Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS USAHA TERNAK AYAM PEDAGING (BROILER) SISTEM KERJASAMA OPERSIONAL AGRIBISNIS (KOA) PADA PT CIOMAS ADISATWA DI DESA LOK BATUNG KECAMATAN PARINGIN KABUPATEN BALANGAN Rezky Fauji; Umi Salawati; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.662

Abstract

Peternakan ayam broiler merupakan salah satu agroindustri yang berkembang pesat di Indonesia. Agroindustri umumnya mempunyai kontribusi yang signifikan bagi negara berkembang karena tiga alasan, yaitu sebagai sarana transformasi produksi pertanian menjadi produk siap konsumsi, sebagai faktor manufaktur andalan komoditas ekspor dan sebagai penyediaan bahan makanan sumber nutrisi bagi peningkatan kesejahteraan rakyat. Usaha peternakan ayam ras pedaging pada umumnya menghadapi beberapa permasalahan seperti mortalias ayam pada setiap periode produksi. Bagi peternak plasma yang melakukan kemitraan memilki persoalan seperti pelayanan, harga kontrak, kualitas DOC dan biaya produksi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mekanisme kemitraan, sistem kesepakatan harga sarana produksi dan hasil produksi serta bentuk perjanjian kerjasama antara PT Ciomas Adisatwa dengan Peternak, mengetahui besar biaya, penerimaan dan keuntungan, mengetahui kelayakan usaha usaha ternak ayam pedaging (broiler) sistem kerjasama opersional agribisnis (KOA) pada PT Ciomas Adisatwa di Desa Lok Batung Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lok Batung Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan yang dimulai dari bulan Februari sampai April 2018. Jumlah sampel sebanyak 4 orang peternak, diambil dengan cara metode simple random sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, biaya, penerimaan, keuntungan dan RCR. Hasil penelitian diperoleh mekanisme atau cara bermitra dengan PT Ciomas Adisatwa ada dua cara yaitu peternak mengajukan permohonan kepada PT Ciomas Adisatwa atau pihak perusahaan memberikan tawaran untuk melakukan kerjasama pemeliharaan ternak ayam pedaging (broiler). Kesepakatan harga sarana produksi dan hasil produksi di PT Ciomas Adisatwa ini ditandatangan dua minggu sebelum anak ayam (DOC) diserahkan kepada peternak untuk di pelihara. Bentuk perjanjian berupa dokumen Kesepakatan Harga serta Perjanjian Kerjasama. Pada usaha ternak ayam pedaging (broiler) di Desa Lok Batung Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan proses produksi umumnya ada 6 periode produksi selama 1 tahun, pada skala usaha menengah rata-rata biaya totalnya sebesar Rp 1.345.390.812,68 sedangkan skala usaha kecil rata-rata biaya totalnya sebesar Rp 857.297.933,04 dan rata-rata penerimaannya untuk skala usaha menengah sebesar Rp 1.374.320.535,82 sedangkan skala usaha kecil sebesar Rp 875.583,352,46 sehingga keuntungan yang diperoleh peternak untuk skala usaha menengah sebesar Rp 28.929.723,14 dan skala usaha kecil Rp 18.285.419,42. Besarnya RCR pada skala usaha menengah sebesar 1,0215 dan skala usaha kecil sebesar 1,0213 yang berarti setiap satu rupiah yang di keluarkan akan memberikan penerimaan lebih besar dari satu rupiah, dan usaha ternak ayam pedaging tersebut layak diusahakan.Kata kunci: usaha ternak ayam pedaging (broiler), sistem kerjasama operasional agribisnis (KOA).
Analisis Usahatani Integrasi Peternakan Ayam Ras Petelur dan Tanaman Jagung Hibrida di Desa Bentok Kampung, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Studi Kasus Usahatani Bapak Ideham Chalid) M. Mahardika Syahti; Hairi Firmansyah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1277

