Penguatan karakter tanggung jawab dan gotong royong merupakan aspek penting dalam membentuk siswa yang mampu menjalankan kewajiban secara mandiri sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter tanggung jawab dan gotong royong siswa melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) pada jenjang sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada 30 Mei 2026 bersama mitra UPTD SD Negeri 27 Peusangan, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui lima tahapan, yaitu persiapan, asesmen awal dan penguatan konsep, perencanaan proyek, pelaksanaan dan presentasi proyek, serta evaluasi dan refleksi. Peserta kegiatan berjumlah 102 siswa yang terlibat dalam proyek kelompok bertema penerapan tanggung jawab dan gotong royong di lingkungan sekolah dan keluarga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi perilaku, penilaian proses proyek, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 69,18 pada pre-test menjadi 87,43 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,59. Pada aspek tanggung jawab, skor observasi mencapai 3,50, sedangkan aspek gotong royong mencapai 3,51 pada skala 1–4. Perubahan perilaku terlihat melalui kemampuan siswa menerima dan menjalankan peran, menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan, mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan, bekerja sama, membantu anggota kelompok, menghargai pendapat, serta menyelesaikan permasalahan secara bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa PjBL dapat menjadi strategi pembelajaran yang mendukung penguatan pendidikan karakter melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, kolaboratif, dan reflektif. Implementasi berkelanjutan dengan pendampingan yang lebih panjang diperlukan agar penguatan karakter siswa dapat berkembang secara optimal.