Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK MELALUI PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK PADA KELOMPOK B KOBER ALAMANDA Rilla Martilava; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

The ability to think symbolically is an aspect that must be developed. In order for this development to be optimal, it requires the right approach. Realistic mathematics learning is an approach that can be given to children in improving symbolic thinking skills, in which utilizing objects or situations around the child, this approach combines learning with the child's daily life. The purpose of this study was to determine realistic mathematics learning in improving children's symbolic thinking skills. The method used in this research is classroom action research, there are 2 cycles, consisting of 4 stages, namely planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The object of this research is the children of group B Kober Alamanda, amounting to 16 children, 7 girls, 9 boys. Data analysis used descriptive qualitative and quantitative methods. The results of the study were in the initial condition the child's symbolic thinking ability was 43.75%, then the first cycle experienced 62.5% progress. Then cycle II becomes 75%. From the results of this study, it can be concluded that the use of realistic mathematics learning can improve the symbolic thinking skills of Group B in Kober Alamanda.Kemampuan berpikir simbolik merupakan aspek yang harus dikembangkan.Agar perkembangan tersebut optimal,maka membutuhkan pendekatan yang tepat. Pembelajaran matematika realistik sebagai salah satu pendekatan yang dapat diberikan kepada anak dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik,yang didalamnya memanfaatkan benda atau situasi yang ada disekeliling anak,pendekatan ini menggabungkanpembelajaran dengan kehidupan sehari-hari anak. Tujuan penelitian ini untukmengetahui pembelajaran matematika realistik dalammeningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian tindakan kelas, terdapat 2 siklus,di dalamnya terdiri4 tahapanyaituperencanaan, tindakan,observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data berupainterview, observasi dan dokumentasi. Objekdalam penelitian ini yaitu anak kelompok B Kober Alamanda yang berjumlah 16 anak, 7 anak perempuan,9 anak laki-laki. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Adapun hasil penelitian yaitu pada kondisi awal kemampuan berpikir simbolik anak 43,75% selanjutnya siklus I mengalami progress 62,5%. Lalu siklus II menjadi 75%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan pembelajaran matematika realistik dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik kelompok B di Kober Alamanda. 
PEMBELAJARAN DARING DALAM MENSTIMULASI KEMAM-PUAN KOGNITIF MELALUI BERMAIN SAINS PADA ANAK KE-LOMPOK B DI TK MIFTAHUL IMAN Dahayuningsih Dahayuningsih; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

During the COVID-19 pandemic, learning was carried out online. One of the abilities of children that need to be stimulated when learning online is cognitive abilities, which can be developed through playing science. By playing science children learn to identify, classify and explore the environment to build knowledge from a high sense of curiosity so that it is useful for children's lives. The subjects of this study were children of group B TK Miftahul Iman located in Cimahi City. Collecting research data using interview techniques, observation, and documentation. The method used is descriptive with qualitative data analysis. The purpose of this study was to determine the implementation of online learning in stimulating cognitive abilities through playing science. Based on observations it was found that the need for varied and interesting stimulation in improving cognitive abilities during online learning. With the stimulation of playing science, children can participate in learning with enthusiasm, enthusiasm and can develop their ability to think. Thus playing science can be used as a stimulation for the cognitive abilities of group B children when learning online.Pada saat pandemi covid 19 pembelajaran dilaksanakan dengan cara daring. Salah satu kemampuan anak yang perlu distimulasi ketika belajar daring yaitu kemampuan kognitif, yang mana dalam pengembangannya dapat melalui bermain sains. Dengan bermain sains anak belajar mengidentifikasi, mengklasifikasi dan bereksplorasi terhadap lingkungan untuk membangun pengetahuan dari rasa keingin tahuan yang tinggi sehingga bermanfaat untuk kehidupan anak. Subjek penelitian ini yaitu anak kelompok B TK Miftahul Iman yang terletak di Kota Cimahi. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan analisis data kualitatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran daring dalam menstimulasi kemampuan kognitif melalui bermain sains. Berdasarkan observasi diperoleh bahwa perlunya stimulasi yang bervariasi, dan menarik dalam meningkatkan kemampuan kognitif selama belajar daring. Dengan stimulasi bermain sains anakdapat mengikuti pembelajaran dengan antusias, semangat dan dapat mengembangkan kemampuannya dalam berpikir. Dengan demikian bermain sains dapat dijadikan sebagai stimulasi kemampuan kognitif anak kelompok B ketika belajar daring. 
PENGARUH PERMAINAN MAZE DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Ermi Nurlaela; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i2.p%p

