p-Index From 2021 - 2026
4.981
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan MEDIA KONSERVASI Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Indonesian Journal of Geography Maspari Journal Biospecies Bumi Lestari BULETIN OSEANOGRAFI MARINA Jurnal Presipitasi : Media Komunikasi dan Pengembangan Teknik Lingkungan Jurnal Ilmu Lingkungan JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN Microbiology Indonesia Biota: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Maspari Journal Journal of Degraded and Mining Lands Management Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Jurnal Kimia dan Kemasan Jurnal Pariwisata INTENSIF: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapan Teknologi Sistem Informasi Jurnal Biologi Tropis Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management) Indonesian Journal of Chemistry Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Bina Hukum Lingkungan Jurnal Ecolab Jurnal Segara Jurnal Kebijakan Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Jurnal Iktiologi Indonesia (Indonesian Journal of Ichthyology) Jurnal Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Grouper: Jurnal Ilmiah Perikanan Jurnal Laot Ilmu Kelautan Jurnal Kimia dan Kemasan Makara Journal of Science Bina Hukum Lingkungan Jurnal Ilmu Kehutanan Jurnal Ilmu Kehutanan Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan Jurnal Manusia dan Lingkungan Jurnal Oase Nusantara Depik Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan (Journal of Environmental Sustainability Management)
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi Kerangka Hukum Lingkungan Indonesia melalui Next Generation Framework: Evaluasi Normatif-Praktis Tata Kelola Terpadu Mohammad, Farid; Sutjahjo, Surjono Hadi; Effendi, Hefni; Sitanggang, Imas Sukaesih; Sasongko, Dwi P
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 1, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i1.473

Abstract

ABSTRAK Hukum lingkungan di Indonesia telah mengalami berbagai transformasi selama empat dekade terakhir, terutama dalam bidang kebijakan dan peraturan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, perubahan ini sering mencerminkan pergeseran yang meningkat ke arah kekakuan administrasi, yang mengorbankan tujuan substantif keberlanjutan dan kualitas layanan publik. Studi ini menerapkan Next Generation Framework (NGF), alat evaluatif komprehensif yang dikembangkan oleh Fonseca dan Gibson (2020) untuk melakukan meta-evaluasi terhadap lima peraturan lingkungan utama Indonesia yang dikeluarkan antara tahun 1986 dan 2021. Melalui analisis konten kualitatif dan penilaian berbasis ahli dari 50 elemen praktik baik di sepuluh kategori NGF, penelitian ini mengungkapkan kesenjangan kelembagaan kritis dalam rasionalitas hukum, integrasi keberlanjutan, mekanisme partisipatif, dan fleksibilitas adaptif. Temuan menunjukkan bahwa sementara peraturan terbaru menekankan perampingan prosedural dan integrasi digital, mereka secara bersamaan mengabaikan landasan normatif seperti keadilan lingkungan jangka panjang, hak-hak adat, dan tata kelola yang responsif. Penelitian ini menempatkan NGF dalam kerangka hukum normatif-praktis, memposisikannya sebagai alat diagnostik yang berharga untuk reformasi kelembagaan. Pada akhirnya, studi ini mengusulkan reorientasi desain hukum dalam tata kelola lingkungan yang menyelaraskan maksud normatif, praktik administrasi, dan responsif sosial-ekologis dalam pemberian layanan publik. Kata kunci: evaluasi hukum normatif; kelembagaan; environmental impact assessment; next generation framework; tata kelola lingkungan.   ABSTRACT Environmental law in Indonesia has undergone multiple transformations over the last four decades, particularly in the realm of Environmental Impact Assessment (EIA) policies and regulations. However, these changes often reflect an increasing shift toward administrative rigidity, compromising the substantive goals of sustainability and public service quality. This study applies the Next Generation Framework (NGF, a comprehensive evaluative tool developed by Fonseca and Gibson (2020) to conduct a meta-evaluation of five key Indonesian environmental regulations issued between 1986 and 2021. Through qualitative content analysis and expert-based scoring of 50 good practice elements across ten NGF categories, this study reveals critical institutional gaps in legal rationality, sustainability integration, participatory mechanisms, and adaptive flexibility. Findings show that while recent regulations emphasize procedural streamlining and digital integration, they simultaneously neglect normative foundations such as long-term environmental justice, indigenous rights, and responsive governance. The research situates NGF within a normative-practical legal framework, positioning it as a valuable diagnostic tool for institutional reform. Ultimately, the study proposes a reorientation of legal design in environmental governance one that harmonizes normative intent, administrative practice, and socio-ecological responsiveness in public service delivery. Keywords: environmental impact assessment; environmental governance; institutional reform; next generation framework; normative legal evaluation
Transformasi Kerangka Hukum Lingkungan Indonesia melalui Next Generation Framework: Evaluasi Normatif-Praktis Tata Kelola Terpadu Mohammad, Farid; Sutjahjo, Surjono Hadi; Effendi, Hefni; Sitanggang, Imas Sukaesih; Sasongko, Dwi P
Bina Hukum Lingkungan Vol. 10 No. 1 (2025): Bina Hukum Lingkungan, Volume 10, Nomor 1, Oktober 2025
Publisher : Asosiasi Pembina Hukum Lingkungan Indonesia (PHLI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24970/bhl.v10i1.473

