p-Index From 2021 - 2026
14.904
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar SCHOOL EDUCATION JOURNAL PGSD FIP UNIMED AKSIOMA Unnes Civic Education Journal Jurnal DIDIKA: Wahana Ilmiah Pendidikan Dasar JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Indonesian Journal of Primary Education Lectura : Jurnal Pendidikan Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Basicedu Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Journal on Education FONDATIA EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Wahana Sekolah Dasar PrimaryEdu - Journal of Primary Education Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Education and Human Development Journal Community Development Journal Jurnal Pendidikan dan Konseling JIPIS Alpen: Jurnal Pendidikan Dasar Bina Gogik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Jurnal Pena Karakter : Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter Indonesia Berdaya Sentra Cendekia These proceedings represent the work of researchers participating in The International Conference on Elementary Education (ICEE) which is being hosted by the Elementary Education Study Programme School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Enggang: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Basica NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Jurnal Basicedu SWARNA Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat JGK (Jurnal Guru Kita) Indonesian Research Journal on Education Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Journal of Innovative and Creativity Academicus SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Konstruktivisme : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesian Journal of Primary Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Guru Sekolah Dasar Dalam Mengajarkan Kebhinekaan Global Rulyansah, Afib; Ghufron, Syamsul; Akhwani, Akhwani; Rihlah, Jauharotur
Indonesia Berdaya Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023617

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diarahkan untuk memberdayakan guru dengan pelatihan seputar kebhinekaan global di lingkungan sekolah. Ada tiga fase dalam pelatihan ini: persiapan, implementasi, dan evaluasi. Pada fase persiapan, survey dilaksanakan untuk memahami kebutuhan guru dan merancang format kegiatan. Fase implementasi berfokus pada pelatihan mengenai penanaman dan pelestarian pemahaman kebhinekaan global dengan menggunakan teknologi digital. Selanjutnya, evaluasi pelatihan dilakukan dengan memberi angket kepada seluruh peserta untuk mengukur kepuasan mereka. Alat penelitian berupa angket digunakan dengan analisis kepuasan sebagai parameter utama. Dari hasil pelatihan, peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap aspek persiapan, materi, pelaksanaan pelatihan, dan aspek konsumsi. Abstract: The Community Service Program is strategically designed to empower educators through training on global diversity within the school environment. This training is structured into three pivotal stages: preparatory, execution, and evaluation. During the preparatory phase, a comprehensive survey is conducted to understand the specific needs of the educators and to design the activity format appropriately. The execution phase delves deep into cultivating and preserving an understanding of global diversity, leveraging the power of digital technology. Following this, an evaluation of the training's efficacy is conducted by distributing questionnaires to all participants to gauge their level of satisfaction. The primary research tool employed is a satisfaction questionnaire. Feedback from the training highlighted participants' high satisfaction levels concerning preparation, content, training delivery, and amenities provided.
Meta-analisis Pengaruh Media Visual Terhadap Minat Belajar Siswa SD Pada Pembelajaran Matematika Ula, Nurul; Hartatik, Sri; Nafiah, Nafiah; Akhwani, Akhwani
AKSIOMA : Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2020): AKSIOMA: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/aks.v11i1.6223

Abstract

Siswa yang memiliki minat belajar tinggi merupakan impian setiap pendidik, tetapi dalam proses belajar mengajar pendidik juga harus mampu memberikan pengajaran dengan baik dan menyenangkan, sehingga siswa tidak mengalami kebosanan. Para pendidik harus mempersiapkan dorongan ketika kegiatan belajar mengajar berlangsung, seperti penggunaan media visual. Artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengetahui meta-analisis pengaruh media visual terhadap minat belajar siswa SD pada pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian meta-analisis, kemudian pada teknik pengumpulan data menggunakan dokumen tertulis dan populasi yang berasal dari buku, jurnal dan artikel. Kemudian sampel yang digunakan adalah purposive sampling ditentukan sesuai pembahasan artikel ini, sebanyak 20 artikel. Selanjutnya data dianalisis menggunakan prosentase diagram, tabel dan dianalisis secara kualitatif. Hasil artikel ini menunjukkan bahwa 1. Media proyeksi diam banyak digunakan dan berpengaruh terhadap minat belajar siswa pada pembelajar matematika, dengan prosentase sebesar 60%. 2. Subjek siswa SD banyak dijadikan penelitian, dengan 16 subjek siswa SD dalam 20 artikel. 3. Metode yang banyak digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah 8 data kuantitatif. 4. Dan analisis data yang banyak digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan prosentase 40,0. 5. Hasil rata-rata sebelum diberikan media visual 59,34 dan meningkat 15,4 kemudian hasil akhir menjadi 74,7.
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-nilai Pancasila melalui Keteladanan dan Pembiasaan di Sekolah Dasar kusumawardani, fitri; Akhwani, Akhwani; Nafiah, Nafiah; Taufiq, Mohammad
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 6 No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v6i1.2823

