p-Index From 2021 - 2026
7.297
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Conciencia Pendas mahakam : jurnal pendidikan dan pembelajaran Sekolah Dasar Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI Jurnal Basicedu Pedagogik: Jurnal Pendidikan JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Jurnal PAI Raden Fatah GOLDEN AGE: JURNAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Muaddib: Islamic Education Journal Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Berajah Journal MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan ALACRITY : Journal Of Education Education Achievement: Journal of Science and Research Journal of Research in Instructional Ar-Rasyid: Jurnal Pendidikan Agama Islam Indo-MathEdu Intellectuals Journal Kutubkhanah Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan EduStream: Jurnal Pendidikan Dasar Jurnal Riset Madrasah Ibtidaiyah (JURMIA) Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial dan Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Basicedu Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Innovative: Journal Of Social Science Research Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru TOFEDU: The Future of Education Journal Jurnal Konseling Pendidikan Islam JIM: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Sejarah Bharasumba Jurnal Multidispliner Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan FIKROTUNA: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Madania: Jurnal Kajian Keislaman Al-Irfan: Journal Of Arabic Literature and Islamic Studies Jurnal Tarbiyatuna : Kajian Pendidikan Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

PROBLEM PENILAIAN PEMBELAJARAN PAI DALAM KONTEKS AUTENTIK ASESMEN Pratama, M Arifin; Cahyani Lintang, Hatimi; Dhafin, Muhammad; Prastika, Imel; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 4 No 04 (2025): BHARASUMBA: Jurnal Multidisipliner
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/bharasumba.v4i04.1860

Abstract

This study aims to examine the problems and strategies for strengthening the implementation of authentic assessment in Islamic Religious Education (PAI) learning within the Merdeka Curriculum era. The research employs a qualitative approach through a literature review that analyzes books, scientific journals, and educational policy documents. The findings indicate that authentic assessment plays a crucial role in evaluating students’ abilities comprehensively, encompassing cognitive, affective, and psychomotor aspects integrated with real-life contexts and oriented toward the formation of Islamic character. However, its implementation still faces various challenges, including limited teacher understanding, difficulties in developing assessment instruments, and the dominance of conventional evaluation systems. Therefore, strengthening strategies are needed through teacher competency enhancement, institutional support, and a paradigm shift in assessment practices so that authentic assessment can be implemented effectively, sustainably, and in alignment with the holistic learning principles of Islamic Religious Education.
Tantangan Implementasi Kurikulum PAI dalam Penguatan Karakter Ar’rasyid, M. Raihan; Azizah, Hilwa; Nurshabila, Nabiihah; Inamasula, Alimah; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 3 November 2025
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v6i3.2942

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian peserta didik sesuai dengan nilai ajaran Islam sekaligus prinsip moral bangsa. Akan tetapi, pelaksanaan kurikulum PAI dalam konteks penguatan karakter masih menghadapi berbagai hambatan. Dari aspek internal, keterbatasan kompetensi pedagogik dan profesional guru, metode pembelajaran yang cenderung monoton, serta kurangnya pemanfaatan media dan inovasi pendidikan sering menjadi penghalang. Sementara itu, faktor eksternal seperti arus globalisasi, perkembangan teknologi digital, lingkungan sosial yang kurang mendukung, dan lemahnya peran keluarga turut memperumit proses pembinaan karakter. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis berupa peningkatan kapasitas guru, penyusunan kurikulum yang adaptif, penggunaan teknologi secara bijak, serta sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan dukungan seluruh pihak, implementasi kurikulum PAI diharapkan mampu menghasilkan generasi berakhlak, beriman, dan berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.
Sejarah Perubahan Kurikulum di Indonesia Afifa, Zalika; Putri, Adelia Pratama; Rahmadini, Risti; Salsabilah, Salsabilah; Fajriah, Uswatun; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8626

