Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Program Sekolah Ramah Anak dalam Meningkatkan Kompetensi Sosial Nuraeni, Lenny; Andrisyah, Andrisyah; Nurunnisa, Rita
Tunas Siliwangi Vol 6 No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1481

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai efektivitas program sekolah ramah anak dalam meningkatkan kompetensi sosial. Tujuan Penelitian ini untuk menelaah program sekolah ramah anak, peningkatan kompetensi sosial setelah diaplikasikannya program sekolah ramah anak, analisis efektivitas sekolah ramah anak dalam meningkatkan kompetensi sosial. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi bagi beberapa pihak yang terkait. Penelitian ini menggunakan dua metode statistik untuk menganalisa data yaitu statistik deskriptif untuk mengukur nilai rata-rata simpangan baku serta statistik inferensial yaitu dalam bentuk analisis regresi dan analisis korelasi. Analisis regresi digunakan untuk mengungkapkan hubungan fungsional antara variabel-variabel penelitian, sedangkan analisis korelasi digunakan untuk mengukur derajat keeratan atau hubungan variabel penelitian. Teknik dalam pengumpulan data yang dipergunakan di penelitian ini adalah angket, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Hasil Uji Empiris menyatakan bahwa pengaruh yang dihasilkan oleh Program Sekolah Ramah Anak terhadap  kompetensi bersifat positif. Hasil ini ditunjukan koefisien regresinya positif. Hal ini memberikan arti bahwa perubahan atau kenaikan yang terjadi pada variabel Program Sekolah Ramah Anak dapat meningkatkan kompetensi sosial. Hubungan antara kedua variabel bersifat dependent dan signifikan. Artinya peningkatan kompetensi sosial secara nyata dipengaruhi oleh adanya program Sekolah Ramah Anak.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN REGGIO EMILIA UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK DALAM KONTEKS MERDEKA BELAJAR DI TAMAN KANAK-KANAK KOTA CIMAHI PADA MASA PANDEMI COVID 19 Nuraeni, Lenny; Westisi, Sharina Munggaraning
Tunas Siliwangi Vol 6 No 2 (2020): VOL 6 NO 2, OKTOBER 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i2p51-63.2065

Abstract

Penelitian ini akan membahas tentang: “Efektivitas Pembelajaran Dengan Pendekatan Reggio Emilia Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Dalam Konteks Merdeka Belajar di Taman Kanak-Kanak Kota Cimahi Pada Masa Pandemi Covid 19”. Tujuan penelitian ini adalah 1) Menganalisis efektivitas pembelajaran dengan pendekatan Reggio Emilia setelah diterapkan di Taman Kanak-Kanak Kota Cimahi, 2) Menganalisis tingkat kreativitas anak dalam konteks merdeka belajar di Taman Kanak-Kanak Kota Cimahi, 3) Menganalisis Efektivitas Pembelajaran Dengan Pendekatan Reggio Emilia Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Dalam Konteks Merdeka Belajar di Taman Kanak-Kanak Kota Cimahi Pada Masa Pendemi Covid 19. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan penelitian ini adalah dapat memberikan kontribusi bagi beberapa pihak yang terkait.Teori yang mendasari pada penelitian ini diantaranya: Konsep Pendekatan Reggio Emilia, Konsep Kreativitas, Konsep Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Penelitian ini menggunakan dua metode statistik untuk menganalisa data yaitu statistik deskriptif untuk mengukur nilai rata-rata simpangan baku serta statistik inferensial yaitu dalam bentuk analisis regresi dan analisis korelasi. Analisis regresi digunakan untuk mengungkapkan hubungan fungsional antara variabel-variabel penelitian, sedangkan analisis korelasi digunakan untuk mengukur derajat keeratan atau hubungan variabel penelitian. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah angket, wawancara, studi dokumentasi dan studi literatur. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh keterangan bahwa variabel X (Efektivitas Pembelajaran dengan Pendekatan Reggio Emilia) memberikan pengaruh terhadap variabel Y (Kreativitas Anak) secara signifikan. Persamaan regresi yang dibentuk oleh kedua variabel tersebut adalah Y= 8.041 + 0.725X. Hubungan di antara kedua variabel tersebut dikategorikan tinggi. Hal ini ditunjukan oleh harga koefisien korelasi sebesar 0,725. Namun demikian harga tersebut signifikan pada tingkat kepercayaan 95 %, dimana harga t hitung jatuh di daerah penolakan (H0 ditolak). Atas dasar harga-harga tersebut maka disimpulkan bahwa Pembelajaran dengan Pendekatan Reggio Emilia (X) efektif dalam meningkatkan Kreativitas Anak.Kata Kunci: Pembelajaran Pendekatan Reggio Emilia, Kreativitas Anak Dalam Konteks Merdeka Belajar.
Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia Dini melalui Kegiatan Eksperimen Azia, Amala Yahdi; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.26406

