Claim Missing Document
Check
Articles

Pengetahuan Nutrition Facts dan Pemilihan Makanan Kemasan Mahasiswa Obesitas antara Metode Edukasi Personal dan Ceramah Ismi Ningtyas; Dian Handayani; Inggita Kusumastuty
Amerta Nutrition Vol. 2 No. 3 (2018): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2065.406 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v2i3.2018.271-282

Abstract

 Background: The incidence of obesity increases regardless of age. It may happen because these students like to consume snacks/ packaged foods and rarely pay attention to the contents of Nutrition Facts label. Personal education method is a method of education conducted on individuals, while lecture method conducted in groups, each methods has their advantages and disadvantages.Objectives: Knowing the difference of knowledge level about Nutrition Facts label and packaged food choice between personal education method and lecture method on obese students. Methods: This study was a quasy experiment with pre-test and post-test group design. Forty four samples from undergraduate student of Brawijaya University were recruited by using purposive sampling. The variables of this study were knowledge level about Nutrition Facts label and food packaging choice through questionnaires in both groups based on pre-test and post-test measurements. Results: There was a significant difference of knowledge level based on pre-test and post-test result in both of the group (p=0,000) and packaged food choice in personal education group (p=0,000). Nevertheless, there was no significant difference in packaged food choice based on pre-test and post-test of lecture group (p=0,317). There was a significant difference of knowledge level (p=0,038) and packaged food choice (p=0,000) based on post-test result in both of the group after nutritional education was given. Conclusions: Based on study finding, it was concluded that in college student with obesity, personal education and lecture method improve knowledge level about Nutrition Facts label and packaged food choice albeit personal education method gives a bigger effect.ABSTRAKLatar Belakang: Kejadian obesitas meningkat tanpa memandang usia. Obesitas.dapat disebabkan karena kegemaran.mengonsumsi snack/makanan kemasan dan jarang memperhatikan kandungan.dalam label informasi.nilai gizinya. Metode edukasi personal merupakan.pemberian edukasi yang dilakukan.pada perorangan, sedangkan metode ceramah dilakukan.pada sasaran kelompok dan masing-masing metode memiliki.kelebihan dan kekurangan.  Tujuan: Mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan tentang label.informasi nilai gizi dan pemilihan makanan kemasan antara metode edukasi gizi personal dan metode ceramah pada mahasiswa obesitas.  Metode: Desain penelitian ini.adalah quasi eksperimen dengan pre-test post-test group design. Teknik sampling.menggunakan purposive sampling dengan jumlah.sampel sebanyak.44 orang mahasiswa obesitas di Universitas Brawijaya. Variabel yang.diteliti adalah tingkat pengetahuan.terkait label informasi nilai gizi dan pemilihan makanan kemasan melalui kuesioner pada kelompok metode edukasi personal dan ceramah menggunakan.pengukuran pre-test-post-test. Hasil: Terdapat perbedaan yang.signifikan antara hasil pre-test.dan post-test tingkat.pengetahuan pada kedua kelompok (p=0,000) dan pemilihan.makanan kemasan pada kelompok edukasi personal (p=0,000). Namun, tidak terdapat perbedaan.pemilihan makanan.kemasan yang signifikan antara.hasil pre-test dan.post-test pada kelompok ceramah (p=0,317). Terdapat perbedaan.yang signifikan pada hasil.post-test tingkat.pengetahuan (p=0,038) dan pemilihan makanan kemasan (p=0,000) antara kedua.kelompok setelah diberi.edukasi gizi.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan.bahwa dengan sasaran mahasiswa obesitas, metode edukasi personal dan ceramah dapat meningkatkan pengetahuan terkait label informasi nilai gizi dan pemilihan makanan kemasan walaupun edukasi personal memberikan efek yang lebih besar.
Hubungan Paparan Sinar Matahari, Status Gizi, dan Asupan Makan terhadap Kadar Vitamin D Anak dan Remaja Penderita Diabetes Mellitus Tipe 1 Inggita Kusumastuty; Dian Handayani; Harjoedi Adji Tjahjono; Elsa Permata Sari; Silvy Kartika Rahayuningtyas; Andanu Bima Saputra
Amerta Nutrition Vol. 5 No. 1 (2021): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v5i1.2021.41-51

