Claim Missing Document
Check
Articles

Digital Storytelling: Penerapan Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Usia 5-6 Tahun Nurelah, Elah; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang pendidikan anak usia dini dan teknologi telah banyak dilakukan sejak pandemik COVID-19 mulai mewabah, terutama dalam segi perkembangan bahasa reseptif anak. Namun diera digital ini para pendidik dapat memanfaatkan semua aplikasi seperti Digital Storytelling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan media digital storytelling terhadap perkembangan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun di TKA Nurul Ilmi. Metode penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan teknik analisis data model Kemmis dan Taggart yang terdiri atas empat tahapan yakni: rencana, tindakan, pengamatan, dan refleksi pada 19 anak usia 5-6 tahun di TKA Nurul Ilmi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen observasi dan dokumentasi. Data dilakukan dengan menganalisis data menggunakan reduksi data, display data  kemudian menarik kesimpulan. Penelitian dilakukan menggunakan media digital storytelling untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak di TKA Nurul Ilmi. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari data sampel 19 anak di TKA Nurul Ilmi Cimahi mulai dari pra siklus sampai siklus dua yang terdiri dari dua pertemuan setiap siklusnya memperlihatkan hasil yang cukup signifikan dengan adanya peningkatan disetiap pertemuan persiklusnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa reseptif anak dapat ditingkatkan melalui penerapan teknologi media digital storytelling. Hal ini menunjukkan bahwa digital storytelling dapat meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak usia 5-6 tahun. Research on early childhood education and technology has been widely carried out since the COVID-19 pandemic began to become epidemic, especially in terms of the development of children's receptive language. However, in this digital era, educators can take advantage of all applications, such as digital storytelling. This study aims to determine the improvement of digital storytelling media on the development of receptive language for children aged 5–6 years at TKA Nurul Ilmi. The research method uses a classroom action research method with data analysis techniques from the Kemmis and Taggart models, which consist of four stages, namely: planning, action, observation, and reflection, on 19 children aged 5–6 years at TKA Nurul Ilmi. Data collection techniques in this study used observation and documentation instruments. The data is collected by analyzing the data using data reduction, displaying the data, and then concluding. The study was conducted using digital storytelling media to improve children's receptive language skills at TKA Nurul Ilmi. This study shows that from the sample data of 19 children at TKA Nurul Ilmi Cimahi, from pre-cycle to cycle two, consisting of two meetings, each cycle showed significant results with an increase in each meeting per cycle. This study shows that children's receptive language skills can be improved through the application of digital storytelling media technology. This shows that digital storytelling can improve the receptive language skills of children aged 5–6 years.
Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Pengembangan Permainan Modifikasi Congklak Aisyah, Ai; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengamati peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui alat bantu media permainan modifikasi congklak yang dimodifikasi pada tema pembelajaran tanaman.  Pada observasi lapangan ditemukan beberapa anak yang belum optimal terstimulasi motorik halusnya  dengan baik. Untuk itu peneliti melakukan percobaan dengan menganalisis berdasarkan kebutuhan  di lapangan . Permasalahan  penelitian ini  berkaitan dengan  bagaimana hasil peningkatan motorik halus anak usia 5-6 tahun melalui  media permainan modifikasi congklak?. Tujuannya untuk mengidentifikasi seberapa banyak hasil peningkatan  motorik halus dengan menggunakan permainan modifikasi congklak. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan  (Research and Development). Sasaran subjek penelitian kepada 10 orang anak dengan  usia 5-6 tahun di RA Attijaniyah. Teknik pengumpulan data diperoleh dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data deskriptif kualitatif dan analisis data kuantitatif melalui statistik deskriptif. Hasil Observasi berdasarkan penelitian diperoleh  peningkatan kemampuan motorik halus anak uisa 5-6 tahun di RA Attijaniyahsejumlah 89%. Hal ini memberikan arti bahwa melalui permainan modifikasi congklak kemampuan motorik halus anak dapat meningkat dengan baik. Jika dikonversikan dengan  data kualitatif media yang digunakan memperoleh peningkatan terhadap kemampuan motorik anak. This research was conducted to observe the improvement in fine motor skills of children aged 5-6 years through the Congklak modified game media tool altered on the theme of plant learning.  