Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI, POLA PENGASUHAN, DAN PERAN SERTA KELUARGA PEMULUNG TENTANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (STUDI DESKRIPTIF PADA KELUARGA PEMULUNG DIKAMPUNG CIBATU DESA CILAME KECAMATAN NGAMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT) Lenny Nuraeni; Fifiet Dwi Tresna Santana
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 No. 2 November 2015
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.642 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v2i2p160-168.175

Abstract

ABSTRAK Persepsi, pola pengasuhan dan peran serta keluarga pemulung tentang pendidikan anak usia dini  (studi deskriptif pada keluarga pemulung di Kampung Cibatu Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat). Kajian Teoritik Laporan ini terdiri dari konsep persepsi, Konsep Keluarga, Konsep Pola Asuh Orang Tua, Konsep Pendidikan Anak Usia Dini, Konsep Peran Serta Orang Tua.  Penelitian menggunakan metode studi kasus yaitu menekankan pada aspek tertentu yang dikaji secara mendalam. Adapun pendekatan yang diambil adalah pendekatan kualitatif, karena pada hakekatnya penelitan ini bertujuan untuk menganalisis dan menafsirkan suatu fakta, gejala dan peristiwa berdasarkan apa yang terjadi dilapangan mengenai “Bagaimana Persepsi Keluarga Pemulung tentang Pendidikan Anak Usia Dini (Studi pada Keluarga Pemulung di Kampung Cibatu Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Barat)”. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa kesimpulan sebagai berikut :1) Persepsi Keluarga Pemulung tentang Pendidikan Anak Usia Dini: Harapan keluarga pemulung yang paling terbesar adalah kelak anak-anak mereka dapat menyelesaikan sekolah mereka dengan baik, dan berprestasi serta mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari orang tua mereka, sehingga mereka dapat keluar dari garis kemiskinan dan pada akhirnya meningkatkan derajat keluarga mereka ditengah-tengah masyarakat. Namun dikenyataannya bahwa keluarga pemulung masih melibatkan anak-anak mereka dalam mencari nafkah, dimana para orang tua tidak memberikan waktu bagi anak-anak mereka untuk bermain dan belajar dengan baik tanpa harus ikut memikirkan dan berusaha dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka, 2) Pola  pengasuhan Anak Usia Dini (AUD) yang dilakukan oleh keluarga pemulung yang mengikutsertakan anaknya ke lembaga PAUD adalah dominan menggunakan pola pengasuhan demokratis, sedangkan pola pengasuhan yang dilakukan oleh keluarag pemulung yang tidak mengikutsertakan anaknya ke lembaga PAUD adalah Otoriter dan Laizes Faire dan pengasuhan yang lebih dominan terhadap anak yaitu dilakukan oleh ibu, 3) Peran serta orang tua (keluarga pemulung) dalam program PAUD di masyarakat. Semua keluarga pemulung di Kampung Cibatu Desa Cilame Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat memberikan partisipasi tenaga. Hal tersebut dikarenakan partisipasi dalam bentuk tenaga merupakan partisipasi yang murah dan mudah diberikan oleh keluarga pemulung. Sebagian besar keluarga pemulung memberikan partisipasinya dalam bentuk ketrampilan dan kemahiran serta sosial. Bagi keluarga pemulung yang menyertakan anaknya ke lembaga PAUD, hanya dapat membantu melalui ketrampilan yaitu membuat mainan dari barang-barang bekas serta sosial yaitu berupa menyebarkan informasi-informasi seputar penyelenggaraan kegiatan-kegiatan di PAUD. Kata Kunci:  Persepsi, Pola Pengasuhan dan Peran Serta Keluarga Pemulung tentang Pendidikan Anak  Usia Dini.  ABSTRACT Perception, parenting and the role of scavenger families about early childhood education (descriptive studies on scavenger families in Kampung Desa Cibatu Cilame Ngamprah District of West Bandung regency). Theoretical study report consists of the concept of perception, Family Concept, Concept Parenting Parents, Early Childhood Education Concept, Concept of Participation of Parents. Research using the case study method is particular emphasis on aspects studied in depth. The approach taken is a qualitative approach, because in essence this research aims to analyze and interpret the facts, symptoms and events based on what is happening in the field of "How Perception of Family Scavenger on Early Childhood Education (Studies in Family Scavenger Kampung Cibatu Village Cilame Ngamprah sub-districts of West Bandung Regency West) ". From the research results that the following conclusions: 1) Perception of Family Scavenger on Early Childhood Education: Hope family scavenger most biggest is the future of their children can finish their school well, and achievement as well as getting a better job than people their parents, so that they can get out of poverty and ultimately improving the degree of their families in the midst of society. However dikenyataannya that family scavenger still involve their children in making a living, where parents did not allow time for their children to play and learn well without having come to think and try to meet their needs, 2) the pattern of parenting Children Early (AUD) conducted by the family of scavengers who engage their children to institutions of early childhood education is the dominant use nurture democratic, whereas parenting is done by keluarag scavengers that do not involve their children to institutions of early childhood education is authoritarian and Laizes Faire and nurturing more dominant against children that is carried by the mother, 3) participation of parents (family scavenger) in early childhood education programs in the community. All scavenger families in Kampung Desa Cibatu Cilame Ngamprah District of West Bandung regency give force participation. That is because participation in the form of labor is cheap and easy participation by family scavengers. Most families scavengers provide participation in the form of skills and social skills as well. For the scavenger families encourage their children to early childhood institutions, can only be helped through skills that make toys of second-hand goods in the form of social and disseminate information about the implementation of activities in early childhood. Keywords: Perception, Parenting and Family Participation Scavengers on Early Childhood Education. 
EFEKTIVITAS DIKLAT BERJENJANG TINGKAT DASAR TERHADAP PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL PENDIDIK PAUD (STUDI DESKRIPTIF PADA PENDIDIK PAUD DI KOTA CIMAHI) Agus Sumitra; Lenny Nuraeni; Heni Nafiqoh
Jurnal Ilmiah P2M STKIP Siliwangi Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 No. 1 Mei 2018
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.599 KB) | DOI: 10.22460/p2m.v5i1p11-20.785

