Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search
Journal : Dentin

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT SOSIAL EKONOMI ORANG TUA DENGAN INDEKS KARIES GIGI PELAJAR SMPN DI KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN. Tinjauan SMP Negeri 11 Banjarmasin Fatmasari, Meilita; Widodo, Widodo; Adhani, Rosihan
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Oral diseases are one of the top ten diseases in Indonesia that is frequently being complained by people. The 2013 National Basic Health Survey (RISKESDAS) states that the prevalence of active caries in Indonesia is 43.4%. Banjarmasin has 38.2% of population who have issues with oral health, and 28.6% out of it is 12-15 year-olds. The socioeconomic status can affect knowledge, lifestyle and access to health services. Someone who is at low socioeconomic level will experience a poor health status, including the oral health which makes it more vulnerable to caries because the lack of nutrition and the lack of knowledge in regard to oral health. Purpose: Identify relation between the socioeconomic status of parents with caries index of students from SMPN 11 Banjarmasin. Methods: This research uses the analytical method with cross sectional approach. The samples of this research are 256 students of SMPN 11 Banjarmasin. Results: The result of Spearman test shows p= 0.001 (p<0.05) which validates the meaningful relation between the socioeconomic status of parents with caries index of students, wherein caries index of students with a low socioeconomic level of parents have a higher caries index than the students with a high socioeconomic level. Conclusion: meaningful relation between the socioeconomic status of parents with caries index students of SMPN 11 Banjarmasin.  Key words: caries index, socioeconomic, caries.  ABSTRAK Latar Belakang: Penyakit gigi dan mulut berada pada urutan 10 besar dari daftar penyakit yang paling sering dikeluhkan oleh masyarakat Indonesia. Masalah utama dalam kesehatan gigi dan mulut adalah karies gigi. Riset Kesehatan Dasar Nasional 2013 menyatakan prevalensi karies aktif di Indonesia adalah 43,4%. Kota Banjarmasin memiliki prevalensi penduduk yang bermasalah dalam kesehatan gigi dan mulut sebanyak 38,2% dan pada usia 12-15 tahun sebanyak 28,6%. Seseorang yang berada pada tingkat sosial ekonomi rendah akan mengalami status kesehatan yang buruk termasuk kesehatan gigi dan mulut sehingga lebih beresiko mengalami karies dikarenakan kurangnya asupan nutrisi serta kurangnya tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua dengan  indeks karies gigi pelajar SMPN 11 Banjarmasin. Metode: Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 256 pelajar SMPN 11 Banjarmasin. Hasil: Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p= 0,001 (p<0,05) sehingga menunjukkan  adanya hubungan yang bermakna antara tingkat sosial ekonomi orang tua pelajar dengan indeks karies gigi pelajar dimana indeks karies gigi pelajar dengan tingkat sosial ekonomi orang tua rendah memiliki indeks karies lebih tinggi dibandingkan pelajar dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat sosial ekonomi orang tua pelajar dengan indeks karies gigi pelajar SMP Negeri 11 Banjarmasin.  Kata-kata kunci: Indeks Karies, Sosial Ekonomi, Karies
HUBUNGAN KECEMASAN DENTAL TERHADAP PERFORMANCE TREATMENT INDEX PADA ANAK KELAS 5-6 SDN BERANGAS TIMUR 1 KECAMATAN ALALAK KABUPATEN BARITO KUALA Muhammad Aulia Rifa Syarafi; Rosihan Adhani; Aulia Azizah
Dentin Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental anxiety is cause of psychological symptoms, as depression, fear, and discomfort regarding dental treatment. Prevalence of dental anxiety from population in several countries mostly in children with rates 5-20%. Feelings fear dental care become obstacle for dentists their efforts improve public dental health. This condition affects Performance Treatment Index, which is percentage number of teeth still filled with DMF-T number. PTI describes person's motivation to fill cavities in effort maintain permanent teeth. Based Riskesdas data, PTI in Barito Kuala is only 0.48%. Purpose: Analyzing relationship between dental anxiety Performance Treatment Index in children5-6 at SDN Berangas Timur 1, Barito Kuala Regency. Methods:This study used analytic observational study with cross sectional approach to 28 respondents. Research instrument for measuring anxiety using CFSS-DS questionnaire and PTI measurement using DMF-T index then calculated using PTI formula. Results: Research found results of dental anxiety with 22 children not anxious and 6 children anxious. Results with the good PTI category  obtained 1 child and poor 27 