Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE HYBRID TENTANG COVID-19 DAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA KADER PKK DESA CIKIDANG KECAMATAN LEMBANG Jutti Levita; Sri Adi Sumiwi; Mutakin Mutakin; Tiana Milanda; Irma Melyani Puspitasari; Sriwidodo Sriwidodo; Ellin Febrina; Yasmiwar Susilawati; Indah Suasani Wahyuni; Irma Erika Herawati; Renny Amelia; Gofarana Wilar
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v11i2.34927

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) di Desa Cikidang sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut. Masyarakat berpartisipasi sangat baik dan menginginkan kegiatan dapat dilakukan secara kontinu serta melibatkan masyarakat yang lebih luas. Desa Cikidang belum memiliki sarana kesehatan dan lokasi Puskesmas terdekat adalah di Desa Cikole, berjarak 3,5 km. Berdasarkan data dari Puskesmas Cikole periode tahun 2019, tercatat bahwa penyakit hipertensi memiliki angka kejadian tertinggi yaitu 135 kejadian. Kegiatan PPM ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kader PKK tentang penyakit hipertensi dan juga tentang COVID-19. Kegiatan dilakukan dengan menerapkan metode hybrid luring dan daring (gabungan sinkronus dan asinkronus menggunakan media leaflet dan video). Dari sejumlah enam puluh undangan yang disebarkan, kegiatan PPM dihadiri oleh tiga puluh lima peserta. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, sehingga dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan secara hybrid berhasil meningkatkan pengetahuan kader PKK tentang COVID-19 dan Penyakit Hipertensi sebesar 13,56%. 
SENYAWA BIOAKTIF KROMEN PADA GENUS PEPEROMIA Syumillah Saepudin; Yasmiwar Susilawati
Kartika : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/kjif.v7i2.229

Abstract

Senyawa kromen memiliki aktivitas farmakologi yang beragam. Senyawa kromen ditemukan diberbagai genus tanaman. Peperomia merupakan genus terbesar kedua dalam keluarga Piperaceae. Berbagai aktivitas farmakologis Peperomia telah diketahui seperti antidiabetes, antibakteri, antijamur, dan analgesik. Peperomia mengandung metabolit sekunder salah satunya adalah senyawa kromen. Hasil penelusuran pustaka diketahui beberapa spesies Peperomia yang memiliki senyawa kromen antara lain Peperomia pellucida, Peperomia dindygulensis Miq, Peperomia sui, Peperomia villipetiola, Peperomia serpens dan Peperomia oreophila Hensch. Beberapa isolat kromen pada spesies Peperomia telah diuji aktivitas farmakologi antara lain antijamur, antidiabetes dan antiangiogenik.
Kajian Interaksi Obat pada Resep Polifarmasi Dokter Spesialis Dalam Periode April 2024 di Salah Satu Apotek di Kota Bandung Annisa Maulida Azzahra; Yasmiwar Susilawati
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Jurnal Imu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v2i3.3123

Abstract

Drug interaction is a change in the effect of a drug due to the presence of other drugs taken simultaneously, which will cause a decrease in the therapeutic effect of the drug and toxicity in the body can increase. Changes in drug effects due to drug interactions vary greatly between individuals because they are influenced by various factors such as dose, drug levels in the blood, route of drug administration, drug metabolism, duration of therapy and patient characteristics. The potential for drug interactions can occur, one of which is in patients who take a large number of drugs simultaneously or Polypharmacy. Therefore, this study is related to the problem of drug interactions that occur due to Polypharmacy Prescriptions from internal medicine specialists at One of the Pharmacies in Bandung City which really needs to be considered, especially by a pharmacist. The results can be concluded that there are 22 drug interactions originating from 69 prescriptions with details of 10 minor interactions, 11 moderate interactions, and 1 major interaction. This shows that of the 69 prescriptions that have been studied, only 31.88% have interactions with minor, moderate, and major categories.
Identifikasi Interaksi Obat Pada Resep Tentang Gangguan Pernapasan di Bulan Februari 2023 di Apotek Kota Bandung Rahayu, Fima Perdani; Susilawati, Yasmiwar
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.47060

