p-Index From 2021 - 2026
9.762
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling Jurnal Konseling dan Pendidikan Nusantara of Research : Jurnal Hasil-hasil penelitian Universitas Nusantara PGRI Kediri (e-journal) Jurnal Edukasi : Jurnal Bimbingan Konseling Jurnal Counsellia Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Insight: Jurnal Bimbingan dan Konseling Jurnal Komunikasi Pendidikan Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Ghaidan: Jurnal Bimbingan Konseling Islam dan Kemasyarakatan Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Jurnal Consulenza : Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi Jurnal Peduli Masyarakat FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Multidiciplinary Output Research for Actual and International Issue (Morfai Journal) AJAD : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Abimanyu: Journal of Community Engagement Jurnal Administrasi Pendidikan dan Konseling Pendidikan SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah JP (Jurnal Pendidikan) : Teori dan Praktik Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia JGK (Jurnal Guru Kita) Kartika: Jurnal Studi Keislaman Al-Musyrif : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Conseils : Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan KONSELOR Jurnal As-Syar’i: Jurnal Bimbingan & Konseling Keluarga EDUCATIONE: Journal of Education Research and Review ASEAN Journal of Educational Research and Technology Buletin Konseling Inovatif Journal of Cultural Guidance and Counseling DAWA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam
Claim Missing Document
Check
Articles

PROFIL PEER PRESSURE REMAJA Rahmawati Rahmawati; Budi Purwoko; Evi Winingsih; Bakhrudin All Habsy
FOKUS : Kajian Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2026): Vol 9, No 4 Juli 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/fokus.v9i4.30052

Abstract

Penelitian ini menganalisis profil Peer Pressure pada remaja, Peer Pressure adalah tekanan dari teman sebaya atau kelompok sosial yang mendorong individu untuk melakukan atau bertindak agar dapat diterima atau disukai oleh suatu kelompok. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka sistematik dari berbagai jurnal dan ditemukan terdapat 9 jurnal yang sesuai kriteria. Hasil kajian menunjukkan bahwa Peer Pressure memiliki dampak positif dan negatif, dipengaruhi oleh faktor sosial, psikologis, dan lingkungan. Strategi efektif untuk mengatasinya meliputi peningkatan kesadaran diri, disiplin pada pola, serta dukungan keluarga dan sekolah. Pemahaman ini penting untuk membantu remaja menghadapi tekanan sosial secara bijak dalam kehidupan remaja di era modern
Perkembangan Karier Siswa di Era Society 5.0: Studi Literatur Efi Tri Kristiana; Evi Winingsih; Bakhrudin All Habsy
Jurnal Psikoedukasi dan Konseling Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Psikoedukasi dan Konseling
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpk.v9i1.99624

Abstract

The rapid development of technology in the era of society 5.0 provides many new challenges and opportunities for the world of work. This transformation changes the need for workforce skills, including in the vocational education sector such as vocational schools. This research aims to explore the career development of vocational school students in the era of society 5.0 through a literature study approach. This research focuses on the technical and non-technical skills needed by vocational school students to be able to adapt to the needs of the world of work which is increasingly influenced by rapid technological advances. The research method is qualitative analysis by reviewing various related literature, including scientific articles, research reports, and vocational education policies. The research results show that skills such as digital literacy, creativity, effective communication and data analysis skills are very important in the era of society 5.0. Vocational education, especially vocational schools, is required to carry out curriculum updates that integrate technology and improve non-technical skills so that students can compete in an increasingly digitalized job market. The conclusion of this research is that the career development of vocational school students in the era of society 5.0 requires a comprehensive (holistic) approach, which includes mastery of technical and non-technical skills as well as equipping students with a strong understanding of technological developments and the latest industrial trends.
Effectiveness of Group Counseling with Cognitive Behavior Therapy Approach to Increase Student Career Behavior in Vocational High School Students Dian Oktaviana; Mochamad Nursalim; Evi Winingsih
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8018

