Claim Missing Document
Check
Articles

Deteksi Helminthiasis pada Kuda di Kelompok Kesenian Jaran Kencak Desa Patoman, Banyuwangi Chaerunissa, Nadya Amanda; Oktaviana, Vivi; Sunarso, Agus; Yudhana, Aditya; Kusnoto, Kusnoto
Jurnal Medik Veteriner Vol. 2 No. 2 (2019): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.184 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.96-100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi helminthiasis yang menyerang kuda di kelompok kesenian "Jaran Kencak” di Desa Patoman, Banyuwangi. Pemeriksaan helminthiasis dilakukan dengan mengambil sampel feses setelah kuda defekasi dan didapatkan sebanyak 11 sampel feses. Tahapan pemeriksaan menggunakan metode natif sederhana di Laboratorium Instrument FKH Unair Banyuwangi. Hasil yang didapatkan 1 (9.09%) dari 11 sampel positif ditemukan larva saluran cerna pada kuda berjenis sandel berumur 20 tahun. Berdasarkan penelitian dari deteksi heminthiasis kuda adalah sebagai upaya penanganan kasus infeksi parasit cacing baik sesama jenis hewan maupun yang beresiko zoonosis terhadap manusia dalam hal ini terutama pemilik kuda.
Prevalensi Haemonchiasis Pada Kambing Peranakan Etawah di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi Arifin, Khoirul; Kusnoto, Kusnoto; Yudhana, Aditya; Sunarso, Agus; Praja, Ratih Novita
Jurnal Medik Veteriner Vol. 2 No. 2 (2019): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.651 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.108-111

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi haemonchiasis pada kambing peranakan Etawah di Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai Februari 2019 dengan menggunakan 100 sampel feses. Pemeriksaan sampel dilakukan di laboratorium Instrumen Prodi Kedokteran Hewan Universitas Airlangga PSDKU di Banyuwangi, menggunakan metode natif, sedimentasi dan apung. Data yang diperoleh dari penelitian ini disajikan secara deskriptif dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil pemeriksaan prevalensi haemonchiasis pada kambing peranakan Etawah adalah 15%. Disarankan agar diberikan obat cacing secara berkala dan berkesinambungan serta dilakukan pemeriksaan haemonchiasis.
Deteksi Residu Antibiotik Oksitetrasiklin pada Susu Kambing Peranakan Etawah di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi dengan Uji Bioassay Prameswari, Ratna Ajeng; Sarudji, Suryanie; Praja, Ratih Novita; Tyasningsih, Wiwiek; Yunita, Maya Nurwartanti; Yudhana, Aditya
Jurnal Medik Veteriner Vol. 2 No. 2 (2019): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.627 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol2.iss2.2019.112-118

Abstract

Oksitetrasiklin diketahui sebagai salah satu antibiotik yang sering digunakan dalam menangani kasus mastitis pada hewan ternak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif untuk mengetahui ada atau tidaknya residu oksitetrasiklin pada susu kambing Peranakan Etawah (PE) di Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi. Sampel susu di koleksi kemudian dilakukan pengujian residu antibiotik dengan metode uji bioassay menggunakan bakteri standar Bacillus cereus ATCC 11778. Penelitian yang dilakukan pada 26 sampel susu yang di ambil secara acak berasal dari ternak kambing perah PE di dapatkan hasil yang negatif. Hal ini di tunjukkan dengan tidak terbentuknya zona hambat di sekitar well yang diisi sampel susu. Berbeda dengan kontrol postif oksitetrasiklin dengan konsentrasi 1 µg/ml yang menghasilkan zona hambatan sekitar 18 mm. Dapat disimpulkan bahwa 100% dari 26 jumlah sampel susu kambing PE yang di ambil secara acak dan di periksa dari Kelurahan Kalipuro, Banyuwangi tidak mengandung residu antibiotik oksitetrasiklin.
Tingkat Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) pada Sarang Semi Alami di Pantai Boom Banyuwangi Periode Tahun 2018 Umama, Ayu Riza; Restiadi, Tjuk Imam; Prastiya, Ragil Angga; Safitri, Erma; Saputro, Amung Logam; Yudhana, Aditya; Haditanojo, Wiyanto
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.255 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.17-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui persentase keberhasilan penetasan telur penyu lekang (Lepidoehelys olivacea) pada sarang semi alami Banyuwangi sea Turtle Foundation (BSTF) di Pantai Boom Banyuwangi. Data diperoleh dari observasi dan rekap data milik BSTF. Persentase keberhasilan penetasan diperoleh dari total telur penyu lekang selama periode bertelur tahun 2018. Persentase penetasan telur penyu lekang pada sarang semi alami BSTF periode tahun 2018 adalah 75%. Total telur penyu yang diinkubasikan adalah 4495 butir, total telur yang menetas adalah 3392 butir, dan jumlah telur yang gagal menetas adalah 1103 butir.
Efektivitas Krim Ekstrak Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dalam Meningkatkan Jumlah Sel Fibroblas Luka Bakar Derajat II pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Rahmadhani, Nurmitasari; Yudaniayanti, Ira Sari; Saputro, Amung Logam; Triakoso, Nusdianto; Wibawati, Prima Ayu; Yudhana, Aditya
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.884 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.65-75

