p-Index From 2021 - 2026
13.047
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MANAJEMEN HUTAN TROPIKA Journal of Tropical Forest Management Sosiohumaniora Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Indonesian Journal of Conservation Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Ecogreen Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Jurnal Hutan dan Masyarakat Jurnal Belantara Indonesian Journal of Artificial Intelligence and Data Mining InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis PERENNIAL Journal of Sylva Indonesiana Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) ULIN: Jurnal Hutan Tropis Agro Bali: Agricultural Journal Journal of Tropical Marine Science Jurnal Silva Tropika Dharma Raflesia : Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil : Jurnal Ilmu-Ilmu Kehutanan dan Pertanian Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Journal of Empowerment Community Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Tabikpun Jurnal FASILKOM (teknologi inFormASi dan ILmu KOMputer) Buletin Poltanesa Journal of Soft Computing Exploration KLIK: Kajian Ilmiah Informatika dan Komputer Buguh: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sylva Scienteae MAKILA: Jurnal Penelitian Kehutanan Aptekmas : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Sylva Lestari JURNAL HUTAN TROPIS Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Malcom: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Jurnal Ilmu Kehutanan Global Forest Journal Journal of People, Forest And Environment Jurnal Wasian
Claim Missing Document
Check
Articles

PENTINGNYA PEMANTAUAN KESEHATAN HUTAN DALAM PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN Fansuri Fikri Haikal; Arief Darmawan; Hari Kaskoyo; Rahmat Safe'i
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 4 No 1 (2020): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.29 KB)

Abstract

Community forestry is a social forestry scheme in state forests. Hkm empowers communities around the forest area to increase the ability and independence of the local community. Forest health monitoring is still rarely applied in the management of HKm. Forest health monitoring results can be a reference in making the right decisions in managing HKm so that the results obtained can be optimal. This study aims to determine the results of forest health monitoring in Beringin Jaya HKm managed by KTH Lestari Jaya 8. The research was conducted using the Forest Health Monitoring (FHM) method. Forest health monitoring results show that there are 6 cluster plots with the final value of forest health status in cluster 1 (2.53) bad category, plot 2 (8.98) good category, plot 3 (6.31) moderate category, plot cluster 4 (10.51) category is good, cluster plot 5 (10.74) category is good and cluster plot 6 (8.98) category is good. Thus the results of forest health monitoring obtained by KTH Lestari Jaya 8 with an average final value of forest health status is moderate
ANALISIS PRODUKTIVITAS SEBAGAI SALAH SATU INDIKATOR KESEHATAN HUTAN (Studi Kasus Pada Hutan Rakyat Jati di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung) Siti Fauzia Rochmah; Rahmat Safe'i; Afif Bintoro; Hari Kaskoyo
JURNAL HUTAN PULAU-PULAU KECIL Vol 4 No 2 (2020): JHPPK
Publisher : Program Studi Manajemen Hutan, Pascasarjana Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jhppk.v4i2.2993

Abstract

Currently, community forests are increasingly showing an important role in meeting the timber demand for the timber industry. This can be seen from the log production which continues to decline every year. The reduced supply of wood from natural and plantation forests is one of the reasons why community forests are used as an alternative to meet the demand for industrial wood raw materials. This study aims to determine the parameter value of productivity indicators and health status of jati community forests in Natar District. To achieve this, the stages include: determining the number of plot calculators, making FHM plot clusters in teak community forests, collecting data and analyzing productivity data and the final forest health value. The results of this study indicate that jati community forests in Natar District, South Lampung Regency have good forest health values ​​based on productivity indicators. This will affect the management of community forests in the future with the main function of forests, namely production. By knowing the productivity value and health condition of the forest, managers can make appropriate forest management decisions.
Klasifikasi Skala Kerapatan dan Transparansi Tajuk Jenis Daun Jarum dengan VGG16: Classification of Density and Transparency Scales of Needle Leaf Types with VGG16 Flaurensia Riahta Tarigan; Rico Andrian; Rahmat Safe'i
MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science Vol. 3 No. 2 (2023): MALCOM October 2023
Publisher : Institut Riset dan Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57152/malcom.v3i2.940