Abstract

Early childhood is an individual who is in a period of very rapid growth and development, proper stimulation needs to be given at this time so that children can develop all aspects of their development optimally. One of them is the cognitive aspect of the scope of the child's symbolic thinking ability. Because with the ability to think symbolically, children can develop the ability to think about an object even though the object is not in front of them. To improve symbolic thinking skills in early childhood cannot be separated from the role of an educator. The indica- tors of symbolic thinking in children aged 5–6 years are: children are able to count by mention- ing the number symbols 1–10, children are able to count using number symbols, children are able to match numbers according to number symbols, children are able to recognize various kinds of letter symbols, as well as children able to describe various kinds of objects in the form of pictures and writing. In this study, researchers used the Library Research method or the usual literature study, where researchers obtained information from several sources. The researcher used the technique of collecting data by using documentation techniques and using data analy- sis, namely the content analysis method. The results of this study, in accordance with the find- ings that the researchers got, through the maze game the child's symbolic thinking ability can be optimally stimulated. By creating an attractive and fun classroom atmosphere for students.Anak usia dini merupakan individu yang sedang dalam masa pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat, stimulasi yang tepat perlu di berikan pada masa ini agar anak dapat mengembangkan seluruh aspek perkembangannya secara optimal. Salah satunya yaitu aspek kognitif dalam lingkup kemampuan berpikir simbolik anak. Karena dengan kemampuan berpikir simbolik, anak dapat mengembangkan kemampuan berpikur mengenai suatu benda meskipun benda tersebut tidak ada dihadapannya. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak usia dini tidak terlepas dari peranan seorang pendidik. Adapun Indikator berpikir simbolik pada anak usia 5–6 tahun yaitu: anak mampu berhitung dengan menyebutkan lambang bilangan 1–10, anak mampu berhitung dengan menggunakan lambang bilangan, anak mampu mencocokkan angka sesuai lambang bilangan, anak mampu mengenal berbagai macam lambang huruf , serta anak mampu menggambarkan berbagai macam benda baik berbentuk gambar maupun tulisan.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode Library Researchatau yang biasa dengan studi kepustakaan dimana peneliti mendapatkan informasi dari beberapa sumber. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik dokumentasi dan menggunakan analisis data yaitu metode analisa isi (content analysis).Hasil dari penelitian  ini, sesuai dengan temuan-temuan yang peneliti dapatkan, melalui permainan maze kemampuan berpikir simbolik anak dapat terstimulus dengan optimal. Dengan menciptakan suasana kelas yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik.
DESAIN PAUD ACCESSIBLE BAGI SEMUA Lenny Nuraeni
Empowerment : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Luar Sekolah Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, No 1, Februari 2016
Publisher : IKIP Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.742 KB) | DOI: 10.22460/empowerment.v5i1p1-17.552