Abstract

Interaksi obat adalah suatu efek obat yang disebabkan oleh dua obat atau lebih yang berinteraksi dan dapat mempengaruhi respon tubuh terhadap pengobatan. Interaksi obat sangat penting untuk memaksimalkan hasil pengobatan atau terapi dan meminimalisir terjadinya efek samping yang mengakibatkan efek toksik pada tubuh. Sistem pernapasan merupakan suatu penyakit yang dapat terjadi dimana saja tanpa memandang usia sehingga kasus sistem pernafasan merupakan 4 dari 10 penyakit yang menyebabkan kematian di Indonesia. Identifikasi interaksi obat pada suatu apotek yang dilakukan dengan memilih 2 resep gangguan pernapasan secara acak setiap harinya pada bulan Februari 2023 setelah itu tentukan tingkat keparahannya melalui website www.drugs.com dan www.medscape.com drug interaction checker. Hasil yang didapatkan yaitu terdapat 24 resep dari 60 resep yang berpotensi Drug-related problem (DRP)  dengan persentase interaksi sebanyak 40%. Hasil interaksi obat dengan kelompok minor sebanyak 41,67%; moderate sebanyak 54,16% dan major sebanyak 4,16%. Kata Kunci : Interaksi Obat, Sistem Pernapasan, Resep
Identifikasi Potensi Interaksi Antar Obat Pada Resep Pasien Gangguan Pencernaan di Apotek X Periode Februari 2023 Neli, Neli; Susilawati, Yasmiwar
Farmaka Vol 21, No 3 (2023): Farmaka (November)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i3.46806

Abstract

Penyakit gangguan pencernaan merupakan salah satu penyakit yang umum dialami oleh masyarakat terutama di Indonesia penyakit gastritis mencapai 40,8% sedangkan diare di negara berkembang dapat menyebabkan 1,5 juta kematian. Dengan demikian, pasien gangguan pencernaan semakin meningkat yang menimbulkan akan banyaknya obat yang diresepkan dan potensi interaksi obat akan meningkat. Interaksi obat dapat menyebabkan berkurangnya efek klinis dari salah satu obat atau dapat menurunkan efek toksik pada salah satu obat, sehingga interaksi obat dapat mempengaruhi keefektivitasan obat dalam penyembuhan pasien. Oleh karena itu dilakukan identifikasi potensi interaksi obat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan memilih resep pada pasien gangguan pencernaan secara acak lalu menentukan interaksi obat yang terjadi melalu website drugs.com dan Medscape. Hasil yang didapat dari 60 resep yang diambil secara acak didapat 29 interaksi antar obat diantaranya yaitu interaksi moderate 62,06% dan minor 37,93%.Kata kunci: Gangguan Pencernaan, Apotek, Interaksi Obat 
Potensi Tumbuhan Genus Phyllanthus sebagai Imunomodulator dan Antiinflamasi Oktarina, Dewi Ria; Susilawati, Yasmiwar; Halimah, Eli
Indonesian Journal of Biological Pharmacy Vol 1, No 2 (2021): IJBP (Desember)
Publisher : Department of Biological Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7768.792 KB) | DOI: 10.24198/ijbp.v1i2.37027

Abstract

Sistem kekebalan adalah sistem pertahanan tubuh, yang bertujuan untuk mengenali dan merespons dari berbagai macam patogen atau cedera untuk melindungi tubuh. Sistem imun dapat mengalami ketidakseimbangan yang berdampak pada inflamasi yang tidak terkontrol dan menyebabkan berbagai penyakit. Dalam mengatasinya diperlukan imunomodulator dan antiinflamasi. Tumbuhan yang memiliki efek imunomodulator dan antiinflamasi yaitu tumbuhan meniran (genus Phyllanthus). Diketahui tumbuhan yang masih satu genus dengan meniran yang memiliki kemiripan kandungan kimia. Kesamaan kandungan kimia dari masing-masing tumbuhan genus Phyllanthus berkemungkinan memiliki efek dan potensi aktivitas yang sama. Tujuan dari artikel review ini adalah untuk menelusuri potensi aktivitas imunomodulator dan antiinflamasi tumbuhan genus Phyllanthus. Pencarian sumber dilakukan secara elektronik melalui situs PubMed. Berdasarkan hasil penelusuran didapatkan 43 artikel yang memenuhi kriteria penulisan. Senyawa tumbuhan genus Phyllanthus seperti: filtetralin, filantin, etil 8-hidroksi-8-metil-tridekanoat, 1,7,8-trihidroksi-2-naftaldehida, corilagin, geranin, tanin, kuersetin, rutin, dan asam galat berpotensi sebagai imunomodulator dengan cara mengatur respon imun humoral dan respon imun seluler. Senyawa tumbuhan genus Phyllanthus seperti: asam galat, filantin, hipofilantin, fisetin, katekin, corilagin, geranin, urolitin A, dan englerin A, telah terbukti berpotensi sebagai  antiinflamasi dengan cara mengatur regulasi sitokin, enzim, dan protein inflamasi, serta menargetkan jalur persinyalan inflamasi.
Review of Surfactant Use in Curcumin Drug Delivery System Rostinawati, Titin; Sriwidodo, Sriwidodo; Susilawati, Yasmiwar; Ch., Anis Yohana
Jurnal Kartika Kimia Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Kartika Kimia
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Sciences and Informatics, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkk.v5i1.96