Abstract

Artikel ini membahas penggunaan deep learning, khususnya arsitektur Convolutional Neural Network (CNN) VGG16, untuk mengklasifikasikan tingkat kerapatan dan transparansi tajuk pada pohon jenis daun jarum. Penelitian ini mengumpulkan gambar dari empat jenis pohon daun jarum: araucaria heterophylla, pinus merkusii, cupressus retusa, dan shorea javanica, masing-masing dengan sepuluh tingkat kerapatan dan transparansi yang berbeda. Setiap jenis memiliki 1000 gambar yang telah di-label. Proses preprocessing melibatkan perubahan ukuran, dan augmentasi gambar. Data dibagi menjadi data training (70%), data validation (10%), dan data testing (20%). Model deep learning yang digunakan adalah VGG16 dengan hyperparameter yang telah ditentukan. Hasil pelatihan model menunjukkan bahwa VGG16 berhasil mengklasifikasikan pohon daun jarum dengan tingkat akurasi yang baik. Hasil akurasi mencapai 90.00% untuk pinus merkusii, 92.00% untuk araucaria heterophylla, 96.00% untuk cupressus retusa, dan bahkan 99.00% untuk shorea javanica. Hasil evaluasi juga mencakup precision, recall, dan F1-score untuk setiap kelas kerapatan dan transparansi. Kesalahan prediksi terutama terjadi pada kelas dengan tingkat kesamaan visual yang tinggi antar gambar. Penelitian ini membuktikan bahwa teknologi deep learning dapat digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat kerapatan dan transparansi tajuk pada pohon daun jarum. Hasilnya dapat digunakan dalam pemantauan kesehatan hutan, membantu pemerintah dan organisasi terkait dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Implementasi Metode CNN Computer Vision Dalam Identifikasi Tipe Kerusakan Pohon Berbasis FHM Rahmat Safe’i; Rahmat Safe'i; Zuhri Nopriyanto; Rico Andrian; Kurnia Muludi
InComTech : Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/incomtech.v13i1.16022

Abstract

Identifikasi tipe kerusakan pohon pada Forest Health Monitoring hingga saat ini masih bersifat manual, yaitu menggunakan penglihatan manusia dalam penerapannya. Teknologi Informasi yang kini berkembang pesat dapat di rasakan hingga ke berbagai media penerapan ilmu pengetahuan, dengan demikian terciptalah salah satu solusi dalam memecahkan masalah penelitian kasus identifikasi tipe kerusakan pohon yaitu dengan penggunaan metode computer vision dalam upaya memudahkan pekerjaan dalam ilmu kehutanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan computer vision dalam mengidentifikasi tipe kerusakan pohon berbasis Forest Health Monitoring. Tahapan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengumpulan dataset, proses preprocessing, pembagian dataset, pelatihan model, pengujian model dan terakhir adalah evaluasi model. Hasil penelitian ini berupa model (prototype) identifikasi tipe kerusakan pohon dalam 4 kategori yaitu, LeNet-5 Colab, LeNet-5 Tesla, MobileNet Colab, dan MobileNet Tesla. Persentase identifikasi model bervariasi, dimana pada kelas tertentu model dapat mengidentifikasi dengan benar dan dikelas lainnya masih ada beberapa identifikasi model yang kurang optimal, disebabkan oleh kemiripan beberapa bentuk dataset dalam segi visual komputer. Penelitian penerapan computer vision dalam identifikasi kerusakan pohon berbasis Forest Health Monitoring berhasil dilakukan dengan menghasilkan dua model (prototype) dalam identifikasi kerusakan pohon yang nilai akurasinya mencapai angka 89.99% pada model LeNet-5 dan 99.06% pada model MobileNet dengan tools yang digunakan adalah Jupyter notebook pada Nvidia Tesla K20 (offline) dan Google Colab (online).
Multi-Purpose Trees Species Damage Index: Case Study of Wan Abdul Rachman Forest Park Utilization Block, Lampung Rahmat Safe’i; Rahmat Safei; Rahmat Safe'i; Rico Andrian; Tri Maryono
Indonesian Journal of Social and Environmental Issues (IJSEI) Vol. 3 No. 2 (2022): August
Publisher : CV. Literasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (711.691 KB) | DOI: 10.47540/ijsei.v3i2.609

