Claim Missing Document
Check
Articles

UJI POTENSI JAMUR PELAPUK PUTIH DALAM BIOREMEDIASI INSEKTISIDA KARBOFURAN Imam Chanif; Syamsuddin Djauhari; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Aplikasi insektisida karbofuran dalam tanah secara terus menerus menimbulkan residu yang berdampak negatif pada manusia, organisme non target dan mikroorganisme. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi residu insektisida adalah bioremediasi menggunakan agen berupa mikroorganisme seperti  jamur pelapuk putih yang telah umum digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi jamur pelapuk putih dalam bioremediasi insektisida karbofuran. Penelitian dilakukan dengan cara mengukur pertumbuhan jamur pelapuk putih (JPP) dan degradasi kandungan insektisida karbofuran. Hasil penelitian menunjukkan dua isolat jamur pelapuk putih (JPP1 dan JPP2) mampu tumbuh dalam media yang mengandung insektisida karbofuran denga konsentrasi 100 – 400 gr/L. Kedua isolat JPP tersebut dapat mendegradasi kandungan dari insektisida karbofuran sebanyak  6 – 22 %. Dapat disimpulkan bahwa kedua isolat JPP berpotensi sebagai agen bioremediasi insektisida karbofuran. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kemampuan kedua isolat JPP dalam mendegradasi bahan aktif dalam insektisida karbofuran.   Kata Kunci: Insektisida Karbofuran, Jamur pelapuk putih, Bioremediasi
EKSPLORASI BAKTERI PATOGEN PADA BEBERAPA SPESIES TANAMAN KANTONG SEMAR (Nepenthes sp.) Abdul Karim Fanani; Abdul Latief Abadi; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 3 No. 3 (2015)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis bakteri patogen pada tanaman kantong semar (Nepenthes sp.). Penelitian ini meliputi pengamatan gejala dan eksplorasi penyakit pada daun, batang dan akar Nepenthes, isolasi bakteri patogen dari gejala, uji patogenesitas pada tanaman inang, uji hipersensitif pada daun tembakau, karakterisasi morfologi koloni dan morfologi sel, dan identifikasi secara biokimia dan fisiologi. Hasil penelitian mennjukkan gejala bercak cokelat kebasahan pada daun N. mirabillis disebabkan oleh Erwinia sp., gejala bintik kuning pada daun N. ampullaria dan N. rafflessiana disebabkan oleh bakteri Xanthomonas sp., sedangkan gejala busuk hitam pada batang N. ampullaria dan N. rafflessiana disebabkan oleh bakteri Pseudomonas sp. Kata kunci: bakteri patogen, eksplorasi, identifikasi, Nepenthes
POTENSI BAKTERI ANTAGONIS DARI MIKROORGANISME LOKAL (MOL) BONGGOL PISANG DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT DARAH PADA TANAMAN PISANG Ichsan Firmansyah; Abdul Latief Abadi; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mikroorganisme Lokal (MOL) merupakan produk cairan yang terbuat dari bahan-bahan alami, sebagai media hidup dan berkembangnya mikroorganisme bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi bakteri dari MOL bonggol pisang sebagai antagonis terhadap Blood Disease Bacterium (BDB = Ralstonia syzygii subsp. syzygii) penyebab penyakit darah pada tanaman pisang. Isolasi bakteri dari MOL bonggol pisang dilakukan dengan metode spread plate. Pengujian penghambatan terhadap BDB menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 10 perlakuan pada cawan Petri dan 11 perlakuan pada percobaan menggunakam buah pisang. Sebanyak 43 isolat bakteri berhasil didapatkan dari MOL, tetapi hanya 8 isolat yang mampu menekan pertumbuhan BDB, yaitu isolat BMOL 1, BMOL 8, BMOL 14, BMOL 21, BMOL 22, BMOL 24, BMOL 27, dan BMOL 29. Isolat BMOL1 dan BMOL 24 menunjukkan kemampuan lebih tinggi dalam menghambat pertumbuhan BDB dibanding isolat yang lain.
EKSPLORASI RIZOBAKTERI PADA GULMA FAMILI SOLANACEAE UNTUK PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU BAKTERI PADA TANAMAN TOMAT Auliya Zendhabad; Luqman Qurata Aini; Abdul Latief Abadi
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ralstonia solanacearum merupakan bakteri penyebab penyakit layu yang dapat menurunkan produksi tanaman tomat. Bakteri penghuni akar (rizobakteri) diketahui dapat berperan sebagai antagonis terhadap patogen tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk medapatkan rizobakteri dari gulma dari famili solanaceae yaitu leunca dan ciplukan yang berpotensi sebagai antagonis terhadap R. solanacearum. Telah diperoleh delapan isolat rizobakteri yang berpotensi menekan pertumbuhan R. solanacearum. Semua isolat rizobakteri yang diuji memiliki potensi yang sama dengan kontrol (bakterisida Streptomisin sulfat) dalam menekan perkembangan penyakit layu bakteri. Berdasarkan karakterisasi fisiologi dan biokimia diketahui bahwa masing-masing isolat rizobakteri memiliki karakter yang berbeda.
KELIMPAHAN BAKTERI Pseudomonas sp., Bacillus sp., PENAMBAT NITROGEN DAN PELARUT FOSFAT PADA LAHAN PADI SAWAH PHT DAN KONVENSIONAL DI DESA BAYEM KECAMATAN KASEMBON KABUPATEN MALANG Dyah Ayu Kusuma Wardani; Abdul Latief Abadi; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian kelimpahan bakteri bermanfaat pada petak lahan padi yang dibudidayakan menggunakan pendekatan Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) dan konvensional telah dilakukan di Desa Bayem, Kecamatan Kasembon, Malang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri (Pseudomonas sp., Bacillus sp., penambat nitrogen dan pelarut fosfat) pada lahan padi sawah yang menerapkan PHT dan cara konvensional. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel tanah secara sistematik, dibiakkan pada media selektif  lalu dilakukan perhitungan kelimpahan bakteri. Hasil perhitungan kelimpahan bakteri dianalisis uji T untuk membandingkan kelimpahan bakteri Pseudomonas sp., Bacillus sp., penambat nitrogen dan pelarut fosfat antara lahan PHT dan konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan kelimpahan bakteri pelarut fosfat dan bakteri penambat nitrogen di lahan PHT dan lahan konvensional baik pada fase vegetatif maupun generatif. Ada perbedaan yang signifikan kelimpahan bakteri Bacillus sp. di lahan PHT dan lahan konvensional baik pada fase secara vegetatif maupun generatif. Tidak dapat diketahui adanya perbedaan kelimpahan bakteri Pseudomonas sp. pada lahan PHT dan lahan konvensional karena data tidak diperoleh pada plot lahan PHT. Tidak ada perbedaan kelimpahan bakteri bermanfaat pada lahan PHT dan konvensional kecuali kelimpahan Bacillus sp pada fase generatif diduga karena aplikasi pada lahan PHT masih dilakukan pada musim pertama dan baru berjalan dalam waktu beberapa minggu.
PENGUJIAN KONSORSIUM MIKROBA ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT PUSTUL BAKTERI PADA TANAMAN KEDELAI Novia Dwirani; Muhammad Akhid Syibli; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.3.1