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang: “Efektivitas Diklat Berjenjang Tingkat Dasar Terhadap Peningkatan Kompetensi Profesional dan Sosial  Pendidik PAUD. Tujuan Penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Menganalisis kompetensi profesional Pendidik PAUD setelah mengikuti Pelatihan Tingkat Dasar di Kota Cimahi, 2) Menganalisis Kompetensi Sosial Pendidik PAUD setelah mengikuti Diklat berjenjang tingkat dasar di Kota Cimahi, 3) Menganalisis efektivitas Diklat Berjenjang Tingkat Dasar terhadap peningkatan kompetensi profesional dan sosial Pendidik PAUD di Kota Cimahi.Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:Kegunaan teoritik, yang kemudian hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya teori-teori pendidikan serta dapat menjadi salah satu referensi untuk mengembangkan program PAUD khususnya tentang Diklat Berjenjang Tingkat Dasar bagi Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini.Kegunaan praktis, dimana hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan masukan serta bahan pertimbangan  bagi penyelenggara Diklat Berjenjang Tingkat Dasar di Wilayah Kota Cimahi baik yang dilaksanakan oleh pihak pemerintah maupun pihak swasta.Sebagai bahan kajian dan kontribusi bagi Prodi Pendidikan Anak Usia Dini yang diharapkan dapat bermanfaat dalam rangka pengembangan disiplin pengetahuan.Untuk menguji hipotesis digunakan metode deskriptif analitik dengan teknik pengumpulan data wawancara, angket, observasi, studi literatur, dan studi dokumentasi. Populasi seluruh Pendidik PAUD di Kota Cimahi dengan Sampel sebanyak 108 orang dengan cara proportional random sampling.Hasil analisis data berdasarkan perhitungan menunjukan bahwa persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = Y = 46,106 + 0.665 X koefisien regresi yang menunjukan harga yang positif.  Pada perhitungan koefisien determinasi menunjukan bahwa efektivitas diklat berjenjang tingkat dasar dalam meningkatkan kompetensi profesional pendidik PAUD di Kota Cimahi adalah 23,9 % sedangkan sisanya 76,1% dipengarui oleh faktor lain. Hasil analisis data penelitian mengenai efektivitas diklat berjenjang tingkat dasar terhadap peningkatan kompetensi sosial pendidik PAUD di Kota Cimahi, berdasarkan perhitungan menunjukan bahwa persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 40,846+ 0.886 X koefisien regresi yang diperoleh menunjukan harga yang positif. Pada perhitungan koefisien determinasi menunjukan bahwa efektivitas diklat berjenjang tingkat dasar dalam meningkatkan kompetensi sosial pendidik PAUD di Kota Cimahi adalah 31,1 % sedangkan sisanya 68,9% dipengarui oleh faktor lain.
PENDIDIKAN BERBASIS NEUROPEDAGOGIS Lenny Nuraeni
Didaktik Vol 8, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Vol 8 No 1 Edisi Maret 2014
Publisher : DIDAKTIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.027 KB)