During field observations, it was found that several children had not yet optimally stimulated their fine motor skills. For this reason, researchers conducted experiments by analyzing based on needs in the field. The problem of this research is related to the results of improving the fine motor skills of children aged 5-6 years through the modified congklak game media. The aim is to identify how much fine motor skills can be improved by using the modified congklak game. The research was carried out using the Research and Development method. The target research subjects were 10 children aged 5-6 years at RA Attijaniyah. Data collection techniques were obtained from the results of observations, interviews, and documentation using qualitative descriptive data analysis techniques and quantitative data analysis through descriptive statistics. Observation results based on research showed an increase in the fine motor skills of children aged 5-6 years at RA Attijaniyah by 89%. This means that through the congklak modification game, children's fine motor skills can improve well. If converted with qualitative data, the media used results in an increase in children's motor skills.
Pengembangan Media Spindel Box untuk Meningkatkan Kemampuan Matematika Dasar Anak Usia Dini Komalah, Elis; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik pembelajaran anak usia dini, dijadikan acuan sebagai proses kegiatan belajar mengajar. Materi angka salah satu yang masih mempunyai kendala pada kegiatan pembelajaran. Matematika dasar perlu dikenalkan pada peserta didik, dengan tujuan supaya anak dapat mengetahui jumlah benda serta mengenal angka, sehingga kemampuan matematika dasar pada anjak dapat ditingkatkan, salah satunya melalui media pembelajaran yaitu spindle box. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pengembangan media spindle box dalam meningkatkan kemampuan matematika dasar kelompok A. Metode R&D digunakan pada penelitian ini dengan model pengembangan Borg and Gall. Subjek penelitian dilakukan pada anak kelompok A, teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, serta angket validasi. Data yang diperoleh, dianalisis menggunakan teknik analisis dan statistik data kualitatif deskriptif. Data ini didapat dari penilaian produk berupa saran dan masukan dari ahli, dan analisis data berupa jumlah skor yang dihitung menggunakan teknik statistik dari hasil penilaian angket. Berdasarkan hasil validitas kelayakan oleh ahli materi dan ahli media diperoleh  93,6% dengan kategori "layak". Penilaian guru terhadap media spindle box memperoleh  82,5% dengan kategori "layak". Kemudian peningkatan kemampuan matematika dasar pada anak didapatkan hasil sebesar 83% dengan kategori berkembang sesuai harapan. Hasil ini menunjukkan pengembangan media spindle box dinyatakan sangat "layak.".   The characteristics of early childhood learning are used as a reference for the process of teaching and learning activities. Number material is one of the things that still has problems in learning activities. Basic mathematics needs to be introduced to students, with the aim that children can know the number of objects and recognize numbers so that basic mathematical abilities in factoring can be improved, one of which is through learning media, namely the spindle box. This research aims to determine the feasibility of developing spindle box media to improve the basic mathematical abilities of group A. The R&D method used in this research is the Borg and Gall development model. The research subjects were group A children; data collection techniques were carried out using interviews, observation, and validation questionnaires. The data obtained was analyzed using descriptive qualitative data analysis and statistical techniques. This data is obtained from product assessments in the form of suggestions and input from experts and data analysis in the form of total scores calculated using statistical techniques from the results of questionnaire assessments. Based on the results of feasibility validity by material experts and media experts, it was obtained 93.6% in the "feasible" category. The teacher's assessment of the spindle box media was 82.5% in the "decent" category. Then the result of increasing basic mathematics skills in children was 83%, with the category developing as expected. These results show that the development of spindle box media is declared very "feasible.".
Pelatihan Pengembangan Konsep Diri Bagi Remaja di Lingkungan Keluarga Mulyono, Dinno; Hunafa, Ririn; Nuraeni, Lenny
Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 2 (2024): Transformasi Pendidikan dan Pemberdayaan Berbasis Komunitas untuk Masyarakat ya
Publisher : UPP FKIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jacom.v2i2.35561

