Claim Missing Document
Check
Articles

ASUPAN MAKANAN SUMBER ANTIOKSIDAN DAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA PADA PENDERITA DM TIPE 2 DI JAWA TIMUR Tritisari, Kanthi Permaningtyas; Handayani, Dian; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian; Kusumastuty, Inggita
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.486 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.02.6

Abstract

Penyakit DM tipe 2 pada perkembangannya dapat menimbulkan stres oksidatif yang mengakibatkan terjadinya perubahan aktivitas antioksidan endogen dan juga meningkatnya kerusakan biomolekul secara oksidatif. Kondisi ini menyebabkan penderita DM tipe 2 memerlukan asupan antioksidan eksogen dalam jumlah besar untuk menghambat kerusakan oksidatif di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan makanan sumber antioksidan dengan kadar glukosa darah puasa pada penderita DM tipe 2 di Jawa Timur.  Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional pada penderita DM tipe 2 di 4 Kota dan Kabupaten di Jawa Timur. Pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, dengan jumlah  sampel sebanyak 160 responden. Makanan sumber antioksidan pada penelitian ini adalah makanan sumber vitamin A, vitamin C, vitamin E. Data asupan antioksidan diperoleh dari hasil dietary assessment SQ FFQ, sedangkan kadar glukosa darah diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan vitamin A (p = 0,185), vitamin C (p = 0,057), dan vitamin E (p = 0,211) dengan kadar glukosa darah puasa. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara asupan makanan sumber antioksidan dengan kadar glukosa darah puasa  penderita DM tipe 2 di Jawa Timur. Kata kunci: antioksidan, DM tipe 2, glukosa darah puasa, SQ FFQ, vitamin
HUBUNGAN KADAR SOD DAN JUMLAH SEL RADANG AKUT AKIBAT PEMBERIAN TEPUNG PSPL PADA TIKUS YANG DIPAPAR ASAP ROKOK Kusumastuty, Inggita; Nugroho, Fajar Ari; Harti, Leni Budhi
GIZI INDONESIA Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.646 KB)

Abstract

Daun ubi jalar unggu (Purple Sweet Potato Leaves, PSPL) mengandung antioksidan yang tinggi dan dapat memperbaiki tingkat stres oksidatif akibat tingginya oksidan di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan SOD dengan jumlah sel radang akut alveoli paru tikus yang diberi PSPL dan dipapar asap rokok. Penelitian ini menggunakan rancangan Randomized Post Test Control Design dengan menggunakan sampel tikus putih sebanyak 30 ekor. Kelompok perlakuan dipapar asap rokok dan diberikan tepung PSPL sejumlah 0,07 g (P1); 0,14 g (P2) dan 0,28 g (P3) selama 30 hari. Kadar SOD dan jumlah sel radang akut alveoli paru kemudian diukur.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa PSPL dapat meningkatkan SOD dan menurunkan jumlah sel radang akut alveoli paru pada tikus. Ada hubungan antara kadar SOD dengan jumlah sel radang akut alveoli paru, dimana semakin tinggi kadar SOD maka semakin rendah jumlah sel radang akut alveoli paruABSTRACT    THE RELATION BETWEEN SODAND NUMBER OF ACUTE INFLAMMATORY IN RATS WITH PSPL  POWDER TREATMENT AND CIGARETTE SMOKE EXPOSURE Purple sweet potato leaves (PSPL) contains polyphenols in high concentration that lead to improve oxidative Stres levels due to high oxidant present in the body. The purpose of this study was to determine the relationship between SOD with the number of acute inflammatory cells of lung alveoli rats that it was fed with PSPL and exposure with cigarette smoke. This research was Randomized Post Test Control Design using 30 white rats. The treatment groups exposed with cigarette smoke and PSPL’s powder that they were 0.07 g (P1), 0.14 g (P2) and 0.28 g (P3) in 30 days. The level of SOD and acute inflammatory cell lung alveoli will measured. The result is PSPL powder have ability to increase SOD and decrease the number of acute inflammatory cells of the lung alveoli of rats.There was a correlation between the level of SOD and the number of  acute inflammatory pulmonary alveoili, where the higher levels of SOD induced the lower number of acute inflammatory pulmonary alveoli.Keywords: PSPL, SOD, antioxidant
Hubungan lama terdiagnosa diabetes dan kadar glukosa darah dengan fungsi kognitif penderita diabetes tipe 2 di Jawa Timur Tsalissavrina, Iva; Tritisari, Kanthi Permaningtyas; Handayani, Dian; Kusumastuty, Inggita; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian; Armetristi, Fannisa
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 3, No 1 (2018): AcTion Vol 3 No 1 Tahun 2018
Publisher : Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.707 KB) | DOI: 10.30867/action.v3i1.96

