Claim Missing Document
Check
Articles

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DI HINDIA BELANDA MELALUI MEDIA IKLAN KORAN BINTANG BORNEO BULAN JANUARI-MARET 1929 Sari, Desti Eka; Rizal Izmi Kusumawijaya; Azmi, Muhammad
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v2i2.2759

Abstract

Technology is any means used to facilitate human life in maintaining survival. Technological development is also considered an indicator of the progress of human civilization during its time and is the basis for future technological change and development. The research method used is the historical method, namely the process of examining and analyzing records and relics of the past chronologically and critically through heuristic, critical, interpretative and historiographic activities. Technological developments in the Dutch East Indies (Indonesia) began during the Dutch colonial period and were promoted or advertised through newspapers, one of which was the Bintang Borneo newspaper and technology had a good impact on the people of the Dutch East Indies (Indonesia) in 1929.
RESPON MASYARAKAT DAYAK TERHADAP ORGANISASI KRISTEN DI BORNEO PADA TAHUN 1928-1930 Kurni, Raden Riski Maulana Al; Azmi, Muhammad; Marfuah, Siti
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v2i2.2767

Abstract

This During the period between 1928 and 1930, Christian religious organizations entered the Borneo region with the primary intention of spreading the teachings of Christianity to the Dayak community. The Dayak people, living in a unique and culturally rich social environment, serve as the primary focus of this research. This article aims to investigate and comprehend the responses exhibited by the Dayak community to the presence of Christian religious organizations, exploring the influences generated by such interactions, and analyzing the roles and responses of the Dayak people in the face of this new religious influx. The Dayak community, with its complex social structure and strong cultural beliefs, provides an intriguing context for understanding how Christian teachings permeated and interacted with the local culture. Christian organizations during this period were committed to disseminating their religious doctrines while concurrently providing education and support for community development. The responses of the Dayak community to these efforts varied significantly, encompassing partial acceptance, partial rejection, and the preservation of their existing beliefs and culture. The research findings offer insights into the complex dynamics of cultural changes occurring within the Dayak community during this period. Cultural conflicts, adaptive processes, and the struggles over religious values contribute to the cultural diversity that characterizes Borneo.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN PERMAINAN ULAR TANGGA PADA MATA PELAJARAN IPS MATERI SEJARAH KELAS VIII SMPN 21 SAMARINDA Willyon Ferrari; Muhammad Sopyan; Azmi, Muhammad
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v2i1.2818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Penerapan Media pembelajaran permainan ular tangga pada mata pelajaran IPS, kelebihan dan kekurangan Media, Serta Faktor pendukung dan penghambat penerapan Media Permainan Ular Tangga. Dengan narasumber di antaranya Guru dan Siswa yang berjumlah 10 orang dengan 9 Siswa dan 1 guru. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif Kualitatif. Dari hasil penelitian penerapan media permainan ular tangga, tediri dari, guru membuat kartu soal, kemudian design dan papan permainan dibuat murid. Gambar yang dimasukkan dalam papan permainan adalah gambar yang berkaitan dengan konsep pembelajaran siswa di SMP. Media ular tangga dimainkan secara berkelompok yang dimana masing-masing kelompok sudah diatur sebelumnya. Kelebihan Media ini praktis, ekonomis, mudah dimainkan, dan dapat meningkatkan antusias siswa dalam pembelajaran. Kekurangannya yaitu siswa yang cenderung cepat bosan maka akan kehilangan minat untuk bermain. Faktor pendukungnya : Kesediaan siswa untuk membuat media permainan ular tangga, dalam penerapannya media permainan ular tangga cukup menggunakan ruangan kelas yang tidak terlalu besar, faktor penghambatnya: jam pelajaran yang tersedia tidak cukup.
Pengaruh Penggunaan Meme (Gambar) Terhadap Minat Belajar Sejarah Peserta Didik di Kelas XI SMA Negeri 5 Samarinda Perdana Setiawan, Surya; Azmi, Muhammad; Sopyan, Muhammad
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v2i2.2934

Abstract

Pendidikan sejarah merupakan kegiatan dengan peran penting bagi negara. Meskipun demikian, masih terdapat kendala-kendala dalam pelaksanaan pendidikan sejarah di lapangan seperti dianggap sulit, monoton, dan tidak menarik sehingga tidak disukai peserta didik. Keterbatasan juga terjadi karena keterbasatan guru dalam menerapkan variasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah terdapat pengaruh meme (gambar) terhadap minat belajar sejarah peserta didik di kelas XI SMA Negeri 5 Samarinda; dan (2) mengetahui apakah terdapat perbedaan minat belajar sejarah pada kelas yang menggunakan meme (gambar) dan kelas yang tidak menggunakan meme (gambar). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode true experiment. Penelitian dilakukan di kelas XI MIPA SMA Negeri 5 Samarinda dengan jumlah sampel sebanyak 58 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Uji yang dilakukan yaitu Independent Sample t-Test, dan kemudian diperoleh nilai signifikansi 0.530 > 0.05, maka, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh dan perbedaan yang signifikan dari penggunaan meme (gambar) terhadap minat belajar sejarah di kelas XI SMA Negeri 5 Samarinda.
Runtuhnya Kejayaan Kesultanan Turki Utsmani Menurut Teori Filsafat Sejarah Malik Bennabi Apriliani, Resty; Azmi, Muhammad; Rahuma, Aulia
Amarthapura: Historical Studies Journal Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : History Education Department, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/amt.v3i1.3553

