p-Index From 2021 - 2026
5.298
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Gorga : Jurnal Seni Rupa Melintas An International Journal of Philosophy and Religion Techno.Com: Jurnal Teknologi Informasi Harmonia: Journal of Research and Education Visual Communication Design Journal of Urban Society´s Arts Tanra : Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar Jurnal Sosioteknologi ANDHARUPA International Journal of Humanity Studies (IJHS) Panggung Tawarikh : Journal of Historical Studies Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JURNAL TEKNOLOGI DAN OPEN SOURCE JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Visualita : Jurnal Online Desain Komunikasi Visual Ensiklopedia of Journal Capture : Jurnal Seni Media Rekam Ultimart: Jurnal Komunikasi Visual EDUMATIC: Jurnal Pendidikan Informatika Pagaruyuang Law Journal International Journal for Educational and Vocational Studies Ensiklopedia Social Review Edsence: Jurnal Pendidikan Multimedia Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum EAJ (ECONOMICS AND ACCOUNTING JOURNAL) PROSIDING: SENI, TEKNOLOGI, DAN MASYARAKAT Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Jurnal Manajemen DIVERSIFIKASI Al-MIKRAJ: Jurnal studi Islam dan Humaniora Journal Of Human And Education (JAHE) Wimba: Jurnal Komunikasi Visual IRAMA JURNAL SENI DESAIN DAN PEMBELAJARANNYA ALENA : Journal of Elementary Education INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE Masyarakat Pariwisata: Journal of Community Services in Tourism Socious Journal Celebes Journal of Community Services Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah
Claim Missing Document
Check
Articles

The Dromology Trajectory of Digital Wayang: Cinematization and Visual Transformation Sari, Maya Purnama; Damayanti, Nuning Yanti; Irfansyah, Irfansyah; Ahmad, Hafiz Aziz
Journal of Urban Society's Arts Vol 12, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v12i1.15162

Abstract

Wayang is a traditional Indonesian performance art that continues to evolve in line with technological developments. In the digital era, wayang has undergone a media shift from the shadow screen (kelir) to digital screens. The YouTube channel Cak Rye Animasi (CRA) was the first to reinterpret wayang content through animation techniques, amassing 78,400 subscribers and an average of 13,748,965 views. The platform enables a high level of hyper-connectivity. This study aims to analyze the acceleration of wayang content dissemination from Cak Rye Animasi (CRA) to other accounts within the frameworks of dromology and cinematisation. Using a qualitative approach, the research follows four stages: (1) collecting digital wayang data from social media; (2) analyzing video acceleration from the perspectives of production, distribution, and consumption (dromology); (3) analyzing the acceleration of visual presentation, narrative, and performance duration (cinematisation); and (4) synthesizing the findings from both frameworks. The results show that ten accounts have reinterpreted Cak Rye’s animation style and disseminated their content across YouTube, Instagram, and TikTok. These include Animasi Darsono, Wayang Guyon, Animasi Qito, Animasi Wayang EM Hade, Bimo Suci, Animasi Wayang, Semar Jawa, Jalaksurenmedia, Sempolinaja, and Animasi Wayang. From a dromological perspective, the content is consumed rapidly, particularly by Animasi Qito, which actively distributes content on YouTube and TikTok in condensed durations of 1–3 minutes. Cinematic analysis reveals visual similarities across all ten accounts in terms of animation techniques, photorealistic and graphic styles, and narrative structures derived from the dalang Seno Nugroho. The accelerated modes of social media consumption have created space for diverse wayang content production but also pose the risk of banalization. Wayang is no longer strictly bound to traditional values; it is freely reinterpreted, and its aesthetics have been decontextualized in accordance with the logic of global visual media. Lintasan Dromologi Wayang Digital: Sinematisasi dan Transformasi Visual. Kemunculan wayang merupakan tradisi Indonesia yang mengikuti perkembangan zaman. Pada era teknologi wayang mengalami pergeseran media pertunjukan dari layar kelir ke layar digital. Akun YouTube Cak Rye Animasi (CRA) merupakan akun pertama yang menginterpretasi konten wayang dengan teknik animasi dan memiliki 78.400 pengikut dengan rata-rata 13.748.965 ditonton. Aktivitas hiper- konektivitas sangat dimungkinkan pada akun Cak Rye Animasi (CRA). Penelitian bertujuan menganalisis percepatan konten wayang beralih dari akun CRA ke akun lainnya dalam konteks dromologi dan sinemasi. Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dilakukan melalui empat tahapan, pertama mengolektifkan data wayang digital di media sosial, kedua menganalisis percepatan video dari aspek distribusi, produksi, dan konsumsi dari perspektif dromologi, ketiga menganalisis percepatan sinematisasi dari visual presentasi, narasi, dan durasi pertunjukan wayan, keempat sinkronisasi hasil dromologi dan sinemasi. Hasil penelitian menunjukkan 10 akun menginterpretasikan ulang gaya CRAh, disebarkan melalui media sosial YouTube, Instagram, dan TikTok. Di antaranya akun Animasi Darsono, Wayang Guyon, Animasi Qito, Animasi Wayang EM Hade, Bimo Suci, Animasi Wayang, Semar Jawa, Animasi Qito, Jalaksurenmedia, Sempolinaja, Animasi Wayang. Pada aspek dromologi konten dikonsumsi sangat cepat oleh aktor Animasi Qito yang menyebarkan di Media sosial YouTube dan TikTok, durasi waktu dipadatkan menjadi 1-3 menit. Analisis sinemasi menunjukkan wujud visual kesepuluh akun memiliki kesamaan dalam teknik animasi dan penggunaan foto realis, grafis, serta narasi dalang Seno Nugroho. Percepatan cara konsumsi media sosial membuka ruang produksi konten wayang beragam dengan risiko banalitas. Wayang tidak lagi terikat pada nilai tradisional, ia dapat diinterpretasi secara bebas dan estetika tradisional mengalami dekontekstualisasi yang disesuaikan dengan logika media visual global.
Pengembangan Aplikasi Social Commerce untuk Petani Hortikultura Guna Mendukung Optimasi Rantai Pasok Pertanian Adiningsih, Nariswari Kris; Irfansyah, Irfansyah
Tanra: Jurnal Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Dan Desain Universitas Negeri Makassar Vol 12, No 2 (2025): Mei - Agustus
Publisher : Universitas Negeri makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/tanra.v12i2.71924