Abstract

Diabetes Melitus merupakan penyakit yang bisa menyebabkan resiko gangguan kognitif melalui gangguan pada pembuluh darah termasuk diantaranya pembuluh darah di otak. Lama menderita DM dan kadar glukosa darah akan mempengaruhi fungsi kognitif penderita DM. Skrining fungsi kognitif diperlukan untuk pencegahan komplikasi seperti penyakit alzheimer. Tujuan penelitian ini menganalisis  hubungan lama terdiagnosa DM, Kadar Glukosa Darah dengan fungsi kognitif penderita DM Tipe 2 di Jawa Timur. Metode penelitian ini deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Skrining fungsi kognitif dengan Montreal Cognitive Assessment – versi Indonesia (MoCA – INA) dan glukometer untuk pengukuran kadar glukosa darah puasa (GDP) dan glukosa darah 2 jam PP(GD2JPP). Hasil uji chi square pada skor uji kognitif menggunakan MoCA dengan lama terdiagnosa DM tidak mempunyai hubungan (p=0,858). Demikian juga nilai chi square pada  skor uji kognitif  dengan kadar GDP  dan GD2JPP menunjukkan tidak ada hubungan (p=0,376 dan p=0,144). Sedangkan uji korelasi menunjukkan nilai yang signifikan untuk GDP2JPP ( p=0,015) dan adanya nilai koefisien korelasi negatif (-0,191).. Kesimpulan terdapat korelasi antara GD2JPP dengan penurunan fungsi kognitif. Semakin tinggi nilai GD2JPP maka semakin terganggu fungsi kognitif penderita DM tipe 2.Kata kunci:  Lama terdiagnosa DM, Kadar glukosa darah, fungsi kognitif, MoCA Diabetes Mellitus is a disease that can cause the risk of cognitive impairment through disorders of the blood vessels including blood vessels in the brain. Long-suffering from DM and blood glucose levels affect the cognitive function of patients with DM. Cognitive function screening is necessary for the prevention of complications such as Alzheimer's disease. The purpose of this study to analyze the relationship diagnosed DM, Blood Glucose Level with cognitive function of Type 2 DM patients in East Java. This research method is descriptive observational with a cross-sectional approach. Screening for cognitive function with the Montreal Cognitive Assessment - Indonesian version (MoCA - INA) and glucometer for fasting glucose (GDP) and blood glucose 2 hours PP (GD2JPP). Chi-square test results in cognitive test scores using MoCA with long diagnosed DM did not have a relationship (p = 0.858). Likewise, the chi-square value in the cognitive test scores with GDP and GD2JPP levels showed no relationship (p = 0.376 and p = 0.144). While the correlation test showed a significant value for GDP2JPP (p = 0.015) and the value of negative correlation coefficient (-0.191). Conclusion there is a correlation between GD2JPP with decreased cognitive function. The higher the GD2JPP value the more disturbed the cognitive function of patients with type 2 diabetes mellitus.Keywords: Duration of diabetes, glucose level, cognitive function, MoCA
Jus Jambu Merah dan Jeruk Siam Menurunkan Trigliserida pada Wanita Dislipidemia Pekerti, Annisaa Catur; Kurniasari, Fuadiyah Nila; -, Inggita Kusumastuty
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.981 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2019.006.01.1