children. Result Spearman correlation test shows value p = 0.611. Conclusion: There was no relationship between dental anxiety and Performance Treatment Index in children at SDN Berangas Timur 1, Alalak District, Barito Kuala Regency.Keywords: Children, Dental Anxiety, Performance Treatment Index.ABSTRAKLatar Belakang: Kecemasan dental adalah penyebab dari gejala psikologis, seperti depresi, ketakutan, dan perasaan tidak nyaman terhadap perawatan dental. Prevalensi kecemasan dental dari populasi pada beberapa negara paling banyak  pada anak-anak dengan angka 5-20%. Perasaan takut terhadap perawatan gigi menjadi hambatan dokter gigi dalam usaha peningkatan kesehatan gigi masyarakat. Kondisi ini berpengaruh pada Performance Treatment Index, yaitu presentase jumlah gigi tetap ditambal terhadap angka DMF-T. PTI menggambarkan motivasi seseorang untuk menambalkan gigi berlubang dalam upaya mempertahankan gigi tetap. Berdasarkan data Riskesdas, PTI di Barito Kuala hanya 0,48%. Tujuan: Menganalisis hubungan antara Kecemasan dental terhadap Performance Treatment Index pada anak-anak Kelas 5-6 di SDN Berangas Timur 1 Kecamatan Alalak. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional pada 28 responden. Instrumen penelitian pada pengukuran kecemasan menggunakan kuesioner CFSS-DS dan pengukuran PTI menggunakan indeks DMF-T kemudian dihitung menggunakan rumus PTI. Hasil: Penelitian ini mendapatkan hasil kecemasan dental dengan 22 anak tidak cemas dan 6 anak cemas. Hasil dengan kategori PTI baik diperoleh 1 anak dan buruk 27 anak. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p=0,611. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara Kecemasan dental terhadap Performance Treatment Index pada anak-anak di SDN Berangas Timur 1 Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala.Kata kunci: Anak-anak, Kecemasan dental, Performance Treatment Index
EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENYIKAT GIGI METODE HORIZONTAL ANTARA DEMONSTRASI DAN VIDEO TERHADAP PENURUNAN PLAK (Tinjauan pada siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin) Selvira Linda Pratiwi; Isnur Hatta; Rosihan Adhani
Dentin Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Children with intellectual disabilities have a severity of oral health problems 30% higher than normal children. This is due to impaired cognitive and psychomotor function in intellectual disability children, so there needs to be an effort to improve their oral health. One of the efforts in improving oral health is by socialization about brushing teeth. The success of socialization about brushing teeth can be measured through the plaque index. Purpose: To find out the differences in the effectiveness of the socialization brushing teeth horizontal method between demonstration and video on the reduction of plaque in mild-moderate intellectual disability children in the SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin. Method: This research used a quasi-experimental method with a time-series design. The subjects of the research consisted of 12 intellectual disability students at the SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin which divided into two groups, 6 students in the socialization brushing teeth horizontal method group used demonstration, and 6 students in the socialization brushing teeth horizontal method group used video. Examination of plaque scores using the Plaque Index of Patient Hygiene Performance (IPPHP). Results: The results showed a decrease in plaque scores in both treatment groups, the results of the Wilcoxon test to determine the difference in plaque index before and after socialization in the two groups showed significant differences. In the demonstration group obtained significance (p) = 0.027, and in the video group obtained a significance (p) = 0.027. The results of the Mann Whitney test found that p = 0.023 showed significant differences. Conclusion: The socialization of tooth brushing horizontal method using demonstration was more effective in reducing plaque in intellectual disability students at SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin compared to using video.Keywords: socialization, demonstration, video, horizontal method, Index Plaque Patient Hygiene Performance (IPPHP), intellectual disabilityABSTRAKLatar Belakang: Anak tunagrahita memiliki tingkat keparahan masalah kesehatan gigi dan mulut 30% lebih tinggi dibanding anak normal. Hal ini dikarenakan adanya gangguan fungsi kognitif dan psikomotorik pada anak tunagrahita, sehingga perlu adanya upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulutnya. Upaya dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut salah