Claim Missing Document
Check
Articles

Character Education for Adults: A Phenomenological Overview of Future Social Realities Lutfi, Saiful; Erawati, Desi
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities Vol 8, No 2 (2025): April
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jr.v8i2.46573

Abstract

While character education has focused on children and adolescents, adults also face complex moral challenges. This study aims to understand how adults shape and strengthen their character amidst social, technological and value changes. Using a phenomenological qualitative approach, data was collected through in-depth interviews with 12 adult participants from various professions, and analysed using Moustakas' (1994) stages. The results showed that character in adults is a dynamic process influenced by critical reflection on life experiences, as well as adaptation to changing social contexts. The social environment and community proved to be an important space for authentic value learning, providing dialog, social practice, and spiritual reinforcement. Despite facing dissonance between personal values and social norms, participants showed hope for character transformation through open dialog and community support. This research concludes that adult character education needs to be reflective, participatory and community-based, and offers a model of character learning that is relevant for adult individuals as adaptive and critical moral agents in modern society.
PROBLEMATIK PROGRAM PUSAKA SAKINAH KEGIATAN BIMBINGAN RAHASIA NIKAH DI KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN PAHANDUT KOTA PALANGKA RAYA Auliya, Aisah Zahrotul; Erawati, Desi; Safitri, Arini; Basir, Abdul
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 6, No 3 (2023): November
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v6i3.361

Abstract

Program pusaka sakinah dalam kegiatan Bimbingan Rahasia Nikah (Berkah) dilakukan untuk memberikan pendampingan dan bimbingan bagi calon pengantin dan pasangan pasca menikah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui problematik program pusaka sakinah kegiatan bimbingan rahasia nikah (Berkah) yang dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Pahandut untuk mengurangi angka perceraian, mewujudkan ketahanan keluarga, dan membangun keluarga sakinah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif berdasarkan teori belajar Islam oleh M. Utsman Najati, yaitu aspek teori belajar akhlaq, yang terdiri dari taqlid (tiruan), ta’wid (Pembiasaan), dan tajribah wa khatha’ (trial and error). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan analisis dokumen terkait program pusaka sakinah. Informan dalam penelitian ini adalah penerima layanan yang berjumlah 6 orang (tiga pasang) calon pengantin atau pasangan pasca menikah dari tiga angkatan, panitia, dan pemateri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan  program pusaka sakinah kegiatan bimbingan rahasia nikah (Berkah) di KUA Kecamatan Pahandut permasalahannya terdapat di panitia dan peserta. Permasalahan yang ada pada peserta (calon pengantin dan Pasangan pasca menikah) memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, dan yang terjadi pada panitia yaitu waktu pelaksanaan kegiatan dan pendampingan yang kurang.
HUBUNGAN KEPRIBADIAN INTROVER DENGAN KECEMASAN SOSIAL PADA MAHASISWA IAIN PALANGKA RAYA Mahmudah, Fiana; Erawati, Desi; Mz, Ihsan
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v4i2.76

Abstract

Social anxiety is a condition which can result guilty feeling, afraid of making mistakes, low self-confidence, and avoiding negative views of others. Introvert students are often thought as a closed personality in social interaction. This study aims to identify the relationship between introvert personality and social anxiety in Islamic State Institute of Palangka Raya (IAIN) students. This type of research is corelational quantitative. Respondents involved in this study were 195 people. The 2017 generation of IAIN Palangka Raya students was considered homogeneous, thus using simple random sampling technique. The questionnaire used is an EPI scale and the SAS-A scale. The results showed that 99 students from four faculties have introvert personality consisting of 21 male and 78 female students. Students with introvert personality experienced social anxiety in the lower category consisted of 6 respondents (6.1%), the medium category 60 (60,6%) and the high category 33 (33.3%). The relationship between introvert personality and social anxiety obtained a correlation coefficient of -0.293 which in the low category. The value of rcount is higher than rtable (-0.198). The significance value of 0.003 is smaller than 0.05. The (-) sign before the correlation number indicates non-directional correlation. Thus there is a significant negative correlation between introvert personality and social anxiety in IAIN Palangka Raya students. 
PERILAKU PROSOSIAL REMAJA PASCA PANDEMI COVID-19 DI MA RAUDHATUL JANNAH KOTA PALANGKA RAYA Husaini, M. Fahmi; Erawati, Desi; Safitri, Arini; Rafi'i, R
Al-Isyraq: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, dan Konseling Islam Vol 6, No 3 (2023): November
Publisher : PABKI (Perkumpulan Ahli Bimbingan dan Konseling Islam) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59027/alisyraq.v6i3.344

