p-Index From 2021 - 2026
6.447
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Indonesian Journal of Educational Studies Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Jurnal Dakwah Tabligh Jurnal Dakwah Risalah KOMUNIKE: Jurnal Komunikasi Penyiaran Islam Jurnal Pembelajaran Berpikir Matematika Jurnal Penelitian Pertanian Terapan LENTERA: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Tadbir : Jurnal Studi Manajemen Pendidikan Jurnal Agro Industri Perkebunan FENOMENA SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education) Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan AGROSAINSTEK: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian JURNAL MANAJEMEN BISNIS JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Seling: Journal of PGRA Study Program Majalah Ilmiah Warta Dharmawangsa Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Jurnal Pengabdian Nasional Jurnal Ilmiah Pendas : Primary Education Journal DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial JRAM (Jurnal Riset Akuntansi Multiparadigma) Manajemen dan Bisnis JRMB (JURNAL RISET MANAJEMEN & BISNIS) JEKKP (JURNAL EKONOMI, KEUANGAN DAN KEBIJAKAN PUBLIK) Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia (JPPMI) DINAMIKA ILMU: Jurnal Pendidikan JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat SYAMIL: JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (JOURNAL OF ISLAMIC EDUCATION) FENOMENA: Jurnal Penelitian Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal Ilmia Widya Pustaka Pendidikan IPTEK: Jurnal Hasil Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal el-Huda: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Keagamaan Jurnal Literasi dan Pembelajaran Indonesia Iltizamat : Journal Of Economic Sharia Law and Business Studies Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Journal of Innovative and Creativity Proceeding Of International Conference On Education, Society And Humanity Jurnal abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Jurnal Seumubeuet Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

ISLAM DAN GERAKAN FUNDAMENTALIS M. Tahir M. Tahir
Jurnal Dakwah Tabligh Vol 13 No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdt.v13i1.294

Abstract

Abstract; Islam sebagai sebuah agama besar di dunia, tidak lepas dari pengaruh politik, sosial dan ekonomi dan budaya yang tidak jarang cukup mempengaruhi keberadaannya di tengah-tengah masyarakat. Dalam hubungannya dengan Islam, istilah fundamentalisme seringkali digunakan secara tidak seimbangan dan tidak netral, bahkan cendrung memiliki makna labelisasi dan penyebutan yang bersifat mapan terhadap fenomena gerakan dalam kehidupan sosial, politik dan keagamaan. Fundamentalisme adalah fakta global dan muncul pada semua kepercayaan sebagai tanggapan pada masalah-masalah modernisasi. fundamentalisme dilatarbelakangi oleh berbagai faktor yang sangat kompleks dan pelik, yang tidak semata-mata murni bersifat keagamaan, namun berkaitan dengan kepentingan politik, ekonomi, sosial dan idiologis. Semua agama mengajarkan nilai-nilai luhur untuk kemaslahatan hidup manusia. Manusia telah berperan untuk memperbarui peran agama di berbagai wilayah dunia menjadi sebagai sebuah ideologi tatanan publik sehingga dalam masyarakat idiologi-idiologi keagamaan dan politik saling berkelindan. Agama telah dipakai untuk mencapai kepentingan seseorang atau kelompok tertentu yang telah mengakibatkan politisasi agama dalam wilayah-wilayah privat dan publik. Pada saat terjadinya ideologisasi dan politisasi agama, maka kekerasan atas nama agama tidak bisa dihindarkan. Dengan demikian kesucian agama atau Tuhan itu sendiri tidak bisa dipersilahkan. dalam Islam yang menghalalkan kekerasan terhadap siapapun dan dalam bentuk apapun yang membahayakan perdamaian hidup manusia di muka bumi ini. Sudah sejak lama diketahui bahwa Islam adalah rahmatan lil ‘alamin yang seharusnya menjadi dasar bagi setiap kelompok Muslim untuk bersikap dan bertindak di manapun dan kapanpun. Kata Kunci; Gerakan, Fundamentalisme Islam as a major religion in the world cannot be separated from the influence of political, social and economic and cultural influence that are rarely enough affect its presence in the society. In relation of Islam, fundamentalism is often used inappropriately balance and neutral, even tends to have a meaning that is well established and the mentioned of the phenomenon of social, political and religious movements. Fundamentalism is a global fact and appears on all of the trust as a response to the problems of modernization. Fundamentalism is motivated by a variety of factors that are very complex and complicated, which is not merely a purely religious, but also politic, economic, social and ideology. All religions teach the noble values for the benefit of human life. Humans have contributed to renew the role of religion in the various regions of the world to make as an ideology of public order, so that religion ideology and politic are intertwined in society. Religion has been used to achieve the interests of a person or entity that has resulted in the politicization of religion in the areas of private and public. At the time of the ideology and the politicization of religion take place, violence in the name of religion cannot be avoided. Thus, the sanctity of religion or God could not be allowed in Islam that justifies violence against anyone and in any form which endanger the peace of human life on this earth. It has long been known that Islam is rahmatan lil 'alamin that should be the basis for any Muslim group to behave and act wherever and whenever they are. Keywords; Movement, Fundamentalism
Dakwah Islam di Kalangan Anak Muda di Kota Samarinda: Sebuah Eksplorasi Awal M Tahir
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat: Media Pemikiran dan Dakwah Pembangunan Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.349 KB) | DOI: 10.14421/jpm.2017.012-03

