p-Index From 2021 - 2026
6.586
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Al-Risalah : Jurnal Imu Syariah dan Hukum Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Shaut Al-'Arabiyah Jurnal Adabiyah El-Mashlahah Diwan : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab JURNAL ILMU BUDAYA Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Ijaz Arabi Journal of Arabic Learning Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra alfazuna: Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Khazanah Pengabdian Kuriositas: Media Komunikasi Sosial dan Keagamaan 'A Jamiy: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Mazahibuna: Jurnal Perbandingan Mazhab Hijai - Journal on Arabic Language and Literature Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Proceedings of The International Conference on Social and Islamic Studies Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora DEVELOPMENT : Journal of Community Engagement Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature ELOQUENCE: Journal of Foreign Language Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Al-Aqwam: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir AL-QIBLAH: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab Kitabina: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam AL GHAZALI: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Journal of Arabic Education and Linguistics Tilawah: Journal of Al-Qur'an Studies Islamic Studies Journal EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Claim Missing Document
Check
Articles

Transformasi An-Naḥt dalam Identitas Linguistik Muslim Multibahasa: Studi Kasus Media Sosial Sari, Maya; Umi Kulsum; Ali Hasan Al Bahar; Ibnu Rawandhy N. Hula; Baso Pallawagau
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7193

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi an-naḥt sebagai penanda identitas linguistik dalam komunitas Muslim multibahasa di era digital. Awalnya, an-naḥt dalam bahasa Arab merujuk pada pemendekan ungkapan seperti ḥamdalah, namun kini meluas menjadi simbol solidaritas, ekspresi religius, dan gaya hidup Muslim modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis konten digital dan observasi etnografi daring. Data diperoleh dari unggahan di TikTok, Instagram, dan Facebook berupa video, caption, , dan tagar yang mengandung bentuk an-naḥt seperti ḥamdalah, tahlīl, hijabfluencer, mompreneur, dan muslimfluencer.Hasil menunjukkan bahwa an-naḥt digital tidak hanya mempertahankan nilai semantik dan spiritualnya, tetapi juga bertransformasi menjadi ekspresi sosial dan ekonomi. Istilah seperti mompreneur dan muslimfluencer menggambarkan identitas perempuan Muslim produktif serta figur dakwah digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan kajian dinamika bahasa Arab di era kecerdasan buatan dan pada pemahaman baru tentang hubungan antara bahasa, agama, dan ekonomi digital dalam pembentukan identitas global.
Semantik Kata Rahmah Sebagai Kasih Sayang Universal: Relevansi Terhadap Krisis Ekologis Dan Pemanasan Global Ningsih, Surya; Pallawagau, Baso
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.1894

Abstract

This study examines the semantic meaning of the Qur’anic term rahmah as a concept of universal compassion and its relevance to the ecological crisis and global warming. The modern environmental crisis reflects humanity’s loss of spiritual awareness toward the sanctity of nature as a manifestation of divine mercy (āyāt Allāh). This research applies Seyyed Hossein Nasr’s ecotheological framework, which views nature as the tajallī (manifestation) of divine mercy, using a qualitative descriptive approach through lexical-semantic analysis of Qur’anic verses containing the term rahmah (e.g., QS. Al-Anbiyā’ [21]:107; QS. Al-A‘rāf [7]:156; QS. Ar-Raḥmān [55]:1–13). The analysis was conducted in three stages: lexical, semantic-conceptual (based on Toshihiko Izutsu’s theory), and theological-ecological. Data validity was ensured through source triangulation and expert judgment. The findings reveal four main dimensions of rahmah: theological (rahmah ilāhiyyah), social (rahmah insāniyyah), cosmological (rahmah kauniyyah), and contemporary ecological (rahmah ekologiyyah mu‘āṣirah). These dimensions collectively form the foundation of an Islamic ecological ethic that situates compassion as the core principle in environmental management and preservation. The study concludes that a spiritual approach grounded in the value of rahmah offers an alternative paradigm for addressing ecological crises by emphasizing balance and harmony between God, humanity, and nature.
Makna Semantik Kata Tayyibat: Perspektif Konsumsi Rendah Karbon Dan Gaya Hidup Berkelanjutan Sochra, Siti Dyah Islamiaty; Pallawagau, Baso
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 3 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i3.1932

