p-Index From 2021 - 2026
8.493
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bestari Sosioinforma Sosio Konsepsia JSW (Jurnal Sosiologi Walisongo) Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Share : Social Work Journal ASIAN JOURNAL FOR POVERTY STUDIES (AJPS) Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini JURNAL MUQODDIMAH : Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Sospol : Jurnal Sosial Politik Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial Transparansi Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Journal of Local Government Issues Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Syntax Idea Jurnal Aplikasi Dan Inovasi Ipteks SOLIDITAS Jurnal Yustisiabel SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL Aspirasi : Jurnal Masalah-masalah Sosial Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan (JISP) Didaktika: Jurnal Kependidikan Aksiologi : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Jurnal Abdimas Indonesia : Jurnal Abdimas Indonesia Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala The International Journal of Politics and Sociology Research COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat GENIUS JOURNAL (General Nursing Science Journal) Jurnal Penyuuhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM) Prosiding University Research Colloquium Jurnal Sosial dan Sains Jurnal Media Birokrasi Eduvest - Journal of Universal Studies Innovative: Journal Of Social Science Research Journal of Society Bridge Journal of Social Knowledge Education (JSKE) International Journal of Law and Society SOSIO KONSEPSIA: JURNAL PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KESEJAHTERAAN SOSIAL Intellektika: Jurnal Ilmiah Mahasiswa International Journal of Education, Vocational and Social Science Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Pendidikan Nonformal Dalam Mengatasi Kriminalitas (Studi Kasus Desa Soki) Herman; Sukmana, Oman; Dwi Susilo, Rachmad Kristiono
Journal of Society Bridge Vol. 3 No. 1 (2025): Society Bridge
Publisher : Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59012/jsb.v3i1.61

Abstract

Kriminalitas adalah salah satu masalah sosial yang mempengaruhi stabilitas dan kualitas hidup masyarakat. Di Desa Soki, tingginya angka kriminalitas diduga berkaitan dengan rendahnya tingkat pendidikan warga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan nonformal dalam menanggulangi kriminalitas di Desa Soki. Pendidikan nonformal yang meliputi pelatihan keterampilan, penyuluhan hukum, dan program pemberdayaan ekonomi dinilai menjadi solusi efektif bagi masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap pendidikan formal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode data deskriptif. Pendekatan deskriptif kualitatif merupakan pendekatan penelitian yang datanya dikumpulkan dalam bentuk kata-kata, gambar dan bukan angka. Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan nonformal berkontribusi dalam menekan angka kriminalitas dengan cara meningkatkan keterampilan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan atau menjadi wirausaha, serta menanamkan pemahaman tentang norma hukum dan etika. Program ini memungkinkan masyarakat Desa Soki, khususnya generasi muda, untuk memiliki kegiatan produktif yang menjauhkan mereka dari kegiatan kriminal. Namun, efektivitas program pendidikan nonformal ini bergantung pada dukungan sarana, dana, dan peran serta aktif masyarakat. Kendala yang dihadapi seperti keterbatasan infrastruktur dan anggaran dapat diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh masyarakat setempat. Dengan strategi yang tepat, pendidikan nonformal dapat menjadi instrumen utama dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi di Desa Soki. Studi ini menyarankan penguatan program pendidikan nonformal yang berkelanjutan, relevan, dan partisipatif untuk mendorong stabilitas sosial di masyarakat pedesaan.
Membangun Kesetaraan Kajian Partisipasi Perempuan dalam Pembangunan di Sumatera Utara dengan Pendekatan Kritis Pulungan, Darman Syah; Sasongko Adi, Bambang Tri; Sukmana, Oman; Soedarwo, Vina Salviana D. Soedarwo
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.347-355

