo Gala Murni Pratama – Ekspor. Setelah diberikan ceramah oleh tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung beserta mitra yang kemudian diikuti dengan FGD pengetahuan dan pemahamam masyarakat tentang pemasaran damar mata kucing meningkat. Lebih rinci, peningkatan pemahaman masyarakat yaitu tentang alternatif pemasaran damar berdasarkan kondisi pasar dan budidaya damar mata kucing. Berdasarkan hasil pre-test dan posr-test peningkatan pemahaman masyarakat terhadap kondisi pasar yaitu dari 52,73  menjadi 92,72 atau meningkat 39,99. Peningkatan pemahaman pada budidaya damar mata kucing yaitu 69,09 dan 98,18 atau meningkat 29,09.
COMPOSITION AND AGE CLASS OF LONG-TAILED MACAQUE (MACACA FASCICULARIS) IN THE TROPICAL PEAT ECOSYSTEM (CASE: In Buffer Village Around Orang Kayo Hitam Forest Park) Yoannisa Egeustin; Dian Iswandaru; Christine Wulandari; Novriyanti Novriyanti; Hendra Prasetia
Jurnal Belantara Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Forestry Study Program University Of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbl.v6i2.979

Abstract

The long-tailed mcaque (Macaca fascicularis) has a fairly wide population distribution in Indonesia. According to IUCN data, the population of long-tailed mcaque is decreasing every year, the cause is a decrease in habitat quality. One of the habitats of long-tailed mcaque which is currently under pressure due to conversion is located in a buffer village around the Orang Kayo Hitam Forest Park (Tahura OKH). This study aims to analyze the composition and age class of long-tailed monkeys. Observation methods were used to observe long-tailed mcaque based on morphological characteristics such as coat color and body size. Based on the results of the study, the composition of long-tailed mcaque was divided into two groups, the residential group (KP) and the river border group (KS). The number in KP is 8 individuals with an age class of 5 adults, 3 immature while the number in KS is 27 individuals with an age class of 18 adults, 4 immature, 3 juvenile, 1 infants. This condition illustrates that the river border habitat is better than the residential habitat. In addition, adults and adolescents are more numerous, indicating individuals who have a function for reproduction and continue reproduction. This breeding rate is the potential for regeneration of long-tailed mcaque and the potential for the regeneration process of peat ecosystems through the role of long-tailed monkeys as pollinators for seed dispersal.
STATUS KEBERLANJUTAN EKOWISATA MANGROVE PETENGORAN, KECAMATAN TELUK PANDAN, KABUPATEN PESAWARAN Alexander Sanjaya; Christine Wulandari; Zainal Abidin; Rahmat Safe’I; Agus Setiawan; Bainah Sari Dewi
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18194

Abstract

Penurunan fungsi ekosistem mangrove terus terjadi akibat degradasi lingkungan, rendahnya koordinasi antar instansi, dan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya, sehingga diperlukan upaya yang tepat untuk menjamin kelestariannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks dan status keberlanjutan ekowisata mangrove, menentukan atribut yang mempengaruhi keberlanjutan ekowisata mangrove dan merumuskan strategi pengelolaan ekowisata mangrove.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat, pengunjung ekowisata dan pemangku kepentingan. Metode pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan simple random sampling, accidental sampling dan purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, penginderaan jauh, wawancara dan studi pustaka. Metode NDVI dengan perangkat lunak ArcGIS 10.3 digunakan untuk menganalisis kondisi ekologi, sedangkan untuk kondisi social ekonomi dan kelembagaan dianalisis menggunakan metode deskriptif. Status kelestarian ekosistem mangrove dianalisis menggunakan perangkat lunak RAP-MForest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pengelolaan ekowisata mangrove pada dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan cukup baik yang ditunjukkan dengan nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar 60,40; dimensi sosial 52,38; dan dimensi kelembagaan sebesar 57,77. Hasil penelitian untuk dimensi ekonomi masuk dalam kategori kurang berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan sebesar 50,14, sedangkan status kelestarian pengelolaan kawasan ekowisata mangrove Petetengoran secara umum termasuk dalam kategori cukup lestari. Strategi pengelolaan ekowisata mangrove yang harus dilakukan antara lain peningkatan rehabilitasi mangrove dan tingkat kerapatannya; menciptakan peluang pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata; menyelesaikan potensi konflik dengan penggunaan lain; peningkatan peran kelompok mangrove; meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan dan komitmen dukungan pemerintah daerah untuk konservasi.
KONTRIBUSI KOMPOSISI TANAMAN AGROFORESTRI TERHADAP PENDAPATAN PETANI KELURAHAN PINANG JAYA KOTA BANDAR LAMPUNG Shelva Ayuniza; Susni Herwanti; Christine Wulandari; Hari Kaskoyo
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 10, No 2 (2020): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v10i2.40819

