Claim Missing Document
Check
Articles

MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENYIMAK PADA ANAK USIA DINI 5-6 TAHUN DENGAN METODE BERCERITA MELALUI WAYANG KERTAS DI TK MAKEDONIA Anny Doludea; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.593 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v1i1.p1-5

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini dilakukan berdasarkan temuan masalah yang terkait dengan kemampuan menyimak anak dalam pembelajaran bahasa di TK Makedonia Cibeureum. Berdasarkan observasi awal hasil belajar anak yang menunjukkan rendahnya kemampuan menyimak yaitu: anak belum dapat memperhatikan guru ketika pelajaran berlangsung, anak tidak mengarahkan pandangan kepada guru ketika pembelajaran berlangsung perhatiannya cepat beralih ketika ada temannya yang berpindah-pindah tempat duduk dan anak belum dapat menjawab pertanyaan ketika diakhir pelajaran. Berdasarkan hal tersebut yang menjadi alasan mendasar rumusan masalah yaitu: Apakah melalui kegiatan bercerita dengan wayang kertas dapat meningkatkan kemampuan menyimak anak di TK Makedonia? Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembelajaran bahasa aspek menyimak anak kelompok B di TK Makedonia sebelum dan sesudah diberikannya pendekatan pembelajaran dengan metode bercerita melalui wayang kertas.Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) setelah dilaksanakan beberapa siklus metode bercerita dengan wayang kertas, menunjukkan hasil peningkatan menyimak anak.Kesimpulan, pengkatan tersebut dapat dilihat melalui kemampuan anak untuk mengarahkan pandangannya kepada guru, anak tidak terpengaruh pada temannya yang mengajak ngobrol, anak dapat menjawab pertanyaan guru pada akhir pelajaran. 
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL UNTUK ANAK USIA DINI MELALUI PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL Asliatie Oktavia; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early literacy in early childhood is very important to be developed in children because it supports their needs in the future. This allows children to be able to absorb various information so that it makes it easier for children's knowledge to continue to develop through good communication and language skills. Appropriate media and in accordance with current developments are needed to facilitate the learning and learning process. Audiovisual media is a means of supporting learning that is right for this because it is in accordance with the principles of learning paud which is interesting and fun so that it is from that sense of fun that children can easily understand the information conveyed. The research of this article uses the library research method with a descriptive analytical approach in collecting and describing the data obtained. Existing data were analyzed with several stages starting from data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the use of audiovisual media can improve early childhood literacy skills.Keaksaraan awal pada anak usia dini merupakan hal sangat penting untuk dikembangkan dalam diri anak karena menunjang kebutuhannya di masa mendatang. Hal ini memungkinkan anak untuk dapat menyerap berbagai informasi sehingga memudahkan pengetahuan anak terus berkembang  melalui kemmapuan berkomunikasu dan berbahasa yang baik. Media yang tepat dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini diperlukan untuk memudahkan proses belajar dan pembelajaran. Media audiovisual adalah salah satu sarana penunjang pembelajaran yang tepat untuk hal tersebut karena sesuai dengan prinsip pembelajaran paud yakni menarik dan menyenangkan sehingga dari rasa menyenangkan itulah anak dapat mudah memahami informasi yang disampaikan. Penelitian artikel ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) dengan pendekatan deskriptif analitis dalam mengumpulkan dan menguraikan data yang diperoleh. Data yang ada kemudian dianalisis dengan beberapa tahap mulai dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa melalui penggunaan media audiovisual dapat meningkatkan kemampuan keaksaraan anak usia dini. 
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN POP-UP BOOK ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK B UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KEAKSARAAN AWAL DI TK NUSA INDAH Rapi Halipani Matin; Euis Ety Rohaety; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.403 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i2.p49-56

Abstract

One important aspect developed in early childhood is the ability of early literacy. For this reason, we need a learning media that can improve children's early literacy skills, one of which is pop-up book learning media. The purpose of this study was to determine the effect of using pop-up book learning media on children's early literacy abilities. This study used the Quasi Experiment method with the Nonequevalent Control Group Design research design. The pre-test results showed that there was no significant difference in the experimental group and the control group with a p-value> 0.05 which was 0.065> 0.05 which was tested by the Mann Whitney test results. While the post-test results showed that the initial literacy ability after the application of the pop-up book learning media had a significant difference with the p-value <0.05 which was 0.236. Thus the pop-up book learning media significantly influences early childhood literacy abilities. Based on this study, the study recommends early childhood educators so that the pop-up book learning media can be used as a medium of learning to improve children's early literacy skills.
STIMULASI KECERDASAN SPIRITUAL DAN PENDIDIKAN AKHLAK PADA ANAK MELALUI MEDIA ANIMASI NUSSA DAN RARRA Sri Wulan; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