Abstract

Salah satu penyakit penting yang menyerang tanaman kedelai adalah penyakit pustul daun yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas axonopodis pv. glycines. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi konsorsium mikroba antagonis yang terdiri dari Bacillus subtillis, Pseudomonas fluorescens, serta Trichoderma sebagai agens hayati untuk mengendalikan penyakit pustul daun pada tanaman kedelai yang disebabkan oleh bakteri X. axonopodis pv. glycines. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan aplikasi antagonis baik yang berupa konsorsium mikroba antagonis maupun mikroba antagonis tunggal mampu menghambat pertumbuhan bakteri X. axonopodis pv. glycines pada media dalam cawan Petri. Semua perlakuan mikroba antagonis baik tunggal maupun dalam konsorsium juga menekan perkembangan penyakit pustul bakteri pada tanaman kedelai. Kemampuan konsorsium mikroba antagonis dengan konsentrasi 20ml/l, konsorsium mikroba antagonis dengan konsentrasi 30ml/l, mikroba antagonis tunggal B. subtilis, P. fluorescens, dan Trichoderma, setara dengan bakterisida Streptomisin sulfat dalam menekan perkembangan penyakit pustul bakteri pada tanaman kedelai. Perlakuan mikroba antagonis tunggal P. fluorescens dapat meningkatkan tinggi tanaman kedelai.
PENGUJIAN KONSORSIUM BAKTERI ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT BERCAK DAUN CERCOSPORA DAN VIRUS KUNING PADA TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L) DI KECAMATAN DAMPIT KABUPATEN MALANG Diyana Lestari; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 9 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2021.009.3.5