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara agraris yang memiliki potensi yang besar pada sektor hortikultura, terdapat 323 jenis komoditas seperti buah-buahan, sayuran, tanaman obat, dan tanaman hias. Meskipun memiliki prospek yang sangat baik, sektor pertanian hortikultura menghadapi tantangan dalam efisiensi rantai pasok. Ketergantungan petani pada tengkulak/perantara dan panjangnya rantai pasok menyebabkan harga jual yang tinggi bagi konsumen, namun pendapatan petani tetap rendah. Kemajuan teknologi digital seperti media sosial dan situs jual beli online muncul untuk mengatasi permasalahan ini. Namun, platform-platform ini masih memiliki keterbatasan, terutama dalam mengintegrasikan fitur interaksi sosial dan forum jual beli untuk petani hortikultura. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi pengembangan aplikasi social commerce untuk petani hortikultura guna mendukung optimalisasi rantai pasok pertanian. Penelitian ini menggunakan metode perancangan dari design thinking, yang terdiri dari 5 tahap: emphatize, define, ideate, prototype, dan test. Proses pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan kuesioner online yang ditujukan kepada 35 petani hortikultura yang telah mengikuti dan menggunakan platform jual beli online dan media sosial, wawancara dengan 5 petani hortikultura, serta tinjauan pustaka. Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara, responden masih ragu untuk menjual produk pertanian mereka secara online karena takut terkena penipuan, keterbatasan informasi tentang harga pasar, kurangnya pengkategorian informasi di media sosial mengenai sector hortikultura, dan berbagai kekhawatiran lainnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi berupa pengembangan aplikasi dengan memanfaatkan konsep social commerce, yaitu penggabungan fitur antara media sosial dan e-commerce yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperbaiki posisi tawar petani, dan menciptakan platform interaksi sosial yang efektif untuk sesame petani hortikultura dan konsumen secara langsung.
PERANCANGAN MOBILE APPS KAMUS SEBAGAI MEDIA DOKUMENTASI BAHASA ISYARAT KHAS BANDUNG DENGAN PERAGA ANIMASI 3D Farosa, Afif Wahyu; Irfansyah, Irfansyah
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.48894