Abstract

Menurunnya kesadaran untuk menghayati dan menjiwai nila-nilai Pancasila akan menyebabkan terjadinya degradasi karakter bangsa. Jika terus dibiarkan akan berdampak pada moral dan akhlak generasi muda yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila melalui keteladaan dan pembiasaan. Penelitian didasarkan pada proses studi kepustakaan atau library research. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif-kritis yakni dengan lebih menekankan pada kemampuan analisis dan penelaahan terhadap sumber-sumber kepustakaan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila melalui keteladanan (role model) dilakukan dengan cara meningkatkan sisi religius siswa, memberikan bimbingan dan melatih ketaatan siswa untuk mematuhi tata tertib, membangkitkan semangat kebangsaan dan rasa cinta tanah air, menanamkan sikap demokratis pada siswa, mengajarkan peduli sosial dan tidak apatis. Implementasi nilai-nilai Pancasila melalui pembiasaan (habituation) dilakukan dengan membiasakan siswa memiliki sikap toleransi beragama, saling mencintai  dan menghargai sesama manusia, tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah belah, terbiasa mengambil keputusan secara musyawarah, berteman dengan siapa saja dan memiliki solidaritas yang tinggiCharacter Education Based on Pancasila Values through Modeling and Habit in Elementary Schools. Decreased awareness to internalize and inspire the values of Pancasila will lead to the degradation of the nation's character. If left unchecked will have an impact on the morale and attitudes of the younger generation that are not in accordance with the values of Pancasila. This study aims to determine the implementation of character education based on Pancasila values through role models and habituation. This research is based on the library research process. The type of research used is descriptive qualitative-critical, namely by emphasizing the ability of analysis and analysis of selected library sources. The results showed that the implementation of Pancasila values through role models was done by improving the religious side of students, providing guidance and training students' obedience to obey the rules, arouse the national spirit and love of the motherland, instilling democratic attitudes in students, teaching social care and not apathetic. Whereas the implementation of the values of Pancasila through habituation is done by accustoming students to having an attitude of religious tolerance, mutual love and respect for fellow human beings, not making a difference as an excuse to be divided, accustomed to making deliberative decisions, making friends with anyone and having solidarity.
KEEFEKTIFAN KEADAAN LINGKUNGAN SEKOLAH UNTUK MENIMBULKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SDN MEKIKIS KEDIRI Arianti, Dini; Sunanto, Sunanto; Akhwani, Akhwani; Ghufron, Syamsul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan lingkungan sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SDN Mekikis, Kediri, dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, menunjukkan bahwa lingkungan fisik sekolah seperti ventilasi, pencahayaan, dan kualitas ruang kelas umumnya mendukung pembelajaran, meski beberapa kelas perlu perbaikan untuk kenyamanan optimal. Interaksi sosial yang baik antara siswa dan guru serta metode pengajaran interaktif seperti video dan kegiatan kelompok meningkatkan keterlibatan siswa, meskipun kemandirian belajar masih perlu ditingkatkan. Efektivitas lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui kondisi fisik yang baik, interaksi sosial dan psikologis yang mendukung, serta evaluasi dan program peningkatan lingkungan sekolah. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya kondisi lingkungan sekolah dalam meningkatkan motivasi belajar siswa.
Optimalisasi AI sebagai Asisten Pembelajaran: Integrasi Teknologi dengan Etiket Digital Bagi Guru di Sekolah Dasar [Optimizing AI as a Learning Assistant: Integrating Technology with Digital Etiquette for Teachers in Elementary Schools] akhwani, akhwani; Rulyansah, Afib; Rahayu, Dewi Widiana; Rihlah, Jauharotur
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261309