Abstract

Kajian ini membahas urgensi pemahaman makna semantik kata ṭayyibāt dalam Al-Qur’an sebagai landasan etis bagi konsumsi rendah karbon dan gaya hidup berkelanjutan. Di tengah meningkatnya kesadaran global terhadap krisis lingkungan dan kebutuhan akan praktik konsumsi yang bertanggung jawab, kajian ini menegaskan bahwa konsep ṭayyibāt tidak hanya mencerminkan kehalalan secara hukum, tetapi juga mengandung dimensi moral, ekologis, dan spiritual. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan paradigma konstruktivis-hermeneutik. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan analisis dokumen yang mencakup teks-teks keislaman, jurnal ilmiah, serta literatur tentang praktik halal dan keberlanjutan. Analisis dilakukan menggunakan teori hermeneutik kontekstual dan teori etika keberlanjutan untuk menafsirkan keterkaitan nilai ṭayyibāt dengan prinsip konsumsi berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ṭayyibāt mencerminkan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan tanggung jawab ekologis, menuntun pada pola konsumsi yang etis, efisien sumber daya, serta ramah lingkungan. Nilai-nilai ṭayyibāt dalam ajaran Islam terbukti selaras dengan prinsip triple bottom line ekonomi, sosial, dan lingkungan yang menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan modern. Dengan demikian, konsep ṭayyibāt dapat dipahami sebagai paradigma konsumsi Islami yang mendukung gaya hidup rendah karbon dan berorientasi pada keberlanjutan bumi.
Two Narratives of a Single Event: A Critical Discourse Analysis of Al Jazeera Arabic and CNN Arabic Coverage of Charlie Kirk’s Death Syakir, Muhammad Wildan; Nugraha, Mugy; Sa'adah, Rd. Siti; Seida, Najwa; Pallawagau, Baso
Jurnal Alfazuna : Jurnal Pembelajaran Bahasa Arab dan Kebahasaaraban Vol. 10 No. 1 (2025): December
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Arab FTK UIN Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/alfazuna.v10i1.4927

Abstract

Purpose - This study examines how two major Arabic-language news outlets, Al Jazeera Arabic and CNN Arabic, construct divergent discursive narratives surrounding the death of American conservative activist Charlie Kirk. Design/Methodology/Approach -Employing Teun A. van Dijk’s Critical Discourse Analysis (CDA), this qualitative study analyzes eight news texts published between September and October 2025. The analysis covers three textual levels macrostructure, superstructure, and microstructure, while integrating socio-cognitive models and broader sociopolitical contexts. All quotations from Arabic sources are preserved in their original form to maintain analytical accuracy. Findings - The findings reveal a systematic divergence in media framing between the two outlets. Al Jazeera Arabic situates the incident within a broader narrative of political polarization, ideological conflict, and structural instability in the United States, thereby transforming the event into a symbol of wider sociopolitical crisis. In contrast, CNN Arabic frames the same event as a procedural criminal case, relying predominantly on official statements, law enforcement sources, and institutional discourse. These differences are not merely stylistic, but reflect contrasting socio-cognitive models, editorial ideologies, and institutional orientations regarding the role of journalism and political interpretation. Research Limitation/Implications - Although limited to two outlets, the research demonstrates the usefulness of CDA in unveiling ideological layers and interpretive dynamics in Arab media coverage of U.S. political events.
Sintesis Pemikiran Fonologi Al-Khalīl ibn Aḥmad dan Teori Fonologi Generatif Noam Chomsky dalam Analisis Struktur Bunyi Bahasa Arab Munawarah; Andi Abdul Hamzah; Baso Pallawagau
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.39631

