Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Usaha Roti Manis Shofi di Kelurahan Pasayangan Utara Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar Nurlina Ayu Hasanah; Nina Budiwati; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10334

Abstract

Industri rumah tangga yang cukup terkenal di daerah Kabupaten Banjar adalah Roti Manis. Roti Manis Shofi saat ini memiliki banyak pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah terkadang Roti Manis Shofi juga dijadikan oleh-oleh khas dari daerah MartapuraPenelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui proses produksi Roti Manis Shofi di Martapura; menghitung besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dan titik impas (BEP) serta permasalahan dan solusi menyangkut usaha Roti Manis Shofi di Martapura. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data menggunakan konsep biaya dan deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian proses produksi roti manis dan roti isi shofi terbagi menjadi 3 tahapan yakni proses persiapan peralatan kerja, persiapan bahan-bahan roti dan proses pengolahan adonan roti. Biaya total yang dikeluarkan pada priode 1 tahun penelitian yakni Maret – Desember 2021 dan Januari – Februari 2022 adalah Rp 2.332.089.000 dengan biaya tetap sebesar Rp 82.860.000 dan biaya variabel sebesar Rp 2.249.229.000 Penerimaan yang diperoleh adalah senilai Rp 3.446.650.000. sedangkan keuntungan yang diperoleh adalah senilai Rp 1.114.561.000. BEP untuk roti manis pada harga Rp 27.000 menghasilkan BEP (unit) 5.592 unit dan BEP (rupiah) Rp 150.996.599 sedangkan pada harga Rp 29.000 menghasilkan BEP (unit) 4.650 unit dan BEP (rupiah) Rp 134.853.333. BEP untuk roti isi pada harga Rp 33.000 menghasilkan BEP (unit) 2.803 unit dan BEP (rupiah) Rp 92.511.398. BEP untuk roti isi pada harga Rp 35.000 menghasilkan BEP (unit) 2.331 unit dan BEP (rupiah) Rp 81.584.871. Permasalahan yang dihadapi Toko roti manis shofi yakni penurunan penjualan pada saat tanggal-tanggal diakhir bulan dan pada saat musim buah. Alternatif yang dilakuakan adalah menurunkan jumlah produksi pada tanggal-tanggal akhir bulan dan pada saat musim buah hal ini bertujuan agar penjualan tetap dapat berjalan dan mengurangi produk tersisa karena tidak terbeli oleh konsumen.
Tingkat Kemampuan Petani dalam Manajemen Usahatani Padi Unggul di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan Hikmah Hikmah; Mira Yulianti; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5979

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan petani dalam manajemen usahatani padi unggul varietas Mekongga di Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan menganalisis permasalahan manajemen usahatani padi unggul varietas Mekongga dan pemecahan masalahnya. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode multistage sampling sehingga didapatkan sampel berjumlah 23 responden dari 231 orang petani padi. Untuk menjawab tujuan pertama menggunakan rumus tingkat kemampuan manajemen dan untuk menjawab tujuan kedua menggunakan analisis deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan tingkat kemampuan petani manajemen usahatani padi unggul varietas Mekongga secara keseluruhan berada di kategori sedang (belum optimal) dengan persentase 63,16%. Adapun tingkat kemampuan petani pada fungsi perencanaan tergolong sedang yaitu 69,20%, fungsi pengorganisasian tergolong tinggi yaitu 77,90%, fungsi pengarahan tergolong sedang yaitu 59,60%, fungsi pelaksanaan juga tergolong sedang yaitu 61,55%, untuk fungsi pengawasan tergolong rendah yaitu 55,25%, dan fungsi evaluasi juga termasuk tergolong rendah yaitu 55,43%. Permasalahan dari aspek manajemennya yaitu pada aspek perencanaan sebagian petani mengalami masalah dalam keterbatasan perencanaan pengelolaan modal, aspek pengorganisasian petani mengalami masalah kurang terorganisirnya pembagian alokasi tenaga kerja luar keluarga dan dalam keluarga, pada aspek pengarahan petani tidak memberikan arahan yang cukup baik kepada tenaga kerja, seperti tidak melakukan pertemuan untuk memberikan arahan berkaitan dengan kegiatan usahatani yang akan dilaksanakan. Aspek pelaksanaan petani mengalami kendala dalam hal segi perawatan tanaman yaitu pemberian pupuk. Aspek pengawasan petani mengalami masalah dengan perbedaan harga jual gabah, dan masalah pada aspek evaluasi yaitu petani tidak melakukan pencatatan hasil evaluasi dalam bentuk pembukuan usahatani.
Analisis Usaha Pengolahan Produk Makanan Kerupuk Basah (Studi Kasus Usaha Pengolahan Kerupuk Basah Asli Sukamara Merk Mahdalina di Kelurahan padang, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah) Nor Haidah; Usamah Hanafie; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i2.6010