Abstract

ABSTRAK Hukum lingkungan di Indonesia telah mengalami berbagai transformasi selama empat dekade terakhir, terutama dalam bidang kebijakan dan peraturan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL). Namun, perubahan ini sering mencerminkan pergeseran yang meningkat ke arah kekakuan administrasi, yang mengorbankan tujuan substantif keberlanjutan dan kualitas layanan publik. Studi ini menerapkan Next Generation Framework (NGF), alat evaluatif komprehensif yang dikembangkan oleh Fonseca dan Gibson (2020) untuk melakukan meta-evaluasi terhadap lima peraturan lingkungan utama Indonesia yang dikeluarkan antara tahun 1986 dan 2021. Melalui analisis konten kualitatif dan penilaian berbasis ahli dari 50 elemen praktik baik di sepuluh kategori NGF, penelitian ini mengungkapkan kesenjangan kelembagaan kritis dalam rasionalitas hukum, integrasi keberlanjutan, mekanisme partisipatif, dan fleksibilitas adaptif. Temuan menunjukkan bahwa sementara peraturan terbaru menekankan perampingan prosedural dan integrasi digital, mereka secara bersamaan mengabaikan landasan normatif seperti keadilan lingkungan jangka panjang, hak-hak adat, dan tata kelola yang responsif. Penelitian ini menempatkan NGF dalam kerangka hukum normatif-praktis, memposisikannya sebagai alat diagnostik yang berharga untuk reformasi kelembagaan. Pada akhirnya, studi ini mengusulkan reorientasi desain hukum dalam tata kelola lingkungan yang menyelaraskan maksud normatif, praktik administrasi, dan responsif sosial-ekologis dalam pemberian layanan publik. Kata kunci: evaluasi hukum normatif; kelembagaan; environmental impact assessment; next generation framework; tata kelola lingkungan.   ABSTRACT Environmental law in Indonesia has undergone multiple transformations over the last four decades, particularly in the realm of Environmental Impact Assessment (EIA) policies and regulations. However, these changes often reflect an increasing shift toward administrative rigidity, compromising the substantive goals of sustainability and public service quality. This study applies the Next Generation Framework (NGF, a comprehensive evaluative tool developed by Fonseca and Gibson (2020) to conduct a meta-evaluation of five key Indonesian environmental regulations issued between 1986 and 2021. Through qualitative content analysis and expert-based scoring of 50 good practice elements across ten NGF categories, this study reveals critical institutional gaps in legal rationality, sustainability integration, participatory mechanisms, and adaptive flexibility. Findings show that while recent regulations emphasize procedural streamlining and digital integration, they simultaneously neglect normative foundations such as long-term environmental justice, indigenous rights, and responsive governance. The research situates NGF within a normative-practical legal framework, positioning it as a valuable diagnostic tool for institutional reform. Ultimately, the study proposes a reorientation of legal design in environmental governance one that harmonizes normative intent, administrative practice, and socio-ecological responsiveness in public service delivery. Keywords: environmental impact assessment; environmental governance; institutional reform; next generation framework; normative legal evaluation
Pengaruh faktor hidrologi terhadap pencemaran sampah padat di sungai (Studi kasus: Sungai Citarum, Jawa Barat) Zainalarifin, Jauhar; Effendi, Hefni; Taryono, Taryono
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.8.3.233-245