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan adalah hak warga negara, tidak terkecuali pendidikan di usia dini merupakan hak warga negara dalam mengembangkan potensinya sejak dini. Berdasarkan berbagai penelitian bahwa usia dini merupakan pondasi terbaik dalam mengembangkan kehidupannya di masa depan. Selain itu pendidikan diusia dini dapat mengoptimalkan kemampuan dasar anak dalam menerima proses pendidikan di usia-usia berikutnya. Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar, hanya saja problema tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang problem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatkan perhatian dan bantuan dari orang lain. Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing – masing . Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. Data pribadi yakni berkaitan dengan karateristik spesifik, kemampuan dan kelemahanya, kompetensi yang dimiliki, dan tingkat perkembanganya. Karakteristik spesifik student with special needs pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional . Karaktristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensori motor, kognitif, kemampuan berbahasa, ketrampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi social serta kreativitasnya. Pendidikan inklusif sebagai suatu trend baru dalam sistem pendidikan hadir sebagai konsekuensi logis dari adanya demokrasi pendidikan dan tegaknya hak asasi manusia di seluruh dunia. Pendidikan inklusif semakin menjadi penting bagi agenda reformasi pendidikan setelah Education For All dideklarasikan. Pendidikan inklusif berimplikasi terhadap sistem persekolahan yang dapat dilihat melalui adanya modifikasi kurikulum dan program pendidikan, metode pembelajaran, media, lingkungan, bahkan sistem evaluasinya, sehingga keberadaan anak berkebutuhan khusus merasa mendapatkan tempat dan layanan pendidikan yang sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhannya. Demikianjuga, implementasi pendidikan inklusif menuntut model layanan bimbingan dan konseling yang efektif sehingga berhasil membawa misinya untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak berkebutuhan khusus secara optimal.
PENYULUHAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF PAUD HOLISTIK INTEGRATIF MELALUI APLIKASI CANVA UNTUK GURU PAUD Lenny Nuraeni; Dedah Jumiatin; Sharina Munggaraning Westhisi
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i2.10339

Abstract

Masa pandemik mendorong guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk terus berinovasi melahirkan beragam model pembelajaran yang mampu memfasilitasi kebutuhan anak saat Belajar Dari Rumah (BDR). Sayangnya, pemahaman dan kesiapan guru PAUD untuk mengimplementasikan kecanggihan teknologi yang ada masih belum optimal, sehingga perlu adanya penyuluhan model pembelajaran inovatif melalui beberapa aplikasi yang ada, salah satunya aplikasi Canva yang mudah diakses. Tujuan diadakan kegiatan penyuluhan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dan pembelakan kepada guru PAUD yang berada di Desa Paas Kecamatan Pameungpeuk, Garut Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, dan workshop. Antusiasme dari para peserta kegiatan sungguh tinggi. Hal ini terlihat saat sesi diskusi, para peserta aktif bertanya terkait dengan materi yang disampaikan. Setelah dilakukan penyuluhan, pemapaham peserta terkait dengan model pembelajaran inovatif PAUD Holistik Integratif (HI) melalui aplikasi Canva mengalami peningkatan. Hal ini tergambar saat para peserta telah mampu menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan.
MEDIA LOOSE PART PLAY DALAM MERANSANG PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Ulfa Tia Ramlah; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10521

Abstract

Giving stimulation to early childhood is very important for the growth of the relationship between brain nerve cells by stimulating aspects of their development. Aspects of development that must be developed are aspects of cognitive development. Developments that are included in the cognitive aspect are the development of problem solving, logical thinking and exploring objects to stimulate children's cognitive development using the loose parts play media. The media used by these students can be transferred, transported, put together, changed in various forms according to their own wishes, namely games using Loose Parts Play media. The media can be used independently or mixed with other materials. With their imagination using these media Children can build or design an activity with these materials. The purpose of writing this article is to describe the achievement of AUD cognitive development which is stimulated through Loose Parts Play media. Descriptive qualitative is the method that will be used in this research. Observation, interview and documentation are data collection techniques used and data analysis used is narrative. The subjects in this study were children of group B Paud Nurul Ilmi Bandung. The result is the achievement of children's cognitive development looks well developed. Thus, the conclusion of this study is about the achievement of cognitive development of early childhood children Nurul Ilmi Bandung.Pemberian rangsangan pada Anak Usia Dini sangat penting untuk pertumbuhan hubungan antar sel syaraf otak dengan menstimulus aspek perkembangannya. Aspek perkembangan yang harus dikembangkan yaitu aspek perkembangan kognitif. Perkembangan yang termasuk dalam aspek kognitif adalah perkembangan memecahkan masalah, berpikir logis dan mengeksplorasi benda untuk meransang perkembangan kognitif anak menggunakan media loose parts play tersebut. Media yang dipakai oleh peserta didik tersebut bisa dialihkan, diangkut, disatukan, diubah dengan berbagai macam bentuk sesuai keinginannya sendiri yaitu permainan menggunakan media Loose Parts Play. Media tersebut bisa dipergunakan secara mandiri ataupun dicampurkan dengan bahan lain. Dengan imajinasi mereka menggunakan media tersebut Anak Anak dapat membangun atau merancang suatu kegiatan dengan bahan-bahan tersebut. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan tentang pencapaian perkembangan kognitif AUD yang diransang melalui media Loose Parts Play. Kualitatif deskriptif adalah metode yang akan digunakan dalam penelitian ini. Observasi, wawancara dan dokumentasi adalah teknik pengumpulan data yang digunakan dan analisis data yang digunakan adalah naratif. Subjek pada penelitian ini adalah anak kelompok B Paud Nurul Ilmi Bandung. Hasilnya adalah pencapaian perkembangan kognitif anak terlihat berkembang dengan baik. Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini adalah mengenai pencapaian perkembangan kognitif anak Paud Nurul ilmi Bandung.  
PEMBELAJARAN DARING DALAM MENSTIMULUS KEMAMPUAN BAHASA MELALUI METODE MENDONGENG PADA KELOMPOK B Hana Rizqi Farhanah; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10796