Abstract

Background: Previous research state the correlation between vitamin D deficiency and Type 1 diabetes. The deficiency of Vitamin D is caused by vitamin D intake, sunlight exposure, or nutritional status. Indonesia, as a tropical country, is close to the equator and receives sunlight all year long. Little research has been done on vitamin D levels in children and adolescents with Type 1 Diabetes in Indonesia.Objective: The study aims to determine the relationship among sunlight exposure, nutritional status, food intake, and vitamin D levels in children and adolescents with Type 1 Diabetes.Methods: The study design was cross-sectional with a sample size of 31 children and adolescents aged 5-19 years. Sunlight exposure data were collected using the Sun Exposure Questionnaire form, nutritional status o BMI/age data were using the WHO Anthro, food intake data were using the Semi-Quantitative Food Frequency Questioner, and vitamin D level data were using the ELISA method. Statistical analysis was conducted by using SPSS Version 21 with Pearson and Spearman correlation test.Results: All respondents showed vitamin D deficiency. Most respondents had low sunlight exposure and nutritional status in the normoweight category. The majority of respondents had good energy and protein intake, excess fat, low carbohydrates, and low vitamin D and calcium.Conclusion:There is a positive relationship between sunlight exposure and vitamin D level (p = 0.001, r = 0.627). However, there is no relationship among nutritional status, protein intake, fat, carbohydrates, vitamin D and calcium on the level of vitamin D (p = 0.409; p = 0.240; p = 0.311; p = 0.822; p = 0.231; 0.382).
Pemanfaatan Video Edukasi Dalam Perbaikan Pengetahuan Gizi Pada Remaja Fajar Ari Nugroho; Inggita Kusumastuty; Zunita Puri Prihandini; Anggun Rindang Cempaka; Ayuningtyas Dian Ariestiningsih; Dian Handayani
Smart Society Empowerment Journal Vol 1, No 3 (2021): Smart Society Empowerment Journal
Publisher : Fakultas Kedokteran UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.952 KB) | DOI: 10.20961/ssej.v1i3.56215

Abstract

Pendahuluan: Kurangnya pengetahuan menyebabkan perilaku makan yang tidak sehat pada remaja. Pemberian edukasi melalui media video terbukti dapat meningkatkan pengetahuan secara signifikan. Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan gizi sebelum dan setelah diberikan edukasi melalui video.Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental pada 155 siswa SMP sederajat di Kota Malang. Kegiatan dilaksanakan melalui zoom meeting dengan pemberian edukasi gizi melalui media video dengan durasi 13 menit 5 detik. Pengukuran tingkat pengetahuan melalui 10 pertanyaan pilihan ganda yang disusun dalam google form. Pengukuran dilakukan sebelum dan setelah video edukasi diberikan. Untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pengetahuan dilakukan analisis menggunakan uji statitik Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil dan pembahasan:Penelitian ini dilakukan pada 155 siswa SMP sederajat dikota malang dimana mayoritas berjenis kelamin perempuan dan berada di kelas 8 (delapan). Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum edukasi adalah 39.35±13.6. Setelah edukasi diberikan melalui media video terjadi peningkatan pengetahuan dengan rata-rata sebesar 65.68±21.8. hasil Uji statistik menunjukkan p 0.000 yang artinya terdapat perbedaan tingkat pengetahuan gizi pada remaja secara signifikan setelah diberikan edukasi melalui video.Kesimpulan:Video edukasi gizi efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi pada remaja di Kota Malang.
Anthropometry, Fatty Liver, Plasma Lipid, and Adipose Tissue on Rat Wistar Induced Low-Protein Diet Dian Handayani; Inggita Kusumastuty; Kanthi Permaningtyas Tritisari; Laily Ekawati; Glaveria Galuh; Lailatul Muniro; Lega Satya; Ratih Indah Supratiwi; Anis Mahmudah
Journal of Tropical Life Science Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Journal of Tropical Life Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/jtls.07.01.08

