Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PERMATA BUNDA, PURWODADI Edi Wibowo Suwandi; Rusnoto Rusnoto; Yulisetyaningrum Yulisetyaningrum; Setiyani Widaristuti
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i1.2019

Abstract

Latar Belakang: Kualitas organisasi kesehatan masyarakat atau rumah sakit sangat tergantung pada pemilik, kemampuan para pekerja memuaskan klien, efektivitas organisasi, iklim kompetitif dan fleksibel. Tujuan: Mengetahui hubungan faktor-faktor dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap di RS Permata Bunda, Purwodadi. Metode Penelitian: Korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pasien rawat inap pada bulan Januari 2019 sebanyak 303 orang. Populasi perawat pada bulan Pebruari 2019 sebanyak 144 orang.Sampel pasien menggunakan simple random sebanyak 99 responden. Sampel perawat menggunakan purposive sampel sama dengan jumlah total responden. Kriteria sampel pasien: (a) inklusi: tingkat pendidikan minimal SMP, usia 21-55 tahun, rawat inap minimal 3 hari di RS Permata Bunda, penilaian kepuasan saat pasien akan pulang. (b) Kriteria eksklusi: pasien ketergantungan penuh, penurunan kesadaran, APS. Kriteria inklusi sampel perawat: bekerja minimal 1 tahun di RS Permata Bunda, dalam keadaan sehat dan aktif. Pengambilan data menggunakan list data perawat dan lembar kuesioner  untuk kepuasan pasien. Analisa data menggunakan chi square dengan tingkat kepercayaan 95%, p value 0,05. Hasil: (1) Terdapat hubungan antara ketersediaan tenaga keperawatan dengan tingkat kepuasan   pasien   rawat   inap,   p value chi square 0,000 0,05. (2) Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap, p value chi square 0,000 0,05. (3) Terdapat hubungan antara pelatihan manajemen dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap,. p value chi square 0,000 0,05. Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor-faktor ke dengan kepuasan pasien di RS Permata Bunda, Purwodadi
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG POSYANDU DAN MOTIVASI KADER DENGAN KEAKTIFAN KADER POSYANDU DI DESA WEDORO KECAMATAN PENAWANGAN Ika Widyawati; Rusnoto Rusnoto; Heny Siswanti; Desie Andriyani
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.951

Abstract

Latar Belakang: Terselenggaranya pelayanan posyandu melibatkan banyak pihak salah satunya yaitu kader posyandu yang merupakan anggota masyarakat yang bersedia, mampu dan memiliki waktu untuk menyelenggarakan kegiatan Posyandu secara sukarela. Hal tersebut diperlukan pengetahuan dan motivasi tinggi untuk menjadi kader yang aktif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan motivasi dengan keaktifan kader posyandu di Desa Wedoro Kecamatan Penawangan. Metodologi Penelitian:Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional, variabel yang diobservasi yaitu pengetahuan, motivasi dan keaktifan kader posyandu dengan populasi 35 kader dan sampel 32 kader diambil dengan simple random sampling. Analisis data menggunakan uji Kendall Tau.Hasil : menunjukkan pengetahuan responden tentang posyandu sebagian besar cukup 56,2%.Motivasi responden rendah dan tinggi masing-masing 50% dan keaktifan kader sebagian besar aktif 56,2%. Simpulan : Kesimpulannya yaitu terdapat hubungan pengetahuan tentang posyandu dengan keaktifan kader posyandu (p=0,001) dan terdapat hubungan motivasi dengan keaktifan kader posyandu di Desa Wedoro Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan (p=0,021).Saran: Diharapkan dtapat meningkatkan pengetahuan dan motivasi kader dan dapat meningkatkan kunjungan balita ke Posyandu serta berpean aktif dalam kegiatan posyandu.
PENGARUH RENDAM AIR HANGAT PADA KAKI DAN KONSUMSI JUS MENTIMUN TERHADAP HIPERTENSI PADA LANSIA DI DUSUN KRAJAN DESA TRUWOLU. Ery Yanuar; Rusnoto Rusnoto; Rizka Himawan; Menik Yuni Purwinarsih
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.952