Abstract

The Wan Abdul Rachman (WAR) Forest Park (TAHURA) Utilization Block is a location that can be utilized by the community, especially its non-timber forest products. Utilization of non-timber forest products is the type of Multi-Purpose Trees Species (MPTS). On the other hand, many trees were damaged due to this utilization. This study aimed to obtain the damage index (IK) of MPTS types in the TAHURA WAR utilization block. Data was collected by assessing the IK of trees based on the Forest Health Monitoring (FHM) method on five cluster plots of FHM. Data analysis was carried out using the IK value formula. The results showed that there were 13 types of MPTS found in the TAHURA WAR utilization block; with the range of IK values for each kind of MPTS as follows: Durio zibenthinus (0.0-6.1), Persea americana (1.4-6.5), Parkia speciosa (0.0-5.8), Archidendron pauciflorum (1.5-6.1), Gnetum gnemon (0.0-6.1), Hevea brasiliensis (1.4-6.1), Theobroma cacao (1.4-5.0), Mangifera indica (1.6-4.3), Sygyzium malaccensis (1.6-4.6), Arthocarpus heterophyllus (1.6-5.8), Sygyzium aqueum (1.4-4.3), Sygyzium aromaticum (1.5-3.8) and Tectona grandis (1.6-4.9). The location influences the size of the IK value, type and severity of tree damage found. Thus, the average IK values for each kind of MPTS in the TAHURA WAR utilization block were Hevea brasiliensis (4.3), Artocarpus heterophyllus (4.2), Archidendron pauciflorum (4.1), Theobroma cacao (4.0), Tectona grandis (3.8), Persea americana (3.5), Parkia speciosa (3.5), Durio zibenthinus (3.4), Sygyzium malaccensis (3.4), Gnetum gnemon (3.2), Sygyzium aqueum (2.9), Mangifera indica (2.7) dan Sygyzium aromaticum (2.4).
MobileNet untuk Identifikasi Skala Kerapatan dan Transparansi Tajuk Pohon Daun Lebar Fanirizki Sofiyana; Rico Andrian; Rahmat Safe'i
KLIK: Kajian Ilmiah Informatika dan Komputer Vol. 4 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : STMIK Budi Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30865/klik.v4i3.1476

Abstract

Forest health is an essential aspect of maintaining global environmental balance. One method for measuring forest health is Forest Health Monitoring (FHM), which includes measuring crown condition (crown density and foliage transparency). The measurement of crown density and foliage transparency is currently conducted by forest health experts by comparing the intensity of sunlight under the trees with values on a scale card (magic card) and then recording it. This is less effective because it relies on direct observation and can only be done by experts.Deep learning technology, especially Convolutional Neural Networks (CNN) such as MobileNet, can be used to make these measurements easier. This research aims to identify the scale of crown density and foliage transparency of broadleaf tree. This dataset used consist of four broadlieaf tree types: cacao (Theobroma cacao), durian (Durio zibethinus), rubber (Havea brasiliensis), and candlenut (Aleurites moluccana) with 5,000 images per tree type. The data preprocessing is carried out by data augmentation to prepare the dataset. The dataset is divided into three parts, 70% training data, 10% validation data, and 20% test data. Experimental results show that the MobileNet model can measure crown density and foliage transparency with accuracy during training and validation for Theobroma cacao (94.20%), Durio zibethinus (83.60%), Havea brasiliensis (97.80%), and Aleurites moluccana (99.20%). Accuracy in the testing process on Theobroma cacao (94.20%), Durio zibethinus (87.50%), Havea brasiliensis (97.90%), and Aleurites moluccana (98.70%). These results show that the MobileNet model is able to identify scales of crown density and foliage transparency using the Forest Health Monitoring (FHM) method for broadleaf trees with very good performance. Therefore, this research with MobileNet shows the potential for using deep learning technology in monitoring forest health more effectively and efficiently.These results show the potential for using deep learning technology in monitoring forest health more effectively and efficiently.
ANALISIS TINGKAT KENYAMANAN BERDASARKAN TEMPERATURE HUMIDITY INDEX (THI) DI HUTAN KOTA TERMINAL 16C, HUTAN KOTA TESARIGAGA DAN HUTAN KOTA ISLAMIC CENTER KOTA METRO LAMPUNG Risna Damayanti; Rahmat Safe’i; Agus Setiawan; Slamet Budi Yuwono
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 3 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi September 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i3.17631

