Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS USAHATANI DAUN BAWANG (Allium fistulosum L.) DAN KONTRIBUSINYA TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA KECAMATAN LIANG ANGGANG Ayu Cahya Amalia; Ahmad Yousuf Kurniawan; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, pendapatan, keuntungan, kelayakan dan kontribusi budidaya daun bawang di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang. Data primer dikumpulkan melalui wawancara tatap muka dengan pemilik peternakan di lokasi penelitian, dengan menggunakan kuesioner yang disediakan. Sedangkan data sekunder diambil dari buku, majalah, instansi dan organisasi yang terkait dengan penelitian ini. Populasi petani berdasarkan dari luas tanaman dan produksi sayur-sayuran di Kota Banjarbaru. Populasi penelitian adalah petani yang menanam daun bawang yaitu sebanyak 30 orang petani. Hasil penelitian menunjukan biaya eksplisit Rp9.413.618/usahatani, biaya implisit Rp1.826.954/usahatani, total biaya (TC) Rp11.240.571/usahatani, penerimaan total Rp21.850.000/usahatani, pendapatan Rp11.163.669/usahatani, dan keuntungan yang didapat Rp9.384.762/usahatani. Nilai RCR adalah 1,94 artinya usahatani bawang daun ini menguntungkan dan layak untuk di kembangkan. Kontribusi pendapatan usahatani daun bawang terhadap pendapatan total rumah tangga petani sebesar Rp91,37% yang artinya hampir seluruh pendapatan rumah tangga petani berasal dari usahatani daun bawang.
Kontribusi Pendapatan Usahatani Cabai Besar terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Uswatun Khasanah; Umi Salawati; Ahmad Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7820

Abstract

Cabai besar (Capcisum annum L) merupakan tanaman hortikultura yang cukup penting di Indonesia karena merupakan salah satu jenis sayuran buah yang mempunyai protein untuk dikembangkan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Komoditas ini dapat dikembangkan oleh banyak orang dan komoditas ini cukup menguntungkan karena tersedianya peluang pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya kontribusi pendapatan usahatani cabai besar terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru dan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi petani cabai besar di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya total usahatani cabai besar periode musim tanam bulan Juli 2021- Agustus 2021 rata-rata sebesar Rp28.053.500/masa tanam. Penerimaan usahatani cabai besar berkisar antara Rp26.000.000,-/masa tanam sampai dengan Rp91.000.000/masa  tanam. Pendapatan usahatani cabai besar rata-rata sebesar Rp41.269.000/masa tanam. Kontribusi pendapatan usahatani cabai besar sebesar 88% dan hambatan yang dihadapi yaitu pengendalian hama dan penyakit pada tanaman cabai besar, pembudidayaan tanaman yang dilakukan oleh petani tanpa diikuti dengan penanganan pembudidayaan yang benar, harga cabai besar yang mengalami kenaikan dan penurunan harga, keadaan tanah.
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Keripik Singkong Borneo Di Desa Cindai Alus Widia Ariyanti; Umi Salawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12264

Abstract

Singkong sangat fleksibel diolah menjadi produk makanan, baik secara langsung maupun tidak langsung maka dari itu munculah sebuah ide mengenai pengembangan produk olahan singkong menjadi salah satu bagian kuliner saat ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor internal dan eksternal dan menganalisis strategi pengembangan usaha keripik singkong Borneo dengan analisis SWOT. Tempat penelitian berlokasi di Jalan Kebun Raya No,95 RT 05 Rw 02, Desa Cindai Alus, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar, dimulai sejak bulan April 2023. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan matriks posisi yang diperoleh dari perhitugan bobot X rating diketahui posisi kuadran usaha keripik singkong Borneo terletak pada kuadran V dengan strategi mempertahankan dan pelihara dengan rata rata 2,0 – 2,99. Dari hasil penggabungan dan pencocokan matriks IE melalui hasil IFE dan EFE diperoleh divisi sel 5 yaitu melaksanakan strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Dari hasil analisis SWOT diketahui faktor kekuatan adalah terjaganya kualitas serta kuantitas produk, faktor kelemahan adalah kurangnya promosi dan inovasi baik segi rasa maupun produk, faktor peluang adalah permintaan akan produk keripik singkong cukup tinggi dan harga produk lebih murah dibandingkan produk sejenis, faktor ancaman adalah merek dagang yang tidak dicantumkan dan banyaknya perusahaan sejenis
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK KOPI SUSU DI COFFEE SHOP SUNDAY FESTIVAL BANJARBARU Aahmes Rafi Gani; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12278