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan usaha pengolahan kerupuk basah, menganalisis biaya produksi, penerimaan dan keuntungan pada usaha kerupuk basah, menganalisis titik impas (break even point) dan mengetahui permasalahan yang ada pada usaha kerupuk basah asli Sukamara Mahdalina. Penelitian ini dilakukan pada 20 September sampai 20 Oktober 2020. Data yang dikumpulkan didapat melalui pengisian kuisioner, wawancara dan berupa studi kasus dengan pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan usaha kerupuk basah Ibu Mahdalina dilakukan di Jalan Cakra Adiwijaya RT 8 RW 3 Kelurahan Padang, Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah. Proses dimulai dari tahap awal yaitu menyiapkan bahan selanjutnya membersihkan ikan gabus, menghaluskan ikan gabus dan bumbu-bumbu mencampurkan semua bahan, pembentukkan, perebusan, pewarnaan dan pengemasan. Besar biaya tetap adalah sebesar Rp. 125.098/bulan dan biaya variabel sebesar Rp. 6.738.400. Penerimaan yang diperoleh dari usaha kerupuk basah Ibu Mahdalina adalah sebesar Rp. 10.800.000/bulan dan keuntungan yang diterima oleh usaha kerupuk basah ibu Mahdalina adalah sebesar Rp 3.936.502. Dari penelitian diperoleh nilai Titik Impas (Break Even Point) dalam unit adalah sebesar 33,3 buntang dan dalam rupiah sebesar Rp. 329.205,26
Kajian Ekonomi Pengolahan Makanan Gorengan pada Usaha Pisang Kipas Bati-Bati di Desa Nusa Indah Kecamatan Bati-Bati Kabupaten Tanah Laut Sandy Angga Saputra; Luki Anjardiani; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9419

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui biaya, penerimaan, keuntungan dan titik impas (BEP) serta permasalahan yang dihadapi dari Usaha Pisang Kipas Bati-bati Di Desa Nusa Indah Kabupaten Tanah Laut (Study Kasus Pisang Kipas Bati-bati). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2022 mulai persiapan, pengumpulan data, pengolahan data sampai dengan tahap penyusunan laporan. Perhitungan analisis adalah selama satu bulan produksi dimana produksi dilakukan setiap hari. Terdapat lima produk olahan yaitu pisang kipas Bati-bati, gorengan tahu dan gorengan tempe, gorengan jalabi dan gorengan bakwan. Biaya total yang dikeluarkan selama sebulan adalah sebesar 108.180.020. Penerimaan yang diperoleh sebulan adalah sebesar 213.750.000. Keuntungan yang diperoleh selama sebulan sebesar 105.569.980. Titik impas (Break Even Point) pada usaha gorengan pisang kipas Bati-bati study kasus pisang kipas Bati-bati yaitu titik impas pada satuan rupiah adalah sebesar 7.948.745 untuk pisang kipas dengan jumlah 3.179 unit dan untuk tahu sebesar 1.766.388 dengan jumlah 707 unit, untuk tempe sebesar 1.324.791 atau sebesar 530 unit, untuk gorengan jalabi sebesar 1.103.992 sebesar 442 unit, dan gorengan bakwan sebesar 441.597 atau sebesar 177 unit. Usaha gorengan pisang kipas Bati-bati study kasus pisang kipas Bati-bati memberikan keuntungan yang besar, disarankan pelaku usaha lebih mengoptimalkan promosi penjualan online yang tadinya hanya menggunakan media facebook dan whatsApp bisa menggunakan menambahkan media promosinya dengan Instagram.
Analisis Finansial Agribisnis Jagung Pakan di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Rima Sapitri; Yudi Ferrianta; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1964

