Claim Missing Document
Check
Articles

Khitan Tradition among Muslims: Integrating Ibnu Hajar's Thought and Modern Science: Tradisi Khitan di Kalangan Umat Islam: Integrasi antara Pemikiran Ibnu Hajar dan Sains Modern Yazofa, Tartila; Ahmad Zuhri; Juli Julaiha
Jurnal Living Hadis Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/livinghadis.2024.5913

Abstract

The practice of circumcision among the Muslim community began during the time of Abraham (peace be upon him) and continues for generations to this day. This reality makes circumcision no longer limited to practice but has been transformed into a living tradition in the community. This is also corroborated by the prophet's hadith which mentions circumcision as one of the five human natures, including part of the process of becoming an adult. However, many children and infants have been circumcised. This phenomenon eventually raises the question: what is the rule of circumcision in Islam, and when is the prescribed time for a Muslim to perform circumcision?. These questions will be analyzed through a descriptive-analytical approach based on library research to find the answers that are comprehensive, scientific, and in line with Islamic rules. In this case, Ibn Hajar's thoughts in Kitab Fath al-Bari become the main source of study, supported by several relevant studies. The results show that the original law of circumcision is mustahab and then becomes obligatory when a person reaches the age of puberty. As for the timing of circumcision, Islam does not specify the ideal circumcision. A person can be circumcised when he is a toddler, a child, and maximum when he is a teenager who enters the age of puberty. The timing is more inclined to the doctor's recommendation so that the circumcision process causes bigger problems in the future.
Perspektif Hadis terhadap Operasi Plastik: Analisis Hukum dan Etika dalam Islam Siregar, Rois Hamid; Is, Fadhilah; Pulungan, Juli Julaiha
JURNAL LENTERA : Kajian Keagamaan, Keilmuan dan Teknologi Vol 24 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : LP2M STAI Miftahul 'Ula (STAIM) Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/lentera.v24i1.1665

Abstract

Operasi plastik merupakan suatu prosedur medis yang bertujuan untuk memperbaiki penampilan fisik seseorang melalui intervensi bedah. Dalam kajian agama Islam, pertanyaan mengenai hukum dan etika terkait praktik ini sering muncul, terutama dalam konteks ajaran hadis Nabi Muhammad SAW. Hadis-hadis terkait operasi plastik, baik yang berhubungan dengan perubahan tubuh maupun upaya untuk mempercantik diri, memiliki perbedaan pandangan yang perlu dianalisis secara hati-hati. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau praktik operasi plastik dari perspektif hadis, dengan mengidentifikasi hadis-hadis yang relevan serta pemahaman para ulama mengenai hal tersebut. Dalam kajian ini, akan dibahas pula implikasi etis dan hukum Islam terhadap prosedur operasi plastik, apakah diperbolehkan atau dilarang, dengan mempertimbangkan tujuan, niat, dan dampaknya terhadap nilai-nilai moral dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, operasi plastik dapat diterima dalam Islam apabila tujuannya untuk memperbaiki kondisi medis atau fisik yang terganggu, namun tindakan yang bertujuan semata-mata untuk mempercantik diri atau merubah ciptaan Allah secara berlebihan cenderung dilarang.
Mengenal Ibnu Qutaibah dan Kitab Ta'wil Mukhtalif Al-Hadits Hartono, Sidiq; Nasution, Muhammad Roihan; Pulungan, Juli Julaiha
SHAHIH (Jurnal Ilmu Kewahyuan) Vol 8, No 1 (2025): SHAHIH (Jurnal Ilmu Kewahyuan) Jan-Jun 2025
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/shh.v8i1.24676

Abstract

The book Ta’wil Mukhtalif al-Hadith by Ibn Qutaibah ad-Dainuri is one of the significant classical works in the field of hadith studies, particularly in addressing apparent contradictions between hadiths. Previous studies on this work have predominantly focused on its content, while the methodological framework employed by Ibn Qutaibah in composing and organizing his arguments remains underexplored. In fact, the writing methodology reflects not only the author's scholarly approach but also the intellectual context of his time. This study aims to thoroughly examine Ibn Qutaibah’s methodology in writing Ta’wil Mukhtalif al-Hadith, including the structure of the text, the pattern of argumentation, and the methods he used to reconcile conflicting hadiths. Employing a qualitative approach with library research and content analysis methods, this study uses the primary text of the book as the main source. The findings reveal that Ibn Qutaibah systematically applied several approaches: al-jamʿ (harmonization), an-naskh (abrogation), at-tarjih (preference), and at-ta’wil (interpretation) to resolve contradictions contextually. This research contributes to a deeper understanding of classical hadith scholarship and enriches the methodological discourse in hadith studies.
PENDIDIKAN TERHADAP ANAK DALAM HADIST NABI MUHAMMAD SAW Maulana, Iqbal; Aldair, Muhammad Diva; Julaiha, Juli
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v5i1.195