Abstract

Latar belakang: Salah satu penyakit tidak menular yang menimbulkan masalah besar dan serius adalah hipertensi yang seringkali tidak menunjukkan gejala sehingga menjadi pembunuh diam-diam dan penyebab utama penyakit jantung, ginjal dan stroke. Tujuan:untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Rendam Air Hangat Pada Kaki dan Konsumsi Jus Mentimun terhadap Hipertensi pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian semu ( Quasy Experiment ). Populasi penelitian ini adalah pasien lansia yang hipertensi di dusun krajan Desa Truwolu. Besar sampel diambil adalah total sampel yaitu 36 responden. Hasil: Rata-rata sesudah perlakuan tekanan darah sistole kelompok kontrol 150,28 dengan nilai minimum 140, maksimum 165 dan standar deviasi 6,057. Sedangkan rata-rata kelompok intervensi 133,89 dengan nilai minimum 120 maksimum 150 dan standar deviasi 10,369. Rata-rata sesudah perlakuan tekanan darah diastole kelompok kontrol 96,11 dengan nilai minimum 90, maksimum 100 dan standar deviasi 2,742. Sedangkan rata-rata kelompok intervensi 98,61 dengan nilai minimum 95,  maksimum 110 dan standar deviasi 4,791. Kesimpulan: Analisa data menggunakan uji uji Mann Whitney Test dengan taraf signifikasi α 0,05. Dari hasil nilai probabilitas (p) = 0,000, karena nilai p0,05 maka HA diterima, jadi ada pengaruh Rendam Air Hangat Pada Kaki Dan Konsumsi Jus Mentimun Terhadap Hipertensi Pada Lansia Di Dusun Krajan Desa Truwolu. Peringkat rata-rata tekanan darah systole pada kelompok intervensi lebih rendah yaitu 10,89  dan kelompok kontrol 26,11. Sedangkan Peringkat rata-rata tekanan darah diastol pada kelompok intervensi lebih rendah yaitu 9,81 dan kelompok kontrol 27,19
OPTIMALISASI KESEHATAN MELALUI KEGIATAN SENAM: ANALISIS PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH Annisa Surya Mustika; Fadli Akbar Faizin; Jeyssa Az-Zhukruf Nada Khofianto; Nila Friscandani; Sabbaha Sinai Lillah; Noor Hidayah; Rusnoto Rusnoto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2646

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi yang semakin meningkat seiring dengan gaya hidup masyarakat serba praktis. Sudah ada program senam bersama di desa BulungCangkring hanya waktunya perlu di tambah menjadi setiap minggu dan perlunya bukti yang bisa dilihat langsung msyarakat bagaimana kadar gula secbelum dan setelah aktivitas. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mencegah resiko diabetes bagi kelompok yang tidak memiliki resiko, dan membantu penderita diabetes mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi secara non farmakologi. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 30 responden berusia 20–60 tahun dengan rata – rata  kadar gula darah sewaktu pra test  ≥140mg/dL. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan gula darah sebelum senam, senam aerobik dan pemeriksaan gula darah sesudah senam. Data dikumpulkan menggunakan alat glucometer dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan signifikan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah sebelum senam adalah 174,93mg/dL, sementara setelahnya menurun menjadi 152,73 mg/dL menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p0,05) antara kadar gula darah sebelum dan sesudah senam. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa latihan aerobik dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah juga menunjukkan bahwa latihan intensitas tinggi mampu menurunkan kadar gula darah hingga 24 jam setelah sesi olahraga. Kesimpulannya, kegiatan senam terbukti efektif dalam menurunkan kadar gula dan intervensi non-farmakologis untuk pengelolaan kadar gula darah pada warga Desa Bulungcangkring. Saran yang diberikan, senam dijadikan program rutin dengan frekwensi 1 minggu sekali untuk pengelolaan kesehatan metabolik masyarakat.
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS, POLA MAKAN, DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT HIPERTENSI PADA LANSIA DI POSYANDU SIDOMULYO Rika Barotut Taqiyah; Rusnoto, Rusnoto; Diana Tri Lestari
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1823

