Claim Missing Document
Check
Articles

Narasi Ekosemiotik Kultural dalam Novel Tanjung Kemarau Karya Royyan Julian: Resistensi Budaya dan Advokasi Lingkungan di Madura Agik Nur Efendi; Anas Ahmadi; Titik Indarti; Magfirotul Hamdiah; Diah Kusyani; Wa Mirna; Siti Nurjanah; Rahma Anugraheny
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21446

Abstract

This study examines the novel Tanjung Kemarau by Royyan Julian through an ecosemiotic perspective to explore cultural resistance and environmental advocacy in Madura Island. The primary focus of this research is how cultural symbols and narratives in the novel reflect the close relationship between the local community and the environment, particularly the mangrove forests. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes the symbolism and meanings related to ecological and cultural issues in the novel. The findings show that mangrove forests are not only viewed as physical ecosystems but also as sacred spaces revered by the community. Mystical figures such as Nyai Rasera and the village cleansing rituals are depicted as part of the community's efforts to preserve the environment and resist commercial exploitation. The novel serves as a form of resistance against environmentally destructive modernization practices, while also acting as an advocacy tool emphasizing the importance of preserving cultural values in ecological conservation. This research enriches the discourse of ecosemiotics in Indonesian literary studies and highlights the potential of literature as a medium for culturally-based environmental advocacy.
Suara Ekofeminis dalam Narasi Pedesaan di Jawa: Kajian Gender dan Alam dalam Novel Ronggeng Dukuh Paruk Karya Ahmad Tohari Abd. Wafir Ramadhani; Agik Nur Efendi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21611

Abstract

This study examines the relationship between women and nature in Ahmad Tohari’s novel Ronggeng Dukuh Paruk through Susan Griffin’s ecofeminist perspective. The research is grounded in the view that women and nature are often positioned as objects of patriarchal domination, yet at the same time hold the potential for resistance and ecological recovery. The aim of this study is to describe four central aspects of Griffin’s thought, namely (1) women as guardians of nature, (2) the feminization of nature and the naturalization of women, (3) roar as a symbol of resistance, and (4) the ethics of care and the interconnectedness between women and the environment. The method employed is descriptive qualitative with reading-note techniques and interpretative analysis of the novel’s narrative. The findings show that the character Srintil represents both the female body and nature silenced by social structures, yet still preserves spiritual strength, ecological awareness, and a form of silent resistance. Srintil’s inner bond with the Dukuh Paruk landscape demonstrates the role of women as agents in restoring human–nature relations through the integration of cultural, spiritual, and ecological values. These findings reaffirm the relevance of ecofeminism as a critical perspective in Indonesian literary studies as well as a futurological foundation for envisioning a more just, empathetic, and sustainable society. Thus, the novel not only presents cultural and ecological narratives, but also provides insights into the strategic role of women in socio-ecological transformation.Penelitian ini menelaah keterkaitan antara perempuan dan alam dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari melalui pendekatan ekofeminisme Susan Griffin. Penelitian ini didasarkan pada pandangan bahwa perempuan dan alam kerap menjadi objek dominasi patriarki, tetapi pada saat yang sama memiliki potensi resistensi dan pemulihan ekologi. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan empat aspek utama pemikiran Susan Griffin, yaitu (1) perempuan sebagai penjaga alam, (2) feminisasi alam dan naturalisasi perempuan, (3) roar sebagai simbol perlawanan, dan (4) etika kepedulian serta keterhubungan perempuan dengan lingkungan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik baca-catat dan analisis interpretatif terhadap narasi dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Srintil merepresentasikan tubuh perempuan sekaligus alam yang dibungkam oleh struktur sosial, namun tetap menyimpan kekuatan spiritual, kesadaran ekologi, dan perlawanan senyap. Kedekatan batin Srintil dengan lanskap Dukuh Paruk memperlihatkan perempuan berperan sebagai agen pemulih relasi manusia dengan alam melalui perpaduan nilai budaya, spiritual, dan ekologi. Temuan ini menegaskan relevansi ekofeminisme sebagai perspektif kritis dalam studi sastra Indonesia serta sebagai pijakan futurologis untuk membayangkan masyarakat yang lebih adil, empatik, dan berkelanjutan. Dengan demikian, novel ini tidak hanya memuat narasi kultural dan ekologis, tetapi juga membuka wawasan mengenai peran strategis perempuan dalam transformasi sosial-ekologi.
Feminisme Eksistensialis dalam Cerpen Perempuan Yang Menikahi Tubuhnya Sendiri Karya M. Rifdhal Ais Annafis: Perspektif Simone De Beauvoir Nora Erika Aulia; Agik Nur Efendi
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21651