satunya yaitu dengan melakukan penyuluhan menyikat gigi. Keberhasilan penyuluhan menyikat gigi dapat diukur melalui indeks plak. Tujuan: Mengetahui perbedaan efektivitas penyuluhan menyikat gigi metode horizontal antara demonstrasidan video terhadap penurunan plak pada anak tunagrahita kategori ringan-sedang di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangan penelitian  time-series design. Subjek penelitian terdiri dari 12 siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin yang dibagi menjadi 2 kelompok, 6 siswa kelompok penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan demonstrasi, dan 6 siswa penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan video. Pemeriksaan skor plak menggunakan Indeks Plak Patient Hygiene Performance (IPPHP). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor plak pada kedua kelompok perlakuan, hasil uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan indeks plak sebelum dan setelah diberikan  penyuluhan pada kedua kelompok menunjukkan perbedaan bermakna. Pada kelompok demonstrasi didapatkan signifikansi(p)=0,027, dan pada kelompok video didapatkan signifiansi(p)=0,027. Hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p=0,023 menunjukkan perbedaan bermakna. Kesimpulan: Penyuluhan menyikat gigi metode horizontal menggunakan demonstrasi lebih efektif dalam menurunkan plak pada siswa tunagrahita di SMPLB B/C Dharma Wanita Persatuan Banjarmasin dibandingkan menggunakan video.Kata kunci: penyuluhan, demonstrasi, video, metode horizontal, Indeks Plak Patient Hygiene Performance (IPPHP), tunagrahita
HUBUNGAN KEPARAHAN KARIES DINI DENGAN KUALITAS HIDUP ANAK DARI ASPEK GANGGUAN MAKAN, BERBICARA, BELAJAR DAN TIDUR Nadia Febrila Putri; Rosihan Adhani; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Children aged 5 years have a number of dental caries experiences (dmft > 6) or are included in the category of severe early childhood caries (S-ECC). A child who has a relatively high caries problem can affect their quality of life. Purpose: this study was to analyze the relationship between severe early childhood caries and children’s quality of life from aspects of eating, speaking, learning, and sleeping disorders. Methods: This study used an analytical observational method with a cross sectional approach. Data analysis used Univariate analysis and bivariate analysis with Spearman test. Results: The results showed that the def-t index (S-ECC) was very high (90.3%). The Spearman correlation test showed that there was a significant relationship between the severity of early caries (S-ECC) and children’s quality of life from the aspect of eating disorders (p = 0.017). Conclusion: The def-t index (S-ECC) is very high. There is a significant relationship between the severity of early caries and the quality of life of children from the aspect of eating disorders while from the aspects of speech, learning, and sleep disorders there is no significant relationship. Keywords: dental caries, oral health, quality of life ABSTRAKLatar Belakang: Anak usia 5 tahun memiliki angka karies gigi (dmft > 6) atau termasuk dalam kategori karies anak usia dini yang parah/ severe early childhood caries (S-ECC). Seseorang yang mengalami masalah karies cukup tinggi dapat mempengaruhi kualitas hidup seorang anak. Tujuan: Untuk menganalisis hubungan keparahan karies dini dengan kualitas hidup dari aspek gangguan makan, berbicara, belajar dan tidur. Metode: Menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data penelitian diperoleh melalui hasil pemeriksaan secara teledentistry kepada responden penelitian. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Spearman. Hasil: Indeks def-t (S-ECC) kategori sangat tinggi (90,3%). Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan karies dini (S-ECC) dengan kualitas hidup anak dari aspek gangguan makan (p = 0,017). Kesimpulan: Indeks def-t (S-ECC) sangat tinggi. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat keparahan karies dini dengan kualitas hidup anak dari aspek gangguan makan sedangkan dari aspek gangguan berbicara, belajar, dan tidur tidak terdapat hubungan yang signifikan. Kata kunci: karies gigi, kesehatan gigi dan mulut, kualitas hidup
PERBANDINGAN SKOR INDEKS PLAK SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR DENGAN AIR REBUSAN DAUN SIRIH (Piper betle L) PADA IBU HAMIL. Tinjauan Pada Ibu Hamil di Puskesmas Sungai Jingah Kota Banjarmasin Siti Fatimah; Widodo Widodo; Rosihan Adhani