Abstract

Sign language, which is the main means of communication for the deaf, has many different variations in each region. As a diversity of languages and cultural identities for people with hearing impairment, regional languages also need to be preserved. Bandung as a city that has the highest type of deaf out of all persons with disabilities in it, has a large and active deaf community in introducing distinctive gestures. In fact, several studies have shown that the development of regional sign language led to the start of the construction of the first special school in the city of Bandung, but there has been no research on sign language in the Bandung area itself. The new media can help maintain the typical Bandung sign language to last longer so that it does not experience changes, transitions and language death. The digital dictionary was chosen to be a medium for documentation of Bandung sign language because it fits the needs of problems regarding language resistance. A digital operating system can be summarized in a single unit in the form of an application that can run on two types of devices, namely desktop and mobile. Referring to the design of a digital dictionary that functions as a tool, it requires usability flexibility, so that the application will be designed on mobile media (mobile apps). The design of the dictionary uses a visual aid in the form of 3-dimensional (3D) animation as a conveyer of the language you are looking for and what you want to know. So the purpose of the linguistic study of Bandung sign language is to be able to document the language in a digital dictionary in the form of a 3D animation display. This research uses the design thinking method with a qualitative approach. Data collection was carried out directly in the Deaf community in the city of Bandung and will develop collectively in line with the findings of regional Bandung sign language.Keywords:sign, language, animation, dictionary, Bandung. AbstrakBahasa isyarat yang menjadi alat komunikasi utama bagi penyandang tunarungu (Tuli) memiliki berbagai macam variasi berbeda pada setiap daerah. Sebagai satu keragaman bahasa dan identitas budaya bagi penyandang Tuli, bahasa daerah juga perlu dilestarikan. Bandung sebagai kota yang memiliki jenis Tuli tertinggi dari seluruh penyandang disabilitas di dalamnya, memiliki komunitas Tuli yang besar dan aktif dalam mengenalkan gerak isyarat khas. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa isyarat daerah mengarah pada dimulainya pembangunan sekolah luar biasa pertama yang berada di kota Bandung, namun penelitian bahasa isyarat derah Bandung sendiri belum ada. Media yang baru dapat membantu mempertahankan bahasa isyarat khas Bandung untuk bertahan lebih lama agar tidak mengalami perubahan, peralihan dan kematian bahasa. Kamus digital dipilih untuk menjadi media dokumentasi bahasa isyarat Bandung karena sesuai dengan kebutuhan dari permasalahan mengenai ketahanan bahasa. Sistem operasi digital dapat diringkas dalam satu kesatuan berbentuk aplikasi yang dapat dijalankan pada dua jenis device, yaitu desktop dan mobile. Mengacu pada perancangan kamus digital yang berfungsi sebagai alat bantu maka membutuhkan fleksibilitas kegunaan, sehingga aplikasi akan dirancang pada media yang bersifat mobile (mobile apps). Perancangan kamus menggunakan peraga dalam bentuk animasi jenis 3 dimensi (3D) sebagai penyampai bahasa yang dicari maupun yang ingin diketahui. Sehingga tujuan dari studi linguistik mengenai bahasa isyarat Bandung adalah untuk dapat menjadi dokumentasi bahasa ke dalam kamus digital dalam bentuk peraga animasi 3D. Penelitian menggunakan metode design thinking dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara langsung pada komunitas di Tuli di Kota Bandung dan akan berkembang secara kolektif seiring dengan temuan bahasa isyarat daerah Bandung.Kata Kunci: bahasa, isyarat, animasi, kamus, Bandung. Authors:Afif Wahyu Farosa : Institut Teknologi BandungIrfansyah : Institut Teknologi Bandung References:Agung, L., Kartasudjana, T., & Permana, A. W. (2021). Estetika Nusantara dalam Karakter Gim Lokapala. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 473-477. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.28556Agustina, A. (2010). Aplikasi Kamus Digital Istilah-Istilah Biologi dengan Menggunakan Visual Basic 6, 0. Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/75947 Ahmad, F. (2015). Aplikasi Kamus Digital Bahasa Indonesia-Bahasa Arab Dengan Menggunakan Metode Prototyping. Skripsi, Fakultas Ilmu Komputer. Barkhuus, L., Polichar, V.E. Empowerment through seamfulness: smart phones in everyday life. Pers Ubiquit Comput 15, 629“639 (2011). https://doi.org/10.1007/s00779-010-0342-4   Bahruddin, U., & Qodri, M. (2020). An analysis of the relevance of the items of the National Final Arabic Language Test to the Unit Level Curriculum (KTSP) and Modified Bloom's Classification. Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban. 7 (1). https://doi.org/10.15408/a.v7i1.12806Dam, R. F., & Siang, T. Y. (2020). Design thinking: Get started with prototyping. Interaction Design Foundation. https://library.parenthelp.eu/wp-content/uploads/2021/03/www.interaction-design.org_.pdf. (diakses tanggal 7 Juli 2023)Creswell, J. W. (2014). A concise introduction to mixed methods research. SAGE publications.Dorian, N. C. (1982). Language loss and maintenance in language contact situations. The loss of language skills, 44-59.Koendoro, D. (2007). Yuk, bikin komik. DAR! Mizan.Mesthrie, R. (Ed.). (2011). The Cambridge handbook of sociolinguistics. Cambridge University Press.Issa, T., & Isaias, P. (2022). Usability and human“computer interaction (hci). In Sustainable Design: HCI, Usability and Environmental Concerns (pp. 23-40). London: Springer London. https://doi.org/10.1007/978-1-4471-7513-1_2Isma, S. T. P. (2012). Signing varieties in Jakarta and Yogyakarta: Dialects or separate languages. Master of Art Thesis, The Chinese University of Hong Kong.Isma, S. T. (2018). Meneliti bahasa isyarat dalam perspektif variasi bahasa. Kongres Bahasa Indonesia., 1-14.Ke, F., Lin Kun Shan, H., Ching, Y. H., & Dwyer, F. (2006). Effects of animation on multi-level learning outcomes for learners with different characteristics: A meta-analytic assessment and interpretation. Journal of Visual Literacy. 26(1), 15-40. https://doi.org/10.1080/23796529.2006.11674630Kukulska-Hulme, A. (2005). Mobile Usability and User Experience. Routledge: London.Ngulum, M. C., & Indriyanti, A. D. (2020). Evaluasi Kualitas Website Simontasi Unesa Menggunakan Metode Webqual Dan Importance Performance Analysis (Ipa). Journal of Informatics and Computer Science (JINACS), 2(01). https://doi.org/10.26740/jinacs.v2n01.p38-42Nielsen, J. (1993): Usability Inspection Methods. John Wiley & Sons: New York.Palfreyman, N. (2017). Sign language varieties of Indonesia a linguistic and sociolinguistic investigation. Sign Language and Linguistics, 20(1), 135“145. https://doi.org/10.1075/sll.20.1.06palPriyatmono, Dody. (2013) Proses Pembuatan Karya Animasi:http://www.dodyanimation.com/2013/08/29/proses-pembuatankarya-animasi/#more-1056. (diakses tanggal 21 Juni 2023).Prilosadoso, B. H., Pujiono, B., Supeni, S., & Setyawan, B. W. (2019). Wayang beber animation media as an effort for preserving wayang tradition based on information and technology. Journal of Physics: Conference Series. Vol. 1339, No. 1, p. 012109. IOP Publishing. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1339/1/012109Rahadi, D. R. (2014). Pengukuran usability sistem menggunakan use questionnaire pada aplikasi android. JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journal), 6(1). https://doi.org/10.36706/jsi.v6i1.772 Ranang, A. S., Basnendar, H., & Asmoro, N. P. (2010). Animasi Kartun dari analog sampai digital. Jakarta: Indeks.Stamp, R., Schembri, A., Fenlon, J., & Rentelis, R. (2015). Sociolinguistic variation and change in British sign language number signs: Evidence of leveling?. Sign Language Studies. 15(2), 151“181. https://doi.org/10.1353/sls.2015.0001Sukintaka. (2004). Teori Pendidikan Jasmani (Filosofi, Pembelajaran dan Masa Depan). Bandung: Penerbit Nuansa.Sudarsono, Blasius. (2003). Menuju Era Baru Dokumentasi. Jakarta: LIPI Press.Suwiryo, A. I. (2013). Mouth movement patterns in Jakarta and Yogyakarta Sign Language: A preliminary study. Hong Kong: CUHK dissertation.Utami, D. (2011). Animasi Dalam Pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran, 7(1). https://doi.org/10.17509/jpp.v16i1.2487  Wijaya, L. L. (2018). Bahasa Isyarat Indonesia Sebagai Panduan Kehidupan Bagi Tuli. http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/11034  Yuni, N. (2014). Studi Komparatif Ketrampilan Komunikasi Interpersonal Antara Pengguna Bahasa Isyarat SIBI dengan BISINDO. UniversitasMuhammadiyah Malang, Malang.Yohanes, J. A., Arjawa, I. G. P. B. S., & Punia, I. N. (2013). Bahasa Isyarat Indonesia Dalam Proses Interaksi Sosial Tuli dan œMasyarakat Dengar di Kota Denpasar. OJS Unud, 1-15.  https://doi.org/10.33322/petir.v15i1.1289Yuningsih, F., Hadi, A., & Huda, A. (2018). Rancang bangun animasi 3 Dimensi sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Menginstalasi PC. Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika), 2(2). https://doi.org/10.24036/voteteknika.v2i2.4069.
PREFERENSI REMAJA USIA 13-15 TAHUN DI PALEMBANG TERHADAP ANIMASI ADAPTASI SENI PERTUNJUKAN DULMULUK Putri, Radifa Cendana; Irfansyah, Irfansyah
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.57655

