p-Index From 2021 - 2026
7.612
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Teknologi dan Kejuruan: Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya Transmisi TELKOMNIKA (Telecommunication Computing Electronics and Control) Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Journal of Mechanical Engineering Science and Technology Journal of Accounting and Management Innovation Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin Jurnal Teknik Industri: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Industri Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) SEIKO : Journal of Management & Business Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Almufida: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman International Journal of Recent Technology and Applied Science (IJORTAS) Indonesian Journal for Social Responsibility Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian, Pendidikan dan Teknologi Journal of Industrial Engineering & Management Research (JIEMAR) Jurnal Perak Malahayati : Pengabdian Kepada Masyarakat Andalasian International Journal of Applied Science, Engineering, and Technology Journal of Accounting and Management Innovation Bengkoelen Justice : Jurnal Ilmu Hukum Proceeding International Seminar of Islamic Studies Mechanical Engineering for Society and Industry Automotive Experiences Journal of Mechanical Engineering, Science, and Innovation Jurnal Bangun Manajemen Zona Manajerial: Program Studi Manajemen (S1) Universitas Batam Journal of Public Health Concerns Barongko : Jurnal Ilmu Kesehatan JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports JOURNAL OF Mother and Child Health Concerns JOURNAL OF Mental Health Concerns International Journal Of Synergi In Law, Criminal And Justice Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi NMI THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Midwifery Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Qualitative Health Research

Analisis asuhan keperawatan pada penderita diabetes mellitus dengan intervensi keperawatan terapi senam kaki di lapas perempuan kelas II-A Bandar Lampung Sari, Mentari Permata; Yulendasari, Rika; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 1 (2023): Penanganan Kecemasan Pasien Menjelang Operasi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i1.352

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a world health problem. Data from the World Health Organization (WHO) in 2020 states that the number of diabetes mellitus patients has affected more than 500 million people, this number is expected to increase to 642 million (55%). In Indonesia, DM is the third largest case of death at 6.7% after stroke and CHD. DM control can be done with physical activity (diabetic foot exercise), because the permeability of the membrane to glucose increases when the muscles contract because muscle contractions have insulin-like properties. Objective: To determine nursing care for people with diabetes mellitus with foot exercise therapy nursing interventions at Class II-A Women's Prison Bandar Lampung. Method: The design of this scientific paper uses a descriptive design. The data collection method in this scientific paper uses interviews, observation and the application of foot exercises to patients managed by Mrs M and Mrs H. Results: It was found that diabetic foot exercise can reduce blood glucose levels where Mrs M with current blood sugar pretest was 320 mg/dl and decreased to 120 mg/dl in the posttest. Whereas in Mrs H with current blood sugar pretest 240 mg/dl decreased to 120 mg/dl in the posttest. Conclusion: Diabetic foot exercise can reduce blood glucose levels. Suggestion: It is hoped that the results of this study can increase the knowledge of people with diabetes mellitus about foot exercises in reducing and controlling blood glucose levels. Keywords: Foot Exercise Therapy; Patients with Diabetes Mellitus; Lowering Blood Glucose Levels Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2020 menyatakan jumlah pasien diabetes melitus telah menyerang lebih dari 500 juta orang, jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 642 juta (55%). Di Indonesia sendiri DM menjadi kasus kematian terbesar ketiga sebesar 6,7% setelah stroke dan PJK. Pengendalian DM dapat dilakuakan dengan aktivitas fisik (senam kaki DM), karena permeabilitas membran terhadap glukosa meningkat saat otot berkontraksi karena kontraksi otot memiliki sifat seperti insulin. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada penderita diabetes mellitus dengan intervensi keperawatan terapi senam kaki di Lapas Perempuan Kelas II-A Bandar Lampung. Metode: Design karya tulis ilmiah ini menggunakan design deskriptif. Metode penggumpulan data pada karya tulis ilmiah ini menggunakan wawancara, observasi dan penerapan senam kaki pada pasien kelolaan Ny M dan NY H. Hasil: Didapatkan pemberian senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah dimana pada Ny M GDS pretest 320 mg/dl dan menurun menjadi 120 mg/dl pada posttest. Sedangkan pada Ny H GDS pretest 240 mg/dl menurun menjadi 120 mg/dl pada posttest. Simpulan: Senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar glukosa darah. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang senam kaki dalam menurunkan serta mengendalikan kadar glukosa darah.
Analisis asuhan keperawatan pada penderita diabetes mellitus dengan intervensi keperawatan terapi senam kaki di lapas perempuan kelas II-A Bandar Lampung Sari, Mentari Permata; Yulendasari, Rika; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 1 (2023): July Edition 2023: Penanganan Kecemasan Pasien Menjelang Operasi
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i1.352