Abstract

This study aims to analyze and synthesize classical and modern phonological thought in the study of Arabic sounds through a comparative study between Al-Khalīl ibn Aḥmad and Noam Chomsky's generative phonological theory. The classical Arabic phonological tradition pioneered by Al-Khalīl through Kitāb al-‘Ayn provides a strong descriptive-empirical basis for the Arabic sound system, especially through the concepts of makhārij al-ḥurūf, ṣifāt al-ḥurūf, and i‘tilāf al-ḥurūf. Meanwhile, the generative phonological theory developed by Chomsky and Morris Halle offers a cognitive-theoretical approach by emphasizing abstract representation, transformation rules, and distinctive features in sound processing. This study uses a qualitative method with a literature study design, through content analysis and a comparative approach to primary and secondary literature. The results of this study indicate that both approaches share common ground in viewing language as an ordered system, but differ in their epistemological orientation: classical phonology starts from articulatory observations, while generative phonology emphasizes the speaker's mental system. The synthesis of the two produces an integrative phonological model capable of explaining Arabic sound phenomena from both physiological and cognitive perspectives. This study is expected to enrich the development of contemporary Arabic phonological theory and open up opportunities for more comprehensive further research.
Analisis Bentuk dan Makna Tindak Tutur Tidak Langsung dalam Film Pendek “Tiflun Ta’arrada li al-Tanamur li Annahu Ghabi Asbaha ‘Abqariyya” Ahyia, Dwian Saktiawati; Khusniyati, Itsna; Hamzah, Andi Abdul; Pallawagau, Baso
Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Vol 5, No 2 (2025): Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/al-fashahah.v5i2.82000

Abstract

This study aims to reveal the forms and meanings of indirect speech acts in an Arabic short film titled “Tiflun Ta'arrada li al-Tanamur li annahu Ghabi Asbaha 'Abqariyya”. The research method used is a qualitative approach with descriptive analysis. The data in this study consisted of words, phrases, and sentences that reflected indirect speech acts. The data were analyzed using content analysis and presented in the form of a description. The results of the analysis show that in the short film “Tiflun Ta'arrada li al-Tanamur li annahu Ghabi Asbaha 'Abqariyya” there are 17 indirect speech acts with 3 forms, namely assertive, directive, and expressive. Indirect speech acts provide an overview of how a speech act has various meanings, intentions, and purposes according to the context in which it is uttered. This analysis is expected to provide new insights into the dynamics of communication in the context of Arab culture and demonstrate the importance of indirect speech acts as a tool for maintaining politeness. Through this research, it is hoped that readers can gain a deeper understanding of the complexity of communication in films and the pragmatic values contained therein.
Penguatan Literasi Bahasa Arab Santri: Program Pengabdian Masyarakat Berbasis Kegiatan Ekstrakurikuler di Pondok Pesantren An Nahdlah Makassar Harisah, Afifuddin; Pallawagau, Baso; Nuur, Khaerun Nisa; Harjum, Mohamad; Saleh, Muhammad; Gaffar , Nurkhalis A.; Rahman, Anwar Abd.; Wahyudi, Awal
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v10i1.3045

Abstract

Arabic language education at the An Nahdlah Islamic Boarding School in Makassar faces challenges in improving the Arabic language literacy of students, particularly in speaking and writing skills. This community service program aims to strengthen Arabic literacy thru extracurricular activities based on direct practice and experience. The program implementation methods include interactive training, thematic discussions, the use of digital learning applications, and the strengthening of teaching methods for instructors. The evaluation results showed a significant improvement in the students' Arabic language skills, with 75% of the students feeling more confident in using Arabic after attending the training. Additionally, this program successfully created a supportive learning community, increased social interaction among students, and produced learning modules that can be used for Arabic language instruction in other pesantren. This program not only enhances Arabic language skills but also builds the character and self-confidence of the students as part of their identity.
KEHUJJAHAN HADIS NABAWI SEBAGAI DALIL NAHWU-SHARF: ANALISIS VALIDITAS BAHASA DENGAN METODE LINGUISTIK FORENSIK Rifan Basahona; Baso Pallawagau
Islamic Studies Journal (ISLAM) Vol. 2 No. 4 (2025): Islamic Studies Journal (ISLAM)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/4zr6yh61