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: The most common disease of oral health that is experienced by Indonesians, including pregnant women, is caries and periodontal disease. The effect of hormonal changes on expectant mothers can affect oral health. Caries and periodontal disease are caused by the interaction between bacteria and plaque. Plaque can be controlled mechanically and chemically with mouthwash. A lot of mouthwashes made of herbs that have antibacterial efficacy with minimum side effects have been largely produced lately, one example is mouthwash made of betel leaves. Chemical component in a betel leaf is antiseptic because it contains essential oil. Purpose The objective of this research is to identify the differences of plaque index score of pregnant women before and after they gargle with stewed water of betel’s leaves in Sungai Jingah Health Center, Banjarmasin. Methods: This research is quasi experimental of cross-sectional with pre-posttest with control group design. The subject of this research consists of 70 pregnant women, in which 35 are included into treatment group and the other 35 are included into control group. Results: The result of the research shows a decrease in average of treatment group (the first average is 3.5 and the inal average is 2.0). The result of paired-sample T test gets significance (p)=0.001 shows a meaningful difference. Conclusion: Based on the research that has been conducted, it can be concluded that there is a difference of plaque index score before and after they gargle with stewed water of betel’s leaves. Keywords: Index plaque, stewed water of betel’s leaves, pregnant women.  ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak dialami penduduk Indonesia, termasuk ibu hamil adalah karies dan penyakit periodontal. Perubahan hormon pada ibu hamil dapat mengganggu keseimbangan komposisi mikroba didalam rongga mulut yang berpengaruh terhadap pembentukan plak. Karies dan penyakit periodontal disebabkan adanya interaksi antara bakteri dalam plak dengan jaringan rongga mulut. Plak dapat dikontrol secara mekanik dan kimiawi menggunakan obat kumur. Saat ini banyak dikembangkan obat kumur dengan bahan tanaman obat yang mempunyai khasiat antibakteri dengan efek samping yang minimal, yaitu obat kumur dari tumbuhan herbal seperti daun sirih. Daun sirih hijau bersifat antiseptik karena mengandung minyak atsiri. Tujuan: Mengetahui perbandingan skor indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan daun sirih pada ibu hamil di Puskesmas Sungai Jingah Banjarmasin. Metode: Quasi experimental secara cross-sectional dengan rancangan pre-posttest with control group design. Subjek penelitian terdiri dari 70 ibu hamil, yaitu 35 kelompok perlakuan dan 35 kelompok kontrol.Hasil:Hasil penelitian menunjukkan penurunan rerata pada kelompok perlakuan (rerata awal 3,5 dan rerata akhir 2,0. Hasil uji T berpasangan didapatkan signifikansi(p)=0,001 menunjukkan perbedaan bermakna.Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat perbedaan skor indeks plak sebelum dan sesudah berkumur dengan air rebusan daun sirih pada ibu hamil.  Kata-kata kunci: Indeks plak, air rebusan daun sirih, ibu hamil
EFEKTIVITAS PENYULUHAN MENGGUNAKAN LAGU “GIGI SEHAT” TERHADAP PENURUNAN PLAK DI BARITO KUALA (Tinjauan SDN Barangas Timur 1 Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala) Faulina Windiyana; Rosihan Adhani; Aulia Azizah
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Background: Basic Health Research Results (Riskesdas) in 2018 showed the dental and oral health problems of the people in Indonesia reached 57.6%, while the dental and mouth problems in the province of South Kalimantan in children aged 5-9 years amounted to 71.17%, the daily brushing behavior amounted to 96.04% but the correct brushing time is only 4.97%. This indicates that there is still a lack of knowledge about how and when to brush the teeth properly and correctly so it needs an innovation in providing information in this is necessary. The counseling by using the songs is expected to change a person's behavior in ways and when they’re brushing their teeth properly. Objective: To analyze the effectiveness of the counseling using the "Healthy Teeth" song in students at the East Java 1 East Elementary School, Alalak District, Barito Kuala Regency. Method: Using an experimental and using the non equivalent control group design by dividing the respondents into two groups. The research was conducted at Barangas Blanket 1 Elementary School in Alalak Sub-district, Barito Kuala District, using the technique of probability sampling with positive sampling of 38 respondents. Results: The Whitney Mann test was found to have a significant significance of 0.018 <0.05, meaning that the effectiveness of using the "Healthy Teeth" song indeed decrease the index. Conclusion: Counseling using "Healthy Teeth" songs