Abstract

The second peak of Muslim glory occurred during the reign of three great empires: the Ottoman, Safavid and Mughal Sultanates in India (Muhammad, 2015). During the reign of Murad I (3rd Ottoman Sultan) 761 AH/359 AD-789 AH/1389 AD, in 2018 he further expanded his territory to the European continent and strengthened internal security. At that time the Ottoman Turks were a nation that dynamic and has extensive knowledge supported by the Sultanate which has a strong army to expand its territory. The greatest success was that the Ottoman Turks managed to occupy the most strategic area, namely Constantinople, which was a strategic area for trade at that time which was located on land between the continents of Asia and Europe. This article aims to examine the cycle of collapse of the Ottoman Empire according to Malik Bennabi's philosophical theory of history. The method used by the author in this article is the historical research method. The historical method used in this article consists of four stages, namely heuristics, verification, interpretation and writing. The results of this research can be concluded that the factors causing the collapse of the Ottoman Turks are in line with Malik Bennabi's theory of civilization which states that the Islamic Ummah experienced modeling because it did not always renew its civilization. At that time, Ottoman Türkiye was satisfied with its glory and was seen as an Empire that was feared by the nation. The reforms that the Sultan wanted to carry out in the military sector at that time were rejected by the imperial army. Thoughts that were not developed and tended to be primitive and satisfied with the achievements that had been achieved were what brought weakness to various aspects of the Ottoman Empire.
PKM Peraturan Olahraga Petanque di MGMP Guru PJOK SMP Kota Pekanbaru Alpen, Joni; Evadila, Evadila; Apriani, Leni; Azmi, Muhammad; Hanema, Vanny
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Edisi April 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v5i1.19621

Abstract

Pengabdian bertujuan untuk mengenalkan olahraga baru yang dimana olahraga tersebut sangat berkembang besar untuk menunjang dalam berprestasi. Olaharaga yang sangat mudah dan tidak banyak memerlukan fisik yang kuat adalah olahraga petanque. Meskipun minat dalam bermain olahraga petanque masih terbilang rendah di sekolah-sekolah yang ada dikota Pekanbaru tersebut. Bahkan belum banyak mengetahui dengan olahraga petanque. Oleh karena itu tim pengabdian membentuk tim untuk salah satu bentuk kegiatan pengadian olahraga petanque di salah satu sekolah kota pekanbaru di SMP 10 kota pekanbaru. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan teknik metode materi yang disampaikan dengan berisi seputar olahraga petanque tentang peraturan-peraturan dalam petanque, salah satu teknik-teknik dasar dalam bermain olahraga petanque, dan pengenalan olahraga petanque itu tersendiri. Kemudian kegiatan pengabdian ini dilakukan secara langsung praktek dilapangan untuk mempraktekan cara permainan olahraga petanque tersebut dan memberagakan langsung teknik dasar pada olahraga petanque. Kegitan pengabdia ini dilakukan untuk memberikan dan pengetahuan tentang olahraga petanque. Serta guru-guru MGMP PJOK kota Pekanbaru memiliki pengetahuan baru dan teknik dasar dan keterampilan yang ada dalam olahraga petanque sehingga menambah motivasi untuk meningkatkan kemampuan untuk menyalurkan olahraga petanque dalam prestasi.
Menumbuhkan Semangat Adaptasi Kebiasaan Baru dalam Menjaga Produktivitas UMKM pada Era New Normal di Desa Jejawi, Kabupaten OKI, Provinsi Sumatera Selatan Hanafi, Agustina; Wahab, Zakaria; Fitrianto, Muhammad Eko; Azmi, Muhammad; Herlianti, Aulia
Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services Vol. 3 No. 2 (2022): Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services
Publisher : Faculty of Economics, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29259/jscs.v3i2.80