Abstract

Penyakit virus kuning dan bercak daun Cercospora merupakan dua penyakit penting yang menjadi kendala dalam budidaya cabai merah besar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji konsorsium bakteri antagonis Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus cereus dalam mengendalikan penyakit virus kuning dan bercak daun Cercospora pada cabai merah besar serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah besar sendiri. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 - Desember 2020 di lahan tumpangsari bawang merah dan cabai, Desa Ubalan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Persiapan penelitian meliputi survei lokasi, persiapan alat dan bahan, pengacakan perlakuan, dan penentuan tanaman sampel. Pelaksanaan penelitian meliputi pengaplikasian larutan isolat bakteri antagonis di lapang, pengamatan mingguan, dan pengolahan data. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Data dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA dan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5% menggunakan software DSAASTAT. Konsorsium P7 (Pseudomonas aeruginosa + Bacillus cereus 13) lebih efektif dalam menekan penyakit virus kuning, sedangkan perlakuan konsorsium P8 (Bacillus cereus 12 + Bacillus cereus 13) lebih efektif dalam menekan penyakit bercak daun Cercospora. Perlakuan konsorsium tidak memberikan pengaruh terhadap tinggi dan jumlah daun. Namun, konsorsium P7 mampu meningkatkan bobot tanaman cabai  meskipun secara statistik tidak berbeda dengan perlakuan lainnya.
PENGUJIAN KONSORSIUM BAKTERI ANTAGONIS UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI KECAMATAN DAMPIT, KABUPATEN MALANG Alda Dwi Aprilia; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.1.4

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang menjadi sumber pendapatan bagi perekonomian Indonesia hingga ± Rp. 2,7 Trilliun/tahun. Salah satu faktor yang menyebabkan produksi bawang merah di Indonesia mengalami penurunan yaitu akibat serangan jamur Fusarium oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konsorsium bakteri antagonis P. aeruginosa, B. cereus 1 dan B. cereus 2 dalam mengendalikan penyakit layu fusarium dan meningkatkan pertumbuhan tanaman bawang merah. Tahapan penelitian meliputi: penentuan plot dan tanaman contoh, peracikan isolat bakteri, pengaplikasian isolat bakteri, pengamatan komponen pertumbuhan, tingkat kejadian penyakit layu Fusarium, tingkat efikasi, hasil panen dan analisis data menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 9 perlakuan dan 3 ulangan. Pengaplikasian konsorsium bakteri antagonis perlakuan P9 (P. aeruginosa + B. cereus 1 + B. cereus 2) sangat efektif dalam menekan perkembangan penyakit layu fusarium serta dalam memacu pertumbuhan pada tanaman bawang merah. Tingkat efikasi tertinggi yaitu pada perlakuan P9 dengan nilai sebesar 81% lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
EKSPLORASI JAMUR RIZOSFER ANTAGONIS TERHADAP Rhizoctonia solani PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata) Sallygresya Theodora Dwifelita Matondang; Luqman Qurata Aini
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2022.010.2.4

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui genus jamur rizosfer yang memiliki potensi antagonis terhadap Rhizoctonia solani dan perbedaan kemampuan antagonisme. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2021 sampai dengan Oktober 2021. Sampel tanah diambil pada 6 lahan kacang hijau pada 3 daerah di Kabupaten Malang. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan mengambil sampel tanah komposit sebanyak 50 gram pada 5 titik pada setiap lahan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis data dilakukan dengan analisis ragam (ANOVA). Apabila berbeda nyata maka akan dilanjutkan uji DMRT. Hasil penelitian, didapatkan 38 isolat dengan kenampakan makroskopis yang berbeda. Terdapat 15 isolat jamur yang memiliki daya hambat lebih dari 50 % dan 9 diantaranya memiliki daya hambat lebih dari 70 %. Hasil identifikasi didapatkan 7 genus jamur yang memiliki daya hambat lebih dari 50 %. Genus tersebut yaitu Trichoderma, Aspergillus, Chrysonilia, Mortierella, Gliocladium, Penicillium, dan Acremonium. Kemampuan antagonisme jamur yang berbeda-beda diakibatkan karena beberapa hal yaitu kompetisi dan antibiosis.
Efektivitas Tribasik Tembaga Sulfat (93%) Terhadap Penyakit Cacar Daun Exobasidium vexans Pada Tanaman Teh Luqman Qurata Aini
Jurnal Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jsal.2022.009.02.5