has effective effect in reducing plaque.Keywords: Counseling, Dental Plaque, SongABSTRAK          Latar belakang: Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, masalah kesehatan gigi dan mulut masyarakat Indonesia sebesar 57,6%, sedangkan masalah gigi dan mulut di Provinsi Kalimantan selatan pada anak usia 5-9 tahun sebesar 71,17%, perilaku menyikat gigi setiap hari sebesar 96,04% tetapi waktu menyikat gigi yang benar hanya sebesar 4,97%. Hal tersebut menandakan bahwa masih kurangnya pengetahuan tentang cara dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar sehingga perlunya suatu inovasi dalam memberikan informasi dalam hal tersebut. Penyuluhan menggunakan lagu diharapakan dapat merubah perilaku seseorang dalam cara dan waktu menyikat gigi yang baik dan benar. Tujuan: Menganalisis efektivitas penyuluhan menggunakan lagu “Gigi Sehat” pada siswa di SDN Barangas Timur 1 Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala. Metode: Menggunakan quasi eksperimental dengan rancangan non equivalent control grup design dengan membagi responden menjadi dua kelompok. Penelitian ini di laksanakan di SDN Barangas Timut 1 Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan purposive sampling yaitu sebanyak 38 responden. Hasil: Uji Mann Whitney didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,018 < 0,05, artinya terdapat efektivitas penyuluhan menggunakan lagu “Gigi Sehat” terhadap penurunan indeks plak. Kesimpulan: Penyuluhan menggunakan lagu “Gigi Sehat” efektif dalam menurunkan plak. Kata kunci:, lagu, penyuluhan, plak
HUBUNGAN LAJU ALIRAN SALIVA TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA PENDERITA HIPERTENSI YANG MENGONSUMSI OBAT ANTIHIPERTENSI (Tinjauan di RSUD DR. H. Mochammad Ansari Saleh Banjarmasin) Muhammad Haikal; Rosihan Adhani; Ika Kusuma Wardani
Dentin Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental caries is a hard tissue of enamel desease, dentin and cementum. According to Riskesdas (2018) the proportion of dental and mouth problems in South Kalimantan is 46.90%. Dental caries is caused by several factors, one of them is saliva. One thing that affects the flow rate of saliva is antihypertantion drugs such as Amlodipine. Prolonged use of the drug amlodipine can cause a decrease in the amount of salivary flow.Objective: To analyze the relationship between salivary flow rate and the incidence of dental caries in patients with hypertension who consume amlodipine antihypertantion drugs. Methods: This study used an analytic observational research method with a cross sectional approach to 51 respondents. The research instrument was measuring saliva using a measuring cup and caries examination using the DMF-T indeks. Results: In this study, the results showed (p <0.05) with a negative correlation,the lower salivary flow rate, the higher dental caries index. The correlation coefficient is (-0.779) the strength of the correlation is very strong. Conclusion: There is a relationship between the salivary flow rate in hypertensive patients taking amlodipine antihypertensive drugs to the incidence of dental caries in RSUD Dr. H. Mochammad Ansari Saleh. Keywords: Amlodipine, Dental caries, DMF-T indeks, Hypertension, Salivary flow rate.  ABSTRAKLatar Belakang: Karies gigi adalah penyakit jaringan keras gigi pada email, dentin dan sementum. Menurut Riskesdas (2018) proporsi masalah gigi dan mulut di Kalimantan Selatan sebesar 46,90%. Karies gigi disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya saliva. Hal yang mempengaruhi laju aliran saliva salah satunya adalah obat antihipertensi. Golongan obat antihipertensi yang paling sering digunakan adalah Amlodipine. Penggunaan obat amlodipine yang lama dapat menyebabkan penurunan jumlah laju aliran saliva. Tujuan: Menganalisis hubungan laju aliran saliva terhadap kejadian karies gigi pada penderita hipertensi yang mengkonsumsi obat antihipertensi golongan amlodipine. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 51 responden. Instrumen penelitian ini pada pengukuran saliva menggunakan gelas ukur  dan pemeriksaan karies menggunakan indeks DMF-T. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil yang menunjukkan (p<0,05) dengan arah korelasi negatif yaitu semakin rendah laju aliran saliva, maka semakin tinggi indeks karies gigi. Koefisien korelasi sebesar (-0,779) kekuatan korelasi sangat kuat. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara laju aliran saliva pada penderita hipertensi yang mengonsumsi obat antihipertensi golongan amlodipine terhadap kejadian karies gigi di RSUD Dr. H. Mochammad Ansari Saleh  Kata kunci : Amlodipine, Hipertensi, Indeks DMF-T, Laju aliran saliva, Karies gigi.
HUBUNGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN EDUKASI KESEHATAN GIGI DAN MULUT DENGAN RAMPAN KARIES PADA ANAK (Tinjauan pada Ibu dan Anak usia 4-6 tahun di TK Nusa Indah Berangas Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala) Cimey Youventri; Rosihan Adhani; Galuh Dwinta Sari
Dentin Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground: Dental caries in Indonesia has a prevalence of up to 90%. The most common type of caries in primary teeth was caries trays with the highest spread of 76.6%. National Basic Health Research states the proportion of people with dental and mouth problems in South Kalimantan is 46.90%. Barito Kuala has a prevalence of 59.67%. Objective: To analyze the relationship between maternal behavior in providing dental health education with caries trays for children in Nusa Indah Berangas Kindergarten. Methods and Materials: This was an observational analytic study with cross sectional design in 36 children. The questionnaire instrument was used to measure the level of maternal behavior and the caries tray was seen based on the type of caries tray. Results: Maternal behavior in providing dental health education (61%) in the bad category and (16%) in the good category. Caries trays in children are mostly in type IV (30.5%). The results of statistical analysis obtained the value of p = 0.014 (p <0.05). Conclusion: There is a relationship between mother's behavior in providing education with caries tray in children in Nusa Indah Berangas Kindergarten. Keywords: Caries tray, Dental health of children, Mothers behaviour. ABSTRAKLatar Belakang: Karies gigi di Indonesia memiliki prevalensi mencapai 90%. Jenis karies pada gigi sulung yang paling umum terjadi adalah rampan karies dengan penyebaran tertinggi 76,6%. Riset Kesehatan Dasar Nasional menyatakan proporsi penduduk bermasalah gigi dan mulut di Kalimantan Selatan 46,90%. Barito Kuala memiliki prevalensi 59,67%. Tujuan: Menganalisis hubungan perilaku ibu dalam pemberian edukasi kesehatan gigi dengan rampan karies pada anak di TK Nusa Indah Berangas. Metode dan Bahan: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional pada 36 anak. Instrumen kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat perilaku ibu dan rampan karies dilihat berdasarkan tipe rampan karies. Hasil Penelitian: Perilaku ibu dalam pemberian edukasi kesehatan gigi (61%) kategori buruk dan (16%) kategori baik. Rampan karies pada anak paling banyak pada tipe IV (30,5%). Hasil analisis statistik diperoleh nilai p= 0,014 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian edukasi dengan rampan karies pada anak di TK Nusa Indah Berangas. Kata Kunci:, Kesehatan gigi anak, Perilaku ibu, Rampan karies.
PERBANDINGAN KARAKTERISTIK PENGGUNA GIGI TIRUAN YANG DIBUAT DI DOKTER GIGI DENGAN TUKANG GIGI DI BANJARMASIN (Tinjauan terhadap Pengetahuan dan Biaya Pembuatan Gigi Tiruan) Sofi Arnesti Wahab; Rosihan Adhani; Widodo Widodo
Dentin Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Background: Missing teeth causes disruption of occlusal balance, disfunction, and mastication. The missing teeth can be replaced by denture. There are so many places to fulfill denture needs besides dentist that can be found, such as dental technician. Making of denture by incompetent health worker may leads to various impacts such as plaque deposits, halitosis, and soft tissue irritation. Purpose: Find out the characterisctics differences of denture wearers, review of knowledge and cost of denture that made by dentist and dental technician in Banjarmasin. Methods: Quantitative analytical with cross-sectional approach. Respondents consist of 50 denture wearers that made by dentist and 50 denture wearers that made by dental technician in Banjarmasin. Results: Analysis test using Mann Whitney have significance value p=0,001 (p<0,05), that means there are significant differences in knowledge of denture wearers and cost of denture that made by dentist and dental technician. Knowledge of denture wearers and cost of denture that made by dentist were higher than made by dental technician. Knowledge is influenced by education, information, experience, culture, and socioeconomic, and cost is influenced by