Abstract

Abstract. This community service activity is motivated by the rapid advancement of AI in education and the need for teachers to adapt to changing times. Many teachers are still unprepared and less responsive in utilizing AI optimally. Teachers’ understanding and digital skills need to be balanced with digital etiquette. The use of AI is not only about technical proficiency but also ethical considerations. Training on optimizing AI as a learning assistant should be accompanied by digital etiquette intervention. The aim of this community service is to improve teachers’ understanding and skills in using AI, as well as to integrate digital etiquette into teaching practices. The community service method used is the drill and practice model with the ORPAER cycle (observe, reflect, plan, action, evaluation, reflect). The results show an increase in the integration of AI in terms of teachers’ understanding and skills in learning activities. Additionally, teachers’ awareness of digital etiquette when utilizing AI has also improved. Teachers’ digital etiquette needs to be nurtured and developed. This community service succeeded in enhancing teachers’ proficiency both technically and ethically. Teachers need to participate in similar training and continuously improve their understanding, including practical ethics. As role models for digital etiquette, teachers must possess responsibility and morality in utilizing AI. Ethics apply not only in the virtual world but also in the real world. Abstrak. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pesatnya kemajuan AI di bidang pendidikan dan kebutuhan guru untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Banyak guru yang masih belum siap dan sigap memanfaatkan AI secara optimal. Pemahamana, keterampilan digital guru perlu diimbangi dengan etiket digital. Pemanfaatan AI tidak sekedar kecakapan teknis tetapi juga etis. Pelatihan optimaliasi AI sebagai asisten pembelajaran perlu diintervensi dengan etiket digital. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan guru dalam menggunakan AI serta mengintegrasikan etiket digital dalam praktik pembelajaran. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakna adalah model drill and practices dengan menggukan siklus ORPAER (observe, reflect, plan, action, evaluation, reflect). Hasil pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan pada integrasi AI pada aspek pemahaman dan keterampilan AI dalam pembelajaran. Selain itu kesadaran guru terhadap etiket digital dalam memanfaatkan AI juga meningkat. Etiket digital guru perlu ditumbuhkembangkan. Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kecakapan guru dari segi teknis dan etis. Guru perlu mengikuti pelatihan sejenis dan meningkatkan pemahamannya secara berkelanjutan, termasuk etika praktis. Guru berperan sebagai teladan etiket digital maka guru harus memiliki tanggung jawab dan moral dalam memanfaatkan AI. Etika tidak hanya di dunia maya tetapi juga di dunia nyata.
Analisis Pemanfaatan Buku Cerita Bergambar Untuk Meningkatkan Karakter Santun Siswa Kelas II SDN Mojokumpul 2 Kab. Mojokerto Ahya Syahidah Eka Putri; Agus Wahyudi; Dewi Widiana Rahayu; Akhwani Akhwani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan buku cerita bergambar dalam meningkatkan karakter santun siswa kelas II di SDN Mojokumpul 2, Kabupaten Mojokerto. Karakter santun menjadi salah satu aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa sejak dini, mencakup sikap menghargai, kesopanan dalam berinteraksi, serta etika dalam komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas II yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan angket yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah pembiasaan membaca buku cerita bergambar sebelum pembelajaran dimulai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan dalam karakter santun siswa setelah penerapan buku cerita bergambar. Hal ini dibuktikan melalui hasil observasi yang menunjukkan lebih dari 56,25% siswa mencapai kategori sangat baik, sedangkan sisanya berada di kategori baik. Selain itu, hasil pretest menunjukkan rata-rata persentase karakter santun siswa masih tergolong rendah yaitu berkisar antara 34% hingga 66%. Namun, setelah penerapan buku cerita bergambar, terjadi peningkatan persentase karakter santun siswa menjadi rata-rata antara 84% hingga 98%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan buku cerita bergambar efektif dalam meningkatkan karakter santun siswa kelas II di SDN Mojokumpul 2. Dengan adanya media ini, siswa lebih mudah memahami isi cerita, meneladani karakter dala cerita, serta menerapkan perilaku santun dalam interaksi sehari-hari, baik di dalam maupun di luar kelas.
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SDN Margorejo 1 Surabaya Erika Novia Nengtyas; Dewi Widiana Rahayu; Afib Ruliansyah; Akhwani Akhwani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2840