Abstract

This paper aims at mapping out models of Da’wa movement involving youths as a social group in Samarinda and understanding how such social group constructing a perceived ideal da’wa movement in the society. Exploratory research combined with qualitative technique is applied to analyse data gathered through indepth interview, documentation, and focussed group discussion. Findings suggest that there are at leas three models of da’wa movement involving youths in Samarinda. First, syntetic da’wa movement that combine profane popular culture and cultural practice deemed sacred hence Islamic by the society. Secondly, da’wa movement oriented towards moral puricication of its activists in the form of tasawwuf-thariqa. Thirdly, structural da’wa that deeply orients its activity towards the idea of enjoining good and forbidding eveil. Ideal da’wa movement as it is perceived by youths in Samarinda, therefore, can be seen as a continuum where the syncretic model lies in one point and a structural and noncompromistic model lies in another point.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model-model gerakan dakwah yang melibatkan kelompok sosial anak muda di Kota Samarinda serta untuk mengetahui bagaimana pandangan kelompok sosial tersebut mengenai konsep gerakan dakwah yang ideal di tengah masyarakat. Teknik penelitian eksploratif dengan model kualitatif diterapkan untuk menganalisis data yang diperoleh melalui wawancara, dokumentasi dan diskusi kelompok terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat setidaknya tiga model gerakan dakwah yang melibatkan kalangan anak muda di Kota Samarinda. Pertama, gerakan dakwah sintetik yang menggabungkan antara budaya popular yang profane dengan tradisi popular yang dianggap Islami di tengah masyarakat. Kedua, gerakan dakwah yang berorientasi pada pembenahan internal dari actor-aktor dakwah dalam bentuk keterlibatan anak-anak muda dalam pengajian-pengajian bergenre tasawwuf-tarekat. Ketiga, model gerakan dakwah melalui jalur structural yang menitik-beratkan pada konsep ‘amar ma’ruf nahi mungkar’. Konsep gerakan dakwah yang ideal sebagaimana dipersepsikan oleh kalangan anak muda dari ketiga model gerakan dakwah di atas dapat dilihat sebagai garis rentang di mana terdapat gerakan dakwah yang sintetik di satu titik dan gerakan dakwah sebagai sebuah gerakan yang murni religious dan bersifat nonkompromistik di titik yang lain.
Khutbah Jum’at Di Kota Samarinda (Analisis Kesiapan Para Khotib Di Kota Samarinda) M. Tahir
FENOMENA Vol 5 No 2 (2013): FENOMENA Vol 5 No 2, 2013
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.848 KB) | DOI: 10.21093/fj.v5i2.236

Abstract

Friday Khutbah is one of the Friday prayers at the same time as a form of da’wah. Khotib as a da’i and the congregation of Friday prayers as a proselytizing receiver. One thing that is undeniable in the implementation of the Khutbah is the tendency of the mosque congregation to move where the choosing of Khotib who able to give new nuances in his speech, although, he has to travel relatively far to find a sympathetic Khotib. Khutbah will be interesting if delivered with feeling and the involvement of Khotib with the issues discussed . To achieve high quality Khutbah, a Khotib needs a long process. He must constantly improve their knowledge, develop skills and expand his experience with continuous training. In addition, the power of creativity and style of well-groomed appearance will also contribute to determine the success of Khutbah.
Manajemen Sumber Daya Manusia Di Sekolah-Sekolah Unggulan Islam Kota Samarinda M. Tahir; Ananiah Ananiah
FENOMENA Vol 4 No 1 (2012): FENOMENA Vol 4 No.1, 2012
Publisher : LP2M UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.337 KB) | DOI: 10.21093/fj.v4i1.256