Abstract

Jagung merupakan sumber makanan yang penting bagi manusia dan ternak, produksi jagung sebagai pakan di Indonesia ditujukan untuk unggas, ayam pedaging 54 %, ayam petelur 47,14 % dan sisanya untuk ternak itik. Tujuan penelitian ialah menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan dan permasalahan pada usahatani. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan metode stratified proportionate random sampling (sampel acak berstrata) yaitu 30 responden petani jagung pakan yang di ambil. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif dan analisis biaya eksplisit, biaya implisit, biaya total, penerimaan, pendapatan dan keuntungan. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata produksi usahatani jagung pakan dalam satu kali periode tanam adalah 12.223 kg dari jumlah total 367.000 kg. Untuk penerimaan rata-rata jagung pakan sebesar Rp 38.536.667 dari jumlah total Rp 1.156.100.000 dalam satu kali periode tanam. Rata-rata biaya yang dikeluarkan dalam usahatani jagung pakan sebesar Rp 22.712.425 dari total biaya Rp 681.372.752. Pendapatan rata-rata sebesar Rp 20.344.567 dari jumlah total Rp 610.337.000 dan keuntungan rata-rata sebesar Rp 16.187.728 dari jumlah total Rp 485.631.828. Adapun permasalahan yang dihadapi dalam usahatani jagung pakan adalah cuaca, ketersediaan pupuk dan ketersediaan informasi mengenai harga jagung dari perusahaan pembeli hasil produksi.Kata kunci : jagung, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan
Analisis Pendapatan Bersih Wanita Pedagang Sayur di Pasar Tradisional Astambul Rusmiawati Rusmiawati; Eka Radiah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i4.11548

Abstract

Tujuan peneitian adalah mengetahui profil wanita pedagang sayur di Pasar Tradisional Astambul yaitu umur, pedidikan formal, jumlah tanggungan, pekerjaan suami, lama atau pengalaman berdagang sayur di Pasar Tradisional Astambul. Serta mengetahui masalah yang dihadapi oleh wanita pedagang sayur dalam menjalankan usahanya. Penelitian dilaksanakan di Pasar Tradisional Astambul Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan pada bulan Desember 2022. Hasil Penelitian yang diperoleh bahwa profil wanita terbagi atas : umur wanita pedagang sayur umumnya berusia 25-50 tahun, pendidikan formal yang ditamatkan wanita pedagang sayur pada umumnya tamatan Sekolah Dasar. Pendapatan bersih seluruh wanita pedagang sayur untuk komoditi sayuran yaitu Rp51.086.248,-/bulan dengan rata-rata pendapatan bersih Rp3.929.711,-/bulan. Dimana pendapatan bersih untuk jenis sayuran daun yaitu Rp15.514.893,-/bulan (30,37%), pendapatan bersih jenis sayuran buah adalah Rp25.583.993,-/bulan (50,80%) dan pendapatan bersih jenis sayuran umbi yaitu Rp9.614.432-/bulan (18,82%). Adapun total pendapatan wanita pedagang sayur berdasarkan jumlah jenis sayuran yang dijual yaitu Rp52.210.372,-/bulan. Masalah utama yang dihadapi wanita pedagang sayur adalah cuaca buruk, kekurangan modal untuk menambahkan variasi sayuran dan konsumen yang rewel terus menawar harga sayur meski sudah mendapat potongan harga.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI GOGO DI DESA BELANGIAN, KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR Marhan Marhan; Yudi Ferrianta; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2914