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas krim ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dalam meningkatkan jumlah sel fibroblas luka bakar derajat II pada tikus putih (Rattus novegicus). Dua puluh ekor tikus putih (Rattus novegicus) jantan dibagi menjadi lima kelompok perlakuan dengan jumlah empat ulangan setiap kelompok. Semua tikus tersebut diinduksi dengan luka bakar derajat II. Kelompok kontrol negatif (K-) diterapi dengan basis krim minyak dalam air, Kelompok kontrol positif (K+) diterapi dengan Bioplacenton®, kelompok perlakuan diterapi dengan krim ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dengan konsentrasi P1 7.5%, P2 15%, dan P3 30%. Terapi diberikan dua kali dalam sehari selama 10 hari. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data terdistribusi normal (p>0.05) dilanjutkan dengan uji Oneway ANOVA yang menunjukkan adanya perbedaan nyata dari tiap kelompok perlakuan (p<0.05) dan dilanjutkan dengan uji Post-Hoc LSD. Rata-rata jumlah fibroblas setiap kelompok perlakuan menunjukkan bahwa kelompok K- dan K+ berbeda nyata dengan kelompok P1, P2 dan P3. Jumlah sel fibroblas terbanyak didapati pada kelompok P2. Kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan adalah krim ekstrak buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dapat meningkatkan jumlah sel fibroblas luka bakar derajat II pada tikus putih (Rattus norvegicus).
Pengaruh Paparan Uap Rokok Elektrik Terhadap Gambaran Histopatologi Organ Pulmo Tikus Putih (Rattus norvegicus) Ardy, Carolina; Hamid, Iwan Sahrial; Yudhana, Aditya; Widjiati, Widjiati
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.565 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.38-44

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh paparan uap rokok elektrik terhadap gambaran histopatologi organ pulmo. Tikus putih yang digunakan sebanyak 20 ekor yang terbagi menjadi 5 kelompok, kontrol (K) adalah yang tidak diberikan paparan uap rokok elektrik dan kelompok perlakuan yang diberikan paparan uap dengan dosis yang berbeda, kelompok Perlakuan I (0,3 mg/ml), P2 (3 mg/ml), P3 (12 mg/ml), P4 (36 mg/ml). Setelah 14 hari perlakuan, tikus putih dieuthanasia dan dinekropsi serta organ pulmo diawetkan untuk dilakukan pembuatan preparat histopatologi dengan menggunakan pewarnaan Hematoxilin-Eosin. Hasil menunjukkan terdapat kerusakan pada gambaran histopatologi pulmo yang diamati pada perbesaran 400x. analisis data menggunakan Kruskal-Wallis dan dilanjutkan dengan uji Mann Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0.05). Rata-rata kerusakan organ pulmo tikus putih adalah kontrol (K)=3.00; (P1)=6.00; (P2)=12.00; (P3)=13.00 dan (P4)= 18.50 dan dosis minimal dari nikotin adalah 3 mg/ml. Kesimpulan, paparan uap rokok elektrik dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan pada organ pulmo tikus putih.
First Report of Polyplax spinulosa in Albino Rats in Banyuwangi, East Java, Indonesia Kusuma, Widya Ayu; Yudhana, Aditya; Andriyani, Anita; Oktaviana, Vivi; Chaerunisa, Nadya Amanda
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.34 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.123-126