Abstract

Pelatihan ini merupakan salah satu implementasi dari penelitian yang telah dilaksanakan berkaitan dengan pengembangan konsep diri bagi remaja dan pelibatan keluarga secara intensif dalam membangun karakter positif bagi remaja. Teori yang digunakan dalam program ini adalah teori konsep diri, konsep pelatihan dan teori pembelajaran pedagogi dan andragogi. Untuk metode pelaksanaan dalam pengabdian ini adalah pelatihan yang dilaksanakan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Mekarsari, Padalarang. Peserta yang dilibatkan dalam pelatihan ini adalah sebanyak 60 orang yang terdiri dari warga belajar program kesetaraan, Paket B dan C. Hasil dari pelatihan ini ditemukan bahwa warga belajar mampu memahami potensi dan minat dirinya secara positif dengan memahami perannya di tengah keluarga dan masyarakat. Peserta juga mampu menunjukkan adanya perubahan pendekatan komunikasi yang dilakukan dengan keluarganya masing-masing. Kesimpulan dari pelatihan ini ditemukan bahwa peran keluarga sangat penting untuk membangun kesadaran konsep diri bagi remaja. Selain itu, penggunaan bahasa positif akan membangun karakter yang baik bagi remaja dalam menghadapi tugas perkembangan yang tengah dihadapinya.
Seni Kriya: Penggunaan Barang Bekas dalam Meningkatkan Ke-mampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Farida, Ida; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i1.22268

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini merupakan sebuah bentuk layanan pendidikan untuk anak dengan rentang  usia 0-6 tahun, dimana bentuk pembelajaran yang diberikan menitikberatkan pada pemberian stimulasi agar sesuai dengan capaian perkembangan berdasarkan usianya. Melalui pembelajaran yang menarik maka aspek perkembangan yang harus distimulasi dapat tercapai diantaranya adalah motorik halus. Oleh karena itu peneliti memilih seni kriya menggunakan  barang bekas sebagai bentuk media pembelajaran yang menarik  dengan bahan murah dan mudah didapat di lingkungan sekitar anak,  selain itu dapat mengembangan imajinasi, kreativitas serta melatih otot halus anak agar lebih terampil dan luwes. Metode penelitian yang peneliti pakai adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian terdiri dari 10 orang  peserta  didik kelompok B di TK Asih Putera dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data dan display data, setelah data diperoleh kemudian diolah menggunakan tabel. Hingga diperoleh hasil penelitian bahwa seni kriya menggunakan bahan bekas dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Semula dipertemuan kesatu tidak ditemukan anak dengan capaian berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik, hingga setelah pertemuan ketujuh terdapat delapan anak dengan capaian berkembang sesuai rarapan dan dua anak berkembang sangat baik. Early childhood education is a form of educational service for children aged 0-6 years, where the form of learning provided emphasizes the provision of stimulation to suit the developmental achievements based on their age. Through interesting learning, the developmental aspects that must be stimulated can be achieved, including fine motor skills. Therefore, the researcher chose craft art using used goods as a form of interesting learning media with cheap and easily obtained materials in the child's environment, in addition to being able to develop imagination and creativity and train children's fine muscles to be more skilled and flexible. The research method used by the researcher is descriptive qualitative, with research subjects consisting of 10 students in group B at Asih Putera Kindergarten with observation, interview, and documentation data collection techniques. The data analysis techniques used are data collection, data reduction, and data display. After the data is obtained, it is then processed using a table. Until the study results were obtained, it was believed that craft art using used materials could improve children's fine motor skills. Initially, at the first meeting, no children were found with the achievement of Developing According to Expectations and Developing Very Well, until after the seventh meeting, when there were eight children with the accomplishment of developing according to Expectations and two children with developing very well.
Peran Orang Tua dalam Mengajar untuk Meningkatkan Pengalaman Belajar Anak Usia Dini Mutakim, Jaenal; Komar, Oong; Sudiapermana, Elih; Pramudia, Joni Rahmat; Herawaty, Henny; Nuraeni, Lenny
Cetta: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 8 No 1 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/cetta.v8i1.3960