Abstract

Neuropedagogis atau bisa juga disebut dengan neuroeducation yaitu interdisipliner yang menggabungkan bidang neuroscience psikologi dan pendidikan untuk menciptakan peningkatan pengajaran metode dan kurikulum dalam penelitian dan inisiatif untuk menggunakan penemuan tentang belajar, memori, bahasa, dan daerah lain. Neuropedagogis bisa disebut juga neuroeducation yaitu interdisipliner yang menggabungkan bidang neuroscience, psikologi dan pendidikan untuk menciptakan peningkatan pengajaran metode dan kurikulum dalam penelitian dan inisiatif untuk menggunakan penemuan tentang belajar, memori, bahasa dan daerah lain. Kognitif neuroscience bertujuan untuk menginformasikan pendidik mengenai strategi terbaik untuk mengajar dan belajar. Semakin banyak guru ingin tahu bagaimana  siswa berfikir dan belajar. Ahli saraf di sisi lain ingin tahu bagaimana bisa pertanyaan guru mendorong penelitian neuroscience. Dampak post modernism adalah wawasan tentang peta kompleksitas pemikiran dan praktik intelektual yang kebenarannya bertolak dari rasio dan kebenaran melalui pengalaman menuntut kita memahami esensi pendidikan dan pengembangan tentang apa yang diketahui dan tidak diketahui. Penggunaan fungsi otak yang efektif dan efisien merupakan hasil dari proses interaktif yang dinamis dengan lingkungan yang mencakup ciri-ciri fisik, mental dan emosional yang mengakibatkan integrasi yang terakselerasikan dari fungsi otak dan berakibat terhadap pemekaran kemampuan manusia secara optimal (Semiawan, C, 2005).Paradigma baru kependidikan sebagai buah penelitian dalam penelitian neuroscience (Teagle, 1992) didasarkan pada asumsi bahwa manusia memiliki kemampuan tidak terbatas untuk belajar (limitless capacity to learn)sehingga memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menciptakan hal-hal yang sifatnya baru. Hubungan neuropedagogis dengan kesulitan belajar yaitu ketika sel syaraf otak kita ada yang rusak yang terjadi pada belahan otak bagian kanan dan belahan otak bagian kiri menyebabkan kesulitan individu dalam melaksanakan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan bahasa, visual dan auditif (menurut Wittrock (1978) dan Gordon (1983). Kemudian diperkuat lagi oleh Heir dan teman-teman sejawatnya, seperti yang dikutip oleh Lovit (1989), melakukan penelitian terhadap sejumlah penderita dyslexia dan ia menemukan bahwa penderita dyslexia memiliki belahan otak kanan yang lebar daripada belahan otak kiri. Keadaan ini menyebabkan kesulitan belajar membaca. Dalam brain development perkembangan otak manusia dilihat secara anatomis, secara molekuler dan tentu secara psikologis. Yang dimaksud dengan perkembangan otak manusia secara anatomis adalah perkembangan otak manusia yang terdiri dari otak reptile, otak mamalia dan otak neo cortex. Yang dimaksud secara molekuler adalah seperti syaraf, myelin, dendrite hingga zat-zat yang terdapat di dalam otak. Yang dimaksud secara psikologis adalah proses kognitif, proses afektif dan proses peikomotorik seseorang yang semuanya diatur di dalam otak. Proses brain development dibagi menjadi tiga yaitu:Brain screening atau brain selection adalah upaya penilaian potensi kecerdasan pada orang normal maupun sakit yang meliputi penilaian potensi kecerdasan pada anak sampai lanjut usia. Penilaian potensi kecerdasan majemuk (multiple Intelligence) pada anak. Misalnya  kecerdasan bahasa, kecerdasan matematika ataupun kecerdasan lainnya dan penilaian kecerdasan kompeten pada dewasa atau usia produktif. Brain stimulation adalah upaya peningkatam kesehatan otak melalui pemberian rangsangan dengan tujuan mengoptimalkan potensi kecerdasan yang meliputi stimulasi pada janin dilakukan melalui brain booster yaitu pemberian stimulasi dan nutrisi pengungkit otak untuk meningkatkan perkembangan otak janin melalui ibu hamil. Peningkatan kemampuan komunikasi anak dan remaja melalui komunikasi otak.Brain Restoration adalah upaya penanggulangan kerusakan otak melalui rangsangan potensi kecerdasan yang masih dimilki untuk memaksimalkan potensi kecerdasan. Hubungannya adalah ketika brain restoration belum tertanggulangi akan menghambat perkembangan otak anak terhadap proses pendidikannya. Brain restoration sebagai stimulasi atau rehabilitasi kognitif yang bertujuan untuk menanggulangi gangguan fungsi kecerdasan dan meningkatkan kualitas hidup penderita yang mengalami gangguan kognitif. Brain restoration yang dimaksud adalah rangkaian proses terapi latihan atau kegiatan kepada seseorang manusia yang mengalami cedera otak, penyakit atau gangguan otak. Proses terapi, latihan atau kegiatan ini berkerjasama antara keluarga dan tenaga kesehatan professional.
Efektivitas Program Sekolah Ramah Anak dalam Meningkatkan Karakter Anak Usia Dini Lenny Nuraeni; Andrisyah Andrisyah; Rita Nurunnisa
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v4i1.204

