Claim Missing Document
Check
Articles

Intervensi Senam untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Lansia dengan Gangguan Tidur Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti; Indra Maulana; Devi Nurrahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8696

Abstract

ABSTRACT The elderly will experience physical, psychosocial and spiritual changes. One such change is a change in sleep quality. According to the National Sleep Foundation (NSF) about 67% of the 1,508 elderly in America aged 65 years and over reported having sleep disturbances and as many as 7.3% of the elderly complained of impaired initiation and maintaining sleep or insomnia. Sleep disturbances can cause disturbances in activities so that productivity decreases which often interfere with their activities. This study aims to determine the effect of gymnastics intervention in the elderly with insomnia on improving the quality of sleep of the elderly. This study used a scoping review method approach. The databases used in the search for related literature are Pubmed and ScienceDirect. Article searches are conducted using English keywords namely "Elderly with Insomnia" AND " Gymnastics" AND "Sleep Quality.  To make it easier to get suitable literature, inclusion criteria in article searches include the year of publication of articles from 2016-2020, articles in full text and in English. The selected articles are research-type articles with quasi-experimental research designs, clinical trials and RCTs (Randomized Controlled Trial, and articles with a total sample of at least 30 people. After searching through several sources using predetermined keywords, article sorting was carried out with the results of 4 articles with a temporary conclusion that it was found that there are several types of gymnastics that can be given to improve the sleep quality of the elderly who experience sleep disorders, including yoga therapy exercises, pilates, tai chi and baduanjin. Of the four gymnastics, there was a significant improvement in the sleep quality of the elderly who experienced sleep disorders. Based on the results of the literature review that we have carried out, it shows that sleep quality disorders in the elderly can be given interventions in the form of gymnastics exercises. Based on the results of the literature review that we have conducted, there are implications that can be used for improvement in nursing, especially in interventions. That by doing gymnastics can have an influence to overcome sleep disorders in elderly patients Keywords : Gymnastics, Sleep, Elderly, Influences, Sleep Disorders   ABSTRAK Lansia akan mengalami perubahan-perubahan fisik, psikososial dan spiritual. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan kualitas tidur. Menurut National Sleep Foundation (NSF) sekitar 67 % dari 1.508 lansia di Amerika usia 65 tahun keatas melaporkan mengalami gangguan tidur dan sebanyak 7,3 % lansia mengeluhkan gangguan memulai dan mempertahankan tidur atau insomnia. Gangguan tidur dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehingga turunnya produktivitas yang sering kali mengganggu kegiatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh intervensi senam pada lansia dengan insomnia terhadap peningkatan kualitas tidur lansia.  Penelitian ini menggunakan pendekatan metode scoping review. Database yang digunakan dalam pencarian literatur terkait yaitu Pubmed dan ScienceDirect. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci berbahasa Inggris yaitu “Elderly with Insomnia” AND “ Gymnastics” AND “Sleep Quality.  Untuk memudahkan mendapatkan literatur yang sesuai digunakan Kriteria inklusi dalam pencarian artikel diantaranya tahun terbit artikel dari  2016-2020, artikel berbentuk full text dan berbahasa inggris. Artikel yang dipilih merupakan artikel berjenis penelitian dengan desain penelitian quasi eksperimen, clinical trial dan RCT (Randomized Controlled Trial, dan artikel dengan total sampel minimal 30 orang. Setelah melakukan pencarian melalui beberapa sumber dengan menggunakan kata kunci yang telah ditetapkan, dilakukan penyortiran artikel dengan hasil 4 artikel dengan Kesimpulan sementara didapatkan bahwa terdapat beberapa jenis senam yang dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia yang mengalami gangguan tidur, diantaranya latihan terapi yoga, pilates, tai chi dan baduanjin. Dari keempat senam tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kualitas tidur lansia yang mengalami gangguan tidur. Berdasarkan hasil literature review yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa gangguan kualitas tidur pada lansia dapat diberikan intervensi berupak latihan senam. Berdasarkan hasil literatur review yang telah kami lakukan, terdapat implikasi yang dapat digunakan untuk peningkatan dalam keperawatan khususnya dalam intervensi. Bahwa dengan melakukan senam dapat memberikan pengaruh untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien lansia. Kata Kunci: Senam, Tidur, Lansia, Pengaruh, Gangguan Tidur 
GAMBARAN TINGKAT STRES KERJA TENAGA PENDIDIK DI FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Ismanto Manik; Hendrawati Hendrawati; Theresia Eriyani; Nur Oktavia Hidayati; Iwan Shalahuddin
Jurnal Kesehatan Vol 16, No 1 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/jk.v16i1.20781