Abstract

Protein energy malnutrition problem still exists in developing country. In fact, Indonesia has faced it as double burden of nutrition problems. This study aims to develop a standardized diet for developing protein energy malnutrition (PEM) on the rat to support nutrition research. Low-protein modified AIM-93M diet (LP) has been given to rats for 12 weeks intervention compared to normal protein diet (ND). Anthropometry, plasma lipid, fatty liver and the weight of adipose tissue have been analysed. The LP group showed a significantly lower body weight, body length and waist circumference (p < 0.05), a more fatty liver marker shown in LP compared to ND (p < 0.05). This study suggests that giving low protein modified AIN-M93 diet promotes protein energy malnutrition in the rat.
PENGETAHUAN DAN PERILAKU PASIEN DIABETES MELLITUS YANG MENJALANKAN PUASA RAMADAN Fajar Ari Nugroho; Catur Saptaning Wilujeng; Dian Handayani; Inggita Kusumastuty; Barakatun Nisak Mohd Yusof
Majalah Kesehatan FKUB Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2022.009.03.5

Abstract

Perkembangan pesat prevalensi diabetes mellitus (DM) telah ditunjukkan oleh negara-negara ekonomi rendah dan menengah. Bagi seorang muslim dengan diabetes, adanya kewajiban puasa saat bulan Ramadan tentunya akan menjadi tantangan. Penelitian terakhir oleh sejumlah peneliti dari beberapa negara menyebutkan bahwa muslim dengan diabetes rata-rata tetap melaksanakan puasa terlepas dari risiko yang dihadapi, dan perlunya pemberian pengetahuan untuk mengurangi atau menghindari terjadinya komplikasi. Penelitian ini adalah penelitian diskriptif analitik yang menelaah gambaran umum pengetahuan dan perilaku pasien diabetes yang menjalankan puasa Ramadan. Penelitian ini adalah penelitian pilot survey dan belum pernah ada penelitian yang serupa yang telah dilakukan di Indonesia. Target populasi yang menjadi sasaran adalah pasien diabetes yang menjalankan puasa Ramadan, baik tipe 1 maupun tipe 2. Penetapan sampel menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Google form selama satu bulan Ramadan dalam bulan Juni hingga Juli 2021. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien DM telah mengetahui bagaimana menjalankan puasa sekaligus tetap menjaga kondisi. Walaupun hasil tidak secara signifikan menunjukkan adanya hubungan antara indikator-indikator DM dengan variabel bebas dari pasien (p > 0,001), namun hasil ini tetap dapat menggambarkan bahwa pasien tetap membutuhkan pendampingan untuk lebih memaksimalkan pengendalian DM selama menjalankan puasa Ramadan.
Gambaran Pola Asuh terhadap Kepatuhan Diet Anak dan Remaja dengan Diabetes Mellitus: Studi Kasus Inggita Kusumastuty; Della Martha Halimatussa’diah; Catur Saptaning Wilujeng; Fajar Ari Nugroho
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2022.009.02.6

Abstract

Diet merupakan salah satu pilar penatalaksanaan pasien Diabetes Mellitus. Kepatuhan diet pasien penting untuk mengendalikan glukosa darah. Penderita DM tipe 1 yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja menghadapi tantangan dalam pengaturan asupan makanan. Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak mereka untuk mematuhi rekomendasi diet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola asuh terhadap kepatuhan diet pasien diabetes tipe 1. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini melibatkan empat responden kunci yang diambil sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar orang tua menerapkan pola asuh demokratis sedangkan sisanya menerapkan pola asuh otoriter. Tipe orang tua demokratis terlibat dalam mengarahkan, mengingatkan, dan mengawasi sehingga hasilnya adalah pujian yang lebih baik dari pasien. Sedangkan pada tipe orang tua otoriter, pasien cenderung tidak patuh dengan pola makan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan orang tua dapat menjadi penting dalam mendukung kepatuhan diet pasien DM tipe 1.  
Literatur Riview: Asupan Kalium Pada Penyakit Ginjal Kronis Tri Hidayat; Evi Tresnowati; Nadhiya Aprilliani Sunarno; Inggita Kusumastuty
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 5 (2021): CERDIKA: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4228.082 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i5.87