Abstract

Penelitian ini menganalisis rendahnya partisipasi perempuan di Sumatera Utara melalui perspektif kritis Julia Kristeva, dengan fokus pada konsep abjeksi, semiotik, dan simbolik, serta membandingkan profil keterwakilan perempuan secara lokal, nasional, dan global. Kajian ini mengidentifikasi hambatan budaya, norma sosial, dan stigma yang menghalangi perempuan dalam mengakses posisi strategis meskipun telah ada regulasi, seperti Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 dan UU Nomor 2 Tahun 2008. Dengan menggunakan metode kualitatif dan data sekunder dari BPS Sumatera Utara, laporan pemerintah daerah, dan literatur akademik, hasil penelitian menunjukkan bahwa norma sosial dan struktur simbolik yang kuat menjadi kendala utama dalam partisipasi perempuan. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan holistik melalui edukasi publik, perubahan pola pikir sosial, dan kebijakan yang lebih inklusif guna meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan
Pendekatan Modal Sosial Sebagai Resolusi Konflik Desa Laju Vs Desa Tolouwi Kabupaten Bima Firdaus; Oman Sukmana; Vina Salviana
Syntax Idea 26-36
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v7i1.12150

Abstract

Laju Village has been recognized as a conflict-prone area due to various past social conflicts, including a major conflict with Tolouwi Village. This conflict not only caused significant financial losses but also resulted in casualties, making it the most serious incident compared to previous conflicts. In this context, understanding conflict resolution mechanisms is crucial for maintaining social stability in the region. This study aims to analyze the role of social capital in resolving conflicts between Laju Village and Tolouwi Village. The research employs a qualitative approach, with research subjects consisting of key stakeholders, such as community leaders and government officials. The object of the study focuses on the conflict resolution mechanisms applied in social interactions between the two villages. Data were collected from primary and secondary sources to provide a comprehensive understanding of conflict dynamics and resolution efforts. The findings indicate that the conflict between Laju Village and Tolouwi Village can be resolved through the utilization of social capital embedded within the community. This social capital includes social institutions, mutual trust, and established social networks. Furthermore, strong relationships fostered through various social and economic activities, such as agriculture, livestock farming, business, and kinship ties formed through intermarriage, have proven to be key factors in achieving peace and reconciliation. The implications of this study emphasize that social capital can serve as an effective instrument in mitigating conflicts and strengthening social harmony in rural communities. Therefore, efforts to enhance social networks and build trust among community members should be continuously pursued as a preventive strategy against potential future conflicts.
Organizational Culture Transformation in the New Public Management Era: Case Study of Implementation in Indonesian Local Government Ihyauddin, Ihyauddin; Adi, Bambang Tri Sasongko; Sukmana, Oman; Soedarwo, Vina Salviana Darvina
Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jske.v6i1.1459

Abstract

Purpose of the study: The main objective of this study is to understand and evaluate the results of the implementation of New Public Management on the transformation of organizational culture in local government. Methodology: This study uses a qualitative approach. The research design used is a case study design. The population in this study includes local government employees involved in the implementation of NPM and organizational culture transformation. Sample selection was carried out through purposive sampling techniques. Main Findings: The findings show a cultural shift from procedure-oriented to outcome-oriented, supported by decentralization of decision-making and increased employee participation. However, resistance to change and resource constraints remain significant challenges. The study highlights leadership commitment, effective communication, and locally tailored policies as critical factors in successful transformation. Novelty/Originality of this study: This research contributes to the public management literature and offers practical insights for improving the quality of public services.
The Empty Box Phenomenon in the 2024 Regional Elections: Manifestation of Public Resistance to Political Oligarchy Mustofa, Ilham; Sukmana, Oman; Soedarwo, Vina Salviana D.; Adi, Bambang Tri Sasongko
Journal of Social Knowledge Education (JSKE) Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jske.v6i1.1461

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze this phenomenon through a qualitative, literature-based approach, using Jeffrey Winters' political oligarchy theory as an analytical framework. Methodology: This study uses a qualitative approach based on literature analysis. This study uses the theory of political oligarchy developed by Jeffrey Winters as the main analytical framework. The analysis process is carried out through three main stages. Main Findings: The results of the study show that the increasing number of single candidates is a manifestation of the strengthening of the power of political oligarchy, where political elites control the electoral mechanism to maintain power. However, the victory of the empty box in several regions indicates public resistance to the limitations of political choices and candidates who are considered not to meet expectations. This phenomenon has an impact on the quality of democracy and the legitimacy of local government, as well as being a warning of the need for political system reform to create a more inclusive and competitive democracy. Novelty/Originality of this study: Research on the Empty Box Phenomenon in the 2024 Election reveals manifestations of public resistance to political oligarchy, which reflects public dissatisfaction with the dominance of certain political forces and shows the potential for change in the dynamics of general elections at the regional level.
Muhammadiyah’s Islamic philosophy in shaping the experiences of international students (a case study of the international students at the University of Muhammadiyah Malang) Ifashabayo, Benjamin; Sukmana, Oman; Asrul, Nona Masnawati
The International Journal of Politics and Sociology Research Vol. 12 No. 4 (2025): March: Law, Politic and Sosiology
Publisher : Trigin Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/ijopsor.v12i4.278