Abstract

Curcuminoids are the active components of the dried rhizome of Curcuma longa Linn. Curcuminoids consist of the three most basic constituents: curcumin, demethoxycurcumin, and bisdemethoxycurcumin. Traditionally, turmeric is widely used to treat flatulence, liver, menstrual disorders, hematuria, bleeding, and colic. With more research, turmeric's benefits are increasing, ranging from anti-inflammatory, cancer, autoimmune, neurological, cardiovascular disease, and diabetes. However, this is limited by the Physicochemical properties of curcumin which is not soluble in water; its metabolism is fast, and it is unstable in physiological pH and alkaline, causing low bioavailability and resulting in less optimal therapeutic effect. Currently, several drug delivery systems have been developed to improve the bioavailability of curcumin, such as adjuvants, liposomes, nanoparticles, curcumin-phospholipid complexes, curcumin structural analogs, micronization, and nanonization, Self Micro Emulsifying Drug Delivery Systems (SMEDDS), cyclodextrin inclusions, solid dispersions, nanoemulsions, nano balls, nanobeads, and nanofibers. Many of these preparations use the help of surfactants. Surfactants are used as emulsifiers, wetting agents, and solvents. In principle, surfactants help reduce surface tension and interfacial tension in gases, liquids, and solids, allowing these substances to diffuse and spread. Factors that must be considered when selecting a surfactant are the critical micelle concentration and the HLB value. Selection of the right surfactant will help increase bioavailability.
Review of Natural Remedies for Accelerate Diabetic Wound Healing Rr. Kirana Andranilla; Yasmiwar Susilawati
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol. 4 No. 3 (2018): J. Trop. Pharm. Chem.
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117, Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus UNMUL Gunung Kelua, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jtpc.v4i3.182

Abstract

Diabetic is a metabolic disorder disease leading to hyperglycemia because of lack of insulin secretion or inadequate of insulin activity. Indonesia has 9.600 plant species that have been used for health care and treatment of various diseases. Diabetic patients can experience a problem in the form of foot blood vessels disorders and if not treated properly will become wounds that are difficult to heal and easily develop into gangrene which is high risk of amputation. Therefore, this journal will discuss about natural remedies that can be used as a treatment in patients with diabetic wounds and several pharmacological testing performed for testing the diabetic wound healing activity . Various kinds of natural remedies such as Andredera cordifolia, Centella asiatica, Curcuma longa, Carica papaya and hone are proven to accelerate diabetic wound healing through various mechanisms.
Aktivitas Antihipertensi Ekstrak Kering Terstandarisasi Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) Hasil Produksi Skala Pilot Yasmiwar Susilawati; Tira Soleha Rahmatullah; Ahmad Muhtadi; Ferry Ferdiansyah Sofyan; Ami Tjitraresmi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v1i10.90