Abstract

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memahami lebih dalam tentang pendidikan terhadap anak dalam hadis Nabi Muhammad saw. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, di mana data dikumpulkan dari berbagai sumber pustaka seperti buku, ensiklopedia, jurnal ilmiah, koran, majalah, dan dokumen lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah pendidikan anak adalah proses mendidik, mengasuh, serta melatih jasmani dan rohani mereka yang dilakukan oleh orang tua sebagai tanggung jawabnya terhadap anak dengan berlandaskan kepada Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah saw. Orang tua bertanggung jawab memberikan pendidikan kepada anak, terutama pendidikan agama. Selain berlandaskan kepada Al-Qur’an, pendidikan yang diberikan kepada anak juga harus berlandaskan kepada hadis Rasulullah saw. Ada banyak sekali hadis Rasulullah saw. tentang pendidikan kepada anak diantaranya hadis tentang pendidikan aqidah, hadis tentang pendidikan ibadah, hadis tentang pendidikan akhlak, hadis memberikan nama yang baik kepada anak, hadis mengaqiqahkan anak, hadis mengkhitan bayi, hadis bersikap adil kepada anak dan hadis mengajarkan Al-Qur’an kepada anak.
ADAB TERHADAP GURU DAN MENUNTUT ILMU DALAM HADITS NABI Shah, Akmal; Kurniawan, Syukri; Marpaung, Willi Rahim; Pulungan, Juli Julaiha
Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kramat Jati
Publisher : Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kramat Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55943/jipmukjt.v5i1.215

Abstract

Ada beberapa adab yang harus dimiliki oleh seorang murid. Di antaranya adalah adab ketika menuntut ilmu, adab terhadap guru, adab terhadap sesama teman, dan lain sebagainya. Hal tersebut dilakukan guna murid mendapat keberkahan dalam mencari ilmu serta memiliki akhlak yang terpuji. Sosok yang paling utama sebagai panutan murid untuk memiliki akhlak yang terpuji adalah Rasulullah saw. Rasulullah saw adalah makhluk yang mulia. Tugas utama beliau diutus ke dunia adalah untuk menyempurnakan akhlak. Beliau mengajarkan sekaligus mencontohkan perilaku terpuji kepada para sahabatnya. Kemudian para sahabat menularkan apa yang ia dapat kepada orang lain, sehingga sampailah ajaran-ajaran tersebut kepada kita di zaman sekarang ini. Ajaran-ajaran tersebut sampai kepada kita dalam bentuk hadits. Baik itu hadits qouliyah maupun fi’liyah. Terdapat banyak hadits Rasulullah saw yang membahas tentang adab seorang murid terhadap gurunya. Sesungguhmya adab yang mulia adalah salah satu faktor penentu kebahagiaan dan keberhasilan seseorang. Begitu juga sebaliknya, kurang adab atau tidak beradab adalah alamat (tanda) jelek dan jurang kehancurannya. Tidaklah kebaikan dunia dan akhirat kecuali dapat diraih dengan adab, dan tidaklah tercegah kebaikan dunia dan akhirat melainkan karena kurangnya adab
Environmental Ethics in the Hadith: Building Ecological Awareness in the Era of Global Warming Amir, Sulaiman Muhammad; Julaiha P, Juli; Hasabalh, Hashim Mohammed Adam; Harahap, Alwi Padly
Diroyah : Jurnal Studi Ilmu Hadis Vol. 9 No. 2 (2025): Diroyah: Jurnal Studi Ilmu Hadis
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/diroyah.v9i2.39470