Abstract

River hydrological factors are thought to influence the level of solid waste pollution that occurs in the Ciliwung River, this is one of the problems that causes a decline in river water quality and threatens the health of the surrounding environment. This research aims to analyze the influence of hydrological factors on the condition of solid waste pollution in the river. The research was conducted in April-June and August-November 2021 at five monitoring locations spread across Bandung Regency, West Bandung Regency, Purwakarta Regency and Bekasi Regency. The analysis used is a linear regression with the river width (X1), water level (X2) and current speed (X3) on solid waste reporting (Y). The analytical equation model obtained from this is Y = 0.0394 – 0.0041 X1 with a coefficient of determination value of 9,33% with a correlation coefficient reaching 30.55%. This research proves that narrow river width can increase the distribution of solid waste. Although hydrological factors influence forest ecosystems, a stronger influence is thought to come from human behavior factors that throw rubbish directly into rivers.
Kajian plankton paska pembersihan tumpahan minyak di Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC), Provinsi Lampung Herawati, Maria Edna; Effendi, Hefni; Mardiastuti, Ani
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.8.2.209-218

Abstract

Changes in plankton community structure can be an indicator of environmental changes due to oil pollution.. Oil pollution occurs along the coast of the Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) area. This research aims to determine the plankton structure community including: abundance, diversity index, evennes index and dominance index in the TWNC area. There are 4 classes of phytoplankton in aquatic areas, namely Cyanophyceae, Chlorophyceae, Bacillariophyceae, and Dinophyceae. There are 7 classes of zooplankton in waters, namely: Protozoa, Rotifera, Crustacea, Nematoda, Polychaeta, Gastropoda and Diptera. Phytoplankton ranged 708,694 – 14,295,651 cells/m3, diversity index 0.38 – 1.64 (medium), evennes index 0.14 – 0.75 (medium to high) and a dominance index 0.29 – 0.88. Zooplankton abundance ranged 6000 – 142,609 cells/m3, diversity index 0.9 – 1.77 (medium), evenness index 0.5 – 0.91 (medium to high) and dominance index 0.19 – 0.58. The presence of plankton in the TWNC area is not influenced by oil waste contamination because at the time of the research no exposure to oil waste was found..
Sebaran logam berat terlarut di Perairan Teluk Jakarta Maisalda, Dwianka Rahman; Yonvitner, Yonvitner; Effendi, Hefni
Jurnal Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan (Journal of Environmental Sustainability Management) JPLB, Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan (BKPSL) se-Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB (PPLH-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36813/jplb.8.3.246-254

Abstract

Jakarta Bay is an active area and receives pollution from the mainland through 13 river systems in DKI Jakarta. This waste enters Jakarta Bay through 13 rivers. This study compared the distribution of dissolved heavy metals in the West and East Monsoons of Jakarta Bay to understand the processes and sources of heavy metals. Sampling was carried out once in each zone, and sea water samples stored in HDPE (high-density polyethylene) bottles were taken to the laboratory for analysis using AAS (Atomic Absorption Spectrophotometry), with a measurement accuracy of 0.001 mg/L. GIS was used to map heavy metal parameters. The concentrations of heavy metals found were mercury (Hg) 0.0002 to 0.0005 mg/L, copper (Cu) 0.0062 to 0.0089 mg/L, lead (Pb) 0.006 to 0.007 mg/L, zinc (Zn) 0.0247 to 0.0334 mg/L, and nickel (Ni) 0.0044 to 0.0088 mg/L. In summary, the study shows that the physical-chemical conditions of Jakarta Bay significantly affect the distribution of dissolved heavy metals such as Hg, Cu, Pb, Zn and Ni.
Potensi rumput vetiver (Chrysopongon zizanoides L.) dan kangkung (Ipomoea aquatica Forsk.) sebagai agen fitoremediasi limbah industri kayu Rahmawan, Ahmad Jamhari; Effendi, Hefni; Suprihatin, Suprihatin
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 9 No 4 (2019): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.9.4.904-919

