p-Index From 2021 - 2026
5.621
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Julia Kristeva Intertextual Reconfiguration of Interpretation of Rūḥ al-Qudus: An Analysis of Tafsīr ath-Ṭhabarī and al-Kabīr on Q.S. Al-Baqarah [2]:87 Pratama, Masrul Maulana; Erawati, Desi; Faridatunnisa, Nor; Mualimin, Mualimin
Jurnal Ushuluddin Vol 33, No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jush.v33i2.38735

Abstract

This study is based on different interpretations of the concept of Rūḥ al-Qudus in classical and medieval exegesis. The aim of this study is to examine how this concept is presented in Tafsīr al-Ṭabarī and Tafsīr al-Rāzī and how Julia Kristeva's theory of intertextuality can illustrate the semantic relationships between the two. Through a qualitative-descriptive approach and an intertextual analysis of Jāmi‘ al-Bayān and al-Tafsīr al-Kabīr, this study concludes that al-Ṭabarī understands Rūḥ al-Qudus theocentrically and literally as the angel Jibrīl, i.e. as a divine mediator who acts as an enabler and bringer of revelations, based on the consensus of the traditions of the Companions and Tabi‘in. In contrast, al-Rāzī reinterprets this concept in a rational-philosophical manner, namely as quwwah rabbāniyyah, i.e. as a divine power that animates the spiritual consciousness ofhuman beings and enlivens their intellectual and moralcapacities. An intertextual analysis shows that al-Rāzī not onlyadopts al-Ṭabarī's view, but also undertakes a transformation ofmeaning through theological elaboration and metaphysicalspeculation, which expands the ontological position of Rūḥ al-Qudus in the discourse of revelation. This study contributes tointroducing the application of Kristeva's intertextuality model inexegesis and explaining the process of reconfiguring the meaningof Rūḥ al-Qudus in the intellectual dialogue between the classicaland medieval periods
Model Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Pengembangan Potensi Diri Siswa Kelas XI di Sekolah Madrasah Aliyah Danil, Irma Rahma; Safnah, Safnah; Alifya, Fadya; Aulia, Aulia; Erawati, Desi
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v2i1.77

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan layanan konseling kelompok berbasis pengembangan potensi diri bagi siswa kelas XI di Sekolah Hidayatul Insan. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa, kesulitan mengenali potensi pribadi, lemahnya manajemen waktu, kecenderungan prokrastinasi, serta tekanan akademik yang memengaruhi motivasi belajar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan need assessment, penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL), pelaksanaan sesi konseling kelompok, dan evaluasi. Intervensi utama menggunakan teknik strength bombardment untuk membantu siswa mengidentifikasi dan menguatkan aspek positif diri melalui dinamika kelompok yang suportif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, keterbukaan dalam mengungkapkan hambatan akademik dan emosional, serta tumbuhnya kesadaran terhadap kekuatan pribadi. Evaluasi akhir memperlihatkan peningkatan kepercayaan diri, motivasi belajar, kemampuan regulasi emosi, serta perbaikan dalam manajemen waktu. Dengan demikian, layanan konseling kelompok berbasis pengembangan potensi diri efektif dalam mendukung perkembangan akademik dan personal siswa.
Pengaruh Sosiokultural dan Pembelajaran Digital terhadap Keterlibatan dan Moral Siswa MA Sirajul Huda Kuala Kapuas Arbainsyah, Arbainsyah; Erawati, Desi; Hilmy, Masdar Hilmy
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1366-1377

Abstract

Perubahan sosial budaya dan perkembangan teknologi digital di lingkungan madrasah, menuntut pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang dapat memengaruhi keterlibatan belajar serta perkembangan moral siswa. Unsur sosiokultural, sikap sosial, dan penggunaan pembelajaran digital dipandang berpotensi berperan dalam proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor sosiokultural, sikap sosial, dan pembelajaran digital terhadap keterlibatan belajar serta perkembangan moral siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang dilakukan pada siswa Madrasah Aliyah Sirajul Huda Kuala Kapuas melalui penyebaran kuesioner sebagai data primer. Adapun data sekunder dikumpulkan melalui naskah akademik berupa jurnal nasional dan internasional terakreditasi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi untuk melihat pengaruh masing-masing variabel, tahap teknik analisis antara lain, analisis statistik yakni uji asumsi klasik meliputi uji normalitas residual dengan normal p-plot. uji multikolinineratis dan uji heteroskedasitas, kemudian uji regresi linear berganda yakni uji-t, uji-f dan koefisien determinasi (R2).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama ketiga variabel berkaitan dengan keterlibatan belajar dan perkembangan moral siswa. Secara parsial, faktor sosiokultural terutama yang berkaitan dengan norma gender menunjukkan pengaruh yang signifikan, sedangkan sikap sosial dan pembelajaran digital tidak menunjukkan pengaruh yang berarti. Berdasarkan hasil, menunjukkan bahwa keterlibatan belajar dan perkembangan moral siswa tidak hanya dipengaruhi oleh teknologi atau sikap sosial, tetapi juga oleh faktor lain seperti motivasi belajar, efikasi diri, keterampilan digital siswa dan dukungan guru serta sekolah.
HADITH SEARCH TRENDS ON GOOGLE IN INDONESIA REFLECT SOCIO-POLITICAL INFLUENCES AND ITS IMPLICATIONS (2020-2024) Monady, Hanief; Hilmy, Masdar; Erawati, Desi
RIWAYAH Vol 11, No 2 (2025): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v11i2.32280

