p-Index From 2021 - 2026
5.942
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

TRADISI BARZANJI DAN MANAKIB SEBAGAI BASIS SOLIDARITAS SOSIAL: STUDI ETNOGRAFI MIGRAN DEMAK DI KECAMATAN KURUN, KALIMANTAN TENGAH Amin, Zulva Sahrul; Erawati, Desi; Wahid, Muhammad Irfan
Journal of Islamic Studies and Humanities Vol. 10 No. 1 (2025): Journal of Islamic Studies and Humanities
Publisher : UIN Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jish.v10i1.28880

Abstract

Komunitas perantau Demak di Kecamatan Kurun, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, telah melestarikan tradisi pembacaan Barzanji dan Manakib Syekh Abdul Qodir Jaelani sebagai warisan leluhur yang berfungsi tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai sarana penguatan identitas dan solidaritas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tradisi tersebut dalam menjaga kohesi sosial serta memahami kontribusi para tokoh masyarakat dalam melestarikannya. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembacaan Barzanji dan Manakib menjadi media kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai keikhlasan, kesabaran, dan penghormatan terhadap tokoh agama. Para tokoh masyarakat berperan penting sebagai penggagas, pendidik, dan penjaga kesinambungan tradisi dengan melibatkan generasi muda, khususnya dalam perayaan hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi dan Tahun Baru Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi ini memiliki nilai multidimensional: religius, sosial, budaya, dan edukatif, yang menjadikannya sebagai instrumen sosial dalam memperkuat solidaritas di kalangan perantau. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian tradisi keagamaan sebagai sarana integrasi sosial dan identitas budaya dalam masyarakat multikultural.
The Polemic of Child Custody Rights After DivorceBased On Islamic and Gender Justice Perspectives Adibah, Syifa; Patul, Hali; Melisa; Erawati, Desi
Syams Vol 6 No 2 (2025): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/dka74g69

Abstract

This paper aims to examine more deeply the polemics in child custody after divorce by reviewing Islamic perspectives and gender justice.This research uses a descriptive qualitative approach with a literature review method to analyze the polemics over childcare rights after divorce in the perspective of Islam and gender justice. This research shows that in the polemics over child custody after divorce, the main focus should not be on who is entitled to custody, but how the two parents, father and mother can work together in meeting the needs of love and welfare of the child. In the Islamic perspective, both father and mother have responsibilities towards children according to their respective roles. This research provides insight into how the concept of child custody in Islam can be applied fairly by considering the principles of gender justice and the best interests of the child. The results of this study can also be a reference for legal practitioners, policy makers, and parents in managing child custody in a more inclusive and child welfare-oriented manner.
Digitalisasi Filantropi Islam dalam Perspektif Max Weber: Rasionalisasi dan Spirit Religius dalam Pengelolaan Wakaf oleh BAZNAS Kabupaten Kapuas Bidin, Bidin; Pamungkas, Danu; Ariyanto, M.; Erawati, Desi
Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial Vol 6, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaiss.v6i3.4952

Abstract

AbstrakFilantropi Islam memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial-ekonomi umat melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Di era digital, transformasi teknologi telah mendorong perubahan signifikan dalam praktik filantropi Islam menuju sistem yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses rasionalisasi dan internalisasi nilai-nilai religius dalam implementasi wakaf digital oleh BAZNAS Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interpretatif, berlandaskan teori tindakan sosial Max Weber serta kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi wakaf di BAZNAS Kapuas merepresentasikan bentuk rasionalisasi tindakan sosial yang memadukan efisiensi teknologi dengan spiritualitas keagamaan. Implementasi wakaf digital terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat hingga 48% sekaligus menjaga nilai-nilai amanah, keikhlasan, dan kemaslahatan. Integrasi antara rasionalitas Weberian dan maqāṣid al-syarī‘ah menghasilkan model “rasionalisasi spiritual” dalam praktik filantropi Islam. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga filantropi Islam memperkuat sistem digital yang berorientasi pada nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah guna mewujudkan kemaslahatan umat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Filantropi Islam, Wakaf Digital, Rasionalisasi, Maqāṣid al-Syarī‘ah
Implementasi Bimbingan Kelompok dalam Penguatan Relasi Positif Antar Santriwati untuk Pencegahan Bullying di Pondok Tahfidz Kota Palangka Raya Rahmawati, Dewi; Halimah, Halimah; Anisa, Anisa; Erawati, Desi
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.565