Abstract

Hutan kota merupakan salah satu komponen Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terdiri dari vegetasi pohon dan dapat mempengaruhi kelembaban dan suhu udara. Kemampuan ini dapat memperlambat angin untuk membuat lingkungan lebih nyaman. Kenyamanan termal adalah suatu keadaan dimana suhu dan kelembaban lingkungan cukup bagi manusia untuk dapat melakukan aktivitasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan Temperature Humidity Index (THI) untuk mengukur tingkat kenyamanan berdasarkan suhu dan kelembaban lingkungan. Suhu udara dan kelembaban relatif di daerah tersebut merupakan dua faktor iklim yang digunakan dalam pendekatan ini untuk menilai tingkat kenyamanan. Rata-rata nilai THI hutan kota di Terminal 16C adalah 26,4; rata-rata nilai THI hutan kota di Tesarigaga adalah 26,1; dan rata-rata nilai THI hutan kota di Islamic Center adalah 25,4; semua hutan kota ini termasuk dalam kelompok yang kurang menyenangkan. Kondisi ini dipengaruhi oleh perubahan suhu dan kelembaban udara. Aspek lain, seperti aktivitas lingkungan seperti kendaraan bermotor yang menghasilkan polusi, aktivitas manusia di dekat hutan kota, dan kondisi vegetasi pohon, ada selain suhu dan kelembaban.
STATUS KEBERLANJUTAN EKOWISATA MANGROVE PETENGORAN, KECAMATAN TELUK PANDAN, KABUPATEN PESAWARAN Alexander Sanjaya; Christine Wulandari; Zainal Abidin; Rahmat Safe’I; Agus Setiawan; Bainah Sari Dewi
Jurnal Hutan Tropis Vol 11, No 4 (2023): Jurnal Hutan Tropis Volume 11 Nomer 3 Edisi Desember 2023
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v11i4.18194

Abstract

Penurunan fungsi ekosistem mangrove terus terjadi akibat degradasi lingkungan, rendahnya koordinasi antar instansi, dan kurangnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya, sehingga diperlukan upaya yang tepat untuk menjamin kelestariannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis indeks dan status keberlanjutan ekowisata mangrove, menentukan atribut yang mempengaruhi keberlanjutan ekowisata mangrove dan merumuskan strategi pengelolaan ekowisata mangrove.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat, pengunjung ekowisata dan pemangku kepentingan. Metode pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan simple random sampling, accidental sampling dan purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, penginderaan jauh, wawancara dan studi pustaka. Metode NDVI dengan perangkat lunak ArcGIS 10.3 digunakan untuk menganalisis kondisi ekologi, sedangkan untuk kondisi social ekonomi dan kelembagaan dianalisis menggunakan metode deskriptif. Status kelestarian ekosistem mangrove dianalisis menggunakan perangkat lunak RAP-MForest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pengelolaan ekowisata mangrove pada dimensi ekologi, sosial dan kelembagaan cukup baik yang ditunjukkan dengan nilai indeks keberlanjutan dimensi ekologi sebesar 60,40; dimensi sosial 52,38; dan dimensi kelembagaan sebesar 57,77. Hasil penelitian untuk dimensi ekonomi masuk dalam kategori kurang berkelanjutan dengan indeks keberlanjutan sebesar 50,14, sedangkan status kelestarian pengelolaan kawasan ekowisata mangrove Petetengoran secara umum termasuk dalam kategori cukup lestari. Strategi pengelolaan ekowisata mangrove yang harus dilakukan antara lain peningkatan rehabilitasi mangrove dan tingkat kerapatannya; menciptakan peluang pendapatan masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata; menyelesaikan potensi konflik dengan penggunaan lain; peningkatan peran kelompok mangrove; meningkatkan koordinasi antar pemangku kepentingan dan komitmen dukungan pemerintah daerah untuk konservasi.
STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN RAKYAT PINANG JAYA KEMILING DENGAN ANALISIS SWOT siti herawati sitorus; Rahmat Safe’i; Susni Herwanti
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 11, No 1 (2021): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v11i1.42897