Abstract

Abstrak. Usahatani intgerasi memperpadukan lebih dari satu usahatani yang secara optimal yang mampu menghasilkan keuntungan lebih banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum usahatani integrasi peternakan ayam petelur dan tanaman jagung, menganalisis besarnya biaya, penerimaan dan kentungan, dan menganalisis pengaruh harga terhadap suatu barang. Penelitian ini menggunakan studi kasus yaitu pada usahatani integrasi peternakan ayam petelur dengan tanaman jagung di Desa Bentok Kampung Kecamatan Bati-bati Kabupaten Tanah Laut. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data perimer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya total yang dikeluarkan sebesar Rp 294.676.708/produksi. Hasil produksi selama penelitian diperoleh sebesar 19.050 kg dan penjualan ayam afkir sebesar Rp 10.000.000, sehingga penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 450.520.000/produksi. Keuntungan yang diperoleh sebesar 157.143.292/produksi. Berdasarkan pengaruh harga telur ayam diturunkan maka usahatani mampu bertahan sampai 25%. Maka disampulkan usahatani ini mampu bertahan meskipun harga telur ayam turun sampai 25%. Kata kunci : analisis usaha,  ayam petelur, jagung, integrasi.
DINAMIKA KELOMPOK TANI KARET DI DESA PELAJAU KECAMATAN BATUMANDI KABUPATEN BALANGAN Muhammad Adnan; Umi Salawati; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 1, No 4 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i4.625

Abstract

Hasil penilaian terhadap Peranan Kelompok Tani Teratai di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan berada pada katagori sedang hingga tinggi dengan persentase antara 71,80% sampai dengan 82,05%. Sehingga dapat dikatakan peranan Kelompok Tani Teratai telgolong cukup baik, hal ini dikarenakan Responden selaku anggota Kelompok Tani Teratai merasakan manfaat dari Kelompok Tani Teratai. Manfaat tersebut seperti pemberian informasi yang berkaitan dengan usaha tani anggota, baik teknologi maupun pengentahuan baru mengenai pertanian karet untuk kemajuan pertanian karet responden. Pemberian informasi ini membuat para responden merasa bahwa jika dengan kelompok tani mereka dapat mendapatkan banyak manfaat untuk kelangsungan usaha tani mereka. Hasil penilaian terhadap Dinamika Kelompok Tani Karet di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan yang dilakukan oleh Kelompok Tani Teratai menghasilkan nilai tinggi setiap indikator-indikator tersebut. Hal ini berarti bahwa Dinamika kelompok tani karet di Desa Pelajau Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan Berada Pada kategori Tinggi. Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh kelompok tani dalam meningkatkan dinamika kelompok tani karet adalah memperbaiki kekompakan antar kelompok, kerja sama antar kelompok, memperbaiki jadwal pertemuan dan jadwal kegiatan kelompok, mengadakan pertemuan rutin setiap minggu maupun setiap bulan. Adapun kendala yang dihadapi petani dalam berkelompok tani karet yaitu adanya ketidak aktifan antar anggota kelompok, adanya ketidak kompakannya sesama anggota, kurangnya kegiatan terhadap penyuluh pertanian untuk memberikan penyuluhan dan pelatihan petani, sehingga mengakibatkan kurangnya ilmu pengetahuan petani dalam berkelompok.Kata kunci: Manfaat, peranan kelompok tani, dinamika kelompok tan
Analisis Nilai Tambah Pengolahan Keripik Pisang di Desa Batu Balian Kec. Simpang Empat Kab. Banjar (Studi Kasus Industri Rumah Tangga Keripik Pisang Krenyess Merek “Al_Banna”) Novia Rahmadanti; Umi Salawati; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9408

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor yang mempunyai peran dalam pertumbuhan ekonomi negara terutama industri yang berbasis pertanian seperti di negara Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis keuntungan dan nilai tambah dari usaha pengolahan keripik pisang pada industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek”al_banna” di Desa Batu Balian Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yaitu metode yang menjelaskan jenis penelitian mengenai studi objek tertentu selama kurun waktu atau suatu fenomena yang ditentukan pada suatu tempat yang belum tentu sama dengan daerah lain. Periode analisis pada penelitian ini adalah satu bulan yaitu bulan Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya total yang dikeluarkan pemilik usaha adalah Rp9.190.151, dengan penerimaan sebesar Rp13.728.000 sehingga memperoleh keuntungan sebesar Rp4.537.849. Berdasarkan hasil analisis nilai tambah dengan metode Hayami, diketahui bahwa nilai tambah pada industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek ”al_banna” adalah Rp11.491/kg. Keuntungan dari industri rumah tangga kripik pisang krenyess merek”al_banna” adalah Rp7.741/kg dengan persentase 63,37%
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Minat Generasi Muda Terhadap Program Petani Milenial di Kota Banjarbaru Andri Widianto; Hamdani Hamdani; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8281

