Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Angka Kematian Ibu: Analysis of Factors Associated with Maternal Mortality Rates Rahim, Muhammad Reyzaldy; Sanyoto, Didik Dwi; Istiqamah, Ermina; Adhani, Rosihan; Husaini, Husaini
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 3 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i3.9204

Abstract

Pendahuluan: Angka kematian ibu terjadi akibat komplikasi selama dan setelah kehamilan dan persalinan. Sebagian besar komplikasi ini berkembang selama kehamilan dan sebagian besar dapat dicegah atau diobati. Komplikasi utama yang menyebabkan hampir 75% dari semua kematian ibu adalah pendarahan hebat (kebanyakan pendarahan setelah melahirkan), infeksi (biasanya setelah melahirkan), tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklamsia dan eklamsia), komplikasi akibat persalinan, dan aborsi yang tidak aman. Tingginya angka kematian ibu menunjukan keadaan sosial ekonomi yang rendah dan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk pelayanan prenatal dan obstetrik yang rendah. Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan penurunan angka kematian ibu. Metode penelitian: menggunakan literature review dengan penelusuran menggunakan Data Base Google Schoolar, Crossref, Researgate dengan keyword, faktor *OR* kematian ibu*. Kriteria inklusi dalam pengumpulan data meliputi artikel terbit di jurnal tahun 20210-2024, jurnal nasional maupun internasional, populasi dan sample adalah ibu dan ibu hamil. Hasil: penelusuran data base didapatkan 15 artikel sesuai dengan kriteria inklusi. Faktor yang berhubungan dengan kematian ibu adalah kurangnya kunjungan ANC, rujukan terlambat, sosial ekonomi, pendidikan, komplikasi kehamilan, nifas,keterlambat pengambilan langkah, anemia, paritas, tenaga kesehatan yang membantu persalinan dan usia. Kesimpulan: pertolongan persalinan, pendidikan, usia, kunjungan ANC dan paritas adalah faktor yang sering ditemukan dari 15 artikel. Diharapkan faktor tersebut lebih diproritaskan ketika menghadapi ibu hamil, bersalin dan nifas.
ANALYSIS OF FACTORS ASSOCIATED WITH ACHIEVEMENTS OF COVID-19 VACCINATION IN THE ELDERLY AT THE GUNTUNG PAYUNG.docx Rahmatullah, Mohammad Dede; Adhani, Rosihan; Nugroho, Adi; Suharton, Eko; Rahman, Fauzie
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 24 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10432930

Abstract

Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), a new type of coronavirus discovered in humans since an extraordinary incident appeared in Wuhan China in December 2019, and causes disease Coronavirus Disease-2019 (COVID- 19). Achievement of COVID-19 vaccination in Indonesia national elderly on July 10 2023 dose 1 84.88%, dose 2 70.33%, dose 3 33.75% and dose 4 2.15%. The achievement of vaccination for the elderly in South Kalimantan Province dose 1 was 86.52%, dose 2 was 63.10%, dose 3 was 23.74%, and dose 4 was 0.75% while the achievement of COVID-19 vaccination in the elderly in Banjarbaru city dose 1 was 11,349 doses , dose 2 was 9,876 doses, dose 3 was 5,567 doses, and dose 4 was 347 doses. To speed up the achievement, the government is actively providing vaccination services through the Puskesmas and public spaces. Knowing the relationship between comorbid diseases, elderly independence, perceptions of government policiesrelated to Covid-19 vaccination, the ease of obtaining vaccine information with Access to COVID-19 Vaccination in the elderly group at the Guntung Payung Health Center, Banjarbaru City. Results of analysis with Who squaresshows the p-value of comorbid diseases (p= 0.000), elderly independence (p = 0.015), perceptions of government policiesrelated to COVID-19 vaccination(p=0.031), and ease of obtaining vaccine information (p=0.007). The results of the analysis with multiple logistic regression showed the p value and Exp B of the comorbid disease variable (p = 0.003, Exp B =3,064), elderly independence variable (p=0.026, Exp B=2,253), the variable perception of government policy (p=0.028, Exp B= 2.240), and ease of obtaining vaccine information (p=0.024, Exp B= 2.541). The results of the analysis with Chi square showed p values of age (p= 0,026), gender (p= 0,017), JKN membership status (p= 0,013), toothbrush behavior (p=0,006) and cariogenic food comsumption (p=0,001). The results of analysis with multiple logistic regression showed values of p and Exp B of age (p=0,008, Exp B=2,569), gender (p=0,017, Exp B= 1,956), JKN membership status (p=0,031, Exp B= 1,667), toothbrush behavior (p=0,006, Exp B= 2,742), and cariogenic food consumption (p=0,006, Exp B= 2,952) There is a significant relationship between comorbid diseases, elderly independence, perception of government policies, ease of obtaining vaccine information and access to COVID-19 vaccination in the elderly group at the Guntung Payung Health Center, Banjarbaru City. Themost dominant variable related is comorbid disease.
Faktor Penyebab Pending Klaim BPJS di RS Militer Banjarmasin (Man & Materials) Nur Indriani Rahayu; Azura Arisa; Muhammad Noor Aditya Pratama; Rosihan Adhani
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7334