Abstract

The meaning of freedom for a woman does not only include equality in terms of work, opinion, or decision-making, but also the right to live free from patriarchal views, sexual violence, and subordination. Existentialist feminism presents as a critique of patriarchal domination and the labeling of the other or "other" against the position of women. This study aims to examine the existence of women in the short story "Women Who Married Their Own Bodies" by M Rifdal Ais Annafis using Simone De Beauvoir's existentialist feminism approach, while also exploring its potential as critical literacy material in future literary education. The method used in this study is a qualitative descriptive method with library study data collection techniques and reading and note-taking techniques. The data analysis technique uses content analysis with the stages of data reduction, data presentation, interpretation, and drawing conclusions. The results of the study show that the female characters in the short story experience social and family pressure, but try to resist through existential awareness and affirmation of their bodies and choices. The phenomenon of subordination against women is also found, revealed through the exposure of cases of murder and harassment of teenage girls. Thus, this research not only expands the study of existentialist feminism in literature, but also contributes to the development of literary education that is inclusive, reflective, and responsive to issues of gender equality in the current and future social context.
Kesantunan Positif Interaksi Jual Beli Akun Dewi Ck di Tiktok: Analisiss Siber Pragmatik Perspektif Brown dan Levinson Mila Ayu Sri Wardani; Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; Agik Nur Efendi; Aldi Firnanda
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21729

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan strategi kesantunan positif dalam interaksi jual beli daring yang dilakukan oleh masyarakat Madura melalui platform TikTok, dengan pendekatan siber pragmatik. Strategi kesantunan positif dipahami sebagai upaya menjaga wajah positif (positive face) mitra tutur melalui sikap menghargai, menunjukkan kesamaan, dan membangun keakraban dalam komunikasi. Penelitian bertujuan untuk menelaah dan menguraikan berbagai bentuk strategi kesantunan positif berdasarkan kerangka teori Brown dan Levinson serta prinsip-prinsip kesantunan menurut Geoffrey Leech. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan tuturan sebagai bahan kajian pembeli dan penjual pada kolom komentar pada video interaksi jual beli di akun “Dewi Ck” di TikTok. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif terhadap praktik jual beli produk lokal seperti cushion, skincare, deodorant, dan suplemen diet. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi yang dominan digunakan meliputi: memberi perhatian atau ungkapan kesukaan, penggunaan penanda identitas kelompok, menyatakan persetujuan, serta memberikan dan menanyakan alasan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi tersebut tidak hanya merefleksikan keharmonisan sosial, tetapi juga menegaskan pelestarian identitas budaya Madura dalam komunikasi digital. Oleh karena itu, platform seperti TikTok Shop tidak sekadar menjadi ruang transaksi, tetapi juga medium bagi praktik berbahasa yang santun, inklusif, dan berakar pada nilai-nilai budaya lokal.
The Pesantren Approach In Building Peace Education And Social Stability For Young Children: A Literature Review 2008-2025 Toilatun Nafiiyah; Agik Nur Efendi; Mohammad ali Al Humaidy; Himayatul Sya’adah
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i1.22579