Abstract

Kemampuan sains pada anak kelompok B1 di Raudhatul Athfal (RA) At-Taqwa masih banyak anak yang kemampuan sainsnya berada pada kategori Mulai Berkembang. Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan sains tersebut melalui kegiatan eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan sains pada anak kelompok B1 di RA At-Taqwa melalui kegiatan eksperimen. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Tindakan kelas merupakan suatu siklus yang berkesinambungan dengan Subjek penelitian berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dengan analisis data deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan sains anak pada tahapan prasiklus yakni 44,5% dengan kategori Mulai Berkembang. kemudian mendapatkan hasil di siklus 1, kemampuan sains pada anak meningkat sekitar 59,7% dengan kategori berkembang sesuai harapan. Kemudian setelah mendapat tindakan siklus 2, kemampuan sains anak mencapai 73,2% dengan kategori berkembang sesuai harapan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan eksperimen sangat perlu diterapkan di lembaga RA At-Taqwa disamping kegiaran tanya jawab dan bercakap-cakap yang diterapkan sebelumnya sehingga menjadi satu kesatuan yang saling mendukung untuk meningkatkan kemampuan sains pada anak. The science ability of group B1 children at Raudhatul Athfal (RA) At-Taqwa is still in the category of Beginning to Develop. Therefore, we need to try to enhance these science abilities through experimental activities. This study aims to determine the increase in science abilities in group B1 children at RA At-Taqwa through experimental activities. The method used is classroom action research. Classroom action is a continuous cycle with 17 children as research subjects. The data collection technique uses observation techniques with quantitative descriptive data analysis with a percentage formula. The results of the data analysis show that children's science abilities at the pre-cycle stage are 44.5% with the category Beginning to Develop. Then get the results in cycle 1: children's science abilities increase by around 59.7%, with the category developing according to expectations. Then, after receiving cycle 2 action, children's science abilities reach 73.2%, with the category developing according to expectations. This shows that experimental activities need to be implemented at the RA At-Taqwa institution in addition to the question-and-answer and conversation activities that were implemented previously so that they become a mutually supportive unit to improve children's science skills.
Meningkatkan Motorik Halus Menggunakan Model Cooperative Learning Berbantuan Metode Demonstrasi melalui Aktivitas Menggunting Ratnasari, Rosi; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.26502

Abstract

This study was motivated by the low fine motor skills of children in Group B at Kober Alamanda. These low skills were caused by various factors, including the inability of teachers to identify appropriate models, methods, and learning media. To improve children's fine motor skills during learning, the researchers used the Cooperative Learning model assisted by the demonstration method through cutting activities. The purpose of this study was to examine the use of this model in improving children's fine motor skills. This study employed classroom action research consisting of two cycles, with three meetings per cycle. The subjects of the study were children in Group B at Kober Alamanda. Data were collected through observation, documentation, and ability tests. The data were analyzed using descriptive statistical methods and presented as tables and graphs. The results showed that the application of the cooperative learning model assisted by the demonstration method significantly improved children's fine motor skills. In the final results, five children were categorized as developing according to expectations, seven as developing very well, and none as starting to develop or not yet developing.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini melalui Kegiatan Mewarnai Raka, Zeyini Ratu; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i4.27239