Abstract

RS Militer di Banjarmasin mengalami pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap sebanyak 354 berkas pada bulan September 2024 – Maret 2025, yang berisiko mengganggu arus kas dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab pending klaim BPJS Kesehatan rawat inap dengan fokus pada dua faktor utama dari teori 5M, yakni Man dan Materials. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap lima informan utama sebagai triangulasi yang terdiri dari koder, verifikator, kepala casemix, kepala administrasi kesehatan, dan kepala keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Man meliputi kurangnya ketelitian petugas serta hambatan komunikasi antar unit. Faktor Materials meliputi kesalahan koding seperti kombinasi diagnosis, include-exclude, lama rawat, eksisi, dan gagal data. Kesimpulan penelitian pada faktor Man ditemukan kurang telitinya petugas, keterlambatan admin ruang rawat inap dalam melengkapi dokumen, serta belum optimalnya efektivitas komunikasi antar petugas. Pada faktor Materials ditemukan kesalahan koding seperti diagnosis, include-exclude, serta lama rawat, eksisi dan kegagalan dalam tarik data.
EFFECTIVENESS OF DENTAL AND ORAL HEALTH PROMOTION ON IMPROVING KNOWLEDGE AND ATTITUDES OF ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Riska Nisaul Karimah; Rosihan Adhani; Aulia Azizah; R. Harry Dharmawan Setyawardhana; Nurdiana Dewi
Dentin Vol 9, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i2.17739

Abstract

ABSTRACTBackground: Caries cases are very high, especially in school children. Data from Riskesdas 2018 showed that the incidence of caries in Banjarmasin was 37.62%. The high number of cases is due to lack of knowledge to maintain dental and oral hygiene. It can affect the learning and achievement of school students. Interventions to increase knowledge are needed as a solution to reduce caries cases in children. One of the educational interventions that can be given is the MOKEGI game application. Purpose: To analyze the effectiveness of health promotion using the MOKEGI educational game on the knowledge and attitudes of dental and oral health of school children. Method: The study used a quasi-experimental design with two group pre and post test. The intervention carried out was MOKEGI (Monopoly of Dental Health) which was carried out for 5 days in the control group and the intervention group. The statistical analysis used was the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The study showed the results of the Wilcoxon attitude test, namely p-value 0.000 (pretest) and 0.248 (posttest). In addition, in the Wilcoxon attitude test, the p-value is 0.000 (pretest) and 0.384 (posttest). The results of the Mann-Whitney test showed a p-value of 0.000 (knowledge) and 0.013 (attitude). Conclusion: there is a significant difference in knowledge and attitudes about dental and oral health between before and after health promotion through the MOKEGI game application. The MOKEGI game application is effective in improving knowledge and attitudes about dental and oral health in school children.Keywords: Attitude, Knowledge, Mouth, Play, Teeth ABSTRAKLatar belakang: Kasus karies sangat tinggi terutama pada anak sekolah. Data Riskesdas 2018 didapatkan angka kejadian karies di Banjarmasin sebesar 37,62%. Tingginya kasus dikarenakan kurangnya pengetahuan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Jika hal ini terus terjadi dapat mempengaruhi pembelajaran dan prestasi siswa sekolah. Intervensi untuk meningkatkan pengetahuan sangat diperlukan sebagai solusi menurunkan kasus karies pada anak. Salah satu intervensi edukasi yang dapat diberikan adalah aplikasi permainan MOKEGI. Tujuan: Untuk menganalisis efektifitas promosi kesehatan menggunakan permainan edukasi MOKEGI terhadap pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut anak sekolah. Metode: Penelitian menggunakan desain quasy experiment with two group pre and post test. Intervensi yang dilakukan adalah MOKEGI (Monopoli Kesehatan Gigi) yang dilakukan selama 5 hari pada kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Analisis statistic yang digunakan adalah uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Penelitian menunjukkan hasil uji Wilcoxon sikap yaitu p-value 0,000 (pretest) dan 0,248 (posttest). Selain itu, pada uji Wilcoxon sikap yaitu p-value 0,000 (pretest) dan 0,384 (posttest). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan p- value 0,000 (pengetahuan) dan 0,013 (sikap). Kesimpulan: terdapat perbedaan signifikan pada pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut antara sebelum dan sesudah promosi kesehatan melalui aplikasi permainan MOKEGI. Aplikasi permainan MOKEGI efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah. Kata kunci : Gigi, Mulut, Pengetahuan, Permainan, Sikap.
GAMBARAN KESEIMBANGAN UKURAN GIGI DENGAN ANALISIS BOLTON PADA PELAJAR SUKU BANJAR (USIA 15-18 TAHUN) Kholish Atikah Azzam; Diana Wibowo; Alexander Sitepu; Rosihan Adhani; Yusrinie Wasiaturrahmah
Dentin Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i2.13110

