Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA ORAL HYGIENE PADA WANITA PASKAMENOPAUSE DENGAN SKOR GINGIVAL INDEKS DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Dayanne Sembiring; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Menopause adalah bagian dari kehidupan seorang wanita yang ditandai dengan berakhirnya menstruasi sebagai salah satu tanda penuaan. Pada wanita paska menopause terjadi penurunan hormon estrogen. Penurunan hormon estrogen berpengaruh pada memburuknya kondisi oral hygiene yang dapat menyebabkan atau memperparah penyakit gingivitis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara oral hygiene pada wanita paskamenopause dengan skor gingival indeks di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada 46 wanita paska menopause di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru pada bulan Desember 2017. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan indeks OHI-S dan Gingival Indeks, dilanjutkan analisa data dengan Shapiro-Wilk. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar wanita paskamenopause di Panti Sosial Tresna Werdha memiliki oral hygiene dalam kategori sedang sebanyak 28 orang (60,5%) dan sebanyak 22 orang (47,8%) mengalami gingivitis ringan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara oral hygiene pada wanita paskamenopause dengan skor gingival indeks di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. ABSTRACTBackground: Menopause is part of a woman's life marked by the end of menstruation as one sign of aging. In postmenopausal women there is a decrease in estrogen hormone. Decreased estrogen hormone affects the deterioration of oral hygiene conditions that can cause or aggravate gingivitis. Purpose: This study aims to determine the relationship between oral hygiene in postmenopausal women with a score of gingival index in Social Institution Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru. Method: This was an observational analytic study with cross sectional approach, using simple random sampling. The study was conducted on 46 postmenopausal women at Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru Social Institution in December 2017. Data collection was done by examining OHI-S index and Gingival Index, followed by data analysis with Shapiro-Wilk. Results: The results showed that most postmenopausal women in the Tresna Werdha Social Institution had oral hygiene in the moderate category of 28 people (60.5%) and 22 (47.8%) had mild gingivitis. Conclusion: There is a relationship between oral hygiene in postmenopausal women with a gingival index score in social home Tresna Werdha Budi Sejahtera Banjarbaru.
PENGARUH MINUMAN JUS BUAH TERHADAP PERUBAHAN DERAJAT KEASAMAN (pH) SALIVA Disi Raudatul Janah; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Caries is a hard tissue disease of teeth, namely enamel, dentin and cementum, which is caused by an activity of a microorganism in a carbohydrate. The cause of the mainstay of the teeth is a factor, which is caused by mineral substances with nutrients rich in carbohydrates. One of the predisposing factors for dental caries is drinking. Drinks that can cause a decrease in the acidity (pH) of saliva are drinks that contain sugars such as fructose, glucose, sucrose, citric acid and ascorbic acid. Methods: All articles reviewed were obtained from searches for data sources Google Scholar, and Science Direct which had a range maximum journal publication time in the last 10 years. Results: The review was conducted on 12 journals which were found to fit the inclusion criteria, such as journals available in full text form and research subjects fruit juice which is often consumed by the public. Conclusion: there is a decrease in salivary pH after consuming fruit juice. Keywords: acidity, fruit juice, pH of saliva. ABSTRAK       Latar Belakang: Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas suatu jasad renik dalam suatu karbohidrat. Penyebab terjadinya karies gigi dipengaruhi beberapa faktor, seperti disebabkan zat mineral dengan dominan nutrisi kaya akan karbohidrat. Faktor predisposisi karies gigi salah satunya adalah minuman. Minuman yang dapat menyebabkan turunnya derajat keasaman (pH) saliva adalah minuman yang mengandung gula seperti fruktosa, glukosa, sukrosa, asam sitrat dan asam askorbat. Metode: Semua artikel yang direview diperoleh dari pencarian sumber data Google Scholar, dan Science Direct yang memiliki rentang waktu penerbitan jurnal maksimal 10 tahun terakhir. Hasil: Review dilakukan pada 12 jurnal yang ditemukan sesuai dengan kriteria inklusi seperti jurnal tersedia dalam bentuk full-text dan subjek penelitian jus buah yang sering dikonsumsi masyarakat. Kesimpulan: terjadi penurunan pH saliva setelah minum jus buah. Kata kunci: derajat keasaman, jus buah, pH saliva.