Abstract

Global warming has become a pressing issue that impacts the sustainability of life on Earth. This environmental crisis raises questions about how Islamic ethical values, especially those derived from the hadith, can play a role in building ecological awareness in modern society. The hadith as one of the main sources of Islamic teachings contains moral principles that can be interpreted in an environmental context, such as preserving nature, preventing damage, and treating living things fairly. This study aims to explore the ecological ethics contained in the hadith and its relevance to the issue of global warming. Using a descriptive-analytical qualitative method, this study analyzes the hadiths related to human responsibility towards nature and relates them to the concept of modern ecology. The study’s results indicate that the values of environmental ethics in the hadith provide a strong theological basis for Muslims to be actively involved in maintaining the balance of the ecosystem and reducing the impact of global warming. The main conclusion of this study is that Islamic teachings, through understanding the hadith, can make a significant contribution to building ecological awareness and real action in facing the global environmental crisis.
Martabat Kemanusiaan Dalam Al Quran Menurut Tafsir Al Azhar Karya Prof Hamka Kurniawan, Sandriya; Pulungan, Juli Julaiha
Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Vol 16 No 1 (2026): (In Progress)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47200/ulumuddin.v16i1.3125

Abstract

This study of the concept of human dignity in the Qur'an focuses on Prof. Hamka's interpretation in the Tafsir Al-Azhar. With thematic interpretation (tafsīr maudhū‘ī) it reveals how the Qur'an interprets human dignity as a divine gift as well as a moral mandate that demands ethical and social responsibility, especially in; QS. Al-Isrā’ [17]:70, QS. Al-Baqarah [2]:30, QS. At-Tīn [95]:4–5, QS. An-Nisā’ [4]:1, and QS. Al-Ḥujurāt [49]:13. The study found four main pillars of human dignity, namely divine creation, the mandate of the caliphate, equal social relations, and spiritual responsibility. The Al-Azhar Tafsir demonstrates contextual and progressive hermeneutic courage, making the Qur'an a guide to life that rejects all forms of discrimination and dehumanization. By integrating classical and modern interpretations, this study confirms that Islam offers a paradigm of human dignity that is in line with universal values ​​of justice and is relevant to responding to global humanitarian issues.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membelajarkan Pendidikan Seks Di SMP Swasta Budisatrya Medan Nur Latifah Lubis; Abdul Fattah Nasution; Juli Julaiha Pulungan
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Februari : Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v2i1.445

Abstract

This study, titled "Islamic Religious Education Teachers' Strategies in Teaching Sex Education at SMP Swasta Budisatrya Medan," is based on observations that many students at SMP Swasta Budisatrya Medan face challenges in understanding sex education content that is not explicitly stated in the curriculum. This research aims to analyze the strategies used by Islamic Religious Education (PAI) teachers in delivering sex education to students. The research method used is descriptive qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation at SMP Swasta Budisatrya Medan in the 2023/2024 academic year. Primary data sources are derived from observations and interviews, while secondary data sources are from school documents and archives. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion/verification. The results show that the strategies used by PAI teachers in teaching sex education include integrating relevant content into appropriate lessons, using lecture and discussion methods, and developing materials based on the teachers' personal experiences. These strategies are effective in enhancing students' understanding of sex education, despite challenges such as the lack of specific references and supporting teaching media. It is recommended that teachers continue to develop culturally and socially sensitive teaching strategies to address challenges in sex education.
Pengaruh Strategi Student Facilitator And Explaining Terhadap Minat Belajar Pendidikan Agama Islam di Kelas X OTKP SMKS Sinar Husni 1 BM Labuhan Deli Anisa Hayati Rahman; Mardianto; Juli Julaiha Pulungan
Quoba: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 1 (2024): 2024
Publisher : PT.Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qouba.v1i1.157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh strategi student facilitator and explaining terhadap minat belajar pendidikan agama Islam di Madinah kelas X OTKP SMKS Sinar Husni 1 BM Labuhan Deli. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen yaitu quasi eksperimental design dengan pendekatan nonequivalent control group design. Adapun yang menjadi populasi penelitian ini yaitu seluruh peserta didik yang beragama Islam di kelas X, sedangkan sampel penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas kontrol (X OTKP 1) dan kelas eksperimen (X OTKP 2). Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunnakan tes dan angket minat belajar. Kemudian dianalisis menggunakan uji t dengan jenis independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari strategi student facilitator and explaining terhadap minat belajar pendidikan agama Islam materi meneladani perjuangan dakwah Rasulullah saw. di Madinah kelas X OTKP SMKS Sinar Husni 1 BM Labuhan Deli. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi pada hasil instrumen tes dan angket yang lebih kecil dari 0.05. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi guru PAI dalam meningkatkan minat belajar siswa, khususnya pada materi meneladani perjuangan dakwah Rasulullah SAW. di Madinah
Analysis of the Hadith on the Tradition of Warding Of Disaster of the Banjar Tribe in Serdang Bedagai Sri Ulfa Rahayu; Rizqa Amelia; Juli Julaiha P
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 8 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v8i4.1660