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perubahan kurikulum sebelumnya yakni kurikulum 2013 yang telah diganti menjadi Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka merupakan Kurikulum Baru yang dibuat bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik. Pembentukan karakter tersebut didukung adanya Projek dalam kurikulum Merdeka yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi dan untuk mendeskripsikan Hambatan dan Solusi dari implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Di SDN Margorejo 1 Surabaya. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Pendekatan Kualitatif yang bersikap deskriptif. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data dengan Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan pada penelitian ini adalah trianggulasi data. Hasil dari penelitian Implementasi P5 di SDN Margorejo 1 Surabaya menunjukkan bahwa tema "Bangunlah Jiwa dan Raganya" dengan topik "Tubuhku Sehat Jiwaku Kuat" serta dimensi berpikir kritis dan kreatif telah diterapkan dengan baik. Tema, topik, dan dimensi dipilih melalui rapat koordinasi, menyesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Dengan menggunakan dimensi Kreatif tujuan dari sekola yakni mampu menumbuhkan karakter peserta didik yang kreatif dalam menciptakan gerakan senam kreasi. Strategi yang digunakan adalah Project Based Learning (PJBL), mendorong kolaborasi, kreativitas, dan pemecahan masalah melalui kegiatan senam yang dikreasikan sendiri oleh peserta didik. Hambatan yang dialami oleh SDN Margorejo 1 Surabaya yaitu tersitanya waktu projek dengan kegiatan lainnya oleh karena itu solusi yang dilakukan oleh pihak terlibat yaitu dengan mengganti waktu projek dengan waktu pembelajaran yang lainnya serta mengintregasikan nilai-nilai pancasila dalam pembelajaran.
School Culture as a Pillar in Shaping the Discipline of Students at GIKI 1 Elementary School in Surabaya Annisa Nur Balqis; Nafiah Nafiah; Akhwani Akhwani; Sri Hartatik
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i2.949

Abstract

Discipline is one of the fundamental character traits that must be instilled from an early age, especially at the elementary school level. Therefore, school culture plays a crucial role in shaping students' character, including their sense of discipline. This study aims to describe the school culture implemented at SD Giki 1 Surabaya in developing students’ discipline character, as well as to identify the obstacles encountered in the process. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data collection techniques include observation, in-depth interviews, and documentation involving the principal, teachers, and students from grades II and IV. The findings indicate that the development of discipline character at SD Giki 1 is carried out through the habituation of positive activities such as the 5S program (Smile, Greet, Salute, Polite, Courteous), morning literacy, Dhuha prayer, class cleaning duties, and adherence to school rules. However, the school faces challenges such as external environmental influences and inconsistent application of values at home. In conclusion, a consistent, well-structured school culture supported by all parties is effective in fostering students’ discipline character.
Optimalisasi AI sebagai Asisten Pembelajaran: Integrasi Teknologi dengan Etiket Digital Bagi Guru di Sekolah Dasar: Optimizing AI as a Learning Assistant: Integrating Technology with Digital Etiquette for Teachers in Elementary Schools akhwani akhwani; Afib Rulyansah; Dewi Widiana Rahayu; Jauharotur Rihlah
Indonesia Berdaya Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261309