Abstract

In the digital era, the internet has become a primary source for the public in seeking religious knowledge, including Hadith. The trend of Hadith searches on Google reflects society’s responses to the socio-political dynamics occurring within a given period. This study aims to examine the patterns of Hadith searches on Google from 2020 to 2024 and analyze the socio-political factors influencing fluctuations in these trends. The urgency of this research lies in the importance of understanding how society utilizes Hadith as a reference in responding to emerging issues, as well as its implications for religious understanding in Indonesia. This study adopts a qualitative approach, employing historical methods and digital data analysis. Data on Hadith search trends were collected through Google Trends and analyzed based on the evolving thematic patterns that emerged annually. Subsequently, the socio-political factors influencing these trends were examined by referring to national events occurring during the same period. The findings reveal that Hadith search trends experienced significant increases during certain periods, particularly in connection with political events, government policies, and religious-social issues. Dominant search themes include leadership, social ethics, and tolerance, reflecting a societal demand for moral guidance in addressing socio-political challenges. These findings underscore that digitalization has transformed the way people access and interpret Hadith, highlighting the need for both digital and religious literacy to ensure accurate and contextual interpretations. [Dalam era digital, internet telah menjadi sumber utama bagi masyarakat dalam mencari informasi keagamaan, termasuk hadis. Tren pencarian hadis di Google mencerminkan respons masyarakat terhadap dinamika sosial-politik yang terjadi dalam suatu periode. Penelitian ini berupaya mengkaji pola pencarian hadis di Google selama tahun 2020-2024 serta menganalisis faktor sosial-politik yang memengaruhi fluktuasi tren tersebut. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami bagaimana masyarakat menggunakan hadis sebagai rujukan dalam merespons isu-isu yang berkembang, serta implikasinya terhadap pemahaman keagamaan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis dan analisis data digital. Data tren pencarian hadis dikumpulkan melalui Google Trends, kemudian dianalisis berdasarkan pola perubahan tema yang muncul setiap tahunnya. Selanjutnya, faktor sosial-politik yang memengaruhi tren tersebut dikaji dengan merujuk pada peristiwa nasional yang terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren pencarian hadis mengalami peningkatan signifikan pada periode tertentu yang berkaitan dengan peristiwa politik, kebijakan pemerintah, serta isu-isu sosial keagamaan. Tema yang dominan dalam pencarian mencakup kepemimpinan, etika sosial, dan toleransi, yang mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap landasan moral dalam menghadapi tantangan sosial-politik. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi telah mengubah cara masyarakat mengakses dan memahami hadis, sehingga diperlukan upaya literasi digital dan keagamaan untuk memastikan interpretasi yang tepat dan kontekstual.]
Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran Matematika Kelas 1 SD Negeri 6 Pajar Bulan Erawati, Desi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v5i6.84421

Abstract

The aim of this research is to increase student motivation and learning outcomes through the application of the problem based learning model in grade 1 mathematics at SD Negeri 6 Pajar Bulan. The research carried out was Class Action Research (PTK) in 2 cycles. Each cycle consists of two meetings. The stages of each cycle are planning, implementation, observation and reflection. At each meeting, a pre-test and post-test are carried out to determine the students' progress. In cycle II, 76% of students completed the post test. In cycle II, 92% of students completed the post test. These results show that the Problem Based Learning (PBL) learning model can increase student motivation and learning outcomes, especially in class I mathematics subjects at SD Negeri 6 Pajar Bulan.
Kinship Relations and Geographic Constraints in the Social Integration of Meratus Muslim Converts: A Case Study from Patikalain, Indonesia Ansari, M. Sandri; Hilmy, Masdar; Erawati, Desi
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v7i2.10203

Abstract

Religious conversion in remote indigenous communities involves both changes in religious affiliation and the reorganization of social relationships and access to religious resources. Previous studies of Meratus Muslim converts have examined religious guidance, economic empowerment, and cultural adaptation, but the interaction between kinship relations and geographically constrained institutional access remains less clearly understood. This qualitative single-case study examines how these conditions shaped the social integration experiences of Muslim converts in Patikalain, South Kalimantan, Indonesia. Data were collected between February and March 2026 through semi-structured interviews with two converts, a customary leader, and an Islamic preacher, supplemented by four field visits and a review of the 2024 local profile. The data were analyzed through iterative coding, categorization, data display, and theoretically informed interpretation. The two converts described different kinship-mediated pathways to Islam: gradual parental socialization and social validation through observing relatives and community members. The customary leader reported no open conflict over conversion, while field observations and the preacher’s account indicated that difficult access, long distances, and limited communication constrained the regularity of formal religious guidance. The findings identify kinship relations as an immediate source of social connection and geographic conditions as a constraint on institutional religious access. These patterns are context-specific and support the need for regular, culturally responsive guidance rather than a standardized model of intervention.