Abstract

Dislipidemia merupakan salah satu faktor risiko dari penyakit degeneratif. Salah satu terapi non farmakologi untuk menangani dislipidemia adalah mengonsumsi makanan tinggi serat. Buah jambu dan jeruk siam merupakan bahan makanan tinggi serat yang dapat menurunkan trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar trigliserida wanita dengan dislipidemia yang diberikan jus jambu merah dan jeruk siam dibanding kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan studi quasi experimental menggunakan desain pre-post test control group design yang dilakukan terhadap pasien dislipidemia wanita usia 50-57 tahun di Puskesmas Cisadea Kota Malang. Responden dipilih secara non probability sampling yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok kontrol (n=16) yang hanya diberi konseling gizi dan kelompok perlakuan (n=16) yang diberi konseling gizi serta jus jambu  merah yang dibuat dari 273 g buah dan 1 buah jeruk siam (130 g) dengan kandungan serat 21,5 g selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat penurunan trigliserida antara sebelum dan sesudah perlakuan (dari 221,56 ± 60,02 mg/dl menjadi 194,93 ± 50,23  mg/dl dengan p=0,005). Kesimpulan terdapat perbedaan kadar trigliserida yang signifikan sebelum dan sesudah perlakuan selama 14 hari pada kelompok perlakuan.Kata kunci: dislipidemia, trigliserida, jus jambu merah, buah jeruk siamAbstract Dyslipidemia is a risk factor of degenerative diseases. One of the non-pharmacological therapies to treat dyslipidemia is to consume foods high in fiber. Guava and Mandarin orange are high fiber foods that can reduce triglycerides. This study aims to determine differences in triglyceride levels of women with dyslipidemia given red guava juice and orange fruit compared to the control group. This study was a quasi-experimental study using a pre-test post-test control group design conducted on female patients with dyslipidemia aged 50-57 years at Cisadea Health Center in Malang, East Java. Respondents were selected using a non-probability sampling and divided into two groups, namely the control group (n=16) who were given nutritional counseling and the treatment group (n=16) who were given nutritional counseling and guava juice made from 273 g of guava and 1 orange fruit (130 g) containing a fiber content of 21.5 g for 14 days. The results showed a decrease in triglycerides between before and after treatment (from 221.56±60.02 mg/dl to 194.93±50.23 mg/dl with p=0.005). In short, there were significant differences in triglyceride levels before and after 14 days in the treatment group.Keywords: dyslipidemia, triglyceride, guava juice, mandarin orange
Tingkat Pengetahuan Cara Membaca Label Informasi Gizi Mahasiswa Status Gizi Normal Lebih Baik dibandingkan Mahasiswa Obesitas Anggraini, Shinta; Handayani, Dian; Kusumastuty, Inggita
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.905 KB) | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2018.005.02.2