Abstract

Abstract. This community service activity is motivated by the rapid advancement of AI in education and the need for teachers to adapt to changing times. Many teachers are still unprepared and less responsive in utilizing AI optimally. Teachers’ understanding and digital skills need to be balanced with digital etiquette. The use of AI is not only about technical proficiency but also ethical considerations. Training on optimizing AI as a learning assistant should be accompanied by digital etiquette intervention. The aim of this community service is to improve teachers’ understanding and skills in using AI, as well as to integrate digital etiquette into teaching practices. The community service method used is the drill and practice model with the ORPAER cycle (observe, reflect, plan, action, evaluation, reflect). The results show an increase in the integration of AI in terms of teachers’ understanding and skills in learning activities. Additionally, teachers’ awareness of digital etiquette when utilizing AI has also improved. Teachers’ digital etiquette needs to be nurtured and developed. This community service succeeded in enhancing teachers’ proficiency both technically and ethically. Teachers need to participate in similar training and continuously improve their understanding, including practical ethics. As role models for digital etiquette, teachers must possess responsibility and morality in utilizing AI. Ethics apply not only in the virtual world but also in the real world. Abstrak. Pengabdian kepada Masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pesatnya kemajuan AI di bidang pendidikan dan kebutuhan guru untuk adaptif terhadap perkembangan zaman. Banyak guru yang masih belum siap dan sigap memanfaatkan AI secara optimal. Pemahamana, keterampilan digital guru perlu diimbangi dengan etiket digital. Pemanfaatan AI tidak sekedar kecakapan teknis tetapi juga etis. Pelatihan optimaliasi AI sebagai asisten pembelajaran perlu diintervensi dengan etiket digital. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan guru dalam menggunakan AI serta mengintegrasikan etiket digital dalam praktik pembelajaran. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakna adalah model drill and practices dengan menggukan siklus ORPAER (observe, reflect, plan, action, evaluation, reflect). Hasil pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan pada integrasi AI pada aspek pemahaman dan keterampilan AI dalam pembelajaran. Selain itu kesadaran guru terhadap etiket digital dalam memanfaatkan AI juga meningkat. Etiket digital guru perlu ditumbuhkembangkan. Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kecakapan guru dari segi teknis dan etis. Guru perlu mengikuti pelatihan sejenis dan meningkatkan pemahamannya secara berkelanjutan, termasuk etika praktis. Guru berperan sebagai teladan etiket digital maka guru harus memiliki tanggung jawab dan moral dalam memanfaatkan AI. Etika tidak hanya di dunia maya tetapi juga di dunia nyata.
Peningkatan Hasil Belajar Seni Rupa pada Materi Pencampuran Warna melalui Finger Painting Kelas 1 Sekolah Dasar Ferry Arif Setiawan Pratama; Akhwani Akhwani; Sianah Sianah
Jurnal Pena Karakter : Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pena Karakter (Jurnal Pendidikan Anak dan Karakter)
Publisher : STKIP AL HIKMAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62426/jpk.v6i1.156