HUBUNGAN STUNTING TERHADAP KETERLAMBATAN ERUPSI GIGI KANINUS ATAS PERMANEN PADA ANAK USIA 11-12 TAHUN Tita Amanda Yudiya; Rosihan Adhani; Riky Hamdani
Dentin Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Stunting is a linear growth disorder that is not age-appropriate due to malnutrition. The causes of stunting is zinc deficiency. Reduce synthesis and secretion of IGF-I as the effect of GH metabolites inhibition. These substances are essential nutrients in growth, canine eruption which is delayed due to lack of arch length due to growth disorders. Purpose: to analyze the relation between stunting and  the delay of permanent upper canine teeth’s eruption in children aged 11-12 years at the Elementary School in Sungai Tiung Village. Materials and methods: The research method used observational analytic with cross sectional approach. The sample was selected using simple random sampling using the correlation analytic formula and the results obtained were 32 samples. Result: Based on this study, children who had very short and short stature were 71.9% and 28.1%, 25% had normal tooth eruption and 75% had no eruption. The Spearman test analysis showed that the significance value was 0.512 (p> 0.05) which meant there was no relationship between stunting and tooth eruption delay. Conclusion: There was no relationship between the incidence of stunting to the delay of eruption of the permanent upper canine teeth in Elementary School Cempaka District, Banjarbaru.Keywords:, Canine teeth, Stunting, Tooth eruptionABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan linear yang tidak sesuai dengan umur karena terjadinya malnutrisi. Penyebab terjadinya stunting adalah defisiensi zinc, efek metabolit GH yang dihambat sehingga sintesis dan sekresi IGF-I menjadi berkurang. Zat tersebut merupakan zat gizi essensial dalam pertumbuhan, erupsi kaninus yang mengalami keterlambatan terjadi karena kurangnya panjang lengkung rahang akibat gangguan pertumbuhan. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan stunting terhadap keterlambatan erupsi gigi kaninus atas permanen pada anak usia 11-12 tahun di SDN Sungai Tiung Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan simple random sampling menggunakan rumus analitik korelasi dan didapatkan hasil sebanyak 32 orang sampel. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian, anak yang memiliki tinggi badan sangat pendek (28,1%) dan pendek (71,9%) dan erupsi gigi normal (25%) dan tidak erupsi (75%). Analisis uji Spearman menunjukan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,512 (p > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan antara stunting dengan keterlambatan erupsi gigi. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kejadian stunting terhadap keterlambatan erupsi gigi kaninus atas permanen pada anak SDN Kelurahan Sungai Tiung 1, 2, dan 3 Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru.Kata kunci :Erupsi gigi, Gigi kaninus, Stunting
PERBANDINGAN JUMLAH KOLONI BAKTERI SUBGINGIVA BERDASARKAN SIKLUS MENSTRUASI PADA WANITA (Tinjauan Mahasiswi FKG ULM Angkatan 2014) Sari Rahmita; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Menstruasi merupakan suatu siklus reproduksi yang normal terjadi pada wanita yang mengakibatkan perubahan hormonal. Selama menstruasi terdapat hormon seks yang berpengaruh yaitu estrogen dan progesteron. Perubahan hormon estrogen dan progesteron dapat terjadi peradangan gingiva dan menjadi lingkungan yang baik bagi mikroorganisme dan diidentifikasi sebagai pemicu terjadinya penyakit periodontal. Tujuan: Menganalisis perbedaan jumlah koloni bakteri subgingiva berdasarkan siklus menstruasi pada wanita. Metode dan Bahan: penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada 30 orang sampel dengan menstruasi yang normal. Sampel plak subgingiva diambil dengan 3 kali pengambilan yaitu pada pra menstruasi, menstruasi, post menstruasi. Hasil penelitian: Hasil penelitian didapatkan jumlah koloni bakteri plak subgingiva yang tertinggi pada menstruasi yaitu 60,23 cfu, pra menstruasi 