Abstract

Social conflict and intolerance in Indonesia emphasize the importance of peace education from an early age. This study aims to explore the pesantren approach in building peace education and social stability for early childhood. The study uses a qualitative method with a library research design through systematic analysis of 45 main literature sources, including indexed journal articles, reference books on Islamic education and peace education, and pesantren curriculum documents based on early childhood education. The data were analyzed using thematic content analysis techniques to identify patterns of peace value integration in pesantren educational practices. The findings show that Islamic boarding schools develop the foundations of peaceful character through three main approaches: (1) moral education based on akhlak (ethics) that instills the values of tasamuh (tolerance) and ta'awun (cooperation), (2) the halaqah tradition as a space for democratic dialogue to practice communication and conflict resolution, and (3) community-based social activities as a laboratory for practicing the values of peace. This holistic approach integrates cognitive, affective, and behavioral dimensions in character building.The practical implication of this research is the need to develop a more structured pesantren-based peace education curriculum and strengthen collaboration between pesantren and formal educational institutions to reinforce social stability in multicultural societies.
Eksplorasi Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow dalam Serial Novel Dear Allah Karya Diana Febiantria Santi Oktaviani; Madania Khalifah; Rokiah Rokiah; Agik Nur Efendi
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 13, No 2 (2024): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v13i2.6414