Abstract

Background: Diabetes mellitus (DM) is a world health problem. Data from the World Health Organization (WHO) in 2020 states that the number of diabetes mellitus patients has affected more than 500 million people, this number is expected to increase to 642 million (55%). In Indonesia, DM is the third largest case of death at 6.7% after stroke and CHD. DM control can be done with physical activity (diabetic foot exercise), because the permeability of the membrane to glucose increases when the muscles contract because muscle contractions have insulin-like properties. Objective: To determine nursing care for people with diabetes mellitus with foot exercise therapy nursing interventions at Class II-A Women's Prison Bandar Lampung. Method: The design of this scientific paper uses a descriptive design. The data collection method in this scientific paper uses interviews, observation and the application of foot exercises to patients managed by Mrs M and Mrs H. Results: It was found that diabetic foot exercise can reduce blood glucose levels where Mrs M with current blood sugar pretest was 320 mg/dl and decreased to 120 mg/dl in the posttest. Whereas in Mrs H with current blood sugar pretest 240 mg/dl decreased to 120 mg/dl in the posttest. Conclusion: Diabetic foot exercise can reduce blood glucose levels. Suggestion: It is hoped that the results of this study can increase the knowledge of people with diabetes mellitus about foot exercises in reducing and controlling blood glucose levels. Keywords: Foot Exercise Therapy; Patients with Diabetes Mellitus; Lowering Blood Glucose Levels Pendahuluan: Diabetes mellitus (DM) merupakan salah satu masalah kesehatan dunia. Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2020 menyatakan jumlah pasien diabetes melitus telah menyerang lebih dari 500 juta orang, jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 642 juta (55%). Di Indonesia sendiri DM menjadi kasus kematian terbesar ketiga sebesar 6,7% setelah stroke dan PJK. Pengendalian DM dapat dilakuakan dengan aktivitas fisik (senam kaki DM), karena permeabilitas membran terhadap glukosa meningkat saat otot berkontraksi karena kontraksi otot memiliki sifat seperti insulin. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada penderita diabetes mellitus dengan intervensi keperawatan terapi senam kaki di Lapas Perempuan Kelas II-A Bandar Lampung. Metode: Design karya tulis ilmiah ini menggunakan design deskriptif. Metode penggumpulan data pada karya tulis ilmiah ini menggunakan wawancara, observasi dan penerapan senam kaki pada pasien kelolaan Ny M dan NY H. Hasil: Didapatkan pemberian senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah dimana pada Ny M GDS pretest 320 mg/dl dan menurun menjadi 120 mg/dl pada posttest. Sedangkan pada Ny H GDS pretest 240 mg/dl menurun menjadi 120 mg/dl pada posttest. Simpulan: Senam kaki diabetes dapat menurunkan kadar glukosa darah. Saran: Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang senam kaki dalam menurunkan serta mengendalikan kadar glukosa darah.
Hubungan tingkat pengetahuan suami terhadap kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan antenatal care (ANC) Caristia, Angga; Wardiyah, Aryanti; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 6 (2025): November Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i6.1549