Abstract

Agroforestry is a utilization technique by combining woody plants (forestry) with crops, plantation crops, and livestock that are managed on one land. The agroforestry system can provide a better function, in terms of ecology, economy, and social culture that is important for agroforestry farming communities, one of which can provide income for farmers. This study aims to analyze how much the contribution of agroforestry plant composition to farmers' income. This research was conducted in Pinang Jaya Sub-District, Kemiling District, Bandar Lampung. To analyze the income, it is done by tabulating several groups of crop composition and calculating the income of farmers where the revenue is reduced by the cost of production. From the analysis and calculation results obtained eight plant compositions where composition V gets the highest income of Rp. 25.550.000 / kk / ha / year with cocoa (Theobroma cacao) and cloves (Eugenia aromatica) combined with petai plants (Parkia speciosa), papaya (papaya) Carica papaya), banana (Musa sp), jengkol (Pithecellobium lobatum), areca nut (Pinanga kuhlii), and durian (Durio zibethinus).Keywords : agroforestry, crop composition, income.Agroforestry merupakan teknik pemanfaatan dengan menggabungkan tanaman kayu (kehutanan) dengan tanaman perkebunan, dan peternakan yang dikelola di satu lahan. Sistem agroforestri dapat memberikan fungsi yang lebih baik, dalam hal ekologi, ekonomi, dan budaya sosial yang penting bagi masyarakat petani agroforestri, salah satunya dapat memberikan pendapatan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar kontribusi komposisi tanaman agroforestri terhadap pendapatan petani. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung. Untuk menganalisis pendapatan, dilakukan dengan melakukan tabulasi beberapa kelompok komposisi tanaman dan menghitung pendapatan petani dimana pendapatan dikurangi dengan biaya produksi. Dari hasil analisis dan perhitungan diperoleh delapan komposisi tanaman dimana komposisi V mendapatkan pendapatan tertinggi sebesar Rp. 25.550.000 / kk / ha / tahun dengan tanaman kakao (Theobroma cacao) dan cengkeh (Eugenia aromatica) yang dikombinasikan dengan tanaman petai (Parkia speciosa), pepaya (papaya) Carica pepaya), pisang (Musa sp), jengkol (Pithecellobium lobatum), pinang (Pinanga kuhlii), dan durian (Durio zibethinus)Kata kunci: agroforestry, komposisi tanaman, pendapatan
KARAKTERISTIK SOSIAL YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN Prihandini Tria Okta Viani; Hari Kaskoyo; Christine Wulandari; Rahmat Safe'i
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 11, No 1 (2021): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v11i1.40807

