Claim Missing Document
Check
Articles

Kontribusi Pemikiran Sufistik Syekh Abu Hasan Asy Syadzily Bagi Pengembangan Pendidikan Karakter Di Indonesia Ansori, Muhammad Rizal; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penulisan esai ini adalah untuk mengkaji pemikiran Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili tentang pengembangan karakter di Indonesia. Dalam penelitian ini, penelitian kepustakaan digunakan. Dengan meninjau kontribusi mereka pada bidang pendidikan karakter. Sebagai tokoh sufi, Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili memandang aspek moral, batin, jiwa dan ruhani sebagai inti dari pendidikan Islam. Pendekatan pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs) merupakan karakteristik penting dari pemikiran tokoh ini. Proses pembersihan jiwa melalui proses pembersihan dan pertobatan (takhalli), pengisian jiwa dengan perspektif kebaikan(tahalli), dan proses mengubah diri menjadi diri sejati sebagai cerminan diri yang bersih (tajalli), merupakan tahapan penting untuk mendidika karakter. Tahapan pengenalan diri untuk mencapai hakikat diri sejati merupakan konsep penting untuk membentuk karakter melalui model-model pendidikan karakter yang di kembangkan saat ini. Pemikiran tokoh ini sangat penting sebagai sumbangsih ilmiah terhadap perkembangan gagasan pendidikan karakter di Indonesia.
EVALUASI EFEKTIVITAS STANDAR PROSES KURIKULUM 2013 DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Athirah, Fannia; Giyandita, Fatimah Siti; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i3.7295

Abstract

This research is motivated by the crucial role of process standards in the 2013 Curriculum as a reference for creating active, creative, and student-centered learning. However, their implementation in the field often faces obstacles. The gap between the ideal goals of process standards and the reality of their implementation, such as a lack of teacher understanding and limited resources, prompted this evaluation. The focus of the research is to evaluate the effectiveness of implementing the 2013 Curriculum process standards in improving the quality of learning. This study used a qualitative method with a library research approach, analyzing various literature such as books, journals, and official documents related to the implementation of process standards. Data analysis was conducted using content analysis. The results of the study indicate that the K13 process standards conceptually have a positive impact, encouraging a scientific approach and active learning. However, key findings reveal that their effectiveness is highly dependent on teacher readiness in planning (lesson plan), implementing (variative methods), and assessing learning. Significant obstacles include a lack of teacher training, difficulties integrating a scientific approach and authentic assessment, and limited supporting resources. It was concluded that the K13 process standards have the potential to improve learning quality, but their effectiveness is not yet optimal and requires ongoing teacher training and facility improvements to achieve maximum results. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh peran krusial standar proses dalam Kurikulum 2013 sebagai acuan untuk menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan berpusat pada siswa, namun implementasinya di lapangan sering menghadapi kendala. Adanya kesenjangan antara tujuan ideal standar proses dengan realitas pelaksanaannya, seperti kurangnya pemahaman guru dan keterbatasan sarana, mendorong evaluasi ini. Fokus penelitian adalah mengevaluasi efektivitas penerapan standar proses Kurikulum 2013 dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), menganalisis berbagai literatur seperti buku, jurnal, dan dokumen resmi terkait implementasi standar proses. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa standar proses K13 secara konseptual berdampak positif, mendorong pendekatan saintifik dan pembelajaran aktif. Namun, temuan utama mengungkap bahwa efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan guru dalam merencanakan (RPP), melaksanakan (metode variatif), dan menilai pembelajaran. Kendala signifikan meliputi kurangnya pelatihan guru, kesulitan mengintegrasikan pendekatan saintifik dan penilaian autentik, serta keterbatasan sarana pendukung. Disimpulkan bahwa standar proses K13 berpotensi meningkatkan kualitas pembelajaran, namun efektivitasnya belum optimal dan memerlukan pelatihan guru berkelanjutan serta peningkatan fasilitas agar dapat tercapai secara maksimal.
Kurikulum Masjid dan Radikalisme: Strategi Ta'mir Masjid Cegah Konten Radikal di Kota Palembang Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah; Saputra, Ade Akhmad; Chandra, Vicky; Fatrin, Juan Muliawan; Nasution, Nurseri Hasnah
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 16 No 2 (2024): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v16i2.3288