Abstract

Community forest has a very important role in influencing environmental sustainability. Good management at community forest will affect the welfare of the community around the forest. This study aims to determine the strategy of community forest management in Pinang Jaya Kemiling Bandar Lampung. The data were collected with observation, documentation study and deeply interview with community forest farmers. The method of analysis used in this research is descriptive qualitative. The strategy for managing the community forest in Pinang Jaya analyzed with SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threat). Based on the research, the results of the identification of internal factors, there are two strengths and four weaknesses, Meanwhile, for external factors, there are five opportunities and one threat. The SWOT diagram shows that the position of the Pinang Jaya community forest management strategy lies in quadrant three or diversification strategy by using the power possessed and avoid any available threats. Keywords : Community forest, management at community forest, SWOTAbstrakHutan rakyat memiliki peran yang sangat penting dalam mempengaruhi kelestarian lingkungan. Pengelolaan hutan rakyat yang baik akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan hutan rakyat di Pinang Jaya Kemiling Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi dokumentasi dan wawancara mendalam dengan petani hutan rakyat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Strategi pengelolaan hutan rakyat di Pinang Jaya dianalisis dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities and Threat). Berdasarkan penelitian diperoleh hasil identifikasi faktor internal terdapat dua kekuatan dan empat kelemahan, sedangkan untuk faktor eksternal terdapat lima peluang dan satu ancaman. Diagram SWOT menunjukkan bahwa posisi strategi pengelolaan hutan rakyat Pinang Jaya berada pada kuadran tiga atau strategi diversifikasi dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki dan menghindari ancaman yang ada.Kata Kunci: Hutan rakyat, Pengelolaan Hutan rakyat, SWOT
PENGARUH PERIODE PEMANENAN RESIN DAMAR TERHADAP PENDAPATAN PETANI REPONG DAMAR DI PEKON LABUHAN MANDI PESISIR BARAT Faisal Kurniawan; Hari Kaskoyo; Duryat Duryat; Rahmat Safe’I
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 11, No 1 (2021): Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v11i1.44919