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang efektivitas program sekolah ramah anak dalam meningkatkan karakter anak usia dini. Tujuan Penelitian ini adalah analisis program sekolah ramah anak, peningkatan karakter anak setelah diterapkannya program sekolah ramah anak, analisis efektivitas sekolah ramah anak dalam meningkatkan karakter anak. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi bagi beberapa pihak yang terkait. Penelitian ini menggunakan dua metode statistik untuk menganalisa data yaitu statistik deskriptif untuk mengukur nilai rata-rata simpangan baku serta statistik inferensial yaitu dalam bentuk analisis regresi dan analisis korelasi. Analisis regresi digunakan untuk mengungkapkan hubungan fungsional antara variabel-variabel penelitian, sedangkan analisis korelasi digunakan untuk mengukur derajat keeratan atau hubungan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil Uji Empiris menyatakan bahwa pengaruh yang dihasilkan oleh Program Sekolah Ramah Anak terhadap karakter anak usia dini bersifat positif. Hasil ini ditunjukan koefisien regresi yang positif. Hal ini memberikan arti bahwa perubahan atau kenaikan yang terjadi pada variabel Program Sekolah Ramah Anak dapat meningkatkan karakter Anak Usia Dini. Hubungan antara kedua variabel bersifat dependent dan signifikan. Artinya peningkatan karakter anak usia dini secara nyata dipengaruhi oleh adanya program Sekolah Ramah Anak.
PENYULUHAN DARING PENDEKATAN REGGIO EMILIA MELALUI BERMAIN KREATIF BERBASIS KECERDASAN JAMAK DALAM KONTEKS MERDEKA BELAJAR BAGI PENDIDIK KOBER DI DESA CILAME KABUPATEN BANDUNG BARAT Sharina Munggaraning Westhisi; Lenny Nuraeni
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 1: Februari 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i1.6864