Abstract

Career behavior is a crucial factor for Vocational High School students to successfully transition into the workforce. However, many students face challenges such as low self-confidence, unclear career goals, and limited decision-making skills. This study aims to examine the effectiveness of group counseling using the Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach in improving the career behavior of Vocational High School students. The study employed a quantitative method with a pre-test post-test control group design, involving 24 students divided into experimental and control groups. The experimental group received CBT-based group counseling across 6 sessions over three weeks, while the control group received general career guidance. Data were collected using a validated Likert-scale Career Behavior Inventory and analyzed with the Mann-Whitney U test due to the small sample size. The results showed a statistically significant difference between the two groups (U = 0.000, Z = -4.161, p < 0.05, effect size r = 0.85), with the experimental group demonstrating substantial improvements in self-awareness, self-confidence, career decision-making, and readiness for planning future careers. These findings indicate that CBT is an effective intervention for enhancing students’ career behavior. Practically, this study suggests that CBT-based counseling can be integrated into school counseling programs to better prepare vocational students for the demands of the labor market. Keywords: Career behavior, cognitive behavior therapy, vocational students, group counselling, career guidance
Dinamika Interaksi Sosial Mahasiswa Broken-home dengan Teman Sebaya di Perguruan Tinggi Al Fitri Nur Hidayah; Evi Winingsih; Najlatun Naqiyah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20754

Abstract

Coming from an incomplete family background or a broken home can significantly impact the psychological and social development of college students. In college, these students face complex challenges in building social interactions with peers, who often serve as their primary support system. The dynamics of these interactions remain poorly understood. This study aims to describe and analyze the dynamics of social interactions between students from broken homes and their peers in college. Using a qualitative approach with descriptive analysis methods, this study involved four female students as subjects. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using an interactive model. The results indicate that the interaction dynamics stem from unresolved emotional burdens from family circumstances, which drain their social energy. Furthermore, a behavioral paradox arises between the need for connection and self-protection mechanisms triggered by fear of vulnerability. Nevertheless, students demonstrate agency and resilience by developing active coping strategies. The culmination of this process is the transformation of friendship into a "chosen family" that provides emotional support and a sense of psychological security. In conclusion, the social interactions of students from broken homes are a complex adaptive process, in which successful friendships serve as a key protective factor.____________________________________________________________Latar belakang keluarga yang tidak utuh atau broken home memberikan dampak signifikan bagi perkembangan psikologis dan sosial mahasiswa. Di perguruan tinggi, mahasiswa ini menghadapi tantangan kompleks dalam membangun interaksi sosial dengan teman sebaya, yang seringkali menjadi sistem pendukung utama mereka. Dinamika interaksi ini belum banyak dipahami secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis dinamika interaksi sosial mahasiswa berlatarbelakang broken home dengan teman sebaya di perguruan tinggi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini melibatkan empat orang mahasiswi sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika interaksi berawal dari beban emosional yang tidak terselesaikan dari kondisi keluarga, yang menguras energi sosial mereka. Selanjutnya, terjadi paradoks perilaku antara kebutuhan untuk terhubung dan mekanisme perlindungan diri yang dipicu oleh ketakutan akan kerentanan. Meskipun demikian, mahasiswa menunjukkan agensi dan resiliensi dengan mengembangkan strategi koping aktif. Puncak dari proses ini adalah transformasi makna pertemanan menjadi "keluarga pilihan" (chosen family) yang menyediakan dukungan emosional dan rasa aman psikologis. Kesimpulannya, interaksi sosial mahasiswa broken home adalah proses adaptif yang kompleks, di mana pertemanan yang sukses berfungsi sebagai faktor protektif utama.
Strategi Coping Anak Broken-home dalam Menghadapi Tekanan Ananda Dwi Shepty Mi&#039;rajtul Jannah; Evi Winingsih; Najlatun Naqiyah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 11 No 2 (2025): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v11i2.20761