Spiritual intelligence in children is no less important than intellectual intelligence and emotional intelligence, spiritual intelligence has an important role in a child's life, spiritual intelligence is a person's ability to behave based on God, spiritual intelligence is closely related to the way children behave or have children's morals. In the era of technological development, the use of sophisticated media can be utilized in stimulating children related to spiritual intelligence and moral education, Nussa and Rarra's animated media can be a medium for giving educational messages about spiritual values and moral education. The research of this article uses a qualitative approach with the library research method (Qualitative approach with Library research methods), while the data collection techniques in this study use documentation and data research in published articles, the data analysis used is the bibliographic annotation analysis method. This research will be used in an effort to find and collect data, compile, use, and interpret existing data. From the results of this study, data or findings obtained that there are many spiritual values and moral education contained in the animated film Nussa and Rarra.Kecerdasan Spiritual pada anak tidak kalah pentingnya dengan kecerdasan intlektual serta kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual memiliki peranan yang penting dalam kehidupan anak, kecerdasan sipiritual merupakan kemampuan seseorang dalam berprilaku yang didasarkan Tuhan, kecerdasan spiritual berkaitan erat dengan cara anak dalam berprilaku atau akhlak anak. Di era perkembangan teknologi penggunaan media yang canggih dapat dimanfaatkan dalam pemberian stimulasi pada anak terkait kecerdasan spiritual serta pendidikan akhlak, media animasi Nussa dan Rarra dapat menjadi media pemberi pesan edukasi mengenai nilai-nilai spiritual dan pendidikan akhlak. Penelitian artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (Qualitative approach with Library research methods) adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan dokumentasi serta riset data pada artikel yang telah di publikasi, analisis data yang di gunakan yaitu dengan metode analisis anotasi bibliografi. Penelitian ini akan digunakan dalam usaha mencari dan mengumpulkan data, menyusun, menggunakan serta menafsirkan data yang sudah ada. Dari hasil penelitian ini diproleh data atau temuan bahwa banyak nilai spiritual dan pendidikan akhlak yang terkandung dalam film animasi Nussa dan Rarra.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA PADA KELOMPOK B Puput Oktavia Ruslan; Tati Hayati; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.095 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i6.p339-346

Abstract

The research was distributed by still lack of ability in arithmetic, children are still not familiar with the summation, grouping of numbers, pair number with symbol number, as well as counting the images correctly, it's all because the teacher is still teaching using the student worksheet and the Board, so that the teachers be creative and innovative. This study aims to improve the ability to count using snake ladder media in group B in one of Raudhatul Athfal in Bandung.This research is research conducted in class action twice cycle research. The subject of the study amounted to 13 people, 7 men and 6 women. The results showed that there is an increased ability of learning counting children in cycle II. Thus it can be concluded that there is an increase in arithmetic using media ladder snake game in Group B.Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih kurangnya kemampuan anak dalam berhitung, anak masih belum memahami dengan konsep penjumlahan, pengelompokkan angka, memasangkan jumlah benda dengan lambang bilangannya, serta menghitung gambar secara benar, ini semua disebabkan karena guru masih mengajar menggunakan lembar kerja siswa (LKS) dan papan tulis, sehingga guru menjadi tidak kreatif dan inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung menggunakan media permainan ular tangga pada kelompok B di salah satu Raudhatul Athfal di Kota Bandung. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam dua kali siklus penelitian. Subjek penelitian berjumlah 13 orang, 7 laki-laki dan 6 perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan belajar berhitung anak pada siklus ke II. Dengan demikian maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berhitung menggunakan media permainan ular tangga pada kelompok B.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CINTA LINGKUNGAN UNTUK MENGOPTIMALKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK USIA DINI Melda Muldianita; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.014 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v3i1.p%p