Abstract

Pendekatan pembelajaran Reggio Emilia dapat diaplikasikan untuk memfasilitasi aspek perkembangan anak secara optimal. Namun, pengetahuan guru akan pendekatan ini masih kurang, terutama di ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sehingga diperlukan pemahaman dan kesiapan dari guru melalui penyuluhan yang mampu mendukung dan memfasilitasi guru untuk mendapatkan pengetahuan dan cara mengimplementasikan pendekatan pembelajaran ini melalui bermain kreatif di Kelompok Bermain (KoBer). Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk memberikan informasi dan pembekalan kepada guru KoBer, di Desa Cilame Kabupaten Bandung Barat, mengenai implementasi pendekatan Reggio Emilia melalui bermain kreatif berbasis kecerdasan jamak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, dan workshop. Saat sesi diskusi ditemukan bahwa guru-guru KoBer belum paham akan pendekatan Reggio Emilia, setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang ditandai dengan para peserta telah mampu menjelaskan pendekatan ini dan mampu mengimplementasikan pendekatan tersebut dalam kegiatan pembelajaran untuk anak usia dini melalui bermain kreatif yang berbasis kecerdasan jamak dalam konteks merdeka belajar.
PENYULUHAN PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK BERBASIS CHILD CENTER PADA PENDIDIK DI TAMAN KANAK-KANAK KOTA PURWAKARTA Rita Nurunnisa; Lenny Nuraeni; Andrisyah Andrisyah
Abdimas Siliwangi Vol 3, No 1: Januari, 2020
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v3i1p%p.3393

Abstract

ABSTRAKSekolah adalah pusat peradaban, tempat dimana anak-anak belajar bagaimana hidup di dunia, salah satu tempat berlangsungnya pendidikan. Profesi guru sebagai bagian penting dari pendidikan, dimana guru adalah pencetak nusa bangsa. Salahsatu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah kompetensi pedagogik. Guru yang berkompeten menyadari dan memahami bahwa anak adalah pusat belajar, dimana anak sebagai subyek dalam proses pendidikan itu sendiri. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui penyuluhan sekolah ramah anak yang ditujukan kepada 150 guru dan kepala sekolah dari TK (Taman Kanak-kanak) yang ada di sekitar kabupaten Purwakarta. Kegiatan penyuluhan  ini dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan rencana tindak lanjut. Hasil dari penyuluhan memberikan pemahaman kepada guru jika proses belajar itu bukan hanya  bagaimana guru mengajar tapi bagaimana peserta didik belajar, terutama dalam pembelajaran berbasis child center. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik tentunya mampu menganalisis kebutuhan siswanya belajar, menfasilitasi anak untuk mengeksplorasi pengetahuan serta menyelesaikan masalahnya sendiri melalui kegiatan belajar yang berpusat pada anak.Kata Kunci: penyuluhan, sekolah ramah anak, kompetensi, pedagogik, berpusat pada anak. ABSTRACTSchool is the center of culture, a place where children learn how to live in the world, one of the places where education takes place. Teacher profession as an important part of education, where teachers are the educators who teach the next generation better. One of the competencies that teachers must possess is pedagogical competence. Competent teachers realize and understand that children are the center of learning, where children as subjects in the educational process itself. This community service is carried out through child-friendly school counseling aimed at 150 teachers and school principals from Taman Kanak-Kanak/TK (kindergarten) around the city of Purwakarta. This counseling activity starts from the stages of planning, implementation, evaluation and follow-up plans. The results of counseling provide understanding to teachers if the learning process is not only how teachers teach but how students learn, especially in child center-based learning. Teachers who have pedagogical competencies are certainly able to analyze the needs of their students to learn, facilitate children to explore knowledge and solve their own problems through child-centered learning activities.Keywords: counseling, child-friendly school, competence, pedagogic, child center.
PENERAPAN METODEBERMAIN ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK B UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PERMULAAN DI TK AL-FALAH Rina Septiadiningsih; Euis Rohaety; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.178 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i3.p84-91