Abstract

Bisnis Coffee Shop semakin marak sehingga menyebabkan semakin ketatnya persaingan. Tiap pelaku usaha berupaya untuk menghadirkan pelayanan terbaik dan terobosan baru pada produknya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi atribut kopi susu yang menjadi kesukaan konsumen serta preferensi dari konsumen Coffee Shop Sunday Festival Banjarbaru dan mengidentifikasi pertimbangan konsumen berdasarkan atribut yang tersedia dalam menentukan pilihan pembelian. Penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2023 sampai Desember 2023. Penelitian ini merupakan penelitian survey dan dalam penarikan contohnya menggunakan metode accidental sampling. Berdasarkan metode tersebut maka diperoleh responden sebanyak 50 orang. Penelitian ini menggunakan metode analisis multi atribut fishbein dengan skala likert yang digunakan sebagai skala. Berdasarkan hasil penelitian, atribut yang menjadi preferensi konsumen kopi susu Cremee Brule dan Tiramisu yaitu rasa sedang, harga sedang, sajian menarik dan promosi melalui sosial media baik. Kemudian atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dari kopi susu Cremee Brule yang diurutkan dari yang tertinggi sampai terendah yaitu promosi melalui sosial mediadengan (Ao) sebesar 14,43, rasa dengan (Ao) sebesar 14,21, sajian dengan (Ao) sebesar 13,17, Harga dengan (Ao) sebesar 10,94. Sedangkan pertimbangan atribut dalam keputusan pembelian kopi susu Tiramisu secara berurutan dari yang tertinggi yaitu promosi melalui sosial media dengan (Ao) sebesar 14,74, rasa dengan (Ao) sebesar 13,90, sajian dengan (Ao) sebesar 13,10, harga dengan(Ao) sebesar 11,60
TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI KARET KECAMATAN AWAYAN KABUPATEN BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Khairatul Mahmudah; Yudi Ferrianta; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12269

Abstract

Tanaman karet merupakan salah satu sumber daya alam yang mudah diperoleh. Tanaman karet merupakan tanaman tahunan atau produk tanaman yang mempunyai peranan penting bagi Indonesia sebagai mata uang nonmigas, sehingga pengembangannya dapat meningkatkan produktivitas usahatani karet. Kabupaten Balangan terdiri dari delapan kecamatan dengan perkebunan karet di seluruh kecamatannya. Salah satu kecamatan yang mempunyai luas wilayah terluas dibandingkan kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Awayan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan petani karet di Kecamatan Awayan Kabupaten Balangan dan mengukur kesejahteraan petani karet di Kecamatan Awayan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Awayan menggunakan Metode Accidental Sampling dan sampelnya sebanyak 30 orang. Hasil survei menunjukkan jumlah produksi sebesar 4.698,26 kg, harga jual rata-rata sebesar Rp6.750, jumlah penjualan sebesar Rp 31.715.280, dan total biaya sebesar Rp 22.843.933 sehingga diperoleh pendapatan bersih rata-rata budidaya karet di Kecamatan Awayan sebesar Rp 8.871.347. Kesejahteraan petani karet di Kecamatan Awayan menunjukkan bahwa 36,66% (11 Responden) keluarga petani karet sejahtera dan 63,33% (19 Responden) tidak sejahtera. Hal ini menunjukkan bahwa untuk 11 orang responden menerima pendapatan yang lebih besar daripada 19 orang responden karena menerima pendapatan di bawah kriteria Badan Pusat Statistik (BPS) yakni sebesar Rp5.447.136,-/kapita/tahun. 
Analisis Pendapatan Bersih Usahatani Kelapa Sawit di Desa Bulurejo Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Misbahrudin Misbahrudin; Umi Salawati; Luthfi Fatah
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7878