Abstract

This article is motivated by the lack of stimulation in children's language skills in group B at RA Ar-Rizqi Cangkuang. Storytelling is a fun activity and has many messages, of course, fairy tales are made light so that children can easily digest them. Stimulate children to actively improve language skills, therefore, this study aims to stimulate language skills through online storytelling methods. This research was conducted at RA Ar-Rizqi Cangkuang, namely in children aged 5-6 years group B, totaling 5 children, namely 2 boys and 3 girls. The method in this study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques using observation, documentation and interviews and data analysis using data display, data reduction and drawing conclusions. Based on the results of the research, children's language skills increase, it can be seen from children being active, communicative, able to retell the fairy tales they hear and children being able to answer questions when learning activities are carried out online.Artikel ini dilatarbelakangi karena kurangnya stimulasi dalam kemampuan bahasa anak pada kelompok B di RA Ar-Rizqi Cangkuang. Mendongeng menjadi salah satu kegiatan yang menyenangkan dan mempunyai banyak pesan yang tentunya cerita dongeng dibuat ringan sehingga anak dapat dengan mudah untuk mencerna. Menstimulus anak dalam meningkatkan kemampuan Bahasa secara aktif, oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan melakukan kegiatan menstimulus kemampuan bahasa melalui metode mendongeng secara daring. Penelitian ini dilaksanakan di RA Ar-Rizqi Cangkuang yaitu pada anak usia 5-6 tahun kelompok B yang berjumlah 5 anak, yaitu 2 laki-laki dan 3  perempuan. Metode pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dan analisis data menggunakan display data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian kemampuan bahasa anak meningkat, terlihat dari anak menjadi aktif,  komunikatif, dapat menceritakan Kembali dongeng yang didengarnya serta anak dapat menjawab pertanyaan disaat kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara daring.  
TRANSFER IPTEK A-BRAINTIF BAGI GURU-GURU RA DAARUL AULADDI ERA POST COVID-19 Ratni Purwasih; Fifiet Dwi Tresna Santana; Lenny Nuraeni
J-ADIMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : (STKIP) PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/j-adimas.v8i1.1612