Abstract

Sensitive period is the right time to instill the basis of the importance of counting. In addition to counting skills that must be developed also pay attention to the application of learning used. However, in the learning process, teachers often forget the importance of playing methods. If too often with giving assignments the child will feel bored, therefore what is used is the method of playing. Play method is one method that can be used by teachers to teach the ability to count children in the beginning. Based on this background, the purpose of this study was to determine the effect of the use of playing methods on initial numeracy skills. This study used the Quasi Experiment method with the Nonequevalent Control Group Design research design. The results of the pre test showed that there were no significant differences in the experimental group and the control group with p-value> 0.05, which was 0.135> 0.05 which was tested by the two average test results. While the post-test results showed that the initial numeracy ability after the application of the playing method experienced a significant difference with the p-value <0.05, that is with the results of 0.0001 with the Mann-Whitney test. This method of playing can be used as a learning suggestion for educators to improve their ability to have an early start.
PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL QUR’AN DENGAN METODE AT-TIBYAN PADA ANAK USIA DINI Ranti Nurdianti; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

This study aims to describe online learning to improve the ability to read the Qur'an with the At-Tibyan method in early childhood, this is motivated by the data from the observations of researchers that the achievement of the ability to read the Qur'an as the target achievement in the curriculum still needs to be improved.  This study uses a qualitative approach with a descriptive method, with the subject of the principal, teachers, and children aged 5-6 years (TK B). Data collection techniques are through observation, interviews, and document studies with triangulation, data analysis techniques are carried out through the stages of data collection, data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification. The results of this study indicate that the At-Tibyan Method can be carried out effectively in Online Learning to improve the ability to read the Qur'an while still paying attention to the consistency of the method application procedures. The At-Tibyan method and its procedures have been adapted to the developmental stage of reading the Qur'an of early childhood consistently at every stage of its development, thus the success of this method will greatly depend on the consistency of the application of the method according to the general references contained Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran daring untuk meningkatkan ke-mampuan membaca Al Qur’an dengan metode At-Tibyanpada anak usia dini, hal ini dilatarbe-lakangi oleh adanya data hasil obeservasi peneliti bahwa pencapaian kemampuan membaca Al Qur’an sebagaimana target pencapaian pada kurikulum masih perlu ditingkatkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, dengan subjek kepala sekolah, guru dan anak usia 5-6 tahun (TK B). Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumen dengan triangulasi, teknik analisis data dilakukan melalui tahapan pengum-pulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menun-jukkan bahwa Metode At-Tibyandapat dilakukan secara efektif dalam Pembelajaran Daring untuk meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an dengan tetap memperhatikan konsistensi terhadap prosedur penerapan metode. Metode At-Tibyandan prosedurnya telah menyesuaikan pada tahap perkembangan membaca Al Qur’an anak usia dini secara konsisten pada setiap tahap perkembangannya, dengan demikian keberhasilan metode ini akan sangat tergantung pada konsistensi dari penerapan metode tersebut sesuai acuan umum yang terdapat dalam Dalil Mua’lim.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERNYANYI DI TKQ YAA BUNAYYA Yani Pitriya; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

Language is one aspect of development that must be improved in early childhood. English is also commonly called the second language is part of aspects of language development can be improved through the singing method. The purpose of this study is to improve children's English vocabulary through singing methods. This research is motivated by the problems that exist in TKQ Yaa Bunayya due to obstacles in mastering and memorizing English vocabulary, as well as any errors or inaccuracies pronunciation in using English. In this research, the method used is a descriptive qualitative method that is an approach that serves to give a picture of a symptom or event of a problem that occurs, where researchers directly examine the learning process of children in improving children's English vocabulary by the singing method. Data collection in this research in using observation, interview, and documentation techniques. In research data analysis techniques using qualitative analysis techniques using data reduction, data display, and concluding. The study was conducted in 5 meetings in group A with 8 children. Through singing, methods children are not easily bored in following the stages of the learning process.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN SAINS ANAK MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KELOMPOK B Mentari Soviani Ageung; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.596 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i6.p376-381