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah terjadinya bullying antar santriwati melalui penerapan layanan bimbingan kelompok sebagai upaya memperkuat hubungan positif di Pondok Tahfidz Kota Palangka Raya. Sasaran kegiatan adalah 18 santriwati kelas VII di MTs Pondok Pesantren Bani Ibrahim. Berdasarkan hasil pengamatan awal, mereka masih kurang memahami perbedaan antara tindakan bercanda dan bullying, serta belum tahu bentuk, dampak, dan cara mencegahnya. Kegiatan dilaksanakan dengan metode bimbingan kelompok klasikal menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri dari penyampaian materi, diskusi kelompok, analisis kasus, dan refleksi. Untuk mengevaluasi kegiatan, digunakan tes awal dan tes akhir yang terdiri dari 20 soal, kemudian dianalisis dengan uji N-Gain untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santriwati mengenai bullying dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,66 dan 66,15%, yang termasuk dalam kategori sedang dan dianggap efektif. Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga memengaruhi sikap santriwati untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi sosial, mampu membangun hubungan yang baik, serta sadar dalam mencegah bullying di lingkungan pesantren. Dengan demikian, penerapan bimbingan kelompok terbukti efektif sebagai upaya pencegahan dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan harmonis.
Pelaksanaan Konseling Karier bagi Santri Kelas IX dalam Menentukan Pendidikan Lanjutan di Pondok Tahfidz Kota Palangkaraya Utari, Anisa Dwi; Norjanah, Norjanah; Erawati, Desi; Safitri, Arini
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.568

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membantu santri kelas IX di Pondok Pesantren Bani Ibrahim Palangka Raya yang mengalami kebingungan dalam menentukan pendidikan lanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-reflektif melalui observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan santri. Hasil kegiatan menunjukkan enam santri memiliki permasalahan utama berupa kebingungan dalam pemilihan jurusan, rendahnya kepercayaan diri, tekanan keluarga, serta keterbatasan informasi pendidikan lanjutan. Berdasarkan temuan tersebut, penyusunan konseling kelompok karir yang fokus pada eksplorasi diri, pendidikan karir, dan refleksi nilai-nilai Islam. Konseling kelompok karir ini merupakan pencapaian kegiatan utama pengabdian karena memberikan arah pendampingan karir yang lebih terstruktur, serta memberikan manfaat bagi santri dalam meningkatkan pemahaman potensi diri dan kesiapan dalam mengambil keputusan pendidikan lanjutan yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman.
Penyuluhan Psikoedukatif untuk Meningkatkan Kesehatan Mental dan Motivasi Akademik Siswa Madrasah Ibtidaiyah Hasanah, Raudatul; Khasanah, Ayu uswatun; Safitri, Arini; Erawati, Desi; Karimi, Muhammad Hafiz
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 8 No. 1 (2026): Januari (In Progress)
Publisher : Lembaga Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v8i1.5190

Abstract

Abstrak Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa Madrasah Ibtidaiyah mengenai kesehatan mental, pengenalan emosi, serta motivasi akademik. Kegiatan diawali dengan asesmen kebutuhan melalui observasi kelas, wawancara guru, serta mengidentifikasi permasalahan belajar dan emosional yang dialami siswa. Selanjutnya penyuluhan dilakukan dengan metode psikoedukasi partisipatif melalui permainan pemantik, ceramah interaktif, dan media visual untuk memudahkan siswa memahami konsep psikologis yang abstrak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali lebih banyak jenis emosi, memahami hubungan antara pikiran, perasaan, dan perilaku, serta menerapkan strategi regulasi emosi sederhana seperti teknik pernapasan dan berbagi cerita dengan orang dewasa. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan motivasi belajar melalui penyusunan tujuan harian serta kesadaran untuk meminta bantuan ketika mengalami kesulitan. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap literasi emosional dan motivasi akademik siswa sehingga berpotensi mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih sehat dan suportif.
Julia Kristeva Intertextual Reconfiguration of Interpretation of Rūḥ al-Qudus: An Analysis of Tafsīr ath-Ṭhabarī and al-Kabīr on Q.S. Al-Baqarah [2]:87 Pratama, Masrul Maulana; Erawati, Desi; Faridatunnisa, Nor; Mualimin, Mualimin
Jurnal Ushuluddin Vol 33, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v33i2.38735

