Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan Daring Guru dalam Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Gayo untuk Penguatan Sikap Sosial Siswa Putri Nurul Azura; Muhammad Iqbal; Nurmanis Nurmanis; Richa Amalia; Rahmat Rahmat
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 3: June 2026
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v3i3.1716

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru sekolah dasar dalam mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Gayo serta mendorong penguatan awal sikap sosial siswa. Program dilaksanakan selama satu bulan pada Mei 2026 dengan melibatkan 34 guru dari delapan sekolah dasar di Kabupaten Aceh Tengah. Pendampingan menggunakan pendekatan participatory practice-based mentoring melalui tiga sesi daring menggunakan Zoom yang dipadukan dengan needs assessment, lokakarya penyusunan perangkat, implementasi mandiri terbimbing di kelas, observasi, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, rubrik kualitas perangkat pembelajaran, lembar keterlaksanaan, observasi sikap sosial siswa, serta refleksi guru. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kompetensi guru meningkat dari 56,2 menjadi 85,7 dengan N-gain 0,67. Kualitas perangkat pembelajaran meningkat dari 2,39 menjadi 3,51 pada skala empat, sedangkan keterlaksanaan pembelajaran mencapai 88,2%. Integrasi nilai genap mupakat, alang tulung, amanah, setie, serta semayang/gemasih memberikan ruang bagi siswa untuk mempraktikkan kerja sama, tanggung jawab, kepedulian sosial, toleransi, dan sikap saling menghargai. Rata-rata sikap sosial siswa meningkat dari 2,76 menjadi 3,44 atau 24,7% dibandingkan kondisi awal. Temuan menunjukkan bahwa pendampingan daring berbasis praktik, implementasi, dan refleksi dapat memperkuat kapasitas pedagogik guru dalam mentransformasikan kearifan lokal menjadi pengalaman pendidikan karakter yang kontekstual dan terukur.
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Nilai Karakter untuk Meningkatkan Etika dan Disiplin Siswa Sarayulis Sarayulis; Muhammad Iqbal; Yulisa Yulisa; Puput Maulida; Nazalena Nazalena
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 3: June 2026
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v3i3.1717

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis nilai karakter yang mendukung penguatan etika dan disiplin siswa. Program dilaksanakan pada Januari–Februari 2026 dengan melibatkan 30 guru dari lima wilayah di Indonesia melalui lima pertemuan sinkron menggunakan Zoom Meeting dan pendampingan asinkron melalui WhatsApp Group serta Google Drive. Pelaksanaan meliputi asesmen kebutuhan, penguatan konsep, penyusunan storyboard, klinik produksi media, peer review, microteaching, implementasi kelas, serta evaluasi dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, rubrik penilaian media, observasi agregat etika dan disiplin siswa, serta angket respons peserta. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman guru meningkat dari 58,2 pada pre-test menjadi 84,6 pada post-test, dengan N-gain sebesar 0,63 dalam kategori sedang. Seluruh peserta menghasilkan media pembelajaran berbasis nilai karakter dengan rata-rata kelayakan sebesar 88,4% dalam kategori sangat baik. Implementasi media juga menunjukkan peningkatan skor observasi etika siswa dari 2,47 menjadi 3,39 dan disiplin dari 2,41 menjadi 3,34. Perubahan terutama terlihat pada kemampuan guru mengintegrasikan nilai karakter ke dalam aktivitas, kasus, aturan, pembagian peran, dan refleksi pembelajaran. Temuan menunjukkan bahwa pelatihan berjenjang yang memadukan praktik, pendampingan, evaluasi sejawat, dan implementasi kelas dapat memperkuat kompetensi pedagogis guru dalam merancang media yang lebih terarah pada pembentukan karakter. Keberlanjutan program diarahkan melalui pengembangan bank media dan komunitas praktik guru.
Penguatan Karakter Tanggung Jawab dan Gotong Royong Siswa melalui Model Project-Based Learning di Sekolah Nani Salwani; Muhammad Iqbal; Sri Rozalita Br Sitepu; Jihan Shaffira; Kamaruddin Kamaruddin
Jurnal Kemitraan Responsif untuk Aksi Inovatif dan Pengabdian Masyarakat Volume 3 Issue No. 4: September 2026
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/kreativa.v3i4.1726

Abstract

Penguatan karakter tanggung jawab dan gotong royong merupakan aspek penting dalam membentuk siswa yang mampu menjalankan kewajiban secara mandiri sekaligus berkontribusi dalam kehidupan sosial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat karakter tanggung jawab dan gotong royong siswa melalui penerapan model Project-Based Learning (PjBL) pada jenjang sekolah dasar. Kegiatan dilaksanakan secara daring pada 30 Mei 2026 bersama mitra UPTD SD Negeri 27 Peusangan, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui lima tahapan, yaitu persiapan, asesmen awal dan penguatan konsep, perencanaan proyek, pelaksanaan dan presentasi proyek, serta evaluasi dan refleksi. Peserta kegiatan berjumlah 102 siswa yang terlibat dalam proyek kelompok bertema penerapan tanggung jawab dan gotong royong di lingkungan sekolah dan keluarga. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi perilaku, penilaian proses proyek, dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa, dengan skor rata-rata meningkat dari 69,18 pada pre-test menjadi 87,43 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,59. Pada aspek tanggung jawab, skor observasi mencapai 3,50, sedangkan aspek gotong royong mencapai 3,51 pada skala 1–4. Perubahan perilaku terlihat melalui kemampuan siswa menerima dan menjalankan peran, menyelesaikan tugas sesuai kesepakatan, mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan, bekerja sama, membantu anggota kelompok, menghargai pendapat, serta menyelesaikan permasalahan secara bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa PjBL dapat menjadi strategi pembelajaran yang mendukung penguatan pendidikan karakter melalui pengalaman belajar yang aktif, kontekstual, kolaboratif, dan reflektif. Implementasi berkelanjutan dengan pendampingan yang lebih panjang diperlukan agar penguatan karakter siswa dapat berkembang secara optimal.