Abstract

Background: Pregnancy is a natural process that lasts approximately 37 to 40 weeks from conception to delivery. Although normal, pregnancy still carries risks for the mother. Physical changes and common complaints can occur, but certain conditions should be monitored as signs of pregnancy danger that require special attention. Purpose: To determine the relationship between husbands' knowledge of pregnancy emergencies and antenatal care (ANC) visits. Methods: This quantitative study used an observational analytical design using a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women who attended ANC visits in the Maja Pesawaran Community Health Center (Puskesmas) working area in 2024, totaling 283 respondents, with a sample size of 166 respondents. Sampling used a simple random sampling technique. Data analysis used the chi-square test. Results: The frequency distribution showed that most respondents had good knowledge (53.6%) and were compliant with ANC visits (52.4%). The analysis revealed a significant association between husbands' knowledge and ANC visits (p=0.000). Respondents with poor knowledge were 7.652 times more likely to be non-compliant with ANC visits than those with good knowledge (OR = 7.652; 95% CI: 3.836–15.263). Conclusion: There is a relationship between husbands' knowledge of pregnancy emergencies and antenatal care (ANC) visits.   Keywords: ANC Visits; Emergency Pregnancy; Husband's Knowledge.   Pendahuluan: Kehamilan merupakan proses alami yang berlangsung sekitar 37 hingga 40 minggu sejak pembuahan hingga persalinan. Meskipun normal, kehamilan tetap memiliki risiko bagi ibu. Perubahan fisik dan keluhan umum bisa terjadi, namun beberapa kondisi tertentu perlu diwaspadai sebagai tanda bahaya kehamilan yang memerlukan perhatian khusus. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan suami tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan antenatal care (ANC). Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang melaksanakan kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas maja pesawaran 2024 berjumlah 283 responden dengan jumlah sampel 166 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data menggunakan uji chi square. Hasil: Distribusi frekuensi menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik (53.6%) dan tergolong patuh dalam kunjungan ANC (52.4%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan suami dengan kunjungan ANC (p=0.000). Responden dengan pengetahuan kurang baik memiliki risiko 7.652 kali lebih besar untuk tidak patuh melakukan kunjungan ANC dibandingkan yang berpengetahuan baik (OR = 7.652; CI 95%: 3.836–15.263). Simpulan: Ada hubungan pengetahuan suami tentang kegawatdaruratan kehamilan dengan kunjungan pemeriksaan antenatal care (ANC).   Kata Kunci: Kegawatdaruratan Kehamilan; Kunjungan ANC; Pengetahuan Suami.
Pengaruh terapi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien dengan gangguan rasa nyaman nyeri post op fraktur tangan Yusuf, Dody Iqbal; Chrisanto, Eka Yudha; Andoko, Andoko
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.1583