Abstract

Hiperkalemia umum terjadi pada pasien ginjal kronis (PGK).  Riwayat hiperglikemia meningkat 31% di antara pasien dengan perkiraan laju filtrasi glomerulus (eGFR) ? 20 mL/menit / 1,73 m2.  Prevalensi hiperkalemia pada pasien PGK sebesar 14-20% sedangkan prevalensi hipokalemia juga tidak jauh berbeda yaitu sekitar 12-18%. Penatalaksanaan diet untuk pasien PGK salah satunya adalah membatasi kalium dimana makanan yang banyak mengandung kalium adalah buah dan sayur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran asupan kalium pada perkembangan PGK. Penelitian ini merupakan litelatur riview dengan metode naratif yang mengkaji hasil penelitian terkait asupan kalium pada perkembangan PGK dari tahun 2017-2020 di database online Pub Med, Science Direct, MDPI sebanyak 1541 artikel. Ada 3 artikel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu subjek merupakan pasien PGK dengan atau tanpa komplikasi baik dengan dialisis maupun tanpa dialysis, serta membahas asupan kalium pada pasien PGK. Hasil kajian menunjukkan bahwa kadar kalium darah tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh asupan makanan sumber kalium. Pembatasan asupan kalium berpotensi memberikan perlindungan pada saraf pasien PGK, namun diet tinggi kalium dapat menurunkan tekanan darah 3,5 mmHg pada pasien PGK dengan hipertensi. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar penelitian lanjutan mengenai peran asupan kalium terhadap perkembangan penyakit PGK secara keseluruhan dengan mempertimbangkan faktor lain diluar asupan.
Kepatuhan Diet Berbasis Beras Coklat terhadap Glukosa Darah dan Lemak Tubuh Pasien Diabetes Mellitus Inggita Kusumastuty; Dian Handayani; Yeni Intan Kusuma Dewi Affandy; Nora Attamimi; Alma Maghfirotun Innayah; Diah Ayu Puspitasari
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2021.008.02.9

Abstract

Beras coklat memiliki kandungan magnesium, serat lebih tinggi dan indeks glikemik lebih rendah dari beras putih, diduga dapat mencegah kenaikan glukosa darah dan menurunkan lemak tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan diet berbasis beras coklat dengan kadar glukosa darah puasa dan komposisi lemak tubuh pada pasien Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre test and post test design pada 18 pasien DM Tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Responden penelitian diberikan intervensi selama 3 bulan berturut. Pemeriksaan glukosa darah puasa dan komposisi lemak tubuh dilakukan sebelum dan setelah intervensi diberikan. Selama pemberian intervensi diet, 94.4% responden patuh diet. Setelah intervensi diberikan terjadi penurunan kontrol glukosa darah dari kategori buruk sebesar 27.7%, persentase lemak tubuh kategori tinggi sebesar 22.2% dan indeks lemak viseral kategori tinggi sebesar 22.2%, namun tidak terdapat hubungan antara kepatuhan diet dengan glukosa darah puasa, total lemak tubuh dan lemak visceral (p=0.339, p= 0.496, p=0.551, spearman). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa pemberian diet berbasis beras coklat pada pasien DM Tipe 2 dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa dan komposisi lemak tubuh namun tidak terdapat hubungan antara kepatuhan diet dengan ketiga parameter tersebut.
Desain, Pengembangan, dan Evaluasi Aplikasi Pengkajian Asupan Makan ‘Rekasku’ (Rekaman Asupanku) Inggita Kusumastuty; Dian Handayani; Fajar Ari Nugroho
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 3 (2023): August
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.80014