Abstract

Dulmuluk, which is a traditional performing art from Palembang, is starting to experience a decline in interest over time. Revitalization efforts have been made by introducing Dulmuluk to students, academics, artists, teachers and the general public and received a positive response. However, limited performance time and the lack of local Dulmuluk groups who can implement the revitalization system mean that this revitalization effort is not yet effective. This research aims to determine the preferences of teenagers aged 13-15 years in Palembang towards animated adaptations of the Dulmuluk performing arts. The method used in this research is convergent parallel mixed method design by collecting quantitative and qualitative data. Data was collected through literature review, questionnaires and comparisons of similar works. The data analysis technique uses comparative analysis. The results of the questionnaire proved that only a small percentage of Palembang teenagers had watched Dulmuluk and the majority of respondents watched it not directly. Most respondents like watching animation with a frequency of watching every day and a preference for certain animation visual styles. Adapting Dulmuluk to animation media can be used as a way to introduce Dulmuluk performing arts. It is hoped that the results of this research can be a reference for further research related to Dulmuluk and teenagers in Palembang as well as a reference for designing animation or similar worksKeywords: dulmuluk, teenagers, palembang, preference, animationAbstrakDulmuluk yang merupakan seni pertunjukan tradisional dari Palembang mulai mengalami pemerosotan peminat seiring perkembangan zaman. Upaya revitalisasi telah dilakukan dengan memperkenalkan Dulmuluk pada pelajar, akademis, seniman, guru serta masyarakat umum dan mendapatkan respon yang positif. Namun keterbatasan waktu pementasan dan berkurangnya grup Dulmuluk lokal yang dapat menerapkan sistem hasil revitalisasi tersebut membuat upaya revitalisasi ini belum efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi remaja usia 13-15 tahun di Palembang terhadap animasi adaptasi seni pertunjukan Dulmuluk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah convergent parallel mixed method design dengan mengumpulkan data kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, kuesioner dan komparasi karya sejenis. Teknik analisis data menggunakan analisis komparatif. Hasil kuesioner membuktikan bahwa hanya sebagian kecil remaja Palembang yang pernah menonton Dulmuluk dan mayoritas responden menontonnya tidak secara langsung. Sebagian besar responden suka menonton animasi dengan frekuensi menonton setiap hari dan preferensi gaya visual animasi tertentu. Adaptasi Dulmuluk dengan media animasi dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan seni pertunjukan Dulmuluk. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan Dulmuluk dan remaja di Palembang serta sebagai referensi perancangan animasi atau karya sejenis.Kata Kunci: dulmuluk, remaja, palembang, preferensi, animasi Authors:Radifa Cendana Putri: Institut Teknologi BandungIrfansyah : Institut Teknologi Bandung References:Agung, L., Kartasudjana, T., & Permana, A. W. (2021). Estetika Nusantara dalam Karakter Gim Lokapala. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(2). https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.28556Al-Lintani, V. (2014). Dulmuluk: Sejarah dan Pengadeganan. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Palembang Bidang Pengembangan Kebudayaan Dewan Kesenian Palembang.Arfani, M. (2022). Peristiwa dalam Episode Pertunjukan Tradisional Dulmuluk. Jurnal Sitakara, 7(2). https://doi.org/10.31851/sitakara.v7i2.9053Chowdhury, T., Muhuri, S., Chakraborty, S., & Chakraborty, S. N. (2019). Analysis of Adapted Films and Stories Based on Social Network. IEEE Transactions on Computational Social Systems, 6(5), 858“869. https://doi.org/10.1109/ TCSS.2019.2931721Eluyefa, D. (2017). Children™s Theatre: A Brief Pedagogical Approach. Artspraxis, 4.Fitri, W. R. (2022). Penyutradaraan Teater Boneka Dulmulukan Naskah œSalah Sangko Karya Dimas Raditya Arisandi. Jurnal Prabung Seni Pengkajian dan Penciptaan Seni Pertunjukan, 1(2).Jernigan, D. K., Chansavang, A., Martin-Rall, H., Hock-Soon, S., Lim, D., & Johan, H. (2014). Aesthetic affordances: Computer animation and Wayang Kulit Puppet Theatre. Animation Practice, Process & Production, 3(1). https://doi.org/10.1386/ap3.3.1-2.195_1Neina, Q. A. (2019). Dongeng Abad 21: Modernisasi Sastra Anak Berbasis Psikologi Perkembangan. Jurnal Sastra Indonesia, 7(3). https://doi.org/10.15294/jsi.v7i3.29846Nurhayati, N., Subadiyono, S., & Suhendi, D. (2015). Seni Pertunjukan Tradisional Dulmuluk: Revitalisasi dan Apresiasi Mahasiswa. LITERA, 14(2). https://doi.org/10.21831/ltr.v14i2.7200Paramarta, C. B., & Kurniawan, R. A. (2023). Seni Pertunjukan Ketoprak Sebagai Sumber Ide Perancangan Background Film Animasi Lakontara Pada Kompetisi GEMASTIK XV Tahun 2022. CITRAWIRA¯: Journal of Advertising and Visual Communication, 4(1). https://doi.org/10.33153/citrawira.v4i1.5096Rahman, M. A. (2013). Artefak Budaya Naratif Lisan Dan Visual Indonesia Menuju Komik Dan Animasi Global. Bahasa Dan Seni, 41(1).Ratri, D., Sihombing, R. M., Fahmi, N. E., & Indrayati, R. I. (2022). Elaborating Visual Narrative into Modern Adaptation Concept for Picture Book with Indonesian Folklore Theme. Proceedings of the ICON ARCCADE 2021: The 2nd International Conference on Art, Craft, Culture and Design (ICON-ARCCADE 2021), 625. https://doi.org/10.2991/assehr.k.211228.061Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan¯: Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi, R&D dan Penelitian Tindakan. Alfabeta.Wahyuni, S., Darma, S., & Saaduddin, S. (2021). Penciptaan Film Fiksi œDibalik Sungai Ular Menggunakan Alur Non-Linear. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1). https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.22018
THE INFLUENCE OF ENVIRONMENTAL PERFORMANCE, ENVIRONMENTAL DISCLOSURE AND ENVIRONMENTAL COST ON ECONOMIC PERFORMANCE Irfansyah, Irfansyah; Ermaya, Husnah Nur Laela; Septyan, Krisno
EAJ (Economic and Accounting Journal) Vol. 1 No. 2 (2018): EAJ (Economic and Accounting Journal)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/eaj.v1i2.y2018.p87-94