Abstract

ABSTRAK Teh Camellia sinensis (L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penyakit cacar daun teh yang disebabkan oleh patogen Exobasidium vexans merupakan penyakit utama yang menyerang tanaman teh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektifitas Tribasik Tembaga Sulfat (93%) dalam mengendalikan penyakit cacar pada daun tanaman teh yang disebabkan oleh patogen E. vexans. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangaan acak kelompok (RAK). Dosis formulasi Tribasik Tembaga Sulfat (93%) yang diaplikasikan pada penelitian ini yaitu  0.25; 0.50; 0.75; 1.00 g.L-1 dan kontrol. Data intensitas penyakit cacar daun pada tanaman daun teh dan hasil panen tanaman teh pada setiap perlakuan dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa perlakuan Tribasik Tembaga Sulfat (93%) pada semua dosis efektif dalam menurunkan tingkat intensitas penyakit cacar daun the. Aplikasi Tribasik Tembaga Sulfat (93%) dosis 0.75 dan 1 g.L-1 efektif dalam mengendalikan patogen E. vexans penyebab penyakit cacar daun teh. Aplikasi  Tribasik Tembaga Sulfat (93%) pada tanaman teh tidak menyebabkan gejala fitotoksisitas pada semua perlakuan. Aplikasi Tribasik Tembaga Sulfat (93%) dengan dosis 1.00 g.L-1 dapat meningkatkan hasil produksi teh disetiap siklus penen dibandingkan dengan kontrol. Kata kunci: Camellia sinensis, intensitas penyakit, penyakit cacar daun teh, tanaman teh, tembaga ABSTRACT Tea (Camellia sinensis L.) is a crops with a high economic value. Blister blight of tea, caused by the Exobasidium vexans, is the main disease that attacks tea plants. The objective of this study was to investigate the effectiveness of Tribasic Copper Sulfate (93%) againts blister blight on tea caused by E. vexans. The experimental design used in this study was a Randomized Complete Block Design (RCBD). The Tribasic Copper Sulfate (93%) formulation applied in this study were 0.25; 0.50; 0.75; 1.00 g/l and control. Data on the intensity of blister blight on tea leaf and the yield of tea in each treatment were analyzed using the ANOVA test. The results showed that the Tribasic Copper Sulfate (93%) treatment at all doses was effective in reducing the intensity of blister blight disease. The Tribasic Copper Sulfate (93%) of  0.75 and 1 g/l were effective againts E. vexans. The Tribasic Copper Sulfate (93%) on tea plants did not effect of phytotoxicity tea plant in all treatments.  The Tribasic Copper Sulfate (93%) of 1.00 g/l can increase the yield of tea in each harvesting cycle compared to the control. Keyword : Camellia sinensis, disease intensity, blister blight of tea, tea plant, copper 