Abstract

Proses pendidikan di Indonesia telah mengalami berbagai penyesuaian kurikulum yang merupakan tanggapan terhadap perubahan dalam aspek sosial, politik, dan pedagogis. Kajian ini berupaya untuk memaparkan lintasan historis serta evolusi transformasi kurikulum di Indonesia semenjak periode pasca-kemerdekaan hingga masa kini. Pendekatan riset yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif, yang mencakup penelaahan literatur, artefak pendidikan, dan studi-studi terdahulu yang relevan dengan implementasi dan restrukturisasi kurikulum. Temuan riset mengindikasikan bahwa Indonesia telah mengadopsi beberapa iterasi kurikulum, termasuk Rencana Pelajaran 1947, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006, dan Kurikulum 2013. Setiap perubahan mencerminkan filosofi dan kebutuhan pendidikan pada masanya. Pergeseran tersebut dipengaruhi oleh kebijakan nasional, tren global, serta kebutuhan untuk meningkatkan kompetensi dan karakter peserta didik. Revisi terbaru menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik guna menghasilkan peserta didik yang utuh. Kesimpulannya, perubahan kurikulum di Indonesia mencerminkan upaya berkelanjutan bangsa untuk menyesuaikan pendidikan dengan kemajuan masyarakat dan tantangan global
Analisis Implementasi Landasan Psikologis terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan pada Kurikulum Merdeka Wulandari, Khisstia; Istihsan, Muhammad Fadhil; Khairunnisa, Kania Ulli; Tegar, Muhamat; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3648

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan inovasi pendidikan di Indonesia yang dirancang untuk memberikan fleksibilitas, kemandirian, dan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu fondasi utama yang menopang kurikulum ini adalah landasan psikologis, yang mencakup psikologi perkembangan, psikologi belajar, dan psikologi sosial sebagai kerangka ilmiah untuk memahami proses belajar peserta didik secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi landasan psikologis dalam Kurikulum Merdeka serta kontribusinya terhadap peningkatan mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai literatur, jurnal ilmiah, serta dokumen resmi terkait kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip psikologis melalui pembelajaran berdiferensiasi, asesmen formatif, serta proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pembelajaran berdiferensiasi memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar sesuai tahap perkembangan, minat, dan kemampuannya. Asesmen formatif berperan penting dalam memantau proses belajar peserta didik dan memberikan umpan balik yang bermakna. Selain itu, proyek P5 terbukti berkontribusi pada penguatan karakter, kreativitas, dan kemampuan kolaboratif siswa. Namun, implementasi kurikulum masih menghadapi tantangan seperti kesiapan guru, ketersediaan sumber daya, serta perbedaan kemampuan adaptasi antar satuan pendidikan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa landasan psikologis memiliki peran strategis dalam mengoptimalkan pelaksanaan Kurikulum Merdeka dan menjadi faktor kunci dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia.
From the Surau to the Madrasah: The Contribution of Sheikh Abdul Karim Amrullah's Thought to the Transformation of Malay Education Sya'adah, Fatihatus; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah; Fauzi, Muhammad
-
Publisher : AR-RASYID : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/arrasyid.v5i2.27005

Abstract

This study explores the intellectual contribution of Syekh Abdul Karim Amrullah to the transformation of Islamic education in the Malay world, particularly the shift from the traditional surau system to the modern madrasah. Using a qualitative-historical approach, the research investigates the social, intellectual, and religious contexts that shaped his educational reform movement in early 20th-century Minangkabau. Findings indicate that Amrullah played a crucial role in integrating Islamic values with modern rationality through systemic, methodological, and curricular reforms. He rejected the dichotomy between religious and secular sciences, introduced a structured class-based learning system, and emphasized moral and character education as the foundation of Islamic pedagogy. Thus, it can be concluded that Sheikh Abdul Karim Amrullah played a significant role in transforming Malay Islamic education from the traditional surau system to the modern madrasah. The principles introduced by Sheikh Abdul Karim Amrullah included curriculum reform, classical methods, and the integration of religious and general knowledge to form the basis for a rational and contextual Islamic education.  His conception of madrasah represented not merely an institutional reform but a manifestation of a progressive and contextual Islamic renewal aimed at liberating the Muslim community from ignorance and colonial domination. Amrullah’s educational thought laid a vital foundation for the development of modern Islamic education in Indonesia and the broader Malay world.
Perbandingan Keefektifitasan Proses Pembelajaran Di Dalam Komponen K13 Dan Komponen Kumer Alfarizi, M. Nauval; Alghifari, Ahmad Zaki; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i4.751