Abstract

This research analyzes the strategies used by mosque administrators in developing a mosque studies curriculum to combat the spread of radical Islamic ideology. The method used is qualitative with a case study approach. Primary data sources are the chairman of the mosque takmir and the head of the Idarah and Imarah section who is responsible for making decisions on mosque management, including the recitation schedule. Secondary sources include mosque congregations involved in mosque activities. Data collection methods include interviews, documentation, and observation. The data analysis process includes data collection, reduction, presentation and drawing conclusions. The study concluded that the main strategy is strict selection of Friday preachers and preachers to prevent the spread of radical views. Mosque administrators also regularly assess the competence of the preacher and reject parties who could cause divisions among the congregation. The current study curriculum is simple, consisting of a preaching schedule and study at books such as Riyadush Shalihin and Adabul Mufrad. However, there is no systematic and comprehensive curriculum structure. Mosque management coordinates with the Ministry of Religion to ensure the quality of preaching and quality of mosque.
Respon Pimpinan PTKIS Sumatera Selatan terhadap Disrupsi Pendidikan Islam Amirudin, Muhamad Faizul; Muchtar, Aflatun; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.3222

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi memunculkan disrupsi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pimpinan PTKIS Sumatera Selatan terhadap fenomena disrupsi Pendidikan Islam. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif dengan pendekatan fenomologi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para pimpinan PTKIS di Sumatera Selatan menyadari adanya pergeseran dalam sistem pendidikan Islam dan munculnya lembaga pendidikan full digital. Namun mereka tidak merasa khawatir karena sistem pendidikan dan lembaga pendidikan daring atau full digital dianggap bukan sebagai gangguan. Sehingga respon adaptif dan antisipatif belum dilakukan sepenuhnya. Perlu upaya lebih lanjut yang dilakukan untuk mempertahankan eksistensi dan esensi pendidikan Islam di PTKIS yaitu dengan menerapkan langkah strategis mulai dari identifikasi kekuatan dari hadirnya lembaga pendidikan daring atau full digital dengan seperangkat sistemnya, identifikasi efektifitas dan efisiensi inovasi yang dilakukan, dan  tetrakhir evaluasi menyeluruh yang mampu membantu pendidikan Islam di PTKIS dari disrupter’s berupa regulasi, demografi, dan masyarakat. Dari hasil evaluasi tersebut selanjutnya melakukan perbaikan dan inovasi berkelanjutan dari berbagai unsur pendidikan mulai dari peningkatan kompetensi SDM, pengembangan kurikulum, inovasi sistem pembelajaran, peningkatan sarana dan prasarana, serta perbaikan sistem pengelolaan PTKIS.
Pendidikan dan Pembelajaran Rauhah: Studi Analisis Pada Masyarakat Alawiyin Di Kota Palembang Haidar, Musthafa; Idi, Abdullah; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 02 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i02.4311

Abstract

Rauhah (perkumpulan) sama halnya seperti dengan Cawisan dalam bahasa lokal di Sumatera Selatan yang kemudian dialkuturasi dari Timur Tengah yang kemudian digunakan sebagai sarana untuk pembinaan moral dan spiritual. Rauhah ini akan dikaji mengunakan penelitan lapangan (field research) dan menggunakan pendekatan kualitatif  dikumpulkan dengan teknik waancara, observasi dan dokumentasi, serta di analisis dengan menggunakan reduksi data, model data dan penarikan/verifikasi kesimpulan, lalu kemudian menggunakan uji kredibilitas dengan metode trianggulasi unruk uji keabshahan data. Hasil penelitian ini terdapat empat bagian yaitu dimulai dari peserta didik, pendidik, proses pembelajaran serta kurikulum rauhah. Adapun peserta didik dalam pelaksanakan rauhah ini yaitu hampir segala usia hadir dalam proses rauhah ini. Kemudian dalam proses pendidikan pada rauhah yaitu Dimulai dari pembacaan qasidah. Pembacaan qasidah ini biasanya tergantung dari munsyid (pembaca qasidah) merujuk dari Hadhramaut, seperti syair dari Imam Haddad. Setelah pembacaan qasidah, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dalam hal ini langsung dibuka oleh Pengasuh rauhah tersebut dan diiringi dengan pembacaan doa untuk leluhur alawiyin, tabi-tabiin, peserta didik rauhah yang telah meninggal.Selanjutnya yaitu penyampaian materi rauhah. Pada proses penyampaian materi ini, pemateri menyampaikan reviewsedikit dari pertemuan sebelumnya guna menyambungkan pembahasan dahulu dan sekarang. Setelah selesai penyampaian materi, rauhah kemudian ditutup dengan doa penutup majlis.
PEMANFAATAN VIRTUAL REALITY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Khotima, Husnul; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah; Abadi, Satria
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.38677