Abstract

Pengabdian Dosen ini dilaksanakan di Desa Jejawi, Kab. OKI, Provinsi Sumatera Selatan (SumSel). Tujuan dari layanan ini adalah untuk meningkatkan cara kita beradaptasi dengan praktik baru untuk menjaga produktivitas UMKM selama New Normal. Khalayak sasaran adalah para UMKM yang ada di Desa Jejawi yang tergabung dalam grup SUMPIT (Sumber Piti Masyarakat). Para anggota yang diundang terdiri dari berbagai jenis bisnis penjualan makanan dan minuman serta jasa lainnya seperti penjualan kerupuk, kemplang, kain sulaman, dan buah-buahan. Pendekatan implementasinya adalah memberikan saran bagaimana cara mengembangkan pikiran untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru untuk menjaga produktivitas agar dapat bertahan di era New Normal.
Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Android Menggunakan Powerpoint Ispring Suite Pada Materi Jaringan Komputer Dan Internet Azmi, Muhammad; Fitriani, Fitriani; Rusdan, Rusdan
International Research on Big-Data and Computer Technology: I-Robot Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : UNIVERSITAS DHARMA WACANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53514/ir.v8i2.574

Abstract

Media pembelajaran berbasis aplikasi Android menggunakan PowerPoint Ispring Suite pada materi jaringan komputer dan internet memiliki beberapa tujuan. Pertama, meningkatkan kualitas pendidikan dengan memanfaatkan teknologi yang modern dan efektif. Kedua, meningkatkan motivasi siswa dalam belajar dengan menggunakan media yang interaktif dan menarik. Ketiga, meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar dengan menggunakan media yang mudah digunakan dan dapat diakses secara online dan offline.
PENERAPAN TAHFIZ DAN DOA-DOA PENDEK UNTUK MENINGKATKAN RELIGIUS SISWA KELAS XI PAI SMAN 3 PALANGKA RAYA Aminah, Aminah; Aziz, Abdul; Azmi, Muhammad
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 05 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan tahfiz dan doa-doa untuk meningkatkan religius diharapkan memperkuat nilai-nilai religius pada siswa. Tahfiz dan Doa-doa, sebagai peranan penting bagi kehidupan seorang muslim, memiliki potensi besar dalam membentuk karakter religius siswa dilaksanakan dengan pemahaman yang mendalam dan konsisten. Metode yang digunakan dalam pengabdian Ini yaitu service learning (SL) dan dilakukan selama kurang lebih 13 kali pertemuan pada bulan juli sampai oktober tahun 2024 ditujukan pada siswa kelas XI materi mata pelajaran PAI SMAN 3 Palangka Raya. Adapun Penerapan Tahfiz dan Doa-doa yang diterapkan meliputi dari surah ad-dhuha sampai an-nas dan adapun doa-doa meliputi doa selamat, doa setelah sholat, doa sapu jagat, dan doa untuk kedua orang tua. Selama penerapan berlangsung siswa-siswa wajib menghafal sesuai dengan tajwid. Siswa berjanji terus mengingat dan mengimplementasikan hapalannya, doa-doa yang sudah diterapkan dari penerapan yang diinginkan
ZINA DALAM PERSPEKTIF QANUN JINAYAT ACEH DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 Azmi, Muhammad; Herawati, Herawati; Banun, Sri
JOURNAL OF LAW AND GOVERNMENT SCIENCE Vol 10, No 2 (2024): OKTOBER 2024
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hukum pidana nasional Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023,. Hal ini mencakup ketentuan mengenai perzinahan, yang meskipun diatur, menimbulkan kekhawatiran terhadap hak asasi manusia dan privasi, Penelitian ini merupakan Penelitian Normatif. Penelitian ini keseluruhannya diambil dari kepustakaan dan kemudian dianalisis dengan menggunakan analistis-kritis,. Ada perbedaan antara undang-undang baru ini dan Qanun Jinayat di Aceh mengenai hukuman bagi pelaku perzinahan, yang menyoroti kompleksitas dan implikasi dari variasi hukum ini dalam konteks sosio-kultural di Indonesia Sebaliknya, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 di Indonesia mengatur zina dengan hukuman yang lebih ringan, menekankan perlindungan korban dibandingkan tindakan hukuman,.Hal ini mencerminkan perubahan signifikan ke arah pendekatan humanistik dalam menangani dampak hukum, dengan menyoroti konteks masyarakat di balik meningkatnya angka perceraian. Meskipun kedua kerangka hukum mengakui zina sebagai pelanggaran sosial dan moral dan memerlukan bukti