56,23 cfu dan pada post menstruasi 34,77 cfu. Hasil penelitian dari struktur dan morfologi bakteri plak subgingiva pada siklus menstruasi adalah coccus (+), diikuti basil (-). Hasil analisis data pada  pra menstruasi dengan menstruasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena didapat nilai sig. yang dihasilkan, yaitu 0,420 (p>0,05). Sedangkan antara pra menstruasi dengan post menstruasi dan antara menstruasi dengan post menstruasi didapat nilai 0.000 (p<0,005) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Terdapat perbedaan jumlah koloni bakteri subgingiva berdasarkan siklus menstruasi pada wanita.  Kata-kata kunci:Jumlah koloni bakteri subgingiva, menstruasi, post menstruasi, pra menstruasi  ABSTRACTBackground: Menstruation is a normal reproductive cycle that occurs in women that cause hormonal changes. During menstruation there are sex hormones that influence estrogen and progesterone. Changes in the hormones estrogen and progesterone can occur gingival trade and become a good environment for microorganisms and identified as triggers of periodontal disease. Purpose: Compare the amount of subgingival bacterial colonies based on the menstrual cycle in women. Material and methods: This study was an observational analytic cross-sectional approach conducted on 30 samples with normal menstruation. Subgingival plaque was performed with 3 times of menstruation, menstruation, post menstruation. Research result: The results showed that the highest subgingival plaque colonies in menstruation were 60.23 cfu, pre menstruation 56.23 cfu and 34.77 cfu menstrual post. The results of the structure and morphology of subgingival plaque on the menstrual cycle were coccus (+), followed by bacillus (-). While between menstrual period with menstrual post and between menstruation with post menstruasi get value 0.000 (p <0,005) which mean there is significant difference. Conclusion: There is a difference in the number of subgingival bacterial colonies based on the menstrual cycle in women.Keywords: Amount of subgingival bacterial colonies, menstruation, post menstruation, pra menstruation
PENGARUH PELATIHAN TERHADAP PENGETAHUAN SIKAP DAN KETIDAKRASIONALAN PENGOBATAN DIARE NON SPESIFIK SESUAI MTBS PADA BALITA Rusmilawati Rusmilawati; Rosihan Adhani; Adenan Adenan
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 1, No 2 (2016): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.507 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v1i2.3143

Abstract

Penggunaan antibiotik  pada diare non spesifik merupakan salah satu indikator penggunan obat yang tidak rasional, ini dampak berkurangnya pada mutu dan pengelolaan pelayanan obat pada pasien, pemborosan pembiayaan, adanya efek samping serta resistensi. Survei awal yang dilakukan oleh peneliti dari delapan puskesmas di Kabupaten Balangan dengan melakukan analisa resep kasus diare pada non spesifik pada balita dari sebanyak 131 kasus sebanyak 104 pemberian obat tidak rasional. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan, sikap dan pengobatan diare non spesifik sesuai MTBS pada balita di Puskesmas Kabupaten Balangan. Metode yang digunakan Static group comparison. Populasi dokter, perawat dan bidan yang bertugas di ruang pemeriksaan dan ruang MTBS  yang bekerja di Puskesmas Kabupaten Balangan berjumlah 212 orang. Sampel penelitian terdiri dari sampel eksperimen berjumlah 45 orang dan sampel pembanding berjumlah 45 orang, teknik sampling purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan catatan pengobatan. Hasil penelitian menggunakan uji chi-square dengan α = 0,05 dan Odds Ratio (OR). Hasil Penelitian Uji chi-square menunjukkan adanya hubungan pelatihan dengan pengetahuan (p=0,000), pelatihan dengan sikap (p=0,011) dan pelatihan dengan ketidakrasionalan pengobatan diare (p=001). Nilai OR menunjukan bahwa pengetahuan merupakan variabel yang dipengaruhi pelatihan, yakni OR=162,000. KesimpulanTerdapat hubungan positif antara pelatihan dengan pengetahuan, sikap dan ketidakrasionalan pengobatan diare pada balita.