Abstract

ABSTRACTBackground: South Kalimantan recorded having a high incidence of dental and oral health problems around 59.6% and malocclusion cases around 12%. The population of Banjar tribe in South Kalimantan is around 90%. Banjar’s genetic factors can influence the development of tooth size therefore influence result of normal occlusion. Bolton analysis is an index needed to determine balance of tooth size of upper and lower jaw. Objective: The aim of this research is to describe the discrepancy sizes using Bolton analysis in Banjar students (aged 15-18 years). Method: This research is an observasional descriptive study with cross-sectional approach. Results: The results showed that the average balance value for the size of the 6 anterior teeth (Anterior Ratio) was 79.51% ± 8.67. It was found that 97.6% of the samples were unbalanced with the highest frequency of jaw discrepancies in the mandible and the average value for balance size of the 12 teeth. overall (Overall Ratio) 91.32 ± 5.17, it was found that 98.8% of the sample numbers were unbalanced with the highest frequency of jaw discrepancy in the maxilla, namely 46 people (56.1%). Conclusion: The balance of tooth size in the Banjar tribe based on the anterior Bolton ratio was found to be predominantly unbalanced with the highest imbalance located in the lower jaw (mandible) and the overall Bolton ratio was found to be predominantly unbalanced with the highest imbalance located in the upper jaw (maxilla).Keywords : Tooth Size Discrepancy; Bolton Analysis; Banjar tribe  ABSTRAK Latar Belakang: Kalimantan Selatan tercatat memiliki angka kejadian permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang tinggi yaitu sekitar 59,6% dan kasus maloklusi sekitar 12%. Penduduk terbesar di Kalimantan Selatan adalah suku Banjar sekitar 90% dari populasi. Faktor genetik Suku Banjar dapat mempengaruhi perkembangan ukuran gigi sehingga dapat menentukan hasil oklusi normal. Analisis Bolton merupakan indeks yang sering digunakan dan diperlukan untuk menentukan keseimbangan ukuran gigi rahang atas dan bawah. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengambarkan keseimbangan ukuran gigi dengan analisis Bolton pada pelajar Suku Banjar (Usia 15-18 Tahun). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata keseimbangan ukuran 6 gigi anterior (Anterior Rasio) 79,51% ± 8,67 didapati 97,6% jumlah sampel tidak seimbang dengan frekuensi rahang yang berdeskrepansi terbanyak pada mandibula dan nilai rata-rata keseimbangan ukuran 12 gigi keseluruhan (Overall Rasio) 91,32 ± 5,17 didapati 98,8% jumlah sampel tidak seimbang dengan frekuensi rahang yang berdeskrepansi terbanyak pada maksila yaitu 46 orang (56,1%). Kesimpulan: Keseimbangan ukuran gigi pada Suku Banjar berdasarkan rasio anterior Bolton didapati mayoritas tidak seimbang dengan letak ketidakseimbangan tertinggi pada rahang bawah (mandibula) dan rasio keseluruhan Bolton didapati mayoritas tidak seimbang dengan letak ketidakseimbangan tertinggi pada rahang atas (maksila). Kata kunci :  Analisis Bolton, Keseimbangan Ukuran Gigi, Suku Banjar 
PERBANDINGAN TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT YANG MEMAKAI GIGI TIRUAN BUATAN DOKTER GIGI DAN TUKANG GIGI DI BANJARMASIN Muhammad Arfah Akbar; Rosihan Adhani; Rahmad Arifin; Ika Kusuma Wardani; R. Harry Dharmawan Setyawardhana
Dentin Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i1.12196