Abstract

The management area of KPH VIII Batu Tegi which is a watershed of the Way Sekampung watershed included in the priority watershed category because most of the watershed areas have experienced changes in forest function. So that all forms of land management in the region can affect the quality and quantity of the Way Sekampung watershed, including a Social Forestry scheme with community empowerment. Community empowerment in KPH Unit VIII Batu Tegi needs to take into account to aspects of community characteristics that affect its perception and behavior in forest management. This study aimed to analyze the characteristics that influence people's perception and behavior in managing HKm. Respondents in this study were 71 members of the Mandiri Lestari Forest Farmers Group (Gapoktan) who have working areas in the Protected Forest area register 39 Kota Agung Utara. The analytical method used is non parametric statistical correlation Spearman Rank. The instrument used is a Likert scale. The results obtained indicate that the Social characteristics that have a real influence on people's perceptions are age. While the level of community behavior is not influenced by the observed characteristics of the respondents. Keywords : behavior; characteristics; perception, community forest.
Co-Authors Achmad Haris Adinda, Aryanti Rizki Aghesna Rahmatika Kesuma Agus Kurniawan Damanik Agus Setiawan Agustiana, Laviyanti Agustin, Yuli Ahmad Khairil Fajri Aina, Erni Vida Airansi, Adraisna Alawiyah Alawiyah Aldina Refa Vernanda Alexander Sanjaya Alfarizi, Aditiya Anindya Nurfitri Anshory Apriliani, Adella Putri Ardyanto, Niko Arianti, Tanti Arief Darmawan Arief Darmawan Arsyad Sobby Kesuma Aryanti Rizki Adinda Asep Sukohar Asri Haryanda, Wal Azhary Taufiq Bagus Saputra Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Baliton, Romnick S. Bella Audia Betta Kurniawan, Betta Cabahug, Rowena E. D. Castillo, Arnold Karl SA. Ceng Asmarahman Comia, Reynaldo A. Dera Anggraini Dermiyati Dermiyati Destia Novasari Destia Novasari Dewi Rafika Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dian Iswandaru Dian Iswandaru Dian Iswandaru Dian Iswandaru Dian Iswandaru Dian Nova Yanti Didik Suharjito Dita Cahya Melati Dodik Ridho Nurrochmat Doria, Cici Duryat Dyah Indriana Kusumastuti Edo Firnanda, Edo Eka Ria Novita Sari Sirait Elsa Nadia Almaidah Endro Prasetyo Wahono Eny Puspasari Erdian , Zeda Erdian, Zeda Erly, Hasbiyan Erly, Hasbiyan Fadela Yunika Sari Fadli, Nur Ahmad Faisal Arafat Farhad Maryan Saputra Fauzi Febrianto Febrian, Ardi Febriyano, Indra Gumay Febryanto, Indra Gumay Ferdiawan, Yuda Fitriana , Yulia Rahma Fitriana, Yulia Rahm Fitriana, Yulia Rahma Gading, Rio Hardito, Joni Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Harianto, Sugeng P Harianto, Sugeng P. Harianto, Sugeng Prayitno haris, achmad Harsya, Erisa Pratiwi Hasballah, Bayu Ginanjar Hasbiyan Erly Hendra Prasetia Heni Triana Idi Bantara Indra G Febryano Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Intan F Suri Intan Safitri, Intan Irwan Sukri Banuwa ISKANDAR Iswandaru , Dian Iswandaru, Dian Iwais, Niken Aurora Jacky Michael Pah Jayawarsa, A.A. Ketut Jhons Fatriyadi Suwandi Jumaiyah Kaskoyo, Hari Kaskoyo, Hari Kheynad KHOIRUNNISA Kukuh Setiawan Kurniasari, Nanda Kurniasih, Heni Kurniawan, Okta Dwi Andika Kurniawan, Vinanda Arum Tri Kuswandono Kuswandono Kuswandono, Kuswandono Landicho, Leila D. Latifah, Lutfi Nur Leila Dimayuga Landicho Lestari, Rayi Nindya Lusiana Tursina Silaban Lutfi Nur Latifah M. Pahlevi Fadhlurrazzaq Levi M. Saipurrozi Mahyuddin, Arie Marti Sya’ban, Hendra Maryani, Lusia Leni Meizannur . Melya Riniarti Mora, Andita Minda Muhammad Rasyid Lubis Murhadi Nabila Daud Nasution, Miftahul Jannah Nasution, Siska Dewi Mauly Nia, Kurnia Albarkati Noviani, Erina Novilyansa, Elza Novriyanti Novriyanti Nuning Nurcahyani Nur Ahmad Fadli Nur Ahmad Fadli Nurrahman, Muhammad Irfan Nurul Imamah Paelmo, Roselyn F. Pangestu, Pandu Galang Pardede, Lusiana Pardede, Lusiana Br. Pitojo Budiono Prihandini Tria Okta Viani Purba, Erik Timoteus Puspasari, Eny Putra Pangestu Putra, M. Aditya Rahma Fitriana, Yulia Rahmat Safe'i Rahmawaty Rahmawaty Refki Eka Putra Rhezandhy Gunawan Rini Nurindarwati Riyanto Riyawan, I Nyoman Rohman, Widodo Arif Rommy Qurniati Romnick Salvago Baliton Rowena Esperenza Dicolen Cabahug Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rusdianto Rusdianto Rusdianto Rusdianto, Rusdianto rusita rusita Sadewo, Bagus Safe’i, Rahmat Said, Feriany Salsabila, Sahda Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakrie Sandi Asmara Saputra, Farhad Maryan Saputra, Pindo Riski Sari, Fadela Yunika Saswiyanti, Enny Setiawan, Birgita Diah Puspitrani Setiawati Millenium, Errica Shalihah, Sausan Tadzkia Shelva Ayuniza Shinta Mayasari Sirait, Eka Ria Novita Sari Siti Rohana Slamet Budi Yuwono Sugeng p Harianto Sugiharti, Tri Sumekar, Diyah Suprihatin Ali Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Syafira, Hanna Syahiib, A. Nizam Tadzkia Shalihah Sauce Tampubolon, Novelina Taufiq, Azizul Rahmad Teguh Endaryanto Tri Widyawati, Tri Tugiono, Tugiono Tugiyono Uma , Kaifa Umarta, Risqi Vernanda, Aldina Refa Vinanda Arum Tri Kurniawan Visco, Roberto G. Wahyu Hidayat Widianningrum, Wahyu Widiyanto, Fifi Aleyda Winarno, Gunardi Djoko Winarno, Gunardi Djoko Wisnu Satyajaya Yeni Apriliyani Yeni Susanti Yoannisa Egeustin Yoke Justitia Yuda Ferdiawan Yuli Agustin Yulia Rahma Fitriana Yuni Anjelita Br Sipayung Zainal Abidin Zainal Abidin Zeda Erdian Zeda Erdian