Abstract

Introduction of children to formal education environments outside the home requires collaboration between teachers, parents, and schools. Family-school partnerships are key to creating a learning environment that supports early childhood development. This study aims to explore the implementation of the Parents as Teachers program in building effective partnerships between teachers and parents, analyze its impact on children's learning experiences, and evaluate the role of the school committee as a primary facilitator in program implementation. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through direct observation, in-depth interviews with various stakeholders, and document analysis related to program implementation at an early childhood education school in Jakarta. The findings indicate that involving parents as learning resource persons not only provides students with authentic learning experiences but also strengthens communication between teachers and families. Teachers utilize discussions with parents to gain a deeper understanding of student characteristics, enabling the design of more relevant and contextual learning. The program successfully created an educational ecosystem that actively involves multiple stakeholders, with the school committee serving as a key supporter of the program's sustainability. Through this approach, family-school collaboration becomes more harmonious, positively impacting students' holistic development. This program demonstrates the importance of synergy among all stakeholders in fostering inclusive and sustainable education.
Pelatihan public speaking untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi pada siswa SMKN 2 garut Nuraeni, Lenny; Rakhman, Anita; Eslhap, Dewi Safitri; Mulyono, Dinno
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang pelatihan ini adalah bahwa komunikasi yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa untuk berkembang dan berkontribusi pada perkembangan masyarakat. Namun, siswa SMKN 2 Garut masih kesulitan berkomunikasi dengan baik. Tujuan dari pelatihan ini adalah agar siswa SMKN 2 Garut memiliki kemampuan berkomunikasi yang lebih baik. Metode pelaksanaan pengabdian adalah pelatihan yang diberikan melalui permainan peran, diskusi grup, dan presentasi. Pelatihan berlangsung selama satu hari. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kemampuan berkomunikasi siswa SMKN 2 Garut meningkat secara signifikan. Siswa dapat memperoleh kemampuan problem-solving, presentasi, dan komunikasi yang efektif. Seperti yang ditunjukkan dalam diskusi, pelatihan berbicara di depan umum memiliki potensi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa SMKN 2 Garut selain membantu mereka berkembang secara pribadi dan berkontribusi pada perkembangan masyarakat. Oleh karena itu, pelatih memutuskan bahwa pelatihan berbicara di depan umum dapat menjadi salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi siswa SMKN 2 Garut. Dengan demikian, pelatihan ini dapat digunakan oleh guru, siswa, dan masyarakat lainnya untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa SMKN 2 Garut.
MODEL KEMITRAAN PKBM, DUNIA INDUSTRI, DAN PEMERINTAH UNTUK PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN Hakim, Asep Abdurrahman; Ansori, Ansori; Nuraeni, Lenny
Jendela PLS Vol 10, No 1 (2025): JENDELA PLS
Publisher : Jurusan Pendidikan Masyarakat Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jpls.v10i1.15850

Abstract

Strategic partnerships among Community Learning Centers (PKBM), industries, and governments play a critical role in empowering community economies through entrepreneurship education. This study aims to identify and develop an effective collaborative model that integrates multiparty efforts to support entrepreneurship training based on local needs. The research employed a qualitative-descriptive method with a case study approach at PKBM Attarbiyah, Arjasari District, Bandung Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings reveal that collaboration involving industries in providing technology-based training, government support through policies and regulations, and PKBM as program facilitators effectively enhances learners' entrepreneurial skills and strengthens local economic ecosystems. This model resulted in a 40% increase in learners' economic independence through training tailored to local industrial demands. The implementation of this model underscores the importance of multiparty synergy in ensuring the sustainability of entrepreneurship education. These findings support the development of policies and practices in community education aligned with the goals of community-based economic empowerment.
PEMEROLEHAN MORFOLOGI (VERBA) PADA ANAK USIA 3, 4 DAN 5 TAHUN (SUATU KAJIAN NEURO PSIKOLINGUISTIK) Nuraeni, Lenny
Tunas Siliwangi Vol 1 No 1 (2015): Edisi Oktober 2015
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v1i1p13-30.89

