p-Index From 2021 - 2026
7.036
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL HUKUM Bulletin of Scientific Contribution : Geology Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan Profetika Jurnal Ilmiah Peuradeun Jurnal Ilmiah Hukum LEGALITY Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Perisai : Islamic Banking and Finance Journal Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia FITRAH:Jurnal Kajian Ilmu-ilmu Keislaman SOEPRA Jurnal Hukum Kesehatan Khairun Law Journal WAJAH HUKUM PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Justisia Ekonomika JUSTISI Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi JISA (Jurnal Informatika dan Sains) EDUNursing JURNAL USM LAW REVIEW LEGAL BRIEF Journal of Government and Politics (JGOP) Asimetris: Pendidikan Matematika dan Sains Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Kinerja Kependidikan (JKK) Jurnal Bedah Hukum JHCLS Jurnal Pendidikan Pemuda Nusantara Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Proceedings of International Conference on Multidiciplinary Research KHAIRUN LAW JOURNAL Jurnal Komputer, Informasi dan Teknologi JIEPS: Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam dan Perbankan Syariah Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Aceh Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Dedikasi Hukum Journal of Innovation Research and Knowledge ABDINE Jurnal Pengabdian Masyarakat Prosiding University Research Colloquium Accounting Research Journal Analysis : Journal of Education Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan JPM AKSIOMA : Jurnal Sains Ekonomi dan Edukasi Society Seminar Nasional Riset dan Teknologi (SEMNAS RISTEK) Journal of Engineering and Technological Sciences Educommunity Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal of Economy Business Development Jurnal Geosaintek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Profetika

PENGGUNAAN DEOXYRIBO NUCLEIC ACID PADA PROSES KLONING EMBRIO MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Rizka, Rizka
Profetika Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Muhammadiyah University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of the Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) in the human embryo cloningis definitely a great invention of the centuries, yet the impact of its utilization bringsmore complicated problems. It is because the DNA can be taken from desired persons.It surely will lead to the problematical issues due to future offspring pedigree. It will behard to find out whose kids these cloning babies? Therefore, the law will be messed upwith things related to birth certificate and inheritance right. Even though the cloninguses the similar method with the IVF, it uses other cells but sperm. These cells bringother people’s DNA information with them therefore the children produced by thismethod will copy all the characteristics of the owners even without the help of penetrationbetween their parents. Hence it can be said that, in making a baby, woman does notneed man and marriage anymore. The reasons behind this human cloning inventionare to make perfect offspring that are far more intelligent, good looking, healthier,stronger, and perfectly same with the owner of the DNA. Embryo cloning, however, isthe sort of intervention of Allah creation. It means that people who involving in cloningprocess deny the Almighty of Allah. Is this the playing of Allah’s creation? How theIslamic laws see this phenomenon and give legal fatwa on the utilization of DNA incloning human embryo? How the National Laws of Indonesia sees this case? Because itseems that the national regulation in Indonesia is still not firm against the geneticengineering problems.Key words: cloning, deoxyribonucleic acid, embryoPenggunaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) pada kloning embrio manusiaadalah penemuan besar sepanjang masa, namun masalah penggunaan DNA pada proseskloning embrio, merupakan masalah yang rumit, karena DNA bisa diambil dari siapasaja yang diinginkan. yang bisa membuat permasalahan bagi silsilah keturunannyakelak. Anak siapa?Keturunan siapa?hingga mempersulit dalam pembuatan aktekelahiran, hak waris, sehingga dapat mengacaukan hukum yang telah berlaku. Denganmetode yang hampir sama dengan bayi tabung, cloning menggunakan sel selain sperma.Sel ini yang berisi informasi DNA dari makhluk yang lain, kemudian hasilnya jugadimasukkan kembali ke induknya. Sehingga menciptakan anak tanpa membutuhkanlaki-laki,tanpa perkawinan juga. Kloning manusia diciptakan untuk alasan memperbaikiketurunan; supaya lebih cerdas, rupawan lebih sehat, lebih kuat dan menyamai dariDNA yang di kloning tersebut. Kloning embrio dengan mengambil DNA orang lainadalah bentuk intervensi dari penciptaan Allah, padahal Allah adalah Sang PenciptaIndoyangmaha sempurna. Apakah ini termasuk mempermainkan Ciptaan Allah?BagaimanaHukum Islam memberikan fatwa hukum pada penggunaan DNA untuk cloning embriomanusia dan bagaimana tinjauan dari Hukum yang berlaku di Indonesia yang hinggasekarang belum tegas terhadap banyak permasalahan rekayasa genetika.Kata kunci: kloning, deoxyribonucleic acid, embrio
PENGGUNAAN DEOXYRIBO NUCLEIC ACID PADA PROSES KLONING EMBRIO MANUSIA DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM Rizka, Rizka
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 2, Desember 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i2.2016