Abstract

The emergence of Islamic excellent schools in the archipelago, being a cue that there will raise ghirah moslems to increase their education quality. One of efforts made in sustaining the excellence is by press pint on the Human Resources Management (read: educators and educational). In Samarinda, the existence of the Islamic excellent schools also being a trend and idol of moslem society in general, it can be seen from the society anemo to send their children to the Islamic excellent schools. This matter becomes the early inspirations in this research, by focusing the research on the efforts and strategies in the development of excellent schools of Samarinda in the case of the Human Resources. Among the Islamic excellent schools, the research objects are SD Muhammadiyah 1 and SDIT Cordova.
Literasi Digital pada Remaja dalam Upaya Menangkal Informasi Hoax Jelang Pemilu 2024 A. Rivai Beta; Sy. Nurul Syobah; M. Tahir; Ahmad Syahab; Abdurrahman Amin
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia Vol 1 No 6 (2022): Desember : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia
Publisher : Universitas Gajah Putih, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55542/jppmi.v1i6.388

Abstract

Perkembangan teknologi informasi, memudahkan tersebarnya informasi didunia digital. Salah satunya melalui media sosial. Kemudahan yang diperoleh melalui media sosial, banyak dilirik oleh calon presiden dan para pendukung pada tahun 2019. Tidak bisa dipungkuri banyak informasi yang tersebar, sebagian berisi informasi hoax yang dapat menjatuhkan salah satu calon presiden. Persebaran informasi hoax di media sosial akan membuat resah dan tidak tepat sasaran menjatuhkan pilihan, terutama pada remaja yang belum pernah mengikuti pemilihan pemilu di tahun 2019. Hal ini menyebabkan perlunya Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema Literasi digital menangkal berita hoax menjelang pemilu tahun 2024. Kegiatan ini bertujuan agar remaja memiliki kemampuan berliterasi di dunia digital. Kegiatan dilakukan ke dalam dua sesi dengan model diskusi. Diharapkan dari kegiatan tersebut, remaja dapat menentukap sikap dan pilihannya sendiri tanpa terkontaminasi dengan informasi hoax. Selain itu remaja bisa menjadi agen untuk menanggal informasi hoax, dan memberikan informasi yang akurat pada masyarakat menjelang pemilu tahun 2024.
Dakwah Islam di Era Digital: Budaya Baru "e-Jihad" atau Latah Bersosial Media Sony Tian Dhora; Ofi Hidayat; M. Tahir; Andi Asy'hary J. Arsyad; Ahmad Khairul Nuzuli
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i1.1804

Abstract

Kehadiran media sosial menyebabkan banyaknya perubahan dalam cara masyarakat melakukan aktivitas dan komunikasi mereka. Perubahan ini juga termasuk di dalamnya aktivitas dakwah Islam. Penelitian ini akan melihat mengenai bagaimana pelaksanaan dakwah Islam di era digital, khususnya melalui media sosial. Penelitian ini akan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari hasil penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa era digital memberikan adanya jalan baru dalam melaksanakan dkawah Islam, yakni melalui media sosial. Terdapat adanya berbagai kesempatan baru dalam melaksanakan dakwah melalui media sosial ini, namun terdapat adanya tantangan yang mengikuti. Agar dakwah melalui media sosial dapat berjalan dengan baik, maka pemilihan platform media sosial yang tepat sangat berpengaruh. Kemudian isi konten dari dakwah serta metode penyampaian yang digunakan juga akan menetukan keberhasilan melaksanakan dakwah di era digital ini.
Analisis Pesan Dakwah (Dakwah bil Lisan) dalam Pelaksanaan Bimbingan Konseling Sekolah Menengah Atas Kalimantan Timur Muhammad Tahir; Ida Suryani Wijaya; Rega Armella
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i1.1900