economic level. Conclusion: There are significant differences in the characteristics in terms of knowledge and cost of denture that made by dentist and dental technician in Banjarmasin. Knowledge and cost of denture that made by dentist were higher than made by dental technician in Banjarmasin. Keywords: knowledge, cost of denture, denture, dentist, dental technician  ABSTRAK Latar Belakang: Kehilangan gigi dapat mengakibatkan terganggunya keseimbangan oklusi gigi geligi, menganggu fungsi, dan mastikasi. Gigi yang hilang dapat diganti dengan gigi tiruan. Tempat pemenuhan kebutuhan gigi tiruan selaim dokter gigi banyak ditemukan, salah satunya tukang gigi. Pembuatan gigi tiruan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tidak kompeten dapat menimbulkan dampak antara lain penumpukan plak,  halitosis, dan iritasi pada jaringan lunak. Tujuan: Mengetahui perbedaan karakteristik pengguna gigi tiruan, tinjauan terhadap pengetahuan dan biaya pembuatan gigi tiruan yang dibuat dokter gigi dengan tukang gigi. Metode: Merupakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden terdiri dari 50 orang pengguna gigi tiruan yang dibuat di dokter gigi dan 50 orang pengguna gigi tiruan yang dibuat di tukang gigi di Banjarmasin. Hasil: Uji analisis menggunakan uji Mann Whitney mempunyai nilai signifikansi p=0,001 (p<0,05), itu berarti terdapat perbedaan yang bermakna pada pengetahuan pengguna gigi tiruan dan biaya pembuatan gigi tiruan yang dibuat di dokter gigi dengan tukang gigi. Pengetahuan pengguna gigi tiruan dan biaya pembuatan gigi tiruan yang dibuat di dokter gigi lebih tinggi daripada yang dibuat di tukang gigi. Pengetahuan dipengaruhi oleh pendidikan, informasi, pengalaman, budaya, dan sosial ekonomi, dan biaya pembuatan dipengaruhi oleh tingkat ekonomi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan bermakna karakteristik dari segi pengetahuan dan biaya pembuatan gigi tiruan yang dibuat di dokter gigi dengan tukang gigi di Banjarmasin. Pengetahuan dan biaya pembuatan gigi itruan yang dibuat di dokter gigi lebih tinggi daripada tukang gigi di Banjarmasin.  Kata-kata kunci: pengetahuan, biaya pembuatan gigi tiruan, gigi tiruan, dokter gigi, tukang gigi
COMPARISON OF SALIVARY pH LEVEL BETWEEN DOWN SYNDROME AND NON-DOWN SYNDROME (NORMAL) PATIENTS (Case Review in Martapura, Banjar Regency) Rudie Syahrizal Akhmad; Rosihan Adhani; Didit Aspriyanto
Dentin Vol 3, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTBackground : Down syndrome is a genetic chromosomal abnormality that causes disorder in the motor, sensory and cognitive systems, also difficulty in maintaining oral hygiene to the sufferers. However, the prevalence of dental caries in Down syndrome patients is actually lower than Non-Down Syndrome individuals. This is thought to be due to the influence of the higher salivary pH of Down syndrome patients. Objective: To find out the ratio of salivary pH between people with Down Syndrome and Non-Down Syndrome individuals in Special Schools in Martapura, Banjar Regency. Methods: This study used an observational analytic method with a Cross Sectional approach. The sampling method was total sampling of all Down syndrome patients in Special Schools in Martapura, Banjar Regency and non-Down Syndrome respondents using simple random sampling, were taken randomly in elementary, middle and high school in Martapura. Measurement of salivary pH was carried out using a digital pH meter. Results: The results showed a significant difference between the salivary pH level in People with Down Syndrome and Non-Down Syndrome. The salivary pH level of Non-Down Syndrome was lower than ones with Down syndrome. The average value of the Non-Down Syndrome salivary pH level was 6.19 and Down syndrome was 7.24. Conclusion: Salivary pH of patients with Down Syndrome is higher than the Non-Down Syndrome individual which means the salivary pH in people with Down Syndrome are more alkalic than Non-Down Syndrome (Normal) individual.Keywords: Dental Caries, Down Syndrome, pH, Saliva