Abstract

Indonesia sebagai negara agraris selalu mengandalkan sektor pertanian yang meliputi beberapa sub sektor seperti sub sektor tanaman pangan, hortikultura, sub sektor perikanan, sub sekto r peternakan dan sub sektor kehutanan sebagai sektor yang dapat menyerap tenaga kerja. Ditinjau dari aspek pembangunan pertanian, Banjarbaru memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat potensial dan ditunjang oleh letak yang strategis bagi pengembangan sektor pertanian dan pemasaran hasil pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis hubungan antara faktor internal, faktor eksternal, dan minat generasi muda terhadap program petani milenial di Kota Banjarbaru. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah Stratified Proportionate Random Sampling dan jumlah sampel adalah 30 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan wawancara dibantu dengan daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Teknik analisis yang digunakan adalah Pearson Product Moment dan Multiple Correlation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel faktor internal berpengaruh positif dan signifikan dengan minat terhadap program petani milenial dengan nilai korelasi sebesar r hitung = 0,424 > r tabel = 0,361, Faktor eksternal berpengaruh positif dan signifikan dengan minat terhadap program petani milenial dengan nilai korelasi sebesar r hitung = 0,425 > r tabel = 0,361, faktor internal dan faktor eksternal bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan dengan minat terhadap program petani milenial dengan nilai korelasi sebesar Ry.x1x2 = 0,6 dan hasil uji signifikansi menggunakan uji F sebesar = 7,593 > F tabel = 3,35. Sedangkan faktor internal tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap faktor eksternal dengan nilai korelasi sebesar r hitung = 0,048 < r tabel = 0,361.
Analisis Usaha Pengolahan Kue Berbahan Baku Labu Kuning di Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan Kota Banjarbaru (Studi Kasus pada Usaha Kue Labuana) Ratna Sari Utami; Umi Salawati; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7796

Abstract

Usaha Kue Labuana merupakan salah satu UMKM yang mempunyai potensi untuk dikembangkan dengan memanfaatkan sumber daya hasil pertanian khususnya labu kuning sebagai bahan dasar pembuatan kue. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan, kelayakan usaha dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh usaha Kue Labuana di Kelurahan Loktabat Selatan Kecamatan Banjarbaru Selatan. Metode analisis data menggunakan pendekatan perhitungan biaya, penerimaan, keuntungan, RCR dan metode analisis deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, biaya usaha pengolahan Kue Labuana selama 1 (satu) minggu dari tanggal 10-16 Oktober 2021 adalah sebesar Rp 10.586.842 dengan penerimaan Rp 14.600.000, maka keuntungan yang diperoleh Rp 4.013.158. Nilai revenue cost ratio (RCR) pada usaha usaha Kue Labuana 1,379. Permasalahan yang dihadapi pada usaha Kue Labuana, yaitu sulit mencari tenaga kerja untuk memproduksi kue ketika pesanan produk meningkat, adanya pandemi COVID-19 dan kebutuhan bahan baku utama labu kuning tergantung tinggi rendahnya produksi labu kuning di tingkat petani.
Analisis Kelayakan Usaha Coffee Shop “Setara” Banjarbaru Kalimantan Selatan (Aspek Manajemen Sumberdaya Manusia dan Aspek Finansial) Rosdiana Rosdiana; Sadik Ikhsan; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7786