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Metode yang digunakan adalah studi pustaka, dengan menelaah berbagai literatur ilmiah terkait implementasi VR dalam pendidikan dan pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis. Pendidikan PAI sering menghadapi tantangan dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif dan memicu refleksi mendalam, sementara VR menawarkan pengalaman belajar imersif yang dapat mengatasi keterbatasan metode konvensional. Hasil kajian menunjukkan bahwa VR dapat menciptakan simulasi lingkungan belajar yang kompleks dan kontekstual, memungkinkan siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan mengambil keputusan etis dalam situasi keagamaan yang relevan. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi VR dalam pembelajaran PAI dapat menjadi strategi inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis pemikiran kritis. Penelitian ini juga menyoroti tantangan implementasi, seperti biaya teknologi dan kebutuhan pengembangan konten yang relevan secara pedagogis dan substansial.
INTEGRSI KECERDASAN (AI) DALAM DESAIN KURIKULUM ABAD KE-21 : STUDI KASUS PEMBELAJARAN ADAPTIF DI MADRASAH Adinata, Dwiraja; Hadi Holib, Habibie; Novalia, Jelita; Triani, Nofi; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 4 No 04 (2025): BHARASUMBA: Jurnal Multidisipliner
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v4i04.1859

Abstract

This study aims to explore the integration of artificial intelligence (AI) in the design of adaptive learning curricula in 21st-century madrasahs. The method employed is a literature review analyzing various sources on AI application in Islamic education. The results reveal that AI enhances personalized learning, strengthens 21st-century skills such as critical and creative thinking, and supports Islamic character development. Implementation challenges include limited infrastructure, teacher competency, and education regulations. Optimization strategies involve teacher training, infrastructure development, supportive policies, and innovative AI-based learning media to effectively adapt madrasahs to the dynamic digital era.
PROBLEM PENILAIAN PEMBELAJARAN PAI DALAM KONTEKS AUTENTIK ASESMEN Pratama, M Arifin; Cahyani Lintang, Hatimi; Dhafin, Muhammad; Prastika, Imel; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 4 No 04 (2025): BHARASUMBA: Jurnal Multidisipliner
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v4i04.1860

Abstract

This study aims to examine the problems and strategies for strengthening the implementation of authentic assessment in Islamic Religious Education (PAI) learning within the Merdeka Curriculum era. The research employs a qualitative approach through a literature review that analyzes books, scientific journals, and educational policy documents. The findings indicate that authentic assessment plays a crucial role in evaluating students’ abilities comprehensively, encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects integrated with real-life contexts and oriented toward the formation of Islamic character. However, its implementation still faces various challenges, including limited teacher understanding, difficulties in developing assessment instruments, and the dominance of conventional evaluation systems. Therefore, strengthening strategies are needed through teacher competency enhancement, institutional support, and a paradigm shift in assessment practices so that authentic assessment can be implemented effectively, sustainably, and in alignment with the holistic learning principles of Islamic Religious Education.
Analisis Implementasi Landasan Psikologis terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan pada Kurikulum Merdeka Wulandari, Khisstia; Istihsan, Muhammad Fadhil; Khairunnisa, Kania Ulli; Tegar, Muhamat; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3648

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inovasi pendidikan di Indonesia yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas, kemandirian, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu fondasi utama yang menopang kurikulum ini adalah landasan psikologis, yang mencakup psikologi perkembangan, psikologi belajar, dan psikologi sosial sebagai kerangka ilmiah untuk memahami proses belajar peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi landasan psikologis dalam Kurikulum Merdeka serta kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai literatur, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi terkait kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip psikologis melalui pembelajaran berdiferensiasi, asesmen formatif, serta proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pembelajaran berdiferensiasi memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai tahap perkembangan, minat, dan kemampuannya. Asesmen formatif berperan penting dalam memantau proses belajar peserta didik dan memberikan umpan balik yang bermakna. Selain itu, proyek P5 terbukti berkontribusi pada penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan kolaboratif siswa. Namun, implementasi kurikulum masih menghadapi tantangan seperti kesiapan guru, ketersediaan sumber daya, serta perbedaan kemampuan adaptasi antar satuan pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa landasan psikologis memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan menjadi faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
From the Surau to the Madrasah: The Contribution of Sheikh Abdul Karim Amrullah's Thought to the Transformation of Malay Education Sya'adah, Fatihatus; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah; Fauzi, Muhammad
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v5i2.27005