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah yang terjadi, yaitu kemampuan motorik halus anak yang harus distimulasi, terlihat dari kemampuan anak yang belum mampu memegang pensil dengan baik & tepat dan belum bisa mengkoordinasikan mata & tangannya dengan baik. Oleh karena itu diperlukan tindakan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus, maka peneliti menggunakan kegiatan mewarnai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A di TK Tridaya melalui kegiatan mewarnai. Metode penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi secara langsung. Analisis data yang menggunakan data kuantitatif yang dianalisis dengan cara kuantitatif sederhana, yaitu dengan menghitung persentase dan membuat grafik, dengan subjek penelitian terdiri dari 20 anak. Berdasarkan hasil penelitian,kegiatan mewarnai dapat meningkatkan motorik halus anak. Hal ini dapat dilihat dari hasil peningkatan capaian pada indikator memegang pensil dengan baik dan tepat sebanyak 90% Berkembang Sangat Baik dan 10% Berkembang Sesuai Harapan. Pada indikator mengkoordinasikan mata dan otot tangan, sebanyak 85% berkembang sangat baik dan 15% berkembang sesuai harapan.   This research is motivated by the problem that occurs, namely, the fine motor skills of children that must be stimulated, as seen from the inability of children who are not yet able to hold a pencil well & correctly and cannot coordinate their eyes & hands well. Therefore, action is needed to improve fine motor skills, so researchers use coloring activities. This study aims to enhance the fine motor skills of children in Group A at Tridaya Kindergarten through the use of coloring activities. This research method uses the Classroom Action Research model of Kemmis and McTaggart. Data collection techniques use direct observation. Data analysis uses quantitative data that is analyzed in a simple quantitative way, namely by calculating percentages and making graphs, with research subjects consisting of 20 children. Based on the results of the study, coloring activities can improve children's fine motor skills. This can be seen from the results of increased achievement in the indicator of holding a pencil well and correctly, with as much as 90% Developing Very Well and 10% Developing According to Expectations. In the indicator of coordinating the eyes and hand muscles, as many as 85% developed very well, and 15% developed as expected.
Anjang-anjangan: Permainan Tradisional untuk Mengembangkan Literasi Bahasa Lisan Anak Usia Dini Linawati, Lilis; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.26025

Abstract

Bermain adalah aktivitas yang menyenangkan bagi anak usia dini, diantaranya adalah bermain permainan tradisional anjang-anjangan, dimana permainan ini bisa untuk melatih perkembangan bahasa lisan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dengan menggunakan tutur kata bahasa lisan yang sopan, benar dan baik. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Cibeber Cimahi dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi, partisipan dan wawancara, dengan subjek penelitian adalah peserta didik usia 5-6 tahun dan guru. Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan data. Penelitian menunjukkan  peserta didik yang mampu berkomunikasi dengan tutur kata bahasa lisan yang sopan, benar dan baik, terlihat hasil selama enam kali pertemuan dalam kegiatan pembelajaran permainan tradisional anjang-anjangan, terdapat peningkatan pada perkembangan bahasa lisan peserta didik, yaitu dari 11 peserta didik, terdapat empat peserta didik yang berkembang sesuai harapan, dan tujuh peserta didik berkembang sangat baik. Diharapkan penalitian ini dapat bermanfaat bagi orang tua dan guru dalam mengimplementasikan literasi bahasa lisan  bagi peserta didik anak usia dini secara menyenangkan.   Indonesia’s low performance in mathematical literacy, as reported in the 2018 Programme for International Student Assessment (PISA) by the Ministry of Education and Culture, highlights the need to strengthen students’ understanding of mathematical literacy from an early age. Early introduction of mathematical concepts prepares children for future learning. One approach is to use a contextual learning model to introduce number concepts through illustrated number cards. This article aims to examine how number concepts can be introduced to children aged 4–5 years through contextual learning with illustrated number cards. The study employed a literature review method to establish the groundwork for a research framework, applying a heuristic approach by gathering relevant sources and data. Data were collected from journals, theses, and books, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the use of a contextual learning model with illustrated number cards is effective in introducing number concepts to young children, as it provides concrete visual representations, enhances observation, and creates an engaging and enjoyable learning experience.
Fostering Social-Emotional Intelligence and Peer Collaboration in Young Learners: The Transformative Power of Prasiaga Rusmayati, Titin; Nuraeni, Lenny; Rohaeti, Euis Eti; Nurhayati, Sri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i3.3857