Abstract

Background: Riskesdas data for South Kalimantan Province for 2018 stated that 3.3% of the population who received denture installation treatment in the last 12 months in Banjarmasin, 22.9% of the population in Banjarmasin received treatment at dentists and 0.79% received treatment at dental artisans. There are differences in the manufacture of dentures made by dentists and dental artisans, both in terms of quality, indications, contraindications, and cost. Purpose: To analyze the comparison of the level of satisfaction of people who use dentures made by dentists and dentists in Banjarmasin. Method: Using a comparative analytical method with a cross-sectional approach. The sampling technique uses quota sampling. The population is Dentist and Dentist patients in Banjarmasin City. The minimum sample size is calculated using the Lemeshow formula and the results are 100 samples. Results:. Analysis of the Mann Whitney test data yielded a significant value of 0.000 <0.05 which indicated that the H0 decision was rejected or meant that there was a difference in satisfaction with dentures made by dentists and dental artisans. Conclusion: There is a difference in satisfaction with dentures made by dentists and dentists, where the satisfaction level of users of dentures made by dentists is higher than the level of satisfaction made by dentures made by dentists in Banjarmasin City.Keywords: Artisan Dental, , Dentist, Denture, Satisfaction.
EFEKTIVITAS DENTAL HEALTH EDUCATION MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL BADAMPRAK TERHADAP PENGETAHUAN DAN SKOR OHI-S (Tinjauan Pada Siswa Umur 10-14 Tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin) Yudha Fatahillah Syahari; Aulia Azizah; Sherli Diana; Rosihan Adhani; Rahmad Arifin
Dentin Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i1.16564

Abstract

Background: Based on the Indonesian Health Survey (SKI 2023) South Kalimantan Province has a proportion of oral and dental problems (57.7%), the largest (59.56%) of which is in children aged 10-14 years, this indicates a lack of dental health education (DHE) in this age group. According to Bloom, behavior influenced by knowledge is an important factor in oral health status. One method to improve this knowledge is through the traditional game Badamprak. Objective: The effectiveness of DHE using Badamprak games in increasing knowledge and reducing OHI-S scores in students aged 10-14 years at Dhammasoka Buddhist School in Banjarmasin City. Purpose: Proving that DHE using traditional badamprak games increases knowledge and reduces OHI-S scores in students aged 10-14 years at Dhammasoka Buddhist School in Banjarmasin City. Methods: This study used quasi experimental with pre and posttest group design with non probability sampling on 58 students. Results: Wilcoxon test showed that there was a difference in tooth brushing knowledge before and after DHE using Badamprak traditional games in 58 samples (p = 0.001). Conclusion: DHE using the traditional game Badamprak is effective in increasing knowledge and reducing OHIS scores.Keywords: Badamprak, Dental Health Education, Knowledge, Oral Hygiene Index Simplified, Tooth Brushing ABSTRAKLatar Belakang: Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI 2023) Provinsi Kalimantan Selatan memiliki proporsi masalah gigi dan mulut (57,7%), yang terbesar (59,56%) yaitu pada anak usia 10-14 tahun, Hal ini menunjukkan kurangnya edukasi kesehatan gigi dan mulut (Dental Health Education/DHE) pada kelompok usia tersebut. Menurut Bloom, perilaku yang dipengaruhi oleh pengetahuan merupakan faktor penting dalam status kesehatan gigi dan mulut. Salah satu metode untuk meningkatkan pengetahuan ini adalah melalui permainan tradisional Badamprak. Tujuan: Efektivitas DHE menggunakan permainan Badamprak dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHI-S pada siswa usia 10-14 tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin. Tujuan: Membuktikan bahwa DHE menggunakan permainan tradisional badamprak meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHI-S pada siswa umur 10-14 tahun di Sekolah Buddhis Dhammasoka Kota Banjarmasin. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuasi eksperimen melalui rancangan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi (pretest-posttest group design). Pemilihan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan jumlah responden sebanyak 58 siswa. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan menyikat gigi sebelum dan setelah DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak pada 58 sampel (p=<0,001). Kesimpulan: DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHIS. Kata Kunci: : Badamprak, Dental Health Education, Menyikat Gigi, Oral Hygiene Index Simplified, Pengetahuan > <0,001). Kesimpulan: DHE menggunakan permainan tradisional Badamprak efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan skor OHIS.Kata Kunci: : Badamprak, Dental Health Education, Menyikat Gigi, Oral Hygiene Index Simplified,Pengetahuan
Lactobacillus sp. IDENTIFICATION IN CARIES-AFFECTED STUDENTS IN SMP NEGERI 1 SUNGAI PINANG KABUPATEN BANJAR Rosihan Adhani; Isnur Hatta; Muhammad Genadi Askandar; I Wayan Arya Krishnawan Firdaus
Dentin Vol 9, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i3.17915