Abstract

Stres kerja merupakan suatu keadaan dimana seseorang tidak menyelesaikan tugasnya dengan baik sehingga berdampak pada tuntutan psikologis dan fisik, dan disertai ketidaknyamanan. Stres kerja tenaga pendidik merupakan beban kerja yang dialami ketika sedang melaksanakan tugas sebagai pendidik universitas. Tenaga pendidik merupakan aset suatu pendidikan yang sangat beharga, sehingga potensi yang dimiliki pendidik harus dikembangkan agar berdaya guna serta prestasinya meningkat sesuai dengan yang diinginkan suatu lembaga. Tujuan pada penelitian untuk mengidentifikasi gambaran tingkat stres kerja tenaga pendidik serta berdasarkan gejala-gejala yang terlihat dari perubahan fisik, emosi dan perilaku di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik Accidental sampling (n=60). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian  adalah instrumen Life Event Scale yang dibuat dalam bentuk kuesioner dan disebarkan kepada responden. Analisa data pada penelitian ini menggunakan teknik analisa data univariat untuk melihat distribusi frekuensi tingkat stres kerja apakah termasuk ringan, sedang dan berat. Kemudian akan ditampilkan dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar Tenaga Pendidik Di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran memiliki tingak stres rendah 25 orang (41.7%), 24 orang (40%) mengalami stres berat dan 11 orang (18.3%) mengalami stres sedang. Gejala yang tertinggi adalah emosi, perilaku dan fisik pada stres kerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi institusi Pendidikan untuk mengurangi beban kerja pada tenaga pendidik terutama pada dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
Psychotherapy Reduces Self Esteem Scizophrenic Patients: Literature Review Maulana, Indra; Shalahuddin, Iwan; Eriyani, Theresia
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1438.463 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.758

Abstract

Low self-esteemis all the thoughts, beliefs and beliefs that an individual knows about him self and affects his relationships with others. This study aims to determine what interventions can be given to over come chronic low self-esteem problems. The method used in this research  is descriptive review by conducting literature reviews both from within and outside the country. Literature searches were carried out through several databases, namely Google Scholar, Pubmed, and Science Direct. The strategy used to search the literature is touse the keyword "chronic low self-esteem, psychotherapy, schizophrenia/schizophrenia". Based on the search, we found 839.112 articles, but after filtering the articles peryear,the complete articles and the suitability of keywords and article contents, it became 10 articles. Based on the results of the study, it can be concluded that several interventions that canbe given to reduce chronic lowself-esteem in patients with early psychotic symptoms and schizophrenia are CBT (Cognitive Behavior Therapy), EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing). GAT (Group Activity Therapy). Perceptual stimulation; told, therapy as usual (TAU) and Competitive Memory Training (COMET)/ Competitive Memory Training. Family involvement as care giver at home in the process of psychotic patient therapy can help the patient's recovery process.)
Edukasi Stunting dan PBHS dalam Upaya Pengenalan dan Pencegahan Dini Stunting di SMP 1 Darul Falah Cihampelas Kabupaten Bandung Barat Theresia Eriyani; Maria Komariah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i2.8291