Abstract

Every child has different intelligence so an educator needs to provide stimuli that are appropriate to the age level of the child, one way to develop children's naturalist intelligence is by way of introduction to the surrounding environment, the environment is a source of learning for children, children learn about various plants ,animals, and water Therefore the model applied in enhancing children's naturalist intelligence is a learning model of environmental love. The aim of children is to observe, observe, explore and have gratitude and care for the surrounding environment. The method of writing articles used is Quasi Experiment by giving Treatments to the Experiment Class and Control Class as Comparative Classes and shows that the Environmental Learning Model is able to improve Naturalist Intelligence in Early childhood based on statistical tests obtained an average initial ability test for the experimental class and a different control class of 8.81 the experimental class had an average of higher naturalist intelligence abilities and a greater spread than the control class, so learning using the love model the environment better than ordinary models. So it’s important to introduce the model of learning to love the environment in children because it is to increase the ability and naturalist intelligence of childrenSetiap anak mempunyai intelektual yang beragam dengan demikian seorang guru perlu menyampaikan rangsangan yang tepat sesuai tingkatan usia anak tersebut, salah satu cara untuk mengembangkan kecerdasan naturalis aud yaitu dengan cara pengenalan terhadap lingkungan sekitarnya, Lingkungan merupakan sumber belajar bagi anak, anak bisa belajar tentang berbagai tanaman, binatang, dan air dengan demikian Model yang diterapkan untuk mengoptimalkan kecerdasan naturalis aud adalah model pembelajaran cinta lingkungan. Tujuanya anak dapat mengamati, mengobservasi, mengeksplorasi dan memiliki rasa syukur dan peduli terhdap lingkungan sekitarnya, Metode penulisan artikel menggunakan Quasi Eksperimen dengan melakukan pemberikan Treatmen pada Kelas Eksperimen serta Kelas Kontrol sebagai kelas Pembanding dan menunjukan bahwa Model Pembelajaran Lingkungan mampu mengoptimalkan Kecerdasan Naturalis  pada aud berdasarkan Uji statistik diperoleh rata-rata tes kemampuan awal untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol berbeda sebesar 8,81 kelas eksperimen memiliki rata - rata kemampuan kecerdasan naturalis yang lebih tinggi dan penyebarannya lebih besar dibandingkan kelas kontrol, sehingga pembelajaran dengan menerapkan model cinta lingkungan tentunya lebih efektif dari model biasa. Jadi penting hal nya untuk mengenalkan pada model pembelajaran cinta lingkungan pada anak karena untuk mengoptimalkan kemampuan dan kecerdasan naturalis aud
PENERAPAN METODE BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERHITUNG PADA ANAK KELOMPOK B Pany Wulansary; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

Mastering the ability to count to children allows can be reviewed at the extent to which the child is able to call and understand numbers, connect and sort numbers, and show, express, and tell the results of work in the form of simple calculations. Mastery of numeracy skills in children can be improved by many methods available, one of which is the method of storytelling. Storytelling activities are listening activities and listening to the contents of the story. The purpose of this study was aimed at finding out how much the increase in numeracy skills using the storytelling method. This research in its implementation uses quantitative methods with a quasi-experimental approach. This research is intended to provide information to educators about the use of storytelling methods in improving children's ability to improve cognitive intelligence when only counting to children. From the results of this study, it was obtained that the gain or the average value of the experimental class was 0.820 while the average gain value of the control class was 0.053, which means counting the experimental class children after the treatment of the storytelling method showed an increase compared to the control class which incidentally was not given treatment. Therefore this study is recommended for all early childhood educators that storytelling methods can improve children's ability to count.Penguasaan kemampuan berhitung pada anak memungkinkan dapat ditinjau pada sejauhmana anak mampu menyebut dan memahami bilangan, menghubungkan dan mengurutkan angka, serta menunjukkan, mengungkapkan, dan menceritakan hasil karya dalam bentuk perhitungan sederhana. Penguasaan kemampuan berhitung pada anak dapat ditingkatkan dengan banyak metode yang tersedia, salah satunya metode bercerita. Kegiatan bercerita adalah kegiatan mendengarkan serta menyimak isi cerita. Tujuan Penelitian ini adalah ditujukan untuk mengetahui seberapa besar peningkatkan kemampuan berhitung menggunakan metode bercerita. Penelitian ini dalam pelaksanaannya menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi eksperimen.  Penelitian ini ditujukan untuk memberikan informasi kepada pendidik tentang penggunaan metode bercerita dalam meningkatkan kemampuan anak dalam meningkatkan kecerdasan kognitif sa;ahsatunya berhitung pada anak. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa gain atau nilai rata-rata kelas eksperimen 0,820 sedangkan nilai gain rata-rata kelas kontrol yaitu 0,053 yang artinya berhitung anak kelas eksperimen setelah diberlakukan treatment metode bercerita lebih menunjukkan peningkatan dibandingkan kelas kontrol yang notabene tidak diberi treatment. Maka dari itu penelitian ini disarankan untuk semua pendidik anak usia dini bahwa metode bercerita dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berhitung .
PENERAPAN METODE BERMAIN PUZZLE STICK ES KRIM ANAK USIA DINI PADA KELOMPOK B UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK Mimik Kurniawati; Nanin Tresnawaty; Euis Eti rochaeti; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.46 KB) | DOI: 10.22460/ceria.v2i5.p263-267