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Karies adalah penyakit infeksi yang menyerang jaringan keras gigi. Karies adalah penyakit multifaktorial, yang dipicu oleh interaksi antara inang, mikroorganisme/agen, substrat, dan waktu. Salah satu agen patogen yang paling utama adalah Lactobacillus sp. Agen ini sebagian besar ditemukan pada lesi karies aktif, dapat menghasilkan asam laktat dan merupakan organisme yang toleran terhadap lingkungan asam. Paparan timbal juga merupakan faktor yang dapat memperburuk karies. Timbal adalah antagonis kalsium dan dapat menghambat metabolisme kalsium dalam remineralisasi gigi. Timbal dapat mengendap ke dalam air minum setelah mengkristal di udara, dibantu oleh hujan. Paparan ini sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat yang masih bergantung pada air sungai yang tidak disaring untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koloni Lactobacillus sp. pada anak-anak yang terkena karies dan menilai perbedaan antara anak-anak yang mengonsumsi air sungai dan anak-anak yang mengonsumsi air sumur. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain kelompok kontrol menggunakan pendekatan potong lintang, yang dilakukan di SMP Negeri 1 Sungai Pinang Kabupaten Banjar, November-Desember 2017. Populasi penelitian terdiri dari 60 siswa, yang dikategorikan menjadi dua kelompok (masing-masing 30 siswa): kelompok pengguna air sungai dan kelompok pengguna air sumur. Indeks DMF-T dan sampel usap gigi dicatat untuk dianalisis. Sampel usap kemudian dikirim ke laboratorium untuk diolah dengan pewarnaan dan menggunakan metode Huccer untuk menilai koloni Lactobacillus sp. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara jumlah koloni Lactobacillus sp. dan indeks DMT pada anak-anak pengguna air sungai dan anak-anak pengguna air sumur.Keywords: indeks DMF-T, karies, konsumsi air, timbal ABSTRACTBackground: Caries is an infectious disease affecting a tooth’s hard tissues. It is a multifactorial disease, initiated by the interaction of host, microorganisms/agents, substrates, and time. One of the most pathogenic agents is Lactobacillus sp. This agent is mostly found in active lesions of caries, can produce lactate acid and is an acidic-environment tolerant organism. Lead exposure is also a factor that can worsen caries. Lead is a calcium-antagonist and can hamper the metabolism of calcium in remineralization of tooth. Lead can precipitate into drinking water after being crystallized in the air, assisted by rain. This exposure is especially worrying to the community which still depends on unfiltered water from the river to fulfill their daily needs. Purpose: This study was proposed to identify Lactobacillus sp. colony in caries-affected children and assess the difference between river water consuming and well-water consuming children. Methods: This was an observational analytics with control group design study using cross sectional approach, performed in SMP Negeri 1 Sungai Pinang Kabupaten Banjar, November-December 2017. The population was 60 students, categorized into two groups (30 students each): river water consuming and well-water consuming groups. The samples’ DMF-T indexes and teeth swab samples were recorded for analysis. The swab samples were then delivered to laboratories to be treated by staining and using Huccer methods to assess the Lactobacillus sp. colony. Results: The results showed that there was a significant difference between colony count of Lactobacillus sp. and DMT-index in both river water consuming and well-water consuming children.  Keywords: caries, DMF-T index, lead, water consumption
DIFFERENCES IN THE EFFECTIVENESS OF DENTAL HEALTH EDUCATION USING SONGS AND POSTERS ON TOOTH BRUSHING KNOWLEDGE Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari; Isnur Hatta; Galuh Dwinta Sari; Diana Wibowo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 8, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i3.14230