Abstract

This research aims to examine the effect of environmental performance measured with PROPER, environmental disclosure measured with GRI index version 4.0, and environmental cost measured by comparing the cost incurred for CSR and net income. The populations in this study are agriculture, mining, manufacturing and other non- financial service companies listed in Indonesia Stock Exchange in 2013-2016 with 58companies in number. This study used purposive sampling method, leaving 15 companies that match the criteria. Hypothesis testing in this study used Multiple Linear Regression. The results of the testing showed that (1) environmental performance had significant effect on economic performance (2) environmental disclosure had no significant effect oneconomic performance (3) environmental cost had significant negative effect on economic performance. From Adjusted R square test result it showed independence of environemntal performance, environmental disclosure and environmental cost only being able to influence the dependent variable of economic performance with 15,6% inpercentage. Meanwhile, the rest of the percentage 84,4% was determined by other variables not included in this study.
Socialization of the Use of Tiktok Shop to MSME Players in Rural Community to Improve the Performance of their MSMEs Irfansyah, Irfansyah; Magisa , Nurul Septya; Nurmansyah , Andry; Yunan , Nadiya; Mahmuddin, Mahmuddin
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 4 (2024): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i4.1265

Abstract

Abstract Keude Bieng Village, which is located on Jalan Meulaboh-Banda Aceh, precisely in Lhoknga District, Aceh Besar Regency, is a tourist area that is very popular with tourists. However, most of the residents along Lhoknga Road opened stalls for visiting tourists. They also produce various typical Acehnese foods and produce various rattan craft skills which are part of micro, small and medium enterprises (MSMEs). The rattan and other bamboo craftsmen who sell along the street of Keude Bieng create economic activity for the community. However, in this modern digital era, many MSMEs still find it difficult to use digital marketing media, so not many people use it. Based on these problems, digital marketing outreach and training, especially the TikTok Shop Application, was carried out for MSME business actors in Keude Bieng Village, Lhoknga District, Aceh Besar Regency. The choice of marketing media using TikTok is because TikTok is currently an application that is loved by the public and the benefits are felt and also its influence on purchasing a product marketed on the application with the aim that MSMEs who use the application can promote and sell products. The aim of carrying out this Community Service activity is to optimize marketing activities for MSMEs digitally so that MSME products in Keude Bieng Village, Lhoknga District, Aceh Besar Regency can cover a wider scope. Community Service Activities in Keude Bieng Village are carried out by holding outreach and training for all MSME players. Based on the activities that have been carried out, MSMEs who do not yet have a TikTok Shop account can be helped to manage the products produced on the platform and understand how to market them. The results of the community service program for MSMEs in Keude Bieng Village, Lhoknga District, Aceh Besar Regency, had a positive impact on those who took part. This is evidenced by increases in knowledge, skills and product quality, number, type and turnover, management capabilities, profits and the number of new entrepreneurs. Keyword : Tiktok Shop, MSMEs, Keude Bieng Village, Handicrafts
Praktik Jual Beli Ijazah dalam Perspektif Hukum Islam: The Practice of Selling and Purchasing Degrees in The Perspective of Islamic Law Ahmad Syaripudin; Sulkifli Herman; Irfansyah, Irfansyah
TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah Vol. 1 No. 1 (2024): TIJARAH: Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Bisnis Syariah
Publisher : Litera Academica Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research in this thesis aims to know and understand the Practice of Selling and Buying Diplomas in the Perspective of Islamic Law. The problems to be examined are how Islamic law views the practice of buying and selling diplomas, analysis of buying and selling diplomas according to Islamic business, analysis of the consequences of buying and selling diplomas. In this research, library research is library research which aims to determine the legal status of the practice of buying and selling diplomas, and then analyzing the practice of buying and selling diplomas through a normative approach and elaborated with buying and selling theory, Islamic business ethics and the rules of the Koran, hadith, or the opinion of scholars. . From the overall discussion of research results in accordance with the formulation of the problem and objectives in this study, it shows that the practice of buying and selling diplomas is a crime and a criminal act as a crime of forgery of letters. A diploma is equated with a letter (geschrift) because a diploma creates recognition or rights to an academic degree, or is an acknowledgment of one's achievements listed on the diploma sheet. And it can be concluded that the practice of buying and selling diplomas is an illegal buying and selling practice because the pillars and buying and selling are not fully fulfilled and are buying and selling that are prohibited by Islamic law and not in accordance with Islamic business ethics. In addition, the practice of buying and selling diplomas is also an act that violates the law, namely Article 263 of the Criminal Code and Law no. 20 of 2003 concerning the National Education System.
Tantangan dan Peluang Keadilan Sosial dalam Penegakan Hukum Bisnis Irfansyah, Irfansyah
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora Vol. 4 No. 02 (2024): Al-Mikraj, Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v4i02.5191

Abstract

The purpose of writing this work is to analyze the challenges and opportunities for social justice in business law enforcement. This study conducted a literature review by collecting and analyzing literature from scientific journals, books, and official documents to explore challenges and opportunities in social justice in business law enforcement. Data was collected through systematic searches, interviews with legal experts and practitioners, and direct observation, to obtain an in-depth perspective. Data analysis was carried out qualitatively with a thematic approach, identifying trends and patterns to draw conclusions about the dynamics of social justice in the context of business law. The results of this work, challenges and opportunities in social justice in business law enforcement, reveal that economic inequality, complex regulations, and inequality in law enforcement are the main obstacles that need to be overcome to create a fair business environment. Legal and regulatory reform is needed to ensure that all parties have equal access to justice and economic opportunities. Partnerships between the public and private sectors can be key to driving inclusive and sustainable change. The use of technology, particularly in increasing the transparency and efficiency of legal processes, has great potential to level the playing field for all parties.
THE ANTHROPOMORPHIC-BASED CHARACTER IN THE ANIMATION FILM “AYO MAKAN SAYUR DAN BUAH” Pebriyanto, Pebriyanto; Ahmad, Hafiz Aziz; Irfansyah, Irfansyah
Capture : Jurnal Seni Media Rekam Vol. 14 No. 1 (2022)
Publisher : Seni Media Rekam ISI Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/capture.v14i1.4560