Abstract

Wood industry produces a large amount of waste water that contains various pollutants. These pollutants are mostly dangerous for the environment. This research work aims to analyze the ability of phytoremediation for reducing pollutants in wood industrial waste water. These experiments usee Chrysopongon zizanoides L. and Ipomoea aquatica Forsk as phytoremediation agents. The ability was evaluated from the improved quality of wood industrial wastewater and the growth rate of C. zizanioides (L.) and I. aquatica Forsk in wood industrial wastewater. Analysis was conducted by measuring the removal efficiency of pollutants in wood industrial wastewater, the correlation between the reduced pollutants concentrations in the waste water and plant growth rate. Furthermore, a mathematical model is developed to predict the potential of C. zizanioides (L.) and I. aquatica Forsk for wood industrial wastewater. The result showed that C.zizanioides L. and I aquatica Forsk were potential phytoremediation agent. The removal efficiency for C.zizanioides L. and I aquatica Forsk are respectively as follows: 66.19% and 41.18%, TSS 58.51% and 45.38%, COD 70.07% and 40.37%, Total Amonia Nitrogen (TAN) 63.70% and 66.96%, NH3 96.16% and 88.79%, and PO43- 53.90% and 38.38%. Relative Growth Rate (RGR) of C. zizanioides (0.011±0.002 g/day) is better than I. aquatica Forsk (0.007±0.001 g/day). Daily Growth Rate (DGR) of C. zizanioides (0.019±0.003 cm/day) is better than I. aquatica Forsk (0.012±0.006 cm/day). TSS, COD, NH3, NO3-, and phenol have a negative correlation to plant growth (based on wet weight and root length). The developed mathematical models can be used to predict the phytoremediation potential of C. zizanioides (L.) and I. aquatica Forsk in degrading COD, TSS, and phenols of wood industrial waste.
a PHYTOPLANKTON BIODIVERSITY AND POLLUTION BIOINDICATOR IN BOJONEGARA COASTAL WATERS, BANTEN BAY, INDONESIA: Keanekaragaman Fitoplankton dan Bioindikator Pencemaran di Perairan Pesisir Bojonegara, Teluk Banten, Indonesia sulistiono, sulistiono; Ronauli, Eva Cristine; Pertiwi, Niken Tunjung Murti; Effendi, Hefni
Biospecies Vol. 15 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i1.12491

Abstract

Coastal waters of Bojonegara in Banten Bay has a lot of pressure from the surrounding environment, including industry and sand mining. The high intensity and limited space encourage reclamation in coastal areas which can trigger changes in water quality. Research was conducted from October to December 2019, aims to analyze the phytoplankton biodiversity and pollution bioindicator of the waters. The phytoplankton was obtained through filtering 50 liters of water at a depth of 30 cm or surface waters. Observations were also made on water quality conditions including transparency, depth, color, temperature, pH, salinity, and dissolved oxygen (in-situ) and turbidity, Total Suspended Solid (TSS), nitrate, nitrite, and total phosphate (ex-situ). Data analysis was performed on abundance, diversity index, eveness and dominance, similarity index, and saprobic index. Based on observations, it is known that the phytoplankton found were in the class Bacillariophyceae, Chlorophyceae, Cyanophyceae, Dinophyceae, and Chrysophyceae. The index values of diversity, eveness, and dominance of phytoplankton each ranged from 0.2223-1.0070; 0,1289-0,5664; and 0.1550-0.8181, respectively. According to these values, the Bojonegara waters were classifeied as mild to moderate ecological pressure. The similar conditions are also indicated by the saprobic index values. The result of Main Component Analysis (PCA) shows the first component with 53.726% variance represented by turbidity parameters, TSS, total phosphate, transparency, depth, temperature, pH, and DO. These parameters have the most influence on the presence of phytoplankton.
PENGARUH KONDISI pH TERHADAP RESPONS FISIOLOGIS DAUN LAMUN JENIS Cymodocea rotundata Andika, Yudho; Kawaroe, Mujizat; Effendi, Hefni; Zamani, Neviaty P.
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i2.21632