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi utama yang masih dialami oleh balita di Indonesia khususnya di Wilayah Provinsi Jawa Barat. Desa Cihampelas merupakan wilayah dengan penduduk terpadat di Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat dengan jumlah kasus balita stunting tertinggi pada tahun 2022. Hasil survey awal menunjukkan bahwa pelajar di wilayah tersebut masih memiliki pengetahuan yang kurang mengenai stunting dan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Maka dari itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa melalui edukasi kesehatan mengenai stunting dan upaya pencegahannya yaitu melalui PHBS. Kegiatan edukasi kesehatan ini disampaikan kepada 77 orang sasaran pengabdian yang merupakan siswi kelas 9 SMP 1 Darul Falah Cihampelas menggunakan metode ceramah atau lecture yang dilanjutkan dengan agenda diskusi dan tanya jawab. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai stunting dan PHBS telah terlaksana pada 19 Januari 2023 dan diikuti oleh 77 pelajar perempuan. Evaluasi kegiatan edukasi kesehatan ini dilakukan menggunakan 10 pertanyaan dalam bentuk pretest dan posttest yang dibuat berdasarkan indikator PHBS dalam PIS-PK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga). Seluruh peserta tampak tertarik mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aktif berpartisipasi dalam diskusi dan tanya jawab serta mampu menjawab pertanyaan posttest dengan tepat. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai stunting dan PHBS yang telah diselenggarakan mampu meningkatkan pengetahuan siswa sebagai upaya pencegahan dini stunting. Upaya berkelanjutan dengan edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara rutin oleh instansi pendidikan meliputi SMP, MI, MA, SMA/K dan penyediaan fasilitas yang memadai oleh perangkat desa setempat disarankan untuk mendukung optimalisasi program pemerintah dalam rangka menurunkan prevalensi stunting nasional.Stunting was still a major nutritional problem experienced by toddlers in Indonesia, especially in the Province of West Java. Cihampelas Village is the most densely populated area in Cihampelas District, West Bandung Regency, which has the highest number of stunting under-five cases in 2022. Initial survey results show that students in the area still have inadequate knowledge regarding stunting and a Clean and Healthy Lifestyle (PHBS). Therefore, this community service activity aims to increase students' understanding through health education regarding stunting and prevention efforts, namely through PHBS. This health education activity was delivered to 77 target people who were grade 9 students of SMP 1 Darul Falah Cihampelas using the lecture method followed by a discussion and question and answer session. Health education activities regarding stunting and PHBS were carried out on 19th January 2023 and were attended by 77 female students. This health education program was evaluated using ten questions in the form of a pretest and posttest based on indicators of a PHBS in the PIS-PK Program (Healthy Indonesia Program with a Family Approach). All participants seemed interested in participating in the whole series of activities by actively participating in discussions and questions and answers and being able to answer posttest questions correctly. Health education activities regarding stunting and PHBS that have been held can increase student knowledge to prevent early stunting. Continuous efforts with health education carried out regularly by educational institutions, including SMP, MI, MA, and SMA/K and the provision of adequate facilities by local village officials are suggested to support the optimization of government programs to reduce the national prevalence of stunting. 
Blood Sugar Levels Regulation in Diabetes Mellitus Type 2 Patients Through Diet Management Iwan Shalahuddin; Indra Maulana; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.007 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.911

Abstract

Dietary compliance in diabetes mellitus (DM) patients plays an essential role in stabilizing blood glucose levels. In contrast, compliance develops a routine that helps patients follow a diet schedule. Family is one of the supporting factors to achieve the success of dietary compliance for DM patients. Family support is expected to help patients feel happy, raise their confidence in dealing with their illness and be eager to maintain their glucose levels. The method used in this literature review is a narrative review. The study to determine the appropriate interventions in regulating blood sugar in families with Type 2 Diabetes patients through diet management and which could be implemented within the family. The database used electronic data sources, namely PubMed, ScienceDirect and Sage Journal. In the article search results, there were ten journals as a result. The study results show that diet management in type 2 DM can reduce blood glucose levels. This intervention is considered effective in preventing and treating type 2 DM because it can help patients regulate their diet and daily nutritional intake. The recommended nutritional therapy of diabetic patients' dietary pattern includes a balanced nutritional calculation from carbohydrates, fruits, vegetables, whole grains, nuts, and low-fat milk is. Regulation of carbohydrate counts, total calories, carbohydrate exchange or experience-based estimation remains the primary strategy in achieving glycemic control. Abstrak: Kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus sangat berperan penting untuk menstabilkan kadar glukosa darah, sedangkan kepatuhan itu sendiri merupakan suatu hal yang penting untuk dapat mengembangkan rutinitas yang membantu  penderita diabetes melitus dalam mengikuti jadwal diet. Untuk mencapai keberhasilan penderita diabetes melitus dalam menjalankan kepatuhan diet, salah satunya dengan faktor pendukung yaitu keluarga, dengan adanya dukungan dari keluarga diharapkan penderita akan merasa senang karena dengan dukungan tersebut akan menimbulkan kepercayaan dirinya dalam menghadapi penyakitnya dan bersemangat untuk menjaga kadar glukosanya. Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah narrative review. Tujuan penelitian untuk mengetahui intervensi yang applicable dalam mengatur gula darah pada keluarga dengan diabet Tipe 2 melalui manajemen diet dan dapat diimplementasikan dalam lingkup keluarga. Pencarian data menggunakan sumber data elektronik yaitu PubMed, Sciencedirect dan Sage Journal, kemudian ditemukan dari pencarian itu ada 10 jurnal. Manajemen diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2 untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Intervensi ini dipandang efektif sebagai pencegahan dan pengobatan terhadap diabetes mellitus tipe 2 karena dapat membantu pasien untuk mengatur pola makan dan asupan nutrisi sehari - hari. Pola diet yang dilakukan mencakup perhitungan nutrisi yang seimbang berasal dari karbohidrat, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang- kacangan, dan susu rendah lemak dianjurkan dalam terapi gizi pasien diabetes. Pengaturan jumlah karbohidrat, total kalori, pertukaran jenis karbohidrat atau estimasi berbasis pengalaman, tetap menjadi strategi utama dalam mencapai kontrol glikemia
Correlation of Individual Perceptions with Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN) Performance During the Covid-19 Pandemic at Cicendo Eye Hospital Nita Fitria; Henny Yulianita; Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin; Dewanti Widya Astari
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.15 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1451