Meta-Analysis: The Influence of Knowledge, Education, and Husband's Support on The Selection of Long Acting Contraception Methods Nurul Aulia Rahmi; Izaak Zoelkarnain Akbar; Bahrul Ilmi; Meitria Syahadatina Noor; Rosihan Adhani
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v7i2.10812

Abstract

The population is expected to increase by 8,5 billion persons in 2030 and 10,9 billion persons in 2100, population is growing at a rate of around 1,1% per year.  One of population growth control by birth control with contraception. The most effective contraception is long-acting contraception, however, on IDHS (Indonesian Health Demographic Survey) only 13% of currently married women use long-acting contraception. Many factors affect contraceptive use among married women, such as knowledge, education, and husband’s support. The purpose of this study was to determine the effect of knowledge, education, and husband's support on the selection of MKJP. This study used meta-analysis with the search engines by Google scholar, PUBMED, science direct, and ProQuest. The study was selected using PRISMA and it was evaluated by AMSTAR. Data synthesis was conducted by STATA 16.0. The results of this study obtained by knowledge [OR = 0,99; 95% Cl : 0,90-1,08, p = 0,000; I2 = 74,8%], education [OR = 0,84; 95% Cl : 0,77-0,92, p = 0,000; I2 = 86,3%], and husband’s [OR = 0,94; 95% Cl : 0,69-1,20, p = 0,000; I2 = 81,5%]. This means that knowledge, education, and husband’s support have an impact on the use of long-acting contraception.
Meta Analysis: Relationship of Tuberculosis Patient Contact, Density And Ventilation Area With Tuberculosis Events Muhammad Riza; Husaini Husaini; Ardik Lahdimawan; Rosihan Adhani; Meitria Syahadatina Noor
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 7, No 2 (2021): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v7i2.10528

Abstract

Tuberculosis is one of 10 causes of death in the world. In 2018 TB sufferers in Indonesia reached 840 thousand people, the third-highest figure in the world after India and China. The purpose of this study was to analyze the relationship between contact with tuberculosis patients, occupancy density and ventilation area with tuberculosis’ incidence. This study used meta-analysis, the articles’ sources were from Google Scholar, PubMed and DOAJ published from 2011-2020. There were 12 articles that met the conditions for contact-free variables with tuberculosis patients, 12 articles of occupancy density, and 10 articles of ventilation area variable. The results were contacting with tuberculosis patients had 5.93 times more of getting tuberculosis compared to people who had no contact with tuberculosis patients, people who lived in densely populated areas were 2.41 times more getting tuberculosis compared to people living in occupancy that is not crowded, people who live in dwellings with a non-standard ventilation area were 2.14 times more getting tuberculosis when compared to people who live in an area where the ventilation area meets the standard. The conclusion of this study is tuberculosis patient contact, occupancy density, and ventilation area with the incidence of tuberculosis have a significant relationship.