Abstract

Background: Based on Riskesdas (2018), the largest proportion of dental problems in Indonesia are damaged teeth/cavities/toothache, one of the reasons is the low proportion of tooth brushing behavior. Banjarbaru City is the area with the lowest prevalence in the South Kalimantan region in the right time to brush teeth with the proportion is only 2,06%. Bloom divided behavior into 3 domains, namely knowledge, attitudes, and actions. One of the efforts to increase knowledge maintaining oral health can be through Dental Health Education used songs and posters. Purpose: Analyzing the differences in the effectiveness of Dental Health Education using the Healthy Teeth song and the Read Me poster on increasing knowledge of brushing teeth of class VI students at SDN 2 Loktabat Selatan. Methods: used a quasi-experimental design method with a non-equivalent control group design. Sampling technique used was total sampling technique. The research was conducted at SDN 2 Loktabat Selatan with a sample of 79 respondents. Results: Wilcoxon showed that there were differences in knowledge of brushing teeth before and after DHE using the Healthy Teeth song and Read Me posters in the intervention group (p=0,000) and there was no difference in knowledge of brushing teeth between pretest and posttest in the control group (p=0,809). Mann Whitney showed that there were differences in knowledge of brushing teeth between the song and poster groups (p=0,001), but the mean rank of the song group was higher. Conclusion: DHE using the Healthy Teeth song was more effective in increasing knowledge of brushing teeth.
Implementation of Health Center Management Policies on the Quality of Health Services Farhani, Nadya; Adhani, Rosihan; Ringoringo, Harapan Parlindungan; Istiqomah, Ermina; Hartoyo, Edi; Nugorho, Adi
Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol 12, No 3 (2025): Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Publisher : Lambung Mangkurat University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpkmi.v12i3.23053