Abstract

Background: Fractures are a common health problem caused by trauma, particularly traffic accidents. Post-operative hand fracture patients commonly experience pain, which, if not properly managed, can interfere with the healing process. Pain management still focuses largely on analgesic medications, while non-pharmacological therapies such as finger holds can be an alternative. Purpose: To determine the effect of finger hold therapy on reducing pain intensity in post-operative hand fracture patients. Method: This quantitative study used a quasi-experimental one-group pretest and posttest design. A sample of 30 respondents was selected using purposive sampling technique according to inclusion criteria. The research instruments used an observation sheet and a Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using univariate and bivariate methods using the dependent t-test. Results: The mean and SD of pain intensity before intervention was 6.17 ± 1.020, while after finger hold therapy it decreased to 3.70 ± 1.643. The dependent t-test showed a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in pain intensity before and after the intervention. Conclusion: Finger hold therapy is effective in reducing pain intensity in post-operative hand fracture patients. This study suggests that finger hold therapy may be applied as a non-pharmacological intervention alongside analgesics in hospital pain management. Results: The average pain intensity before finger-hold therapy was 6.17±1.020, and after the therapy, it decreased to 3.70±1.643. The dependent t-test yielded a p-value of 0.000<0.05, indicating a significant difference in pain intensity before and after the intervention. Conclusion: Finger-hold therapy is effective in reducing pain intensity in post-hand fracture surgery patients. Therefore, it is recommended that finger-hold therapy be used as a non-pharmacological intervention alongside analgesics in pain management in hospitals. Keywords: Finger-hold; Fracture; Pain Intensity; Post-Operative. Pendahuluan: Fraktur merupakan masalah kesehatan yang banyak terjadi akibat trauma, khususnya kecelakaan lalu lintas. Pasien post operasi fraktur tangan umumnya mengalami nyeri yang jika tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu proses penyembuhan. Penanganan nyeri masih banyak berfokus pada obat analgesik, sementara terapi non-farmakologis seperti finger hold dapat menjadi alternatif. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh terapi finger hold terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur tangan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental one group pretest and posttest design. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji t-dependen. Hasil: Nilai rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan terapi finger hold adalah 6.17±1.020 dan setelah diberikan terapi menurun menjadi 3.70±1.643. Hasil uji t-dependen diperoleh p-value 0.000<0.05 yang menunjukkan terdapat perbedaan signifikan intensitas nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Simpulan: Terapi finger hold berpengaruh dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post operasi fraktur tangan sehingga disarankan agar terapi finger hold dapat dijadikan intervensi non-farmakologis pendamping analgesik dalam manajemen nyeri di rumah sakit. Kata Kunci : Fraktur; Finger Hold; Intensitas Nyeri; Post Operasi.      
Co-Authors A.N. Afandi Abdiyar, Muhammad Albin Afrianto, Raka Agung Prabowo Akbar, Muhamad Rizky Amin Hou Aminnudin, Aminnudin Ananto, Rifqi Ryandi Dwi Andi Muadz Palerangi Andreas Syah Pahlevi Ari Ambrianti Arifin Arifin Aripriharta - Aryanti Aryanti Aryanti Wardiyah, Aryanti Avita Ayu Permanasari Azhali Siregar Azzahra, Putri Salsabila Bayu Angga Pratama Cahyono, Yanuar Reza Trie Caristia, Angga Chrisanto, Eka Yudha Darmawan, Muhammad Wahid Deby S O Pasaribu Dhitya, Ray Krisna Didin Zakaria Lubis Didin Zakariya Lubis Djamaludin, Djunizar Elliya, Rahma Epilasari, Epilasari Erpiyana, Refsi ERWAN, FRAGESTHA Faishol, Faishol Femiana Gapsari MF Furqoni, Prima Dian Hadi, Riswan Haryanti, Mega Henry Aspan Hermanto, Yon Ade Lose Hermawan, Dessy Heru Suryanto Hesti Wulandari Horng, Gwo Jiun Husada, Imam Farid Farian Imam Muda Nauri Indaman, Putri Irham Fadlika Janas, Dawid Jemmy Rumengan Juana, Rika K, Umi Rohmayati Keswara, Umi Romayati Khoirudin, Parid Khoyroh, Syafira Bilqis Kurniasih, Dennti Kurniawan, Franky Kusubakti Andajani M. Alfian Mizar M. Arif Sani M. Arifki Zainaro Manawan, Maykel Mardiani, Wiwin Mardji Mardji Martok, Yenni MHD AZHALI Siregar Mishima, Kenji Muliadin , Muliadin Muntholib Nada, Dhea Qurrotun Nandang Mufti Noor Ibrahim , Alza Novikasari, Linawati Nurdiansyah Rudi Pangesti, Dimas Ning Pasha, Muhammad Faizullah Perdana, Muhamad Rayhan Rizky Pradana, Yanuar Rohmat Aji Prasetya, Riduwan Prihanto Trihutomo Pritasari, Laili Putri, Evalistiyo Rachmawati, Yessy Rahman, Chandra Hairat Abdul Rahmawati, Reka Putri Ramadhan, Rafli Adi Retno Wulandari Retno Wulandari Riana Nurmalasari Riduwan Prasetya Rilyani, Rilyani Rina Rifqie Mariana Riska Wandini, Riska Riski, Akhmad Afrizal Riyanto, Mochammad Deny Rizka, Mahda Rr. Poppy Puspitasari Saputro, Suratno Adi Sari, Devi Ratna Sari, Lisa Yuliana Sari, Made Novita Sari, Mentari Permata Satria, Frinan SATRIA, FRIYAN Selfianti, Selfianti Setiawati Setiawati Shiddieqy, M. Hasbi Ash Silvia, Eka Sinuhaji, Frans G Siti Aisyah Slivia, Eka Sormin, Partogian Suprayitno Suprayitno Suprayitno Suprayitno Surani, Eka Sri Syah, Muhammad Zacky Syamsiar, Syamsiar Tengku Riza Zarzani N Trismiana, Eka Trismiyana, Eka Triyoso, Triyoso Tuwoso Ulandari, Elpi Wahid Tri Wahyudi WAHYU HIDAYAT, NUR Wibowo, Fadhil William, Evelyn Natasha Winson, Lelita wulan, Sarinah sri Yahya Zakaria Yenni Yenni Yulendasari, Rika Yunazar Manjang Yusran Gea, Ali Yusuf, Dody Iqbal