ANTIBACTERIAL EFFECTIVITY OF FLAVONOID FRACTION OF RAMANIA LEAF EXTRACT (Bouea macrophylla Griffith) AGAINST Porphyromonas gingivalis Lailatul Qomariyah; Fransiska Uli Arta Panjaitan; Rosihan Adhani
Dentino : Jurnal Kedokteran Gigi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : FKG Unlam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentino.v6i1.10644

Abstract

ABSTRACTBackground: Chronic periodontitis is a periodontal disease with 80% of all cases of periodontitis. The major causes are the accumulation of plaque and bacteria. The dominant bacteria in chronic periodontitis is Porphyromonas gingivalis. Treatment of chronic periodontitis can be done by scaling and root planing and supporting therapy by using mouthwash such as Chlorhexidine gluconate 0.2% which is the gold standard in the treatment of periodontal disease. Chlorhexidine gluconate 0.2% has disadvantages so that nowadays research on herbal plants is being done to find alternative medicines that are more effective. Ramania (Bouea machropylla Griffith) leaf contains flavonoids that have antibacterial properties. Objective: To analyze the antibacterial effectivity of the flavonoid fraction of Ramania leaf extract against Porphyromonas gingivalis that causes chronic periodontitis. Method: True experimental study and post-test with control group design consisting of 5 treatment groups, namely flavonoid fraction of ramania leaf extract with concentrations of 0.1%, 0.3%, and 0.5%, chlorhexidine gluconate 0.2% as a control positive and aquadest as a negative control. Each group was repeated 6 times. Antibacterial tests using the dilution method with inhibitory rates calculated using a UV-Vis spectrophotometer and killing rates were calculated using a Colony Counter. Results: The average difference in absorbance values obtained inhibitory rates at concentrations of 0.1%, 0.3%, and 0.5%. One Way Anova Test showed a significance value of 0,000 (p < 0.05). The average number of colonies after 24 hours incubation showed the results of a kill rates in the concentration group of 0.3%, 0.5%, and positive control. The Kruskal Wallis test showed a significance value of 0,000 (p < 0.05). Conclusion: The minimum inhibitory concentration (MIC) was obtained at a concentration of 0.1% and the minimum bactericidal concentration (MBC) was obtained at 0.3% concentration.Keywords: Flavonoid Fraction, MBC, MIC, Porphyromonas Gingivalis, Ramania Leaf Extract.
Relationship of Mother’s Characteristics and Nutritional Status in Children in Indonesia Jeviya Marsianah; Rosihan Adhani; Adi Nugroho; Husaini Husaini; Bahrul Ilmi
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 8, No 1 (2022): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v8i1.11131

Abstract

Nutrition plays an important role in the human life cycle from in the womb to old age. The 2009 health law states that the main priority of efforts to improve nutrition in Indonesia is vulnerable groups, one of which is infants and toddlers. The results of the study used the Evidence Gap theory with the aim of analyzing the relationship between maternal characteristics and malnutrition status in children under five in Indonesia based on published studies from 2015-2020. The research method is meta-analysis with a cross sectional design. a total of six research articles (full text) published online in 2015-2020, using the meta-analysis calculator program Review Manager 5.4. The main results of the study were the age of mothers 20-35 years during pregnancy (85.4%), low education level of junior high school, not working parity of mothers with children > 1 (65.7%), and most of the number of children with no more than two children. (68.1%), most of the mother's birth spacing does not exist, and mother's knowledge is good. The conclusion from the six articles was that three articles were analyzed in the meta-analysis, namely maternal education p = 0.002 OR = 3.2, mother's occupation p = 0.002 OR = 2.70, and mother's knowledge p = 0.0001 OR = 4.98.  That data mean that there was a relationship between significantly with the nutritional status of under-fives in Indonesia. Variables of mother's age, mother's parity, number of mother's children, and mother's birth spacing cannot be analyzed in the meta-analysis.Keywords: Characteristics of mothers, nutritional status, children under five