Abstract

Effective management is essential for health centers to ensure that health service standards are met through proper planning, implementation, supervision, and evaluation. One method to assess service quality at Community Health Centers is the Health Center Performance Assessment, which evaluates activity coverage, service quality, and management. Given the crucial role of management in improving health service quality, the implementation of health center management practices is critical. This study explores the obstacles to effective health center management in Tabalong District. A qualitative approach was employed using a case study design. Data were collected through in-depth interviews, focus group discussions (FGDs), observations, and documentation involving 15 informants from the District Health Office and several health centers. Despite efforts to adhere to Minister of Health Regulations No. 6/2016 and No. 19/2020, several challenges persist, including non-functional SMD–MMD activities and mini-workshops that do not follow established guidelines. Additional barriers include limited human resources, budget constraints, incomplete standard operating procedures (SOPs), and fragmented information systems. In conclusion, the implementation of health center management has not been fully optimal, resulting in service quality that has yet to meet expected standards.
Co-Authors Achmad Rofi'i Adam Kevin Ade Putri Pratiwi Adenan Adenan Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adib Muntasir Afiati, Risti Agung Satria Wardhana Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Ajeng Zelline Ameriagitri Aldo Giovanni Alexander Sitepu Alin, Dhemes Amalia Putri Andriyani, Putri Dwi Annisa Faradila Anshori Rohimi Ardik Lahdimawan Arifin Syamsul Aristia, Firda Aspiani Aspiani Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aulia, Ridha Aurelia Marsha Denta Oktavia Azura Arisa Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bayu Indra Sukmana Bela Yunita Bela Yunita, Bela Beta Widya Oktiani Br Siahaan, Maria Angelina Tiurma Candra Candra Cecep Hadyan Khairusy Cimey Youventri Dana Chitra Maida Dayanne Sembiring Debby Saputera, Debby Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari DEWI SARTIKA Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dina Kartika Dinda Andira Salsabila Disi Raudatul Janah Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma E.Gusti Sigar Maulana E.Gusti Sigar Maulana, E.Gusti Sigar Edi Hartoyo Eka Intan Kumala Putri Eka Maya Putri Eko Suhartono Emma Yuniarrahmah, Emma Enny Khalisa Enny Khalisa, Enny Ermina Istiqomah, Ermina Faradila, Annisa Farah Aida Putri FARHANI, NADYA Farida Heriyani Farida Heriyani Fathul Rahman Fatimah Maulideya Fatmasari, Meilita Faulina Windiyana Fauzie Rahman Feryra Putri Ayu Suma Feryra Putri Ayu Suma, Feryra Putri Firda Aristia Fitrian, Muhammad Soni Fransisca Viesta Nanda Heta Fransiska Uli Arta Panjaitan Garcia, Aprilia Ghaitsa Ghaitsa Ghaitsa, Ghaitsa Habibie Aldiaman Habibie Aldiaman, Habibie Hamdani, Riky Harapan Parlindungan Ringoringo, Harapan Parlindungan Hatta, Isnur Herawati Hidayatullah Hidayatullah Hijriah, Restu Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khatimah, Ika I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Husnul Khatimah Ika Kusuma Wardani Istiqamah, Ermina Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Akbar Jayawarsa, A.A. Ketut Jeanyvia Anggreyni Sodri Jeviya Marsianah Juli Harnida Purwaningayu Karina Ramadhani Khairusy, Cecep Hadyan Kholish Atikah Azzam Lailatul Qomariyah Lenny Octaviani Tanu Lisda Hayatie, Lisda Luh Putu Ratna Sundari M. Fahrul Ryzanur.A Maria Angelina Tiurma Br Siahaan Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melisa Budipramana, Melisa Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Aini Muhammad Ali Riswandi Muhammad Ali Riswandi, Muhammad Ali Muhammad Arfah Akbar Muhammad Aulia Rifa Syarafi Muhammad Genadi Askandar Muhammad Haikal Muhammad Noor Aditya Pratama Muhammad Reyzaldy Rahim Muhammad Riza Muhammad Yoga Arie Yunanto Muhammad Yoga Arie Yunanto, Muhammad Yoga Muntasir, Adib Musafaah Musafaah Mustika Meisy Riyana Nabilla Kuswareni Nabilla Kuswareni, Nabilla Nadia Febrila Putri Nanda Heta, Fransisca Viesta Natasya Nurul Izzati Noor Khalishah Norhayati Norhayati Norliana Afrianti Novridha Dewi Ardiyanti Nugorho, Adi Nugroho, Adi Nugroho Nur Indriani Rahayu Nurrahman, Tri Nurul Aulia Rahmi Oski Illiandri Panghiyangani, Roselina Persadha, Galih Pindobilowo Pindobilowo Pratiwi, Rista Amalia Prisca Listyantika Prisca Listyantika, Prisca Putri Bestari Ilvani Thine Rachmad Yamani Rahma Zakia Rahmad Arifin Rahmatullah, Mohammad Dede Ramadhani, Karina Rani Lestari Yunita Napitupulu Ridha Aulia Riska Nisaul Karimah Rista Amalia Pratiwi Risti Afiati Rizki Hadi Rizki Hadi, Rizki Riznika Riznika Riznika, Riznika Rizqi Risfiana Putri Roselina Panghiyangani Rudie Syahrizal Akhmad Rusida, Esty Restiana Rusmilawati Rusmilawati Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari Saiful Akhyar Lubis Sanyoto, Didik Dwi Sari Rahmita Sari, Galuh Dwinta Selvira Linda Pratiwi Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Silvia Kristanti Tri Febriana SITI FATIMAH Sofi Arnesti Wahab Suharton, Eko Suhastinah, Suhastinah Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri, Norjainah Syamsul Arifin Tanu, Lenny Octaviani Taupiek Rahman Taupiek Rahman, Taupiek Tita Amanda Yudiya Titien Agustina Tri Putri, Deby Kania Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Oktiani, Beta Yazid Eriansyah Pradanta Yazid Eriansyah Pradanta, Yazid Eriansyah Yudha Fatahillah Syahari Yusrinie Wasiaturrahmah Zakia, Rahma Zoelkarnain, Izaak