Abstract

Anak usia TK adalah masa yang sangat strategis untuk mengenalkan berhitung di jalur matematika, karena usia TK sangat peka terhadap rangsangan yang diterima dari lingkungan. Rasa ingin tahunya yang tinggi akan tersalurkan apabila mendapat stimulasi yang sesusi dengan tugas perkembangannya. Oleh karena itu, kemampuan mengelola kelas dan penyampaian konsep belajar di RA/TA perlu guru miliki. Adapun permasalahan yang dialami mitra pengabdian ini meliputi: (1) Guru-guru RA Daarul Aulad belum memiliki keterampilan mengajar menggunakan media pembelajaran softwere Geogebra berbasis ICT; (2) Belum ada media pembelajaran matematika menggunakan softwere geogebra berbasis ICT; (3) Tidak ada modul atau tutorial untuk mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis ICT. Solusi yang ditawarkan dalam PKMS ini adalah transfer IPTEK A-Braintif berbantuan ICT di sekolah mitra yaitu RA Daarul Aulad. Hasil pengabdian PKMS ini adalah  Kelompok Guru RA Daarul Aulad memiliki kemampuan membuat dan menyampaikan konsep pengenalan bentuk dan warna (1)  dengan mempergunakan media pembelajaran A-Braintif berbantuan ICT; (2) Tersedianya media pembelajaran A-Braintif berbantuan ICT hasil karya dari kelompok Guru RA; (3)  Pembuatan video tutorial dan modul media pembelajaran A-Braintif berbantuan ICT. Kata kunci: Aplikasi Geogebra, A-Braintif Berbasis ICT, Guru RA, Era Post Covid 19
STIMULASI KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL ANAK USIA DINI MELALUI CELENGAN HURUF DI MASA PANDEMI COVID-19 Fitria Tunnazah; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i4.11021

Abstract

Early literacy is a process of recognizing vowels and consonants in preparation for a child's reading ability. Introducing early literacy to early childhood should be done through fun game activities. Facts in the field show that there are still many early childhood who have difficulty in recognizing early literacy, so researchers are encouraged to conduct research and create an educational media that can stimulate early literacy skills in early childhood, especially during this Covid-19 Pandemic, which requires children to carry out online learning or online at home. The purpose of this study is to stimulate early literacy skills so that children can master the ability to recognize letters, read words, write letters, imitate sentences, and other literacy skills. This study uses a qualitative method with a case study approach. The subject of the study was a 6-year-old boy who was identified as having difficulty recognizing literacy. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation studies. Data analysis used is data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that piggy bank alphabets can stimulate early childhood literacy skills, including children can recognize and name some letter symbols, write their own names and read 1-2 syllables. Keaksaraan awal merupakan suatu proses dalam mengenal huruf vokal maupun konsonan sebagai persiapan untuk kemampuan membaca anak. Mengenalkan keaksaraan awal pada anak usia dini sebaiknya dilakukan melalui aktivitas permainan yang menyenangkan. Fakta dilapangan menunjukkan masih banyaknya anak usia dini yang mengalami kesulitan dalam mengenal keaksaraan awal, sehingga peneliti terdorong untuk melakukan penelitian dan menciptakan suatu media edukatif yang dapat menstimulasi kemampuan keaksaraan awal pada anak usia dini, khususnya di masa Pandemi Covid-19 ini, yang mengharuskan anak untuk melaksanakan pembelajaran secara daringatau online di rumah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menstimulasi kemampuan keaksaraan awalagar anak dapat menguasai kemampuan dalam mengenal huruf, membaca kata, menulis huruf, meniru kalimat dan kemampuan keaksaraan lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Subjek penelitian adalah anak laki-laki berusia 6 tahun yang teridentifikasi mengalami kesulitan dalam mengenal keaksaraan.Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa celengan huruf dapat menstimulasi kemampuan keaksaraan awal anak usia dini, diantaranya anak dapat mengenal dan menyebutkan beberapa simbol huruf, menulis namanya sendiri serta membaca 1-2 suku kata.  
PENERAPAN PERMAINAN KOLABORATIF DALAM MENINGKATKAN ASPEK SOSIAL PADA ANAK USIA DINI Petty Suniarti; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10135