Abstract

A broken-home refers to a family condition marked by disharmony, parental conflict, or separation that disrupts emotional stability and adaptation in children. University students from broken-home backgrounds often experience psychological pressures such as loneliness, loss of parental figures, and difficulties in regulating emotions. This study aims to describe the types of pressures encountered, the coping strategies employed, and the role of social support in helping students deal with these challenges. The research used a qualitative descriptive method. Data were collected through semi-structured interviews with four students from broken-home families. The results revealed that students used two main types of coping strategies: problem-focused coping through problem-solving efforts and seeking social support, and emotion-focused coping through self-control, reflection, and positive activities such as writing or praying. Peer support emerged as a crucial factor that strengthened resilience and promoted self-acceptance among participants. This study suggests that guidance and counseling services in higher education should focus on reinforcing adaptive coping strategies, fostering supportive social environments, and developing psychoeducational programs to enhance resilience and psychological well-being among students from broken-home families. ____________________________________________________________Keluarga broken-home merupakan kondisi di mana keharmonisan keluarga terganggu akibat konflik, perceraian, atau ketidakhadiran salah satu orang tua, yang berdampak pada kestabilan emosional dan kemampuan adaptasi anak. Mahasiswa yang berasal dari keluarga broken-home sering menghadapi tekanan psikologis seperti kesepian, kehilangan figur, dan kesulitan dalam mengelola emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tekanan yang dialami, strategi coping yang digunakan, serta peran dukungan sosial dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif  deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap empat mahasiswa dari keluarga broken-home. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan dua bentuk strategi coping utama, yaitu problem-focused coping melalui upaya penyelesaian masalah dan pencarian dukungan sosial, serta emotion-focused coping melalui pengendalian diri, refleksi, dan kegiatan positif seperti menulis atau berdoa. Dukungan teman sebaya terbukti menjadi faktor penting yang memperkuat resiliensi dan menumbuhkan rasa penerimaan diri. Penelitian ini menyarankan agar layanan bimbingan dan konseling di perguruan tinggi lebih berfokus pada penguatan strategi coping adaptif, membangun lingkungan sosial yang suportif, serta mengembangkan program psikoedukasi untuk meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan psikologis mahasiswa broken-home.
Tingkat Minat Belajar Siswa Sekolah Menengah Atas dalam Pemilihan Mata Pelajaran Peminatan I&#039;anafi Shofwan; Evi Winingsih
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.69548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat minat belajar siswa dalam pemilihan mata pelajaran peminatan di Sekolah Menengah Atas. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena banyaknya siswa SMA yang mengalami kebingungan dalam menentukan jurusan dan perencanaan karier masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah 256 siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di Surabaya yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) dengan 50 butir pernyataan, namun hanya 12 butir relevan yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa berada pada kategori sedang dalam aspek minat belajar dan pengambilan keputusan peminatan. Aspek dengan kategori tinggi adalah pemahaman potensi diri (50,39%) dan pengaturan waktu belajar (41,42%), sedangkan kategori rendah terletak pada kesulitan memahami pelajaran (7,25%) dan kebingungan memilih ekstrakurikuler (17,58%). Temuan ini menunjukkan bahwa kendala utama siswa bukan terletak pada aspek akademik murni, melainkan pada faktor non-akademik seperti pemahaman diri, manajemen waktu, serta kesiapan karier. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi penguatan layanan bimbingan dan konseling di sekolah, khususnya yang berfokus pada pengembangan potensi diri siswa dalam menentukan peminatan dan perencanaan karier masa depan.
Dampak Strict Parents terhadap Kecemasan Akademik dan Sosial Mahasiswa Generasi Z Dewi Muthiah; Evi Winingsih
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 1: Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10i1.69609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pola asuh strict parents terhadap kecemasan akademik dan sosial pada mahasiswa generasi Z, serta menelaah perbedaan nilai antar-generasi antara orang tua dan anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan partisipan empat mahasiswa dari berbagai jurusan dan universitas yang dibesarkan dalam pola asuh otoriter. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol ketat, tuntutan prestasi tinggi, serta komunikasi emosional yang minim menyebabkan kecemasan akademik dan sosial yang signifikan, terutama pada situasi evaluatif seperti ujian, presentasi, dan interaksi sosial. Selain itu, ditemukan adanya perbedaan nilai antar-generasi yaitu orang tua dari generasi boomers dan X masih memegang nilai tradisional berupa disiplin dan kepatuhan, sedangkan anak generasi Z menekankan keseimbangan emosional dan kesehatan mental. Perbedaan nilai ini berpengaruh terhadap pola komunikasi dan munculnya tekanan psikologis pada anak.
IDENTITAS BUDAYA GLOBAL, EMPATI DIGITAL, PERSEPSI DISKRIMINASI, DAN WELL-BEING PADA REMAJA GEN Z MULTIKULTURAL Eka Juwita Haryani; Najlatun Naqiyah; Evi Winingsih
VOX EDUKASI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol 17, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/ve.v17i1.6100