Abstract

Hadis Nabawi tidak hanya berfungsi sebagai sumber hukum Islam, tetapi juga sebagai sumber utama dalam pengembangan ilmu bahasa Arab, khususnya bidang nahwu dan sharf. Namun, muncul perdebatan tentang sejauh mana hadis dapat dijadikan dalil kebahasaan, mengingat potensi variasi linguistik yang muncul akibat perbedaan periwayatan dan dialektika Arab klasik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis validitas kebahasaan hadis melalui pendekatan linguistik forensik, guna menilai kehujjahan hadis sebagai dasar kaidah nahwu-sharf. Dengan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menggunakan analisis linguistik forensik untuk mengidentifikasi keaslian,  konsistensi, dan keakuratan struktur bahasa hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, hadis-hadis dengan sanad sahih juga memiliki koherensi linguistik yang tinggi dan sesuai dengan struktur bahasa Arab standar pada masa Nabi. Penerapan linguistik forensik terbukti efektif untuk menilai autentisitas bahasa teks keagamaan secara objektif. Kesimpulannya, hadis Nabawi dapat dijadikan dasar dalam pembentukan kaidah nahwu-sharf, dengan dukungan bukti linguistik forensik yang memperkuat kehujjahannya secara ilmiah.
Hoarding Wealth in the Perspective of the Qur’an: A Semantic Study of the Word Kanz Ihya Rizky Audia; Zubair Zubair; Ali Hasan Al Bahar; M. Husni T; Baso Pallawagau
EL-IBTIKAR: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ibtikar.v14i2.22179