Co-Authors Achmad Rofi'i Adam Kevin Ade Putri Pratiwi Adenan Adenan Adenan Adenan, Adenan Adi Nugroho Adi Nugroho Adi Nugroho Adib Muntasir Afiati, Risti Afriyanti, Defi Agung Satria Wardhana Ahmad Habibi Awwalu Hakim Ahmad Habibi Awwalu Hakim, Ahmad Habibi Ajeng Zelline Ameriagitri Aldo Giovanni Alexander Sitepu Alfarie, Iwan Alin, Dhemes Amalia Putri, Amalia Andriyani, Putri Dwi Annisa Faradila Anshori Rohimi Ardik Lahdimawan Arifin Syamsul Aristia, Firda Aspiani Aspiani Aspriyanto, Didit Aulia Azizah Aulia, Ridha Azura Arisa Bahrul Ilmi Bahrul Ilmi Bayu Indra Sukmana Bela Yunita Bela Yunita, Bela Beta Widya Oktiani Br Siahaan, Maria Angelina Tiurma Candra Candra Cecep Hadyan Khairusy Cimey Youventri Dana Chitra Maida Dayanne Sembiring Debby Saputera, Debby Denta Oktavia, Aurelia Marsha Dewi Nurdiana Dewi Puspitasari DEWI SARTIKA Dewi, Renie Kumala Diana Wibowo Dina Kartika Dinda Andira Salsabila Disi Raudatul Janah Dwi Kurniawan, Fajar Kusuma E.Gusti Sigar Maulana E.Gusti Sigar Maulana, E.Gusti Sigar Eka Intan Kumala Putri Eka Maya Putri Eko Suhartono Emma Yuniarrahmah, Emma Enny Khalisa Enny Khalisa, Enny Faradila, Annisa Farah Aida Putri Farida Heriyani Farida Heriyani Fathul Rahman Fatmasari, Meilita Faulina Windiyana Fauzie Rahman Feryra Putri Ayu Suma Feryra Putri Ayu Suma, Feryra Putri Firda Aristia Fitrian, Muhammad Soni Fransisca Viesta Nanda Heta Fransiska Uli Arta Panjaitan Garcia, Aprilia Ghaitsa Ghaitsa Ghaitsa, Ghaitsa Habibie Aldiaman Habibie Aldiaman, Habibie Hamdani, Riky Harapan Parlindungan Ringoringo, Harapan Parlindungan Hatta, Isnur Herawati Herawati Herawati Hidayatullah Hidayatullah Hidayatullah Hidayatullah Hijriah, Restu Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husaini Husnul Khatimah, Ika I Wayan Arya Krishnawan Firdaus Ichrom Nahzi, Muhammad Yanuar Ika Husnul Khatimah Ika Kusuma Wardani Illiandri, Abdullah Oski Ilvani Thine, Putri Bestari Isa, Mohamad Istiqamah, Ermina Iwan Aflanie Izaak Zoelkarnain Akbar Jayawarsa, A.A. Ketut Jeanyvia Anggreyni Sodri Jeviya Marsianah Juli Harnida Purwaningayu Karina Ramadhani Khairusy, Cecep Hadyan Kholish Atikah Azzam Kirana, Fatma Lailatul Qomariyah Lenie Marlinae Lenny Octaviani Tanu Lisda Hayatie, Lisda Luh Putu Ratna Sundari M. Bakhriansyah, M. M. Fahrul Ryzanur.A Maria Angelina Tiurma Br Siahaan Maulideya, Fatimah Meitria Syahadatina Noor Meitria Syahadatina Noor Melisa Budipramana, Melisa Muhamad Muslim Muhammad Abdan Shadiqi Muhammad Aini Muhammad Ali Riswandi Muhammad Ali Riswandi, Muhammad Ali Muhammad Arfah Akbar Muhammad Aulia Rifa Syarafi Muhammad Genadi Askandar Muhammad Haikal Muhammad Noor Aditya Pratama Muhammad Riza Muhammad Yoga Arie Yunanto Muhammad Yoga Arie Yunanto, Muhammad Yoga Muntasir, Adib Musafaah Musafaah Mustika Meisy Riyana Nabilla Kuswareni Nabilla Kuswareni, Nabilla Nadia Febrila Putri Nanda Heta, Fransisca Viesta Natasya Nurul Izzati Neka Erlyani Nia Kania Noor Khalishah Norhayati Norhayati Norliana Afrianti Novridha Dewi Ardiyanti Nugroho, Adi Nugroho Nur Indriani Rahayu Nurrahman, Tri Nurul Aulia Rahmi Oski Illiandri Panghiyangani, Roselina Persadha, Galih Pindobilowo Pindobilowo Pratiwi, Rista Amalia Prisca Listyantika Prisca Listyantika, Prisca Putri, Rizqi Risfiana Rachmad Yamani Rahayu, Istuning Puji Rahim, Muhammad Reyzaldy Rahma Zakia Rahmad Arifin Rahmatullah, Mohammad Dede Ramadhani, Karina Rani Lestari Yunita Napitupulu Ridha Aulia Riska Nisaul Karimah Risnawati Risnawati Rista Amalia Pratiwi Risti Afiati Rizki Hadi Rizki Hadi, Rizki Riznika Riznika Riznika, Riznika Roselina Panghiyangani Rudie Syahrizal Akhmad Rusida, Esty Restiana Rusmilawati Rusmilawati Sabila Maghfuroh Aqsha Syahari Saiful Akhyar Lubis Sanyoto, Didik Dwi Sari Rahmita Sari, Galuh Dwinta Selvira Linda Pratiwi Setyawardhana, R. Harry Dharmawan Setyawardhana, Raden Harry Dharmawan Sherli Diana Silvia Kristanti Tri Febriana SITI FATIMAH Sofi Arnesti Wahab Suharton, Eko Suhastinah, Suhastinah Sulastri, Norjainah Suraya, Yulia Hasvi Maya Syamsul Arifin Syamsul Arifin Tanu, Lenny Octaviani Taupiek Rahman Taupiek Rahman, Taupiek Tita Amanda Yudiya Titien Agustina Tri Putri, Deby Kania Triawanti Triawanti Triawanti Triawanti Wardhani, Gendis Ratri Kusuma Widodo Widodo Widodo Widodo Widya Oktiani, Beta Yazid Eriansyah Pradanta Yazid Eriansyah Pradanta, Yazid Eriansyah Yudha Fatahillah Syahari Yusrinie Wasiaturrahmah Zakia, Rahma Zoelkarnain, Izaak