Abstract

Albino rats (Rattus norvegicus) is one animal that is often used by researchers in the laboratory. Albino laboratory rats were found to have symptoms of hair loss, the hair is dirty, and itching at the base of the tail and found ectoparasites. Department of Parasitology in Banyuwangi PSDKU Airlangga University have observed and identified ectoparasites as the cause of the symptoms of these rats. Albino rats infested Polyplax spinulosa.
Seroprevalensi Antibodi Newcastle Disease (ND) pada Itik di Desa Temuasri, Sempu, Banyuwangi Rozi, Fachrur; Rahmahani, Jola; Hamid, Iwan Sahrial; Yudhana, Aditya; Praja, Ratih Novita
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.26 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.108-113

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeteksi titer antibodi ND pada itik di Desa Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi. Deteksi antibodi ND diperiksa dengan uji Hemaglutinasi (HA) dan Hambatan Hemaglutinasi (HI). Penelitian menggunakan desain penelitian non-eksperimental dengan metode survei deskriptif. Kegiatan penelitian ini mengambil 72 sampel darah itik di Desa Temuasri Kecamatan Sempu Kabupaten Banyuwangi dengan metode cross-sectional. Serum dipisahkan dari bekuan darah, kemudian serum dipindahkan ke dalam microtube. Sebelum melakukan uji HA dan uji HI, sampel harus diberi perlakuan dengan menggunakan Red Blood Cell (RBC) 100% dan diinaktifasi ke dalam waterbath pada 56oC selama 30 menit, tujuannya untuk menghilangkan aglutinin non-spesifik dan menonaktifkan reaksi non-spesifik serum. Uji HI positif ketika menunjukkan pengendapan eritrosit berbentuk titik pada dasar sumuran micoplate. Hasil penelitian ini menunjukkan 20 (27.77%) dari 72 sampel positif ND.
Efek Ekstrak Metanol Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Terhadap Kepadatan Kolagen dalam Penyembuhan Luka Bakar Derajat II pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yulianto, Rangga; Triakoso, Nusdianto; Saputro, Amung Logam; Setiawan, Boedi; Yudhana, Aditya; Agustono, Bodhi
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.591 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.82-88

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak metanol daun ketapang (Terminalia catappa L.) untuk meningkatkan kepadatan serabut kolagen dalam penyembuhan luka bakar derajat II pada tikus putih (Rattus norvegicus). Sebanyak dua puluh ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan yaitu K- luka dengan pemberian basis salep, K+ luka dengan pemberian Bioplacenton®, P1 luka bakar dengan pemberian salep ekstrak daun ketapang 25%, P2 luka bakar dengan pemberian salep ekstrak daun ketapang 50% dan P3 luka bakar dengan pemberian salep ekstrak daun ketapang 100%. Terapi diberikan sehari sekali selama tujuh hari. Hasil data rata-rata jumlah kepadatan serabut kolagen menunjukkan K- 83.57%, K+ 84.52%, P1 90.32%, P2 86.77% dan P3 83.36%. Kelompok P1 dan P2 tidak memiliki perbedaan yang nyata, tetapi berbeda nyata dengan kelompok K+, K- dan P3. Kesimpulan dari penelitian ini ekstrak metanol daun ketapang berpengaruh dalam meningkatkan kepadatan serabut kolagen pada proses penyembuhan luka bakar derajat II.
Isolasi dan Identifikasi Streptococcus sp. dari Sapi Perah Penderita Mastitis Subklinis di Purwoharjo Banyuwangi Pribadi, Adinda Dilla; Yudhana, Aditya; Chusniati, Sri
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 1 (2020): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.163 KB) | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss1.2020.51-56