Abstract

This study explores the role of Muhammadiyah's Islamic philosophy in shaping the experiences of international students at the University of Muhammadiyah Malang (UMM). This topic needs to be studied because shaping the experiences of international students at Muhammadiyah’s universities supports the internationalization of Muhammadiyah’s higher institutions, especially UMM. As one of Indonesia's largest Islamic organizations, Muhammadiyah integrates the principles of Da’wah (Islamic propagation) and Tajdid (reform) into its educational framework, promoting inclusivity and cultural exchange. The study used a qualitative research method, the UMM students from 6 countries and UMM staff were interviewed. Data were collected through interviews, Observation, documents, and literature study. Thematic analysis was used for data analysis. The study examines how these principles influence international students' academic, social, and cultural lives. Findings reveal that Muhammadiyah's emphasis on interfaith dialogue and reform fosters a welcoming and harmonious environment, enabling students to navigate cultural and religious diversity effectively. However, challenges such as cultural adaptation and differing expectations highlight the need for enhanced support systems. This research underscores the significance of Islamic philosophy in global education and offers insights for institutions aiming to balance tradition with inclusivity in multicultural settings.
“Marlojong” Kearifan Lokal Yang Dibenci Tapi Direstui : Analisis Kritis Status Perkawinan Yang Dipaksakan Arifana, Arifana; Sukmana, Oman; Soedarwo, Vina Salviana D.
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 9, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v9i1.2025.516-524

Abstract

Marlojong adalah tradisi kawin lari dalam masyarakat Batak Angkola yang terjadi ketika pasangan tidak mendapatkan restu keluarga atau menghadapi kendala ekonomi dan adat dalam pernikahan mereka. Praktik ini umumnya dilakukan sebagai jalan keluar bagi pasangan yang tidak dapat memenuhi tuntutan adat, seperti pembayaran mahar yang tinggi atau prosesi pernikahan yang kompleks. Meskipun Marlojong sering dianggap sebagai pelanggaran terhadap norma sosial dan adat, dalam banyak kasus, praktik ini akhirnya mendapat restu setelah dilakukan perundingan keluarga untuk menjaga keharmonisan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis untuk memahami faktor penyebab, persepsi masyarakat, dan dampak sosial Marlojong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab Marlojong adalah penolakan orang tua, beban ekonomi dalam pernikahan adat, serta kehamilan di luar nikah. Masyarakat memiliki pandangan beragam; ada yang menolak karena dianggap mencemarkan nama baik keluarga, tetapi ada pula yang memandangnya sebagai solusi dari peraturan adat yang ketat. Dampak sosial Marlojong meliputi ketegangan dalam keluarga, stigma sosial, serta potensi ketidakharmonisan rumah tangga. Untuk mengurangi praktik ini, diperlukan komunikasi yang lebih baik antara anak dan orang tua, penyederhanaan biaya pernikahan adat, serta fleksibilitas aturan adat agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kekerasan Berbasis Gender Melalui Penyuluhan Fritz Hotman Syahmahita Damanik; Oman Sukmana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i1.1378