Abstract

Prospek perkebunan kelapa sawit di Indonesia sangat menjanjikan, selain itu negara Indonesia memiliki kondisi yang cocok untuk tanaman kelapa sawit seperti iklim tropis serta area lahan yang masih luas untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih dan permasalahan yang dihadapi petani pada usahatani kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Desa Bulurejo Kecamatan Mantewe pada bulan Februari sampai Juni 2022. Jumlah responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 28 orang yang umur tanam sawitnya 10 tahun ke atas dan dipilih secara simple ramdom sampling (acak sederhana). Biaya awal pada usahatani kelapa sawit terdiri dari biaya pembersihan lahan, pembuatan lubang, pembelian bibit, pemancangan, pemupukan dan penanaman bibit. Biaya awal yang dikeluarkan sebesar Rp. 794.475/tahun. Biaya tetap meliputi penyusutan alat dan sewa lahan, yaitu Rp 389.175/tahun. Biaya variabel meliputi biaya tidak tetap yaitu pemupukan, herbisida dan tenaga kerja sebesar Rp. 10.407.692. sehingga biaya total adalah Rp. 11.591.342. Produksi rata-rata yang diperoleh dalam satu tahun adalah 24.646/kg. Rata-rata harga jual TBS adalah Rp. 2.046,67/kg, sehingga penerimaan sebesar Rp. 50.442.229/tahun. Rata-rata pendapatan bersih usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 38.850.887/tahun. Masalah yang dihadapi oleh para petani diantaranya adalah aspek harga jual TBS yang fluktuatif, kecenderungan upah tenaga kerja luar keluarga yang meningkat, kenaikan harga pupuk dan herbisida dan kualitas bibit kelapa sawit yang rendah.
ANALISIS PENDAPATAN PETANI NANAS PARIGI DI DESA PARARAPAK KECAMATAN DUSUN SELATAN KABUPATEN BARITO SELATAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Januar Khodari; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12261

Abstract

Nanas Parigi adalah varietas nanas madu unggulan yang dapat tumbuh baik di tanah gambut dengan pH 4 – 5 (sangat asam) di daerah Dusun Parigi dan Dusun Danau Jutuh, Desa Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan, Provinsi Kalimantan Tengah. Nanas parigi punya karakter khas, diantaranya tidak menimbulkan rasa gatal di lidah dan kadar gula yang lebih banyak. Uniknya, bila ditanam diluar Kabupaten Barito Selatan rasanya akan berubah, tidak semanis apabila ditanam di sekitaran Desa Pararapak padahal sama-sama ditanam di tanah gambut. Desa Pararapak merupakan salah satu penghasil produksi buah nanas di Kecamatan Dusun Selatan. Permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani nanas parigi yang pertama yaitu pada musim hujan dimana air melimpah sehingga tanaman nanas parigi yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan baik, tetapi disisi lain ketika curah hujan ekstrem lahan akan tergenang dan tanaman nanas rawan terserang hama penyakit yang berakibat produksi yang dihasilkan petani tidak optimal. Permasalahan kedua yaitu murahnya harga jual nanas parigi saat panen bersamaan yang menyebabkan penawaran melebihi permintaan. Tujuan penelitian ini adalah menghitung biaya, penerimaan, pendapatan usahatani nanas parigi yang diterima oleh petani dan mengetahui permasalah yang dihadapi petani dalam usahatani nanas parigi
Analisis Pendapatan Bersih Petani Kelapa Sawit di Desa Maju Mulyo Kecamatan Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu Hendrik Fahrudin; Umi Salawati; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i4.7850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih pada petani kelapa sawit dan permasalahan yang dialami oleh petani kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Maju Mulyo Kecamatan Mantewe Januari 2020 sampai Desember 2020. Responden yang diteliti adalah petani yang umur tanaman sawit adalah 10 tahun dengan jumlah 22 responden dipilih secara simple random sampling (acak sederhana).Biaya awal pada usahatani kelapa sawit terdiri dari biaya pembersihan lahan, pembuatan lubang, pembelian bibit, pemancangan, pemupukan dan penanaman bibit. diketahui biaya awal pada tahun pertama yang dikeluarkan petani kelapa sawit di Desa Maju Mulyo yaitu sebesar Rp. 13.555.909. Biaya awal pada tahun kedua sebesar Rp. 601.363. Sehingga biaya awal yang dikeluarkan sebesar Rp. 14.157.271. Biaya Tetap meliputi penyusutan alat usahatani kelapa sawit dan sewa lahan, Adapaun alat yang digunakan adalah parang, dodos, egrek, tojok, gancu dan sprayer (alat semprot). Biaya Variabel meliputi biaya tidak tetap yaitu pemupukan, obat dan tenaga kerja, biaya yg dikeluarkan biaya variabel sebesar Rp. 9.535.000,18. Adapun biaya total yang dikeluakan yaitu sebesar Rp. 13.887.326. Produksi rata-rata yang diperoleh dalam sata tahun adalah 20.704 kg. Rata-rata harga jual tandan buah segar adalah Rp. 1.493,75/kg, Sehingga Penerimaan usahatani kelapa sawit sebesar Rp. 30.926.600 per tahun. Rata-rata pendapatan bersih usahatani kelapa sawit adalah sebesar Rp. 17.236.437. Masalah utama yang masih dihadapi oleh para petani diantaranya adalah aspek harga jual TBS yang naik turun/fluktuasi. Selain itu harga sarana produksi seperti pupuk dan herbisida cendrung mengalami kenaikan. Sehinga produksi akan mengalami penerunan.
Analisis Kepuasan Konsumen Terhadap Pelayanan Positif Space & Eatery Banjarbaru Muhammad Rizqi Aulia; Umi Salawati; Usamah Hanafie
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i1.14658