Abstract

Literary works are a reflection of the nature of society in real life that the author modifies through imaginative power. Writers often raise humanistic issues in literary works. Maslow's humanism illustrates that every individual needs aspects of physical and psychological needs. The novel Dear Allah tells the problem of phenomena that often occur in households, families, friendships, and friendships. This study aims to explore Maslow's hierarchical needs of the main and supporting characters in the Dear Allah novel series. This research uses descriptive qualitative method. The data source in this study is the Dear Allah novel series in the romance genre published in 2018 and 2022. Data collection techniques were carried out by reading the Dear Allah novel series, creating an analysis table, determining Maslow's hierarchy of needs, grouping data based on analysis criteria, and entering into the analysis table. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Based on the results and discussion, it shows that the characters Naira, Wildan, and Silla succeeded in fulfilling Maslow's hierarchy of needs from the physiological level to self-actualization, such as financial stability, love, and self-acceptance. In contrast, Zulfa fails to achieve her need for security due to emotional and physical conflicts, while Genta achieves self-actualization through the acceptance of unrequited love. The whole story reflects the characters' psychological journey in fulfilling their basic to highest needs according to Maslow's theory. AbstrakKarya sastra merupakan cerminan dari sifat masyarakat dalam kehidupan nyata yang dimodifikasi penulis melalui daya imajinatif. Penulis seringkali mengangkat isu humanistik di dalam karya sastra. Humanistik Maslow memberikan gambaran bahwa setiap individu membutuhkan aspek kebutuhan fisik dan psikis.Novel Dear Allah menceritakan problematika mengenai fenomena yang sering terjadi dalammahligai rumah tangga, keluarga, persahabatan, dan pertemanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kebutuhan hierarki Maslow pada tokoh utama dan pendukung dalam serial novel Dear Allah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah serial novel Dear Allah bergenre romantisme terbitan tahun 2018 dan 2022. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca serial novel Dear Allah, membuat tabel analisis, menentukan hierarki kebutuhan Maslow, mengelompokkan data berdasarkan kriteria analisis, dan memasukkan ke dalam tabel analisis. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil dan pembahasan yang dilakukan menunjukkan bahwa tokoh Naira, Wildan, dan Silla berhasil memenuhi kebutuhan hierarki Maslow dari tingkat fisiologis hingga aktualisasi diri, seperti stabilitas finansial, cinta, dan penerimaan diri. Sebaliknya, tokoh Zulfa gagal mencapai kebutuhan rasa aman karena konflik emosional dan fisik, sementara Genta mencapai aktualisasi diri melalui penerimaan cinta yang tidak terbalas. Keseluruhan cerita mencerminkan perjalanan psikologis tokoh dalam memenuhi kebutuhan dasar hingga tertinggi sesuai teori Maslow.
Relasi Sosial dan Otoritas Tradisional dalam Novel Damar Kambang Karya Muna Masyari: Perspektif Sosiologi Max Weber Sofiatul Hasanah; Agik Nur Efendi
Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 1 (2024): JUNI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan otoritas tradisional dalam novel Damar Kambang karya Muna Masyari perspektif sosiologi Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian pustaka. Sumber data diperoleh melalui novel Damar Kambang. Teknik pengumpulan data menggunakan metode teknik studi pustaka dan teknik baca catat. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis data menurut Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi teori. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa otoritas tradisional yang ada dalam novel Damar Kambang merupakan suatu bentuk kekuasaan yang didasarkan kepercayaan dan keyakinan pada tradisi, adat istiadat, norma-norma, serta nilai-nilai yang sudah terjadi sejak dahulu secara turun-temurun yang diperleh dari nenek moyangnya.
Co-Authors Abd. Wafi Abd. Wafir Ramadhani Ach. Nur Ilham Adelia Savitri, Adelia Adi Setiawan Aflahah Aflahah Agil Rahmat Ramadhan Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto Ahmad Putikadyanto, Agus Purnomo Aji Saputra, Mochammad Ronaldy Albaburrahim Aldi Firnanda Aldi Firnanda Ali, Anis Safira Amin, Moh. Badruddin Anas Ahmadi Anisatul Jannah Anna Buchelnikova Arifin Alatas, Mochamad As Syawaliyah, St. Suhaimah Azizah, Holifatul Badrut Tamam Buchelnikova, Anna Darni Darni Dewa Agung Gede Agung Diah Kusyani Dimitruk, Elena Eko Purnomo Elena Dimitruk Endah Kusumaningrum Endah Kusumaningrum, Endah Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati Erika Kurniawati, Erika Faizatun Musayyidah Farichatuz Zahroh Fauzul Hamdani Firnanda, Aldi Fithriyah Rahmawati Fitriyatullaili, Fitriyatullaili Hamdani Hamdani Himatus Sya’adah Himatus Sya’adah Himayatul Sya’adah Himayatul Sya’adah Ihsan, Zainuri Ika Sri Ambarwati INDARTI, TITIK Indina Zulfatur Rahmah Isnan Adi Priyatno Iswah Adriana Iswah Adriana Joni Yanto, Adi Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Madania Khalifah Magfirotul Hamdiah Maghfirah, Yulistira Jami’atul Maimun Maimun Maksum, Siti Rohmatun Mila Ayu Sri Wardani Mila Ayu Sri Wardani Mochamad Arifin Alatas Mochamad Arifin Alatas Mochammad Ronaldy Aji Saputra Moh Mujibur Rohman Moh. Arif Susanto Moh. Badruddin Amin Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Mohammad Ali Al Humaidy Mohammad Ali Al Humaidy Mohammad ali Al Humaidy Mubayyamah Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Mubayyamah, Mubayyamah Muhammad Yunus R.H Muhammad Zainal Muttaqien Naimah, Navilatun Naimah, Navilatun Navilatun Naimah Navilatun Naimah Ni'matul Jannah Nora Erika Aulia Nora Erika Aulia Nora Erika Aulia Novi Maulidia Nur Aisyah Sefrianah Nur Apriani Nukuhaly Prakoso, Yogo Arif Priyatno, Isnan Adi Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad Putri, Gita Ananda Rahma Anugraheny Rahma Anugraheny Raudlatul Jannah Reny Yuanita Sari Rista Irawati Rokiah Rokiah Romadhon, Sahrul Santi Oktaviani Sanubarianto, Salimulloh T Sari, Reny Yuanita Sa’adah, Hamlatus Sa’diyah, Ilmatus Sefrianah, Nur Aisyah Septia Rizqi Nur Abni Siti Nurjanah Sofiatul Hasanah Sri Wardani, Mila Ayu Suadah, Muhammad shohibuddin Syarifah Nur Amirah Sya’adah, Himatus Syukron Affani Titik Indarti Toilatun Nafiiyah Toilatun Nafiiyah UDJANG PAIRIN Usmany, Nuri Wahda Salsabila Wa Mirna Wa Mirna Wa Mirna Yopi Lutfi Subargo Zahro Rokhmawati Zahroh, Farichatuz Zainuri Ihsan