Abstract

Kekerasan Berbasis Gender (KBG) merupakan permasalahan sosial yang kompleks dan masih banyak terjadi di berbagai lingkungan, termasuk di dunia pendidikan. Minimnya pemahaman tentang KBG di kalangan remaja dapat meningkatkan risiko menjadi korban atau pelaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai KBG melalui program penyuluhan di SMA Swasta Harapan Mandiri, Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukasi interaktif, dengan tahapan pretest, penyuluhan, dan posttest. Sampel penelitian terdiri dari siswa kelas XI dan XII IPS, yang dipilih berdasarkan observasi awal terkait rendahnya kesadaran terhadap KBG. Penyuluhan berlangsung selama tiga hari dan mencakup pengenalan konsep, faktor penyebab, serta strategi pencegahan KBG. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam tingkat pemahaman siswa setelah penyuluhan, dengan peningkatan skor posttest dibandingkan pretest. Temuan ini membuktikan bahwa penyuluhan yang berbasis diskusi interaktif dan simulasi dapat menjadi metode efektif dalam membangun kesadaran remaja terhadap KBG. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program edukasi yang berkelanjutan sangat diperlukan dalam lingkungan sekolah untuk mencegah kasus KBG serta menciptakan ruang yang lebih aman bagi semua individu.
Sosiologi Kritis dan Transformasi Pendidikan: Menggugat Ketidaksetaraan Gender di Indonesia Fritz Hotman Syahmahita Damanik; Oman Sukmana; Wahyudi Winarjo
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.2142

Abstract

Ketidaksetaraan gender dalam pendidikan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang berakar pada norma sosial, kurikulum, dan kebijakan yang belum sepenuhnya mendukung sistem edukasi yang inklusif. Pendidikan, yang seharusnya menjadi alat transformasi sosial, seringkali justru mereproduksi bias yang menghambat akses dan kesempatan setara antara perempuan dan laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, dengan kerangka teori sosiologi kritis, termasuk teori reproduksi sosial Bourdieu dan konsep hegemoni Gramsci, untuk menganalisis bagaimana struktur sosial patriarkal dan bias institusional terinternalisasi dalam praktik pendidikan. Data empiris menunjukkan bahwa partisipasi perempuan di pendidikan tinggi mencapai sekitar 57%, namun hanya 20%–30% yang terlibat secara aktif dalam bidang STEM, yang mengindikasikan kesenjangan signifikan dalam pendistribusian kesempatan akademik. Selain itu, penelitian mengenai stereotip dalam profesi guru pendidikan anak usia dini mengungkapkan bahwa hanya sebagian kecil (kurang dari 40%) calon pendidik laki-laki yang menembus pasar kerja, memperkuat anggapan bahwa profesi tersebut lebih cocok untuk perempuan. Temuan-temuan tersebut diperkuat oleh analisis kritis kebijakan kesetaraan gender yang menunjukkan bahwa implementasi konstitusional untuk melindungi hak-hak gender masih terhambat oleh budaya pendidikan yang cenderung membenarkan ketimpangan. Lebih lanjut, analisis diskursus di sekolah-sekolah mengindikasikan bahwa hanya sekitar 25% institusi yang melaksanakan pelatihan guru berbasis gender secara rutin, sedangkan kurangnya inovasi kurikulum yang responsif gender membuat stereotip sosial tetap bertahan.
Bibliometric Analysis of Research Trends on Food Taboos during Pregnancy in a Socio-Cultural Context Susanti, Sri; Sukmana, Oman; Susilo, Rahmad K. Dwi
Genius Journal Vol. 6 No. 1 (2025): GENIUS JOURNAL
Publisher : Inspirasi Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/gj.v6i1.482