Abstract

Tren minum kopi kini menjadi populer bagi kalangan masyarakat, dengan hadirnya kafe atau coffee shop yang berkembang pesat menyebabkan persaingan bisnis semakin ketat, baik dari segi produk, fasilitas, maupun pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat harapan dan kinerja, serta mengidentifikasi atribut untuk meningkatkan kepuasan konsumen di Positif Space & Eatery Banjarbaru. Penelitian ini dimulai dari bulan Agustus 2024 hingga November 2024. Metode penarikan contoh menggunakan teknik accidental sampling yang dibantu alat berupa kuesioner. Variabel yang diukur menggunakan metode SERVQUAL (Service Quality) atau kualitas pelayanan terdiri dari 6 (enam) dimensi, yaitu penampilan fisik tempat, penampilan fisik barista, kehandalan, tanggapan, kepastian, dan empati. Analisis yang digunakan adalah Importance-Performance Analysis (IPA). Berdasarkan hasil penelitian bahwa skor rata-rata tingkat harapan sebesar 4,30 kategori “Sangat Penting” sedangkan tingkat kinerja sebesar 4,06 kategori “Memuaskan”. Pada diagram Kartesius menunjukkan bahwa dari 28 atribut, terdapat 2 atribut berada di kuadran A yang menjadi prioritas untuk diperbaiki, 16 atribut berada di kuadran B menjadi atribut yang memberikan hasil yang memuaskan sehingga perlu mempertahankan kinerja pelayanan, 9 atribut berada di kuadran C yang dapat dipertimbangkan kembali karena pengaruhnya kecil terhadap kepuasan konsumen, dan 1 atribut berada di kuadran D dianggap kurang penting oleh konsumen tetapi memberikan pelayanan yang baik.
HUBUNGAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DENGAN REFERENSI MAHASISWA DALAM MEMILIH CAFE DI KOTA BANJARBARU (Studi Kasus Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat) Siti Sapnah; Kamiliah Wilda; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i1.12280