Abstract

Covid-19 transmission until January 2021 reached 1,012,350 cases in 224 countries with a Case Fatality Rate in Indonesia of 33.2%. The Infection Control Prevention Program (PPI) has become essential during the COVID-19 pandemic. The objectives of PPI in COVID-19 management are strategies to help a facility prevent and reduce the impact of emergencies, evaluate prevention efforts, mitigation and response readiness, reduce infection transmission, improve the safety of staff, patients and visitors, and improve the organization's ability to deal with the COVID-19 pandemic. Infection Prevention Control Link Nurse (IPCLN) in health care facilities is the spearhead of implementing the PPI program. Cicendo Eye Hospital as one of the vertical hospitals of the Ministry of Health participates in treating COVID-19 patients with yellow criteria or with moderate symptoms. The purpose of this study was to identify the influence of individual factors, psychological factors and organizational factors on ipcln performance during the COVID-19 pandemic at Cicendo Eye Hospital. This study used a correlation research design that focused on individual factors to IPCLN's performance during the COVID-19 pandemic. The results of the research showed that more than half of the respondents' perception of IPCLN was in the positive category perception of 21 people (75%), and some of the respondents showed perception in the very positive category of 7 people (25%). The results of the performance appraisal showed that almost most of IPCLN's performance was in the good category of 64.2%, and a small percentage of respondents showed a less category of 35.8%. Dahlan (2015) then stated that the correlation density is very weak (p less than 0.26). The correlation direction obtained positive results, so it was stated that the more positive the perception of IPCLN performance appraisal, the better the IPCLN performance. The p-value of 0.0663 is greater than alpha 0.05, so it is stated that there is no meaningful correlation between perceptions of performance appraisal and IPCLN's performance in infection prevention and control during the COVID-19 pandemic at Cicendo Eye HospitalAbstrak: Penularan Covid-19 hingga Januari 2021 mencapai 1.012.350 kasus di 224 negara dengan Case Fatality Rate di Indonesia sebesar 33,2%. Program Pencegahan Pengendalian Infeksi (PPI) menjadi sangat penting selama pandemi COVID-19. Tujuan PPI dalam penanganan COVID-19 adalah strategi membantu fasilitas mencegah dan mengurangi dampak kedaruratan, evaluasi upaya pencegahan, penanggulangan dan kesiapan tanggap, mengurangi penularan infeksi, meningkatkan keselamatan staf, pasien dan pengunjung, serta meningkatkan kinerja organisasi. kemampuan menghadapi pandemi COVID-19. Perawat Tautan Pengendalian Pencegahan Infeksi (IPCLN) di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan ujung tombak pelaksanaan program PPI.RS Mata Cicendo sebagai salah satu rumah sakit vertikal Kementerian Kesehatan turut serta merawat pasien COVID-19 dengan kriteria kuning atau bergejala sedang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh faktor individu, faktor psikologis dan faktor organisasi terhadap kinerja IPCLN pada masa pandemi COVID-19 di RS Mata Cicendo. Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi yang fokus pada faktor individu terhadap kinerja IPCLN selama pandemi COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari setengah persepsi responden terhadap IPCLN berada pada persepsi kategori positif sebanyak 21 orang (75%), dan sebagian responden menunjukkan persepsi pada kategori sangat positif sebanyak 7 orang (25%).Hasil penilaian kinerja menunjukkan bahwa hampir sebagian besar responden IPCLN berada pada kategori baik sebesar 64,2%, dan sebagian kecil responden menunjukkan kategori kurang sebesar 35,8%. Dahlan (2015) kemudian menyatakan bahwa kerapatan korelasinya sangat lemah (p kurang dari 0,26).Arah korelasi memperoleh hasil yang positif, sehingga dinyatakan bahwa semakin positif persepsi penilaian kinerja IPCLN maka kinerja IPCLN akan semakin baik. Nilai p sebesar 0,0663 lebih besar dari alpha 0,05, sehingga dinyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi penilaian kinerja dengan kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi pada masa pandemi COVID-19 di RS Mata CicendoArah korelasi memperoleh hasil yang positif, sehingga dinyatakan bahwa semakin positif persepsi penilaian kinerja IPCLN maka kinerja IPCLN akan semakin baik. Nilai p sebesar 0,0663 lebih besar dari alpha 0,05, sehingga dinyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi penilaian kinerja dengan kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi pada masa pandemi COVID-19 di RS Mata Cicendo Arah korelasi diperoleh hasil yang positif, sehingga dinyatakan bahwa semakin positif persepsi penilaian kinerja IPCLN maka kinerja IPCLN akan semakin baik.Nilai p sebesar 0,0663 lebih besar dari alpha 0,05, sehingga dinyatakan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara persepsi penilaian kinerja dengan kinerja IPCLN dalam pencegahan dan pengendalian infeksi pada masa pandemi COVID-19 di RS Mata Cicendo
Manajemen Cairan Pada Pasien Dengan Diabetes Ketoasidosis (DKA): Literatur Review Sandra Pebrianti; Bambang Aditya Nugraha; Iwan Shalahuddin; Theresia Eriyani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 1: March 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.101 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8i1.1655