Abstract

Salah satu tumbuhan yang digunakan dalam penanganan hipertensi adalah dengan kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.). Penelitian sebelumnya membuktikan bahwa ekstrak etanol kelopak bunga rosela menunjukkan aktivitas antihipertensi yang signifikan (P<0,1) dan prospektif untuk dikembangkan. Telah dilakukan produksi ekstrak kering rosela terstandarisasi skala pilot di industri ekstrak bersertifikat IEBA. Diperlukan pengujian aktivitas antihipertensi dari ekstrak tersebut sehingga dapat diketahui dosis yang tepat untuk diaplikasikan pada manusia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Non invasive blood pressure terhadap hewan uji tikus putih jantan galur Wistar. Penelitian ini terdiri atas 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif, dosis 150 mg/kgBB; dosis 250 mg/kgBB; dosis 350 mg/kgBB; dan dosis 500 mg/kgBB. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dosis 250 mg/kgBB ekstrak kering kelopak bunga rosela (Hibiscus sabdariffa L.) memiliki aktivitas sebagai antihipertensi pada tikus putih jantan galur wistar dengan persentase inhibisi sistol dan diastol sebesar 27,74% dan 33,18 %. Hasil konversi dosis untuk manusia yang menghasilkan efek penurunan tekanan darah pada manusia adalah dosis 2,8 gram/70 kgBB atau 40 mg/kgBB.
Aktivitas Imunomodulator Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) dengan Metode Induksi Bakteri dan CBC-Diff Yasmiwar Susilawati; Moelyono Moektiwardoyo; Eli Halimah; Imam Adi Wicaksono; Zelika Mega Ramadhania; Silvia Sari Prastiwi
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman pepaya (Carica papaya L.) merupakan salah satu tanaman familia Caricaceae yang telah dikenal luas dan memiliki multi manfaat untuk kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas imunomodulator dari ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) yang dilakukan secara in vivo pada tikus putih galur wistar dengan metode CBC-Diff. Pengamatan aktivitas imunomodulator dilakukan terhadap parameter konsistensi feses, jumlah monosit, neutrofil, leukosit, dan limfosit. Pada hari ke-7 dan 14 tikus diinduksi dengan bakteri Shigella dysentriae dan dilakukan pengambilan darah melalui ekor tikus pada hari ke-0, 7, 8, 9, 14, 15, 16, dan 21 untuk melihat jumlah leukosit dan komponennya. Hasil pemeriksaan sampel darah dengan Hematology analyzer menunjukkan bahwa parameter neutrofil mengalami peningkatan pada hari ke-8 dan penurunan pada hari ke-9, monosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-9, leukosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-9, dan limfosit mengalami peningkatan yang signifikan pada hari ke-16. Berdasarkan hasil analisis secara statistik dengan metode Analisis varian (ANAVA) diperoleh simpulan bahwa ekstrak daun papaya menunjukkan aktivitas imunostimulan yang signifikan dan dosis 800 mg/kg BB menunjukkan aktivitas imunomodulator tertinggi ditinjau dari parameter neutrofil dan monosit.
Co-Authors Achmad Rante Suparman, Achmad Rante Ade Zuhrotun Adrian Suparman Ahmad Muhtadi Ahmad Muhtadi Ajeng Diantini, Ajeng Ami Tjitraresmi Ami Tjitraresmi, Ami Angga Geganaputra Anis Yohana Chaerunisa Anis Yohana Chaerunisaa, Anis Yohana Anita Apriliana Anjabtsawa, Daffa Annisa Maulida Azzahra Apriani Sulu Parubak Aria Aristokrat Aryanti, Ninda Boima Ramses Situmeang Ch., Anis Yohana DIANA ALIFAH DINI HANIFA Dolih Gozali Eli Halimah Eli Halimah Eli Halimah, Eli Ellin Febrina Fahriza Ardiansyah Ferry Ferdiansyah Sofian, Ferry Ferdiansyah Ferry Ferdiansyah Sofyan Fuji Fadhilla Sandy Gofarana Wilar HENIVIA NOVANTI Hesti Purwaningsih Hidayati, Tita Kosima Holis Abdul Holik Humaira Praswatika Dewi Ida Musfiroh Ida Musfiroh -, Ida Musfiroh Imam Adi Wicaksono Indah Suasani Wahyuni Irma Erika Herawati Irma Melyani Puspitasari Ivan Surya Pradipta Jutti Levita Kokom, Asep Kusumastuti, Pinastya Purwakaning MEGANTARA, SANDRA Melinda Januarti MOCHAMAD RIZKY FAUZY Moelyono Moektiwardoyo Moelyono Moektiwardoyo Moelyono Moektiwardoyo Moelyono, M W Moelyono, M W Muchtaridi Muchtaridi MUFIDAH MAWADDAH Muhaimin Muhaimin Muhammad Ryan Radix Rahardhian Muhammad Ryan Radix Rahardhian Murtihapsari . Mutakin Mutakin Neli, Neli Ningrum, Sri Rahayu Widya Nita Listiani Norisca Aliza Putriana NORISCA ALIZA PUTRIANA Nugrahani, Hanny Okta Nama Putra Oktarina, Dewi Ria OKTAVIANI, DEDE JIHAN PRILLY MUTIARA SANDY Putri Churnia Arifin Putri, Chintiana Nindya Raden Maya Febriyanti Radite Yogaswara Rahayu, Fima Perdani Ramonah, Dewi Renny Amelia Ririn Suharsanti, Ririn Rochjana, Anna Uswatun Hasanah Rostinawati, Titin Rr. Kirana Andranilla Shafirany, Mareetha Zahra Silmi Auliya Zakariya Silmi Auliya Zakariya Silvia Sari Prastiwi Simorangkir, T.P.H. Simorangkir, T.P.H. Sri Adi Sumiwi Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sriwidodo Sulistyaningsih, Widya Ayu Susilawati, Elis Syumillah Saepudin Tati Herlina TIANA MILANDA Tina Rostinawati Tira Soleha Rahmatullah Titi W Nikodemus Utami, Nadya Firdianna Utami, Nadya Firdianna Yoppi Iskandar Zakia, Syifa Zelika Mega Ramadhania Zelika Mega Ramadhania