Abstract

Hypertension, or high blood pressure, is a chronic medical condition characterized by elevated arterial blood pressure. Understanding the factors influencing the development of hypertension in the elderly is crucial for identifying and developing better prevention and management strategies. Factors requiring further research include obesity, diet, and physical activity. The purpose of this study was to determine the relationship between obesity, diet, and physical activity with hypertension levels in the elderly at the Sidomulyo Integrated Health Post (Posyandu). The research method used correlational analysis with a cross-sectional design approach. The population in this study was 40 elderly residents of the Sidomulyo Integrated Health Post (Posyandu Sidomulyo), and the research sample was 36 respondents. The sampling technique used by researchers in this study is a Purposive Sampling technique. The inclusion criteria in this study are: active elderly at the Sidomulyo Integrated Health Post and willing to fill out the questionnaire completely. The exclusion criteria in this study are: elderly who are no longer active at the Sidomulyo Integrated Health Post and are not willing to be respondents. The instruments used are digital scales to measure body weight in determining obesity status, measurement of Eating Patterns using the Food Frequency Questionnaire (FFQ) questionnaire, measurement of physical activity using the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) questionnaire and measurement of Hypertension using a digital tensiometer / tensiometer and stethoscope. Based on the results of the analysis using the sperm rank test, there are analysis results on the obesity variable showing a Sig. (2-tailed) value = 0.013 which is smaller than the sig value = 0.05 and there is a positive correlation value r = 0.410. So it can be interpreted that there is a fairly strong relationship. On the diet variable shows a Sig. (2-tailed) value = 0.026 smaller than the sig value = 0.05 which means there is a significant relationship between the diet variable and the level of hypertension with a positive correlation value of r = 0.370 which means there is a very low relationship between the diet variable and the level of hypertension. While on the physical activity variable there is a sig value = 0.002 with a positive correlation value of r = 0.509 which means there is a strong significant relationship between the physical activity variable and the level of hypertension. The conclusion of this study is that there is a significant relationship in the three variables as evidenced by the three sig values. (2-tailed) ≤ 0.05.
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK, POLA MAKAN, DAN OBESITAS DENGAN HIPERTENSI PADA REMAJA DI POSYANDU DESA TANJUNG Salsabella Wahyuning Tyas; Rusnoto, Rusnoto; Tri Suwarto
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 8 (2026): Nusantara Hasana Journal, January 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i8.1857

Abstract

Hypertension is a condition in which blood pressure increases abnormally during several examinations. In Blora Regency, 31.5% of the population aged 15 years and above suffer from hypertension, with a higher proportion in women than men. This study analyzed the relationship between physical activity, diet, and obesity, with hypertension in adolescents at the Tanjung Village Integrated Health Post (Posyandu). The study design used correlation analysis with a cross-sectional approach. The independent variables were physical activity, diet, and obesity while the dependent variable was hypertension. This study was conducted at the Tanjung Village Integrated Health Post (Posyandu) from September to October 2025. The number of samples of 44 adolescents was determined through random sampling selected randomly from the entire population. Data were collected using several research instruments, namely a questionnaire to measure adolescent physical activity based on the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) guidelines, a dietary questionnaire using the Food Frequency Questionnaire (FFQ), measurement of body mass index (BMI) by measuring weight and height of adolescents, and measurement of blood pressure using a digital sphygmomanometer. Data analysis used the chi-square test. There is a significant relationship between the level of physical activity and the incidence of hypertension in adolescents with a p-value of 0.0001 (p < 0.05). The research hypothesis is accepted with a positive relationship, which means the lower a person's physical activity, the higher the risk of experiencing hypertension. There is a significant relationship between dietary patterns and the incidence of hypertension in adolescents with a p-value of 0.0001 (p < 0.05). Adolescents with poor dietary patterns (high sodium and low fiber) have a greater tendency to experience increased blood pressure. The majority of respondents with hypertension (26 out of 28 people) have a diet that is classified as unhealthy. There is a significant relationship between obesity status and the incidence of hypertension in adolescents with a p-value of 0.007 (p < 0.05). Obese respondents have a much higher probability of experiencing hypertension, where 13 out of 14 obese respondents were diagnosed with hypertension.
The Relationship Between Verbal Communication And Nonverbal Communication With Patient Satisfaction Of Registration Officers At Type B Hospital, Jepara Regency Rachel Fatwa Ramadhani; Rusnoto Rusnoto; Ahmad Farid
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 6 (2026): IJHET MARCH 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijhet.v4i6.621