Abstract

Pemerolehan morfologi (verba) Pada anak usia 3, 4 dan 5 tahun (suatu kajian neuro psikolinguistik). Kajian teoritik Penelitian ini mencakup: Pengertian Psikolinguistik Perkembangan, Pengertian Psikolinguistik Perkembangan Anak, Pembagian Psikolinguistik Perkembangan, Karakteristik Anak Usia Dini, teori morfologi dan teori kelas verba. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian mini riset ini adalah kualitatif, merupakan suatu penelitian untuk mendeskripsikan secara narasi peristiwa, perilaku orang orang atau suatukeadaan tertentu secara rinci dan mendalam. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian Kualitatif Etnografi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian mini riset, serta grafik siatas dapat terlihat bahwa konsep universal yang dipatuhi oleh anak dalam pemerolehan bahasa ini tidak merata, tampak sangat nyata bahwa dalam pemerolehan Verba, faktor masukan dari lingkungan sangat berpengaruh pada anak. Alifia Septima Zahra yang berusia 3 Tahun terlihattelah banyak memiliki perbendaharaan kata benda atau Verba dasar yang merupakan verba yang berupa morfem dasar bebas. Sedangkan untuk Verba turunan, afiksasi sudah mulai dilakukan meskipun baru ―ke‖ dan ―nya‖. Pada kata pengulangan yang terlihat, Alifia masih banyak melakukan pengulangan yang bukan memiliki makna pengulangan. Pengulangan yang dilakukan sepertinya berupa penegasan agar mitra bicaranya mengerti apa yangdimaksudkannya. Sedangkan pemajemukan yang diperoleh Alifia masih berupa pengulangan kata yang didengarnya dari mitra bicara, belum dari hasil kata yang dipahami. M. Rizky Rahayu L yang berusia 4 tahun bulan terlihat semakin banyak memiliki Verba dasar yang tidak hanya berada didekat sekitarnya saja. Pada Verba turunan, untuk Verba berfiks sudah terlihat kalau Rizki sudah dapat mengucapkan dengan penambahan sisipan ―pe‖ ―me‖ ―an‖ ―nya‖. Pada Verba bereduplikasi yang diucapkan Rizki sebatas mengulang untuk memperjelas kegiatannya, dan sudah mulai pada pemaknaan pengulangan. Sedangkan untuk verba majemuk, Rizki juga telah memiliki pengucapan majemuk melalui kegiatan bermain. Annisa Nur Sturaya usia 5 Tahun pun terlihat semakin memiliki perbendaharaan verba dasar yang semakin luas, baik dari benda yang ada di dekatnya maupun yang ada di lingkungan sekitarnya,termasuk dari hasil pemahamannya dari buku dan televisi. Pada verba turunan, serta untuk verba berafiks sudah semakin banyak penambahan sisipannya: -ke; nya; an; pe-nya., per-kan, per-I, me, di, ter, ke, ke-an. Pada verba reduplikasi yang diucapkan annisa sudah pada pemahaman pengulangan kata dalam makna sebenarnya. Sedangkan untuk verba majemuk annisa sudah memiliki cukup banyak kata-kata. Pada tahap belajar bahasa (pemerolehan bahasa) anak memperhatikan kedudukan bahasa orang dewasa yang mengajaknya berbicarabahwa orang dewasa yang berkomunikasi dengan anaknya tidak mencadelkan bahasanya) dan si anak memahaminya secara perlahan dan berurutan Kata Kunci: Pemerolehan Morfologi (Verba) Pada Anak Usia 3, 4 Dan 5 Tahun
DESAIN PAUD ACCESSIBLE BAGI SEMUA Nuraeni, Lenny
Tunas Siliwangi Vol 2 No 1 (2016): VOL 2 NO 1, APRIL 2016
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v2i1p78-91.310