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintervensi keefektifan unsur-unsur utama antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka dalam lingkungan pembelajaran yang didukung oleh teknologi digital. Kedua kurikulum tersebut memainkan peran krusial dalam membimbing proses pendidikan agar selaras dengan kemajuan zaman dan tuntutan para peserta didik. Kurikulum 2013 menitikberatkan pada pengembangan karakter, pengetahuan, serta keterampilan melalui metode saintifik yang menempatkan aktivitas siswa sebagai pusat perhatian. Di sisi lain, Kurikulum Merdeka lebih menyoroti peningkatan potensi dan kreativitas siswa dengan menggunakan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning), yang menawarkan keleluasaan lebih luas bagi guru dan siswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kajian pustaka (library research) melalui pemeriksaan berbagai referensi akademik, termasuk jurnal, buku, dan artikel ilmiah. Temuan dari analisis tersebut mengungkapkan bahwa unsur-unsur pokok kurikulum, seperti tujuan, materi, proses, dan evaluasi, menunjukkan ciri-ciri khas yang berbeda di masing-masing kurikulum. Kurikulum 2013 cenderung lebih sistematis dan mengecewakan, sementara Kurikulum Merdeka lebih mengutamakan kepentingan serta adaptasi terhadap kebutuhan siswa. Oleh karena itu, tingkat keberhasilan implementasi kedua kurikulum ini sangat dipengaruhi oleh penerapan situasi serta persiapan tenaga pendidik dan institusi pendidikan dalam mengintegrasikan teknologi digital sebagai alat bantu dalam proses belajar.
Implementasi Kurikulum Merdeka di Tengah Keterbatasan Sarana Prasarana: Studi Kasus di SD Tulus Bakti Palembang Putri, Areefa Zahira; Ardiansyah, Muhamad; Satria, Indrian; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2025): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v6i3.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi Kurikulum Merdeka di SD Tulus Bakti Palembang dalam konteks keterbatasan sarana dan prasarana sekolah. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui observasi proses pembelajaran, dokumentasi kondisi lingkungan sekolah, dan wawancara dengan guru serta kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan ruang kelas, minimnya alat peraga, dan fasilitas teknologi yang belum memadai. Meskipun demikian, guru-guru mampu beradaptasi melalui penggunaan bahan ajar sederhana, kolaborasi antar tenaga pendidik, dan peningkatan keterlibatan orang tua dalam kegiatan belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun implementasi Kurikulum Merdeka belum berjalan optimal, upaya adaptif guru berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung pembentukan Profil Pelajar Pancasila.
Building Innovative Learning With A Digital Curriculum: A Steps Towards Disruptive Education Aulia, Gita Nur; Saka, Agum; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 10, No 4 (2025): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jupe.v10i4.9592

Abstract

Amidst the digital transformation happening in the current era, the world of education must adapt by using more creative and relevant teaching methods. It is considered that the conventional curriculum does not meet all the needs of the 21st-century challenges, which emphasize creativity, digital literacy, collaboration, and problem-solving. Therefore, a digital curriculum-based education system must be created immediately. This study aims to determine how a digital curriculum can make the learning system more flexible, interactive, and focused on improving all students' abilities. This method is expected to enable the education system to create a learning environment that is more in line with the dynamics of the times. This method is also expected to support the formation of a generation ready to compete in the global market.
Rekontruksi Representasi Gaya Metode Kurikulum Pembelajaran di sekolah: Penelitian Ulhaq, Daffa; Hakim, Azizul; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3803

Abstract

Maintaining the arrangement and momentum of learning involves extensively using innovative methods that can serve as a foundation guiding educational sovereignty; it will never disappear, like oxygen floating in the air. Where improvements and development of the curriculum will adapt from era to era. It is not only through particles in confusing domains, but it focuses on educators and teachers being able to solve problems that provide solutions when consonance occurs in responding to the challenges of the era, which have become challenges for educators up to now. When collaboration is established between the performance of educators and teachers, it will facilitate the reconstruction of methods that the curriculum will determine, whether from the central or branch levels.
Integrasi Kurikulum Merdeka dalam Penguatan Pendidikan Karakter di Madrasah: Pendekatan Strategis dalam Reformasi Pendidikan Rahmawati, Anisah; Pratama, M Cevin; Makhmuda, Rifatun; Sudarminso, Sudarminso; Abdurrahmansyah, Abdurrahmansyah
ALACRITY : Journal of Education Volume 5 Nomor 3 Oktober 2025
Publisher : LPPPI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/alacrity.v5i3.917