Abstract

Meningkatnya konsentrasi karbondioksida (CO2) di atmosfer dapat menyebabkan asidifikasi laut. Asidifikasi menjadi ancaman bagi lamun. Salah satu tantangan yang harus dihadapi saat ini adalah memprediksi dampak jangka panjang dari asidifikasi laut terhadap fisiologi lamun. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis respons fisiologis lamun C. rotundata yang meliputi kandungan klorofil a dan b, laju fotosintesis dan laju pertumbuhan daun lamun. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – Desember 2017 di Laboratorium Marine Habitat Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Metode yang digunakan adalah rancangan percobaan acak lengkap 5 pengulangan. Perlakuan pH yang digunakan yaitu pada nilai pH rendah (7,55), menengah (7,78) dan kontrol (8,20). Pengaturan nilai pH dengan cara menambahkan unsur CO32-. Kandungan klorofil a dan b, Laju fotosintesis dan Laju pertumbuhan daun C. rotundata perlakuan pH 8,20 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan pH 7,78 dan pH 7,55. Uji ANOVA menunjukkan hanya klorofil a yang berbeda signifikan. Perbedaan pH mempengaruhi kandungan klorofil a dan b, laju fotosintesis dan laju pertumbuhan daun. Rendahnya pH air laut terbukti menghambat aktivitas fisiologis daun lamun C. rotundata.
PENGARUH ASIDIFIKASI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN FOTOSINTESIS LAMUN Thalassia hemprichii (Ehrenberg.) Ascherson Ilhami, Bq Tri Khairina; Kawaroe, Mujizat; Effendi, Hefni; Zamani, Neviaty Putri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 12 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v12i3.24353

Abstract

Lamun merupakan tanaman air yang memiliki bunga dan kemampuan beradaptasi untuk hidup dan tumbuh di laut seperti tanaman terestrial. Kelangsungan hidup lamun sangat dipengaruhi oleh parameter fisik dan kimia perairan, seperti pH, suhu, dan salinitas. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) melaporkan pada akhir abad 21, CO2 di atmosfer selalu meningkat seiring dengan perkembangan industri. Peningkatan CO2 di atmosfer menyebabkan terjadinya asidifikasi laut sehingga dapat mengubah struktur kimia dan pH air laut. Rendahnya pH air laut berpengaruh terhadap fisiologi tumbuhan seperti terhambatnya proses fotosintesis dan pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh pH terhadap pertumbuhan dan laju fotosintesis lamun Thalassia hemprichii. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan yaitu kontrol (8,10-8,50), pH sedang (7,76-8,00) dan pH rendah (7,50-7,75) dalam 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan, laju fotosintesis dan kandungan klorofil memiliki nilai lebih besar pada kontrol dibandingkan dengan perlakuan pada pH sedang dan rendah. Hasil uji ANOVA tidak signifikan untuk semua variabel perlakuan dan memiliki dampak negatif pada kelangsungan hidup lamun.
Pengaruh Perbedaan pH Perairan terhadap Laju Pertumbuhan Lamun Jenis Cymodocea rotundata: The Effect of Differences pH of Waters on the Growth Rate of Seagrass of Cymodocea rotundata Kawaroe, Mujizat; Effendi, Hefni; Zamani, Neviaty Putri; Erniati; Erlangga; Adhar, Saiful; Imanullah; Imamshadiqin; 'Akla, Cut Meurah Nurul; Sugara, Ayub; Ilhami, Bq Tri Khairani; Yudho Andika
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v15i1.43331