Abstract

Latar Belakang: Ahli gizi melakukan pengkajian asupan makan dalam pelaksanaan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT). Pelaksanan secara manual telah terbukti memakan waktu yang menghasilkan data yang terfragmentasi dan tidak lengkap, sehingga penggunaan teknologi dibutuhkan untuk menjawab kebutuhan dalam pengembangan instrumen pengkajian asupan makan.Tujuan: Mendeskripsikan desain, pengembangan, dan evaluasi dari instrumen pengkajian asupan makan 24 hour recall “Rekasku” berbasis android.Metode: Metode yang digunakan dalam pengembangan instrumen adalah Participatory Action Research (PAR). Rancangan penelitian untuk mengevaluasi instrumen adalah Quasy Experimental dengan pendekatan pre and posttest Design. Responden penelitian adalah 30 ahli gizi. Pengukuran dilakukan untuk menilai efisiensi dan efektivitas aplikasi Rekasku menggunakan skala 1 hingga 4. Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi waktu pengkajian asupan yang dibutuhkan oleh aplikasi Rekasku dan metode 24 hour recall secara manual.Hasil: Nilai rata-rata pengukuran efisiensi adalah 3,5 ± 0,3 dan efektifitas adalah 3,2 ± 0,3. Hasil analisis uji beda antara pelaksaaan manual dan Rekasku menunjukkan perbedaan secara signifikan (p<0.05, wilcoxon).Kesimpulan: Aplikasi Rekasku efisien dan efektif untuk digunakan sebagai instrumen pengkajian asupan makan.
DIET RENDAH PROTEIN TERHADAP STATUS KESEHATAN PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS (PGK): KAJIAN PUSTAKA Nareswari, Andayu; Haq, Nabila Ainul; Kusumastuty, Inggita
Journal of Nutrition College Vol 12, No 4 (2023): Oktober
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v12i4.38082