Abstract

The purpose of this research is to improve fine arts learning outcomes on color mixing material by applying Finger Painting for class IA at SDN Jemur Wonosari 1/417 Surabaya which consists of 28 students, there are 12 boys and 16 girls. The KKM determined by the school is 75. The research method applied is classroom action research (PTK). The instruments used in this research were observation sheets on the researcher's ability to plan learning and the researcher's ability to carry out learning activities, test instruments in the form of multiple choice questions, questionnaires and documentation. The research results show that there is an increase in cognitive learning outcomes in color mixing material. In cycle 1 there were 9 students who had not completed out of 28 with an average score of 67.28. In cycle 2 there was an increase, namely by obtaining an average score of 77.14 and 89.28% of students obtained a score above the KKM. Based on the research results, it can be said that cognitive learning outcomes in color mixing material increase by applying finger painting. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adelia Ayu Rahmahwati Afib Ruliansyah Afib Rulyansah Afib Rulyansah Afifah Endah Nurhasanah Agus Wahyudi Ahya Syahidah Eka Putri Alya Adelia Safrina Putri Yunus Andini Hardiningrum Anindya Mirza Kurnia Putri Annisa Nur Balqis Arianti, Dini Arif Rahman Hakim Arnetta, Chesqi Ayu Umi Salamah Azizah, Nuryana Elia Azmi, Indriana Ulul Badriyah, Isna Ruhamaul Bahiroh, Fadiyatul Cavita, Risna Dhea Desti Mulyani Dewi Widiana Rahayu Dewi Widiana Rahayu Diana Nabela Dina Maulida Dina Muta’allimatul Khoiro Djazilan, M. Sukron Djazilan, M. Syukron Djazilan, Muhammad Sukron Djazilan, Muhammad Syukron Djazilan, Sukron Djazilan, Syukron Erika Novia Nengtyas Fahrezi, Iszur Faidah, Silahul Ferry Arif Setiawan Pratama Fikriyatus Soleha Fithrotul Ummah fitri kusumawardani Fitri Mutmainnah Hery Widijanto Hidayat, Muhammad Thamrin Hidayat, Thamrin Ikma Qusnul Nazila Indriana Ulul Azmi Isna Ruhamaul Badriyah Iszur Fahrezi Jannah, Hana Roudlotul Jauharotur Rihlah Jauharotur Rihlah Kasiyun, Suharmono Khoiro, Dina Muta’allimatul Kusumaning Ayu, Rr. Fadila kusumawardani, fitri Laily, Izzatul Lalu Habiburrahman Lestari, Novianti Kamla Linda Yulia Tristanti Luh Putu Ratna Sundari M. Sukron Djazilan M. Thamrin Hidayat Mahmudah, Faridatun Nurul Mariati, Pance Masruroh Masruroh Mia Alifya Djuliyanti Moh. Wahyu Kurniawan Mohammad Taufik Mohammad Taufiq Mohammad Taufiq Mohammad Taufiq Mohammad Taufiq Mohammad Taufiq Mudliatul Ilmiyah Muhammad Afwan Romdloni Muhammad Rusli Muhammad Sukron Djazilan Muhammad Syamsul Ghufron Muhammad Syukron Djazilan Muhammad Taufiq Muhammad Thamrin Muhammad Thamrin Muhammad Thamrin Muhammad Thamrin Hidayat Muharromah, Lailatul Muhdhor, Muhammad Mumtaza, Alif Nafiatul Munif Al Chatib MUSLIMIN IBRAHIM Mustofa Mustofa Nabela, Diana Nafia'ah Nafia'ah Nafia'ah, Nafia'ah Nafiah Nafiah Nafiah, Nafiah Nafi’ah, Nafi’ah Nafisah, Lu'luun Nafi’ah Nafi’ah Nafi’ah, Nafi’ah Najih, Arjun Nasihatus Sholihah Naziyah, Sifaun Nur Laili Habibatush Sholihah Nuriyah Khoirun Nisa', Rose Aninda Nurizka, Rian Nurul Aini Nurul Ramadhaniar Oktaviona Hajar Pance Mariati Prastica, Yunita Pratama, Marchel Septi Putri, Anindya Mirza Kurnia Qisthi Mawardah Raden Roro Nanik Setyowati Rahayu, Dewi Widiana Rahmahwati, Adelia Ayu Renaldo, Deva Retikasari, Frysca Virnanda Rian Nurizka Ririn Mustaqimatul Luthfiyah Rohmah, Syifaur Rr. Sherly Dwi Lestari Rudi Umar Susanto Rudi Umar Susanto Rulyansyah, Afib Sari, Vina Kurnia Sholihah, Nasihatus Sianah Sianah Sifaun Naziyah Silahul Faidah Sisca Dewi Agustin Siska Setianingsih Siti Nurlaili Sofianti Towif Khabiba Soleha, Fikriyatus Solichah, Mar'atus Sri Hartatik Sri Hartatik Sri Hartatik Suharmono Kasiyu Sunanto Sunanto Sunanto Sunanto Sunanto Sunanto Susanto, Rudi Umar Syamsul Ghufron Syamsul Ghufron Syamsul Gufron Syifaur Rohmah Thamrin Hidayat Thamrin Hidayat Tri Deviasari Wulan Tristanti, Linda Yulia Ula, Nurul Umi Salamah Ummah, Fithrotul Vellycia, Poppy Sherina Dwi Vina Kurnia Sari Vivi Tamaeka Wahidiyani, Octavia Cahya Yunita Prastica Yunus, Alya Adelia Safrina Putri Yusril Izza Nurfaiza