Articles
PENGEMBANGAN KOMPETENSI 4C DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS CATUR PRAMANA
I Komang Wisnu Budi Wijaya
GUNA WIDYA: JURNAL PENDIDIKAN HINDU Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25078/gw.v7i1.1263
Era revolusi industri 4.0 menuntut setiap individu memiliki kompetensi berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative), berkomunikasi (communication) dan bekerjasama (collaboration). Keempat kompetensi itu dikenal dengan kompetensi 4C. Selain itu penguasaan sains juga mutlak dilakukan sebab sains adalah pijakan untuk menjadi negara maju. Penguasaan sains akan mudah dilakukan jika setiap siswa memiliki keterampilan proses sains. Pengembangan kompetensi 4C dan keterampilan proses sains dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasis Catur Pramana. Catur Pramana adalah empat cara memperoleh pengetahuan yaitu Sabda Pramana (mendengarkan), Praktyasa Pramana (mengamati), Anumana Pramana (bernalar) dan Upamana Pramana (membandingkan). Setiap kegiatan pembelajaran pada masing-masing aspek Catur Pramana mendorong siswa untuk mengembangkan kompetensi 4C dan keterampilan proses sains.Kata Kunci : kompetensi 4C, keterampilan, proses, sains, Catur Pramana
STRATEGI PENGEMBANGAN LITERASI KIMIA BAGI SISWA SMP
Ni Putu Juni Artini;
I Komang Wisnu Budi Wijaya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol 7 No 2 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.636 KB)
|
DOI: 10.38048/jipcb.v7i2.97
Literasi kimia merupakan salah satu literasi yang penting dikembangkan bagi siswa SMP karena kedekatan ilmu kimia dengan kehidupan sehari-hari dan sebagai upaya membangun pemahaman kimia secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang strategi pengembangan literasi kimia bagi siswa sekolah menengah pertama (SMP). Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian studi kepustakaan. Data yang dikumpulkan oleh peneliti bersumber dari buku dan jurnal yang berkaitan dengan kurikulum dan pembelajaran kimia di SMP, literasi kimia dan karakteristik siswa SMP. Teknik analisis data yang digunakan berupa analisis isi. Hasil penelitian menyatakan bahwa literasi kimia dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran kimia bagi siswa SMP dengan melaksanakan pembelajaran kontekstual, memfasilitasi eksperimen, pendekatan terintegrasi tiga aspek kimia dan upaya lainnya. Peran guru dalam pengembangan literasi kimia adalah sebagai sumber belajar, fasilitator, pengelola, demonstrator, pembimbing, motivator dan evaluator.
Hubungan Kompentensi Dengan Kinerja Guru Agama Hindu Yang Sudah Bersertifikat Pendidik
I Made Wiguna Yasa;
I Komang Wisnu Budi;
I Gede Sudha Cahyana;
Ni Kadek Supadmini
LAMPUHYANG Vol 12 No 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu STKIP Agama Hindu Amlapura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47730/jurnallampuhyang.v12i2.267
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengkaji hubungan antara kompetensi dengan kinerja guru dan 2) menyelidiki tingkat keeratan hubungan antara kompetensi dengan kinerja guru. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kuantitatif berjenis penelitian korelasi. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh guru agama Hindu jenjang SMP se-Kabupaten Tabanan yang sudah bersertifikat pendidik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket kompetensi dan kinerja guru. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial menggunakan teknik ANAVA dan korelasi product moment. Hasil penelitian menyatakan : 1) terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi guru dengan kinerja guru dan 2) tingkat keeratan hubungan antara kompetensi dan kinerja guru berada pada level sedang.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS
I KOMANG WISNU BUDI WIJAYA .;
Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .;
Dr. I Wayan Muderawan,MS. .