Co-Authors Abd Latif Abadi Abd Latif Abadi Abdul Cholil Abdul Cholil Abdul Karim Fanani Abdul Latief Abadi Abdul Latief Abadi Abdul Latief Abadi Achmad Noerkhaerin Putra Achmad Roekhan Adi Setiawan Agung Nugroho Agung Wahyu Susilo Aini Nurul Aini, Febrilia Nur Akhmad Rizali Al Husni, Muhammad Fariq Albert Fernando Sitorus Alda Dwi Aprilia Alfi Inayati Aminudin Afandhi Aminudin Afandhi Anastasya, Nabilla Alya Andhy Handoko Andhy Handoko Anton Muhibuddin Apriyani, Aliffia Nuraita Ardiyan Taruna Arifah, Fitri Ariffin Noor Sugiharto Arifin Noor Sugiharto Aris Budiman Asnawi Asnawi Asparita, Yulia Dwi Auliya Zendhabad Aulya Retno Setyari Aulya Retno Setyari Bayu Setyawan, Bayu Berliana, Sonia Bogi Diyansah Bosha, Mohammed Cindy Diah Ayu Fitriana Cokorda Javandira Cokorda Javandira Daniel Happy Putra Dayanti, Ayu Ike Dewi, Fibrianti Shinta Dian Eka Kusumawati Dianti, Sylvia Dianti, Sylvia Herli Dinata, Gallyndra Fatkhu Diyana Lestari Dwi Wulandari Dyah Ayu Kusuma Wardani Eka Kartini Eriyanto Yusnawan Eriyanto Yusnawan Fibrianti Shinta Dewi Firdausi, Wita Galuh Setyanto Pradana Galuh Setyanto Pradana Ganestya Indina Sari Ganestya Indina Sari Hagus Tarno Hapsari, Femita Hasanah, Ifa Maulidah Husna Fikriya Baroroh I Made Indra Agastya Ichsan Firmansyah Imam Chanif Imam Chanif, Imam Indah Anita Sari Irisa Trianti Irisa Trianti Ishak, Ismat Istiqomah Istiqomah Istiqomah, Istiqomah Ito Fernando Ito, Satoshi Iva Dewi Lestariningsih, Iva Dewi Izza, Junda Fauzul Karuniawan Puji Wicaksono Kestrilia Rega Prilianti Khoirun Enisa Maharina Khoirun Enisa Maharina Khoirunisa, Fenti Rahma Kusuma, Restu Rizkyta Liliek Sulistyowati Lilis Suryani Ma'alifah, Nur Maharina, Khoirun Enisa Minal Maimanah Mintarto Martosudiro Mochammad Syamsul Hadi Mochammad Syamsul Hadi Muhammad Akhid Syib’li Muhammad Akhid Syibli Muhammad Febriansyah Muhidin, Ahmad Nava Karina Nawangsih, Handani Nindi Kurniasari Novia Dwirani Novie Utami Asputri Nugroho Sulistyo Putro Nugroho Sulistyo Putro Nur Azizah Nurul Aini Nurul Aini Nurul Aini Nurul Aini Oktaviani, Rahmania Pamungkas, Bayu Aji Paramyta Nila Permanasari, Paramyta Nila Prabowo, Matheus Randy Prillianti, Kestrillia Rega Puput Wahyuningsih Putri, Sastia Prama Rachmi Masnilah Rahmadani, Pradina Rahman, Fakih Nur Ramadhan, Varotama Putra Ramadhani, Fatchuliani Safitri Rania, Khansa Diva Ratri Kusuma Devi Ratri Kusuma Devi Rida Iswati Rifani Rusiana Dewi Rina Rachmawati Rina Rachmawati Roekhan, Achmad Rudin, Sofyan Sudirman Saitama, Akbar Sallygresya Theodora Dwifelita Matondang Santoso, Verisca Agil Winanda Sektiono, Antok Wahyu Serdani, Army Dita Setyono Yudo Tyasmoro Sheila Desi Kharisma Sheila Desi Kharisma Silfiani, Intan Siska Irhamnawati Pulogu Soemarno Soemarno Suharjono Sukamto, Ika Sumiyarsi Sukmarani, Elok Syamsuddin Djauhari Syamsul Arifin Syarifah Maulidya Rahmah Syib'li, Muhammad Akhid Syibli, Muhammad Akhi Syib`'li, Muhammad Akhid Syib`li, Muhammad Akhid Syib’li, Muhammad Akhid Taruna, Ardiyan Tatiek Wardiyati Theresia Rani Kartika Ayu Tita Widjayanti Toto Himawan Toto Himawan Tri Ardiyati Tri Ardiyati Tri Ardyati Trisnawati, Luh Putu Adi Tutung Hadi Astono Tutung Hadiastono Tutung Hadiastono Udayana, Cicik Uma Khumairoh Wardiyati, Tatiek Wita Firdausi Wiwik Jatnika Wiwin Sumiya Dwi Yamika Wiwin Sumiya Dwi Yamika Wiwin Sumiya Dwi Yamika Wiwit Wicaksono Jati Yani Kurniawan, Yani Yogo Setiawan Zainudin Zainudin Zainudin Zainudin Zainul Abidin