Abstract

This research is based on field findings about the learning process in improving children's symbolic thinking skills carried out without the use of varied educational play tools. Playing an ice cream stick puzzle is a new method that is applied to make it easier for children to improve their symbolic thinking skills. This research uses quasi experiment method. Using the method of playing ice cream puzzle sticks, children tend to be more enthusiastic, interested, and more excited when participating in learning. The development of the symbolic thinking ability of children  after learning the method of playing the Ice Cream Stick puzzle improved better than before using the ice cream puzzle stick. This can be seen from the results of the study before being given 27.58 treatments and after being given treatment increased to 29.25.Penelitian ini didasari oleh temuan dilapangan tentang proses pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak dilakukan tanpa menggunakan alat permainan edukatif yang bervariasi. Bermain puzzle stick es krim adalah metode baru yang diterapkan untuk memudahkan anak dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment. Menggunakan metode bermain puzzle stick es krim anak cenderung lebih antusias, tertarik, dan lebih bersemangat pada saat mengikuti pembelajaran. Perkembangan kemampuan berpikir simbolik anak  setelah mengenal metode bermain puzzle Stick Es Krim menjadi meningkat lebih baik dari sebelum menggunakan puzzle stick es krim tersebut. Hal ini terlihat dari hasil penelitian sebelum diberikan perlakuan 27.58 dan sesudah diberikan perlakuan meningkat menjadi 29.25.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA DINI DENGAN METODE SHOW AND TELL Zakiyah Zakiyah; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i3.10766

Abstract

In March 2020, the government has appealed for the learning process to be held online at all levels of education due to the Covid-19 pandemic. This is a challenge for early childhood teachers to apply the right method so that learning can run well and child development achievements can be achieved properly. Learning that is carried out online makes minimal interaction between children and teachers as well as between children and children themselves. This results in delays in the communication process and the development of children's speaking ability. This study aims to describe the implementation of online learning to improve early childhood speaking ability with show and tell method. This research is located in RA Shifatul Ulya, West Bandung with the research subjects 10 early childhood children 5-6 years. By using a qualitative approach and descriptive method, the researcher collected data through observation and interviews. The stages of data analysis techniques carried out are data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. Researcher observed the online learning process through WhatsApp group. The results showed that the show and tell method could improve the speaking ability of early childhood in online learning. The achievement of children's development which was begun Starting to Develop showed an increase from meetings one to eight to Developing According to Expectations and Developing Very Well.Pada bulan Maret 2020 pemerintah mengimbau agar proses pembelajaran diselenggarakan secara daring di semua tingkat pendidikan akibat pandemi Covid-19. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik PAUD untuk menerapkan metode yang tepat agar pembelajaran dapat berjalan baik dan capaian perkembangan anak dapat tercapai dengan baik. Pembelajaran yang dilaksanakan secara daring membuat minimnya interaksi antara anak dan guru maupun antara anak dan anak itu sendiri. Hal ini mengakibatkan terhambatnya proses komunikasi dan perkembangan kemampuan berbicara anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran daring untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini dengan metode show and tell. Penelitian ini berlokasi di RA Shifatul Ulya Bandung Barat dengan subjek penelitian 10 orang anak usia dini 5-6 tahun. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, Peneliti mengumpulkan data melalui observasi dan wawancara. Tahapan teknik analisis data yang dilakukan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Peneliti mengamati proses pembelajaran daring yang dilakukan melalui grup WhatsApp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode show and tell dapat meningkatkan kemampuan berbicara anak usia dini dalam pembelajaran daring. Capaian perkembangan anak yang semula Mulai Berkembang (MB) menunjukkan penaikan dari pertemuan satu sampai delapan menjadi Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB).
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEMBATIK JUMPUTAN PADA ANAK KELOMPOK B DI TK MIFTAHUSSHOLIHIN Wulan Supriyatiningsih; Arifah A Riyanto; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i6.p%p