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sumberdaya manusia dan kelayakan usaha coffee shop Setara pada aspek finansial. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus coffee shop Setara yang berlokasi di Jalan Soeparto No.24 Loktabat Utara, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dari aspek manajemen sumberdaya manusia ada beberapa kriteria yang layak seperti sistem pemutusan hubungan kerja (PHK), jadwal kerja, jumlah tenaga kerja, struktur organisasi, dan job desc. Untuk sistem perekrutan dianggap tidak layak. Biaya yang dikeluarkan terdiri dari biaya inventaris sebesar Rp. 537.156.000 biaya gaji per tahun Rp 309.600.000 biaya operasional per tahun sebesar Rp. 181.860.000, dan biaya produksi per tahun sebesar Rp. 720.536.880. Pendapatan yang diterima per tahun sebesar Rp. 1.885.948.800. Nilai NPV diperoleh sebesar 2.609.785.455, nilai IRR diperoleh sebesar 88,3%, Net B/C diperoleh sebesar 5,859, Gross B/C diperoleh sebesar 1,25, dan untuk payback period diperoleh nilai 6,568 atau 6 tahun 7 bulan. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas kelayakan finansial usaha coffee shop Setara masih layak pada tiga simulasi yaitu, pada kenaikan harga produksi sebesar 10%, penurunan pendapatan sebesar 10%, dan secara bersama-sama menaiknya harga produksi dan menurunnya pendapatan masing-masing sebesar 10%.
Analisis Usaha Industri Rumah Tangga Pengolahan Kue Bawang di Desa Pasayangan Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Muhammad Ersal; Hairi Firmansyah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i1.6005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar biaya, penerimaan, keuntungan, tingkat kelayakan usaha, titik impas, dan mendeskripsikan permasalahan-permasalahan dalam usaha pengolahan kue bawang “Sari Bawang” Bapak Fakih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga bulan Agustus 2021 di industri usaha pengolahan kue bawang “Sari Bawang” yang berlokasi di Desa Pasayangan, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik studi kasus terpusat, wawancara, dan studi pustaka. Data diolah secara tabulasi yakni terdiri dari perhitungan Total Cost, nilai penyusutan barang modal tetap, Total Revenue, dan keuntungan usaha. Untuk menganalisis titik impas, digunakan analisa Break Even Point (BEP) dan untuk menghitungkan tingkat kelayakan usaha digunakan analisis RCR (Revenue Cost Ratio). Hasil menunjukkan bahwa: (1)Total Cost usaha pengolahan kue bawang “Sari Bawang” selama bulan Juli hingga Agustus 2021 adalah sebesar Rp 12.093.476,00; (2) Total penerimaan usaha adalah Rp 15.340.000,00 dengan keuntungan sebesar Rp 3.246.524,00; (3) Tingkat kelayakan usaha pengolahan kue bawang “Sari Bawang” ini sebesar 1,27 sehingga usaha ini tergolong layak untuk diteruskan dan dikembangkan; (4) Titik impas untuk berat 1 kg adalah pada saat penjualan sebanyak 84,49 kg denganjumlah penjualan sebesar Rp 5.280.625,00 dan saat produksi ke-14; (5) permasalahan yang dihadapi adalah keterbatasan modal dan tidak adanya mitra yang dapat membantu dalam permodalan usaha.
Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Gogo dan Prospek Pengembangan Usahatani Padi Gogo di Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rossydatul Hasanah; Umi Salawati; Yousuf Kurniawan
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6040

Abstract

Pengembangan padi gogo masih jauh tertinggal dibandingkan padi sawah. Pemenuhan kebutuhan pangan (beras) penduduk selama ini banyak berasal dari padi sawah, sementara sumbangan dari padi gogo masih minim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketahanan pangan rumah tangga petani padi gogo, menganalisis prospek pengembangan usahatani padi gogo dilihat dari permintaan pasar terhadap padi gogo, melalui intensifikasi, dan melalui ekstensifikasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini adaah data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan untuk menganalisis ketahanan pangan dengan menggunakan Garis Ketahanan Pangan dan luas lahan minimal untuk memenuhi kebutuhan pangan, untuk menganalisis prospek pengembangan usahatani padi gogo dilihat dari permintaan pasar terhadap padi gogo, prospek melalui intensifikasi dan ekstensifikasi dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif data primer dan analsisi statistika deskriptif data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka GKP petani padi gogo unggul lokal sebesar 1,11 dengan luas lahan minimal 0,57 ha dan angka GKP petani padi gogo unggul sebesar 1,38 dengan luas lahan minimal 0,42 ha.. Ketahanan pangan rumah tangga petani padi gogo dalam kategori tahan pangan, sementara pengembangan usahatani padi gogo dilihat dari permintaan pasar terhadap padi gogo, melalui intensifikasi, dan melalui ekstensifikasi memiliki prospek.
Analisis Pendapatan Petani Padi Gogo (Oryza sativa L.) di Lahan Perbukitan Desa Pembakulan Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah Tino Hartono; Masyhudah Rosni; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1940