HUBUNGAN INDEKS KARIES DMF-T DENGAN KONSUMSI AIR MINUM DAN PERILAKU MENYIKAT GIGI PADA MASYARAKAT DI INDONESIA Novridha Dewi Ardiyanti; Rosihan Adhani; Isnur Hatta
Dentin Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v6i1.6235

Abstract

ABSTRACT Background: Dental and oral health is important. HL Blum stated that the health status of a person or society is influenced by four factors. Environmental factors and behavioral factors play an important role in influencing the health status of teeth and mouth, especially dental caries. Based on RISKESDAS data in 2018, 57.6% of Indonesians have dental and oral health problems. Dental caries prevalence In Indonesia, the degree of severity is high at 88.8%. Dental caries can occur due to poor dental and oral hygiene. Maintaining individual oral and dental health can prevent caries, one of which is by brushing your teeth. 2.3% brushed their teeth properly in 2013 and decreased to 2% in 2018. Objectives: This study aims This study aims to determine the relationship between DMF-T caries index with drinking water consumption and tooth brushing behavior in Indonesian society. Method:literature review with the type of narrative review research. Search data sources using Google Scholar, and PubMed which have a maximum article publisher time span of the last 10 years. Results: There is a difference between the DMF-T caries index and consumption of rain water, river water, well water, mountain water, bottled water and PDAM water with the incidence of dental caries and there is a significant relationship between tooth brushing habits, and how to brush teeth with dental caries. Conclusion: The results of a review of the journal stated that brushing behavior has more influence on the DMF-T caries index than drinking water consumption patterns Keywords: Drinking water consumption, Index DMF-T caries, Tooth brushing behavior. ABSTRAK Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan hal penting. H. L. Blum menyatakan derajat kesehatan seseorang atau masyarakat dipengaruhi oleh empat faktor. Faktor lingkungan dan faktor perilaku memegang peranan penting dalam memengaruhi status kesehatan gigi dan mulut, khususnya karies gigi. Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018 sebanyak 57,6% masyarakat Indonesia mempunyai permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Prevalensi karies gigi di Indonesia derajat keparahannya tinggi yaitu sebesar 88,8%. Karies gigi dapat terjadinya karena rendahnya kebersihan gigi dan mulut. Menjaga kesehatan gigi dan mulut perorangan dapat mencegah terjadinya karies, salah satunya dengan cara melakukan sikat gigi. Sebesar 2,3% yang menyikat gigi dengan benar pada tahun 2013 dan menurun menjadi 2% pada tahun 2018. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan indeks karies DMF-T dengan konsumsi air minum dan perilaku menyikat gigi pada masyartakat di Indonesia. Metode: literatur review dengan jenis penelitian narrative review. Pencarian sumber data menggunakan Google Scholar, dan PubMed yang memiliki rentang waktu penerbit artikel maksimal 10 tahun terakhir. Hasil: Terdapat perbedaan antara indeks karies DMF-T dengan konsumsi air hujan, air sungai, air sumur, air pegunungan, air  kemasan dan air PDAM dengan kejadian karies gigi dan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan menyikat gigi, dan cara menyikat gigi dengan karies gigi. Kesimpulan: Hasil dari telaah jurnal menyatakan perilaku menyikat gigi lebih berpengaruh terhadap indeks karies DMF-T dibandingkan pola konsumsi air minum Kata kunci: Indeks karies DMF-T, Konsumsi air minum, Perilaku menyikat gigi.