Abstract

Efforts to improve social aspects in early childhood by implementing collaborative games, to be able to improve social skills in children in group A, the role of teachers and parents are very much needed. To be able to provide a stimulus for social skills in children, it can be done through several collaborative games through games, including the traditional sondah game. This study uses a qualitative descriptive research method that aims to determine efforts to improve social aspects through the application of collaborative games. Data collection techniques using observation, interviews. Data analysis is based on the results of observations of initial activities or before being given stimulation, during and after getting stimulation. Researchers research the field through a reduction in presenting data. The results showed that the application of collaborative games through traditional sondah games could improve the social aspects of early childhood. This study concludes that traditional sondah games as part of collaborative games, can improve aspects of early childhood social development.Upaya meningkatkan aspek sosial pada anak usia dini dengan melakukan penerapan permainan kolaboratif,untuk dapat meningkatkan kemampuan sosial pada anak di kelompok A sangat diperlukan peran guru dan orang tua. Untuk dapat memberikan stimuluskemampuan sosialnya pada anak dapat melalui beberapa permainan kolaboratif melalui permainan, diantaranya permainan tradisional sondah.metode penelitian deskriftif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan aspek social melalui penerapan permainan kolaboratif dijadikan pada metode penelitian ini. Subjek penelitian ini terdapat 8 peserta didik yang terdiri dari 3 orang anak laki laki dan 5 orang anak perempuan di PAUD Al Ikhlas. Teknik pengumpulan data ini menggunakan observasi, wawancara. Hasil dari tekhnik  pengumpulan data dianalisis dengan analisis data kualitatif. Setelah penelitian ini dilakukan maka diperoleh hasil penelitian menunjukkan penerapan permainan kolaboratif melalui permainan tradisional sondah dapat meningkatkan aspek social anak usia dini. Kesimpulan penelitian ini adalah melalui permainan tradisional sondah bagian dari permainan kolaboratif mampu meningkatkan aspek perkembangan sosial anak usia dini.
Co-Authors Abdurrahman Sadikin Afni Sukowati Muti Agus Sumitra Ahsan, Md Hafizi Aisyah, Ai Al Ikhlas, Al Ikhlas Ali Zaenal Abidin Amelia, Maya Nur Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah, Andrisyah Anita Rakhman, Anita Anny Doludea ansori ansori Anugriaty Indah Asmarany Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah Riyanto Asep Abdul Aziz Asliatie Oktavia Azia, Amala Yahdi Dahayuningsih Dahayuningsih Dandan, Sameer Mohammed Majed Darwata, Siti Riva Dedah Jumiatin Dewi Nurhasanah Dewi Safitri Elshap Elih Sudiapermana, Elih Ermi Nurlaela Eslhap, Dewi Safitri Euis Eti rochaeti Euis Eti Rohaeti Euis Ety Rohaety Euis Rohaety Fatimah Malini Lubis Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana Fitria Tunnazah Hakim, Asep Abdurrahman Hana Rizqi Farhanah Haribowo, Rio Heni Nafiqoh Herawaty, Henny Hidayat, Adinda Elvia Hunafa, Ririn Ichsan Ichsan Ida Farida Ika Yuniwati, Ika Irnawati Irnawati Iwan Henri Kusnadi Khairunnisa Khairunnisa Komalah, Elis Linawati, Lilis Lumingkewas, Cindy Sandra Melda Muldianita Mentari Soviani Ageung Mimik Kurniawati Muhammad Arsyad Mulyono, Dinno Mutakim, Jaenal Mutmainnah, Muthia Nanin Tresnawaty Nikriz Romdonis Novitasari Novitasari Nur Hafida Nurelah, Elah Nurunnisa, Rita Oong Komar Pamungkas, Rindu Natasha Pany Wulansary Petty Suniarti Pramudia, Joni Rahmat Prita Kartika Puput Oktavia Ruslan Raka, Zeyini Ratu Ranti Nurdianti Rapi Halipani Matin Rasty Yulia Ratnasari, Rosi Ratni Purwasih Rendi Hadian A. Tamagola Rilla Martilava Rina Septiadiningsih Risnawati, Anni Rita Nurunnisa Riyanti, Apriani Robbiyah, Robbiyah Rohayati, Cici Rukhmana, Trisna Rusmayati, Titin Safrida Safrida Sardin Senoaji, Fauzie Septinus Wonggor Sri Nurhayati Sri Subekti Sri Wulan Sriyono Sriyono Susi Indriyani Suwarna, A Idun Tati Hayati Ulfa Tia Ramlah Westhisi, Sharina Munggaraning Widaryo, Chandika Mahendra Wulan Supriyatiningsih Wulandari, Ayu Ratna Yani Pitriya Zakiyah Zakiyah