Articles
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sekolah Dasar Ditinjau Dari Self Confidence
Yeni Pratiwi;
Sekar Dwi Ardianti;
Henry Suryo Bintoro
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4696
Kemampuan komunikasi matematis siswa masih sangat rendah. Maka dari itu perlu dikembangkan dalam pembelajaran matematika yang ditinjau dari Self Confidence. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa yang ditinjau dari Self Confidence. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa apabila ditinjau dari Self Confidence di Desa Ngembal Kulon. Kemampuan komunikasi matematis adalah kemampuan untuk menyampaikan dan menerima suatu ide matematika secara lisan mauoun tulisan. Self Confidence atau yang dikenal dengan percaya diri merupakan keyakinan seseorang akan kemampuan yang dimiliki untuk menampilkan perilaku tertentu atau mencapai target tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan lokasi di Desa Ngembal Kulon dengan 6 subjek kelas V tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa subjek dengan kategori tinggi mempunyai kemampuan komunikasi matematis yang sangat baik dan self confidence yang tinggi, sedangkan subjek dengan kategori sedang mempunyai kemampuan komunikasi matematis yang cukup disertai dengan self confidence yang sedang, lalu subjek dengan kategori rendah mempunyai kemampuan komunikasi matematis rendah mempunyai self confidence yang rendah. Penelitian ini sebaiknya peserta didik lebih mengekspresikan self confidence kedalam kehidupan sehari-hari, agar guru lebih mudah dalam memahami self confidence yang terdapat dalam setiap peserta didik.
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Mind Maping Berbantuan Media Manipulatif Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa
Rizqi Bangun Rahmawati;
Sekar Dwi Ardianti;
Wawan Shokib Rondli
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4713
Pemahaman konsep merupakan kemampuan penting yang dimiliki siswa dalam mempelajarai IPA di sekolah dasar. Siswa yang memahami konsep IPA dapat mengetahui hubungan konsep satu sama lain sehingga bisa diterapkan untuk memecahkan masalah. Namun dari hasil observasi diketahui pemahaman konsep siswa kelas V SD 03 Puri Pati masih rendah. Penelitian ini bertujuan meningkatkan pemahaman konsep siswa dengan model pmebelajaran mind mapping berbantuan media manipulatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam empat tahapan, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan di kelas V SD 03 Puri Pati dengan subjek uji sebanyak 24 orang siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa pemahaman konsep siswa setelah menerapkan model mind mapping pada siklus I memperoleh nilai 75,0 dengan presentase 78% dan ketuntasan siswa mencapai 66%. Peningkatan hasil pemahaman konsep pada siklus II sebesar 82,25 dengan presentase 83% dan hasil presentase ketuntasan siswa sebesar 83%. Penerapaan model mind mapping dengan media manipulatif dapat meningkatakan pemahaman konsep pada materi sumber daya alam.
“EMOPUAN†BERBASIS KEUNGGULAN LOKAL PATI UNTUK MENANAMKAN PENDIDIKAN KARAKTER SOSIAL ANAK SEKOLAH DASAR
Lintang Kironoratri;
Ahmad Bakhruddin;
Much. Arsyad Fardani;
Sekar Dwi Ardianti
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 10 No 3 (2023)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47668/edusaintek.v10i3.849
Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembanagan pada e-modul Puisi Anak untuk menanamkan karakter sosial anak sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan (research and development) dengan langkah sebagai berikut (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain. Instrument penelitian yang digunakan yakni (1) analisis kebutuhan Puisi Anak untuk menanamkan karakter sosial anak di sekolah dasar (2) pengembangan prototipe (3) data hasil validasi prototipe e-modul Puisi Anak oleh ahli. E-modul puisi anak digunakan sebagai upaya untuk menanamkan karakter sosial anak lewat puisi di Sekolah Dasar berisi kumpulan Puisi Anak berbasis budaya lokal Pati yang berorientasi pada karakter sosial. Berdasarkan angket kebutuhan melalui hasil wawancara dengan guru menyatakan memerlukan e-modul Puisi Anak. Sedangkan hasil validasi ahli,e-modul Puisi Anak dinilai valid telah memenuhi kriteria dari segi aspek media 87.5%, aspek materi 84%. Rerata nilai validitas keseluruhan 85,75%.