Abstract

Penggunaan bahan bakar fosil yang terus berlangsung akan meningkatkan konsentrasi karbondioksida (CO2) di atmosfer. Asidifikasi laut terjadi akibat CO2 yang berada di atmosfer berdifusi ke lautan. Lautan mampu menyerap CO2 di atmosfer sebanyak 35 % lebih yang menyebabkan terjadinya penurunan pH laut. Lamun Cymodocea rotundata merupakan salah satu jenis lamun yang banyak ditemukan tumbuh di perairan tropis. Keadaan ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan terjadinya dampak pada pertumbuhan lamun C. rotundata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan nitrat, fosfat dan kalium dan pertumbuhan lamun C. rotundata yang meliputi pertumbuhan daun, rhizoma, dan akar C. rotundata terhadap perbedaan pH. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap menggunakan tabel acak. Sebanycak 15 toples dengan ukuran diameter 20 cm dan tinggi 25 cm digunakan dengan 3 perlakuan, masing-masing perlakuan 5 kali pengulangan. Hasil uji regresi linier menunjukkan pH berpengaruh terhadap konsentrasi nitrat, dan berpengaruh kuat terhadap konsentrasi fosfat dan kalium. Laju pertumbuhan daun lamun C. rotundata tertinggi pada kontrol berkisar antara 0,50–1,29 mm/hari sedangkan yang terendah pada pH rendah berikisar 0,07–0,73 mm/hari. Laju pertumbuhan rizhoma lamun secara horizontal dan vertikal tertinggi pada pH rendah sedangkan yang terendah pada pH kontrol. Laju pertumbuhan akar lamun tertinggi pada pH rendah berkisar antara 0,20–0,90 mm/hari. sedangkan yang terendah pada kontrol berkisar antara 0,13–0,43 mm/hari. pH juga memengaruhi laju pertumbuhan daun, rhizoma dan akar lamun C. rotundata. Semakin rendah pH maka laju pertumbuhan daun juga semakin rendah, berbeda dengan rhizoma dan akar semakin rendah pH maka semakin tinggi laju pertumbuhan.
Co-Authors - - nurjanah . Chaidir A. Zaenal Mustopa A. Zaenal Mustopa Adi Sulaksono Aditya Herry Emawan Agustina Sinuhaji Ahmady, Taufik Akbar, Helmy Ali Mashar Aloysius Adimas Kristianiarso Amelia, Febrina Risky Andika, Yudho Andrian Rizaldy Azhar Andrianto, Charles Ani Mardiastuti Aprilia, Mita Ardiansyah, Ichsan Prayoga Ario Damar Arnold Arnold Audra Ligafinza Audra Nur Ayub Sugara B Sartono Bagus Amalrullah Utomo Bagus Amalrullah Utomo, Bagus Amalrullah Bambang Sulistyantara Budi Kurniawan Budi Kurniawan Budi Nurtama Ceanturi, Ardan Chaidir Chaidir Charles Parningotan Haratua Simanjuntak Cut Meurah Nurul ‘Akla Dea Fauzia Lestari, Dea Fauzia Dedi Soedarma Dedi Soedarma Dedi Soedharma DEDI SOEDHARMA Dedi Soedharma Dewanti Pratiwi Dietriech G. Bengen Dietriech G. Bengen Dietriech Geoffrey Bengen Dino Rimantho Dita Ariyanti Ditta Ayu Anggraini Dwi Purwantoro Sasongko Dwi Suci Indah Permata Sari Dyah Iswantini Dyah Muji Rahayu Enan M Adiwilaga Endang Warsiki dan Citra Dewi Wahyono Putri (E-Jurnal