Abstract

This study is based on different interpretations of the concept of Rūḥ al-Qudus in classical and medieval exegesis. The aim of this study is to examine how this concept is presented in Tafsīr al-Ṭabarī and Tafsīr al-Rāzī and how Julia Kristeva's theory of intertextuality can illustrate the semantic relationships between the two. Through a qualitative-descriptive approach and an intertextual analysis of Jāmi‘ al-Bayān and al-Tafsīr al-Kabīr, this study concludes that al-Ṭabarī understands Rūḥ al-Qudus theocentrically and literally as the angel Jibrīl, i.e. as a divine mediator who acts as an enabler and bringer of revelations, based on the consensus of the traditions of the Companions and Tabi‘in. In contrast, al-Rāzī reinterprets this concept in a rational-philosophical manner, namely as quwwah rabbāniyyah, i.e. as a divine power that animates the spiritual consciousness ofhuman beings and enlivens their intellectual and moralcapacities. An intertextual analysis shows that al-Rāzī not onlyadopts al-Ṭabarī's view, but also undertakes a transformation ofmeaning through theological elaboration and metaphysicalspeculation, which expands the ontological position of Rūḥ al-Qudus in the discourse of revelation. This study contributes tointroducing the application of Kristeva's intertextuality model inexegesis and explaining the process of reconfiguring the meaningof Rūḥ al-Qudus in the intellectual dialogue between the classicaland medieval periods
Pendidikan dan Dinamika Perubahan Sosial di Era Globalisasi Latifah; Normuslim; Erawati, Desi
EduCurio: Education Curiosity Vol 4 No 2 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/ecu.v4i2.1668

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi, mobilitas sosial yang semakin tinggi, serta interaksi budaya yang semakin luas menjadikan pendidikan tidak lagi berada dalam ruang yang statis, tetapi menjadi bagian dari dinamika perubahan sosial yang kompleks. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan dan perubahan sosial di era globalisasi serta bagaimana pendidikan berperan dalam merespons berbagai transformasi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis berbagai literatur yang relevan terkait pendidikan, globalisasi, dan teori perubahan sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial yang mampu membentuk nilai, sikap, serta pola pikir masyarakat dalam menghadapi tantangan global. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial yang mendorong terciptanya masyarakat yang adaptif, kritis, dan inovatif. Oleh karena itu, sistem pendidikan perlu terus beradaptasi dengan dinamika globalisasi agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompeten serta memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Model Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Pengembangan Potensi Diri Siswa Kelas XI di Sekolah Madrasah Aliyah Danil, Irma Rahma; Safnah, Safnah; Alifya, Fadya; Aulia, Aulia; Erawati, Desi
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v2i1.77

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan layanan konseling kelompok berbasis pengembangan potensi diri bagi siswa kelas XI di Sekolah Hidayatul Insan. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa, kesulitan mengenali potensi pribadi, lemahnya manajemen waktu, kecenderungan prokrastinasi, serta tekanan akademik yang memengaruhi motivasi belajar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan need assessment, penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL), pelaksanaan sesi konseling kelompok, dan evaluasi. Intervensi utama menggunakan teknik strength bombardment untuk membantu siswa mengidentifikasi dan menguatkan aspek positif diri melalui dinamika kelompok yang suportif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, keterbukaan dalam mengungkapkan hambatan akademik dan emosional, serta tumbuhnya kesadaran terhadap kekuatan pribadi. Evaluasi akhir memperlihatkan peningkatan kepercayaan diri, motivasi belajar, kemampuan regulasi emosi, serta perbaikan dalam manajemen waktu. Dengan demikian, layanan konseling kelompok berbasis pengembangan potensi diri efektif dalam mendukung perkembangan akademik dan personal siswa.
Humanization of Islamic Education in the Perspective of Contemporary Social Theory Latifah; Hilmy, Masdar; Erawati, Desi
JIS: Journal Islamic Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jis.v4i1.1667

Abstract

The humanization of education is an important agenda in the development of Islamic education amid the dynamics of modern social life. Islamic education does not merely function as a process of transmitting religious knowledge, but also as a means of shaping complete human beings who possess dignity and social awareness. This article aims to analyze the concept of the humanization of Islamic education from the perspective of contemporary social theory and its relevance to current educational practices. This study employs a qualitative approach using a library research method by examining various literature related to Islamic education, social theory, and modern educational thought. The results of the study indicate that the humanization of Islamic education is aligned with several contemporary social theories, such as humanistic theory, social constructivism theory, and critical theory in education. Fundamental values in Islam such as justice, compassion, equality, and respect for human dignity serve as essential foundations in building a humanistic educational paradigm. In the context of modern education, the humanization approach can be realized through dialogical learning, strengthening the values of empathy, and developing students’ social awareness. Therefore, the integration of Islamic educational principles and contemporary social theory can serve as a strategic foundation in building an educational system that is not only oriented toward cognitive aspects but also toward character formation and humanitarian awareness.