Abstract

Abstrak Label informasi gizi adalah informasi kandungan nilai gizi yang wajib dituliskan pada makanan kemasan untuk memudahkan konsumen memilih produk yang tepat sesuai kebutuhan gizi. Pengetahuan cara membaca label informasi gizi sangat diperlukan konsumen karena akan memengaruhi perilaku pemilihan makanan kemasan yang dikonsumsinya sehingga dapat memengaruhi status gizi yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan cara membaca label informasi gizi mahasiswa status gizi obesitas dan normal serta mengetahui hubungan pengetahuan cara membaca label informasi gizi terhadap perilaku pemilihan makanan kemasan. Penelitian ini merupakan penelitian observational analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan teknik purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok status gizi obesitas (n=33) dan kelompok status gizi normal (n=33). Peneliti meng-gunakan instrumen kuesioner yang telah divalidasi sebelumnya. Pada penelitian ini menunjukkan 51,5% mahasiswa status gizi normal memiliki tingkat pengetahuan cara membaca label informasi gizi yang cukup baik dibandingkan mahasiswa obesitas yang hanya 21,2%. Hasil uji beda dengan Mann Whitney juga menyatakan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan cara membaca label informasi gizi dan perilaku pemilihan makanan kemasan antara mahasiswa status gizi obesitas dan normal (p=0,004 dan p=0,000). Penelitian ini menemukan hubungan pengetahuan cara membaca label informasi gizi dengan perilaku pemilihan makanan kemasan pada mahasiswa berstatus gizi obesitas dan normal menggunakan uji Spearman (p=0,004 dan p=0,007). Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan cara membaca label informasi gizi mahasiswa status gizi normal lebih baik daripada mahasiswa obesitas saat memilih makanan kemasan.Kata kunci: pengetahuan label informasi gizi, perilaku pemilihan makanan kemasan, status gizi Abstract Nutrition facts label is information on the nutritional content that must be written on packaged foods to ease the consumers to choose the right product according to their nutritional needs. Consumer’s knowledge on how to read nutritional information labels is very required because it will affect the choosing behavior of packaged food consumed, so it can affect the nutritional status they have. This study aimed to determine the differences in knowledge on how to read nutrition information labels among normal and obesity students and to know the relationship of knowledge on how to read nutritional information labels and the behavior of packaged food selection. This study was an analytical observational study with a cross-sectional approach using purposive sampling. Samples were divided into two groups, namely obese status group (n=33) and normal status group (n=33). The instrument used was questionnaire that had been validated before. In this study, 51.5% of normal status students had good knowledge on reading nutritional information labels compared to obese students, which was only 21.2%. The results of different test with Mann Whitney also stated a difference in the knowledge level on reading nutritional information labels and packaged food selection behavior among obese and normal students (p=0.004 and p=0.000). This study found a relation of knowledge on reading nutritional information labels and the behavior of packaged food selection on obese and normal students using the Spearman test (p=0.004 and p=0.007). Thus, it can be concluded that the level of knowledge on how to read the nutritional information label of students in normal nutritional status is better than obese students when choosing packaged foods. Keywords: behavior of packaged food selection, knowledge on nutrition facts label, nutritional status
Pengaruh Konsumsi Susu Sapi Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Dismenore Primer Pada Siswi Jurusan Keperawatan Di SMKN 2 Malang Febriani, Devi; Ariani, Dewi; Kusumastuty, Inggita
Journal of Issues in Midwifery Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.483 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2018.002.02.3

Abstract

Primary dysmenorrhea is a common gynecological disorder among adolescents females without pathological abnormalities. Primary dysmenorrhea usually begins two days before menstruation or during menstruation and lasts up to 48-72 hours. This is due to high levels of prostaglandins that cause contraction in the myometrium. The incidence of dysmenorrhea in Indonesia is 64.25%, which 54.89% has primary dysmenorrhea while 9.36% has secondary dysmenorrhea. In principle there are two therapies for treatment of primary dysmenorrhea that is pharmacological and non-pharmacological. Cow milk is a food that containing high calcium and can be used as one of the non-pharmacological therapy to reduce pain intensity of primary dysmenorrhea. This study aims to determine the influence of cow milk consumption to decrease the pain intensity of primary dysmenorrhea in students of nursing department at SMKN 2 Malang. The research design used was true experiment with pre test-post test with control group design. The sample in this study were 21 people and divided into three groups taken by simple random sampling. The results showed that there was a difference of decrease pain intensity in three groups using One Way Anova test with p value 0.000 (p <0.005). The optimal dose can decrease pain intensity of primary dysmenorrhea is cow milk with 1000 mg calcium which has the highest pain delta value of 4.57 compared with experimental group II and control group. So it can be concluded that the higher value of the delta pain then the greater the dose effect given to decreased pain intensity of primary dysmenorrhea.
Pengaruh Konsumsi Kacang Mente (Anacardium occidentale) Sangrai Pada Penurunan Skala Nyeri Dismenore Primer Siswi SMA Negeri 1 Lawang Periode November-Desember 2017 Lestari, Intan Indah; Ariani, Dewi; Kusumastuty, Inggita
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.047 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.3