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh identitas budaya global, empati digital, dan persepsi diskriminasi terhadap well-being pada remaja Generasi Z yang hidup dalam konteks multikultural di Indonesia. Generasi Z merupakan kelompok yang tumbuh dalam dinamika globalisasi dan digitalisasi yang intens, sehingga identitas budaya, pengalaman sosial-digital, dan persepsi terhadap ketidakadilan menjadi faktor krusial dalam membentuk kesejahteraan psikososial mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional, melibatkan 100 remaja Gen Z berusia 15–24 tahun. Instrumen penelitian mencakup skala identitas budaya global, empati digital, persepsi diskriminasi, dan well-being remaja, yang telah diadaptasi dan diuji melalui validitas konstruk serta reliabilitas internal. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa identitas budaya global berpengaruh positif dan signifikan terhadap well-being (? = 0,260; p < 0,05), demikian pula empati digital yang memiliki pengaruh positif signifikan (? = 0,290; p < 0,05). Sebaliknya, persepsi diskriminasi terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap well-being (? = ?0,248; p < 0,05). Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap well-being remaja Gen Z (F = 16,765; p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 34,4% terhadap variasi kesejahteraan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa well-being remaja Gen Z merupakan konstruk multidimensional yang dibentuk oleh interaksi antara sumber daya psikososial yang bersifat protektif dan pengalaman sosial yang berisiko. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan mengintegrasikan identitas budaya global dan empati digital dalam model well-being, serta implikasi praktis bagi pengembangan intervensi pendidikan dan kebijakan yang mendukung kesejahteraan remaja di era global-digital.Kata Kunci: Identitas budaya global, empati digital, persepsi diskriminasi, well-being, remaja Gen Z, multikulturalABSTRACTThis study aims to analyze the influence of global cultural identity, digital empathy, and perceptions of discrimination on the well-being of Generation Z adolescents living in a multicultural context in Indonesia. Generation Z is a group that has grown up amid intense globalization and digitalization, making cultural identity, social-digital experiences, and perceptions of injustice crucial factors in shaping their psychosocial well-being. This study uses a quantitative approach with a cross-sectional survey design, involving 100 Gen Z adolescents aged 15–24 years. The research instruments included scales of global cultural identity, digital empathy, perceptions of discrimination, and adolescent well-being, which had been adapted and tested for construct validity and internal reliability. Data analysis was performed using multiple linear regression to test the influence between variables. The results of the analysis show that global cultural identity has a positive and significant effect on well-being (? = 0.260; p < 0.05), as does digital empathy, which has a significant positive effect (? = 0.290; p < 0.05). Conversely, perceptions of discrimination were found to have a negative and significant effect on well-being (? = ?0.248; p < 0.05). Simultaneously, these three variables significantly influence the well-being of Gen Z adolescents (F = 16.765; p < 0.001) with a contribution of 34.4% to the variation in psychological well-being. These findings confirm that Gen Z youth well-being is a multidimensional construct shaped by the interaction between protective psychosocial resources and risky social experiences. This study provides theoretical contributions by integrating global cultural identity and digital empathy into the well-being model, as well as practical implications for the development of educational interventions and policies that support youth well-being in the global-digital era.Keywords: Global cultural identity, digital empathy, perception of discrimination, well-being, Gen Z youth, multiculturalism
Identifikasi Coping Adiktif Warga Binaan Pemasyarakatan Menjelang Bebas melalui Pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Aiuningtyas Yuni Oetari; Wiryo Nuryono; Budi Purwoko; Evi Winingsih
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 2 (2026): February
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/xckpyj16