Abstract

Pandemi Covid-19 banyak mengubah dunia dari berbagai aspek, termasuk perilaku prososial pada remaja. Perilaku prososial mengacu pada tindakan sukarela yang dimaksudkan untuk membantu atau menguntungkan individu lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku prososial remaja pasca pandemi Covid-19 pada siswa MA Raudhatul Jannah kota Palangka Raya, dengan menggunakan metode yang digunakan dalam penelitian tersebut adalah metode kualitatif penomonologi, dengan menggunakan teknik pemilihan sample purposive sampling yaitu penentuan sample dengan kriteria tertentu. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru bimbingan konseling dan sepuluh siswa kelas XI yang menempuh pendidikan di MA Raudhatul Jannah Palangka Raya. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa MA Radhatul Jannah kota Palangka Raya cukup antusias dengan adanya kegiatan prososial. 
Membangun Ekonomi Islam Berbasis Tradisi di Kalimantan Selatan (Tinjauan Teori Max Weber) Abas, M. Sirojudin; Fadholina, Cania Ainusifa; Erawati, Desi
Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi Vol. 10 No. 1 (2024): Neraca: Jurnal Pendidikan Ekonomi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/neraca.v10i1.7344

Abstract

Membangun ekonomi Islam melalui pelaksanaan prinsip ekonomi Islam telah dilaksanakan oleh masyarakat Kalimantan Selatan khususnya masyarakat banjar pada saat haul Guru Sekumpul yang dikenal sebagai tokoh ulama yang seorang tokoh ulama yang masyhur di kalangan masyarakat khususnya di wilayah Banjarmasin. Tradisi haul Guru Sekumpul setiap tahun dilaksanakan sebagai bukti kemasyhuran dan nama besar sosok Guru Sekumpul. Prinsip tersebut adalah berbagi makan dan minum menjadi kebiasaan yang tidak lepas dari rangkaian acara haul Guru Sekumpul. Tulisan ini bertujuan untuk meninjau pelaksanaan prinsip ekonomi Islam yang menjadi tradisi masyarakat Banjar yaitu berbagi makan dan minum saat haul Kiyai Haji Zaini Abdul Ghani atau yang masyhur disebut Guru Sekumpul Martapura dalam pandangan teori Max Weber. Pendekatan dalam kajian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode studi kepustakaan. Sumber primernya mengacu pada banyak  literatur dari beberapa sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat motif atau alasan masyarakat Banjar dalam melakukan suatu tindakan di antaranya yaitu tindakan tradisional, tindakan afektif, tindakan rasionalitas instrumental, dan tindakan rasionalitas nilai. Tradisi berbagi makanan dan minuman ini menjadi cerminan kuat dari nilai-nilai agama dalam melaksanakan prinsip ekonomi Islam dan memupuk solidaritas, kebersamaan, serta tanggung jawab sosial di antara anggota masyarakat.
Penerapan Konseling Individual Untuk Remaja Dengan Self-Esteem Rendah di Sekolah Menengah Pertama Kota Palangka Raya Kamila, Bina Aulia; Mulyaningsih, Dian; Erawati, Desi
Journal of Humanity Dedication Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Humanity Dedication
Publisher : Institut Agama Islam Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55062/https://doi.org/10.55062//JABDIMAS.2024.v2i2/652/5

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of individual counseling interventions using a Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach in improving the Self-Esteem and social skills of adolescents who experience low Self-Esteem. The results of the study showed that through four stages of meetings, the intervention succeeded in improving client behavior significantly. The initial stage shows that the client is not yet fully aware of the problem of low Self-Esteem, but with the counselor's approach to building a good relationship, the client begins to consider making changes. The final stage shows significant changes in the client's social skills and self-confidence through positive interactions with friends. During the counseling process, counselors also utilize verse 119 of Surah An-Nisa as a warning against negative thoughts and self-defeating behavior. This research shows that individual counseling interventions with a CBT approach have great potential in improving the Self-Esteem and social skills of adolescents who experience low Self-Esteem, although further research is needed to measure the long-term effects.
Persepsi Siswa Tentang Pernikahan Dini Pada Remaja Di Pegatan Hulu Nissa, Choirun; Erawati, Desi; Pamungkas, Ari
JURNAL KONSELING GUSJIGANG Vol 9, No 1 (2023): Jurnal Konseling Gusjigang Juni 2023
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jkg.v9i1.8789