Abstract

Repong Damar is a plot of land planted with various types of productive plants from various types of timber with economic value. The term repong damar is because the plant that is dominated by this plot of land is damar eye cat (Shorea javanica). The cat's eye resin tree (Shorea javanica) produces a type of non-wood forest product in the form of resin. Resin damar is one of the mainstay commodities which is a source of income for the community because it can produce in a short period and has sustainable management compared to other types of plants found in Repong Damar. Pesisir Barat Regency, Lampung Province. The research objective was to determine the relationship between the harvesting period and the quantity and quality of resin damar which affects the income of resin farmers in Labuhan Mandi, Pesisir Barat Regency, Lampung Province. Data collection was carried out in June-August 2020. The sampling used in this study was purposive. This method was chosen to obtain uniformity in terms of the same growing area, a form of management, and plant genetic factors. The data were taken in the form of resin/tree quantity in 3 harvesting periods, namely a) 2 weeks; b) 3 weeks; c) 4 weeks, the percentage of resin quality based on market quality, namely 1) AB; 2) C; 3) D; 4) E; 5) ash; and the selling price of resin at the farmer level for each quality. Data analysis was performed using quantitative methods to calculate the amount of resin production, percentage of resin quality, and farmer income. The results showed that a harvest period of 4 weeks produced the highest resin quantity/month compared to a harvesting period of 3 weeks and a harvesting period of 2 weeks. The 4 week harvesting period also provides a higher percentage of AB resin quality than the 3 week harvesting period and the 2 week harvesting period, therefore the 4 week harvesting period provides higher farmer income than the 3 week harvesting period and 2 week harvesting period. Keywords: income, quality, quantity, resin damar AbstrakRepong Damar merupakan sebidang lahan yang ditanami oleh berbagai jenis tanaman produktif dari berbagai jenis kayu yang bernilai ekonomis.  Penyebutan repong damar karena tanaman yang didominasi pada sebidang lahan tersebut yaitu damar mata kucing (Shorea javanica).  Pohon damar mata kucing (Shorea javanica) menghasilkan salah satu jenis hasil hutan bukan kayu berupa resin.  Resin damar merupakan salah satu komoditi andalan yang menjadi sumber pendapatan masyarakat karena dapat menghasilkan dalam jangka waktu yang singkat dan pengelolaan berkelanjutan dibandingkan jenis tanaman lain yang terdapat di Repong Damar. Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan antara periode pemanenan dengan kuantitas dan kualitas resin damar yang berpengaruh terhadap pendapatan petani damar Labuhan Mandi, Kabupaten Pesisir barat, Provinsi Lampung. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2020.  Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Metode ini dipilih untuk mendapatkan keseragaman dalam hal tempat tumbuh yang sama, bentuk pengelolaan, dan faktor genetik tanaman.  Data yang diambil berupa kuantitas resin/pohon pada 3 periode pemanenan yaitu a) 2 minggu; b) 3 minggu; c) 4 minggu, persentase kualitas resin berdasarkan kualitas dipasaran yaitu 1) AB; 2) C; 3) D; 4) E; 5) abu; dan harga jual resin ditingkat petani untuk masing-masing kualitas. Analisis data dilakukan dengan metode kuantitatif untuk menghitung jumlah produksi resin, persentase kualitas resin, dan pendapatan petani.  Hasil menunjukan bahwa periode pemanenan 4 minggu menghasilkan kuantitas resin/bulan tertinggi dibandingkan periode pemanenan 3 minggu dan periode pemanenan 2 minggu.  Periode pemanenan 4 minggu ternyata juga memberikan persentase kualitas resin AB lebih tinggi dibandingkan periode pemanenan 3 minggu dan periode pemanenan 2 minggu, oleh karena itu periode pemanenan 4 minggu memberikan pendapatan petani yang lebih tinggi dibandingkan periode pemanenan 3 minggu dan periode pemanenan 2 minggu.Kata kunci : kualitas, kuantitas, pendapatan, resin damar