Abstract

The ability of Science will be very needed by children, remembering that children have lived in modern times where all things in their environment are related to Science, such as Rain, Television, Computers, Plant Growth and others. It does not even rule out the possibility that in the years to come not a computer is needed but the creative abilities of a child, the ability, analyzing problems, solving problems, facing problems are needed by children, therefore it is very important to learn or introduce Science Knowledge to children. The research method used is a quasi-experimental method in which there are experimental and control classes that are investigated regarding their scientific knowledge by using a scientific approach to the experimental class and ordinary learning for the control class. To find out the results of the study, statistical calculations were carried out including the normality test, the homogeneity test, and the two average difference test. So the results obtained are that science learning that uses a scientific approach is better than ordinary learning.Kemampuan Sains akan sangat dibutuhkan anak mengingat bahwa anak sudah hidup pada zaman atau era modern dimana semua hal yang berada dilingkungannya berkaitan dengan Sains, seperti Hujan, Televisi, Komputer, Pertumbuhan Tanaman serta yang lainnya. Bahkan tidak menutup kemungkinan pada tahun-tahun yang akan datang bukan komputer yang dibutuhkan melainkan kemampuan kreatif seorang anak tersebut, kemampuan ,menganalisa masalah, memecahkan masalah, menghadapi masalah sangat dibutuhkan anak, oleh karena itu sangatlah penting untuk membelajarkan atau mengenalkan Pengetahuan Sains kepada anak. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kuasi eksperimen dimana terdapat kelas eksperimen dan kontrol yang diteliti mengenai pengetahuan sainnya dengan menggunakan pendekatan saintifik untuk kelas eksperimen dan pembelajaran biasa untuk kelas kontrol. Untuk mengetahui hasil dari penelitian maka dilakukan perhitungan statistik yang diantaranya adalah uji normalitas, uji homogenitas, dan uji perbedaan dua rata-rata. Sehingga hasil yang didapatkan adalah bahwa pembelajaran sains yang menggunakan pendekatan saintifik lebih baik daripada pembelajaran biasa.
Co-Authors Abdurrahman Sadikin Afni Sukowati Muti Agus Sumitra Ahsan, Md Hafizi Aisyah, Ai Al Ikhlas, Al Ikhlas Ali Zaenal Abidin Amelia, Maya Nur Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah, Andrisyah Anita Rakhman, Anita Anny Doludea ansori ansori Anugriaty Indah Asmarany Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah Riyanto Asep Abdul Aziz Asliatie Oktavia Azia, Amala Yahdi Dahayuningsih Dahayuningsih Dandan, Sameer Mohammed Majed Darwata, Siti Riva Dedah Jumiatin Dewi Nurhasanah Dewi Safitri Elshap Elih Sudiapermana, Elih Ermi Nurlaela Eslhap, Dewi Safitri Euis Eti rochaeti Euis Eti Rohaeti Euis Ety Rohaety Euis Rohaety Fatimah Malini Lubis Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana Fitria Tunnazah Hakim, Asep Abdurrahman Hana Rizqi Farhanah Haribowo, Rio Heni Nafiqoh Herawaty, Henny Hidayat, Adinda Elvia Hunafa, Ririn Ichsan Ichsan Ida Farida Ika Yuniwati, Ika Irnawati Irnawati Iwan Henri Kusnadi Khairunnisa Khairunnisa Komalah, Elis Linawati, Lilis Lumingkewas, Cindy Sandra Melda Muldianita Mentari Soviani Ageung Mimik Kurniawati Muhammad Arsyad Mulyono, Dinno Mutakim, Jaenal Mutmainnah, Muthia Nanin Tresnawaty Nikriz Romdonis Novitasari Novitasari Nur Hafida Nurelah, Elah Nurunnisa, Rita Oong Komar Pamungkas, Rindu Natasha Pany Wulansary Petty Suniarti Pramudia, Joni Rahmat Prita Kartika Puput Oktavia Ruslan Raka, Zeyini Ratu Ranti Nurdianti Rapi Halipani Matin Rasty Yulia Ratnasari, Rosi Ratni Purwasih Rendi Hadian A. Tamagola Rilla Martilava Rina Septiadiningsih Risnawati, Anni Rita Nurunnisa Riyanti, Apriani Robbiyah, Robbiyah Rohayati, Cici Rukhmana, Trisna Rusmayati, Titin Safrida Safrida Sardin Senoaji, Fauzie Septinus Wonggor Sri Nurhayati Sri Subekti Sri Wulan Sriyono Sriyono Susi Indriyani Suwarna, A Idun Tati Hayati Ulfa Tia Ramlah Westhisi, Sharina Munggaraning Widaryo, Chandika Mahendra Wulan Supriyatiningsih Wulandari, Ayu Ratna Yani Pitriya Zakiyah Zakiyah