Agro-Industri Indonesia) Eriyatno . Erlangga Erliza Noor Erniati Etty Riani F Farlina Fitratunnisa, Erni Pelita Fitri Ariani Flandrianto Sih Palimirmo Fredinan Yulianda Frijona Fabiola Lokollo Gatot Prayoga Gatot Yulianto Gatot Yulianto Gede Iwan Setiabudi Gede Iwan Setiabudi Ghozali, Ali Aulia Giri Maruto Darmawangsa Gunawan Gunawan Gunawan Pratama Yoga Hadi Supardi Handayani, Luluk D Hari Wijayanto Harum Farahisah Harum Farahisah Herawati, Maria Edna Herman Yulianto Hulopi, Mahriyana I Wayan Nurjaya Ikrari, Karaben Ikhtiyana Ilhami, Bq Tri Khairani Ilhami, Bq Tri Khairina Imamshadiqin, Imamshadiqin Iman Rusmana Imanullah Imas S. Sitanggang, Imas S. Imas Sukaesih Sitanggang Irza Arnita nur Khursatul Munibah Kurniawan, Yehezkiel Steven Kuswanto, Asep Lita Astini Liyantono Luisa Febrina Amalo Luky Adrianto Luluk Dwi Wulan Handayani Machfud Machfud Maisalda, Dwianka Rahman Majariana Krisanti Mardiyana Mardiyana Marfian Dwidima Putra Margareth Rosalinda Sapulete Maryono Maryono Maulid Wahid Yusuf Meidiza, Riski Melanie Cornelia, Melanie Melki . Melki Melki Meutia Samira Ismet Mintje Wawo Mohammad Farid Muhammad Mukhlis Kamal Mujizat Kawaroe MUJIZAT KAWAROE Mujizat Kawaroe MUJIZAT KAWAROE Mukti Ali Munggaran, Gilang Mursalin Idris Mursalin Mursalin Mursalin Mursalin Nabil Zurba Nabilah, Rizka Neneng Marlian Neneng Sri Hendra Neviaty P. Zamani NEVIATY PUTRI ZAMANI Niken TM Pratiwi Niken Tunjung Murti Pratiwi Noveldesra Suhery Novera Nirmalasanti Novik Nurhidayat Nugroho, Setyo Pambudi Nyoto Santoso Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Pambudi, Wiwid Arif Partono, Tri Prasetyo, Kunandar Prayoga, Gatot Prita Ayu Permatasari, Prita Ayu Purwantiningsih Sugita Purwanto, Yanuar Jarwadi Pusparini, Mustika Putra, Marfian Dwidima Qadar Hasani Rachma Venita Rachmad Caesario Rahman Rahman Rahman Rahman Rahmat Pangestu Rahmawan, Ahmad Jamhari Rahmawati, Nofi Rahmawati, Rahmawati Rais Sonaji Rebo Elfida Karo-Karo Rezi Apri Ririn Setyowati Riskiana, Refa Rizal Syarief Rizal Syarief Rizki Novia Rahmi Roby Fadillah Romi Seroja Ronauli, Eva Cristine Rozirwan . Safrina Dyah Hardiningtyas Saiful Adhar Sarunggu, Yudith Sigid Hariyadi Sigit Winarno Siti Rosa Oktavia Solinda, Martha Supalal, Yusiono Suprihatin Suprihatin Suria Darma Tarigan Surjono Hadi Sutjahjo Surya Cipta Ramadhan Kete Syahnan Aly Lubis Syamsiar, Syamsiar Taryono Taryono Taryono, Taryono TATI NURHAYATI Tri Permadi Ulfah Choerunnisa Nurul Litasari Widiatmaka Widiatmaka Widyatmoko Widyatmoko Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Wiwin Ambarwulan Yamadipo, Yusarwan Yona A. Lewerissa Yonvitner - Yudhi Amrial Yudho Andika Yudi Setiawan Yudi Setiawan Yudi Setiawan4 Yunandar Yunandar Yuni Yolanda Yusli Wardiatno Zaenal Abidin Zainalarifin, Jauhar Zidni Ilma Palupi Zuhri, Muhammad Isnan