Abstract

DKA is a state of decompensation of metabolic chaos characterized by triassic hyperglycemia, acidosis, and ketosis which is one of the most serious and life-threatening acute complications of metabolic diabetes mellitus. Diabetic Ketoacidosis (DKA) requires proper treatment and immediate treatment. Management of insulin therapy, intravenous administration of fluids is a key component of DKA management to expand intravascular, interstitial, and intracellular volumes. This Literature Review aims to determine the influence of fluid management in patients with diabetes ketoacidosis. The author uses the method used to conduct a literature review is to search through the internet. Search literature through the internet based on several criteria, namely journals published in the last 10 years. The literature search uses the PubMed, Sage Journals, and Science Direct databases. Keywords used ''Fluid Management AND Diabetes Ketoacidosis (DKA)''. Then sorted by inclusion criteria, publication year 2017-2022, experimental research design, and written in Indonesian or uk. Based on the results of the study, it can be concluded that there are six fluid administration interventions in Diabetes Ketoacidosis (DKA) patients, namely crystalloid fluid, saline fluid, lyte-148 plasma, potassium, plasma lyte A and the use of two fluids (electrolyte fluid + dextrose). DKA management includes adequate replacement of fluids and electrolytes, especially potassium, as well as continuous administration of insulin. The top priority in the management of DKA is one of them is fluid therapy.
Level of Satisfaction and Confidence After Using Virtual Reality Simulation of Wound Care Skills in Nursing Students Regita Suryadi, Yasmina Dwi; Komariah, Maria; Eriyani, Theresia
Journal of Nursing Care Vol 7, No 1 (2024): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v7i1.44891

Abstract

Virtual laboratory practice using virtual reality provides conveniences and increases learning outcomes, beside physical laboratories requires expensive costs, ineffective and efficient, and limited space causes a decrease in learning levels and impacted to satisfaction and confidence. This study aims to identify satisfaction and confidence of nursing students in learning using Virtual Reality of Wound Care Skills. The research design using descriptive quantitative. In this study, 56 nursing students used as samples using quota sampling technique. Student Satisfaction and Self-Confidence in Learning Scale (SCSL) is the instrument used in this study. Meanwhile, data analysis was performed using IBM SPSS software version 26 with univariate analysis method and presented in the form of distribution frequency tables, yield percentages, mean, and deviations standard. This study shows that students are very satisfied (M = 4.400; SD = 0.670) and very confident (M = 4.357; SD = 0.622) in learning using Virtual Reality of Wound Care Skills. Results obtained from the use of virtual reality learning simulations on student satisfaction and confidence obtained high scores. Therefore, this learning method can used as an alternative to learning and support student skills and knowledge in another nursing skills.
Community Compliance with Health Regulations during the COVID-19 Pandemic Yulianita, Henny; Priladani , Dhea Shobriana; Setyorini, Dyah; Sugiharto, Firman; Somantri, Irman; Eriyani, Theresia; Komariah, Maria
Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) Vol. 9 No. 4 (2023): JURNAL KEPERAWATAN KOMPREHENSIF (COMPREHENSIVE NURSING JOURNAL)
Publisher : STIKep PPNI Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33755/jkk.v9i4.500