Abstract

This study explores how social-emotional development in early childhood can be meaningfully enhanced through a culturally grounded, play-based extracurricular program. Specifically, it examines the impact of Prasiaga, a structured scouting-inspired model, on improving emotional regulation, autonomy, peer collaboration, empathy, and emerging leadership among children enrolled in a formal early childhood institution. Using an explanatory sequential mixed methods approach, this research was conducted at a playgroup center in Indonesia with ten participants. Quantitative data were collected through pre- and post-intervention observations across nine indicators of social-emotional competence. Qualitative data were gathered via educator interviews and visual documentation to contextualize and deepen understanding of behavioral changes. The results demonstrate a substantial increase in the emergence of targeted competencies, rising from 28.9% before the intervention to 85.6% afterward. Children showed marked gains in confidence, task independence, peer engagement, and affective expression. Educators reported improvements in classroom dynamics, including higher learner motivation and spontaneous collaborative behaviors. While leadership indicators improved modestly, subtle expressions of initiative suggest developmental momentum requiring sustained practice. The triangulation of quantitative, narrative, and visual data affirms the reliability and educational significance of these findings. This research provides empirical validation for integrating Prasiaga within national early childhood curricula. The findings position Prasiaga not as a supplementary activity but as a vital foundation for character education in early learning. By emphasizing moral formation, interactive play, and culturally resonant pedagogy, the program supports both immediate behavioral improvements and long-term developmental resilience. Future research should investigate longitudinal outcomes and program scalability to inform policy and practice in broader contexts.
Analysis of the Influence of Organizational Learning, Employer Branding and Work Flexibility on Workplace Innovation Behavior of Creative Industry Workers Nuraeni, Lenny; Yulia, Rasty; Abidin, Ali Zaenal; Sardin; Lumingkewas, Cindy Sandra; Lubis, Fatimah Malini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4321

Abstract

The purpose of this research examine how organizational learning, employer branding, and flexibility of work determine employee innovative behavior in the creative industry sector. In this study, quantitative method using survey design was employed, specifically with a sample size of 120 purposively selected respondents. A five-point Likert scale questionnaire was used in the data collection process. Before performing a multiple linear regression analysis, the data was subjected to classical assumption tests of normality, heteroscedasticity, and multicollinearity. The analysis findings indicate that all three variables, organizational learning, employer branding, and work flexibility, jointly impacted innovative behavior at work, evidenced by an R² value of 0.68. Partially, each variable also showed a positive effect, indicating that the stronger the learning culture in the organization, the more positive the perception of employer branding, and the greater the work flexibility provided, the higher the level of innovation demonstrated by employees. This study contributes to the development of theory in the field of human resource management and can serve as a basis for creative companies in developing strategies to create a work environment that encourages sustainable innovation.
Penerapan Teknologi AR (Augmented Reality) dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan STEM Nuraeni, Lenny; Rukhmana, Trisna; Ikhlas, Al; Darwata, Siti Riva; Arsyad, Muhammad
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknologi Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan kualitas pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Penggunaan AR menawarkan pendekatan interaktif dan imersif yang dapat membantu siswa memahami konsep-konsep abstrak dengan lebih jelas, meningkatkan minat belajar, serta mendorong keterampilan kritis dan kolaboratif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melibatkan siswa sekolah menengah atas dalam mata pelajaran sains dan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan AR pada materi pelajaran sains meningkatkan pemahaman siswa terhadap topik yang kompleks serta meningkatkan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Selain itu, AR juga membantu guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang lebih menarik dan efektif. Temuan ini menunjukkan bahwa AR berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pendidikan STEM, yang tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran tetapi juga mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia kerja berbasis teknologi. Rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut mencakup integrasi AR dalam kurikulum dan pelatihan bagi guru agar lebih efektif dalam memanfaatkan teknologi ini di kelas.
Improving Job Satisfaction in Manufacturing Industries: Exploring Roles of Workplace Cold Violence, Abusive Supervision and Organizational Support Nuraeni, Lenny; Wulandari, Ayu Ratna; Indriyani, Susi; Widaryo, Chandika Mahendra; Haribowo, Rio; Lubis, Fatimah Malini
Journal of Social Science and Business Studies Vol. 3 No. 1 (2025): JSSBS
Publisher : Yayasan Gema Bina Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61487/jssbs.v3i1.135