Abstract

Drug abuse is one of the focus of problems that is still urgent until now, the real impact of users is seen and felt not only biologically but also psychologically. The tendency to relapse or relapse in drug users is an obstacle in prevention and rehabilitation efforts for drug users. This study aims to help clients/counselees in finding new rational beliefs and identifying addictive coping patterns that can trigger relapse, repeating crimes, or recidivism in former drug users. The method used in this study is Qualitative with a Case Study model on the subjects of five Correctional Residents (WBP) aged 20-25 years in the final period of detention who are former drug users. Data collection techniques are carried out through observation, counseling interviews, and documentation. The approach used in therapy is Cognitive Behavioral Counseling with the Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) approach. The main results of this study indicate the existence of irrational beliefs that trigger relapse tendencies such as; (1) Responsibility or burden of life after release, (2) Statements about easy access to narcotics, (3) Fear of negative judgment from society or those closest to them. The interconnectedness of these three factors forms an addictive coping pattern that emerges as a means of self-preservation to avoid anxiety before release. This study highlights addictive coping as a cognitive response to anxiety before release, which has not been widely studied in the context of the reintegration of narcotics inmates. The practical implications of this study include: (1) for counselors, understanding the client's cognitive and emotional state is crucial in eliminating irrational thought patterns and addictive coping as potential recidivism; (2) for school counselors, the finding that early exposure to narcotics during school confirms the need for early preventive intervention through the development of emotional regulation, rational thinking patterns, and skills in dealing with peers; (3) for the Development of the Guidance and Counseling Profession, the need for ongoing psychological support in preventing recidivism.
Analisis Bibliometrik: Perkembangan Penelitian Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam Bimbingan dan Konseling di Sekolah Natasalwa Valencya; Wiryo Nuryono; Budi Purwoko; Evi Winingsih
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 6 No. 1 (2026): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/jdabk398