Abstract

Based on the problems that researchers found in the field, children aged 5-6 years in Miftahussholihin kindergarten have fine motor skills that have not yet developed because children gain learning through writing, folding, and others. This makes the child experience boredom and unpleasant for the child. Researchers do the best way to improve fine motor skills through batik jumputan activities. This study uses classroom action research (PTK) conducted in 2 cycles. Subjects in this study were 15 children with a vulnerable age of 5-6 years. During the research, the data collection was carried out using research techniques in the form of interviews, observation, and documentation, while the data analysis used is descriptive qualitative and quantitative. The results of the first cycle analysis obtained the results of observing fine motor skills through batik jumping activities in group B children by 68.6% and in the second cycle increased to 77.6%. Based on these studies it can be concluded that batik jump activities can improve the fine motor skills of group B children in Miftahussholihin kindergarten.Berdasarkan masalah yang peneliti temukan dilapangan, anak umur 5-6 tahun di TK Miftahussholihin kemampuan motorik halusnya rata-rata belum berkembang karena anak memperoleh pembelajarannya melalui kegiatan menulis, melipat dan lain-lain. Hal tersebut membuat anak mengalami kejenuhan dan tidak menyenangkan bagi anak. Peneliti melakukan cara yang terbaik dalam upaya meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan membatik jumputan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 15 anak dengan rentan usia 5-6 tahun. Selama penelitian berlangsung pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian berupa wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil analisis siklus I diperoleh hasil observasi kemampuan motorik halus melalui kegiatan membatik jumputan pada anak kelompok B sebesar 68,6% dan pada siklus II meningkat menjadi 77,6%. Berdasarkan penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui kegiatan membatik jumputan dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di TK Miftahussholihin.
Co-Authors Abdurrahman Sadikin Afni Sukowati Muti Agus Sumitra Ahsan, Md Hafizi Aisyah, Ai Al Ikhlas, Al Ikhlas Ali Zaenal Abidin Amelia, Maya Nur Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah, Andrisyah Anita Rakhman, Anita Anny Doludea ansori ansori Anugriaty Indah Asmarany Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah Riyanto Asep Abdul Aziz Asliatie Oktavia Azia, Amala Yahdi Dahayuningsih Dahayuningsih Dandan, Sameer Mohammed Majed Darwata, Siti Riva Dedah Jumiatin Dewi Nurhasanah Dewi Safitri Elshap Elih Sudiapermana, Elih Ermi Nurlaela Eslhap, Dewi Safitri Euis Eti rochaeti Euis Eti Rohaeti Euis Ety Rohaety Euis Rohaety Fatimah Malini Lubis Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana Fitria Tunnazah Hakim, Asep Abdurrahman Hana Rizqi Farhanah Haribowo, Rio Heni Nafiqoh Herawaty, Henny Hidayat, Adinda Elvia Hunafa, Ririn Ichsan Ichsan Ida Farida Ika Yuniwati, Ika Irnawati Irnawati Iwan Henri Kusnadi Khairunnisa Khairunnisa Komalah, Elis Linawati, Lilis Lumingkewas, Cindy Sandra Melda Muldianita Mentari Soviani Ageung Mimik Kurniawati Muhammad Arsyad Mulyono, Dinno Mutakim, Jaenal Mutmainnah, Muthia Nanin Tresnawaty Nikriz Romdonis Novitasari Novitasari Nur Hafida Nurelah, Elah Nurunnisa, Rita Oong Komar Pamungkas, Rindu Natasha Pany Wulansary Petty Suniarti Pramudia, Joni Rahmat Prita Kartika Puput Oktavia Ruslan Raka, Zeyini Ratu Ranti Nurdianti Rapi Halipani Matin Rasty Yulia Ratnasari, Rosi Ratni Purwasih Rendi Hadian A. Tamagola Rilla Martilava Rina Septiadiningsih Risnawati, Anni Rita Nurunnisa Riyanti, Apriani Robbiyah, Robbiyah Rohayati, Cici Rukhmana, Trisna Rusmayati, Titin Safrida Safrida Sardin Senoaji, Fauzie Septinus Wonggor Sri Nurhayati Sri Subekti Sri Wulan Sriyono Sriyono Susi Indriyani Suwarna, A Idun Tati Hayati Ulfa Tia Ramlah Westhisi, Sharina Munggaraning Widaryo, Chandika Mahendra Wulan Supriyatiningsih Wulandari, Ayu Ratna Yani Pitriya Zakiyah Zakiyah