Abstract

Patient satisfaction is a key indicator of hospital service quality, influenced by verbal and nonverbal communication from registration staff, who act as the gateway to service. This study aims to analyze the relationship between verbal and nonverbal communication and patient satisfaction in a Type B hospital Jepara Regency. Using a cross-sectional quantitative approach, a population of 148 outpatients (aged 18-60 years) was incidentally sampled into 108 respondents using the Slovin formula. The Chi-square results showed good verbal communication (59.3%) and a value of correlation coefficient r = 0,431, good nonverbal communication (57.4%) and a value of correlation coefficient of r = 0.403, and satisfied satisfaction (53.7%), with a significant relationship (p=0.001 for both). The conclusion states that effective communication improves patient satisfaction; ongoing communication training is recommended.
Co-Authors Ade Ima Afifa Afonita, Kiki Afriyanti Nurul Azizah Afriyanti Nurul Azizah Agus Susilo ahmad farid Ahmad Farid Ahmad Nur Syafiq Ahmad Nur syafiq Aisyah Susanti Alfian, Rafi Alfiatur Rochma Andriani, Diah Anik Wiyarni ANIS FITRIANI Anjrah Harmoko Annisa Surya Mustika Arief Adi Saputro Aristianti, Fina Sari Ayu Asiyatul Karomah Ayu Asiyatul Karomah Azizah, Intan Rismatul Azizi, Rofiqi Naufal Choirul Anas Damayanti, Mutiara Sukma Dedi, Blacius Delta Surya Kusuma Deni Ristiawan Desie Andriyani Dewi Hartinah Diana Tri Lestari Dicky Firman Setyono Djauhar Arif Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Edi Wibowo Suwandi Edy Soesanto Ery Yanuar Fadli Akbar Faizin Fania Nurul Khoirunnisa Ferry Dwi Cahyadi Firman Setyono, Dick Fitriana Kartikasari Fitriyana, Audina Galuh Renggani willis Gannis Ayu Fatmalsari Gayuh Ridho Ghazi, Tafta H, Royan Hadi Sabdo Hadi Wibowo Hadibashir, Hamim Zakky Haiya, Nutrisia Nu'im Heny Siswanti Hermawan, Hengki Himmatul Karimah Ika WAHYUNI Ika Widyawati Indah Retnosari Irfan Santosa Isradias M, Isradias Iwan Ardian, Iwan Jeki Pornomo Jeyssa Az-Zhukruf Nada Khofianto Khikmawati, Devi Kurnia Luluk Ulya M Purnomo M. Octaviano Eka Mahendra Mardiana, Sri Siska Maulida Andriyani Maulida Andriyani Menik Yuni Purwinarsih Muhamad Jauhar Muhamad Yunus Muhammad Agus Shidiq Muhammad Purnomo Muhammad Purnomo Mukti, Muhammad Haykal Candra Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Nila Friscandani Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Cholifah Noor Eswanti Noor Hidayah Noor Hidayah Noor Hidayah Nor Asiyah Nugroho, Abdylla Adhiyasa Nur Laily Nurfajri Lutfiana Prasetyo N, Agung pri Astuti Pri Astuti Rachel Fatwa Ramadhani Rahayuningrum, Endah Tri Rastyardjo, Audriana Maharani Retnosari, Indah Rika Barotut Taqiyah Risky Maulana Rizka Himawan Royan Hidayat RW, Galuh S, Irfan sabbaha sinai lillah Saiful Anwar Salsabella Wahyuning Tyas Sa’adah, Arina Lis Septina Rahmawati Setiyani Widaristuti Setyo Puji Utomo Setyono, Dicky Firman Shoimatul Hidayah Shoimatul Hidayah Siska, Sri Siswiyanti, Siswiyanti Soebyakto Sri Karyati Sri Wahyuni Sukarmin Sukarmin Sukarmin Sukesih Sukesih Sukesih Sukesih, Sukesih Suwarto Suwarto Tri Ismu Pujianto Trisnawati Trisnawati Trisnawati Trisnawati Umi Faridah Umisara, Elinda Utomo, Setyo Puji Utomo, Tri Puji Wahyu Dewi Asmara Wiyarni, Anik Yulisetyaningrum Yuni Rustianawati Zahra, Sheva Jusuf Az Zuliana, Eva