substansial untuk menjatuhkan hukuman, keduanya sangat berbeda dalam pendekatan hukuman dan peran saksi dalam penuntutan. Qanun Jinayat menekankan persyaratan saksi mata yang ketat, yang seringkali mempersulit penuntutan, sementara UU Nomor 1 Tahun 2023 menawarkan standar pembuktian yang lebih fleksibel. Perbandingan tersebut menunjukkan strategi yang berbeda: penegakan Qanun Jinayat yang kaku versus fokus rehabilitatif UU No. 1, keduanya bertujuan untuk memerangi dampak buruk zina secara sosial.Kata Kunci: Qanun jinayat, UU No 1 tahun 2023, Zina, dan hubungan seksualIndonesia's national criminal law based on Pancasila and the 1945 Constitution has been updated with Law Number 1 of 2023,. This includes provisions regarding adultery, which, although regulated, raises concerns for human rights and privacy, is a Normative Research. This research is taken from the literature and then analyzed using critical-analysis. There are differences between this new law and the Qanun Jinayat in Aceh regarding punishment for adulterers, which highlights the complexity and implications of this variation of the law in the socio-cultural context in Indonesia In contrast, Law Number 1 of 2023 in Indonesia regulates adultery with lighter punishments, emphasizing victim protection rather than punitive measures. This reflects a significant shift towards a humanistic approach to dealing with legal repercussions, highlighting the societal context behind the rising divorce rate.  Although both legal frameworks recognize zina as a social and moral offense and require substantial evidence to impose a penalty, they differ greatly in their approaches to punishment and the role of witnesses in prosecution. Qanun Jinayat emphasized strict eyewitness requirements, which often complicate prosecutions, while Law Number 1 of 2023 offers more flexible standards of proof. The comparison shows a different strategy: the rigid enforcement of Qanun Jinayat versus the rehabilitative focus of Law No. 1, both aimed at combating the ill effects of adultery sociallyKeywords: Qanun jinayat, Law No. 1 of 2023, adultery, and sexual relations
Co-Authors Abdul Aziz Abdul Latif Agustiansyah, Muhammad Rizki Agustiansyah, Muhammad Rizki Agustiansyah Agustina Hanafi Alhakeem, Reinalgy Azni Alpen, Joni Aminah Aminah Andri Ramadhan Anindito Purnowidodo Annisa Silviana Indriani Apriani, Leni Apriliani, Insani Apriliani, Resty Aqila, Fani Arief, M Rudyanto Arifin, Syaiful Arya, Muhammad Asgara, Zidan Aulia Maghfiroh Az-Zahra, Annisa Azharuddin Azharuddin, Azharuddin AZMI, AZMI Bie, Kalistowen Chairil Darmawati Darmawati Dermawan, Edo Djono Djono Dona Budi Kharisma, Dona Budi Elisa Elisa Elisa Eva Darnila Evadila Evadila Firdausi, Karunia Imam Fitriani Fitriani Habib, Faisal Hakim, Ummi Hafilda Hamdani, Muhammad Ananda Rizki Hanema, Vanny Hasibuan, Abdillah Hening, Beta Tiva Ratu Herawati Herawati Herlianti, Aulia Ichsan, T. Ilmi, Muhammad Fahmi Isnanda, Rizki Puji Jaya, Mochamad Jazila, Muhammad Afwan Joyosemito, Ibnu Susanto Kurni, Raden Riski Maulana Al Kurniawan Kurniawan Kusumawijaya, Rizal Izmi Latifah, Ayu Lindawati, Ratna Lubis, Hilfan Ade Putra M. Hafizulloh Maryana Maryana Maulinda, Ade Azahra Meilani, Sophia Shanti Muhammad Eko Fitrianto, Muhammad Eko Muhammad Fadli Muhammad Rikza Nashrulloh Muhammad Sopyan Munajat, Ikbal Nabila, Fadwa Nasution, Ali Nafiah Norhidayat Norhidayat, Norhidayat Novabegawati, Novabegawati Nurul Husna Perdana Setiawan, Surya Pransetia, Arya Prasetyo, Azhar Puspita, Intan Imda Putri, Andi Nirmala Putri, Anisa Devisa Rahayu, Raden Erwin Gunadhi Rahuma, Aulia Ramdan, Galih Muhammad Raviko, Johansyah Rizal Izmi Kusumawijaya Rosmaliati, Rosmaliati Rousanfikr, Sava Arcadia Rusdan Rusdan RUSDIYAH RUSDIYAH Sabrila, Trifebi Shina Saeful Anam Ismail Safrizal Rahman, Safrizal Sani, Putri Saputra, Yulian Sari, Desti Eka Setyawati, Meita Sholahudin, Hary Siregar, Abdullah Afif Sitepu, Andika Siti Marfuah, Siti Slamet Wahyudi Soeddijono, Bambang Sofyana, Berliani Sopyan, Muhammad Sri Banun, Sri Suharyono Suharyono Suliana, I Made Suyono Suyono Syahputra, Muhammad Ilham Tri Indrahastuti Ulwatunnisa, Marwah Willyon Ferrari Yanto, Syafri Yusran, Nurul Faizah Zakaria Wahab, Zakaria Zulfiansyah, Rezky