Abstract

The use of the Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) in the human embryo cloningis definitely a great invention of the centuries, yet the impact of its utilization bringsmore complicated problems. It is because the DNA can be taken from desired persons.It surely will lead to the problematical issues due to future offspring pedigree. It will behard to find out whose kids these cloning babies? Therefore, the law will be messed upwith things related to birth certificate and inheritance right. Even though the cloninguses the similar method with the IVF, it uses other cells but sperm. These cells bringother people?s DNA information with them therefore the children produced by thismethod will copy all the characteristics of the owners even without the help of penetrationbetween their parents. Hence it can be said that, in making a baby, woman does notneed man and marriage anymore. The reasons behind this human cloning inventionare to make perfect offspring that are far more intelligent, good looking, healthier,stronger, and perfectly same with the owner of the DNA. Embryo cloning, however, isthe sort of intervention of Allah creation. It means that people who involving in cloningprocess deny the Almighty of Allah. Is this the playing of Allah?s creation? How theIslamic laws see this phenomenon and give legal fatwa on the utilization of DNA incloning human embryo? How the National Laws of Indonesia sees this case? Because itseems that the national regulation in Indonesia is still not firm against the geneticengineering problems.Key words: cloning, deoxyribonucleic acid, embryoPenggunaan Deoxyribonucleic Acid (DNA) pada kloning embrio manusiaadalah penemuan besar sepanjang masa, namun masalah penggunaan DNA pada proseskloning embrio, merupakan masalah yang rumit, karena DNA bisa diambil dari siapasaja yang diinginkan. yang bisa membuat permasalahan bagi silsilah keturunannyakelak. Anak siapa?Keturunan siapa?hingga mempersulit dalam pembuatan aktekelahiran, hak waris, sehingga dapat mengacaukan hukum yang telah berlaku. Denganmetode yang hampir sama dengan bayi tabung, cloning menggunakan sel selain sperma.Sel ini yang berisi informasi DNA dari makhluk yang lain, kemudian hasilnya jugadimasukkan kembali ke induknya. Sehingga menciptakan anak tanpa membutuhkanlaki-laki,tanpa perkawinan juga. Kloning manusia diciptakan untuk alasan memperbaikiketurunan; supaya lebih cerdas, rupawan lebih sehat, lebih kuat dan menyamai dariDNA yang di kloning tersebut. Kloning embrio dengan mengambil DNA orang lainadalah bentuk intervensi dari penciptaan Allah, padahal Allah adalah Sang PenciptaIndoyangmaha sempurna. Apakah ini termasuk mempermainkan Ciptaan Allah?BagaimanaHukum Islam memberikan fatwa hukum pada penggunaan DNA untuk cloning embriomanusia dan bagaimana tinjauan dari Hukum yang berlaku di Indonesia yang hinggasekarang belum tegas terhadap banyak permasalahan rekayasa genetika.Kata kunci: kloning, deoxyribonucleic acid, embrio
Co-Authors Ab.Rahman, Rozanah Absori Absori Abubakar Abubakar Agam, Jumaegi Ahmad Sinala ahmad yani Aidul Fitriciada Azhari Almira, Sekar Diah Ayu Alsarandie, Fandi Amrullah, Muhammad Ilham Anwar Anwar Aprilia Aprilia, Aprilia Arfan, Fahmi Arief Budiono Arlina Arlina, Arlina Arwizet Arwizet, Arwizet Asep Mulyana Asia, Siti Nur Assegaf, S. Zulfikar Azhari, Aidul Fitricia Azizah, Isnaini Dina B.M.A.S. Anaconda Bangkara Baehaqi Bakhtiar, Arova Bangsawan, Moh Indra Bangsawan, Mohammad Indra Bashkara, Oktavian Teguh Berutu, Asro Hayati Chatarina Umbul Wahyuni Diana Setiawati Djoko Santoso Eny Purwandari Ervan Prasetyo Fadhilah, Anindia Faridy, Najihatul Finta Amalinda Firman Firman Ganadi, Yusse Putri Ghufron, Ahmad Gibran, Enrico Gibran, M Khalil hanifah hanifah Harun Harun Hayati Hayati Herdiansyah Herdiansyah Husaini Idrus M. Said Ifandri, Ifandri Ihsan Iksan, Muchammad Ilham, Ahmad Rowatul Imam Gunanjar Imron Marsyadi, Muhammad Afi Imron Rosyadi Indri Safitri, Indri Irwan Irwan Irwan Iskandar Isman, Isman Istani, Istani Junaidi Junaidi Kalsum Kalsum Kasiman, Kasiman Kelik Wardiono Khotimah Khotimah Lea Kristi Agustina Liwandika, Galang Lubis, Fitra Hidayat Lyandova, Vanka Lyandovy, Vanka M Bisri Mustofa M. Sholahuddin Manda, Darmawati Mansyur, Mauluddin Marjanah, Iramadya Dyah Marlina Marlina Mathius, Denny Mazmuloh, Hot Meilin Anggreyni Mohamad, Mohamad Mu'in, Fathul Muhamad Saleh Muhammad Idris Muhammad Junaidi Mutia, Ratna Nanang Prabowo, Gunarto Nasir Nasir Natsir, Fanda Indiana Novita Naufaldi, Muhammad Iqbal Nida, Syaima Niko Nuraini Nuraini Nurhayati , Nunik Oktafiana , Nadita Oktafiana, Nadita Padnadi, Wahyudi W. Prakoso, Bima Yuda Pramesti, Nadila Putri Prasetyo, Achmad Dzaki Putraloka, Arvico Qhoirunnisa Abdul Malik, Nur Fitri Rachmawati, Diana Widhi Rahmatun, Rahmatun Rahmi, Ince Ramdani Salam Reza Kurniawan Ridwan, Ridwan Rifai, M. Ikhsan Ririn Ririn Riska Riska Ritonga, Saprina Putri Utama Sa'diyah, Siti salamah salamah Salmande, Ali Saragih, Tuty Kurniawaty Sari, Septiana Novita Setyowati, Irlisa Sihombing, Andreas Pujian Simamora, Elisabet Ade Saputri Siti Hasanah Siti Khaulah, Siti Khaulah Siti Soekiswati Sudirman Sudirman Sulistiawati Sulistiawati Sulthanah, Sulthanah Sutanto, Vinnawaty Syamsuddin, Nurfiani Tama, Onnie Wira Toibah Umi Kalsum Tranh, Michel Lee Trias Hernanda Wardah Yuspin Warsa Warsa Waruwu, Petrus Wati, Ambar Winarti Winarti Wulandari Wulandari Yuli Setiowati Yunanto, Primadiyanti Yusup, Yusup