Abstract

ABSTRACTPrimary dysmenorrhea is painful menstrual cramps without any evident pelvic pathology and it happened more than 50% of menstrual period females and causes significant disruption in quality of life. Pain in primary dismenorrhea and other systemic symptoms caused by high levels of prostaglandins. Primary dismenorrhea can be treated by pharmacological and nonpharmacological therapy. Cashew nut consumption  is one of the nonpharmacological therapy that can reduce the pain intensity of primary dismenorrhea because it contains high magnesium. This study aim to determine the effect of cashew nut consumption (Anacardium occidetale) to reduce the pain intensity of primary dismenorrhea in students of SMAN 1 Lawang. The design of this research used was true experiment with pre test and post test with control group design. The samples were used in this study are 21 people divided into three groups. This study was conducted during one menstrual cycle. The results showed that there was a difference of decrease pain intensity between three group using One way ANOVA test with significance number of 0.000 (p<0.05). From this research result the best dose to reduce pain intensity of primary dismenorrhea is 68 gr cashew nut that contain 300 mg of magnesium.Therefore this study suggest that teenagers can use cashew nut consumption as a choice to reduce pain in primary dismenorrhea.Keywords: Primary Dysmenorrhea, Cashew nut, Magnesium  ABSTRAKDismenore primer merupakan nyeri kram menstruasi tanpa adanya kelainan pada panggul dan terjadi lebih dari 50% pada wanita yang mengalami mentruasi dan mengganggu kualitas hidup seseorang. Nyeri pada dismenore primer dan gejala sistemik lain yang muncul disebabkan pleh tingginya kadar prostaglandin. Dismenore primer dapat diobati dengan terapi secara farmakologis dan nonfarmakologis. Konsumsi kacang mente adalah salah satu  terapi nonfarmakologis yang dapat menurunkan intensitas nyeri dismenore primer karena mengandung magnesium yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konsumsi kacang mente terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada siswi SMAN 1 Lawang. Desain penelitian menggunakan desain eksperimental murni dengan pre test-post test with control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok. penelitian ini dilakukan selama satu siklus menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada ketiga kelompok menggunakan uji One way ANOVA dengan angka signifikansi 0.000 (p<0.05). Dari hasil penelitian ini didapatkan dosis terbaik untuk menurunkan nyeri dismenore primeradalah 68 gram kacang mente yang mengandung 300 mg magnesium. Maka dari itu disarankan kepada remaja putri untuk dapat menjadikan konsumsi kacang mente sebagai pilihan untuk menurunkan nyeri dismenore primer.Kata kunci: Dismenore Primer, Kacang Mente, Magnesium
Plasma Glucagon-Like Peptide-1 and Cholecystokinin Responses to Fast Food in Healthy-Weight and Obese Men Handayani, Dian; Putri, Dianita Setya Pradita; Sujuti, Hidayat; Andarini, Sri; Rahmawati, Widya; Kusumastuty, Inggita; Harti, Leny Budhi; Sabrina, Nindy
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 31, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.1 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2020.031.01.14

Abstract

Satiety hormones play a role in obesity metabolism. The satiety response to similar nutrients in food in healthy and obese men remains undefined. The research was aimed to determine the satiety response differences by comparing the effect of isocaloric fast-food consumption on reducing appetite-related gut hormones, such as glucagon-like fullness ratings and both GLP-1 and CCK among healthy and obese men. Respondents were given an isocaloric fast food, then GLP-1 and CCK levels were measured using enzyme-linked immunosorbent assay (ELISA). Visual analogue scale (VAS) form was used for hunger and fullness ratings of the subjects. The difference level of GLP-1, CCK, and VAS between groups were measured by t-test. The correlation between VAS hunger and fullness rating was measured by Pearson. Plasma hormone levels in 16 obese and 16 healthy-weight respondents were assessed before eating and at 30, 60, and 120 minutes after consumption. In obese men, GLP-1 levels were significantly higher than those in healthy-weight men at 60 and 120 minutes, while healthy-weight men had significantly higher CCK levels than those of obese men over time (all p<0.05). The total area under the curve (AUC) for GLP-1 was significantly higher for obese men than for healthy-weight men, while the AUC for CCK was significantly higher for healthy-weight men than for obese men. Obese men have higher plasma GLP-1 levels and lower plasma CCK than healthy men indicates that those respondents were experiencing glucose intolerance and leptin alteration. The hormonal systems that may contribute to the development of obesity need further investigation.
Epigallocatechin Gallate Green Tea GMB4 Clon Prevent Insulin Resistance due to High Fat Diet in Rat Kusumastuty, Inggita; Aulanni'am, Aulanni'am; Ratnawati, Retty
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 26, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.388 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkb.2010.026.02.1