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pembakulan Kecamatan Batang Alai Timur Kabupaten Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui biaya usahatani padi gogo, penerimaan, pendapatan, keuntungan, kelayakan serta permasalahan dalam usahatani padi gogo. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September 2018 sampai dengan April 2019. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan wawancara langsung sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur, dan dinas atau instansi yang terkait dengan penelitian ini yaitu Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Badan Pusat Statistik Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Batang Alai Timur. Hasil penelitian menunjukkan biaya total usahatani padi gogo per usahatani adalah Rp10.028.682,97 sedangkan dalam per hektar adalah Rp4.062.251,47. Penerimaan per usahatani padi gogo adalah Rp20.812.500,00 sedangkan per hektar adalah Rp8.426.113,36 dalam satu kali musim tanam dengan rata-rata luas lahan per usahatani adalah 2,47 ha. Produksi rata-rata per usahatani adalah 3,46 ton sedangkan per hektar adalah 1,41 ton. Pendapatan per usahatani padi gogo adalah Rp16.934.850,00 sedangkan per hektar adalah Rp6.855.419,60. Keuntungan yang didapat per usahatani sebesar Rp10.783.818,00, sedangkan keuntungan per hektar adalah Rp4.363.862,24. Berdasarkan hasil analisis RCR menunjukan bahwa usahatani padi gogo di Desa Pembakulan layak diusahakan. Hal ini dibuktikan dengan nilai RCR yang diperoleh sebesar 2,01 yang berarti setiap biaya satu rupiah diperoleh penerimaan 2,01 Rp.Kata kunci: analisis, biaya, produksi, keuntungan
Co-Authors Aahmes Rafi Gani Adriani, Dewi Erika Ahmad Yousuf Kurniawan Ahmad, Muh. Ihsan Said Aldi Renaldi Andi Haslinah Andi Suci Anita Andri Widianto Artahnan Aid Ayu Cahya Amalia Ayubbi Syalehuddin Dewa Oka Suparwata Dewi Erika Adriani Dolok Saribu Eka Radiah Emmy Sri Mahreda Emy Rahmawati Etty Sri Hertini Fauziah Fauziah Ferrianta, Yudi Gugun Aditama Gusti Rusmayadi Gusti Rusmayadi Hairi Firmansyah Hamdani Hamzan Wadi Hartoni Hartoni Haslinah, Andi Hendrik Fahrudin Hertini, Etty Sri Hikmah Hikmah Hilda Susanti Idiannor Mahyudin Inna Sisbi Laillasa Ivonne Fitri Mariay Januar Khodari Judijanto, Loso Kamiliah Wilda Khairatul Mahmudah Liz Yanti Andriyani Liz Yanti Andriyani Loso Judijanto Luki Anjardiani M. Mahardika Syahti Marhan Marhan Mariay, Ivonne Fitri Masniati Masniati Masyhudah Rosni Media Madiani Mira Yulianti Misbahrudin Misbahrudin Mochammad Misbakhul Khoiron Muh. Ihsan Said Ahmad Muhammad Adnan Muhammad Ersal Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Rizqi Aulia Muhammad Ruzhan Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Nor Haidah Nor Latifah Norsyifa Norsyifa Novia Rahmadanti Novia Susanty Novita Dewi Utami Nur Hidayah Nur Najwa Nurlina Ayu Hasanah Nurmelati Septiana Nurul Rohmatul Alfiani Nigsih Nurul Syaubah Pareira, Magdalena Sunarty Perikultos Leluani Priyana, Yana Rahmah Hidayah Ratna Sari Utami Rezky Fauji Rifiana Rifiana Rima Sapitri Rosdiana Rosdiana Rossydatul Hasanah Rusmiawati Rusmiawati Sabil Mokodenseho Sadik Ikhsan Saidy, Akhmad Rizalli Sandy Angga Saputra Seli Andriani Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Sapnah Sri Ismiati Rahayu Sutiharni Sutiharni Sutiharni, Sutiharni Sweking Sweking Syamsu Rijal Syamsu Rijal Tahir, Usman Tino Hartono Tuhumena, Veronica L. Usamah Hanafie Usman Tahir Uswatun Khasanah Veronica L. Tuhumena Wahyu Heldayanti Widi, Riantin Hikmah Widia Ariyanti Yana Priyana Yanti, Nuri Dewi Yousuf Kurniawan Yusuf Azis