Co-Authors Achmad Rofi'i Adam Kevin Ade Putri Pratiwi Adenan Adenan Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adib Muntasir Afiati, Risti Afriyanti, Defi Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Ajeng Zelline Ameriagitri Aldo Giovanni Alexander Sitepu Alfarie, Iwan Alin, Dhemes Amalia Putri, Amalia Andriyani, Putri Dwi Annisa Faradila Anshori Rohimi Ardik Lahdimawan Ardik Lahdimawan, Ardik Arifin Syamsul Arifin, Rahmad Aristia, Firda Aspiani Aspiani Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aulia, Ridha Azura Arisa Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bayu Indra Sukmana Bela Yunita Bela Yunita, Bela Beta Widya Oktiani Br Siahaan, Maria Angelina Tiurma Candra Candra Cecep Hadyan Khairusy Cimey Youventri Dana Chitra Maida Dayanne Sembiring Debby Saputera, Debby Denta Oktavia, Aurelia Marsha Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari DEWI SARTIKA Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dina Kartika Dinda Andira Salsabila Disi Raudatul Janah Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma E.Gusti Sigar Maulana E.Gusti Sigar Maulana, E.Gusti Sigar Edi Hartoyo Eka Intan Kumala Putri Eka Maya Putri Eko Suhartono Emma Yuniarrahmah, Emma Enny Khalisa Enny Khalisa, Enny Ermina Istiqomah, Ermina Faradila, Annisa FARHANI, NADYA Farida Heriyani Farida Heriyani Fathul Rahman Fatmasari, Meilita Faulina Windiyana Fauzie Rahman Feryra Putri Ayu Suma Feryra Putri Ayu Suma, Feryra Putri Firda Aristia Fitrian, Muhammad Soni Fransisca Viesta Nanda Heta Fransiska Uli Arta Panjaitan Garcia, Aprilia Ghaitsa Ghaitsa Ghaitsa, Ghaitsa Habibie Aldiaman Habibie Aldiaman, Habibie Hamdani, Riky Harapan Parlindungan Ringoringo, Harapan Parlindungan Hatta, Isnur Herawati Herawati Herawati Hidayatullah Hidayatullah Hijriah, Restu Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khatimah, Ika I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Husnul Khatimah Ika Kusuma Wardani Illiandri, Abdullah Oski Ilvani Thine, Putri Bestari Isa, Mohamad Istiqamah, Ermina Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Akbar Jayawarsa, A.A. Ketut Jeanyvia Anggreyni Sodri Jeviya Marsianah Juli Harnida Purwaningayu Karina Ramadhani Khairusy, Cecep Hadyan Kholish Atikah Azzam Kirana, Fatma Lailatul Qomariyah Lastianum, Wistri Vanumbari Lenie Marlinae Lenny Octaviani Tanu Lestari, Faetria Lisda Hayatie, Lisda Luh Putu Ratna Sundari M. Bakhriansyah, M. M. Fahrul Ryzanur.A Maria Angelina Tiurma Br Siahaan Maulideya, Fatimah Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melisa Budipramana, Melisa Mohammad Isa Muhamad Muslim Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Aini Muhammad Ali Riswandi Muhammad Ali Riswandi, Muhammad Ali Muhammad Arfah Akbar Muhammad Aulia Rifa Syarafi Muhammad Genadi Askandar Muhammad Haikal Muhammad Noor Aditya Pratama Muhammad Reyzaldy Rahim Muhammad Riza Muhammad Yoga Arie Yunanto Muhammad Yoga Arie Yunanto, Muhammad Yoga Muntasir, Adib Musafaah Musafaah Mustika Meisy Riyana Nabilla Kuswareni Nabilla Kuswareni, Nabilla Nadia Febrila Putri Nanda Heta, Fransisca Viesta Natasya Nurul Izzati Neka Erlyani Neka Erlyani Nia Kania Noor Khalishah Norhayati Norhayati Norliana Afrianti Noviyanti, Winda Novridha Dewi Ardiyanti Nugorho, Adi Nugroho, Adi Nugroho Nur Indriani Rahayu Nurrahman, Tri Nurul Aulia Rahmi Oski Illiandri Panghiyangani, Roselina Persadha, Galih Pindobilowo, Pindobilowo Pratiwi, Rista Amalia Prisca Listyantika Prisca Listyantika, Prisca Putri, Farah Aida Putri, Rizqi Risfiana Rachmad Yamani Rahayu, Istuning Puji Rahma Zakia Rahmad Arifin Rahmatullah, Mohammad Dede Ramadhani, Karina Rani Lestari Yunita Napitupulu Ridha Aulia Riska Nisaul Karimah Risnawati Risnawati Rista Amalia Pratiwi Risti Afiati Rizki Hadi Rizki Hadi, Rizki Riznika Riznika Riznika, Riznika Roselina Panghiyangani Rudie Syahrizal Akhmad Rusida, Esty Restiana Rusmilawati Rusmilawati Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari Saiful Akhyar Lubis Sanyoto, Didik Dwi Sari Rahmita Sari, Galuh Dwinta Selvira Linda Pratiwi Setyawardhana, R. Harry Dharmawan Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Silvia Kristanti Tri Febriana SITI FATIMAH Sofi Arnesti Wahab Suharton, Eko Suhastinah, Suhastinah Sukamto, Ika Sumiyarsi Sulastri, Norjainah Suraya, Yulia Hasvi Maya Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tanu, Lenny Octaviani Taupiek Rahman Taupiek Rahman, Taupiek Tita Amanda Yudiya Titien Agustina Tri Putri, Deby Kania Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Wardhana, Agung Satria Wardhani, Gendis Ratri Kusuma Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Oktiani, Beta Yazid Eriansyah Pradanta Yazid Eriansyah Pradanta, Yazid Eriansyah Yudha Fatahillah Syahari Yusrinie Wasiaturrahmah Zakia, Rahma Zoelkarnain, Izaak