Abstract

In the manufacturing industry, employee job satisfaction not only has an impact on performance or contribution given to the company, but also has an impact on work discipline, loyalty and work quality. In types of industries with monotonous working conditions and uncomfortable working environments, job satisfaction is a challenge not only for company management but also for employees. This study aims to explore the role of workplace cold violence, abusive supervision and organizational support on employee job satisfaction, especially in the manufacturing industry. This study uses a qualitative research method, where researchers conduct a study of theories, literature and previous research results that discuss the relationship between all independent variables and dependent variables. The literature collected is scientific articles published in journals in the last seven years. Based on the results of the study and analysis conducted by researchers on the literature and the results of previous studies that discuss the relationship and influence of workplace cold violence, abusive supervision and organizational support variables on job satisfaction, it proves that there is a strong relationship between each independent variable and the dependent variable. Workplace cold violence and abusive supervision have been shown to have a negative effect on job satisfaction, while organizational support has been shown to have a positive effect on job satisfaction.
Co-Authors Abdurrahman Sadikin Afni Sukowati Muti Agus Sumitra Ahsan, Md Hafizi Aisyah, Ai Al Ikhlas, Al Ikhlas Ali Zaenal Abidin Amelia, Maya Nur Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah Andrisyah, Andrisyah Anita Rakhman, Anita Anny Doludea ansori ansori Anugriaty Indah Asmarany Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah A Riyanto Arifah Riyanto Asep Abdul Aziz Asliatie Oktavia Azia, Amala Yahdi Dahayuningsih Dahayuningsih Dandan, Sameer Mohammed Majed Darwata, Siti Riva Dedah Jumiatin Dewi Nurhasanah Dewi Safitri Elshap Elih Sudiapermana, Elih Ermi Nurlaela Eslhap, Dewi Safitri Euis Eti rochaeti Euis Eti Rohaeti Euis Ety Rohaety Euis Rohaety Fatimah Malini Lubis Fifiet Dwi Tresna Santana Fifiet Dwi Tresna Santana Fitria Tunnazah Hakim, Asep Abdurrahman Hana Rizqi Farhanah Haribowo, Rio Heni Nafiqoh Herawaty, Henny Hidayat, Adinda Elvia Hunafa, Ririn Ichsan Ichsan Ida Farida Ika Yuniwati, Ika Irnawati Irnawati Iwan Henri Kusnadi Khairunnisa Khairunnisa Komalah, Elis Linawati, Lilis Lumingkewas, Cindy Sandra Melda Muldianita Mentari Soviani Ageung Mimik Kurniawati Muhammad Arsyad Mulyono, Dinno Mutakim, Jaenal Mutmainnah, Muthia Nanin Tresnawaty Nikriz Romdonis Novitasari Novitasari Nur Hafida Nurelah, Elah Nurunnisa, Rita Oong Komar Pamungkas, Rindu Natasha Pany Wulansary Petty Suniarti Pramudia, Joni Rahmat Prita Kartika Puput Oktavia Ruslan Raka, Zeyini Ratu Ranti Nurdianti Rapi Halipani Matin Rasty Yulia Ratnasari, Rosi Ratni Purwasih Rendi Hadian A. Tamagola Rilla Martilava Rina Septiadiningsih Risnawati, Anni Rita Nurunnisa Riyanti, Apriani Robbiyah, Robbiyah Rohayati, Cici Rukhmana, Trisna Rusmayati, Titin Safrida Safrida Sardin Senoaji, Fauzie Septinus Wonggor Sri Nurhayati Sri Subekti Sri Wulan Sriyono Sriyono Susi Indriyani Suwarna, A Idun Tati Hayati Ulfa Tia Ramlah Westhisi, Sharina Munggaraning Widaryo, Chandika Mahendra Wulan Supriyatiningsih Wulandari, Ayu Ratna Yani Pitriya Zakiyah Zakiyah