Abstract

This study examines the development of character education curriculum in Madrasahs with reference to the Merdeka curriculum. The concept of Merdeka curriculum is expected to be able to produce students who are knowledgeable, characterized, civilized, and noble according to the noble ideals of the Indonesian nation. Madrasahs as educational institutions must implement character education in the Merdeka curriculum with the concept of its Pancasila learner profile. The approach used in this research uses qualitative with the literature study method, researchers use several books, journals, and the results of recent observations as references. The findings reveal that the development of character education carried out in learning must be integrated into each subject, self-development, and Madrasah culture. Character values developed in students can be through two attitudes, namely spiritual and social. Spiritual is carrying out the teachings of the religion they adhere to, while social includes honest behavior, discipline, responsibility, courtesy, environmental care and confidence in interacting with the environment. Some stages of learner character development can be passed through 1) knowledge, 2) implementation, and 3) habits.
Co-Authors Abdullah Idi Adi Fernando, Derri Adinata, Dwiraja Afifa, Zalika Afriansyah, Syafran Agustin, Anisa Aisyah, Siti Ayu Al Fitria, Aisyah Ananda Alfarizi, M. Nauval Alghifari, Ahmad Zaki Alimron, Alimron Alya Salsabila binti Ismail, Nur Amanda, Alya Amelina, Naila Amin, Khoirul Andrian, Septi Anggraini, Wulan Anisa Anisa anisah rahmawati Ansori, Muhammad Rizal Ardiansyah, Muhamad Ardiwansyah, Bayu Arnensi, Arnensi Ar’rasyid, M. Raihan Athirah, Fannia Aulia, Amel Aulia, Gita Nur Azizah, Hilwa BAITI, MASNUN Cahyani Lintang, Hatimi DADANG DADANG Dewi Nurjanah Dhafin, Muhammad Dian Andesta Bujuri Diva, Anisa Muthia Elhefni Elhefni Ermis Suryana Fadillah, Zakiyatul Fajriah, Uswatun Fathonah, Naila Izzatun Fatrin, Juan Muliawan Fauzi , Muhammad Firjilia, Natasya Putri Firmansyah Firmansyah Firnawinda, Firnawinda Fitriyanti Fitriyanti Furmaisuri, Ria Giyandita, Fatimah Siti Hadi Holib, Habibie Haidar, Musthafa Hakim, Azizul Hamidah . Hasan, Muflikhul Herlica Agustina Ihsan, Muhammad Aqil Ikhsan, M Firman Al Ikra Negara, Amanda Inamasula, Alimah Indah Wigati Indradewa, Rhian Istihsan, Muhammad Fadhil Julianti, Evi Kasinyo Harto Khadavi Alzafani, Rahmad Khairunnisa, Kania Ulli Khotima, Husnul Lestarika, Lestarika Lewis, Azizul Mahdha M. Yogi Riyantama Isjoni Maharani, Tyara Mahyudin, Edy Makhmuda, Rifatun Maria Maria Marliat, Marliat Maryamah Maryamah Mawarni, Della Meriyanti, Meriyanti Mirzuandi, Ahmad Misdiyanti, Lenny Mochammad Imron Awalludin Muchtar, Aflatun Muh. Mawangir, Muh. Muhaemin Muhaemin Muhamad Faizul Amirudin Muhamad Fauzi Muhammad Fauzi Muhammad Isnaini Muhammad Luthfi Muhammad Naufal, Muhammad Mulyadi Eko Purnomo, Mulyadi Eko Munir , Munir Mustopa Mustopa Muzakkir, Evan Sahibul N. Nazaruddin Nashihin, Indat Novalia, Jelita Nur Amalia Nurlaila Nurlaila Nurshabila, Nabiihah Oktayani, Eka Pibina, Rahma Prastika, Imel Pratama, M Arifin Pratama, M Cevin Prihatin, Nyimas Yunierti Puspita Sari, Khovifah Putri Andriani Putri, Adelia Pratama Putri, Areefa Zahira Putry, Ani Muliya Qaff, Muhammad Alfath Qumairah, Agna Rachmawati, Raden Ayu Tia Rahmadini, Risti Saka, Agum Salsabila, Intan Devira Salsabilah, Ghina Inayah Salsabilah, Salsabilah Salvana, Virgin Saputra, Ade Akhmad sari, Mutia Sartika Sartika Satria Abadi Satria, Indrian Shania, Shania Sirozi, M. Sirozi, Muhammad SITI SHOLEHAH, SITI Sudarminso, Sudarminso Sustiana, Merlia Sya'adah, Fatihatus Syarif Zain, Zaki Faddad Tanjung, Akbar Tegar, Muhamat Triani, Nofi Tutut Handayani Ulhaq, Daffa Utami, Fahra Valentina, Nabila Vicky Chandra Wianda, Muhammad Nabiel Augis Wigati , Indah Wulandari, Khisstia Yolanda, Kenta Yulianda, Masnun