Abstract

Komoditas padi gogo menjadi salah satu usahatani pilihan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Desa Belangian. Penelitian dilaksanakan di Desa Belangian Kecamatan Aranio, dimulai dari bulan September - Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan petani padi gogo sebesar Rp18.528.573,62/usahatani atau Rp11.233.977,54/hektar. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi gogo di Desa Belangian adalah jumlah pupuk, obat-obatan dan tenaga kerja yang berpengruh signifikan pada saat taraf α = 1%. Sedangkan faktor produksi luas lahan dan jumlah benih berpangruh signifikan pada saat taraf α = 5%. Permasalahan -permasalahan yang dihadapi petani padi gogo yaitu gangguan hama dan penyakit serta pemasaran hasil produksi yang sulit. Gangguan hama yang sering menyerang tanaman padi gogo yaitu hama lalat bibit (Atherigona oryzae) dan tikus. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman padi gogo yaitu bercak daun coklat yang disebabkan dari jamur Helmintosporium oryzae.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN RENGGINANG (Studi Kasus pada Usaha “Rengginang RG 33 di Kota Banjarbaru) Wahyu Heldayanti; Umi Salawati; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i4.668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usaha, untuk mengetahui analisis biaya, penerimaan, keuntungan, mengetahui besar titik impas/ Break Even Point dan kelayakan terhadap Rengginang RG 33 di Banjarbaru. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Desember 2017 sampai dengan Januari 2018. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa penerimaan rengginang RG 33 sebesar Rp 91.200.000 selama dua bulan, biaya tetap sebesar Rp 23.318.776 biaya variabel sebesar Rp 39.600.000. Keuntungan yang diperoleh adalah sebesar Rp 28.281.224 dan selama dua bulan mencapai titik impas (BEP) pada saat produksi rengginang mencapai 4.459 bungkus. Dengan kelayakan secara finansial diperoleh nilai RCR (Revenue Cost Ratio) sebesar 1,45 maka RCR lbh dr 1 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha rengginang ini lyk secara finansial. Pemasaran melibatkan beberapa pihak diantaranya pedagang pengecer dan konsumen.Kata Kunci : biaya, titik impas, BEP, kelayakan usaha.
Analisis Pendapatan Usahatani Kelapa Sawit di Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Tanah Laut Sri Ismiati Rahayu; Umi Salawati; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i3.1301

Abstract

Abstrak. Tanaman sawit merupakan tanaman yang memerlukan waktuvyang panjang untuk berproduksi. Biasanyavjangka waktu pada produksi tanaman tersebutvhingga mencapai puluhan tahun danvbisa dipanen lebih dari satuvkali. Di Kecamatan Batu Ampar perkebunan kelapa sawit menempati posisi kedua terbesar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan petani kelapa sawit dan total pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut dan mengetahui kesejahteraan petani kelapa sawit di Kecamatan Batu Ampar Kabupaten Tanah Laut. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu dengan cara stratified random sampling yaitu cara pengambilan 30 sampel petani dari jumlah populasi sebanyak 73 petani yang terbagi ke dalam tiga strata. Analisis data yang digunakan untuk mengetahui pendapatan rumah tangga adalah jumlah total dari pendapatan usahatani kelapa sawit dengan non usahatani dan tingkat kesejahteraan menggunakan acuan Bank Dunia. Berdasarkan hasil penelitian pendapatan bersih yang diperoleh petani kelapa sawit rata-rata sebesar Rp 50.092.499/tahun dan rata-rata untuk pendapatan non usahatani sebesar Rp 11.240.000/tahun. Kemudian untuk rata-rata pendapatan rumah tangga adalah Rp 61.332.499/tahun dan kontribusi pendapatan kelapa sawit terhadap pendapatan rumah tangga petani kelapa sawit adalah sebesar 81,67%. Tingkat  kesejahteraan petani kelapa sawit dengan pendapatan sebesar Rp 170.367,914 per kapita per hari, sementara acuan Bank Dunia adalah sebesar $2 per kapita per hari atau sebesar Rp 29.800 per kapita per hari (nilai tukar Desember 2018). Berdasarkan hal tersebut maka sebesar 70% petani yang berpendapatan di atas kriteria Bank Dunia tergolong sejahtera dan sisanya sebesar 30% yang berpendapatan di bawah acuan Bank Dunia tergolong tidak sejahtera.Kata kunci: tanaman tahunan, kelapa sawit, pendapatan, tingkat kesejahteraan 
Analisis Sistem Pemasaran Tomat di Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan Aldi Renaldi; Muzdalifah Muzdalifah; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.2124