Abstract

Children are arguably less motivated to consume vegetables. At the same time, animated films as learning media are considered effective in evoking emotion and influencing the audience. Consequently, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia created the animated film "Ayo Makan Sayur dan Buah" as a campaign to encourage children to consume vegetables. This study seeks to determine the visuals of animated vegetable characters used to motivate children to consume vegetables. This qualitative research employed a case study method referring to the manga matrix theory and the anthropomorphic approach in design review as a data analysis technique. This study's anthropomorphic approach indicates that the design of vegetable characters in the animated film "Ayo Makan Sayur dan Buah" has not been fully optimized to evoke children's emotions because it is still influenced by other verbal messages in the film.
Animasi Interaktif Prang Sabi: Media Belajar Sejarah dengan Metode Cone of Experience Sutrisno, Arif; Santosa, Imam; Irfansyah, Irfansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.14542

Abstract

Siswa sekolah dasar terkendala belajar sejarah. Hal ini seperti yang terlihat pada siswa kelas V SDN Sukodadi 2 Kabupaten Malang. Berdasarkan data lapangan sudah ditemukan tiga kendala yaitu; (1) metode mengajar kurang bervariasi, (2) metode mengajar yang diterapkan guru dan buku sejarah tidak cukup memotivasi proses belajar siswa dan kurang memberikan gambaran nyata bagi proses berpikir mereka, dan (3) beban materi dengan alokasi waktu belajar tidak seimbang. Penelitian ini berusaha merancang metode belajar sejarah melalui film animasi bagi siswa sekolah dasar. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, observasi, wawancara, dan menyebar kuesioner. Metode analisis yang yang digunakan adalah deskriptif dari triangulasi data. Hasil analisis kemudian menjadi acuan dalam proses perancangan. Rancangan ini menghasilkan film animasi sejarah Perang Aceh berjudul Prang Sabi dengan konsep atraktif dan informatif. Strategi bercerita yang digunakan melalui narasi visual. Selain itu strategi penyampaian informasinya yaitu melalui pengalaman yang diasosiasikan serta informasi yang dipotong-potong (chunking) dan diulang-ulang (rehearsal) dari elemen sejarah Perang Aceh diterapkan ke dalam elemen visual (karakter, teks, infografis) dan suara (narasi, dialog).
Co-Authors Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Acep Iwan Saidi Achmad Syarief Adiningsih, Nariswari Kris Afif Wahyu Farosa Agung Eko Budi Waspada Agus Sachari Agustina Kusuma Dewi Ahmad Syaripudin Alfian Candra Ayuswantana Anam, M Khairul Andam Lukcyhasnita Andhika, Rivaldi Dwi Andreas Rio Adriyanto ARI KURNIAWAN Arida, Arida Arif Sutrisno Christian Helmy Rumayar Dewi, Agustina Kusuma Ekawardhani, Yully Ambarsih Farosa, Afif Wahyu Fathur Rahman Gracia Octaveni Lumbantobing Hafiz Ahmad Hafiz Azis Ahmad, Hafiz Azis Hafiz Aziz Ahmad Hamdani Hamdani Hasnati, Hasnati Heny Suhindarno Hilwadi Hindersah Husnah Nur Laela Ermaya Imam Santosa Imam Santosa Ira Adriati Iriansyah Iriansyah, Iriansyah Junadhi, Junadhi Kahfi, Reyza Dwi Dzulqarnain Katili, Andi Yusuf Khairunnisaa, Karlina Krisno Septyan Kusuma Dewi, Agustina Mahmuddin Mahmuddin Muhammad Fahmi Faisal Hikmawan Mulyadi Mulyadi Musbaing, Musbaing Naomi Haswanto Nggilu, Rukiah Nirwan Nirwan Nuning Yanti Damayanti Nurmansyah , Andry Nurul Septya Magisa Prawesti, Dwita Alfiani Putri, Radifa Cendana Ratna Cahaya Wirawan Ratri, Dianing Rezmia Febrina Robithoh Akbar Irzain Rosadi, Elda Mnemonica Safira Rizky Rachmania Hadi Salahuddin Salahuddin Sandi, Arif Wicaksono Sari, Yuliana Indah Sasi, Govalyan Septiana, Nani Shalih, Puji Rahmah Silviana Ginting Sri Sulastri Sulistyaningtyas, Tri Sulkifli Herman Sunaiyah, Sunaiyah Sundari, Eva Suratman, Dadang Suryadi Suryadi Toto Haryadi, Toto Wening Gilang Nawangi Wjiaya, Cecep Tatang Yasraf A. Piliang Yasraf Amir Piliang Yasraf Amir Piliang Yasraf Amir Piliang Yulyanti, Sinta Yumami, Eva Yunan , Nadiya Zikrillah, Abdu