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan adalah hak warga negara, t idak t erkecuali pendidikan di usia dini merupakan hak warga negara dalam mengembangkan potensinya sejak dini. Ber da s ar k a n ber ba ga i p e ne l i t i a n ba hwa us i a d i n i mer u pak a n po nda s i t e r ba i k dalam mengembangkan kehidupannya di masa depan. Selain it u pendidikan diusia dini dapat mengopt imalkan kemampuan dasar anak dalam menerima proses pendidikan di usia-usia berikutnya. Pada dasarnya setiap anak berpotensi mengalami problema dalam belajar, hanya saja problema tersebut ada yang ringan dan tidak memerlukan perhatian khusus dari orang lain karena dapat diatasi sendiri oleh anak yang bersangkutan dan ada juga yang problem belajarnya cukup berat sehingga perlu mendapatkan perhatian dan bantuan dari orang lain..Pembelajaran untuk anak berkebutuhan khusus (student with special needs) membutuhkan suatu strategi tersendiri sesuai dengan kebutuhan masing – masing . Dalam penyusunan progam pembelajaran untuk setiap bidang studi hendaknya guru kelas sudah memiliki data pribadi setiap peserta didiknya. Data pribadi yakni berkaitan dengan karateristik spesifik, kemampuan dan kelemahanya, kompetensi yang dimiliki, dan tingkat perkembanganya. Karakteristik spesifik student with special needs  pada umumnya berkaitan dengan tingkat perkembangan fungsional . Karaktristik spesifik tersebut meliputi tingkat perkembangan sensori motor, kognitif, kemampuan berbahasa, ketrampilan diri, konsep diri, kemampuan berinteraksi social serta kreativitasnya. Pendidikan inklusif sebagai suatu trend baru dalam sistem pendidikan hadir sebagai konsekuensi logis dari adanya demokrasi pendidikan dan tegaknya hak asasi manusia di seluruh dunia. Pendidikan inklusif semakin menjadi penting bagi agenda reformasi pendidikan setelah Education For All dideklarasikan. Pendidikan inklusif berimplikasi terhadap sistem persekolahan yang dapat dilihat melalui adanya modifikasi kurikulum dan program pendidikan, metode pembelajaran, media, lingkungan, bahkan sistem evaluasinya, sehingga keberadaan anak berkebutuhan khusus merasa mendapatkan tempat dan layanan pendidikan yang sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhannya.Demikianjuga, implementasi pendidikan inklusif menuntut model layanan bimbingan dan konseling yang efektif sehingga berhasil membawa misinya untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak berkebutuhan khusus secara optimal Kata Kunci: PAUD Accessible Bagi Semua
Co-Authors Abdurrahman Sadikin Afni Sukowati Muti Agus Sumitra Ahsan, Md Hafizi Aisyah, Ai Al Ikhlas, Al Ikhlas Ali Zaenal Abidin Amelia, Maya Nur Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah, Andrisyah Anita Rakhman, Anita Anny Doludea ansori ansori Anugriaty Indah Asmarany Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah Riyanto Asep Abdul Aziz Asliatie Oktavia Azia, Amala Yahdi Dahayuningsih Dahayuningsih Dandan, Sameer Mohammed Majed Darwata, Siti Riva Dedah Jumiatin Dewi Nurhasanah Dewi Safitri Elshap Elih Sudiapermana, Elih Ermi Nurlaela Eslhap, Dewi Safitri Euis Eti rochaeti Euis Eti Rohaeti Euis Ety Rohaety Euis Rohaety Fatimah Malini Lubis Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana Fitria Tunnazah Hakim, Asep Abdurrahman Hana Rizqi Farhanah Haribowo, Rio Heni Nafiqoh Herawaty, Henny Hidayat, Adinda Elvia Hunafa, Ririn Ichsan Ichsan Ida Farida Ika Yuniwati, Ika Irnawati Irnawati Iwan Henri Kusnadi Khairunnisa Khairunnisa Komalah, Elis Linawati, Lilis Lumingkewas, Cindy Sandra Melda Muldianita Mentari Soviani Ageung Mimik Kurniawati Muhammad Arsyad Mulyono, Dinno Mutakim, Jaenal Mutmainnah, Muthia Nanin Tresnawaty Nikriz Romdonis Novitasari Novitasari Nur Hafida Nurelah, Elah Nurunnisa, Rita Oong Komar Pamungkas, Rindu Natasha Pany Wulansary Petty Suniarti Pramudia, Joni Rahmat Prita Kartika Puput Oktavia Ruslan Raka, Zeyini Ratu Ranti Nurdianti Rapi Halipani Matin Rasty Yulia Ratnasari, Rosi Ratni Purwasih Rendi Hadian A. Tamagola Rilla Martilava Rina Septiadiningsih Risnawati, Anni Rita Nurunnisa Riyanti, Apriani Robbiyah, Robbiyah Rohayati, Cici Rukhmana, Trisna Rusmayati, Titin Safrida Safrida Sardin Senoaji, Fauzie Septinus Wonggor Sri Nurhayati Sri Subekti Sri Wulan Sriyono Sriyono Susi Indriyani Suwarna, A Idun Tati Hayati Ulfa Tia Ramlah Westhisi, Sharina Munggaraning Widaryo, Chandika Mahendra Wulan Supriyatiningsih Wulandari, Ayu Ratna Yani Pitriya Zakiyah Zakiyah