Abstract

The number of teenagers of school age who are still doing early marriage, especially in Pegatan Hulu has an impact on births. The purpose of this study was to determine how school students' perceptions of early marriage and the factors causing early marriage. This type of research is qualitative with a descriptive approach that describes an event that is currently happening. Furthermore, identifying informants using purposive sampling techniques based on the criteria for the average age of 15-18 years, totaling 10 students from two schools. The location of this research is at SMAN 1 Katingan Hulu and Madrasah Aliyah Al-Ma'arif in Pegatan Hulu, Katingan Kuala District. Data were collected by interview and observation which were analyzed using data reduction, data presentation, and verification or data withdrawal. From the findings, it was obtained that students' perceptions of early marriage were marriages under the age of 19 years by teenage boys and girls. With various factors, one of which is economic factors, pregnancy out of wedlock, dropping out of school, and promiscuity.
The Polemic of Child Custody Rights After DivorceBased On Islamic and Gender Justice Perspectives Adibah, Syifa; Patul, Hali; Melisa; Erawati, Desi
Syams Vol 6 No 2 (2025): Syams: Jurnal Kajian Keislaman
Publisher : Faculty Ushuluddin, Adab, and Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/dka74g69

Abstract

This paper aims to examine more deeply the polemics in child custody after divorce by reviewing Islamic perspectives and gender justice.This research uses a descriptive qualitative approach with a literature review method to analyze the polemics over childcare rights after divorce in the perspective of Islam and gender justice. This research shows that in the polemics over child custody after divorce, the main focus should not be on who is entitled to custody, but how the two parents, father and mother can work together in meeting the needs of love and welfare of the child. In the Islamic perspective, both father and mother have responsibilities towards children according to their respective roles. This research provides insight into how the concept of child custody in Islam can be applied fairly by considering the principles of gender justice and the best interests of the child. The results of this study can also be a reference for legal practitioners, policy makers, and parents in managing child custody in a more inclusive and child welfare-oriented manner.
Digitalisasi Filantropi Islam dalam Perspektif Max Weber: Rasionalisasi dan Spirit Religius dalam Pengelolaan Wakaf oleh BAZNAS Kabupaten Kapuas Bidin, Bidin; Pamungkas, Danu; Ariyanto, M.; Erawati, Desi
Jurnal Al Azhar Indonesia Seri Ilmu Sosial Vol 6, No 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaiss.v6i3.4952

Abstract

AbstrakFilantropi Islam memiliki peran strategis dalam pembangunan sosial-ekonomi umat melalui instrumen zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Di era digital, transformasi teknologi telah mendorong perubahan signifikan dalam praktik filantropi Islam menuju sistem yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses rasionalisasi dan internalisasi nilai-nilai religius dalam implementasi wakaf digital oleh BAZNAS Kabupaten Kapuas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan interpretatif, berlandaskan teori tindakan sosial Max Weber serta kerangka maqāṣid al-syarī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi wakaf di BAZNAS Kapuas merepresentasikan bentuk rasionalisasi tindakan sosial yang memadukan efisiensi teknologi dengan spiritualitas keagamaan. Implementasi wakaf digital terbukti meningkatkan partisipasi masyarakat hingga 48% sekaligus menjaga nilai-nilai amanah, keikhlasan, dan kemaslahatan. Integrasi antara rasionalitas Weberian dan maqāṣid al-syarī‘ah menghasilkan model “rasionalisasi spiritual” dalam praktik filantropi Islam. Penelitian ini merekomendasikan agar lembaga filantropi Islam memperkuat sistem digital yang berorientasi pada nilai-nilai maqāṣid al-syarī‘ah guna mewujudkan kemaslahatan umat secara berkelanjutan. Kata Kunci: Filantropi Islam, Wakaf Digital, Rasionalisasi, Maqāṣid al-Syarī‘ah
Model Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Pengembangan Potensi Diri Siswa Kelas XI di Sekolah Madrasah Aliyah Danil, Irma Rahma; Safnah, Safnah; Alifya, Fadya; Aulia, Aulia; Erawati, Desi
Abdi Nusantara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): ABDI NUSANTARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : PT Media Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64198/abdinusantara.v2i1.77

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan layanan konseling kelompok berbasis pengembangan potensi diri bagi siswa kelas XI di Sekolah Hidayatul Insan. Program ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kepercayaan diri siswa, kesulitan mengenali potensi pribadi, lemahnya manajemen waktu, kecenderungan prokrastinasi, serta tekanan akademik yang memengaruhi motivasi belajar. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan need assessment, penyusunan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL), pelaksanaan sesi konseling kelompok, dan evaluasi. Intervensi utama menggunakan teknik strength bombardment untuk membantu siswa mengidentifikasi dan menguatkan aspek positif diri melalui dinamika kelompok yang suportif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi aktif, keterbukaan dalam mengungkapkan hambatan akademik dan emosional, serta tumbuhnya kesadaran terhadap kekuatan pribadi. Evaluasi akhir memperlihatkan peningkatan kepercayaan diri, motivasi belajar, kemampuan regulasi emosi, serta perbaikan dalam manajemen waktu. Dengan demikian, layanan konseling kelompok berbasis pengembangan potensi diri efektif dalam mendukung perkembangan akademik dan personal siswa.