Abstract

Bimbingan konseling sebagai program yang diselenggarakan di sekolah yang mana berfokus pada pemberian layanan bagi peserta didik mulai dari penanganan berbagai persoalan belajar dan sekolah sampai pada mengembangkan minat dan bakat peserta didik secara maksimal. Dalam proses pelaksanaan layanan bimbingan konseling dibutuhkan beberapa factor penentu keberhasilan program tersebut, salah satunya adalah komunikasi yang dilakukan anatara konseli dan konselor. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pesan-pesan dakwah yang terkandung dalam pelaksanaan bimbingan konseling dan Faktor pendukung serta faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode penelitian field research (Penelitian Lapangan). Sumber data utamanya berasal dari hasil wawancara serta observasi guru bimbingan konseling SMA Kalimantan Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa secara garis besar pelaksanaan layanan  bimbingan konseling sekolah menengah atas di Kalimantan Timur memuat pesan dakwah (dakwah bil isan) dengan prinsip antara lain, menggunakan perkataan yang baik dan benar (Qaulan Sadidan dan Qaulan Ma‟rufa), perkataan yang komunikatif (Qaulan Balighan), perkataan yang ringan (Qaulan Masyura‟), berkata lemah lembut (Qaulan Layyina), dan perkataan yang mulia (Qaulan Karima). Disisi lain, hal yang mencakup dalam pengukuran keberhasilan atas pelaksanaan bimbingan konseling sekolah menengah atas di Kalimantan Timur yakni, faktor pendukung dan penghambat. Diantara faktor pendukung yang dimaksud meliputi sumber daya manusia yang memadai dan kompeten, sarana dan prasarana dapat mendukung pelaksanaan layanan bimbingan konseling sepenuhnya, bentuk kerja sama orang tua dan pihak sekolah, serta adanya supervisi secara berkala. Adapun faktor penghambat antara lain; keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana, kurangnya kerja sama orang tua kepada pihak sekolah, dan kesenjangan pengetahuan dan latar belakang dari peserta didik.
Penerapan Nilai-Nilai Moderasi dalam Kurikulum Merdeka Belajar Riska Astriyani; M. Tahir; Mukhtar M. Salam
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 9 No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v9i2.1717

Abstract

Moderasi beragama memiliki keselarasan dengan tujuan pendididkan nasional sebagaimana yang telah diuraikan di atas, dimana keduanya mengedepankan keseimbanagan terhadap ragam keyakinan, moral dan menjunjung tinggi kebinekaan serta toleransi dengan saling mengharagai, menghormati satu sama lain dalam bingkai kehidupan beragam yang harmonis. Mengarah pada tujuan pendidikan nasional Kurikulum merdeka salah satu kurikulum yang didesain dengan menekankan pendidikan karakter yang berorientasi pada profil pelajar Pancasila. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitataif dimana peneliti mendeskripsikan temuan yang diperoleh terkait penerapan nilai-nilai moderasi dalam kurikulum merdeka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan penerapan nilai-nilai moderasi beragama pada kurikulum merdeka, dilakukan dalam kegiatan pembelajaran pendidikan agama islam dengan membentuk sikap dan kepribadian yang baik dengan berakhlak mulia dan menjalankan ajaran agama, pembelajaran merujuk pada profil pelajar pancasila yang memuat enam dimensi, namun yang berkaitan dengan moderasi beragama terdapat tiga dimensi yakni, beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global dan bergotong royong.
Management of Da'wah of The Great Mosque In The East Kalimantan Regio Muhammad Tahir; Ida Suryani Wijaya
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.3204

Abstract

The role of the mosque for the Muslim community is very important. One of them apart from being a place of worship, the mosque is used as a center for da'wah activities which will determine the development of Muslims in the area. This study aims to investigate the management of mosques in East Kalimantan and the management of da'wah carried out at the Grand Mosque in East Kalimantan Province. The research method used in this study is a deep interview research method with primary data sources obtained through interviews with mosque leaders in East Kalimantan. The results of the study indicate that the management of the grand mosque in East Kalimantan is very organized which is carried out through the establishment of an organizational structure on a regular basis. The management of da'wah in the East Kalimantan region is very regular which is carried out through various media such as television, radio, internet, and direct studies carried out in mosques. This da'wah activity is strongly influenced by the management aspect of the board, the availability of funds. The inhibiting factor in carrying out da'wah is the mechanism for determining the board of directors.
Implementation of Islamic Communication Principles in High School Counseling Guidance in East Kalimantan Ida Suryani Wijaya; Muhammad Tahir; Rega Armella; Andi Muhammad Abdi
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 03 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i03.4394