Abstract

Aim: This study aimed to describe of community compliance in implementing health regulations during the COVID-19 pandemic in the Panyileukan subdistrict, Bandung, West Java, Indonesia. Method: The study was quantitative descriptive research.  The study population was residents who live Panyileukan District (N=242). The sampling technique used was purposive sampling (n=77). Data were collected using the modified self-report questionnaire regarding adherence in implementing health protocol which were valid and reliable. Data were analyzed using descriptive statistics and presented in frequency distribution tables and diagrams. Results: The results show that more than half of the respondents (56%) complied with the health regulations. The indicators show that 55.8% wore masks, 53.2% washed hands, 62.3% maintained social distance, and 54.5% increased their immune systems. Regarding the response dimensions, 63.6 % of respondents believed in the regulations, 55.8% accepted the regulation, and 51.9% applied the regulations. Conclusions: Most people in the Panyileukan subdistrict adhered to the health protocols. Local governments and health workers could continue facilitating, motivating, and monitoring compliance.
Ketergantungan Perilaku Merokok dan Status Gizi Remaja pada Siswa-Siswi Perokok Aktif Ayudiapala, Deysa; Hermayanti, Yanti; Eriyani, Theresia
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.7785

Abstract

This study aims to describe the dependence on smoking behavior and nutritional status of active smoker teenagers at SMAN 9 Garut. The method used is a quantitative descriptive method. The research results showed that 36.7% of active smokers at SMAN 9 Garut were not addicted, 28.5% had a low dependency, 33.5% had a moderate dependency, and 1.3% had a high dependency. Meanwhile, the nutritional status was as thin as 52.5%, normal as much as 38.6%, and obesity as much as 8.9%. In conclusion, dependence on smoking behavior is at a moderate level, and nutritional status is poor. However, the level of support for smoking behavior is not a benchmark for decreasing students' nutritional status. This happens because other factors influence the nutritional quality of adolescents. Keywords: Dependent Smoking Behavior, Adolescents, Nutritional Status
Co-Authors Aat Sriati Ahmad Yamin AI MARDHIYAH, AI Aini, Astri Mufti Aisha Chaerani Murti Ati Surya Mediawati Ayudiapala, Deysa Bambang Aditya Nugraha Dadang Purnama Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dewanti Widya Astari Dinda Sari Agustina Dyah Setyorini Dyah Setyorini Efri Widianti Ema Arum Rukmasari Ermiati Ermiati Firman Sugiharto Fita Rizkiyani Fita Rizkiyani Gihon Jessi Novita Hendrawati Hendrawati Henny Suzana Mediani Henny Yulianita Hesti Platini Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Irman Somantri Ismanto Manik Iwan Shalahuddin Iyus Yosep Karwati, Karwati Khoirunnisa, Fadila Kosim Kosim Laili Rahayuwati Lia Sari Lilis Mamuroh Lilis Mamuroh Mahali, Nia Ainun Nadina Maria Komariah Maria komariah Meisha Nurlianti Hidayat Mela Yulianti Melliany Safitrie Mulya, Adelse Prima Murti, Aisha Chaerani Nenden Nur Asriyani Maryam Neng Della Monika Nintyas, Felantina Restyar Nita Fitria Nita Fitria Novia Rahmawati Nur Oktavia Hidayati Nur Oktavia Hidayati Ofni Stephany Lumban Raja Priladani , Dhea Shobriana Purnama, Anita Putri, Hani Amelia Qurhadzam, Muhammad Galiem Rahma Elfa Aulia Regita Suryadi, Yasmina Dwi Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti, Ristina Riyanti Riyanti Rohmahalia M Noor Rohmahalia M Noor Rotua, Hana Pritika Rukmasari, Ema Salsabila, Yosalia Mahirah Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sari, Citra Windani Mambang Sena Yudipaty Siti Nur Fatimah Solihin, Yasmin Salsabila Sri Hendrawati Sugiharto, Firman Sukmawati Sukmawati Sumarna, Umar Taty Hernawaty Toharudin Toharudin Udin Rosidin Umar Sumarna Umar Sumarna Windy Rakhmawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati Witdiawati, Witdiawati Yanti Hermayanti Yudianto, Kurniawan Yulianita, Henny