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia Vol 4, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.202 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) menganalisis perbedaan Keterampilan Berpikir Kreatif (KBK) dan Keterampilan Proses Sains (KPS) antara siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung, (2) menganalisis perbedaan KBK antara siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung dan (3) menganalisis perbedaan KPS antara siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung. Penelitian ini menggunakan nonequivalent control group design. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri 1 Negara Tahun Ajaran 2013/2014 dan sampel penelitian adalah siswa kelas XI IPA 5 dan XI IPA 6 yang dipilih dengan simple random sampling. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan dengan menggunakan one way MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ; (1) terdapat perbedaan KBK dan KPS antara siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran generatif dengan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung (Fhitung = 168,333; p
Model Demonstrasi Interaktif Berbantuan Multimedia dan Hasil Belajar IPA Aspek Kimia Siswa SMP
I Komang Wisnu Budi Wijaya;
I Made Kirna;
I Nyoman Suardana
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 45 No 1 (2012): April, 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (94.17 KB)
|
DOI: 10.23887/jppundiksha.v45i1.1788
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pengaruh penggunaan model demonstrasi interaktif terhadap hasil belajar siswa dan (2) mendeskripsikan profil pemahaman konsep kimia siswa. Jenis penelitian ini termasuk penelitian semu (Quasi Experiment). Penelitian ini didesain dengan nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa SMP kelas VII SMP N 2 Singaraja tahun ajaran 2011/2012. Objek penelitian adalah hasil belajar siswa dan profil pemahaman konsep kimia. Siswa kelompok eksperimen dibelajarkan dengan model pembelajaran demonstrasi interaktif berbantuan multimedia sedangkan siswa kelompok kontrol dibelajarkan dengan model pembelajaran langsung. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan teknik analisis ANAKOVA satu jalur dan data profil pemahaman konsep siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil belajar siswa yang dibelajarkan dengan Model Demonstrasi Interaktif berbantuan multimedia lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan Model Pembelajaran Langsung dan (2) profil pemahaman konsep kimia untuk aspek submikroskopis dan simbolik pada siswa kelompok eksperimen lebih baik daripada siswa di kelompok kontrol. Kata-kata Kunci: demonstrasi interaktif, multimedia, hasil belajar kimia siswa pemula
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BERORIENTASIKAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA PADA MATERI CAHAYA DAN ALAT OPTIK
I Komang Wisnu Budi Wijaya;
Abdul Malik Fajar
QUANTUM: Jurnal Inovasi Pendidikan Sains Vol 11, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20527/quantum.v11i1.7568
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran berorientasi Problem Based Learning (PBL) yang valid, praktis dan efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Penelitian berikut merupakan penelitian pengembangan modul dengan menggunakan model model 4D yang terdiri dari pendefinisian, desain, pengembangan, dan penyebaran. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar validasi, angket respon guru dan siswa, lembar observasi dan tes keterampilan proses sains. Desain penelitian yang digunakan untuk menguji efektivitas modul adalah desain One Shot Case Study dengan rancangan penelitian pre-experimental. Data validitas dan kepraktisan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data tes keterampilan proses sains dianalisis menggunakan Uji-T. Hasil penelitian menunjukkan : 1) modul pembelajaran yang dikembangkan memiliki nilai validitas sebesar 3,69 dan tergolong sangat valid; 2) hasil uji kepraktisan modul teruji sangat valid dengan nilai rata-rata sebesar 3,64; dan 3) modul pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains siswa dengan harga signifikansi sebesar < 0,05. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran Cahaya dan Alat Optik berorientasi PBL tergolong valid, praktis dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa.
PEMBERIAN TUGAS PRA-PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN BELAJAR SISWA
I Komang Wisnu Budi Wijaya;
Ni Wayan Krisna Windayani
Jurnal Pendidikan Kimia Indonesia Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23887/jpk.v4i1.23231
Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mendeskripsikan efektivitas pemberian tugas pra-pembelajaran untuk meningkatkan kesiapan belajar siswa kelas XI IPA1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016 dan 2) meningkatkan kesiapan belajar siswa melalui pemberian tugas pra-pembelajaran di kelas XI IPA1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja Tahun Pelajaran 2015/2016. Penelitian ini tergolong dalam penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi/evaluasi, dan (4) refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah yaitu peneliti itu sendiri dan juga menggunakan lembar observasi kesiapan belajar dan lembar pemberian tugas. Hasil penelitiannya adalah sebagai berikut : 1) Penerapan metode pemberian tugas pra-pembelajaran dapat meningkatkan kesiapan belajar Kimia pada siswa kelas XI IPA1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja. Hal ini dapat dilihat dari nilai tugas siswa dan persentase nilai observasi kesiapan belajar siswa, 2) Penerapan metode pemberian tugas pra-pembelajaran dapat meningkatkan aktivitas siswa kelas XI IPA1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja dan 3) Penerapan metode pemberian tugas pra-pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar Kimia pada siswa kelas XI IPA1 SMA Laboratorium Undiksha Singaraja.ABSTRACTThis research is aimed to (1) know the effectiveness of giving assignments before the lesson in increasing the readiness of students in learning chemistry at grade XI IPA 1 SMA Lab Undiksha, (2) improve the readiness of students in leaening chemistry by giving assignment before the lesson at grade XI IPA 1 SMA Lab Undiksha. This research is classroom action research. This research is conducted two cycles and each cycle consists of planning, implementing, observing/evaluating and reflecting. The instruments used during the research is the reasearcher itself, learning readiness observation sheet, and assigment sheet. The result of experiment shows that giving assignment before the lesson can improve (1) students readiness in learning chemistry, (2) students participation during the class, and (3) students achievement in learning chemistry at grade XI IPA 1 SMA Lab Undiksha.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) BERBANTUAN LKS (LEMBAR KERJA SISWA) PADA MATERI KALOR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SD KELAS V
Ni Wayan Sri Darmayanti;
Dsk. Pt. Anom Jana Wati;
I. Nym. Sudirman;
I.K. Wisnu Budi Wijaya;
Linda Sekar Utami
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.287 KB)
|
DOI: 10.31764/orbita.v6i1.2152
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan LKS pada materi kalor untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa SD kelas V. Jenis penelitian ini adalah Pre-Eksperimen. Desain yang digunakan adalah One-Group Pretest-Posttest Design dimana terdapat Pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Pada penelitian ini menggunakan seluruh siswa kelas V SD Negeri 1 Tampaksiring sebagai sampel penelitian. Data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep berbentuk tes essay. Data dianalisis menggunakan Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe GI berbantuan LKS pada materi kalor efektif meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan gain score 0,40 yang berada pada kategori sedang (berada pada rentangan 0,7 ≥ g ≥ 0,3). Kata Kunci: Model kooperatif tipe GI; Pemahaman konsep. ABSTACTThis research aims to determine the effectiveness of the GI type worksheets -assisted cooperative learning model on heat material to improve the concept understanding of elementary school students in grade V. The type of this research is Pre-Experimen. The design used is the One-Group Pretest-Posttest Design where there are pretest before treatment and posttest after treatment. In this research using all fifth grade students of SD Negeri 1 Tampaksiring as research samples. Concept understanding data was collected with a concept understanding test in the form of an essay test. Data were analyzed using Gain Score. The results showed that the cooperative learning model of GI type assisted by worksheets on heat material was effective in improving students' understanding of concepts with a gain score of 0.40 in the medium category (in the range of 0.7 ≥ g ≥ 0.3). Keywords: GI type cooperative model; concept understanding.