Abstract

This study explores the intellectual contribution of Syekh Abdul Karim Amrullah to the transformation of Islamic education in the Malay world, particularly the shift from the traditional surau system to the modern madrasah. Using a qualitative-historical approach, the research investigates the social, intellectual, and religious contexts that shaped his educational reform movement in early 20th-century Minangkabau. Findings indicate that Amrullah played a crucial role in integrating Islamic values with modern rationality through systemic, methodological, and curricular reforms. He rejected the dichotomy between religious and secular sciences, introduced a structured class-based learning system, and emphasized moral and character education as the foundation of Islamic pedagogy. Thus, it can be concluded that Sheikh Abdul Karim Amrullah played a significant role in transforming Malay Islamic education from the traditional surau system to the modern madrasah. The principles introduced by Sheikh Abdul Karim Amrullah included curriculum reform, classical methods, and the integration of religious and general knowledge to form the basis for a rational and contextual Islamic education.  His conception of madrasah represented not merely an institutional reform but a manifestation of a progressive and contextual Islamic renewal aimed at liberating the Muslim community from ignorance and colonial domination. Amrullah’s educational thought laid a vital foundation for the development of modern Islamic education in Indonesia and the broader Malay world.
Co-Authors Abdullah Idi Ade Akhmad Saputra Adi Fernando, Derri Adinata, Dwiraja Afriansyah, Syafran Agustin, Anisa Ahaddiah, Riyani Aisyah, Siti Ayu Al Fitria, Aisyah Ananda Al-Qadar, Laila Alfarizi, M. Nauval Alghifari, Ahmad Zaki Alimron, Alimron Alya Salsabila binti Ismail, Nur Amanda, Alya Amelina, Naila Amin, Khoirul Andrian, Septi Anggara, Esva Anggraini, Wulan Ansori, Muhammad Rizal Apriliana, Fauziah Rahma Ardiwansyah, Bayu Arnensi, Arnensi Astuti, Vivia Athirah, Fannia Aulia, Amel Aulia, Gita Nur Awaliyah, Nururrahmah Azizul Hakim Cahyani Lintang, Hatimi DADANG DADANG Dewi Nurjanah Dhafin, Muhammad Diva, Anisa Muthia Elhefni Elhefni Ermis Suryana Fadillah, Zakiyatul Fatrin, Juan Muliawan Fauzi , Muhammad Firjilia, Natasya Putri Firmansyah Firmansyah Firnawinda, Firnawinda Furmaisuri, Ria Giyandita, Fatimah Siti Hadi Holib, Habibie Haidar, Musthafa Hamidah . Hasan, Muflikhul Herlica Agustina Ihsan, Muhammad Aqil Ikhsan, M Firman Al Ikra Negara, Amanda Indah Wigati Indradewa, Rhian Istihsan, Muhammad Fadhil Julianti, Evi Kasinyo Harto Khadavi Alzafani, Rahmad Khairunnisa, Kania Ulli Khotima, Husnul Lestarika, Lestarika Lewis, Azizul Mahdha M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani, Tyara Mahyudin, Edy Maria Maria Marliat, Marliat Maryamah Maryamah Mawarni, Della Meriyanti, Meriyanti Mirzuandi, Ahmad Mochammad Imron Awalludin Muchtar, Aflatun Muh. Mawangir, Muh. Muhaemin Muhaemin Muhamad Faizul Amirudin Muhamad Fauzi Muhammad Fauzi Muhammad Isnaini Muhammad Luthfi Mulyadi Eko Purnomo, Mulyadi Eko Munir , Munir Mustopa Mustopa Muzakkir, Evan Sahibul N. Nazaruddin Nashihin, Indat Novalia, Jelita Nur Amalia Oktayani, Eka Pibina, Rahma Prastika, Imel Pratama, M Arifin Prihatin, Nyimas Yunierti Puspita Sari, Khovifah Putri Andriani Putry, Ani Muliya Qumairah, Agna Rachmawati, Raden Ayu Tia Saka, Agum Salsabila, Ainun Al a‘la SALSABILA, ANNISA Salsabila, Intan Devira Salsabilah, Ghina Inayah Salvana, Virgin sari, Mutia Sari, Syipa Nopita Sartika Sartika Satria Abadi Shania, Shania Sirozi, M. Siswahyudianto SITI SHOLEHAH, SITI Sustiana, Merlia Sya'adah, Fatihatus Syarif Zain, Zaki Faddad Tanjung, Akbar Tegar, Muhamat Triani, Nofi Tutut Handayani Ulhaq, Daffa Utami, Fahra Valentina, Nabila Vicky Chandra Wigati , Indah Wulandari, Khisstia Yolanda, Kenta Yulianda, Masnun