Pesisir Kecamatan Lembar memiliki potensi lahan mangrove sekitar 80 hektar yang berada di Desa Lembar dan Desa Lembar Selatan. Lahan mangrove di wilayah ini semakin tergerus akibat alih fungsi lahan oleh masyarakat pesisir. Mangrove berperan sebagai tempat pemijahan, tempat mencari makan, dan tempat berlindung. Salah satu biota yang dapat beradaptasi dan bertahan hidup terhadap perubahan lingkungan adalah gastropoda. Gastropoda merupakan biota mendominasi di kawasan ekosistem mangrove. Gastropoda mempunyai peranan penting dalam produktivitas mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kondisi ekosistem mangrove, biota asosiasi (gastropoda), serta hubungannya dengan karakteristik lingkungan melalui aspek bioekologi. Penentuan stasiun penelitian menggunakan metode purposive sampling berdasarkan keberadaan vegetasi mangrove. Pengambilan data biota asosiasi, vegetasi mangrove, dan karakteristik lingkungan dilakukan menggunakan metode transek plot garis. Berdasarkan analisis morfometrik Rhizophora stylosa, kedua stasiun diklasifikasikan sebagai hasil pembibitan, bukan alami, meskipun spesies dominan menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik. Stasiun 2 Selatan menunjukkan diameter batang pohon yang lebih besar, tetapi anakan yang lebih kecil, sedangkan Stasiun 1 Utara memiliki variabilitas anakan yang lebih tinggi. Jenis gastropoda yang ditemukan di kawasan mangrove Pantai Cemara antara lain Cerithidea cingulata, Telescopium telescopium, Terebralia sulcata, Terebralia palustris, Cerithium kobelti, Chicoreus capucinus, Coralliophila persica, Littoraria scabra, Mitrella puella, Nerita planospira, Xenophoras indica, Clea Helena, Morula biconica, Phok indes senticosus, Fissilabia decollate, Monodonta canalifera, Imbricaria vanicorensis. Nilai indeks keanekaragaman (H’) (0,06 – 0,21 < H’ < 2,0), dominansi (D) (0,03 – 0,19 < D < 0,50) dan keseragaman (E) (0,03 – 0,13) yang diperoleh menunjukkan bahwa gastropoda yang terdapat di kawasan mangrove di Pantai Cemara dengan tingkat keanekaragaman tergolong rendah.