Abstract

ABSTRAKKonsumsi tinggi lemak berperan dalam resistensi insulin dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler. Teh hijau klon GMB 4 merupakan hasil pengembangan teknologi yang dihasilkan oleh Lembaga Penelitian Teh dan Kina Gambung, dan telah  dilakukan    isolasi  dan  purifikasi  Epigallocatechin  Gallate.  Tujuan  penelitian  ini  untuk  membuktikan  pengaruh Epigallocatechin Gallate dalam menghambat resistensi insulin, penurunan ekspresi p110 PI3K dan peningkatan p38 MAPK pada aorta tikus yang diberi diet tinggi lemak. Hewan coba tikus jantan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu diet normal,  diet  tinggi  lemak,  diet  tinggi  lemak  dengan  penambahan  EGCG  1  mg/kgbb/hari,  2  mg/kgbb/hari  dan  8 mg/kgbb/hari  yang  diberikan  dalam  60  hari.  Parameter  yang  digunakan  adalah  resistensi  insulin  (metode  HOMA), ekspresi p110 PI3K dan p38 MAPK dari aorta tikus yang diukur dengan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat  EGCG  menghambat  resistensi  insulin  pada  dosis  8  mg/kgbb/hari.  EGCG  yang  diberikan  bersamaan  dengan  diet tinggi lemak dapat menghambat penurunan kadar p110 PI3K pada dosis 2 mg/kgbb/hari dan dosis 8 mg/kgbb/hari dan menghambat peningkatan aktivitas p38 MAPK pada semua dosis perlakuan yaitu 1 mg/kgbb/hari, 2 mg/kgbb/hari dan 8 mg/kgbb/hari.  Pemberian  EGCG  dosis  8  mg/kgbb/hari  yang  diberikan  bersamaan  dengan  diet  tinggi  lemak  dapat mengambat terjadinya resistensi insulin yang ditunjukkan dengan penghambatan peningkatan p38 MAPK dan penurunan p110 PI3K dan nilai HOMA dalam range normal, superoxide dismutase.Kata Kunci : Diet tinggi lemak, EGCG, p110 PI3K, p38 MAPK, resistensi insulin
Pengaruh Pemberian Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas Lam) terhadap Kadar TNF-Α, Il-6 dan Nf-Κb pada Tikus yang Dipapar Asap Rokok Kusumastuty, Inggita; Adi, Prasetyo; Harti, Leny Budhi; Nugroho, Fajar Ari
Jurnal Kedokteran Brawijaya Vol 28, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkb.2015.028.03.12