Abstract

The tradition of tolak bala (repelling evil) is a cultural practice aimed at warding off disasters or calamities. The Banjar people, who live in Serdang Bedagai, North Sumatra, maintain this tradition as part of their cultural heritage, which they preserve and uphold. This study aims to analyze the practice of tolak bala from the perspective of the hadith of the Prophet Muhammad (peace be upon him). Through the analysis of the hadith, elements that align with Islamic teachings and those that contradict them can be identified, particularly those related to aspects of shirk (polytheism), or beliefs that are inconsistent with monotheism. This study uses a descriptive qualitative approach with data sources from the field and literature review.
Co-Authors Abdul Fattah Nasution Abdul Fattah Nasution Abdul Latif Harahap Adinda Putri Aulia Adinda Suciyandhani Afif, Tansri Riziq Hilman Agustia Hilma Ahmad Zuhri Aldair, Muhammad Diva Amroeni Drajat Anisa Hayati Rahman Annisa Pahira Nst Annisa Salsabila Asnil Aidah Ritonga Asriyani Pasaribu Atika Dhini Insani Nasution Aulia, Adinda Putri Aulia, Mizar Bagus, Muhammad Syah Bako, Nurhayati Berampu, Wantri Anggraini Dalimunthe, Aldi Wijaya Dede Khairani Diah Juliani Dilia Meylandri Sirait1 Dwi Nova Ardani Elin Suryani Fitri Randia Ningsih Harahap, Alwi Padly Hartono, Sidiq Hasabalh, Hashim Mohammed Adam Herdianto, Rudi Hidayat, Farhan Ihda, Shufiatul Ikhsan Akbar Handinata Iqbal Maulana Is, Fadhilah Khoiron, Fitra Kurniawan, Sandriya Kurniawan, Syukri Liza Aulia Br Manurung M, Mahariah M. Hafiz M. Ridho Alfattah M. Rivan Febriansyah Harahap Mardianto Mardianto Mardianto Mardianto, Mardianto Marpaung, Willi Rahim Mir-atun Shofiah Miranti Adelia Afda Muammar Muammar Muhammad Habibi Siregar Muhammad Hamdan Muhammad Syah Bagus Muhammad Syawal Karo-Karo Munthe, Hasanuddin Muzdalifah Rohami Harahap Nabila Nabila Nasution, Abdul Fattah Nasution, Muhammad Roihan Nazmi, Khairin Nilsya Rezeky Aprilia Dhalimunthe Novia Saputri Nur Aisyah Sitorus Nur Helmi Nur Latifah Lubis Nuratina Nuratina Nurhariyana Nurhariyana Nuriyati Nuriyati Nurul Annisa Khaidir Nurul Farhaini Pasaribu, Zakiyah Khairani Puspita Rima Melati Harahap Putri Zulaykha Qurrata Aini Rahayu, Sri Ulfa Rahma Humairah Nst Rahma, Afifatuh Rahmayeni Simanjuntak Rambe, Siti Aisyah Br. Rini Lestari Siregar Ririn Suryani Riswan Berutu Ritonga, Paisal Ipanda Rizqa Amelia Rollin Fadilah Hasibuan Salim Said Daulay Salsabila Nayla Sapri Sapri Sapri Shah, Akmal Sindi Fauziah Siregar, Rois Hamid Siswahyudianto Soiman, Soiman Sopan Sofian Sri Ulfa Rahayu Sri Ulfa Rahayu Sulaiman Muhammad Amir Susi Susanti Syarif, Fauzi Ahmad Vena Annisa Harahap Wardani, Liza Yazofa, Tartila Yuliana Andini Zakiyah Khairani Pasaribu Zukhruf Hafiz Rahimi Zulfahmi Lubis