KEPRAKTISAN PANDUAN PRAKTIKUM IPA SEDERHANA SEKOLAH DASAR (SD) BERORIENTASIKAN LINGKUNGAN SEKITAR
Ni Wayan Sri Darmayanti;
I.K.Wisnu Budi Wijaya;
N.P.A. H. Sanjayanti
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (101.455 KB)
|
DOI: 10.31764/orbita.v6i2.3365
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterpakaian produk yang dikembangkan dalam hal ini panduan praktikum IPA sederhana SD berorientasikan lingkungan sekitar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Panduan praktikum menjadi subyek dalam penelitian dan kepraktisan dari panduan praktikum yang dirancang sebagai objek penelitian. Pada penelitian ini tingkat kepraktisan diukur dengan menggunakan angket yang diberikan kepada siswa untuk melihat tanggapan siswa dalam penggunaan panduan praktikum. Data dianalisis menggunakan skala likert untuk menganalisis tingkat kepraktisan produk. Skala likert adalah skala yang memiliki gradulasi penilaian, yaitu sangat baik (5), baik (4), kurang baik (3), tidak baik (2) dan sangat tidak baik (1). Data kepraktisan yang telah diisi melalui angket dan kemudian dijumlahkan. Total skor yang sudah diperoleh dikonversikan menjadi data kualitatif dengan skala lima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah teruji kepraktisan dari praktikum IPA sederhana SD berorientasikan lingkungan sekitar. Di mana skor dengan kriteria sangat praktis berjumlah 3 orang dengan persentase 8%, kriteria cukup praktis berjumlah 2 orang dengan persentase 6% dan kriteria praktis berjumlah 30 orang dengan persentase 86%. Keseluruhan skor rata-rata kepraktisan panduan praktikum adalah 25 dan memilki kriteria praktis..Kata kunci: kepraktisan; panduan praktikum; lingkungan sekitar ABSTRACTThis study aims to determine the usability level of the product developed in this case a simple natural science practical guide for elementary school oriented environment. This type of research is a descriptive study. The practicum guide is the subject of research and the practicality of the practicum guide which is designed as an object of research. In this study, the level of practicality was measured using a questionnaire given to students to see student responses after using the practicum guide. The data were analyzed using a Likert scale to analyze the practicality of the product. The Likert scale is a scale that has a gradation of ratings, namely very good (5), good (4), not good (3), not good (2) and very bad (1). Practicality data that has been filled in through a questionnaire and then added up. The total score that has been obtained is converted into qualitative data on a scale of five. The results showed that the practicality of a simple natural science practicum elementary school oriented environment has been tested. Where the score with very practical criteria amounted to 3 people with a percentage of 8%, the criteria were quite practical amounting to 2 people with a percentage of 6% and the practical criteria were 30 people with a percentage of 86%. The overall practicality average score of the practicum guide is 25 and has practical criteria. Keywords: practicality; practical guide; environment
Implementasi Model Pendidikan Lingkungan UNESCO Di Sekolah Dasar
Ni Kadek Supadmini;
I Komang Wisnu Budi Wijaya;
Ida Ayu Diah Larashanti
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Jayapangus Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37329/cetta.v3i1.416
Human and the environment have an interdependence relationship. The human survival is depends on the environmental condition and vise versa. In fact, the degradation of environmental quality is mostly happen due to human activities. Therefore, it is necessary to apply the environmental education since primary school age. UNESCO has developed the environmental education model consists of three conceptual, they are education about the environment, education in the environment and education for the environment. This UNESCO environmental education development model is suitable to be applied in primary school for inside or outside classroom activities. The teacher’s role in implementing the environmental education model is as a model, motivator, developer and evaluator.