Abstract

The purpose of carrying out this research is to find out how the implementation of the principles of Islamic communication in the implementation of guidance and counseling and the supporting factors and inhibiting factors. This study uses a type of qualitative research with field research research methods (Field Research). The data source for this research is the subject where the data is obtained, namely the respondent. The main data sources come from interviews and observations of high school guidance and counseling teachers in East Kalimantan. Data collection techniques used are interviews, observation and documentation. The results of the research will be analyzed using a qualitative descriptive method. The results showed that the implementation of the principles of Islamic communication in Guidance and Counseling for Senior High Schools in East Kalimantan was running effectively which was proven by the delivery of guidance and counseling messages which contained the principles of counseling guidance, including: good and true words (Qaulan Sadidan and Qaulan Ma'rufa), communicative words (Qaulan Balighan), light words (Qaulan Masyura'), gentle words (Qaulan Layyina), and noble words (Qaulan Karima). The supporting factors in the implementation of counseling guidance are adequate and competent human resources, visible and invisible facilities and infrastructure, forms of cooperation between parents and the school, as well as periodic supervision. The inhibiting factors of the implementation of counseling guidance are the knowledge gap and the background of the students.
Co-Authors A Halim A. Rivai Beta Abdul Aziz Abdurrahman Amin Agussalim Djirong Ahmad Khairul Nuzuli Ahmad Syahab Ahmad Zainuddin Alfatia, Tasya Aminudin, Muchammad Amirullah -, Amirullah Amirullah Amirullah Ananiah Ananiah Anas Arfandi Andi Asy'hary J. Arsyad Andi Muhammad Abdi Any Kusumastuti Arif Munandar Arifuddin Arifuddin Asrul Sani Cibro, Eva Hardianti Claudia, Anggi Dewi Riniarti Dianti, Gusti Ayu Putu erfandari, ovy Febrian, Sheilla Firdha Firdha Hadi, Nanang Faisol Hamzah, Ikhlasul Hanafi, Muh. Irfan Hapzi Ali Harahap, Julienda Br Helmi, Tengku Ahmad Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ida Suryani Wijaya Itsna Oktaviyanti Jahrir, Andi Sahtiani Jakty Kusuma, Jakty Karim, Qarinul Kholidah F, Lu'Lu' Korompot, Chairil Anwar Kuratuayuni, Liza Miladiyanti, Meidina Faradila MMSI Irfan ,S. Kom Moh Salehuddin Moh. Mahrus Mohamad Abdun Nasir MS, Abdul Rasyid Muaziz R.A, Muh Muchammad Aminudin Muhammad Akbar Muhammad Basri Muhammad Nasir Mukhtar M. Salam Mursyid Mustari, Muh. Nahdhah, Na'ilatun Nasti, Nilawati Novitasari, Ani Nurbayan, St. Nurmayanti, Sri Ofi Hidayat Pane, Dr. Sri Gustina Pane, Sri Gustina Parida, Luluk Ayu Patak, Andi Anto Pinem, M Nelson Putri, An Umillah Maziidah Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmah Suryani, Nur Rahmarisa, Faty Rega Armella Ridwan, Ridwan Riska Astriyani Rony, Zahara Tussoleha Salehuddin, Moh Samparadja, Hafiludin Santoso, Nurul Aidilia Fitri Sari, Dewi Anitia Siregar, Anggun Oktaviani Sismita Sari, Sismita Siti Istiningsih, Siti Sitorus, Sadam Al Farizi Sonata, Ilham Sony Tian Dhora Sri Ayu Rayhaniah Sri Herawati Sufyan Huda Sugiyono Sugiyono Sumanti Sumanti, Sumanti Sunra, La Surayudin, Nyak Suryani, Nur Rahmah Susanto, Irman Sy. Nurul Syobah Syaifullah Syaifullah Tasrif Tasrif Utama, Wahyudi Wahdiansyah, Wahdiansyah Wulandari Wulandari Yulizar Yulizar Yusrita, Yusrita Zamroni Zamroni Zikro, Muhammad Zulfikar, Gilang