Abstract

Abstrak. Penelitian bertujuan  untuk  mengetahui  sistem pemasaran tomat di Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian dilakukan dari bulan Februari sampai Juni 2018 di Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Sistem pemasaran tomat yang berada di Kecamatan Telaga Langsat terdapat tiga saluran pemasaran yaitu pertama, petani langsung ke konsumen; kedua, petani pedagang pengecer kemudian ke konsumen; ketiga, petani pedagang pengumpul kemudian pedagang besar selanjutnya pedagang pengecer dan terakhir ke konsumen. Sistem pemasaran tomat yang mempunyai biaya pemasaran tertinggi ada pada saluran pemasaran III yaitu sebesar Rp 3.996,23/kg dan biaya terkecil ada pada saluran II Rp 1.042,15/kg. Marjin total pada sistem pemasaran tomat yang terbesar ada pada saluran III sebesar Rp  8.737/kg dan  terkecil pada saluran II sebesar Rp 2.800/kg. Keuntungan terbesar pada sistem pemasaran ini terdapat pada saluran III sebesar Rp 3.835,17/kg, sedangkan keuntungan yang terkecil ada pada saluran I sebesar Rp 392,35/kg. Saluran pemasaran paling efisien adalah saluran pemasaran II karena nilai ekonomis dan teknisnya baik dibandingkan saluran pemasaran lainnya. Kata kunci: tomat, sistem pemasaran, saluran pemasaran
Co-Authors Aahmes Rafi Gani Adriani, Dewi Erika Ahmad Yousuf Kurniawan Ahmad, Muh. Ihsan Said Aldi Renaldi Andi Haslinah Andi Suci Anita Andri Widianto Artahnan Aid Ayu Cahya Amalia Ayubbi Syalehuddin Dewa Oka Suparwata Dewi Erika Adriani Dolok Saribu Eka Radiah Emmy Sri Mahreda Emy Rahmawati Etty Sri Hertini Fauziah Fauziah Ferrianta, Yudi Gugun Aditama Gusti Rusmayadi Gusti Rusmayadi Hairi Firmansyah Hamdani Hamzan Wadi Hartoni Hartoni Haslinah, Andi Hendrik Fahrudin Hertini, Etty Sri Hikmah Hikmah Hilda Susanti Idiannor Mahyudin Inna Sisbi Laillasa Ivonne Fitri Mariay Januar Khodari Judijanto, Loso Kamiliah Wilda Khairatul Mahmudah Liz Yanti Andriyani Liz Yanti Andriyani Loso Judijanto Luki Anjardiani M. Mahardika Syahti Marhan Marhan Mariay, Ivonne Fitri Masniati Masniati Masyhudah Rosni Media Madiani Mira Yulianti Misbahrudin Misbahrudin Mochammad Misbakhul Khoiron Muh. Ihsan Said Ahmad Muhammad Adnan Muhammad Ersal Muhammad Faisal Muhammad Fauzi Muhammad Husaini Muhammad Rizqi Aulia Muhammad Ruzhan Muzdalifah Muzdalifah Nina Budiwati Nor Haidah Nor Latifah Norsyifa Norsyifa Novia Rahmadanti Novia Susanty Novita Dewi Utami Nur Hidayah Nur Najwa Nurlina Ayu Hasanah Nurmelati Septiana Nurul Rohmatul Alfiani Nigsih Nurul Syaubah Pareira, Magdalena Sunarty Perikultos Leluani Priyana, Yana Rahmah Hidayah Ratna Sari Utami Rezky Fauji Rifiana Rifiana Rima Sapitri Rosdiana Rosdiana Rossydatul Hasanah Rusmiawati Rusmiawati Sabil Mokodenseho Sadik Ikhsan Saidy, Akhmad Rizalli Sandy Angga Saputra Seli Andriani Shafriani, Karimal Arum Siti Fatimatuzzahra Siti Sapnah Sri Ismiati Rahayu Sutiharni Sutiharni Sutiharni, Sutiharni Sweking Sweking Syamsu Rijal Syamsu Rijal Tahir, Usman Tino Hartono Tuhumena, Veronica L. Usamah Hanafie Usman Tahir Uswatun Khasanah Veronica L. Tuhumena Wahyu Heldayanti Widi, Riantin Hikmah Widia Ariyanti Yana Priyana Yanti, Nuri Dewi Yousuf Kurniawan Yusuf Azis