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Peningkatan jumlah penderita penyakit ginjal kronis (PGK) yang disebabkan oleh beberapa faktor risiko. Untuk mengurangi kerja ginjal biasanya pasien diberikan beberapa pembatasan zat gizi yang dapat menyebabkan pasien dengan penyakit ginjal kronis mengalami malnutrisi energi dan protein yang jika dibiarkan justru membuat harapan hidup pasien menurun.Tujuan: Tujuan dari kajian pustaka ini adalah untuk menganalisis diet rendah protein yang digunakan pada pasien penyakit ginjal kronis memberikan efek yang baik dan kontraindikasi dari pemberian diet rendah protein, sehingga dapat memperbaiki status kesehatan pasienMetode : Penelitian menggunakan sistematik review dari 19 jurnal dan dipilih 5 jurnal berdasarkan kriteria inklusi dan esklusi terkait dengan penyakit gagal ginjal kronis.Hasil : Beberapa artikel telah membahas terkait diet rendah protein yang diberikan pada pasien, namun perlu ada penilaian status gizi pasien dan kecukupan energi yang dikonsumsi pasien yang akan diberikan pembatasan protein. Adanya beberapa zat gizi juga seperti kalium dan jenis protein yang berasal dari sumber hewani dan nabati yang berpengaruh alam pengaturan pola makan pasien PGK karena adanyarisiko malnutrisi hingga kematianKesimpulan: Pemberian diet rendah protein pada pasien PGK sebaiknya juga mempertimbangkan beberapa hal sesuai dengan kondisi pasien serta pemilihan bahan makanan yang disesuaikan dengan kebutuhan. Faktor pemenuhan zat gizi untuk pasien PGK dapat menentukan status kesehatan pasienKata kunci: diet rendah protein, PGK, status Kesehatan ABSTRACTIntroduction: The prevalence of chronic kidney disease has increased as a result of various risk factors, and nutritional therapy, such as a low protein diet, is commonly used to maintain glomerulus advancement, which can lead to malnutrition and shorten the patient's life span.Aim: The goal of this literature review is to determine whether a low protein diet used in patients with chronic kidney failure has a good effect and whether there are any contraindications to delivering a low protein diet to enhance the patient's health.Methode: 5 journals were chosen for the study from a systematic assessment of 19 journals based on inclusion and exclusion criteria for chronic renal failure.Result: A nutritional assessment of the patient's nutritional condition and the appropriateness of energy intake in patients who will be given protein restriction has been explored in several studies. Because of the risk of starvation and death, various minerals, such as potassium and other types of protein, have an impact on the diet of CKD patients.Conclusions: A low protein diet must take into account a number of factors, including the patient's health and the food elements they require. Patients' nutritional state might be used to determine their health status.Keywords: Low protein diet. Chronic kidney disease, health status  
Co-Authors Adelya Desi Kurniawati Adi Nugroho, Dwi Agus Putra Murdani Agustina, Mulya Alma Maghfirotun Innayah Amanda, Efina Anak Agung Gede Anom Aswin Anak Agung Gede Sugianthara Andanu Bima Saputra Anggun Faradhita Anggun Rindang Cempaka Anis Mahmudah Anis Mahmudah, Anis Arintya, Diandra Ariska, Hanisa Iis Ariyani, Anita Dwi Arliek Rio Julia, Arliek Rio Armetristi, Fannisa Asti Melani Astari Aulanni'am, Aulanni'am Ayuningtyas Dian Ariestiningsih Balqis, Rani Diana Barakatun Nisak Mohd Yusof Cahyaningrum, Aladhiana Calista, Rizky Ayu Diella Caressa, Dea Amanda Catur Saptaning Wilujeng Cempak, Anggun Rindang Chandra, Rico Budhiarta Damayanti, Fransiska Erna Della Martha Halimatussa’diah Desiana, Nur Rahma Desty Widyani, Desty DEWI ARIANI Dewi, Diva Regita Diah Ayu Puspitasari Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Dian Handayani Eka Nanda Wulandar Eka Widyanti, Laras Ristati Ekawati, Laily Elsa Permata Sari Elvira Sari Dewi Emirani Falahia Etik Sulistyowati Eva Putri Arfiani Evi Tresnowati Fajar Ari Nugroho Febriani, Devi Frinny Sembiring Fuadiyah Nila Kurniasari Galuh, Glaveria Glaveria Galuh Haq, Nabila Ainul Harjoedi Adji Tjahjono Hermanto, Andrik Hidayanti, Alfiani Hidayat Sujuti Ilzamha Hadijh Rusda Intan Yusuf Habibie Irwan Hariadi, Irwan Ismail, Dina Dewi Sartika Lestari Ismi Ningtyas Iva Tsalissavrina Kanthi Permaningtyas Tritisari Kanthi Permaningtyas Tritisari Kanthi Permaningtyas Tritisari, Kanthi Permaningtyas Kawitantri, Orchidara Herning Kumboyono Kumboyono Kuncoro, Safiratuz Zahra ‘Aisy Kusumawati, Diana Kuswandari, Luh Shanti Laila, Nike Lailatul Muniro Laily Ekawati Laily Fandianty, Laily Latif, Atifa Nafia Hasantie Lega Satya Leni Budhi Harti, Leni Budhi Leny Budhi Harti Lestari, Intan Indah Lola Ayu Istifiani Malahayati, Huzaifah Maulia, Putri Hersya Muhammad Rivai Muladefi Choiriyah Munif, Badrul Muniro, Lailatul Nadhiya Aprilliani Sunarno Nafisah, Nabilahasna Nareswari, Andayu Nindy Sabrina Ningtyas, Ismi Nora Attamimi Oktania, Rizkyah Pamungkas, Akhmad Yanuar Fahmi Pekerti, Annisaa Catur Prasetyawan, Riyan Dwi Prasetyo Adi Puspa, Diah Putri, Dianita Setya Pradita Rahma Micho Widyanto Rahmawan, Fajri Andi Ratih Indah Supratiwi Restyani, Ida Retty Ratnawati Rizal, Ardian Rizky Ayu Diella Calista Roshanti, Dian Rosuli, Ahmad Rudiyanto Rudiyanto, Rudiyanto Rukia, Sera Salwa, Putri Santoso, Savitri Pramesti Satrianto, Anang Satya, Lega Setiawati, Sindi Shinta Anggraini, Shinta Silvy Kartika Rahayuningtyas Sofie Ayu Misrina, Sofie Ayu Sri Andarini Sri Andarini Sudardjo, Meilany Purnamasari Sukarlin, Sukarlin Suprapto, Ratih Paramita Supratiwi, Ratih Indah Supriyanto Supriyanto Suryanto Suryanto Titin Andri Wihastuti Toga, Erik Tri Hidayat Ulul Azmi Videlia, Videlia Wahyu Alfyati Regina Wibowo, Rizka Azhari Widya Rahmawati Yeni Intan Kusuma Dewi Affandy Yohanes Kristianto Zunita Puri Prihandini