Abstract

Penelitian terkait Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) dalam konteks layanan bimbingan dan konseling di sekolah Indonesia menunjukkan perkembangan topik yang semakin beragam, namun belum banyak dipetakan secara komprehensif berdasarkan perkembangan publikasi dan keterkaitan tema penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan perkembangan penelitian SFBC dalam layanan bimbingan dan konseling pada jenjang sekolah menengah di Indonesia selama periode 2015–2025, serta mengidentifikasi perkembangan tema dan arah penelitian yang muncul. Penelitian ini menggunakan analisis bibliometrik dengan basis data Google Scholar dan menghasilkan 135 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis dilakukan melalui pemetaan tren publikasi, produktivitas publikasi, sitasi, serta analisis co-occurrence kata kunci menggunakan VOSviewer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa publikasi SFBC mengalami perkembangan yang fluktuatif, namun cenderung meningkat dan mencapai jumlah tertinggi pada tahun 2025. Perkembangan penelitian menunjukkan pergeseran fokus dari penerapan teknik dan penguatan aspek psikologis individual menuju persoalan akademik dan psikososial, serta pengembangan kemampuan adaptif, hingga layanan karier. Temuan ini menunjukkan bahwa penelitian SFBC di Indonesia berkembang dari orientasi penyelesaian masalah menuju penerapan yang lebih kontekstual dan berorientasi pada penguatan sumber daya peserta didik. Pemetaan ini memberikan gambaran mengenai perkembangan keilmuan SFBC dalam konteks BK di sekolah, sekaligus mengidentifikasi peluang penelitian lanjutan pada tema dengan kepadatan jaringan yang masih rendah, seperti academic anxiety, aggresiveness, self-disclosure, dan compulsive internet use.
Co-Authors Ach. Sudrajad Nurismawan Achsanul Hakim, Muchammad Aiuningtyas Yuni Oetari Al Fitri Nur Hidayah Ali Murtadho Amelia Dhamara Sofyati Halmahera Ananda Dwi Shepty Mi&#039;rajtul Jannah Anisa Dwi Pratanti Ari Khusumadewi Asieline Wahyu Tri Ardyanti Asmunin Bakhrudin All Habsy Bakhrudin All Habsy Bakhrudin All Habsy, Bakhrudin All Bambang Dibyo Wiyono Bambang Dibyowiyono Benardy, Dhika Chelvian Satya Berlian Hati, Angela Amanda Billa, Nur Amanah Brillian Rosy Budi Purwoko Budiyanto BUDIYANTO Budiyanto Budiyanto Budiyanto Budiyanto Carolina Ligya Radjah, Carolina Ligya Citra Fitri Kholidya Clara Jelita Gracia Theo Daema Rizky Aulia DENOK SETIAWATI Denok Setiawati Denok Setiawati Denok Setiawati Warsongko Devi Ratnasari Dewi Komalasari Dewi Muthiah Dhika Chelvian Satya Benardy Dian Oktaviana Dimas Ardika Miftah Farid DINDA LESTARY, YUNITA Efi Tri Kristiana Eka Juwita Haryani Eko Darminto Elisabeth Christiana Fadilah, Ela Nur Fandi Fatoni Febriani, Risilva Aulia Fifi Khoirul Fitriyah Firdaus Christina Nathasya Firdaus Wiyono, Rima Faradillah Wati Firdaus, Azzahro Fitri Wahyuni Florentina Ema Weking GITA FEBRIANI, SARAH Habsy, Bakhrudin Ali Habsy, Bakhrudin All Hadi Warsito Hadi Warsito Halmahera, Amelia Dhamara Sofyati Hendra Hidayat Hendra Hidayat Heru Prasetyo HILMAN, LUTHVAN I Gde Agung Sri Sidhimantra I&#039;anafi Shofwan IM. Hambali Inayah, Putri Kasih, Zelma Setya Khaelani, Fawwas Firdaus Kristanto,, Andi Kusumadewi, Ari Kuswati, Lilik Latif Nur Hasan Luluk Ainun Nikmah Luthvan Hilman M. Ramli Maulana Riqfi Zaein Maulidiya Firdausi Putri Miftahul Anwaril Mutaqin Mochamad Nursalim Mochammad Nursalim, Mochammad Muhamad Afifuddin Ghozali Muhammad Rizky Ramadhan Mutaqin, Miftahul Anwaril Najlatun Naqiyah Natasalwa Valencya Nathasya, Firdaus Christina Ngampuni Nikmah, Luluk Ainun Nisa` Muhibaturrohmah, Chotrun Nudin, Salamun Nur Amanah Billa Nur Hidayah Nur Hidayah Nurhidayat, Andy Iwan Nursalim , Mochamad Nursalim, Mochammad Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Nurul Qomariyah Oktaviana, Dian Pratanti, Anisa Dwi Puji Rahayu Ningsih Puji Rahayu Ningsih PURNAMININGTYAS, KARTIKA Putri Agung Amanda Maharani Putri Rachmadyanti Queendra Cheryl Wibowo Qurrota A'yuni Nur Rohmah RACHMADYANTI, PUTRI Rahmawati Rahmawati Rahmiawan, Natasya Artamefilla Ramadhan, Trisno Adin Restu Dwi Ariyanto RETNO MUSTIKA DEWI Retno Tri Hariastuti Roby Anggara Handika Putra Sari, Unzhela Mustika Purwalis Siftia Rusydi, Wasilatur Rahmah SITI INA SAVIRA Siti Qurotul A'yun Syafi'i Syafi'i Syarofudin, Ahmad Titin Indah Pratiwi TITIN INDAH PRATIWI Tri Sudarwanto Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati, Umi Anugerah Unzhela Mustika Purwalis Sari Wadlhah, Zulfa Huwaidah Wan Ab Aziz Wan Daud WIGAKSONO, THERESAPAKARTI Wiryo Nuryono WIRYO NURYONO Wiryo Nuryono Wiyono, Bambang Dibyo Wulan Patria Saroinsong Yuyun Isbanah ZAINAL ARIF, MOHAMMAD