Background: Gastritis is a common digestive health problem among productive age groups, including farmers, due to irregular eating patterns and inappropriate food choices. Farmers' physically demanding work activities and long working hours often lead to delayed mealtimes, increasing the risk of gastritis. Purpose: To increase farmers' knowledge about healthy eating habits as a means of preventing gastritis. Method: This community service activity was conducted on January 18th in Mekarsari Village, Cimaung District, involving 10 farmers as respondents. This community service activity used an educational and participatory approach based on community nursing, oriented towards increasing knowledge and empowering farmers in gastritis prevention efforts through the implementation of healthy eating habits. The extension material was delivered through interactive lectures supported by posters and leaflets, combined with discussions and questions and answers. Respondents' knowledge levels were measured using questionnaires administered before and after the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). A descriptive qualitative evaluation was conducted by comparing changes in respondents' knowledge levels between before and after the educational activity. Results: The average age of respondents was 39.2 years with a standard deviation of ±8.79 years. Most respondents were aged 40–49 years (40.0%). 50.0% of respondents were male and 50.0% were female. The educational level of respondents was 40.0% elementary school graduates, 40.0% junior high school graduates, and 20.0% high school graduates. The majority of respondents had worked as farmers for >10 years (6 respondents) and most respondents had a history of stomach complaints (8 respondents) (80.0%). There was an increase in respondents' knowledge about diet and gastritis prevention to 80.0% (post-test) in the good category from 60.0% before the educational activity (pre-test). Conclusion: The Community Service (PKM) activity, which provided education on healthy eating patterns for farmers, effectively increased participants' knowledge of healthy eating principles and gastritis prevention efforts. This activity also provided relevant benefits that can be continued and developed as a promotional and preventive program in the community, particularly for groups of farmers at risk of gastric health problems, thereby contributing to improving community health. Suggestion: It is hoped that the community will apply and share health information related to the knowledge gained regarding regular mealtimes and selecting safe foods for the stomach in their daily lives. Community Health Centers are also expected to collaborate with relevant parties to ensure the sustainability of community-based health education programs as a promotional and preventive effort, particularly in preventing gastritis. Keywords: Health education; Gastritis; Community health; Farmers; Healthy eating patterns Pendahuluan: Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan saluran cerna yang sering dialami oleh kelompok usia produktif, termasuk petani, akibat pola makan yang tidak teratur dan pemilihan makanan yang kurang sesuai. Aktivitas kerja petani yang menuntut fisik tinggi dan waktu kerja panjang sering kali menyebabkan keterlambatan waktu makan sehingga meningkatkan risiko terjadinya gastritis. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan petani mengenai pola makan sehat sebagai upaya pencegahan gastritis. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 18 Januari di Desa Mekarsari, Kecamatan Cimaung, dengan melibatkan 10 orang petani sebagai responden. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif berbasis keperawatan komunitas, yang berorientasi pada peningkatan pengetahuan serta pemberdayaan petani dalam upaya pencegahan gastritis melalui penerapan pola makan sehat. Materi penyuluhan disampaikan melalui ceramah interaktif yang dibantu media poster dan leaflet serta dikombinasikan dengan diskusi dan tanya-jawab. Tingkat pengetahuan responden diukur menggunakan kuesioner yang dilakukan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan sesudah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi secara deskriptif kualitatif dengan membandingkan perubahan tingkat pengeteahuan responden antara sebelum kegiatan edukasi dengan sesudah kegiatan edukasi. Hasil: Menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 39.2 tahun dengan standar deviasi ±8.79 tahun, sebagian besar responden berusia 40–49 tahun sebesar 40.0%. Responden yang berjenis kelamin laki-laki sebesar 50.0% dan berjenis kelamin perempuan juga sebesar 50.0%. Tingkat pendidikan responden yaitu sebesar 40.0% adalah tamatan SD, sebesar 40.0% adalah tamatan SMP, dan sebesar 20.0% adalah tamatan SMA. Mayoritas responden memiliki status pekerjaan sebagai petani selama >10 tahun yaitu sebesar 60.0%, dan sebagian besar responden memiliki riwayat keluhan pada lambungnya yaitu sebanyak 8 responden (80.0%). Terdapat peningkatan pengetahuan responden tentang pola makan dan pencegahan gastritis dalam kategori baik menjadi sebesar 80.0% (post-test) dari sebesar 60.0% sebelum kegiatan edukasi (pre-test). Simpulan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa edukasi pola makan sehat pada petani secara efektif memberikan peningkatan pengetahuan peserta mengenai prinsip pola makan sehat dan upaya pencegahan gastritis. Kegiatan ini juga memberikan manfaat yang relevan untuk dilanjutkan dan dikembangkan sebagai program promotif dan preventif di masyarakat, khususnya pada kelompok petani dengan risiko gangguan kesehatan lambung sehingga berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan komunitas. Saran: Diharapkan kepada masyarakat dapat menerapkan dan saling berbagi informasi kesehatan terkait pengetahuan yang telah diperoleh mengenai keteraturan waktu makan dan pemilihan jenis makanan yang aman bagi lambung dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan juga kepada Puskesmas untuk melakukan kolaborasi dengan pihak terkait dalam menjamin program edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat berjalan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif, khususnya dalam pencegahan penyakit gastritis.