Peningkatan Hasil Belajar Melalui Model Pembelajaran Numbered Head Together Berbantuan Media Game Teka Teki Silang Siswa Kelas IV Sekolah Dasar
Saiful Anam;
Sekar Dwi Ardianti;
Much Arsyad Fardani
WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 4, No 1 (2023): WASIS : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : PGSD Universitas Muria Kudus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24176/wasis.v4i1.8699
The purpose of this study is to analyze the application of the Numbered Head Together learning model assisted by Crossword Game media in improving student learning outcomes.The research method used is classroom action research (CAR). The research was carried out from March 21 2022 to March 28 2022 in class IV SD 1 Gulang Mejobo Kudus. Data collection techniques used are tests, documentation, and observation. Data validation uses the opinion of experts (Experts Judgment) by Ms. Sekar Dwi Ardianti, S.Pd., M.Pd., and Mr. Much. Arsyad Fardani, S.Pd., M.Pd. Data analysis in this study used quantitative and qualitative data.The results showed that the learning outcomes of students' knowledge domain increased significantly between the first cycle of 70.29% and the second cycle of 74.70%. This proves that the application of the Numbered Head Together learning model assisted by the Crossword Puzzle Game media can improve the learning outcomes of fourth grade students at SD 1 Gulang.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa SD melalui Model Teams Games Tournament dan Media Scrapbook
Esa Panji Satria;
Irfai Fathurohman;
Sekar Dwi Ardianti
EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2020): EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ebj.v2i1.26954
Learning outcomes indicate the students' success in learning. When the learning result was good, the the learning means successful. In vice versa, when the learning means unsuccessful when the outcomes were poor. The problem of poor learning outcomes was found in fourth grade of State Elementary School 2 of Tenggeles. The poor learning outcomes were caused by unsuitable learning models and media applied. This study aimed to improve students’ learning outcomes by applying the Teams Games Tournament model and Scrapbook media. This research was a classroom action research with the subject of 19 students. The instrument of data collecting methods used tests and non tests in form of observation, documentation and interviews. The data was analysed quantitatively and qualitatively. Cognitif learning outcomes in Science subject improved from the first cycle I with an average of 69 with a classical completeness percentage by 47%, to be an average of 79 with classical completeness precentage of 84% at the cycle II. While the Indonesian language content improved from an average of 72 with a classical completeness percentage of 67% to be an average of 81 with classical completeness of 84%. The improvement of skill aspects obtained an average score of 71 in the first cycle I to be 83 in the cycle II. The result indicated that the use of TGT with Scropbook media can improve the students’ learning outcome in cognitive and skill aspects in elementary school level.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Melalui Model Think Pair Share Berbantuan Media Puzzle
Siti Nur Wahyu Ahmadah;
Deka Setiawan;
Sekar Dwi Ardianti
EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 2, No 1 (2020): EduBasic Journal: Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Serang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/ebj.v2i1.27010
Think Pair Share model can give students more time to think, answer, respond and through this method the teaching materials presentation will be more alive by discussing solving a problem with their partners. This study tried to promote the use of Think Pair Share models aided by puzzle media to solve learning problems of fourth grade of State Elementary School 02 Kebonsawahan in theme of The Beauty of Diversity in My Country. This study aimed to describe the improvement of student learning outcomes through the Think Pair Share learning model and puzzle media in Civic Education and Indonesian Language content through two cycles of classroom action research. The results showed an increase after learning by using Think Pair Share learning models assisted by puzzle media in aspect of knowledge attitude and skill. Students’ learning outcomes in aspects of knowledge increased from the cycle I by an average of 69.1 with 64% classical completeness (need guidance) to be an average of 86.1 with 89% classical completeness (good) in cycle II. While in attitude aspects, students’ learning outcomes of cycle I which gained a percentage of 72.45% (need guidance) increased in the cycle II by 83.63% (good). The learning outcomes of students in the skills aspect also perfomed an improvement from a percentage of 73.83% (need guidance) in cycle I to be a percentage of 84.13% (good) in cycle II. This result indicated that the TPS model effectively solve the problems of inactive learning in elementary school level.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS V DENGAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING
Endang Susanti;
Sekar Dwi Ardianti;
Denni Agung Santoso
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.987
Learning outcomes at SDN 1 Woro class V still do not meet the minimum criteria. Judging from the average class after the test, there are 95% of students experiencing problems in solving problems. Thus resulting in students experiencing less than optimal thinking skills in the learning process. The purpose of this study is to use a Creative Problem Solving (CPS) learning model to improve the creative thinking ability of grade V SDN 1 Woro students. This quantitative research uses experimental methods. By consisting of class V students as many as 15 students as respondents. The tools used in collecting data are providing pretest and posttest questions. . Based on research that has been done, data were obtained that the creative thinking ability of grade V students increased after being given the influence of the Creative Problem Solving learning model, with an average of 77 which can be called effectively applied to mathematics subjects.
Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi Untuk Penilaian Pembelajaran Secara Daring Bagi Guru Sekolah Dasar
Sekar Dwi Ardianti;
Himmatul Ulya
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31537/dedication.v5i2.544
Pelaksanaan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19 ini menemui banyak kendala. Guru SD 3 Peganjaran belum memanfaatkan aplikasi penilaian secara daring karena belum mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada. Guru juga tidak memiliki pengetahuan untuk membuat penilaian secara daring. Tujuan kegiatan ini adalah: (1) memberikan pelatihan pemanfaatan aplikasi untuk penilaian pembelajaran secara daring; dan (2) memberikan pendampingan pemanfaatan aplikasi untuk penilaian pembelajaran secara daring bagi guru SD 3 Peganjaran. Metode dalam pengabdian ini menggunakan pendekatan participant active learning (peserta berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan instrumen penilaian daring). Setelah kegiatan ini, guru – guru SD 3 Peganjaran memperoleh: 1) pengetahuan tentang penilaian pembelajaran secara daring dengan aplikasi; dan 2) pembuatan instrumen penilaian pembelajaran secara daring dengan aplikasi. Luaran kegiatan ini yaitu berupa beberapa instrumen penilaian pembelajaran daring yang telah dikembangkan oleh guru SD 3 Peganjaran.
The influence of the group investigation model assisted by media puzzles on students' understanding of science concepts
Agustin Khoirun Nisa;
Sekar Dwi Ardianti;
Nur Fajrie
Jurnal Pijar Mipa Vol. 18 No. 5 (2023): September 2023
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29303/jpm.v18i5.5515
This research is based on students' misconceptions about science subjects, especially animal life cycle materials. This study aimed to find significant differences after applying the puzzle media-assisted group investigation model to students' understanding of science concepts. This research is a quantitative research experiment with a group pretest-posttest design. The sample used was grade V students of SDN 2 Wonosemi, consisting of 12 students. The sampling technique used is random sampling. The data collection method used is the test method. The instruments used are pretest and posttest questions of multiple choice understanding of student concepts consisting of 20 questions. The normality test is an initial test that shows normally distributed data. This study used an average difference test with a statistical test, namely the Paired Sample T-test. The t-test results showed that the average pretest score was 59.17 while the average posttest score was 82.92 with Sig. (2-tailed) = 0.00 < 0.05. According to the criteria used in the Paired Sample T-Test, Ha is accepted, and H0 is rejected. So, a significant difference exists between pretest and posttest scores using a group investigation model assisted by puzzle media on students' understanding of science concepts. Applying the group investigation model assisted by puzzle media affects the understanding of students' science concepts.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP MELALUI MODEL THINK PAIR SHARE DENGAN MEDIA KAREN (KARTU PERUBAHAN ENERGI)
Maulida Fadhaliva;
Sekar Dwi Ardianti;
Much Arsyad Fardani
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 3 (2023): Volume 09 No. 03 Juli 2023
Publisher : STKIP Subang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36989/didaktik.v9i3.1332
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep siswa dalam penerapan model Think Pair Share menggunakan media KAREN (Kartu Perubahan Energi). Metode yang digunakan dalam peelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu tingkat pemahaman konsep siswa pada tahap pra siklus memperoleh nilai rata-rata 71,46 dengan ketuntasan klasikal sebesar 38,46% (5 siswa). Kemudian pada siklus I memperoleh nilai rata-rata 65,23 dengan persentase ketuntasan klasikal 46,15%. Dari tahap pra siklus ke siklus I mengalami peningkatan sebesar 7,69%. Penelitian ini kemudian dilanjutkan pada siklus II, tingkat pemahaman konsep siswa pada siklus II memperoleh nilai rata-rata 80,92 dengan persentase ketuntasan klasikal 76,92%. Pada tahap siklus I ke siklus II telah mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 30,77%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Think Pair Share menggunakan media KAREN (Kartu Perubahan Energi) dapat meningkatkan keterampilan mengajar dan pemahaman konsep guru pada siswa kelas IV SDN 3 Padurenan.