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi saat ini berkembang dengan begitu pesat, sehingga menyebabkan banyak perubahan-perubaha ndan berpengaruh nyata dalam kehidupan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan media sosial Instagram dengan referensi dalam mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru. Penelitian ini dilakukan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Agribisnis Universitas Lambung Mangkurat Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui instrumen kuesioner. Data sekunder diperoleh dari berbagai dinas atau instansi-instansi serta literatur-literatur, buku-buku dan internet. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 95 orang responden diketahui bahwa nilai Sig (2-Tailed) sebesar 0,038 dimana lebih kecil dari 0,05, sesuai dengan kaidah rank Spearman hasil tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, dimana terdapat hubungan media sosial Instagram dengan referensi mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru. Adapun nilai koefisien korelasi yang diperoleh sebesar 0,213 yang berada pada skala 0,20-0,39 yang berarti dapat dikatakan bahwa hubungan antara media sosial Instagram dengan referensi mahasiswa dalam memilih cafe di Kota Banjarbaru adalah rendah atau lemah. Hubungan yang lemah tersebut disebabkan karena intensitas responden dalam mengunjungi cafe kebanyakan hanya 1 bulan sekali sehingga tidakterlalu sering dalam melakukan pencarian cafe-cafe yang ada di Kota Banjarbaru melalui Instagram. Adapun saran kepada pemilik akun cafe diharapkan lebih memanfaatkan penggunaan fitur-fitur instagram dalam memberikan informasi mengenai cafe mereka agar calon konsumen menjadi tertarik untuk datang mengunjungi cafe mereka.
Co-Authors Aahmes Rafi Gani Adriani, Dewi Erika Ahmad Yousuf Kurniawan Ahmad, Muh. Ihsan Said Aldi Renaldi Andi Haslinah Andi Suci Anita Andri Widianto Artahnan Aid Ayu Cahya Amalia Ayubbi Syalehuddin Dewa Oka Suparwata Dewi Erika Adriani Dolok Saribu Eka Radiah Emmy Sri Mahreda Emy Rahmawati Etty Sri Hertini Fauziah Fauziah Ferrianta, Yudi Gugun Aditama Gusti Rusmayadi Gusti Rusmayadi Hairi Firmansyah Hamdani Hamzan Wadi Hartoni Hartoni Haslinah, Andi Hendrik Fahrudin Hertini, Etty Sri Hikmah Hikmah Hilda Susanti Idiannor Mahyudin Inna Sisbi Laillasa Ivonne Fitri Mariay Januar Khodari Judijanto, Loso Kamiliah Wilda Khairatul Mahmudah Liz Yanti Andriyani Liz Yanti Andriyani Loso Judijanto Luki Anjardiani M. Mahardika Syahti Marhan Marhan Mariay, Ivonne Fitri Masniati Masniati Masyhudah Rosni Media Madiani Mira Yulianti Misbahrudin Misbahrudin Mochammad Misbakhul Khoiron Muh. Ihsan Said Ahmad Muhammad Adnan Muhammad Ersal Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Rizqi Aulia Muhammad Ruzhan Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Nor Haidah Nor Latifah Norsyifa Norsyifa Novia Rahmadanti Novia Susanty Novita Dewi Utami Nur Hidayah Nur Najwa Nurlina Ayu Hasanah Nurmelati Septiana Nurul Rohmatul Alfiani Nigsih Nurul Syaubah Pareira, Magdalena Sunarty Perikultos Leluani Priyana, Yana Rahmah Hidayah Ratna Sari Utami Rezky Fauji Rifiana Rifiana Rima Sapitri Rosdiana Rosdiana Rossydatul Hasanah Rusmiawati Rusmiawati Sabil Mokodenseho Sadik Ikhsan Saidy, Akhmad Rizalli Sandy Angga Saputra Seli Andriani Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Sapnah Sri Ismiati Rahayu Sutiharni Sutiharni Sutiharni, Sutiharni Sweking Sweking Syamsu Rijal Syamsu Rijal Tahir, Usman Tino Hartono Tuhumena, Veronica L. Usamah Hanafie Usman Tahir Uswatun Khasanah Veronica L. Tuhumena Wahyu Heldayanti Widi, Riantin Hikmah Widia Ariyanti Yana Priyana Yanti, Nuri Dewi Yousuf Kurniawan Yusuf Azis