Abstract

Mastitis subklinis adalah radang pada ambing yang tidak menunjukkan gejala klinis dan dapat menurunkan produksi susu. Streptococcus sp. adalah salah satu mikroorganisme patogen yang dapat menyebabkan mastitis subklinis pada sapi perah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi Streptococcus sp. pada susu sapi perah. Sebanyak 26 ekor sampel sapi perah dilakukan deteksi mastitis subklinis menggunakan Uji California Mastitis Test (CMT) di Purwoharjo, Banyuwangi. Isolasi dan identifikasi bakteri dilakukan dengan menggunakan kultur agar, pewarnaan Gram, dan uji biokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Streptococcus sp. terdeteksi pada 5 (19.23%) ekor sampel di Purwoharjo Banyuwangi.
Co-Authors Agustono, Bodhi Al-Madinah, Wardatul Qoryah Aliyyah Revinda Bima Putri Amanda, Nadya Amelia, Ezanti Nur Anastasya, Anastasya Andini, Zahrotul Andriyani, Anita APRIL HARI WARDHANA Ardy, Carolina Arifin, Khoirul Arimbi Audina Putri Geraldine Boedi Setiawan Chaerunisa, Nadya Amanda Chaerunissa, Nadya Amanda Chusniati, Sri Citra Kurnia Putri Danuarta, Muhammad Fernanda Didik Handijatno Didik Handijatno Dini, Sayyida Kamila Endang Suprihati Erma Safitri Fachrur Rozi Faisal Fikri Farezi, Reza Adrio Farhan, Muhammad Riesta Febriana, Melati Octavia Febriyatin, Fierdausi Nur’Aini Fiqih, Adam Fahmi Firmansyah, Januar Fransiska Okta Zania Fransiska, Eunike Melanda Haditanojo , Wiyanto Haditanojo, Wiyanto Hairi, Farizah Mohd Hamonangan, Jonathan Mark Hani Plumeriastuti Herdiansyah, Akbar Dimas Ichi Arum Galerani Insani, Alivia Khairina Ira Sari Yudaniayanti Iwan Sahrial Hamid Jayanti Dian Eka Sari, Jayanti Dian Karami, Farhan Kenconojati, Hapsari Khairunnisa, Hanifa Khansa Koesdarto , Setiawan Kristina, Silvia Martha Kurnianto, Muhammad Aqil Kusnoto Kusnoto, Kusnoto Kusuma, Widya Ayu Kusumarini, Shelly Kusumastuti, Imbi Mandagi, Ayik Mirayanti Maulana, Muhammad Rizal Megawati, Neneng Ismi Mufasirin Muhammad Thohawi Elziyad Purnama Mumtazi, Fauzan Muslimah, Bintang Mustofa Helmi Effendi Nor, Roslindawani Md Nurfaizah, Diza Ulya Nurhidayah, Nanis Nurin Ardhiani Nurwartanti, Maya Nusdianto Triakoso Oktaviana, Vivi Panjaitan, Cahaya Poedji Hastutiek Pradika, Adhitya Yhoga Praja, Ratih Novita Praja, Shifa Salsabilla Pramesti, Nugraheni Anggara Prameswari, Febriana Hawa Prameswari, Nindya Pradnya Prameswari, Ratna Ajeng Prasetyo, Dhenatra Rifqy Prastiya, Ragil Angga Pribadi, Adinda Dilla Puspikawati, Septa Indra Putri, Firrial Eksa Maulidania Putri, Valerie Brilianda Rahmadani Rahmadani Rahmadhani, Nurmitasari Rahmahani, Jola Rahmawati, Anlisia Ramadhan, Alfian Dzaka Fadhil Ramadhanny, Syahrul Novenda Romadhona, Ma'rifatunnisa' Ryanka Edila Saksono, Bayu Salahuddin, Muhammad Soleh Saliluddin, Suhainizam Bin Muhamad Salsabila Putri, Elma Samosir, Sabrina Hatoguan Sandy, Berliana Dwi Nandita Santosa, Gusti Ayu Illiyin Putri Saputro, Amung Logam Sarudji, Suryanie Setiawan Koesdarto Setiawati, Puji Aris Soeharsono Soeharsono Soetojo Soetojo Suherni Susilowati Sukarno, Gerda Sulaeman, Nur Sa'adah Sunarso, Agus Suroiyah, Fifi Anik Susilo, Rahadian Indarto Suwarno Suwarno Tanjung, Aldi Gusnizar Rizaldy Tatik Hernawati Tiara Wandira Hariyanto Tjuk Imam Restiadi Tyasningsih, Wiwiek Umama, Ayu Riza Wibawati, Prima Ayu Widjiati Widjiati, Widjiati Wijaya, Nanik Sianita Wisesa, Ida Bagus Gde Rama Wiwik Misaco Yuniarti Yeni Dhamayanti Yesica, Reza Yulianti, Yunika Tri Yulianto, Rangga Yumna, Raissa Amelia Yunita, Maya Nurwartanti Zahrudin, Elham Zulianti, Brillia