Abstract

Peningkatan stres oksidatif dapat memicu inflamasi yang berperan dalam perkembangan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Daun ubijalarungu/Purple Sweet Potato Leaves (PSPL) memiliki kandungan polifenol yang tinggi yaitu sebesar 1805mg GEA (gallic acid eguivalent) dalam 100 gram tepung PSPL. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan pengaruh pemberian daun ketela ungu terhadap perbaikan marker inflamasi yaitu TNF-α, IL-6, dan NF-κB pada tikus yang dipapar asap rokok. Hewan coba dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu tidak dipapar asap rokok, dipapar asap rokok, dan dipapar asap rokok dengan penambahan PSPL sebesar 0,07g, 0,14g, dan 0,28g selama 30 hari dalam bentuk tepung. Pengukuran TNF-α, IL-6, dan NF-κB dilakukan dengan menggunakan metode ELISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tikus yang dipapar asap rokok dan ditambahkan tepung PSPL sebesar 0,14 g memiliki kadar TNF-α, IL-6, dan NF-κB paling rendah jika dibandingkan dengan kelompok yang terpapar asap rokok dengan dua dosis PSPL lainnya.Kata Kunci: Daun ubi jalar ungu, IL-6, NF-κB, paparan asap rokok, TNF-α
Co-Authors Adelya Desi Kurniawati Adi Nugroho, Dwi Agus Putra Murdani Agustina, Mulya Alma Maghfirotun Innayah Amanda, Efina Anak Agung Gede Anom Aswin Anak Agung Gede Sugianthara Andanu Bima Saputra Anggun Faradhita Anggun Rindang Cempaka Anis Mahmudah Anis Mahmudah, Anis Arintya, Diandra Ariska, Hanisa Iis Ariyani, Anita Dwi Arliek Rio Julia, Arliek Rio Armetristi, Fannisa Asti Melani Astari Aulanni'am, Aulanni'am Ayuningtyas Dian Ariestiningsih Balqis, Rani Diana Barakatun Nisak Mohd Yusof Cahyaningrum, Aladhiana Calista, Rizky Ayu Diella Caressa, Dea Amanda Catur Saptaning Wilujeng Cempak, Anggun Rindang Chandra, Rico Budhiarta Damayanti, Fransiska Erna Della Martha Halimatussa’diah Desiana, Nur Rahma Desty Widyani, Desty DEWI ARIANI Dewi, Diva Regita Diah Ayu Puspitasari Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Eka Nanda Wulandar Eka Widyanti, Laras Ristati Ekawati, Laily Elsa Permata Sari Elvira Sari Dewi Emirani Falahia Etik Sulistyowati Eva Putri Arfiani Evi Tresnowati Fajar Ari Nugroho Febriani, Devi Frinny Sembiring Fuadiyah Nila Kurniasari Galuh, Glaveria Glaveria Galuh Haq, Nabila Ainul Harjoedi Adji Tjahjono Hermanto, Andrik Hidayanti, Alfiani Hidayat Sujuti Ilzamha Hadijh Rusda Intan Yusuf Habibie Irwan Hariadi, Irwan Ismail, Dina Dewi Sartika Lestari Ismi Ningtyas Iva Tsalissavrina Kanthi Permaningtyas Tritisari Kanthi Permaningtyas Tritisari Kanthi Permaningtyas Tritisari, Kanthi Permaningtyas Kawitantri, Orchidara Herning Kumboyono Kumboyono Kuncoro, Safiratuz Zahra ‘Aisy Kusumawati, Diana Kuswandari, Luh Shanti Laila, Nike Lailatul Muniro Laily Ekawati Laily Fandianty, Laily Latif, Atifa Nafia Hasantie Lega Satya Leni Budhi Harti, Leni Budhi Leny Budhi Harti Lestari, Intan Indah Lola Ayu Istifiani Malahayati, Huzaifah Maulia, Putri Hersya Muhammad Rivai Muladefi Choiriyah Munif, Badrul Muniro, Lailatul Nadhiya Aprilliani Sunarno Nafisah, Nabilahasna Nareswari, Andayu Nindy Sabrina Ningtyas, Ismi Nora Attamimi Oktania, Rizkyah Pamungkas, Akhmad Yanuar Fahmi Pekerti, Annisaa Catur Prasetyawan, Riyan Dwi Prasetyo Adi Puspa, Diah Putri, Dianita Setya Pradita Rahma Micho Widyanto Rahmawan, Fajri Andi Ratih Indah Supratiwi Restyani, Ida Retty Ratnawati Rizal, Ardian Rizky Ayu Diella Calista Roshanti, Dian Rosuli, Ahmad Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rukia, Sera Salwa, Putri Santoso, Savitri Pramesti Satrianto, Anang Satya, Lega Setiawati, Sindi Shinta Anggraini, Shinta Silvy Kartika Rahayuningtyas Sofie Ayu Misrina, Sofie Ayu Sri Andarini Sri Andarini Sudardjo, Meilany Purnamasari Sukarlin, Sukarlin Suprapto, Ratih Paramita Supratiwi, Ratih Indah Supriyanto Supriyanto Suryanto Suryanto Titin Andri Wihastuti Toga, Erik Tri Hidayat Ulul Azmi Videlia, Videlia Wahyu Alfyati Regina Wibowo, Rizka Azhari Widya Rahmawati Yeni Intan Kusuma Dewi Affandy Yohanes Kristianto Zunita Puri Prihandini