Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Kejadian Anemia Pada Calon Pengantin Wanita Reni, Reni; Kusumahati, Evi; Ilahi, Amalia Qudrotun
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/JAIA.643

Abstract

Kesehatan Calon Pengantin (Catin) perempuan berperan penting dalam menentukan kualitas generasi berikutnya. Anemia masih menjadi masalah utama, dengan prevalensi remaja putri di Jawa Barat sebesar 33,7% berdasarkan Riskesdas 2018, lebih tinggi dari angka nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian anemia pada calon pengantin perempuan di Puskesmas Pagarsih Kota Bandung. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi mencakup seluruh catin perempuan yang terdaftar, dengan teknik total sampling sebanyak 113 responden. Kriteria inklusi adalah catin yang menjalani pemeriksaan kesehatan lengkap dan memiliki data rekam medis valid. Data yang dikumpulkan meliputi tinggi badan, berat badan, dan kadar hemoglobin. Uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov dan analisis hubungan dilakukan dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki IMT normal (64,6%), namun prevalensi anemia mencapai 61,9%. Analisis statistik menunjukkan p = 0,132 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat hubungan signifikan antara IMT dan kejadian anemia. Disimpulkan bahwa risiko anemia tetap tinggi meskipun status gizi makro normal. Anemia kemungkinan lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti asupan zat gizi mikro, pola makan, dan kondisi fisiologis. Diperlukan intervensi preventif yang lebih komprehensif melalui edukasi gizi dan suplementasi zat besi sebelum kehamilan
Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial TikTok dengan Tingkat Kecemasan pada Remaja di SMKN 32 Jakarta Chandra, Calista Erica; Rahayu, ⁠Septirina; Reni, Reni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6030

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, khususnya dalam bidang media sosial, telah membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari remaja. Salah satu platform media sosial yang sangat populer di kalangan remaja saat ini adalah TikTok. Aplikasi ini tidak hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi, ekspresi diri, dan pencarian informasi. Intensitas penggunaan TikTok yang tinggi berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi kesehatan mental remaja, terutama yang berkaitan dengan tingkat kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan remaja dengan tingkat penggunaan media sosial TikTok pada siswa kelas XI di SMKN 32 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, sehingga pengukuran variabel dilakukan pada satu waktu tertentu. Sampel penelitian berjumlah 70 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, kemudian disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner berbasis g-form untuk mengukur tingkat kecemasan dan intensitas penggunaan TikTok. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk mengetahui kekuatan dan signifikansi hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan media sosial TikTok dan tingkat kecemasan remaja, dengan nilai signifikansi sebesar 0,040 (p < 0,05). Sebanyak 58,6% responden mengalami tingkat kecemasan ringan, sementara 97,1% responden menggunakan TikTok pada tingkat moderat. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan TikTok berpengaruh terhadap tingkat kecemasan remaja, namun pengaruh tersebut tidak selalu bersifat negatif, tergantung pada intensitas dan cara penggunaannya.