Abstract

Introduction: Food taboos during pregnancy are common cultural practices in many developing countries. While intended to protect maternal and fetal health, these taboos often contradict recommended nutritional guidelines and may contribute to maternal undernutrition. Objective: This study aims to analyze global research trends on food taboos among pregnant women using a bibliometric approach to identify knowledge gaps and emerging themes. Method: A bibliometric analysis was conducted using data retrieved from the Scopus database covering publications from 2000 to 2024. The data were analyzed using VOSviewer software to map publication patterns, keyword co-occurrence, and thematic clusters. Results: A total of 55 relevant articles were identified. The number of publications began to increase significantly in 2013, peaking in 2019. Most research originated from developing countries, notably Ethiopia and Nigeria, with a disciplinary focus on medicine, agricultural and biological sciences, nursing, and social sciences. The bibliometric mapping identified three main thematic clusters: (1) food taboos and dietary preferences, (2) health knowledge and attitudes, and (3) maternal nutritional status linked to socioeconomic factors. Emerging keywords included nutrition, anemia, diet, and undernutrition. However, key issues such as socioeconomic dimensions and dietary diversity remain underexplored. Conclusion: Research on food taboos in pregnancy is growing but remains geographically and thematically concentrated. Future studies should adopt interdisciplinary and culturally sensitive approaches to address the nutritional implications of food taboos during pregnancy. These findings provide valuable insights for policymakers and researchers in designing effective maternal health interventions.
Co-Authors . Ishomuddin A. Fikri Ainurrizqi Adi, Bambang Tri Sasongko Adielah, Ubaidah Adit Mohammad Aziz Agus Rianto Amika, Fatimah Zahro’ Anshar Arfida Br Arif, Mukhrizal Arifana, Arifana Armando Dos Santos Lopes Asrul, Nona Masnawati Atikah Ulayya Ayu Widya Savitri Azhar, Insyira Yusdiawan Bambang Tri Sasongko Adi Budi Nurhamidin Budi Suprapto D Soedarwo, Vina Salviana D. Soedarwo, Vina Salviana Damanik, Fritz Hotman Syahmahita Darmansyah Pulungan Ekasari, Fitria Juliana Eko Budi Cahyono Eko Budi Siswandoyo Elfi Anis Saati Eny Pemilu Kusparlina Erwan Ibrahim, Fadli Fauzik Lendriyono Ferry Irawan Firdaus Firdaus Fritz Hotman Syahmahita Damanik Fritz Hotman Syahmahita Damanik Gembong Rudiansyah Sumedi Grasella, Fitara Hardianto Hariyanto Heriyanti, Lesti Herman Herwan Saleh Hidayat, DS Wahyu Hutri Agustino Ibrahim, Fadli Erwan Ifashabayo, Benjamin Ihyauddin, Ihyauddin Ika Yuliasari Ilham Mustofa Ilham Syah Indra Indra Indra Indra Indra Irman Puansah Joao Ximenes Juli Astutik Kauli, Ilham Komalawati, Euis Martins, Alibere Masrur Miftahul Jannah Minarni Manoppo Moh. Nur, Nirwan Muchamad Arifin Muchlis Anwari Muhammad Jufri Muhammad Yusril Indra Syahputra Muhammad, Gibran Mukhlis Irwanto, Wahyu Nasrullah Nihayah, Delfi Nora Idiawati Nugroho, Agung Nurie Azizah Nurwahyuni, Eny Pulungan, Darmansyah Purwani, Emy Sri Putri, Aan Iminullah Eka Rachmad K. Dwi Susilo Rachmad Kristiono Dwi Susilo Radinal Muhdar Rahcmad K. Dwi Susilo Rahmatia, Ashari Ridwan, Ikhwan Ruli Inayah R Rupiah Sari Safran Efendi Pasaribu Saiba, Elias Salmin Dengo Saputro, Darmanto Sari, Afna Fitria Sasongko Adi, Bambang Tri Sebastian, Titis Sidik Sunaryo Siti Nurul Wahida Soedarwo, Vina Salviana D. Soedarwo, Vina Salviana D. Soedarwo Sri Susanti Sri Susanti Su’adah Su’adah Subki, Imam Tajus Sucipto, Dri Sukmana, Erinda Dwimagistri Sulatsri Suriadi, Agus Susilo, Rachmad Kristano Dwi Susilo, Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Rahmad K Dwi Susilo, Rahmad K. Dwi Suyadi Syafrieyana, Yana Tarigan, Nosita Br. Tri Sulistyaningsih, Tri Usep Saepul Ahyar Vina Salviana Vina Salviana D. Soedarwo Vina Salviana Darvina Soedarwo Wahida, Siti Nurul Wahyu hidayat WAHYUDI Wahyudi Wahyudi , Wahyudi Wahyudi Wahyudi Widodo, Eko Rizki Purwo Wulandari, Galuh Diajeng Yana Syafrieyana Yeri Utami Yunanto Andang Trihantoro Zaenal Abidin