Abstract

This study aims to examine the semantic relations of the word kanz based on the Qur’anic foundation of meaning, with data obtained through a literature review primarily from the verses of the Qur’an, and secondarily from hadith, works of tafsīr and fiqh, as well as other relevant sources analyzed using semantic field theory. The findings show that the word kanz and its derivations appear in seven verses of the Qur’an, conveying the concept that wealth which is accumulated and stored is a blessing and trust (amānah) from Allah, thus bound by divine regulations. Its usage varies depending on context: negatively (QS. 10:34–35; QS. 28:76; QS. 26:58) when detached from its role as a blessing and trust, leading to harmful consequences, and positively (QS. 18:82) when directed toward noble purposes such as supporting orphans. In other instances (QS. 25:8; QS. 11:12), kanz appears within the mockery of disbelievers toward the Prophet Muhammad (peace be upon him), demanding material treasures as proof of prophethood. Therefore, the Qur’anic concept of kanz does not merely denote the storage of wealth but emphasizes its nature as a trust that requires responsible stewardship, where proper management leads to prosperity, while hoarding driven by greed results in destruction.
Konsep Cinta dalam Al-Qur'an dan Implikasinya terhadap Relasi Guru–Murid (Analisis Semantik atas Term Mahabbah, Mawaddah, dan Rahmah) Rifan Basahona; Fathimah Azzahra Ilyas; Baso Pallawagau
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i1.8411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekonstruksi makna cinta dalam Al-Qur’an melalui pendekatan analisis semantik serta menghubungkannya dengan relasi guru–murid dalam pendidikan Islam. Kajian ini berfokus pada tiga term utama, yaitu mahabbah, rahmah, dan mawaddah, yang dianalisis melalui pendekatan medan makna (semantic field) untuk mengungkap relasi, perbedaan nuansa, dan fungsi konseptual masing-masing istilah dalam Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan kualitatif-deskriptif, serta memanfaatkan teori semantik Toshihiko Izutsu sebagai pisau analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep cinta dalam Al-Qur’an tidak bersifat tunggal, melainkan membentuk struktur makna yang saling melengkapi. Mahabbah merepresentasikan cinta yang berorientasi pada nilai dan ketulusan, mawaddah menunjukkan cinta yang aktif dan relasional, sedangkan rahmah menggambarkan kasih sayang dan kepedulian. Ketiga konsep tersebut kemudian ditransformasikan ke dalam relasi pedagogis guru dan murid dalam bentuk empati, adab, dialog, dan bimbingan spiritual. Penelitian ini juga merumuskan model konseptual “relasi guru dan murid berbasis cinta Qur’ani” sebagai paradigma pendidikan Islam yang lebih humanistik, dialogis, dan transformatif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi analisis semantik Al-Qur’an dengan konstruksi relasi pedagogis secara spesifik dan sistematis.
Co-Authors Abdillah Abdul Jabbar Tahir Abdul Muiz Amir, Abdul Muiz Abdul Rahim Abdul Rahim Muhammad Achmad Abubakar Aditya, Alfikri Rausen Afifuddin Ahmad Ahmad Ahmad, Muhsin Ahyia, Dwian Saktiawati Al Bahar, Ali Hasan Albshkar, Hajer Abdallah Ali Hasan Al Bahar Ali Hasan Al Bahar Alsadiq, Sherif Muhammad Alsayd, Abdulnasir Dhaw Alzletni, Naima Salem Amrah Kasim Andi Abdul Hamzah Andi Abdul Hamzah, Andi Abdul Andriani, Sarina Anwar Abd Rahman Aqidahtul Jannah Asriyah Asriyah Audia, Ihya Rizky Bugis, Manal Erwin Hafid Fadlil Yani Ainusyamsi Farhah, Ummi Fathimah Azzahra Ilyas Fausiah Fauziah, St. Fauziah Firdaus Firdaus Gadallah, Muhammad Sa'ad Abdel Khaliq Haerudin Hajar, Sulistia Hamzah, Nur Afifah Harisah, Afifuddin Hasnawiah Hasriani Hasriani Hasyim Haddade Husain, Muhammad Zakir Husni Mubarak Ibnu Rawandhy N. Hula Ihya Rizky Audia Jahantab, Zakirah Kamaluddin Abunawas Kartini Kartini Khaerun Nisa Nuur Khaerun Nisa Nuur Khusniyati, Itsna La Ode Ismail Ahmad, La Ode Ismail M. Husni T M. Taufiq Hidayat Pabbajah Maya Sari Moh Rafli Mohamad Harjum Mowafg Abrahem Masuwd Muammar Bakry Mugy Nugraha Muh Al Fadhil Romadhan Muhammad Ali Rusdi Bedong Muhammad Amienulazis Muhammad Nur Abduh Muhammad Saleh Muhammad Saleh Muhammad Walidin MUHAMMAD YUSUF Muhammad Zakir Muhsin Munawarah Munzir, Muhammad Musafir Pababbari Nawawi, Aksa Muhammad Nidaul Hasanah Novianti , Lisa Nur, Chamdar Nurfadillah Nurfadillah Nurkhalis A Gaffar Nurul Atira Muqmin Nuur, Khaerun Nisa Pamessangi, Andi Arif R. Saleh, Sriwahyuningsi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahman, Anwar Abd. Rahmi, Nur Laelatul Rasna Rasna Rasna, Rasna Rasyid, Muhammad Dirman Ridwan, Andi Muhammad Rifai, Alimudin Rifan Basahona Rifan Basahona Rustam Rustam Sa'adah, Rd. Siti Sakka, Abdul Rahman Seida, Najwa Sinar, Sinar Sitti Fatima Sochra, Siti Dyah Islamiaty Surya Ningsih Surya Ningsih Syakir, Muhammad Wildan Syatar, Abdul T, M. Husni Thalib, Abdullah Vina Vahira Wahibah, Wahibah Wahyudi, Awal Yamin, Yelsa Putri ZAENAL ABIDIN Zubair Zubair Zubair, Zubair