Co-Authors A Nizam Syahiib A. Nizam Syahiib A. Nizam Syahiib Abdul Jalal Abimanyu, Bondan Admi Syarif Admi Syarif Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Agung Abadi Kiswandono Agung Adeiv Fara Fernando Agung Yoga Pangestu Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Agus Setiawan Agustin, Aprillia Bella Cithra Putri Ahmad Julio Rizky Airlangga Sani Cahya Margaliu Ajijah, Lis Nur Akbar Rulianto Akmal Junaidi Alexander Sanjaya Alfi Sofyan Ali Wafa Alkhadafi Saddam Simparico Amal, Muhammad Ikhlasul Aminah, Lina Nur Andrian, Rico Annisa Putri Nabila Annisa Putri Nabila Annisa Putri Nabila Anshory Arbi Hidayatullah Arief Darmawan Arief Darmawan Arief Darmawan Arief Darnawan Aristoteles, Aristoteles Arum Nurcahyani Asyidiqi, Abdilah Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Bainah Sari Dewi Bella Audia Bondan Abimanyu Ceng Asmarahman Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Christine Wulandari Cici Doria Cici Doria Citra Farshilia Gayansa Rezinda Deya Puspa Ansori Dhiyaulhaq Al Mugni Dian Iswandaru Dian Iswandaru Dian Nova Yanti Dina Pertiwi Dina Pertiwi Dirgantara, Dirgantara Duryat Duryat, Duyat Eka Nala Puspita Elmo Rialdy Arwanda Elmo Rialdy Arwanda Elsa Nadia Almaidah Elza Wahyuni Enda Susianti Endang Linirin Widiastuti Eny Puspasari Erly, Hasbiyan Erna Puspasari Faisal Kurniawan Fajar Nugraha Fahriza Fajri, Ahmad Khairil Fajriyanto Fajriyanto Fanirizki Sofiyana Fansuri Fikri Haikal Fansuri Fikri Haikal Fauzi Febrianto Febrian, Ardi Ferdy Ardiansyah Ferdy Ardiansyah Ferina Wati Fito Apriandana Fito Apriandana Fitriana , Yulia Rahma Fitriana, Yulia Rahma Flaurensia Riahta Tarigan Gandadipoera, Faishal Hariz Makaarim Gunadi Djoko Winarno Gunardi Djoko Winanrno Gunardi Djoko Winarno Gunardi Djoko Winarno Gunardi Djoko Winarno Gunawan, Rhezandhy Gunawan, Rhezandy Hardjanto Hardjanto Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Hari Kaskoyo Harianto, Sugeng P Harianto, Sugeng P. Harianto, Sugeng Prayitno Harianto, Sugeng Prayitno Hartati, Puspa Hasbiyan Erly Helen Yuseva Ayu Hernani, Livia Ayu Istoria Hidayat Pujisiswanto Idi Bantara Imawan Abdul Qohar Indra G Febryano Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano Indra Gumay Febryano1 Indriyanto Indriyanto Intan F Suri Irlan Rahmat Maulana Irlan Rahmat Maulana Irwan Irwan Irwan Sukri Banuwa Irwan Sukri Banuwa Iswandaru , Dian Iswandaru, Dian Jacky Michael Pah Kaskoyo, Hari Kurnia Muludi Kurniasari, Nanda Larasati, Novi Yunita lely Pratiwi S. Leti Sundawati Lia Mulyana Lina Nur Aminah Lis Nur Ajijah Lis Nur Ajijah Lumbanraja, Favorisen R M Dedy P Sukmara M, Andre H M. Rizky Pratama M. Rizky Pratama Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Maryani, Lusia Leni Melya Riniarti Mohamad Ilham Nurfaizi Naila Putri Dwi Prana Nindya Tria Puspita Novita Tresiana Novriyanti Novriyanti Novriyanti Nur Rohman Nurfaizi, Mohamad Ilham Nurrahman, Muhammad Irfan Octarina, Nur Ayu Pardede, Lusiana Pardede, Lusiana Br. Permatasari, Diva Prayogi Saiful Anwar Prihandini Tria Okta Viani Puspita, Eka Nala Putra Pangestu Rahma Fitriana, Yulia Rhezandhy Gunawan Rico Andrian Rini Nurindarwati Rio Tedi Prayitno Risna Damayanti Risna Damayanti Risna Damayanti Riyanto Riyawan, I Nyoman Rizky Novia Sari Rizky Pratama Rommy Qurniati Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmanto Rudi Hilmato Rusdi Evizal rusita rusita S, Ade Irma Salma Dara Cantika Salsabila, Sahda Samsul Bakri Samsul Bakri Samsul Bakri Sanjaya, Fendi Agung Santoso, Trio Sapto Kuncoro Sari, Dini Ratna Selvira Selvira Selvira Selvira Sepia Tapasya Setiawan, Birgita Diah Puspitrani Simanjorang, Lely Pratiwi Siti Fauzia Rochmah Siti Fauzia Rochmah siti herawati sitorus Slamet Budi Yuwono Slamet Budi Yuwono Sofyan, Alfi Sriatna, Diah Adi Sugeng P. Harianto Sugiharti, Tri Supriyanto Supriyanto Surnayanti Surnayanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Susni Herwanti Syahiib, A. Nizam Tri Maryono Tri Rizky Putra Tri Widyawati, Tri Tristiyanto Tristiyanto Tsani, Machya Kartika Uma , Kaifa Unang Mulkhan Unang Mulkhan Vio Deka Ananda Vio Deka Ananda Violita, Cindy Yoeland Vita Arianasari Vita Arianasari Wahyu Hidayat Winarno, Gunardi Djoko Wisnu Satyajaya Wulan Ayu Lestari, Wulan Ayu Wulandari , Christine Wulandari, Christin Yeni Apriliyani Yeni Susanti Yudi Safril Ariza Yulia Rahma Fitriana Yullia Indriani Yullia Indriani Zainal Abidin Zuhri Nopriyanto Zuhri Nopriyanto